• Tidak ada hasil yang ditemukan

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 118/PMK.011/2014

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 118/PMK.011/2014"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

SALINAN

PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 118/PMK.011/2014

TENTANG

BEA MASUK DITANGGUNG PEMERINTAH ATAS IMPOR BARANG DAN BAHAN GUNA PEMBUATAN KOMPONEN KENDARAAN BERMOTOR

UNTUK TAHUN ANGGARAN 2014

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang :bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 3 ayat (4) Peraturan Menteri Keuangan Nomor 11/PMK.011/2014 tentang Bea Masuk Ditanggung Pemerintah Atas Impor Barang Dan Bahan Untuk Memproduksi Barang Dan/Atau Jasa Guna Kepentingan Umum Dan Peningkatan Daya Saing lndustri Sektor Tertentu Untuk Tahun Anggaran 2014, perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Bea Masuk Ditanggung Pemerintah Atas Impor Barang Dan Bahan Guna Pembuatan Komponen Kendaraan Bermotor Untuk Tahun Anggaran 2014;

Mengingat :Peraturan Menteri Keuangan Nomor 11/PMK.011/2014 tentang Bea Masuk Ditanggung Pemerintah Atas Impor Barang Dan Bahan Untuk Memproduksi Barang Dan/Atau Jasa Guna Kepentingan Umum Dan Peningkatan Daya Saing lndustri Sektor Tertentu Untuk Tahun Anggaran 2014;

MEMUTUSKAN:

Menetapkan :PERATURAN MENTERI KEUANGAN TENTANG BEA MASUK

DITANGGUNG PEMERINTAH ATAS IMPOR BARANG DAN BAHAN GUNA PEMBUATAN KOMPONEN KENDARAAN BERMOTOR UNTUK TAHUN ANGGARAN 2014.

Pasal 1

Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan:

1. Perusahaan adalah Perusahaan yang termasuk dalam industri

dengan kegiatan utama membuat komponen kendaraan bermotor.

2. Barang dan Bahan Untuk Industri Pembuatan Komponen

Kendaraan Bermotor yang selanjutnya disebut Barang dan Bahan adalah barang dan/atau bahan baku untuk diolah, guna pembuatan komponen kendaraan bermotor oleh Perusahaan.

(2)

Pasal 2

(1)Bea Masuk Ditanggung Pemerintah diberikan atas impor Barang

dan Bahan sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.

(2)Bea Masuk Ditanggung Pemerintah sebagaimana dimaksud pada

ayat (1) merupakan belanja subsidi pajak ditanggung pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Menteri Keuangan yang mengatur mengenai mekanisme pelaksanaan dan pertanggungjawaban atas Bea Masuk Ditanggung Pemerintah.

(3)Barang dan Bahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), bukan

merupakan:

a. Barang dan Bahan yang dikenakan pembebanan bea masuk

sebesar 0% (nol persen);

b. Barang dan Bahan yang dikenakan pembebanan bea masuk

sebesar 0% (nol persen) berdasarkan perjanjian atau kesepakatan internasional;

c. Barang dan Bahan yang dikenakan Bea Masuk Anti

Dumping/Bea Masuk Anti Dumping Sementara, Bea Masuk Tindakan Pengamanan/Bea Masuk Tindakan Pengamanan Sementara, Bea Masuk Imbalan, atau Bea Masuk Tindakan Pembalasan;

d. Barang dan Bahan yang ditujukan untuk ditimbun di Tempat

Penimbunan Berikat; atau

e. Barang dan Bahan yang ditujukan untuk Perusahaan yang

mendapat fasilitas pembebasan atau pengembalian bea masuk atas impor Barang dan Bahan untuk diolah, dirakit, atau dipasang pada barang lain dengan tujuan untuk diekspor.

(4)Bea Masuk Ditanggung Pemerintah sebagaimana dimaksud pada

ayat (1), diberikan dengan pagu anggaran paling tinggi sebesar Rp181.104.000.000,00 (seratus delapan puluh satu miliar seratus empat juta rupiah).

(5)Menteri Keuangan selaku Bendahara Umum Negara sebagai

Pengguna Anggaran Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara menetapkan Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi, Kementerian Perindustrian selaku Kuasa Pengguna Anggaran untuk melaksanakan pembayaran belanja subsidi pajak ditanggung pemerintah.

(6)Alokasi anggaran Bea Masuk Ditanggung Pemerintah dengan

pagu sebagaimana dimaksud pada ayat (4) untuk Perusahaan, ditetapkan oleh Kuasa Pengguna Anggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (5).

Pasal 3

(1)Untuk memperoleh Bea Masuk Ditanggung Pemerintah

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1), Perusahaan mengajukan permohonan kepada Direktur Jenderal Bea dan Cukai dengan dilampiri Rencana Impor Barang yang telah disetujui dan ditandasahkan oleh Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi, Kementerian Perindustrian.

