• Tidak ada hasil yang ditemukan

Respon Peternak Terhadap Penerapan...Alfian Khuwarazmi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Respon Peternak Terhadap Penerapan...Alfian Khuwarazmi"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

RESPON PETERNAK TERHADAP PENERAPAN PROGRAM CSR / (CORPORATE

SOCIAL RESPONSIBILITY) DALAM MENUNJANG KEBERHASILAN BANTUAN

DOMBA

(Studi Kasus Pada PT. Pertamina di Desa Karangwangi, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat)

RESPONSE FARMERS AGAINTS THE IMPLEMENTATION OF CSR / (CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY) ACTION IN SUPPORTING THE

SUCCES OF ASSISTANCE SHEEP

Alfian Khuwarazmi*, Munandar Sulaeman**, Siti Homzah**

Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran, Jalan Raya Bandung – Sumedang KM 21 Sumedang 45363

*Alumni Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran Tahun 2017 **Staf Pengajar Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran

e-mail : [email protected]

ABSTRAK

Penelitian mengenai Respon Peternak Terhadap Penerapan Program CSR Dalam Menunjang Keberhasilan Bantuan Domba dilaksanakan pada bulan September 2016 bertempat di Desa Karangwangi, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur Selatan, Jawa Barat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui respon peternak terhadap penerapan program CSR, mengetahui keberhasilan program bantuan domba dan mengetahui respon peternak dalam menunjang keberhasilan CSR. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa peternak yang ada di Desa Karangwangi, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur selatan ini mendukung adanya program CSR dan kemampuan para peternak disana juga meningkat setelah adanya program CSR.

Kata Kunci : Respon, CSR (Corporate Social Responsibility), Beternak domba

ABSTRACT

Research on response farmers against the implementation of CSR in supporting the success of assistance sheep carried out in september 2016 located in the Village Karangwangi , Subdistrict cidaun , District Cianjur , West Java .The purpose of this research is to know response farmers against the implementation of CSR , know of success of the program assistance sheep and know response farmers in supporting the success of csr .Research methodology used in this research is a case study with a qualitative approach .The result of the survey can be concluded that farmers who existed in the Village Karangwangi , Subdistrict cidaun , District Cianjur supporting a CSR and the ability of farmers there too increase after the csr.

(2)

PENDAHULUAN

Permasalahan sosial ekonomi belakangan ini semakin rumit, terlebih lagi bagi masyarakat yang kehidupannya jauh dari pusat perkotaan atau pusat pemerintahan. Masyarakat yang bertempat tinggal jauh dari pusat pemerintahan kehidupannya hanya mengandalkan dari sektor pertanian atau peternakan saja, itupun jumlahnya tidak banyak dan tidak bisa dijadikan sebagai penghasilan tetap. Hal ini telah mendorong pemerintah melakukan regulasi, untuk menerapkan secara aktif program tanggung jawab perusahaan dan menciptakan konsep tanggung jawab sosial perusahaan.

Penerapan Corporate Social Responsibility (CSR) di Indonesia telah diatur di dalam berbagai peraturan perundang-undangan, termasuk Keputusan Menteri. Seperti misalnya Keputusan Menteri BUMN No. Kep. 236/MBU/2003 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan (PKBL), UU No. 25 tahun 2007 tentang Penanaman Modal Asing, UU No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.

Berdasarkan hal diatas maka PT. Pertamina memiliki kewajiban sosial dan lingkungan terhadap masyarakat. Salah satu bentuk tanggung jawab sosial PT. Pertamina adalah dengan melaksanakan kegiatan program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL) atau yang lebih dikenal dengan program Corporate Social Responsibility (CSR). Program tersebut bertujuan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat di sekitar. Sasaran dari program CSR ini adalah desa-desa di wilayah perbatasan, tertinggal, pasca konflik, terutama daerah yang berada disekitar wilayah operasi PT. Pertamina.

PT. Pertamina menggandeng Forum Layanan Iptek bagi Masyarakat (FLIPMas) yang berada di berbagai wilayah Indonesia sebagai mitra Pertamina dalam membangun Desa. PT. Pertamina dalam melaksanakan program CSR bersama FLIPMas adalah dengan membentuk Kawasan Ekonomi Masyarakat (KEM). KEM merupakan pengembangan kawasan dengan konsep integrated organic farming system. Salah satu desa yang termasuk dalam KEM Pertamina adalah Desa Karangwangi Kecamatan Cidaun Kabupaten Cianjur.

