33 BAB V
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
5.1 Profil Bisnis
Pempek Sungai Musi merupakan suatu usaha yang bergerak dibidang kuliner atau lebih tepatnya kuliner pempek khas Palembang dari olahan daging ikan tenggiri di Kota Bandung. Nama Pempek Sungai Musi itu sendiri diambil dari nama sungai yang sangat terkenal di Kota Palembang, dan tentunya dapat dengan mudah diingat oleh konsumen.
Produk pempek di Pempek Sungai Musi adalah pempek palembang berbahan dasar ikan tenggiri yang segar dan bahan baku terbaik lainnya. Menu yang kami jual diantaranya adalah: pempek kapal selam, pempek lenjer, pempek lenggang, dan tekwan yang dipadukan dengan mie kuning, timun, dan ebi. Harga pempek kami pun masih terjangkau oleh masyarakat dan cita rasa pempek yang kami jual tidak kalah nikmat dengan pempek lainnya.
Tujuan kami dalam membangun usaha pempek ini adalah untuk mengasah kemampuan dalam berbisnis dan mencari pengalaman bisnis dengan memberikan kepuasan kepada konsumen dalam memberikan cita rasa yang nikmat dengan memakai bahan baku terbaik terutama ikan tenggiri yang segar dan memberikan pelayanan terbaik, sehingga dapat menghasilkan tujuan yang diinginkan dalam perencanaan bisnis.
Kedepannya peneliti ingin Pempek Sungai Musi ini dapat terus berkembang dan berjalan sesuai dengan perencanaan bisnis yang sudah dibuat. Peneliti berencana akan membuka cabang jika usaha Pempek Sungai Musi ini berkembang dan sudah banyak konsumen yang mengenalinya. Berikut profil Pempek Sungai Musi:
Nama Perusahaan : Pempek Sungai Musi
Bidang Usaha : Kuliner pempek olahan ikan tenggiri
Telepon : 085793939384
Media Sosial/Instagram : pempek_sungaimusi (dalam proses)
Nama Pemilik : Aditya Surya Maulana
5.2 Visi , Misi , dan Tujuan
Untuk menjalankan suatu bisnis diperlukan suatu pernyataan yang dapat menggambarkan maksud utama dari bisnis tersebut sehingga memberikan pelayanan terbaik. Pernyataan tersebut disebut sebagai visi bisnis.
Adapun visi, misi dan tujuan perusahaan adalah sebagai berikut :
1. Visi
Menjadikan Pempek Sungai Musi sebagai produk yang mempunyai identitas, makanan khas Indonesia yang nikmat, berkualitas dan murah, serta di gemari oleh semua kalangan.
2. Misi
a) Menciptakan produk – produk terbaik dengan nilai tambah dan bermanfaat bagi konsumen.
b) Mampu menyerap tenaga kerja
c) Mengembangkan inovasi-inovasi baik dalam produk maupun pelayanan dengan tetap pada koridor tradisional.
d) Mengutamakan kualitas dalam hal apapun yang dilakukan (pelayanan) dan disajikan (makanan).
e) Menumbuhkan ketrampilan dan pengetahuan karyawan guna mencapai performa operasional yang maksimal.
5.2.1. Tujuan
1. Menghasilkan karya penelitian yang aplikatif di bidang teknologi 2. Menghasilkan nilai tambah yang dapat mendukung perkembangan
5.3 Analisis Lingkungan Usaha
Didalam melakukan analisis lingkungan usaha, perlu diketahui terlebih dahulu pengaruh faktor internal dan pengaruh faktor eksternal terhadap kegiatan usaha tersebut. Kedua faktor tersebut akan menentukan perlu atau tidaknya dilakukan pengembangan usaha, dan strategi apa yang harus dilakukan apabila akan melakukan pengembangan usaha. Dengan demikian, dapat membantu perusahaan didalam mengidentifikasi peluang yang potensial serta ancaman yang mungkin akan dihadapi nanti.
5.3.1 Analisis Lingkungan Eksternal Makro
Dari beberapa literatur dikatakan beberapa faktor yang mempengaruhi lingkungan eksternal makro diantaranya adalah politik, ekonomi, teknologi, dan sosial.
1. Faktor Ekonomi, akan mempengaruhi daya beli konsumen membeli produk yang di tawarkan. Adapun lingkungan bisnis berikut ini adalah sebagai berikut:
a) Jika tingkat inflasi tinggi akan membuat daya beli masyarakat menjadi rendah masyarakat akan lebih cenderung menahan diri untuk membelanjakan uangnya demi memenuhi keinginannya. Hal ini terutama sangat dirasakan oleh kalangan menengah kebawah. Jadi, jika terjadi inflasi maka dapat berpengaruh kepada naiknya harga sebagian atau pun seluruh bahan baku untuk membuat pempek sehingga akan menimbulkan kenaikan modal dalam membeli bahan baku untuk membuat pempek ikan tenggiri ini dan tidak menutup kemungkinan harga pempek kami pun akan naik.
b) tingkat perekonomian yang mulai membaik membuat daya beli masyarkat menjadi lebih tinggi. Jadi, jika tingkat perekonomian sedang membaik maka akan berdampak positif kepada penjualan Pempek Sungai Musi ini karena harga bahan baku untuk pempek ikan tenggiri ini akan stabil dan akan meningkatkan daya beli konsumen.
2. Faktor Politik, kebijakan pemerintah sangat berpengaruh terhadap aktivitas suatu bisnis. Kebijakan yang dilakukan pemerintah terhadap industri makanan dan minuman adalah mewujudkan harmonisasi regulasi dan tarif untuk mendukung pelaku industri makanan dan minuman. Sehingga dengan demikian, kebijakan-kebijakan yang panjang dan berbelit dalam hal perizinan usaha dan dipangkas untuk mempermudah pelaku bisnis dalam melakukan aktivitasnya. Jadi, jika pemerintah membuat kebijakan yang tidak merugikan dan mempersulit para pelaku usaha tentu akan memudahkan segala hal yang berkaitan dengan industri makanan. Pempek Sungai Musi akan dengan mudah dalam mengajukan izin usaha.