(2)Rencana Impor Barang sebagaimana dimaksud pada ayat (1),

(3)

a. nomor dan tanggal Rencana Impor Barang;

b. nomor Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun

Anggaran 2014;

c. nama Perusahaan;

d. Nomor Pokok Wajib Pajak;

e. alamat;

f. kantor pabean tempat pemasukan barang; g. uraian, jenis, dan spesifikasi teknis barang; h. pos tarif (HS);

i. jumlah/satuan barang; j. perkiraan harga impor;

k. negara asal;

l. perkiraan bea masuk yang ditanggung pemerintah; dan m.nama dan tanda tangan dari pimpinan Perusahaan.

Pasal 4

(1)Atas permohonan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1),

Direktur Jenderal Bea dan Cukai memberikan persetujuan atau penolakan dalam jangka waktu paling lama 14 (empat belas) hari terhitung sejak permohonan diterima secara lengkap.

(2)Persetujuan atau penolakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)

diberikan setelah dilakukan penelitian terhadap pemenuhan ketentuan:

a. tidak pernah melakukan kesalahan dalam memberitahukan

jumlah dan/atau jenis barang pada Pemberitahuan Pabean Impor dengan fasilitas Bea Masuk Ditanggung Pemerintah selama 1 (satu) tahun terakhir; dan

b. tidak mempunyai utang bea masuk, cukai dan pajak dalam

rangka impor yang telah lewat jatuh tempo pembayaran.

(3)Persetujuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa

persetujuan sebagian atau persetujuan seluruhnya atas Barang dan Bahan yang tercantum dalam Rencana Impor Barang yang dilampirkan pada permohonan yang diajukan Perusahaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3.

(4)Dalam hal permohonan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3

ayat (1) disetujui sebagian atau seluruhnya, Direktur Jenderal Bea dan Cukai atas nama Menteri Keuangan menerbitkan Keputusan Menteri Keuangan mengenai Bea Masuk Ditanggung Pemerintah atas impor Barang dan Bahan guna pembuatan komponen kendaraan bermotor oleh industri pembuatan komponen kendaraan bermotor.

(5)Dalam hal permohonan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3

ayat (1) ditolak, Direktur Jenderal Bea dan Cukai atas nama Menteri Keuangan menyampaikan surat pemberitahuan penolakan kepada Perusahaan dengan menyebutkan alasan penolakan.

Pasal 5

(1)Atas realisasi impor Bea Masuk Ditanggung Pemerintah yang

pelaksanaannya didasarkan pada Keputusan Menteri Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (4), Kantor

(4)

Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai atau Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai setempat membubuhkan cap "BEA MASUK DITANGGUNG PEMERINTAH BERDASARKAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR /PMK.011/2014 " pada semua lembar Pemberitahuan Pabean Impor.

(2)Pemberitahuan Pabean Impor sebagaimana dimaksud pada ayat

(1), dipakai sebagai dasar untuk pencatatan penerimaan Bea Masuk Ditanggung Pemerintah dan dialokasikan sebagai belanja subsidi pajak dalam jumlah yang sama.

Pasal 6

(1)Dalam hal terdapat perbedaan antara Barang dan Bahan yang

akan diimpor dengan daftar Barang dan Bahan yang terdapat dalam Keputusan Menteri Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (4), Perusahaan dapat mengajukan permohonan untuk melakukan perubahan terhadap Keputusan Menteri Keuangan tersebut.

(2)Permohonan untuk melakukan perubahan terhadap Keputusan

Menteri Keuangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), diajukan kepada Direktur Jenderal Bea dan Cukai dan dilampiri dengan Rencana Impor Barang Perubahan yang telah disetujui dan ditandasahkan oleh Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi, Kementerian Perindustrian.

Pasal 7

(1)Atas permohonan untuk melakukan perubahan terhadap

Keputusan Menteri Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6, Direktur Jenderal Bea dan Cukai memberikan persetujuan atau penolakan dalam jangka waktu paling lama 14 (empat belas) hari terhitung sejak permohonan diterima secara lengkap.

(2) Persetujuan atas permohonan untuk melakukan perubahan

terhadap Keputusan Menteri Keuangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa persetujuan sebagian atau persetujuan seluruhnya.

(3)Dalam hal permohonan untuk melakukan perubahan terhadap

Keputusan Menteri Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 disetujui sebagian atau seluruhnya, Direktur Jenderal Bea dan Cukai atas nama Menteri Keuangan menerbitkan Keputusan Menteri Keuangan mengenai perubahan terhadap Keputusan Menteri Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (4).

(4)Dalam hal permohonan untuk melakukan perubahan terhadap

Keputusan Menteri Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ditolak, Direktur Jenderal Bea dan Cukai atas nama Menteri Keuangan menyampaikan surat pemberitahuan penolakan kepada Perusahaan dengan menyebutkan alasan penolakan.

Pasal 8

(5)

Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Menteri Keuangan yang mengatur mengenai mekanisme pelaksanaan dan pertanggungjawaban atas Bea Masuk Ditanggung Pemerintah.