(3)

Penerapan program CSR Perusahaan Pertamina di Desa Karangwangi, Cianjur Selatan ini melibatkan masyarakat sekitar baik sebagai objek maupun subjek. Program CSR yang diberikan oleh Perusahaan Pertamina di Desa Karangwangi, Cianjur Selatan berupa pemberdayaan ekonomi masyarakat, bantuan yang diberikan berbasis agriculture seperti bantuan ternak, perikanan, dan bibit tanaman. Perusahaan tersebut menghibahkan bantuan kepada masyarakat sekitar dan feedback yang diambil oleh perusahaan tersebut hanya berupa data saja yang nantinya akan dipertanggung jawabkan oleh perusahaan tersebut. Program CSR seharusnya bermanfaat untuk kedua belah fihak (perusahaan dan Masyarakat) bagi perusahaan dapat meningkatkan brand image, sedangkan bagi masyarakatbisa semakin berdaya karena akan memiliki kemandirian secara ekonomi.

Program CSR yang dilakukan di Desa Karangwangi, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur berupa bantuan ternak berupa domba. Perusahaan memberikan bantuan tersebut karena masyarakat Karangwangi sebelum adanya perusahaan ini sudah beternak domba, oleh karena itu pihak perusahaan ingin lebih mengembangkan ternak domba yang dimiliki oleh masyarakat. Program CSR di Desa Karangwangi, Cianjur Selatan telah berjalan selama 2 tahun. Selama 2 tahun program CSR berjalan ada beberapa masalah seperti apakah program CSR sudah menjalankan programnya sesuai dengan aturan yang ada atau hanya menjalankan sekedar basa-basi saja untuk mencari brand image, hal ini membuat penulis tertarik ingin melakukan penelitian ini.

Berdasarkan uraian diatas penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai “Respon Peternak Terhadap Penerapan Program CSR /(Corporate Social Responsibility)

Dalam Menunjang Keberhasilan Bantuan Domba”. METODE PENELITIAN

1. Objek Penelitian

Subjek yang diteliti dalam penelitian ini adalah peternak domba di Desa Karangwangi, Kabupaten Cianjur, Kepala Desa di Desa Karangwangi Kabupaten Cianjur, Staff bagian program CSR PT. Pertamina dan Ketua kelompok ternak, sedangkan objek penelitian ini adalah respon peternak terhadap penerapan program CSR (Corporate Social Responsibility)

(4)

Arikunto (1998) yaitu variabel penelitian atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian.

2. Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Studi kasus merupakan suatu penelitian yang bertujuan mempertahankan keutuhan (wholeness) dari objek, secara menyuluruh yang terintegrasi, dengan cara eksploratif (menyelediki, menjelajah) untuk mengembangkan pengetahuan yang mendalam (Sulaeman, 2013). Penggunaan metode kualitatif dimaksudkan agar dapat memberikan pemahaman yang lebih baik bagaimana dan mengapa realitas terbentuk dan memberi makna baik individu maupun kelompok, sehingga tujuan dari penelitian kualitatif pada dasarnya adalah untuk mendapatkan pengertian atas subjek dan sudut pandang subjek tersebut .

a. Penentuan Informan

Informan dalam penelitian ini ditentukan secara purposive, yaitu sesuai dengan kepentingan penelitian dalam rangka menjaring informasi. Jumlah sampel ditentukan sesuai dengan kondisi Desa penelitian yang dapat memberikan informasi dan menjelaskan masalah penelitian sampai terpuaskan, sehingga sampel informan dibatasi oleh target informasi. Informan diambil dengan teknis snowball. Informan terdiri dari Peternak yang ada di Desa Karangwangi Kabupaten Cianjur dan juga Aparatur Desa Karangwangi di Kabupaten Cianjur. Jumlah informan sebanyak 10 orang.

b. Teknik Pengumpulan Data

Jenis data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari peternak domba, Kepala Desa, Staff bagian program CSR PT. Pertamina dan Ketua kelompok ternak dengan menggunakan teknik wawancara mendalam dengan menggunakan pedoman wawancara yang disusun sesuai kepentingan penelitian, sehingga data atau informasi yang diperoleh benar-benar relavan untuk menjawab permasalahan yang diteliti. Data sekunder diperoleh dari dokumen yang ada di Kantor Desa Karangwangi Cianjur Selatan.