3. Faktor Sosial, dengan berkembangnya zaman dan kemudahan akses untuk bersosial dengan teman, keluarga, dan kolega melalui media sosial, membuat orang banyak memamerkan referensi makanan di akun media sosial yang ia miliki. Orang – orang mudah tertarik dengan melihat media sosial trend tersebutlah yang membuat mempromosikan suatu brand dengan mudah dan dapat langsung tersampaikan secara langsung tanpa harus pusing. Jadi, kami sangat mendukung dengan perkembangan zaman yang semakin canggih dan mempermudah para pelaku usaha khususnya kami dalam menjual produk. Pempek Sungai Musi menggunakan media sosial sebagai cara untuk mempromosikan secara luas produk pempek ikan tenggiri ini.
4. Faktor Teknologi, membuat akses konsumen dan produsen menjadi lebih efisien dalam bertransaksi dengan sistem pembayaran menggunakan m-banking, go-pay dan lain-lain . Jangkauan pemasaran juga akan lebih luas karena didukung dengan pemesan via online tanpa harus datang langsung ke tempat.
5.3.2 Analisis Lingkungan Eksternal Mikro
Dalam lingkungan eksternal mikro, akan dibahas beberapa faktor penting yang mempengaruhi lingkungan usaha ini yaitu pesaing, pelanggan, pasar, dan budaya. Pesaing adalah perusahaan/sesorang yang menghasilkan atau menjual barang atau jasa yang sama dengan produk yang kita pasarkan.
Hal-hal yang perlu diketahui dari pesaing adalah sebagi berikut :
1. Harga yang ditawarkan, dalam hal ini kami akan menjual pempek tidak lebih mahal dari pesaing yang masih terjangkau oleh konsumen.
2. Lokasi yang strategis dan cabang yang dimiliki, dalam hal ini Pempek Sungai Musi sudah berada di lokasi yang strategis dan cenderung jauh dari lokasi outlet pempek pesaing. Rencana kami akan membuat cabang Pempek Sungai Musi jika usaha pempek ini berkembang dan sudah dikenal masyarakat luas.
3. Rencana kegiatan pesaing ke depan, dalam hal ini kami akan membuat perencanaan atau kegiatan untuk waktu yang akan datang, seperti: membuat varian menu yang beragam, mengubah desain pada toko Pempek Sungai Musi dan inovasi lainnya.
4. Promosi media sosial yang lebih baik dan sudah memiliki website, dalam hal ini kami akan terus berupaya melakukan promosi di media sosial dengan sebaik baik nya dan seunik uniknya untuk menarik minat konsumen. Kami akan membuat website khusus Pempek Sungai Musi yang berisi tentang produk pempek yang kami jual.
5. Umur usaha yang sudah lama, dalam hal ini kami akan terus membuat inovasi dalam bersaing dengan toko pempek yang sudah lama ada.
Berdasarkan survei yang dilakukan di outlet Pempek Sungai Musi khususnya di daerah Mengger dan sekitarnya , terdapat beberapa pesaing salah satunya yaitu:
Tabel 5.1 Kondisi Pesaing
Nama Usaha Lokasi Kondisi
Pempek Legit Jln. Batununggal Tempat yang nyaman
Harga terjangkau Menu yang
bermacam – macam
Pempek Onel Jln. Cijagra Buahbatu Harga terjangkau Menu yang
bermacam – macam
Pempek 8 Ulu Palembang
Jln. Buahbatu Loaksi yang
strategis
Tempat yang nyaman
Pemasok adalah distributor yang memasok bahan baku dari produk yang kami jual. Dalam hal ini pemasok merupakan bagian terpenting dalam usaha yang kami jalani. Apabila, pemasok sudah tidak lagi mendistribusikan bahan baku yang kami butuhkan maka, usaha ini tidak akan beroperasi.
Hal – hal yang perlu diperhatikan dari pemasok sebagai berikut:
1. Tidak tergantung kepada 1 (satu) pemasok:
• Pemasok ikan tenggiri di pasar kordon Buahbatu • Pemasok ikan tenggiri di pasar Andir
• Pemasok mie kuning di pasar kordon Buahbatu 2. Harga dan kualitas dari bahan baku:
• Harga per kilo ikan tenggiri giling 100rb. Dengan keadaan ikan masih fresh yang baru datang dari Pangandaran.
Pangsa pasar dan pelanggan produk ini adalah tentu saja masyarakat yang berada di sekitar lokasi usaha Pempek Sungai Musi tersebut dan juga mengarah kepada warga sekitar wilayah Kota Bandung. Konsumen yang berada di kawasan ini terdiri dari beragam strata sosial, karena dekat dengan kawasan universitas dan perkantoran seperti Universitas Telkom dan Universitas LPKIA.
Gambar 5.1 Ikan Tenggiri
5.3.3 Analisis Lingkungan Internal
Dalam analisis lingkungan internal, diperlukan peralatan atau metode untuk menganalisis posisi usaha pada saat ini, untuk itu digunakan key success factor
Key Success Factor (KSF), merupakan atribut yang harus dimiliki perusahaan. Yang menjadi kunci keberhasilan dari bisnis ini adalah:
1. Reliability (Keandalan)
Harga yang terjangkau Variasi produk
Menggunakan bahan yang segar dan berkualitas. 2. Comptence (Kemampuan/Keahlian)
Memberikan pesanan pempek sesuai dengan permintaan konsumen.
Memberikan pempek yang bersih dan aman untuk dikonsumsi 3. Responsiveness (ketanggapan)
Kemampuan pegawai untuk cepat tanggap menyelesaikan keluhan konsumen.
Kemampuan pegawai memberikan pelayan yang cepat dan sesuai perminataan konsumen.
Kemampuan Pegawai dalam memberikan kenyamanan kepada konsumen
4. Access (Kemudahaan)
Bekerja sama dengan penyedia layanan antar makanan seperti go-food dan grab go-food sehingga membuat konsumen lebih mudah mendapatkan produk yang di pesan.
Menerima pengiriman ke luar kota 5. Comptence (Kemampuan/Keahlian)
Memberikan pesanan pempek sesuai dengan permintaan konsumen.