Pasal 9

(1)Terhadap Barang dan Bahan yang memperoleh Bea Masuk

Ditanggung Pemerintah, wajib digunakan oleh Perusahaan yang bersangkutan guna pembuatan komponen kendaraan bermotor dan tidak dapat dipindahtangankan kepada pihak lain.

(2) Atas penyalahgunaan ketentuan sebagaimana dimaksud pada

ayat (1), Perusahaan wajib membayar bea masuk yang seharusnya dibayar ditambah dengan bunga sebesar 2% (dua persen) per bulan paling lama 24 (dua puluh empat) bulan sejak dilakukan realisasi impor Bea Masuk Ditanggung Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (1).

Pasal 10

Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan

sampai dengan tanggal 31 Desember 2014.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan

Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.

Ditetapkan di Jakarta

pada tanggal 16 Juni 2014

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK

INDONESIA,

ttd.

MUHAMAD CHATIB BASRI

Diundangkan di Jakarta pada tanggal 16 Juni 2014

MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA, ttd. AMIR SYAMSUDIN

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2014 NOMOR 801  

(6)

NO. 1. 2. 3. 4. 5. LAMP! RAN

PERATURAN MENTER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 118 I PMK. 011 I 2 0.:. 4

TENTANG

BEA MASUK DITANGGUNG PEMERINTAH ATAS IMPOR BARANG DAN BAHAN GUNA PEMBUATAN KOMPONEN KENDARAAN BERMOTOR UNTUK TAHUN ANGGARAN 2014 ML:C�JTI'I-1.1 I<I:U/\NC/\N

I�EF'UilL.II< INDOI'Jr=SI/\

DAFTAR BARANG DAN BAHAN

GUNA PEMBUATAN KOMPONEN KENDARAAN BERMOTOR UNTUK TAHUN ANGGARAN 2014

URAIAN BARANG Filter paper

Produk canm lantaian dari besi atau baja bukan paduan, dengan lebar 60 0 mm atau lebih, dicanai panas, tidak dipalut, ticlak disepuh atau ticlak dilapisi

Procluk canai · lantaian. · clari besi atau baja bukan pacluan, clengan lebar 60 0 mm atau lebih, dicanai panas, tidak dipalut, ticlak disepuh atau ticlak dilapisi

P roduk canai lantaian clari besi

atau baja bukan paduan, dengan

lebar 60 0 mm atau lebih, dicanai

panas, ticlak clipalut, ticlak

clisepuh atau tidak clilapisi

P roduk canai lantaian clari besi atau baja bukan paduan, dengan lebar 600 mm atau lebih, clicanai

panas, tidak clipalut, tidak

clisepuh atau tidak clilapisi

SPESIFIKASI

kertas dan kertas karton saring tidak dilapisi berbentuk lembaran dan gulungan

tidak dengan pola clalam gulungan, dikerjakan lebih

relief, tidak lanjut

selain clicanai pan as, telah dibersihkan dengan asam, dengan ketebalan 4, 75 mm atau lebih

ticlak dengan pola clalam gulungan, clikerj akan le bib.

relief, ticlak lanjut selain clicanai panas, telah dibersihkan dengan asam, clengan kete balan 3 mm atau lebih tetapi kurang dari 4, 75 mm

tidak clengan pola dalam gulungan, clikerjakan lebih

relief, tidak lanjut

selain dicanai pan as, telah dibersihkan dengan asam, dengan kete balan kurang dari 2 mm

tidak dengan pola relief, dalam gulungan, tidak dikerjakan lebih lanjut

selain dicanai panas, telah clibersihkan dengan asam, dengan ketebalan 2 mm atau lebih tetapi kurang dari 3 mm TERMASUK DALAM POS TARIF 480 5. 4 0. 0 0. 0 0 720 8. 2 5. 0 0. 0 0 720 8. 26. 0 0. 0 0 720 8. 27. 10. 0 0 720 8. 27. 90. 0 0

(7)

NO. 6 . 7 . 8 . 9 . MLN IT'! (I I<[U/\NC/\f\1 nEF'lJI1LII< INfJOf\IESI/\ URAIAN BARANG

Produk canai Ian taian cla.ri besi

atau baja bukan padua.n, dengan

lebar 60 0 mm atau lebih, dicanai panas, tidak clipalut, tidak clisepuh atau tidak dilapisi

