• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pusat Komunitas Permainan Tradisional Melayu Di Meranti Dengan Prinsip Desain Frank O Gehry

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pusat Komunitas Permainan Tradisional Melayu Di Meranti Dengan Prinsip Desain Frank O Gehry"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

JOURNAL OF ARCHITECUTRE AND URBANISM RESEARCH

Available online http://ojs.uma.ac.id/index.php/jaur

Pusat Komunitas Permainan Tradisional Melayu Di Meranti

Dengan Prinsip Desain Frank O Gehry

The Center of The Malay Traditional Game Community In

Meranti With The Principle of Frank O Gehry Design

Rahmat

1)

, Gun Faisal

2)

& Pedia Aldy

3)

*

1,2,3)Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Riau Pekanbaru, Indonesia Diterima: Juli 2020; Disetujui: Oktober 2020; Dipublikasi: 31 Oktober 2020

*Coresponding Email: [email protected] Abstrak

Kabupaten Kepulauan Meranti merupakan Kabupaten di Pesisir Timur dengan memiliki potensi yang besar untuk maju dari sektor pariwisata, salah satunya Tradisi Permainan Tradisional. Dengan adanya permainan tradisional membuat daerah tersebut lebih dikenal masyarakat sekitar baik dalam negeri maupun luar negeri, hanya saja di Kabupaten Meranti masih sangat kurang fasilitas penunjang sebagai wadah untuk melaksanakan kegiatan tersebut, dengan akses yang sangat jauh dan terpisah untuk menuju ke masing-masing permainan tersebut sulit bagi wisatawan dan para komunitas untuk ikut serta mendukung adanya permainan tradisional tersebut. Untuk mendukung kegiatan tersebut agar tetap terlaksana dan mudah dijangkau dibutuhkan Pusat Komunitas Permainan Tradisional Melayu sebagai wadah para Komunitas Permainan Tradisional di Meranti untuk melaksanakan berbagai kegiatan. Dalam perancangan Pusat Komunitas Permainan Tradisional Melayu dengan menggunakan tema rancangan dari Prinsip Desain Frank O Gehry sangat memikirkan hasil perancangan sesuai dengan fungsi yang dimana Frank O Gehry sendiri merupakan salah satu arsitek yang bersifat Postmodern dengan tidak melupakan budaya lokal. Pusat Komunitas Permainan Tradisional Melayu Di Meranti Dengan Prinsip Desain Frank O Gehry ini diharapkan dapat membantu para komunitas di Meranti untuk melaksanakan kegiatan yang dapat memicu majunya daerah tersebut. Luaran yang ingin dicapai adalah sebuah desain yang dapat menampung budaya yang ada dan perkembangan zaman sehingga dapat menghasilkan bangunan yang mempunyai konsep.

Kata Kunci: Komunitas; Permainan Tradisional; Frank O Gehry; Melayu; Meranti Abstract

Kepulauan Meranti Regency is a Regency on the East Coast with great potential to advance from the tourism sector, one of which is Traditional Game Tradition. With the existence of traditional games, the area is more well-known by local and foreign communities, it's just that in Meranti Regency there are still very few supporting facilities as a place to carry out these activities, with very far and separate access to go to each of these games it is difficult for tourists and communities to participate in supporting the existence of these traditional games. To support these activities in order to remain implemented and easily accessible, the Traditional Malay Game Community Center is needed as a forum for the Traditional Game Communities in Meranti to carry out various activities. In designing the Malay Traditional Game Community Center using the design theme of the Frank O Gehry Design Principles, the thought of the design is in accordance with the function in which Frank O Gehry himself is a Postmodern architect by not

(2)

Journal of Architecture and Urbanism Research, 4 (1) (2020): 30-37

31

forgetting the local culture. The Malay Traditional Game Community Center in Meranti With the Frank O Gehry Design Principles is expected to help the communities in Meranti to carry out activities that can trigger the advancement of the area. The output to be achieved is a design that can accommodate the existing culture and the times so that it can produce a building that has a concept.