Memberikan pempek yang bersih dan aman untuk dikonsumsi 6. Courtesy (Kesopanan/Kebaikan)
Penerapan sikap sopan santun kepada pegawai
Memilki pelayanan yang sopan pada seluruh konsumen.
Penerapan sikap untuk selalu mengutamakan keinginan konsumen kepada pegawai
7. Communication (Komunikasi)
Berkomunikasi kepada konsumen dengan bahasa yang sopan dan tertata.
Meneriman masukan dan kritikan dari konsumen dengan sifat terbuka.
8. Credibility (Kepercayaan)
Menggunakan bahan baku yang berkualitas demi menjaga rasa dan mutu dari produk yang ditawarkan.
Menanamkan sifat jujur kepada pegawai dalam melayani konsumen maupun dalam melakukan aktivitas kerja.
Memeberikan pelayanan yang terbaik terhadap konsumen demi menjaga kenyamanan konsumen
9. Understanding/Knowing The Customer (Memahami konsumen)
Kami berupaya selalu memahami konsumen dengan memperhatikan menu-menu ditawarkan dan pelayanan yang diberikan.
Kamu berupaya selalu menerima masukan konsumen yang kurang puas
10. Tangibles (Bukti langsung)
Kelengkapan dan kebersihan tempat dan produk Pesanan dikirim sesuai yang diminta konsumen. Pesanan datang secepat mungkin kepada konsumen. 11. Empathy (Empati)
Melayani konsumen tanpa membedakan status sosial.
Memudahkan konsumen yang jauh dari lokasi untuk memesan dengan layanan pesan antar yang telah bekerjasama dengan kami 12. Ethic (Etika)
Melayani konsumen lewat social media dengan kata-kata yang bersahabat.
Memberikan pelayanan yang prima demi memenuhi kepuasan konsumen.
Tidak menggunakan kata-kata kasar saat berkomunikasi dengan konsumen
13. Assurance (Jaminan)
Memberikan jaminan berkualitas dari bahan baku yang digunakan. Memberikan jaminan kepuasan kepada konsumen dalam rasa dan
pelayanan yang diberikan.
5.4 Analisis SWOT
Analisis SWOT dilakukan berdasarkan analisis yang telah dilakukan sebelumnya. Dimana dari analisis sebelumnya dapat mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang membantu atau melatar belakangi perusahaan dalam menemukan tujuan perusahaan serta kesempatan dan ancaman yang menghalangi usaha untuk mencapai tujuannya.
1. Faktor Internal (IFAS), yang terdiri dari: Tabel 5.2
Kekuatan (Strength) Pempek Sungai Musi Strength 1 – S1 Harga yang terjangkau Strength 2 – S2 Menu yang variatif
Strength 3 – S3 Memakai bahan baku yang selalu segar
Strength 4 – S4 Tampilan produk yang menarik Strength 5 – S5 Letak lokasi yang strategis
Selain kekuatan, Pempek Sungai Musi juga masih memiliki beberapa kekurangan. Ada beberapa kekurangan yang masih akan terus diperbaiki agar dapat memaksimalkan kepuasan terhadap konsumen, antara lain kekurangan dari Pempek Sungai Musi dapat dilihat dari tabel dibawah ini::
Tabel 5.3
Kelemahan (Weakness) Pempek Sungai Musi
Weakness 1 – W1 Belum melakukan promosi secara signifikan
Weakness 2 – W2 Belum menentunya waktu operasional Weakness 3 – W3 Belum bekerja sama dengan aplikasi
layanan antar makanan
2. Faktor Strategis Eksternal (EFAS), yang terdiri dari: Tabel 5.4
Peluang (Opportunity) Pempek Sungai Musi Opportunities 1 – O1 Membuka cabang
Opportunities 2 – O2 Membuka franchise Pempek Sungai Musi
Opportunities 3 – O3 Membuka layanan antar makanan lewat aplikasi online
Disamping peluang tersebut, ada pula ancaman bagi usaha pempek ini. Dengan adanya pesaing-pesaing yang menyediakan produk serupa dan lengkap dengan harga yang sama dan inovasi yang lebih baik, di antaranya:
Tabel 5.5
Ancaman (Threat) Pempek Sungai Musi
Threats 1 – T1 Pesaing yang sudah lama berjalan Threats 1 – T1 Kekurangan bahan baku pada musim
tertentu
Dari faktor internal yang dimiliki oleh Pempek Sungai Musi ini, baik kekuatan maupun kelemahan, maka faktor-faktor internal strategis dari usaha pempek dapat disarikan sebagai berikut:
Tabel 5.6
Internal Strategic Factors Summary Internal strategis
factors
Weight rating Weight score
Strength
Harga yang
terjangkau
0,05 3 0,15
Menu yang variatif 0,10 5 0,50
Memakai bahan baku yang selalu segar
0,10 4 0,40
Tampilan produk yang menarik
0,05 3 0,15
Letak lokasi yang strategis 0,20 5 1 Weakness Belum melakukan promosi secara signifikan 0,15 2 0,30 Belum menentunya waktu operasional 0,10 3 0,30 Belum bekerja sama dengan aplikasi layanan antar makanan 0,25 2 0,50
Sementara itu, untuk faktor-faktor eksternal strategis dari Pempek Sungai Musi dapat disarikan sebagai berikut:
Tabel 5.7
External Factors Summary External strategic
factors
Weight Rating Weight Score
Opportunities Mmebuka cabang 0,15 3 0,45 Membuka franchise Pempek Sungai Musi 0,20 4 0,80 Membuka layanan antar makanan lewat aplikasi online 0,15 2 0,30 Threats
Pesaing yang sudah lama berjalan
0,25 3 0,75
Kekurangan bahan baku pada musim tertentu
0,10 2 0,20
Pesaing dengan modal lebih besar
0,15 3 0,30
5.5 Hasil Analisis Strategi Bisnis Pempek Sungai Musi Dari hasil analisis SWOT diatas, didapat bahwa:
Strength-Weakness = 3,30 Opportunities-Threats = 2,95
Sehingga jika diambil kesimpulan dari matriks dibawah ini, bahwa dihasilkan posisi bisnis pada posisi “Possible Diversification Strategy” artinya bahwa pelaksanaan usaha Pempek Sungai Musi dilakukan sangat menguntungkan.