2

-SPESIFIKA.SI

tidak dengan pola relief,

dalam gulungan, tidak

dikerjakan lebih lanjut

selain dicanai pan as, tidak dibersihkan clengan asam, dengan ketebalan 4,7 5 mm

atau lebih tetapi tidal<:

melebihi 10 mm

Produk canai lantaian dari besi tidak clengan pola relief, atau baja bukan paduan, dengan clalam gulungan, tidak lebar 60 0 mm atau lebih, dicanai clikerjakan lebih lanjut panas, tidak dipalut, tidak selain clicanai panas, tidal<: clisepuh atau tidak clilapisi clibersihkan dengan asam,

clengan ketebalan 3 mm atau lebih tetapi kurang dari 4,75 mm

Produk can.ai lantaian dari besi tidak dengan pola relief, atau baja bukan paduan, dengan dalam gulungan, tidak lebar 60 0 mm atau lebih, dicanai dikerjakan lebih lanjut panas, ticlak dipalut, tidak selain dicanai panas, tidal<: disepuh atau tidak dilapisi dibersihkan dengan asam,

Produk canai lan.taian dari besi atau baja bukan paduan, dengan lebar 60 0 mm atau lebih, dicanai panas, ticlak clipalut, tidal<: clisepuh atau tidak clilapisi

dengan ketebalan kurang dari 3 mm

tidak dengan pola relief, tidak dalam gulungan, tidak dikerjakan lebih lanjut selain dicanai panas, tidal<: dibersihkan dengan asam, dengan ketebalan melebihi

10 mm

10 . Produk canai lantaian clari besi tidak dengan pola relief,

atau baja bukan paduan, dengan lebar 60 0 mm atau lebih, clicanai panas, ticlak dipalut, tidak disepuh atau tidak clilapisi

ticlak clalam gulungan, tidak dikerjakan lebih lanjut selain dicanai panas, tidal<: dibersihkan dengan asam, dengan ketebalan 4,7 5 mm atau lebih tetapi tidal<: melebihi 10 mm TERM ASUK DALAM POS TARIF 720 8 . 37 . 0 0 . 0 0 720 8 . 38 . 0 0 . 0 0 720 8 . 39 . 0 0 . 0 0 720 8 . 5 1 . 0 0 . 0 0 720 8 . 5 2 . 0 0 . 0 0

(8)

NO.

11.

12.

MI:::N fT:I11 l<r::U/\1'-JG/\N I�EPUIILII( INDClNFSI/\

URAIAN BARANG

P roduk canai Ian taian dari besi atau baja bukan paduan, clengan lebar 60 0 mm atau lebih, dicanai sccara dingin (cold-reduced), tidak dipalut, ticlak disepuh atau tidak dilapisi

P rocluk canai lantaian clari besi atau baja bukan paduan, dengan lebar 60 0 mm atau lebih, dicanai secara dingin (cold-reduced), tidak dipalut, tidak disepuh atau ticlak dilapisi

3

-SPESIFIKASI

dalam gulungan, tidak dikerjakan lcbih lanjut selain dicanai din gin (cold­ reduced), dengan kete balan mele bihi 1 mm tetapi kurang dari 3 mm, dengan lebar lebih dari 1.2 5 0 mm, untuk

yang permukaannya

clibersihkan maupun tidak

clalam gulungan, ticlak

dikerjakan lebih lanjut selain dicanai din gin (cold­ reduced), clengan ketebalan 0,5 mm atau lebih tetapi tidak melebihi 1 mm, clengan lebar sampai dengan 1.2 5 0 mm, untuk yang permukaannya dibersihkan maupun tidak

13. Produk canai lantaian dari besi dalam gulungan, tidak atau baja bukan paduan, clengan dikerjakan lcbih lanjut lebar 60 0 mm atau lcbih, dicanai selain dicanai dingin (cold­

secara dingin (cold-reduced), tidak reduced), dcngan ketcbalan dipalut, tidak disepuh atau tidak 0,5 mm atau lebih tetapi

dilapisi tidak melebihi 1 mm,

dengan lebar lebih clari

1.2 5 0 mm, untuk yang

permukaannya dibersihkan

mau pun tidak

14. Produk canm lantaian dari besi dalam gulungan, tidak atau baja bukan paduan, dengan dikerjakan lebih lanjut lebar 60 0 mm atau lebih, clicanai selain dicanai dingin (cold­ secara dingin (cold-reduced), tidak reduced), dengan ketebalan clipalut, ticlak cli sepuh atau ticlak kurang dari 0,5 mm, selain dilapisi tin-mill blaclcplate, selain yang mengandung karbon kurang clari 0,6% menurut

beratnya dan clengan

ketebalan 0 ,17 mm atau kurang TERMASUK DALAM POS TARIF 720 9. 16. 0 0 . 90 720 9. 17. 0 0 . 10 720 9. 17. 0 0 . 90 720 9. 18 .99. 0 0

(9)

NO. URAIAN BARANG

Mf:NlTTil I([LJ/\i'JC/\1\1 I�I:'J'UilLII< li'JI)Of\J[SI/\

4

-SPESIFIKASI

15 . Procluk canai Ian taian dari besi disepuh a tau dilapisi dengan atau baja bukan paduan, clengan timah, dengan ketebalan lebar 60 0 mm atau lebih, clipalut, kurang clari 0 ,5 mm , clisepuh atau dilapisi mengandung karbon kurang

dari 0 ,6%

beratnya

menurut 16. Procluk canai lantaian dari besi disepuh atau clilapisi secara atau baja bukan paduan, dengan elektrolisa clengan seng, lebar 600 nun atau lebih, dipalut, mengandung karbon kurang

17.