Keywords: community; Traditional games; Frank O Gehry; Malay; Meranti

How to Cite: Rahmat, Gun Faisal, Pedia Aldy (2020). Pusat Komunitas Permaianan Tradisional Melayu Dengan Prinsip Desain Frank O Gehry. JAUR (Journal of Architecture and Urbanism Research). 4 (1): 30-37

(3)
(4)

Journal of Architecture and Urbanism Research, 4 (1) (2020): 30-37

31

PENDAHULUAN

Permainan tradisional sangatlah populer sebelum teknologi masuk ke Indonesia. Dahulu, anak-anak bermain dengan menggunakan alat yang seadanya. Namun kini, mereka sudah bermain dengan permainan-permainan berbasis teknologi yang berasal dari luar negeri dan mulai meninggalkan permainan tradisional.

Menurut Putri (dalam Darajat, 2018) Permainan tradisional adalah suatu hasil budaya masyarakat yang telah tumbuh dan hidup sampai sekarang, permainan tradisional merupakan peninggalan nenek moyang yang dilakukan dengan hati riang dan gembira dimana permainan tersebut dimainkan menggunakan bahasa daerah masing-masing dan harus dilestarikan guna mempererat jiwa sosial dan memperkokoh jati diri bangsa. Permainan tradisional menjadikan seseoarang bersifat trampil, ulet dan cekatan serta memiliki manfaat bagi anak.

Permainan tradisional melayu saat ini sangat sulit ditemukan di Provinsi Riau maupun di Kabupaten Meranti, dikarenakan anak-anak dan para remaja telah terpengaruh oleh teknologi dan permainan modern.

Kabupaten Meranti memiliki potensi yang besar untuk maju dari sektor pariwisata salah satunya yaitu Permainan Tradisional melayu yang saat ini hampir terlupakan. Selain permainan tradisional melayu, Kabupaten Meranti memiliki permainan tradisional yang hanya dimainkan didaerah permainan tersebut berasal. Permainan tradisional melayu tersebut bisa dijadikan suatu event tahunan untuk Kabupaten Meranti yang mengundang banyak para wisatawan dari

luar daerah untuk berkunjung ke Kabupaten Meranti. hanya saja di Kabupaten Meranti masih sangat kurang fasilitas penunjang serta tempat untuk mewadahi kegiatan tersebut. Untuk itulah diperlukan Pusat Komunitas Permainan Tradisional Melayu Di Meranti yang dapat dijadikan sebagai wadah berupa Pusat Kegiatan Permainan Tradisional Melayu Di Meranti.

Pusat Komunitas Permainan Tradisional Melayu ini adalah suatu wadah bagi masyarakat meranti untuk mengadakan agenda tahunan yang mana biasanya agenda tahunan ini dilaksanakan secara terpisah sesuai daerahnya masing-masing.

Fungsi dari bangunan Pusat Komunitas berkaitan erat dengan latar belakang dan tujuan dari komunitas yang mewadahi didalamnya. Sebuah bangunan Pusat Komunitas yang satu dengan yang lainnya akan berbeda tergantung pada komunitasnya (Putra, 2017). (a) pusat komunitas yang dibuat oleh pemerintah. (b) Pusat Komunitas yang dibuat swadaya oleh masyarakat.

Menurut Hanifah, dkk (2017) Konsep Dasar Perancangan Frank O Gehry adalah (a) penggunaan material seng gelombang dan rantai, kemudian menembus pembungkus dengan kaca lebar yang diputar sehingga menimbulkan celah dijadikan material pembungkus bangunan. (b) dengan konsep desainnya banyak diperngaruhi oleh seni membuat kebebasan kepada orang untuk mengapreasisasi atau mempresepsi secara berbeda tergantung pada pemahaman masing-masing. (c) kemampuan berimajinasi frank gehry yang luar biasa dalam mengotak-atik bentuk geometri dan menyusun kembali dalam bentuk yang kompleks. hal ini postmodern, dangan kebebasan desain yang imajinatif, inovasi dalam penggunaan material, maupun struktur dan konstruksi. (d) konsep metafora Arsitektur merupakan konsep yang digunakan