Opportunity Threats
Gambar 5.2 Portofolio Analisis
5.5.1. Strategi dan Strategi Usaha
Berdasarkan analisis SWOT yang telah dilakukan diatas, dapat ditentukan apa yang menjadi sasaran dan strategi usaha untuk mencapai tujuan bisnis.
Tabel 5.8
Strategi Pempek Sungai Musi Internal Factors External Factors Strength Harga yang terjangkau Menu yang variatif Memakai bahan baku yang selalu segar
Tampilan produk yang menarik Letak lokasi yang
strategis Weakness Belum melakukan promosi secara signifikan Belum menentunya waktu operasional Belum bekerja sama dengan aplikasi layanan antar makanan Opportunities Membuka cabang Membuka franchise Pempek Sungai Musi Membuka layanan antar makanan lewat aplikasi online SO Strategy Membuat sistem yang bisa dilaksanakan di setiap cabang Menjadikan pelayanan yang cepat dan produk berstandar Membuat produk dengan WO Strategy Memperluas jangkauan promosi Menciptakan SOP pembuatan produk yang lebih efisien Membuat sistem
jasa layanan antar makanan
segmentasi yg luas Threats Pesaing yang sudah lama berjalan Kekurangan
bahan baku pada musim tertentu Pesaing dengan
modal lebih besar
ST Strategy
• Memberikan karakter di usaha tersebut • Terus
mengembangkan produk dan pelayanan sesuai dengan keinginan konsumen
WT Strategy
• Membuat usaha ini dekat dengan konsumen • Mengedepankan kualitas untuk mendapatkan kepercayaan konsumen
Dengan panduan strategi usaha diatas, Kuliner Pempek Sungai Musi diharapkan dapat menangkap setiap peluang yang ada serta meminimalisir setiap ancaman yang akan datang. Namun tentunya, Pempek Sungai Musi juga harus tetap bisa mengembangkan dan senantiasa selalu meningkatkan kualitas produk serta pelayanannya sehingga kepuasan konsumen akan selalu tercapai.
5.6 Strategi Perencanaan
Strategi perencanaan sangat diperlukan untuk suatu usaha agar bisa berjalan dengan baik. Pada bagian ini akan dijelaskan tentang strategi perencanaan dari usaha kuliner Pempek Sungai Musi.
1. Perencanaan Strategi STP (Segmenting, Targeting, dan Positioning)
• Segmenting
Penjualan produk Pempek Sungai Musi ditujukkan untuk masyarakat di kota Bandung, terutama di wilayah sekitar Jalan Mengger Tengah dan, daerah kampus-kampus. Produk Pempek Sungai Musi ditujukkan kepada konsumen yang berusia 15 tahun ke atas. Pempek Sungai Musi mengutamakan pelajar/mahasiswa sampai
pekerja sebagai konsumennya, karena harga relatif terjangkau dan olahan yang tidak menggunakana bahan – bahan pengawet aman bagi tubuh dan cita rasa yang nikmat bagi para pelajar/mahasiswa maupun yang sudah bekerja, tetapi tidak menutup kemungkinan juga menyasar kepada masyarakat umum.
• Targeting
Sasaran pemasaran produk Pempek Sungai Musi di Kota Bandung dan sekitarnya sama saja yaitu, membidik remaja dan kalangan muda, baik pria maupun wanita. Kami akan menghadirkan varian menu lebih banyak lagi, kemasan yang menarik dan mudah untuk di bawa kemana – mana tanpa harus rumit akan tercecer makanan yang ada didalamnya dengan tujuan untuk menarik minat masyarakat untuk membeli produk Pempek Sungai Musi. Produk yang dihasilkan oleh Pempek Sungai Musi ini merupakan produk yang digemari semua kalangan, dengan rentan harga produk mulai dari Rp.15.000 sampai Rp.25.000, dengan harga tersebut diyakini masih sangat terjangkau bagi kalangan menengah ke bawah, baik perempuan maupun laki-laki yang memiliki usia 15 tahun keatas, sehingga masyarakat menengah ke bawah dapat merasakan manfaat yang diberikan dari produk yang dihasilkan oleh Pempek Sungai Musi. Seiring dengan meningkatnya jumlah pengguna internet, tentunya kami akan memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan produk kami di dunia maya
• Positioning
Positioning merupakan salah satu strategi dalam kegiatan pemasaran yang memiliki tujuan untuk membuat konsumen mengingat pada produk dengan cara memberikan perbedaan, dan manfaat yang lain dengan produk yang lain. Hal yang harus dilakukan untuk memberikan kesan pada konsumen adalah dengan memberikan keunggulan dari produk yang sejenis dengan pesaing. Pembeli sebelum memutuskan untuk membeli ke siapa, maka di benaknya akan berfikir siapa yang memberikan value paling banyak buat mereka. Pembeli akan mencari alasan apa yang paling tepat untuk membeli. Pempek Sungai Musi berusaha untuk memberikan value yang baik ke konsumen.
5.7 Perencanaan Pemasaran
Agar usaha kuliner pempek ini berjalan dengan lancar diperlukan perencanaan yang baik, berikut ini tujuan perencanaan pemasaran dan perencanaan strategi pemasaran yang dilakukan Pempek Sungai Musi sebagai berikut:
a. Tujuan Perencanaan Pemasaran
Tujuan dari perencanaan pemasaran adalah untuk menentukan strategi yang tepat dalam memasarkan produk agar produk yang ditawarkan dapat tersampaikan dengan tepat kepada target pasar.
b. Perencanaan Strategi Pemasaran
Dalam mengembangkan strategi pemasaran, pengusaha dapat menggunakan marketing mix / bauran pemasaran yang terdapat 4 elemen utama dalam pengembangan pemasaran barang:
• Product
Produk yang ditawarkan disini adalah jenis makanan tradisional khas Palembang yang berisikan daging olahan daging ikan tenggiri dan bahan baku yang sehat.