18.

disepuh atau dilapisi

Produk canai lantaian clari besi atau baja bukan pacluan, dengan lebar 60 0 mm. atau lebih, dipalut, clisepuh atau dilapisi

Produk canai lantaian clari besi atau baja bukan paduan, dengan lebar 60 0 mm atau lebih, dipalut,

disepuh atau dilapisi

dari 0 ,6% menurut

beratnya, clengan ketebalan ticlak melebihi 1 ,2 mm

disepuh atau clilapisi secara lain dengan seng, selain bergelombang, menganclung karbon kurang dari 0 ,6% menurut beratnya, dilapisi dengan seng clengan metode

paduan besi-seng,

mengandung karbon kurang

dari 0 ,04% menurut

beratnya clan dengan ketebalan tidak melebihi 1 ,2 mm

disepuh atau dilapisi secara

lain dengan seng, selain

bergelombang, mengandung karbon kurang dari 0 ,6%

menurut beratnya, selain

dilapisi clengan seng dengan metocle pacluan besi-seng, mengandung karbon kurang dari 0 ,04% menurut beratnya dan dengan ketebalan tidak melebihi 1 ,2 mm TERMASUK DALAM POS TARIF 7210 .12.90 .0 0 7 210 .30 .11.0 0 7 210 .49 .11.0 0 7 210 .49.12.0 0

(10)

NO. U HAIAN BA AANG

M!.C:N I L:r{J J<FU/\1\J(?/\N I�H)I H"lLif< lf\IUOI\JI'SI/\

5

-SPES IFI KASI

19 . Procluk canai lantaian dari besi disepuh atau clilapisi secara atau baja bukan paduan, dengan lain clengan seng, selain

lebar 60 0 mm atau lebih, dipalut, bergelombang, mengandung disepuh atau clilapisi karbon kurang dari 0 , 6% menurut beratnya, selain clilapisi clengan seng dengan metocle paduan besi-seng, menganclung karbon kurang clari 0 , 04% menurut beratnya dengan ketebalan melebihi 1, 2 mm tetapi tidak melebihi 1, 5 mm

20 . Produk canai lantaian clari besi clisepuh atau dilapisi secara atau baja bukan pacluan, dengan lain clengan seng, selain lebar 6 00 mm atau lebih, dipalut, bergelombapg, mengandung disepuh atau clilapisi karbon kurang clari 0 , 6% menurut beratnya, selain dilapisi clengan seng clengan metocle pacluan besi-seng, menganclung karbon kurang clari 0 , 04% menurut beratnya clengan ketebalan melebihi 1, 5 mm

21. Produk canai lantaian dari besi clisepuh atau dilapisi clengan atau baja bukan pacluan, dengan

lebar 60 0 mm atau lebih, clipalut, disepuh atau clilapisi

aluminium, selain pacluan aluminium-seng,

mengandung karbon kurang dari 0 , 6% menurut beratnya dan clengan kete balan tidak melebihi 1, 2 mm

22 . Produk canai lantaian clari besi clisepuh atau dilapisi clengan atau baja bukan pacluan, clengan

Iebar 60 0 mm atau lebih, dipalut,

clisepuh atau dilapisi

aluminium, selain pacluan aluminium -seng,

menganclung karbon kurang dari 0 , 6% menurut beratnya clan dengan kete balan melebihi 1, 5 mm TE HMASUK DALAM POS TARIF 7210 . 49 .13.0 0 7210 . 4 9 . 19 . 0 0 7210 .69 .11.0 0 7210 . 69 . 19 . 0 0

(11)

NO. URAIAN BARANG

��.

'- .. fvl[f\J ITI{I 1\J:LJANG/\N I<I:J'lJULJJ< 11\JDONJ=SI/\ 6 -SPESIFIKASI

23. Procluk canai lantaian clari besi tidak dikerjakan lebih lanjut atau baja bukan pacluan, dengan selain dicanai panas, selain lebar kurang dari 600 mm, tidak dicanai keempat s1smya dipalut, tidak disepuh atau tidak atau dilewatkan pada kotak clilapisi tertutup, dengan lebar melebihi 15 0 mm dan kete balan tidak kurang dari 4 mm, tidak dalam gulungan dan tanpa pola relief, dengan kete balan 2 mm atau lebih tetapi kurang dari 4, 75 mm, simpai dan strip, dengan lebar melebihi 40 0 mm