(5)

32 Frank Gehry dalam perancangan . (e)

Selain itu Frank Gehry juga menyukai Pluralitas, baginya konsep Pluralism merupakan sesuatu yang indah. (f) Gehry mensikapi perkembangan jaman dengan ekspresi latar belakang budayanya, yang menurutnya bahwa dunia ini semakin sibuk. (g) Pendekatan seni dalam penyelesaian karya Arsitekturnya merupakan proses dari pencarian dia terhadap makna seni yang kemudian mengilhami gagasan-gagasanya

Adapun tujuan penelitian ini adalah Untuk merencanakan standar fasilitas penunjang yang terdapat pada Pusat Komunitas Permainan Tradisional Melayu Di Meranti, Merancang Pusat Komunitas Permainan Tradisional Melayu sebagai wadah bagi masyarakat Meranti dan Menerapkan Cirikhas Prinsip Desain Frank O Gehry pada Pusat Komunitas Permainan Tradisional Melayu Di Meranti.

METODE PENELITIAN

Metode yang digunakan dalam perancangan Pusat Komunitas Permainan Tradisional Melayu Di Meranti Dengan Prinsip Desain Frank O Gehry ini yaitu melalui metode Perancangan konsep Metafora kombinasi Prinsip Desain Frank O Gehry.

Strategi perancangan Pusat Komunitas Permainan Tradisional Melayu Di Meranti Dengan Prinsip Desain Frank O Gehry adalah Survei, Analisis Site, Analisis Fungsi, Program Ruang, Penzoningan, Studi Literatur, Studi Banding, Konsep, Tatanan Massa, Bentuk Massa, Sistem Utilitas, Sistem Struktur, Detail Lansekap, Fasad Dan Hasil Desain.

Dalam proses perancangan terdapat cara untuk mendapatkan data guna mendukung suatu proses perancangan

yaitu dengan melakukan metode pengumpulan data yang bisa dilakukan dengan beberapa cara adalah (a) Data primer yaitu Survei instansi, observasi dan dokumentasi. (b) Data sekunder yaitu Studi pusataka dan studi banding.

Gambar 1. Bagan Alur Perancangan

HASIL DAN PEMBAHASAN

Lokasi tapak dalam perancangan yaitu berada di Jl. H. Sulaiman, Kel. Selat Panjang Barat, Kec. Tebing Tinggi, Kab. Kepulauan Meranti Dengan data fisik sebagai berikut:

Gambar 2. Lokasi Site

Analisa Tapak Analisa Fungsi

Program Ruang

Penzoningan

Prinsip Desain Frank O Gehry

Konsep

Sirkulasi Ruang Dalam Sirkulasi Ruang Luar

Tatanan Ruang Dalam

Bentukan Massa Sistem Utilitas Fasad Bangunan Sistem Struktur

Tatan Ruang Luar

Detail lansekap Hasil Perancangan Fe ed Back survey

(6)

Journal of Architecture and Urbanism Research, 4 (1) (2020): 30-37

33

(Sumber : https://bit.ly/2VVSTfF)

Lokasi tapak memiliki lahan kosong dengan lahan± 2 Ha, KDB yang diharuskan dilokasi tersebut yaitu 50%, dan tidak terlalu berkontur pada lahan dengan ketinggian 1m dari air laut.

Analisa kegiatan penggunaan bangunan dalam kebutuhan ruang yang diperlukan untuk bangunan Pusat Komunitas Permainan Tradisional Melayu Di Meranti agar memaksimal fungsi, terbagi dalam tabel sebgai berikut:

Tabel 1. Kebutuhan Ruang Kebutuhan

ruang Jenis kegiatan

Luasan (m2) Ruang fasilitas utama Edukasi dan rekreasi dan produksi 4.227,08 m2 Ruang fasilitas pendukung Administrasi, berbelanja dan membaca buku 618,02 m2 Ruang fasilitas pengelola Mengelola bangunan 234 m2 Servis Servis 725,53 m2

Luasan total kebutuhan ruang bangunan

5.804,63

m2

Penzoningan pada perancangan Pusat Komunitas Permainan Tradisional Melayu Di Meranti terbagi beberapa zonasi sebagai berikut:

Gambar 3. Zonasi Perancangan

Perancangan Pusat Komunitas Permainan Tradisional Melayu Di Meranti ini menerapkan tema prinsip desain Frank O Gehry yang dijelaskan sebagai berikut :

Bentuk yang abstrak.