• Price
Harga yang ditetapkan disini dengan harga rendah namun tidak mengurangi dari segi cita rasa dan kualitas produk, dengan harapan akan dapat memperoleh volume penjualan yang besar dalam waktu relatif singkat. Harga dari produk tersebut berkisar dari Rp.20.000 sampai Rp. 25.000 dan untuk minuman berkisar Rp.5.000 sampai Rp. 15.000. Berikut menu pempek pada Pempek Sungai Musi:
Tabel 5.9
Menu Pempek Sungai Musi
Menu Harga
Lenjer biasa Rp. 20.000
Kapal Selam biasa Rp. 22.000
Lenjer besar spesial Rp. 25.000
Kapal Selam spesial Rp. 25.000
Tekwan ikan Rp. 22.000
Pempek campur biasa Rp. 20.000
Pempek campur komplit Rp. 25.000
• Place/ Saluran distribusi
Tempat atau saluran distribusi dari usaha Pempek Sungai Musi ini berlokasi di jalan Mengger Tengah no 22 atau lebih tepatnya dekat dengan komplek Batununggal. Selain itu, untuk memudahkan konsumen dilakukanlah kerja sama dengan pihak ketiga yaitu jasa pesan antar makanan (Go food).
• Promotion
Dalam melakukan promosi usaha Pempek Sungai Musi melakukan kegiatan advertising dan sales promotion dengan bekerjasama dengan akun yang berisi informasi kuliner di kota Bandung., hal-hal yang dilakukan dalam advertising lebih terfokus pada iklan yang menarik dan menampilkan kondisi tempat usaha di social media (Instagram). Disini Pempek Sungai membuat promosi-promosi potongan harga produk agar menarik minat konsumen..
• People
Dalam hal ini kami mencari orang-orang yang sudah ahli didalam bidangnya agar tidak ada kesalahan dalam segala macam proses operasional. Kami mencari yang
memiliki loyalitas terhadap pekerjaannya dan konsistensi agar tidak pindah pindah pekerjaan.
• Process
Proses dalam segala operasional yang ada ini semuanya memiliki SOP agar tersusun rapih dan terstruktur untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan.
5.7.1 Perencanaan Operasi 1. Tujuan Operasi
Tujuan utama dari perencanaan operasi adalah memaksimalkan kualitas dan kuantitas produk serta meningkatkan efisiensi waktu pengerjaan dan biaya pembuatan demi memberikan pelayanan yang optimal, berikut ini adalah perencanaan Pempek Sungai Musi:
Gambar 5.3
Alur Operasional Pempek Sungai Musi 2. Strategi Operasi
Strategi operasi terdiri dari dua jenis yaitu strategi produksi biaya rendah dengan kualitas baik dan strategi inovasi produk. Di dalam usaha kuliner Pempek Sungai Musi ini, strategi operasi yang di gunakan adalah kedua strategi yaitu biaya
Distributor ikan tenggiri
Distributor telur
Pempek Sungai Musi
Distributor mie kuning Distributor tepung sagu Distribusi gula merah Distribusi ebi
rendah dengan kualitas baik dan strategi inovasi produk. Yang harus di perhatikan dari strategi inovasi antara lain :
a. Produk yang berkualitas baik seperti yang telah diterapkan oleh Pempek Sungai Musi yaitu memberikan keunggulan dari segi varian menu.
b. Lokasi juga merupakan faktor penting guna menunjang akses konsumen mendapatkan produk yang ditawarkan. Disini Pempek Sungai Musi telah menentukan lokasi kedai yang strategis yaitu di daerah Mengger Tengah, yang mana daerah ini berada di tengah-tengah kota. Selain itu di sekitar daerah ini terdapat beberapa universitas, kantor, serta tempat olahraga.
c. Produk dengan biaya rendah dan berkualitas baik yaitu dengan mencari langsung ke supplier yang besar dan terpecaya.
5.7.2 Perencanaan SDM
Sumber Daya Manusia adalah pondasi utama dalam mengembangkan setiap bidang usaha terutama usaha kuliner. Tujuan dari perencanaan SDM adalah guna menentukan SDM berkompeten di bidangnya yang akan direkrut untuk menjalankan aktifitas kegiatan usaha kuliner Pempek Sungai Musi agar usaha dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan.
a. Kebutuhan SDM
Perencanaan SDM harus dilakukan walaupun usaha ini dikategorikan sebagai usaha kecil atau menengah. Hal ini diperlukan agar operasional perusahaan berjalan efektif dan efisien. Kegiatan usaha ini akan dikelola oleh SDM yang memiliki kapabilitas serta pengalaman dalam bidangnya. Jumlah SDM yang diperlukan untuk saat ini berjumlah dua orang, yang mana 1 orang berfokus memasak dan satunya bertugas sebagai kasir dan packaging produk.
Tabel 5.10 Gambaran Tugas
Jabatan Uraian Tugas
1. Pemilik Usaha / Owner Menentukan tujuan pelaksanaan kerja yang realistis dan menjelaskan tujuan yang telah ditentukan organisasi.
Bertanggung jawab dalam pembagian tugas koordinasi.
Membimbing dan mengawasi jalannya operasional perusahaan.
2. Juru masak
Mengelola dapur yang menjadi tanggung jawabnya
Membuat standard recipe berserta food cost nya.
Membuat purchase order (bahan-bahan)
Mengawasi jalannya operasional dapur.
3. Pelayan
Melayani kostumer
Menjelaskan produk secara detail. Memberikan informasi terbaru
kepada konsumen.
Memberikan pelayanan dengan baik
Dari uraian tersebut, maka struktur organisasi yang dipergunakan adalah sebagai berikut :
Gambar 5.4
Struktur Organisasi Pempek Sungai Musi b. Penempatan SDM
Penempatan karyawan dilakukan sesuai dengan kemampuan dan keahliannya setelah melewati masa training terlebih dahulu.
c. Sistem Perekrutan
Sistem perekrutan dilakukan dengan cara menyebarkan informasi lowongan kerja di media sosial, tempat-tempat strategis, serta melalui mulut ke mulut. Proses selanjutnya setelah menyebarkan informasi lowongan kerja ialah menunggu surat lamaran yang akan masuk, setelah itu menyeleksi lamaran yang masuk, kemudian memanggil calon karyawan untuk dilakukannya interview, dan proses yang terakhir adalah melakukan training kerja selama seminggu. Setelah melewati rangkaian tersebut calon karyawan resmi menjadi karyawan.
d. Sistem Penggajian dan Jam Kerja
Owner Pempek Sungai Musi menetapkan sistem penggajian untuk pegawai tetap dengan tingkat gaji untuk bagian Juru masak, karna Juru masak adalah orang kunci dalam berjalannya usaha ini, maka untuk bagian Juru masak diberikan upah sebesar Rp. 2.800.000 per bulan. Sedangkan untuk bagian pegawai sebesar Rp. 1.800.000 per bulan. Dimana sistem itu akan berkembang mengikuti tingkat pertumbuhan usaha. Sistem penggajian tersebut dibayarkan setiap bulan pada tanggal 28.