24. Produk can.m lantaiml. dari besi tidak dikerj!lkan lebih lanjut atau baja bukan pacluan, clengan selain dicanai clingin (cold­ lebar kurang dari 60 0 mm, tidak reduced), mengandung clipalut, ticlak clisepuh atau tidak karbon 0,25 % atau lebih

dilapisi menurut beratnya, simpai

dan strip, dengan lebar tidak melebihi 40 0 mm 25. Batang clan batang kecil, clicanai cold heading; selain

panas, clalam gulungan yang mengandung lekukan, putarannya ticlak beraturan, dari rusuk, alur atau deformasi besi atau baja bukan paduan lainnya yang dihasilkan selama proses pencanaian, selain baja free-cutting, dengan ukuran diameter penampang silang lingkaran kurang dari 14 mm; selain clari jenis yang biasa cligunakan clalam pembuatan soldering sticks; selain clari jenis yang biasa digunakan untuk penguatan beton (rebars) TERMASUK DALAM POS TARIF 7211. 19. 11.00 7211. 29. 20.00 7213. 91. 90 .00

(12)

NO . URAIAN BARANG

MI:CI\ITEI{I I<EU/\1\JG/\N I�ET'UilLII< 11\JDON[SI/\

7

-SPESIFIKASI

26. Batang clan batang kecil, dicanai cold heading; selain

27.

panas, clalam gulungan yang menganclung lekukan, pu tarannya ticlak beraturan, dari rusuk, alur atau deformasi besi atau baja bukan paduan lainnya yang dihasilkan

Batang dm1 batang kecil lainnya dari besi atau baja bukan paduan, ticlak dikerjakan lebih lanjut selain ditempa, dicanai

panas, ditarik panas atau

diekstrusi panas, termasuk yang

clipuntir setelah clicanai

selama proses pencanman, selain baja free-cutting, dengan ukuran diameter penampang silang lingkaran 14 mm atau lebih; selain dari jenis yang biasa

digunakan dalam

pembuatan soldering sticks; selain dari jenis yang biasa cligunakan untuk penguatan beton ( rebars)

selain ditempa, mengandung

selain lekukan, rusuk, alur atau mengalami deformasi lainnya yang dihasilkan dalam proses pencanaian atau dipuntir setelah digulung, selain baja free cutting, selain penampang silang persegi panjang (selain bujur sangkar), selairi. mengandung karbon dari 0,6% atau lebih menurut beratnya, selain penampang silang lingkaran, batang poros; manganese steel 28. Batang clari batang kecil lainnya selain bajafree cutting, tidak

dari besi dikerjakan lebih lanjut selain cold-formed atau cold­ finished, selain yang mengandung karbon 0,6% atau lebih menurut beratnya, selain penampang silang lingkaran TERMASUK DALAM POS TARIF 7213.99.9 0 .0 0 7214.99 .90. 20 7215.5 0 .99 .0 0

{b.

(13)

NO. URAIAN BARANG

ML:I\Jll:l�l I(LlJ/\1\JG/\1\1 l<[r'UUUI< 11\IDONESI/\

8

-SPESIFIKASI

29. Angle, shape dan section, clari besi angle, shape clan section

3 0 .

atau baj a bukan pacluan

Angle, shape dan section, dari besi

at au baj a bukan paduan

selain L, T, U, I, H section,

tidak dikerjakan lebih lanjut selain dicanai panas, ditarik panas atau diekstrusi, clengan tinggi kurang dari

80 mm

angle, shape clan section

selain L, T, U, I, H section

tidak clikerjakan lebih lanjut selain dicanai panas, ditarik panas atau

clengan tinggi lebih

diekstrusi, 80 mm atau 3 1. Kawat besi atm.1 baja bukan tidak clisepuh atau tidak

pacluan dilapisi, dipoles maupun

tidak, mengandung karbon kurang dari 0, 25 % menurut beratnya

32. Kawat besi atau . baja bu kan tidak disepuh atau tidak

paduan dilapisi, dipoles maupun

tidak, mengandung karbon 0,25 % atau lebih tetapi kurang clari 0,6% menurut beratnya, selain: kawat ban, flat-hard steel reed wire, kawat baja beton pra-tekan, kawat bajafree cutting

33 . Kawat besi atau baja bukan tidak disepuh atau tidak

paduan clilapisi, dipoles maupun

ticlak, menganclung karbon 0,6% atau lebih menurut beratnya, selain: jari-jari sepecla, kawat ban, flat-hard steel reed wire, kawat baja beton pra-tekan, kawat baja free cutting TERMASUK DALAM POS TARIF 7216.5 0 . 10 . 0 0 7216.5 0 .9 0 . 0 0 7217.10 . 10 . 0 0 7217. 10.29 . 0 0 7 217. 10 .39. 0 0

(14)

NO. URAIAN BARANG

MI:NlTI�I I<LU/\NC/\N I{IT'lJilLII<. 1�-lllmlf':��l/\

9

-SPESIFIKASI

34. Kawat besi atau baja bukan disepuh atau dilapisi dengan

paduan seng, mengandung karbon

0,45 % atau lebih menurut beratnya, selain kawat inti baja karbon tinggi untuk

pembuatan Aluminium

Conductors Steel Reinforced

(ACSR)