Gambar 4. Bentuk yang abstrak (Sumber : https://bit.ly/2JbnfEy)

Pada penerapan kebangunan, untuk bentukan massa mengambil bentuk dari ide atau konsep awal yang dimana garis abstrak, lengkung mengalir dan menerus dijadikan penerapan kebangunan sehingga menghasilkan bentuk yang abstrak sesuai prinsip yang Frank Gehry sering gunakan.

Bentuk Tidak Kaku dan Bebas.

Gambar 5. Bentuk tidak kaku dan bebas

(Sumber :https://bit.ly/2jZJJvm)

Pola Denah, Gubahan Massa dan Shape yang dirancang tidak melalui penyusunan komposisi-komposisi geometri dasar. Melainkan berawal dari pengambilan titik 12 permainan yang tersusun bebas kemudian

Pengambila n titik yang tersusun bebas kemudian membentuk bidang geometri

(7)

34 dengan membentuk bidang geometri di

setiap titik, namun susunan tanggapan rancangan yang mempengaruhi bentuk bangunan dan menjadi acuan dalam perancangan.

Mewujudakan Bentuk dari Transformasi Simbol dan Bentuk. Konsep yang diterapkan merupakan ide dari sebuah simbol yang berkaitan dengan fungsi perancangan yaitu Pusat Komunitas Permainan Tradisional Melayu. Konsep simbol permainan Gasing ini ditransformasikan kedalam bentuk desain berdasarkan dengan petimbangan-pertimbangan fungsi dan konteks tapak.

Penerapan konsep metafora pada perancangan Frank O Gehry. Konsep metafora pada bangunannya memiliki konsep awal sebagai metafora simbolik. Konsep metafora dari gasing yang merupakan permainan dominan daerah tersebut.

Komposisi Bentuk yang baik dan Proposional.

Gambar 6. Komposisi Bentuk yang baik

dan Proposional

(Sumber :https://bit.ly/2jZJJvm)

Walaupun dasar bentuk dilakukan secara abstrak dan bebas tanpa aturan geometris namun komposisi, irama, proporsi dan sistem kurva yang menentukan tinggi rendahnya perletakkan massa bentuk akan disesuaikan dengan baik dan juga memperhatikan permainan skala massa bangunan

Penggunaan Material dan Perencanaan Struktur. Perancangan Frank O Gehry dengan menggunakan material

baja yang mengkilap untuk mempermudah perancangan dan terlihat kontras pada bangunan ketika menerima pantulan cahaya matahari. Untuk mendukung penggunaan material kaca digunakan untuk kesan kontras yang dihasilkan pada bukaan. Penggunaan panel titanium yang mengkilap yang sering digunakan Frank Gehry pada perancangannya sangat tidak memungkinkan diterapkan pada perancangan Pusat Komunitas Permainan Tradisional Melayu Di Meranti namun diganti dengan material Alumunium Composit (ACP) yang menyerupai baja, Selain itu untuk struktur konstruksi dirancang tidak melupakan budaya yaitu mengambil bentuk dari Cirikhas Budaya Meran

Gambar 7. Penggunaan Material dan

Perencanaan Struktur. (Sumber :https://bit.ly/2jZJJvm)

Konsep perancangan pada Pusat Komunitas Permainan Tradisional Melayu Di Meranti yaitu metafora dari gasing dengan menerapkan prinsip desain Frank O Gehry, yang dijelaskan analisis konsep sebagai berikut:

Gambar 8. Transformasi Konsep

Perancangan Gasing Gasing beradu

besar sebagai gasing uri dan Kecil sebagai gasing pangkah

Lilitan Tali Gasing Di transformasikan Menjadi bidang  Garis abstrak, Lengkung yang mengalir dan menerus  Titik yang menghasilkan bidang geometri yaitu 12 titik yang merupakan Permainan Tradisional Melayu Bentukan yang runcing dan membentuk tinggi dan

rendahnya suatu bidang merupakan transformasi dari kapasitas pengguna suatu fungsi dengan sistem kurva yang

sering digunakan Frank O Gehry dalam perancangan, kapasitas terbanyak merupakan bidang yang tertinggi. Sistem kurva yang menentukan tinggi rendahnya perletakkan massa bangunan Penggunaan material baja yang mengkilap

(8)

Journal of Architecture and Urbanism Research, 4 (1) (2020): 30-37

35 Konsep penerapan tema kedalam

perancangan dijelaskan dalam analisis sebagai berikut:

Bentuk yang abstrak

Garis abstrak, lengkung mengalir dan menerus dijadikan penerapan konsep perancangan yaitu garis pada lilitan tali.

Gambar 9. Penerapan bentuk yang abstrak kedalam konsep

Bentuk yang tidak kaku dan bebas

Gambar 10. Penerapan tema dalam pengambilan titik menjadi bidang geometri

Metafora

Perapan konsep metafora dari gasing yang merupakan permainan dominan didaerah tersebut.

Gambar 11. Konsep metafora dari gasing Komposisi Bentuk yang baik dan Proposional

Komposisi, irama, proporsi dan Sistem Kurva yang menentukan tinggi rendahnya perletakkan massa bentuk.

Gambar 12. Komposisi bentuk yang baik

Penggunaan material dan perencanaan struktur.

Penggunaan material ACP sebagai pengganti material titanium agar tetap terlihat kilap dan kontras.

Gambar 13. Penggunaan material ACP Struktur portal dan struktur Curved Steel dengan menggunakan material baja yang sering digunakan Gehry dalam perancangan.

Pengambilan titik yang tersusun bebas kemudian membentuk bidang geometri

(9)

36 Gambar 14. Penerapan struktur

Berdasarkan penerapan tema rancangan terhadap pada rancangan Pusat Komunitas Permainan Tradisional Melayu Di Meranti ini yaitu didesain dengan bentukan fasad secara proporsi dengan pengulangan fasad yang menyelimuti bangunan.

Gambar 15. Tampak atas

Gambar 16. Perspektif

Konsep pola lansekap diambil dari Lilitan tali pada gasing yang terpusat ketika ingin memutar gasing dijadikan Konsep Pola Lansekap sebagai pedestrian pada Perancangan Tapak.

Gambar 17. Konsep lansekap

Konsep zonasi pada Tapak Pusat Komunitas Permainan Tradisional Melayu ini sebagai berikut :

Gambar 18. Konsep zonasi tapak

Perletakan vegetasi didalam site sesuai dengan kebutuhan dan berdasarkan analisa vegetasi yang ada. Vegetasi yang digunakan adalah Vegetasi Peneduh (pohon mahoni), Penunjuk Arah (pohon palem) dan Pedestrian (pohon pucuk merah).

Gambar 19. konsep vegetasi

SIMPULAN

Dari hasil perancangan Pusat Komunitas Permainan Tradisional Melayu Dimeranti dengan Prinsip Desain Frank O Gehry. Maka dapat disimpulkan untuk perancangan fungsi Mewadahi masyarakat untuk bersilaturahim antar komunitas/kelompok dan mempermudah mereka dalam mengembangkan bakat dengan penggabungan lokasi permainan Tradisional melayu dalam satu lokasi. Konsep yang digunakan Curved Steel Zona permainan dilaut Zona fungsi administrasi dan fungsi pengelola Zona fungsi rekreatif dan fungsi edukatif Tribun penonton permainan yang berada dilaut Tribun penonton permainan yang berada didarat Zona permainan didarat Zona taman lansekap Zona gazebo Zona parkir kendaraan portal

pohon pucuk merah pohon palem

(10)

Journal of Architecture and Urbanism Research, 4 (1) (2020): 30-37

37 dalam perancangan yaitu konsep “Gasing”

kemudian dijabarkan sesuai dengan prinsip Desain Frank O Gehry.

