Penggunaan Kapur Padam Sebagai Pengganti Filler Pada Campuran AC-WC
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Kadar Aspal Optimum, stabilitas, kelelehan, VIM, VMA, VFA, dan MQ pada campuran aspal beton AC-BC yang menggunakan batu
Beton aspal adalah tipe campuran pada lapisan penutup konstruksi perkerasan jalan yang mempunyai nilai struktural dengan kualitas yang tinggi, terdiri atas agregat
Di Indonesia sebagian besar konstruksi jalan raya mengguanakan tipe perkerasan lentur dengan aspal minyak sebagai pengikat dan agrekat sebagai pengisi campuran.Kinerja optimum
Salah satu efek yang ditimbulkan dari adanya segregasi agregat di dalam campuran adalah berubahnya gradasi dan kadar aspal dalam suatu campuran lapisan
Kebutuhan material alam untuk konstruksi perkerasan jalan raya di Provinsi Gorontalo baik untuk fraksi agregat kasar, agregat halus atau pun filler sangat besar, hal
Pada Gambar 2, dapat dilihat bahwa pengaruh penggunaan batu kapur sebagai pengganti agregat halus akan meningkatkan nilai kadar aspal optimum pada campuran aspal
Dari pengujian yang telah dilakukan terhadap bahan-bahan dasar campuran aspal beton dalam penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa perencanaan campuran aspal beton dengan filler
Berdasarkan hal tersebut di atas, akan diteliti pengaruh penggunaan batu kapur sebagai pengganti agregat halus yang selama ini menggunakan batu pecah pada campuran aspal beton AC-BC,