35. Produk canai lantaian dari baja tidak dikerjakan lebih lanjut

stainless, dengan lebar kurang selain dicanai dingin (cold­ clari 600 mm. reduced), dengan lebar tidak

mele bihi 400 mm

36. Procluk canai lantaian clari baja selain tidak dikerjakan lebih

stainless, clengan lebar kurang lanjut selain clicanai dingin

dari 600 mm (cold-reduce·d), simpai dan

strip, dengan lebar tidak melebihi 400 mm

3 7. Batang clan batang kecil lainnya ticlak dikerjakan lebih lanjut clari baja stainless; angle, shape selain cold-formed atau cold­ dan section dari baja stainless finished dengan penarnpang

silang lingkaran

3 8. Kawat dari baja stainless mempunyai dimensi penampang silang 13 mm atau kurang

3 9. Produk setengah jacli dari baja produk setengah jadi dari

40.

4 1.

pacluan lainnya baja pacluan lainnya Produk canai lantaian dari baja

paduan lc-unnya, dengan lebar kurang clad 600 mm

Produk canai lantaian dari baja paduan lainnya, dengan lebar kurang dari 600 mm

selain baja silikon-elektris, selain high speed steel, tidak dikerjakan lebih lanjut selain dicanai panas, simpai dan strip, clengan lebar tidak melebihi 400 mm selain baja silikon-elektris, selain high speed steel, tidak dikerjakan. lebih lanjut selain dicanai dingin (cold­ reduced), simpai dan strip, clengan lebar ticlak melebihi 400 mm TERMASUK DALAM POS TARIF 7217. 20. 99.00 7220. 20. 10. 00 7220. 90. 10.00 7222. 20. 10.00 7223. 00. 00 .00 7224. 90.00.00 7226. 91. 10.00 7226. 92. 10. 00

(15)

NO. URAIAN BARANG

ML:N IT:!� I l<r:LJ/\NC/\f\J J !FI"l.ll:ll II< ii'JDOf\JFSI/\

10

-SPESIFIKASI

42. Batang dan batang J.:::ecil, dicanai selain high speed steel,

panas, clalam gulungan yang selain baja silikon mangan pu tarannya tidak beraturan, dari

baja paduan lainnya

43. Kawat dari baja paduan lainnya selain baja silikon-mangan, selain high speed steel,

selain mengandung

kromium (Cr) 0,5 % atau lebih menurut beratnya 44.

45.

Pembuluh, pip a dan "profil berongga, tanpa kampuh, dari besi (selain besi tuang) atau baja

Pembuluh, pip a clan profil berongga, tanpa kampuh, dari · besi (selain besi tuang) atau baja

selain p1pa saluran dan pengeboran minyak atau gas, dengan penampang silang lingkaran dari besi atau baja bukan paduan, ditarik dingin atau dicanai din gin (cold-reduced), selain casing dan tubing untuk batang kecil bor dengan pin dan box threads dengan diameter luar kurang dari 140 mm dan mengandung karbon kurang dari 0, 45 % menurut beratnya

selain pipa saluran clan pengeboran minyak atau gas, clengan penampang silang lingkaran dari besi atau baja bukan paduan, ditarik dingin atau dicanai din gin (cold-reduced), selain casing dan tubing untuk batang kecil bor dengan pin dan box threads, selain diameter luar kurang dari 140 mm dan mengandung karbon kurang dari 0,45 % menurut beratnya TERMASUK DALAM POS TARIF 7227. 90 . 0 0 . 0 0 7229. 90 . 90 . 90 73 0 4.3 1.4 0 . 0 0 73 0 4. 3 1. 90 . 0 0

(16)

NO. 46. 47. M[�J I Ll�l I<I.:CU/\1\JG/\1\1 I �I T'lllll.ll< li'JDCli'JicSI/\ URAIAN BARANG

Pembuluh, pip a clan profil berongga lainnya (misalnya, kampuh atau dilas terbuka, clikcling atau sambungan

sernacam itu), dari besi atau baja

Pembuluh,

berongga

kampuh

pip a clan profil

lainnya atau clilas

(misalnya, terbuka, clikeling atau sambungan

semacam i tu), dari besi atau baja

11

-SPESIFIKASI

selain pipa saluran dan pengeboran minyak atau gas, clilas, clengan

penampang silang

lingkaran, clari besi atau baja bukan pacluan, selain pembuluh ketel, selain pembuluh baja clincling tunggal atau gancla, clengan diameter luar tidak mele bihi 15 mm clisepuh tembaga atau dilapisi fluororesin zinc­

chromated, selain p1pa

pelinclung (pipa pemanas) untuk memanaskan elemen setrika dan rice cooker listrik clengan diameter luar tidak melebihi 12 mm, dengan diameter clalam 12,5 mm atau lebih

selain pipa saluran dan pengeboran minyak atau gas, clilas, clengan penampang silang lingkaran dari baja stainless, selain pembuluh ketel, selain pembuluh clan pipa clari baja stainless, dengan diameter luar melebihi 105 mm, selain pembuluh p1pa clan mengandung nikel sekurang-kurangnya 30 % menurut beratnya, clengan diameter luar ticlak melebihi 10 mm TERMASUK DALAM POS TARIF 730 6. 30. 90. 90 7 306. 40. 90. 0 0