Pemilik Usaha/ Owner
5.7.3. Proses Produksi
1. Pengumpulan Bahan Baku
Pengumpulan bahan baku yang bersih dan berkualitas langsung dari supplier. Mendapatkan ikan yang sudah dibersihkan dan fresh.
2. Proses pembuatan
Bahan:
250 gram ikan tenggiri giling
250 gram tepung sagu
Telur ayam
2 sendok teh garam
1/2 sendok teh gula pasir
Mentimun secukupnya, potong dadu
Mi kuning secukupnya, seduh
Biang:
200 ml air kaldu ayam/ikan
sendok makan tepung terigu
3 siung bawang putih, haluskan
1 batang bawang perai, iris halus
Cuka:
250 gram gula merah
100 gram ebi kering
5 buah cabai rawit
4 siung bawang putih, haluskan
1 liter air
1. Rebus bahan-bahan biang lalu aduk sampai kental dan terasa berat. Setelah itu angkat dari kompor dan sisihkan.
2. Campur biang dengan ikan tenggiri, telur, garam, dan gula pasir. Setelah itu masukkan tepung sagu sedikit demi sedikit. Aduk sampai adonan bisa dibentuk
3. Bentuk pempek sesuai selera, bisa juga diisi dengan telur. Setelah itu rebus sampai mengambang.
4. Rebus semua bahan cuka sampai mendidih, kemudian sisihkan.
5. Goreng pempek sampai berwarna kuning keemasan, kemudian potong-potong. Sajikan bersama mentimun, mi kuning, dan cuka.
3. Produk jadi
Masakan yang telah diolah disajikan di mangkuk, ditambah mentimun dan kerupuk ikan.
5.7.4 Perencanaan Keuangan
a. Tujuan Perencanaan Keuangan
Tujuan membentuk perencanaan keuangan adalah untuk mengetahui layak tidaknya usaha kuliner Pempek Sungai Musi dan dapat mengontrol arus kas yang dapat dilihat dari aspek keuangan.
b. Strategi Perencanaan Keuangan
Strategi perencanaan keuangan kuliner Pempek Sungai Musi dijabarkan sebagai berikut :
I. Kebutuhan Modal
Modal yang diperlukan untuk usaha kuliner Pempek Sungai Musi ini diperkirakan mencapai Rp. 150.000.000 (dua puluh lima juta rupiah). Adapun rencana penggunaan modal tersebut dapat dirinci sebagai berikut:
Tabel 5.11
Kebutuhan Aset Pempek Sungai Musi
Aset Jumlah unit Harga/unit Harga Total
Meja Kecil 4 Rp. 350.000 Rp. 1.400.000 Meja Besar 2 Rp. 600.000 Rp. 1.200.000 Kursi biasa 16 Rp. 300.000 Rp. 4.800.000 Kursi panjang 4 Rp. 475.000 Rp. 1.900.000 Mesin kasir 1 Rp. 3.400.000 Rp. 3.400.000 Air Conditioner (AC) 2 Rp. 3.500.000 Rp. 7.050.000 Kompor 2 Rp. 300.000 Rp. 600.000 Kulkas untuk bahan baku 1 Rp. 2.000.000 Rp. 2.000.000 Lemari piring 1 Rp. 700.000 Rp. 700.000 Kulkas minuman dingin 1 Rp. 2.000.000 Rp. 2.000.000 Meja kasir 1 Rp. 800.000 Rp. 800.000 Laptop 1 Rp. 3.000.000 Rp. 3.000.000 Tv 1 Rp. 1.150.000 Rp. 1.150.000 Total Rp. 30.000.000
Tabel 5.12
Kebutuhan Modal Tempat Pempek Sungai Musi
Modal Harga
Sewa Tempat Rp. 60.000.000/tahun
Renovasi Rp. 30.000.000
Tabel 5.13
Kebutuhan Modal Kerja Pempek Sungai Musi
Modal Kerja Jumlah Harga Totsl/bulan (24
hr)
Jurus Masak 1 orang Rp. 70.000/hari Rp. 1.680.000
Pegawai 2 orang Rp. 55.000/org/hari
2 pegawai =Rp.110.000 /hari Rp. 1.320.000/org 2 pegawai =Rp. 2.640.000 Listrik 1 bulan Rp. 300.000 Rp. 300.000 Air 1 bulan Rp.120.000 Rp. 120.000
Gas 12kg/gas Rp. 140.000/gas Rp. 140.000
Total Rp. 4.880.000
5.7.5 Perkiraan Arus Uang
Pada bagian ini menggambarkan ramalan perkiraan arus uang yang diperkirakan akan terjadi dalam kurun waktu 5 (lima) tahun, dimana diuraikan perincian setiap tahunnya. (Lampiran VII)
Didalam uraian tersebut, tampak bahwa dalam kurun waktu kurang dari 7(tujuh) bulan, telah terakumulasi sejumlah uang yang diperoleh dari keuntungan (laba
bersih) yang mampu untuk mengembalikan besarnya modal investasi yang telah dilakukan. Dimana terhadap modal investasi tersebut telah diperhitungkan pula besar bunga sebesar 12 persen per tahun.
Dari uraian perkiraan arus uang tersebut diatas, maka dapat dilakukan penghitungan kelayakan bisnis dengan rasio-rasio keuangan seperti diuraikan pada tabel berikut ini:
Tabel 5.14.