DAFAR PUSTAKA

Community Center

http://en.wikipedia.org/wiki/Communi ty centre, Diakses pada tanggal 4 september 2019

Definisi dan sejarah kabupaten meranti. https://bit.ly/2LgDZvy, diakses pada tanggal 03 juli 2019

Darajat, Erlina Zakiah. (2018). Pengaruh Permainan Tradisional Terhadap Kemampuan Problem Solving Siswa Kelas 3 Sd Islam Sabilul Khoir. Universitas Muhammadiyah Malang, Malang.

Fungsi Community Center

https://en.wikipedia.org/wiki/Commun ity_centre diakses pada tanggal 01 april 2020.

Hernandes, Edgar. (2018). Grha Permainan Tradisional Di Surabaya. Edimensi

Arsitektur. VI. 33-40. Diakses dari

https://bit.ly/2ZMs6S5

Jenis-Jenis Permainan Tradisional Melayu, https://bit.ly/2LbKrUJ, Diakses pada tanggal 31 agustus 2019.

Permasalah Permainan Tradisional. https://bit.ly/2NUxKQb, diakses pada tanggal 02 juli 2019

Post-modernisme Frank O gehry. https://bit.ly/2khWVzH, Diakses pada 6 september 2019

Prinsip Desain Frank O Gehry. https://bit.ly/2UlmH3o, diakses pada tanggal 05 juli 2019

Putra, Gilang Rizki Fauzi. (2017), Coffee Community Center Di Sleman. Universitas Atma Jaya, Yogyakarta Pusat Komunitas. https://bit.ly/3c0uL22,

diakses pada 25 februari 2020

Riauwindu, Meyadilah (2017). Frank O Gehry Tokoh Arsitektur Post Modern. Di

unduh di

https://www.academia.edu/9852114/Fra nk_O._Gehry_Tokoh_Arsitektur_Post_ Modern.

Singgih, Dwijaya Karto. (2018), Community Center Ledhok Timoho Yogyakarta. Universitas Atma Jaya, Yogyakarta.

Tamba, Erda. 2018, Industri Komik Di Pekanbaru berdasarkan Prinsip Desain Tadao Ando, Seminar Arsitektur, Universitas Riau, Pekanbaru.

Winalda, Yoshua Gilbert. (2019), Pusat Seni Karikatur Di pekanbaru Dengan Prinsip Perancangan Frank O Gehry. Universitas Riau, pekanbaru.

Yandi, Sepli. 2017, Pusat Seni Dan Kebudayaan Di Kuantan Singingi Dengan Pendekatan Arsitektur Tradisional. Universitas Riau, Pekanbaru.

Gambar

Gambar 1. Bagan Alur Perancangan
Gambar 3. Zonasi Perancangan
Gambar 8. Transformasi Konsep
Gambar 10. Penerapan tema dalam
+2

Referensi

Dokumen terkait

Kajian ini juga akan melihat dari segi pemikiran Tun Dr Mahathir Mohamad (TDM) kerana ketika Krisis Kewangan Asia 1997-1998 TDM merupakan Perdana Menteri ketika itu yang

dengan lama fermentasi 2 hari yang menunjukkan kadar protein kasar

Next, a recommender system uses preferences from the users and combine it with user recommendations for each news article to build a list of suitable articles for each user..

Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan merupakan sebuah perpustakaan umum bagi masyarakat umum. Biasanya yang datang ke perpustakaan Provinsi ini ialah masyarakat

Tujuan dari langkah ini adalah untuk menemukan pelarut terbaik yang dapat memberikan rendemen tanin tertinggi, dengan memvariasikan jenis pelarut dan variasi (jumlah siklus

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiargumentasi Kasasi Penuntut Umum terhadap putusan Judex Facti yang menyatakan penuntutan gugur karena kadaluwarsa dan

Bagian keuntungan atas hasil investasi di Asuransi Syariah Bumi Putera Semarang dari rekening tabungan Adapun status kepemilikan dana pada rekening tabungan masih