(5)

HASIL DAN PEMBAHASAN

1. Respon Peternak Terhadap Program CSR

Respon merupakan interaksi antara beberapa faktor dari luar objek, orang-orang dan didalamnya berupa sikap, emosi, pengaruh masa lampau dan akhirnya menentukan bentuk perilaku yang ditampilkan seseorang. Setiap tingkah laku pada hakekatnya merupakan tanggapan atau balasan (respon) terhadap rangsangan atau stimulus (Sarlito, 1995).

a. Respon Kognitif

Kemampuan kognitif menyangkut kemampuan daya pikir seseorang dengan bertambahnya pengetahuan dan informasi. Istilah kognitif berasal dari kata Icognoscare yang artinya mengetahui. Aspek kognitif adalah aspek intelektual yang berkaitan dengan apa yang diketahui manusia (Rakhmat,1998). Aspek kognitif banyak mempermasalahkan bagaimana cara memperoleh pemahaman tentang dirinya dan lingkungannya.

Tabel 1. Respon Kognitif Terhadap Program CSR

No Aspek Kognitif Respon

1

Mengetahui Program CSR

Informan (100%) mengetahui tentang program CSR

2 Mengetahui alur program CSR

Informan (70%) mengetahui alur program CSR dan sisanya (30%) informan masih belum mengetahui alur

program CSR

b. Respon Afektif

Afektif atau sikap adalah reaksi seseorang yang masih tertutup terhadap suatu stimulus atau objek. Sikap timbul dari pengalaman, tidak dibawa sejak lahir tetapi merupakan hasil belajar. Respon sikap dalam penelitian ini maksudnya adalah bagaimana kecenderungan peternak terhadap penerimaan, tanggapan, dan persepsi dalam menghadapi objek sikap. Aspek-aspek yang diamati dalam penelitian ini adalah bagaimana penerimaan terhadap

(6)

program CSR apakah merasakan manfaat program CSR, tanggapan peternak terhadap program CSR, dan persepsi terhadap program bisa dilihat dalam tabel 2.

Tabel 2. Penilaian Respon Afektif

No Aspek Afektif Respon

1 Setuju Terhadap Program CSR

Informan (100%) merasakan manfaat program CSR

2 Merasakan Manfaat Program CSR

Informan (100%) merasakan manfaat program CSR

3 Tanggapan Terhadap Program CSR

Informan (80%) memberikan tanggapan positif dan sisanya (20%) memberikan

tanggapan negatif

c. Respon Psikomotorik

Ranah psikomotorik merupakan ranah yang berkaitan dengan keterampilan atau kemampuan bertindak setelah seseorang menerrima pengalaman belajar tertentu. Aspek psikomotorik yang diamati adalah bagaimana keterampilan informan dalam pemilihan bibit, pemberian pakan dan manajemen tatalaksana. Hasil penelitian bisa dilihat pada tabel 3.

Tabel 3. Penilaian respon psikomotorik

No Aspek Psikomotorik Respon

1 Pemilihan Bibit Sebagian informan sudah bisa memilih bibit domba

2 Pemberian Pakan Sebagian informan masih belum efektif dalam pemberian pakan dan masih belum

bisa memanfaatkan pakan alternatif 3 Manajemen Tatalaksana

Hanya sebagian informan saja yang sudah memahami tatalaksana beternak domba

(7)

2. Keberhasilan Program Bantuan Domba a. Capaian Target CSR

CSR merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap dampak yang diakibatkan oleh kebijakan dan kegiatannya kepada masyarakat dan lingkungan melalui perilaku yang transparan dan beretika. Dalam hal mengintegrasikan program CSR, PT. Pertamina memiliki komitmen dalam pelaksanaannya seperti Memberikan manfaat sosial, ekonomi dan lingkungan kepada masyarakat. Aspek-aspek yang diamati dalam penelitian ini adalah bagaimana kesesuaian bantuan domba dengan kebutuhan informan, bagaimana kehidupan ekonomi informan, dan apakah dengan adanya program CSR bantuan domba informan memiliki inovasi. Hasil penelitian dapat dilihat pada tabel 4.