(17)

NO. 48. 49. MENTERII<EUANGAN r�EPUBLII< INDONESIA 12 -URAIAN BARANG Pembuluh, berongga kampuh clikeling

p1pa clan profil lainnya (misalnya,

atau dilas terbuka,

atau sambungan

semacam itu), dari besi atau baja.

Pembuluh, pip a clan profil

berongga lainnya (misalnya,

kampuh a tau dilas terbuka,

dikeling a tau sambungan

semacam itu), clari besi atau baja

SPESIFIKASI

selain pipa saluran clari jenis yang cligunakan untuk p1pa saluran minyak atau gas; selain casing clan tubing

clari jenis yang cligunalmn clalam pengeboran minyak atau gas; clilas, clengan

penampang silang

lingkaran, clari baja paduan

lainnya. Selain pembuluh

ketel; clengan diameter luar melebihi dari 12,5 mm

selain pip a saluran dan pengeboran min yak a tau

gas, dilas, dengan

penampang silang bukan

lingkaran, clengan

penampang silang bujur

sangkar atau persegi empat,

clengan diameter dalam

12,5 mm atau lebih

50. Kawat dipilin, tali, kabel, ban kawat dipilin, tali dan kabel, anyaman, sling clan sejenisnya,

dari besi atau baja, tidak clisolasi

5·1. Stud bolt

selain locked coil, flattened strands dan non-rotating wire ropes, selain disepuh atau dilapisi dengan

kuningan, dan dengan

diameter nominal tidak melebihi 3 mm, selain kawat dipilin dengan diameter kurang dari 3 mm

barang berulir, sekrup clan baut lainnya terbuat clari besi atau baja

52. Batang dan batang kecil lainnya tidal< dikerjal<an lebih lanjut dari baja pacluan lainnya selain dicanai panas, hot­ drawn atau extruded, dengan penampang silang lingkaran

53. Alumunium pipe 54. Alumunium pipe

pembuluh dan pipa dari alumunium bukan paduan pembuluh dan pipa dari alumunium paduan TERMASUK DALAM POS TARIF 7306.50.90.90 7306.61.00.90 7312.10.99.00 7318.15.00.00 7505.12.00.00 7608.10.00.00 7608.20.00.00

(18)

NO. 5 5 . 56. 57. MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA 13

-URAIAN BARANG SPESIFIKASI

Flange/union/ connector/ connector alat kelengkapan pembuluh

s/pipe connector/ end fanning dan pipa alumunium pipe/block sw pressure/ socket

suction/ nut

Nut terbuat dari alumunium

Batang a tau batang kecil dari dalam bentuk penampang

paduan kobalt silang lingkaran

TERMASUK DALAM POS TARIF 76 09.00.00.00 7616.10.2 0.00 81 05 .2 0.90.00

MENTER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,

ttd.

Referensi

Dokumen terkait

Tesis yang berjudul : ”PENGARUH METOPROLOL TERHADAP DENYUT JANTUNG DAN KADAR TROPONIN I PADA TIKUS WISTAR DENGAN SEPSIS POLIMIKROBIAL” ini adalah karya

Berdasarkan Surat Penetapan Pemenang Nomor : 032-10/FISIK-DIKMEN/APBA/2014 tanggal 01 September 2014, maka bersama ini kami sampaikan pengumuman pemenang Pengadaan Langsung untuk

Sebelum sakit klien makan 3 kali sehari dengan porsi sedang, tidak ada pantangan, lebih suka makan dengan lauk ikan, tidak ada keluhan mual muntah dan gangguan dalam

Dari uraian dan beberapa hasil penelitian yang telah diungkap diatas maka permasalahan utama dalam penelitian ini adalah bagaimana keterampilan proses sains siswa dengan

Apabila didasarkan pada bobot hidup awal yang sama maka didapatkan pertambahan bobot hidup riil yang lebih tinggi pada domba yang diberi tambahan probio-katalitik A pada tingkat

(4) Dalam hal permohonan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) disetujui sebagian atau seluruhnya, Direktur Jenderal Bea dan Cukai atas nama Menteri Keuangan menerbitkan

(3) Dalam hal permohonan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) disetujui sebagian atau seluruhnya, Direktur Jenderal Bea dan Cukai atas nama Menteri Keuangan

Dalam memilih strategi penggunaan media pembelajaran pendidikan Agama di SMPN 1 Kauman, Kauman, Tulungagung, adalah pertama, menentukan jenis media dengan tepat,