WEB PADA LABORATORIUM KLINIK
BIOMEDILAB KARAWANG
TUGAS AKHIR
Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat kelulusan Program Diploma Tiga (D3)
Oleh :
DINA GUSTYANI
NIM : 11171075
Program Studi Sistem Informasi Akuntansi Kampus Kabupaten Karawang Fakultas Teknik dan Informatika
Universitas Bina Sarana Informatika 2020
iv
PERSETUJUAN DAN PENGESAHAN TUGAS AKHIR
Yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama : Dina Gustyani
NIM : 11171075
Jenjang : Diploma Tiga (D3)
Program Studi : Sistem Informasi Akuntansi Kampus Kabupaten Karawang
Fakultas : Teknik dan Informatika
Judul Tugas Akhir : Aplikasi Absensi Karyawan (Alaskar) Berbasis Web Pada Laboratorium Klinik Biomedilab Cabang Karawang
Telah dipertahankan pada periode 1-2020 dihadapan penguji dan diterima sebagai bagian persyaratan yang diperlukan untuk memperoleh Diploma Ahli Madya Sistem Informasi Akuntansi (A.Md.S.I.Ak) pada Program Diploma Tiga (D3) Program Studi Sistem Informasi Akuntansi Kampus Kabupaten Karawang di Universitas Bina Sarana Informatika.
Jakarta, 03 Agustus 2020 PEMBIMBING TUGAS AKHIR
Dosen Pembimbing : Dede Firmansyah Saefudin, M.Kom.
DEWAN PENGUJI
Penguji I : Dian Indah Sari, S.E., M.M.
UNIVERSITAS BINA SARANA
INFORMATIKA
NIM : 11171075
Nama Lengkap : Dina Gustyani
Dosen Pembimbing : Dede Firmansyah Saefudin, M.Kom.
Judul Tugas Akhir : Aplikasi Absensi Karyawan (Alaskar) Berbasis Web Pada Laboratorium Klinik Biomedilab Karawang
NO Tanggal
Bimbingan Pokok Bahasan
Paraf Dosen Pembimbing
1 30 Maret 2020
Bimbingan Perdana Pengajuan Judul
2 13 April 2020 Acc Judul + Pengajuan BAB 1
3 18 April 2020 Revisi BAB 1
4 22 April 2020 Acc BAB 1 + Pengajuan BAB 2
5 20 Mei 2020 Acc BAB 2 + Pengajuan BAB 3
6 28 Juni 2020 Revisi BAB 3
7 1 Juli 2020 Acc BAB 3 + BAB 4
8 1 Juli 2020 Acc Keseluruhan
Catatan untuk Dosen Pembimbing. Bimbingan Tugas Akhir
Dimulai pada tanggal : 30 Maret 2020
Diakhiri pada tanggal : 01 Juli 2020 Jumlah pertemuan bimbingan : 8 Pertemuan
Disetujui oleh, Dosen Pembimbing
Dede Firmansyah Saefudin, M.Kom
viii
ABSTRAKSI
Dina Gustyani, NIM : 11171075, Aplikasi Absensi Karyawan (Alaskar) Berbasis
Web Pada Laboratorium Klinik Biomedilab
Dari hasil penelitian, sistem absensi pada perusahaan tersebut masih berjalan manual dengan lembaran kertas, dengan absensi manual ini seringkali terjadi kesalahan dalam pembuatan laporan yang begitu pula masih ketik manual terutama pada laporan overtime yang terkadang tidak sesuai dengan apa yang karyawan tulis pada lembar absensi, begitupun karyawan tersendiri seringkali tidak jujur dalam penulisan waktu absen pada lembar absensi. Maka dari itu dibuatlah aplikasi absensi. Aplikasi ini digunakan untuk menyimpan dan mengelola data Absensi, aplikasi ini dibangun dengan metode waterfall. Software yang digunakan adalah Visual Studio Code dengan menggunakan framework Code Igniter dan metode MVC (Model, View,
Controller). Aplikasi absensi ini adalah salah satu solusi untuk mempermudah proses
absen karyawan, laporan karyawan dan laporan absensi di setiap bulannya. Sehingga membuat waktu menjadi lebih efisiensi, mengatasi kesalahan dan kehilangan data, serta menghindari kecurangan dalam melakukan absen.