Tabel 4. Capaian Target CSR

No Aspek Capaian Target

CSR Respon

1 Kesesuaian bantuan domba dengan kebutuhan

Informan (100%) menyatakan bantuan domba sesuai dengan kebutuhan

2 Kehidupan Ekonomi

Informan (70%) menyatakan kehidupan ekonomi setelah adanya

bantuan domba tidak meningkat 3 Menciptakan Inovasi Informan (50%) menyatakan setelah adanya program bantuan domba

mampu berinovasi

b. Keberhasilan Beternak Domba

Dalam beternak terdapat tiga hal penting yang harus diperhatikan yaitu Breeding, Feeding, dan Management. Ketiga aspek tersebut harus diperhatikan dalam beternak segala jenis ternak, termasuk juga dalam beternak domba. Aspek-aspek yang akan diamati dalam penelitian ini adalah pemilihan bibit, pemberian pakan, dan tatalaksana beternak.

Ketiga aspek tersebut saling berkaitan dan harus terpenuhi untuk menunjang keberhasilan dalam beternak domba karena jika ada satu aspek yang tidak terpenuhi maka dalam pemeliharaan domba tidak akan maksimal. Hasil penelitian dapat dilihat di tabel 5

(8)

Tabel 5. Penilaian aspek keberhasilan beternak domba No Aspek Keberhasilan

Beternak Domba Respon

1 Pemilihan Bibit

Informan (80%) menyatakan telah mampu memilih bibit domba yang

baik

2 Pemberian Pakan

Informan (70%) dalam pemberian pakan masih belum bisa memanfaatkan pakan alternatif, hanya mengandalkan rerumputan

saja

3 Manajemen

Tatalaksana

Informan (50%) sudah mengetahui tatalaksana beternak domba yang

baik Tabel 6 Jumlah ternak Individu

No Nama

Jumlah Domba

KEM Beranak Mati Dijual Sisa Pendapatan

1 Jamaludin 5 7 3 4 5 2.500.000 2 kosim sopyan 5 4 2 3 4 1.700.000 3 Ade 5 5 3 3 4 1.500.000 4 Asep acu 5 4 2 4 3 2.300.000 5 Rukmanapura 5 2 1 2 4 1.100.000 6 Edi 5 3 0 3 5 1.500.000 7 Maman 5 3 2 3 4 1.800.000 8 Dian 5 2 3 1 3 600.000 9 Ai Darmini 5 3 1 3 4 1.800.000 10 Rukiah 5 3 1 4 3 2.200.000 (Pejantan) 3 0 0 0 3 0 Jumlah 53 37 18 30 42 17.000.000

(9)

Berdasarkan tabel diatas menunjukan bahwa adanya peningkatan populasi menjadi indicator keberhasilan program CSR.

3. Respon Peternak Dalam Menunjang Keberhasilan Program CSR

Respon adalah suatu reaksi psikis seseorang terhadap lingkungannya. Dari batasan ini dapat diuraikan lagi bahwa reaksi manusia dapat berbentuk macam-macam yang pada hakekatnya digolongkan menjadi kedalam dua yakni dalam bentuk pasif (tanpa tindakan nyata) dan dalam bentuk aktif (dengan tindakan konkrit). Pada dasarnya perilaku dapat diamati melalui sikap dan tindakan juga dalam sikap potensial yakni dalam bentuk pengetahuan, motivasi, dan persepsi (Notoatmodjo, 2003). Dalam penelitian ini respon peternak dalam menunjang keberhasilan program CSR maksudnya adalah bagaimana respon para peternak setelah adanya program CSR baik pengetahuannya apakah bertambah atau tidak, tanggapannya informan apakah mendukung atau tidak. Hasil penelitian bisa dilihat pada tabel 6.

Tabel 6. Penilaian respon dalam menunjang keberhasilan CSR No Menunjang Keberhasilan Aspek Respon Peternak

CSR

Respon

1

Pengetahuan Beternak Domba

Informan (100%) pengetahuan tentang beternak domba meningkat setelah

adanya program CSR 2

Sikap Peternak Terhadap Program

Informan (80%) Mendukung adanya program CSR dari PT. Pertamina 3 Keterampilan Peternak Informan (60%) keterampilan beternak dombanya meningkat setelah adanya

program CSR KESIMPULAN

1. Para peternak merasakan adanya manfaat dari adanya program CSR bantuan domba seperti pengetahuan para peternak meningkat, jumlah kepemilikan domba meningkat, kemampuan beternak domba para peternak juga meningkat.