Rasio-rasio Keuangan dari Kuliner Pempek Sungai Musi
YEAR CASH FLOW CUMULATIVE
DISCOUNT FACTOR (12%) PRESENT VALUE 0 -Rp150.000.000,00 -Rp150.000.000,00 1 -Rp150.000.000,00 1 Rp130.800.000,00 -Rp19.200.000,00 0,893 Rp116.804.400,00 2 Rp130.800.000,00 Rp111.600.000,00 0,797 Rp104.247.600,00 3 Rp130.800.000,00 Rp242.400.000,00 0,712 Rp93.129.600,00 4 Rp130.800.000,00 Rp373.200.000,00 0,636 Rp83.188.800,00 5 Rp130.800.000,00 Rp504.000.000,00 0,567 Rp74.163.600,00 NPV Rp287.057.792 IRR 82,94% Payback Period 1,76146789
Gross Profit Margin 32,22%
Net Profit Margin 30,28%
ROI Potential 30,28%
Profitability Index 1,42
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa investasi yang dilakukan untuk menjalankan usaha perencanaan bisnis pada Pempek Sungai Musi ternyata dapat digolongkan sebagai investasi yang menguntungkan karena net present value lebih dari nol (NP>0). Selain itu, internal rate of return yang dihasilkan pun melebihi discount factor (tariff bunga yang diasumsikan berlaku) dimana hasilnya adalah 82,94 persen. Jadi, tingkat pengembaliannya melebihi beban bunga yang harus dibayar(IRR12%). Pengembalian investasi juga terjadi pada tahun yang sama, jadi investasi tersebut hanya memerlukan waktu 1 tahun 7 bulan untuk mengembalikan dana investasi yang telah ditanamkan. Selain itu, EBIT margin
yang dihasilkan dan tentunya net profit margin (NPM) yang dihasilkanpun kategorinya tinggi yaitu berada pada kisaran 32,22 persen dan 30,28 persen. dan, tingkat pengembalian terhadap investasinya pun berpotensi rendah cenderung sedang pula yaitu kisaran 30,28 persen.
5.8 Manajemen Resiko
Selama proses operasional berlangsung ada beberapa risiko yang mungkin muncul yang akan mengakibatkan penambahan biaya yang dikeluarkan, antara lain dari aspek pemasaran, operasi, sumber daya manusianya dan keuangan. Oleh karenanya di butuhkan manajemen risiko untuk meminimalisasi timbulnya risiko-risiko tersebut. Manajemen risiko-risiko merupakan sistem pengawasan risiko-risiko dan perlindungan asset dan keuntungan perusahaan terhadap kemungkinan timbulnya kerugian, ketidakpastian, konsumen dan profitabilitas suatu hasil terhadap sesuatu yang diharapkan.
5.8.1 Risiko Aspek Pemasaran
Masalah yang timbul dari aspek pemasaran pada produk ini bersumber dari faktor eksternal perusahaan yaitu pada lingkungan usaha tersebut, antara lain:
Kompetesi periklanan pada saat ini, iklan telah menjadi suatu faktor yang sangat berpengaruh untuk menanamkan informasi dan pesan demi menunjang peningkatan penjualan produk. Demi meraup untung yang besar, pengusaha berani mengorbankan dengan biaya yang tidak sedikit untuk membuat iklan yang menarik. Iklan mempunyai efek yang sangat besar untuk membuat calon pembeli menjatuhkan pilihannya kepada iklan produk yang sering ia lihat dan juga iklan yang berhasil menyentuh sisi kebutuhannya. Untuk mengantisipasi resiko persaingan iklan produk yang sangat pesat, Pempek Sungai Musi akan melakukan pembuatan iklan yang didasari dengan konten yang bisa menyentuh sisi kebutuhan dan personal konsumen. Teknik endorse di media sosial Instagram juga memiliki efek yang besar apabila endorser yang kita pilih tepat sesuai karakter dari produk tersebut.
5.8.2 Resiko Aspek Operasional
Resiko dari aspek operasional bisa datang dari mana saja, mulai dari resiko yang ada di internal ataupun external perusahaan. Adapun resiko-resiko yang terjadi di internal perusahaan yaitu:
a. Internal
• Kelalaian Karyawan
Dalam melakukan kegiatan operasional, kelalaian karyawan dapat saja terjadi dengan berbagai faktor sehingga bisa membuat konsumen kecewa. Hal yang dapat dilakukan untuk mengantispasi dan menghadapi kelalaian karyawan adalah dengan cara sebelum melakukan aktifitas operasional selalu dilakukan briefing atau arahan, ketika dalam pelaksanaan operasi selalu mengawasi karyawan, dan setelah melaksanakan kegiatan operasional selalu diadakan evaluasi kegiatan yang telah dilakukan hari itu juga atau minggu tersebut.
• Peralatan Rusak
Kegiatan operasional erat kaitannya dengan peralatan kerja. Perelatan kerja merupakan alat yang digunakan untuk melakukan kegiatan operasional setiap hari. Demi mengantisipasi terjadinya kerusakan ketika melakukan kegiatan operasional adalah dengan cara melakukan pengecekan berkala terhadap peralatan kerja serta memprediksikan umur peralatan, sehingga sebelum terjadinya kerusakan tersebut sudah mempersiapkan penggantinya.
b. External
• Pungutan Liar
Berjualan di pinggir jalan merupakan sasaran empuk bagi oknum yang tidak bertanggung jawab untuk mendapatkan pundi-pundi uang dari para pedagang. Pemalakan dan pemeresan merupakan cara orang yang berkuasa di daerah tersebut untuk dapat mengambil uang dari pedagang.
5.8.3 Resiko Aspek Sumber Daya Manusia
Dalam membentuk usaha, karyawan merupakan salah satu SDM faktor
pendukung tercapainya kesuksesan usaha. Resiko-resiko yang dapat terjadi
didalam aspek SDM yaitu:
• Kejenuhan Karyawan
Hal monoton yang dilakukan terus menerus dapat membuat karyawan menjadi
jenuh. Apabila kejenuhan ini datang, akan berdampak terhadap peforma karyawan
dalam menjalankan tugasnya. Demi mengantisipasi dan menghadapi resiko ini,
hal yang dapat dilakukan adalah dengan memberi motivasi, hiburan, serta
tambahan bonus. Sehingga dengan memberikan hal-hal tersebut dapat
membangkitkan semangat dan menghilangkan kejenuhan dari karyawan.