Kata Kunci: Aplikasi, Absensi Karyawan, Metode Waterfall, Code Igniter,
ix
ABSTRACTION
Dina Gustyani, NIM: 11171075, Employee Attendance application (Alaskar) Web based in Biomedilab clinical laboratory
From the results of the study, attendance system in the company is still running manual with sheets of paper, with the absence of this manual is often an error in the making of reports that so anyway still type the manual, especially in overtime report that sometimes does not correspond to what the employee wrote on the attendance sheet, likewise independent employees are often dishonest in writing absent time on attendance sheet. Therefore, there is a application for attendance. This application is used to store and manage attendance data, this application is built with waterfall method. The Software used is Visual Studio Code by using the Code Igniter framework and the MVC (Model, View, Controller) method. Attendance application is one solution to simplify the process of employee absence, employee reports and attendance report in each month. Thus making time more efficiencies, overcoming errors and data loss, as well as avoiding cheating in the absence.
Keywords: application, employee attendance, Waterfall method, Code Igniter,
x
Lembar Judul Tugas Akhir... i
Lembar Pernyataan Keaslian Tugas Akhir ... ii
Lembar Pernyataan Persetujuan Publikasi Karya Ilmiah ... iii
Lembar Persetujuan dan Pengesahan Tugas Akhir ... iv
Lembar Konsultasi Tugas Akhir ... v
Kata Pengantar ... vi
Abstraksi ... viii
Daftar Isi... x
Daftar Simbol ... xiii
Daftar Gambar ... xviii
Daftar Tabel ... xx
Daftar Lampiran ... xxi
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1. Latar Belakang Masalah ... 1
1.2. Maksud dan Tujuan ... 2
1.3. Metode Penelitian... 3
1.3.1. Metode Pengumpulan Data ... 3
1.3.2. Metode Pengembangan Software ... 3
1.4. Ruang Lingkup ... 4
BAB II LANDASAN TEORI ... 6
2.1. Konsep Dasar Sistem ... 6
2.1.1. Sistem ... 6 2.1.2. Informasi ... 6 2.1.3. Karakteristik Sistem... 7 2.1.4. Klasifikasi Sistem ... 8 2.1.5. Teknologi Informasi ... 9 2.1.6. Sistem Informasi ... 9 2.1.7. Absensi ... 9
xi 2.1.10. Studi Literatur ... 10 2.2. Peralatan Pendukung ... 12 2.2.1. Sublime Text 3... 12 2.2.2. Framework ... 12 2.2.3. Code Igniter ... 12 2.2.4. Metode MVC ... 12 2.2.5. Metode Perancangan ... 13
2.2.6. Unified Modeling Language (UML) ... 14
2.2.7. Database ... 15
2.2.8. Bahasa Pemrograman ... 17
2.2.9. Konsep Dasar Blackbox Testing ... 19
2.2.10. User Interface... 19
2.2.11. Spesifikasi Software dan Hardware ... 19
BAB III PEMBAHASAN ... 20
3.1. Tinjauan Perusahaan ... 20
3.1.1. Sejarah Perusahaan ... 20
3.1.2. Struktur Organisasi dan Fungsi ... 20
3.2. Tinjauan Kasus ... 24
3.2.1. Proses Bisnis Sistem Berjalan ... 24
3.2.2. Activity Diagram ... 25
3.2.3. Dokumen Masukan ... 25
3.2.4. Dokumen Keluaran ... 26
3.2.5. Permasalahan Pokok ... 27
3.2.6. Pemecahan Masalah ... 27
3.3. Analisis Kebutuhan Software ... 28
3.3.1. Analisis Kebutuhan ... 28
3.3.2. Use Case Diagram ... 31
3.3.3. Activity Diagram ... 39
3.4. Desain ... 57
3.4.1. Entity Relationship Diagram (ERD) ... 57
xii 3.4.5. Sequence Diagram ... 69 3.4.6. User Interface ... 71 3.5. Implementasi ... 80 3.5.1. Code Generation ... 80 3.5.2. Blackbox Testing ... 80
3.5.3. Spesifikasi Hardware dan Software ... 81
BAB IV PENUTUP ... 82
4.1. Kesimpulan ... 82
4.2. Saran ... 83
DAFTAR PUSTAKA ... 84
DAFTAR RIWAYAT HIDUP ... 87
SURAT KETERANGAN RISET ... 88
SURAT SERAH TERIMA APLIKASI ... 89
xiii
1. Simbol UML (Unifiel Modelling Language) a. Simbol Use Case Diagram
ACTOR
Orang proses, atau sistem lain yang berinteraksi dengan sistem yang berinteraksi degan sistem informasi yang akan dibuat sendiri, jadi walaupun simbol dari actor adalah gambar orang, biasanya dinyatakan menggunakan kata benda diawali
frase nama actor. USE CASE
Fungsionalitas yang disediakan sistem sebagai unit-unit yang saling bertukar pesan antara unit
atau actor biasanya dinyatakan dengan
menggunakan kata kerja diawali frase nama use
case.