(10)

2. Program CSR bantuan domba bisa dikatakan berhasil, karena menurut para peternak program CSR bantuan domba sesuai dengan kebutuhan para peternak, kehidupan ekonomi para peternak menjadi lebih meningkat dan setelah adanya program CSR bantuan domba para peternak menjadi lebih mampu berinovasi.

3. Para peternak menjadi lebih memiliki pengetahuan tentang beternak domba setelah adanya program CSR bantuan domba, dan para kemampuan beternak domba para peternak juga meningkat setelah adanya program CSR bantuan domba.

SARAN

1. Perlu adanya pengawasan secara rutin terhadap program CSR bantuan domba supaya program ini terus berjalan di Desa Karangwangi Kecamatan Cidaun Kabupaten Cianjur Selatan dan tidak hanya sesaat saja, dengan adanya pengawasan secara rutin program akan terkontrol dengan baik dan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Desa Karangwangi juga tentunya akan lebih meningkat.

UCAPAN TERIMA KASIH

Ucapan terima kasih disampaikan kepada pembimbing utama, Prof. Dr. Ir. H. Munandar Sulaeman, MS. dan pembimbing anggota, Ir. Siti Homzah, Ms. yang telah meluangkan waktu dan pemikirannya untuk membimbing.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, S. 1989. Prosedur Penelitian. PT Rineka Cipta Karya. Jakarta Notoatmodjo, S. 2003. Ilmu Kesehatan Masyarakat. PT. Rineka Cipta. Jakarta.

Rakhmat, Jalaludin.1989. Psikologi Komunikasi. PT Remaja Rosda Karya. Bandung.

Samsudin, U. 1987. Dasar-dasar Penyuluhan dan Modernisasi Pertanian. Cetakan-3. Binacipta. Bandung.

Sarlito. 1995. Teori-teori Psikologi Sosial. PT Raja Grafika. Jakarta

Sulaeman, M. Munandar. 2013. Handout Kuliah Metode Penelitian Sosial Pendekatan Kualitatif. Laboratorium Sosiologi dan Penyuluhan Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran; Sumedang.

(11)

Untung, Hendrik Budi 2008. Corporate Social Responsilbility. Sinar Grafika. Jakarta

Wibisono, Yusuf. 2007. Membedah Konsep dan Aplikasi CSR (Corporate Social Responsibility). Gresik: Fascho Publishing.

Yoyner and Paine 2002: Evolution and Implementation: A Study of Values, Business Ethics and Corporate Social Responsibility, dalam Journal of Business Ethics 41: page 297 – 311, Kluwer Academic Publishers. Printed in the Netherland

Gambar

Tabel 1. Respon Kognitif Terhadap Program CSR
Tabel 2. Penilaian Respon Afektif
Tabel 6  Jumlah ternak Individu
Tabel 6. Penilaian respon dalam menunjang keberhasilan CSR  No  Aspek Respon Peternak

Referensi

Dokumen terkait

Hasil pengujian statistik seperti terlihat pada Tabel 2 menunjukan bahwa karakteristik indivi- du dengan perilaku masyarakat dalam mengembangkan PBBSB adalah, pendi- dikan

 Pengertian latihan yang berasal dari kata training adalah penerapan dari suatu perencanaan untuk meningkatkan kemampuan berolahraga yang berisikan materi teori dan praktek,

a. Memastikan jam pelaksanaan praktek kerja dilakukan secara proporsional dengan jam istirahat agar tidak menimbulkan kelelahan sangat yang dapat

Usahatani caisin di Desa Citeko Kecamatan Cisarua terdiri dari dua macam, yaitu petani yang tergabung kedalam anggota Gapoktan Bunga Wortel dan petani non

H1 : Peranan Ketua Pengurus dan Manajer berpengaruh Dalam Penyusunan dan Penerapan Laporan Keuangan Berbasis SAK ETAP Pada Koperasi di Kota Palembang Metode

  Menyelesaikan Menyelesaikan masalah yang masalah yang berkaitan berkaitan dengan sistem dengan sistem persamaan persamaan linear tiga linear tiga variabel variabel 

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, maka perlu menetapkan Peraturan Bupati tentang Pedoman Pengelolaan Dana Pendidikan pada Akademi

Kecamatan Pangalengan berdasarkan tipologi kawasan rawan bencana gempa bumi termasuk tipe C, artinya kondisi lahan tidak stabil rawan terhadap bencana gempa bumi,