• Karyawan keluar tanpa pemberitahuan
Hal ini sering terjadi di usaha-usaha kecil karena tidak adanya jenjang karir di
dalamnya, sehingga karyawan terus mencari kerjaan yang lebih baik. Untuk
menghindari karyawan keluar mendadak sehingga dapat membuat kegiatan
operasional tidak berjalan karena kekosongan karyawan, hal yang dapat dilakukan
adalah membuat perjanjian di awal yang mana isi perjanjian tersebut berisi
tentang proses mengajukan pengunduran diri dan sanksi apabila keluar tanpa
pemberitahuan. Pengunduran diri dapat disetujui apabila owner telah menemukan
• Kecurangan Karyawan
Dalam melakukan kegiatan bisnis selalu saja ada karyawan yang
melakukan kecurangan di dalamnya. Biasanya kecurangan terjadi terhadap
transaksi jual beli dan proses produksi. Hal-hal yang dapat di lakukan untuk
menghindari hal tersebut, yaitu:
Menggunakan mesin kasir dan buku faktur khusus. Disini konsumen di
beritahu untuk tidak perlu membayar apabila tidak diberikan struk yang sesuai
dengan contoh struk yang diberitahukan.
5.8.4 Risiko Aspek Keuangan
Resiko yang dapat terjadi dari aspek keuangan adalah kekurangan modal kerja
dalam kurun waktu beberapa bulan dimasa perkenalan produk, karena dimasa ini
penjualan belum stabil. Demi mengantisipasi kekurangan modal kerja
dimasa-masa perkenalan produk, maka di persiapkan modal kerja untuk kurun waktu 3
bulan, yang mana dalam 3 bulan ini di asumsikan bahwa usaha belum
mendapatkan keuntungan.
5.9 Manajemen Inovasi
Untuk memperkenalkan kuliner Pempek Sungai Musi dalam
mengembangkan produk pempek ikan tenggiri memberikan sentuhan inovasi
agar usaha ini mampu bersaing di kota Bandung bahkan di Indonesia, adapun
inovasi yang dilakukan Pempek Sungai Musi sebagai berikut:
1. Tidak menggunakan bahan bahan pengawet karena untuk menjaga cita rasa dan ketahanan makanan untuk beberapa hari.
2. Desain packging yang dibuat menarik.
3. Pemesanan pempek tidak selalu harus datang ke tempat namun juga bisa melalui go-food , grab food dan bisa langsung order via whatsapp.
5.10 Analisis Kelayakan Bisnis
Analisis dilakukan dengan menggunakan Kriteria dari Timmons yang meliputi permasalahan yang berhubungan dengan pasar kuliner SecoelKenikmatan keunggulan bersaingnya dan permasalahan ekonomi.
Dilihat dari trend gaya hidup masyarakat modern dan lebih menyukai hal yang praktis, dapat di prediksi produk Pempek Sungai Musi dapat di terima di konsumen. Walaupun jenis kuliner ini memiliki potensi yang sangat besar, namun pengusaha harus mampu menciptakan produk yang sesuai dengan keinginan pangsa pasar tersebut.
Melalui analisis berdasarkan kriteria Timmons yang telah dilakukan, kuliner Pempek Sungai Musi dapat menghadapi tantangan dan tuntutan yang ada melalui perencanaan dan adanya inovasi-inovasi. Inovasi yang dibuatpun merupakan penjabaran misi dan visi yang dibuat oleh kuliner Pempek Sungai Musi.
Produk makanan merupakan produk yang selalu dibutuhkan oleh konsumen, jadi berdasarkan kriteria Timmons produk yang ditawarkan oleh kuliner Pempek Sungai Musi digolongkan pada produk berpotensi tinggi. Ditambah lagi dengan trend yang ada saat ini dimana masyarakat mulai sadar mengenai hidup sehat dan menyukai hal yang praktis. Walaupun demikian, kuliner Pempek Sungai Musi tetap harus berinovasi dan terus meningkatkan kualitas serta pelayanan produknya agar bisa terus diminati oleh konsumen. Hasil analisis dari Pempek Sungai Musi dapat dilihat dari tabel berikut ini:
Tabel 5.15
Hasil Analisis Pempek Sungai Musi
Kriteria Indikator
Pempek Sungai Musi
Penilaian
Market and Margin Related Issues Kebutuhan dan keinginan
konsumen
Teridentifikasi Potensi Tinggi
Konsumen Terjangkau dan menerima
produk yang ditawarkan
Potensi Tinggi
Waktu kembali modal 6 bulan 1 hari Potensi Tinggi
Nilai tambah 62,96% Potensi Tinggi
Tingkat pertumbuhan pasar
Terus berkembang Potensi Tinggi
Tingkat laba kotor 46,16% Potensi Tinggi
Competitive Advantage Biaya tetap dan tidak tetap
Tinggi Potensi Tinggi
Tingkat pengendalian harga dan biaya
Tinggi Potensi Tinggi
Jaringan Sedang Potensi Sedang
Value Creation and Realization Issues
Laba setelah pajak 31,66% Potensi Tinggi
Waktu arus kas positif Tahun pertama Potensi Tinggi
Tingkat pengembalian investasi
Gambaran diatas menunjukkan bahwa secara keseluruhan usaha kuliner Pempek Sungai musi menunjukkan potensi yang tinggi untuk dijalankan sebagai usaha. Dengan pangsa pasar yang sangat besar dan masih sedikitnya pemain di pangsa pasar ini.
Kebutuhan dan keinginan konsumen dengan segmen market ini sudah bisa teridentifikasi dimana konsumen menginginkan bahan yang berkualitas, rasa yang enak, dan pelayanan yang terbaik. Dan dari segi harga pun segmen pasar ini tidak terlalu sensitif dengan harga sehingga apabila harga yang ditawarkan sedikit mahal tetapi sesuai dengan kualitas yang diberikan maka bagi mereka bukan masalah. Selain itu, promosi mulut ke mulut serta melalui media sosial sangatlah efektif menjangkau luas konsumen potensial di kota Bandung.