ASOSIASI/ASSOCIATON
Komunikasi antara actor dan use case yang berpartisipasi pada use case atau use case memiliki interraksi dengan actor
EKSTENSI/EXTEND
Relasi use case tambahan ke sebuah use case dimana use case yang ditambahkan dapat berdiri sendiri walaupun tanpa use case tambahan, memiliki nama depan yang sama dengan use case yang ditambahkan
GENERALISASI/GENERALIZATION
Hubungan generalisasi dan spesialisasi (umum-khusus) antara dua buah use case dimana fungsi yang satu adalah fungsi yang lebih umum
MENGGUNAKAN/INCLUDE
Relasi use case tambahan ke sebuah use case yang ditambahkan memerlukan use case ini untuk menjalankan fungsional atau sebagai syarat dijalankan use case ini.
<<extend>>
xiv
Initial node adalah titik awal dari serangkaian activity atau action.
AKTIVITAS/ACTIVITY
Activity merupakan unit organisasi didalam activity diagram, activity dapat berisi grup-grup
dari action-action.
DECISION
Sebuah decision akan membagi flow menjadi dua dimana hanya satu flow yang akan dilalui apabila kondisi guard terpenuhi.
STATUS AKHIR/FINAL
Status akhir yang dilakukan sistem, sebuah aktivitas memiliki sebuah status baru
SWIMLINE
Memisahkan organisasi bisnis yang bertanggung jawab terhadap aktivitas yang terjadi
PENGGABUNGAN/JOIN
Join sebagai titik temu proses-proses yang parallel menjadi satu flow, dimana flow ini tidak
akan berjalan sebelum semua proses selesai.
FORK
Untuk percabangan proses yang dieksekusi secara parallel atau bersamaan
FLOW FINAL
Digunakan sebagai tanda akhir dari sebuah
control flow Swimlane1
xv
Hubungan dimana objek anak (descendent) berbagi prilaku dan struktur data dari objek yang ada di atasnya objek induk (ancestor)
CLASS
Himpunan dari objek-objek yang berbagi atribut serta operasi yang sama.
REALIZATION
Operasi yang benar-benar dilalukan oleh suatu objek.
DEPENDENCY
Hubungan dimana perubahan yang terjadi pada suatu elemen mandiri (independent) akan mempengaruhi elemen yang bergantung padanya elemen yang tidak mandiri.
ASSOCIATION
Yang menghubungkan antara objek satu dengan objek lain.
AGGREGATION / AGREGASI.
Simbol ini adalah simbol yang menghubungkan antar kelas dengan makna untuk semua bagian. Jadi relasi ini digunakan jika kelas yang satu adalah semua bagian dari kelas yang lainnya
xvi
Object merupakan instance dari sebuah class
dan dituliskan tersusun secara horizontal. Digunakan sebagai sebuah class (kotak) dengan nama obyek didalamnya yang diawali dengan sebuah titik koma.
LIFELINE
Lifeline mengindikasikan keberadaan sebuah object dalam basis waktu. Notasi untuk lifeline
adalah garis putus-putus vertical yang ditarik dari suatu obyek.
ACTIVATION
Activation dinotasikan sebagai sebuah kotak segi empat yang digambarkan pada sebuah lifeline. Activation mengindikasikan sebuah obyek yang akan melakukan sebuah aksi.
MESSAGE
Message digambarkan dengan anak panah
horizontal antara activation message
mengindikasikan komunikasi antara
object-object.
xvii
Suatu objek yang dapat diidentifikasi dalam lingkungan pemakai.
RELASI
Menunjukkan adanya hubungan di antara sejumlah entitas yang berbeda.
ATRIBUT
Berfungsi mendeskripsikan karakter entitas (atribut yang berfungsi sebagai key diberi garis bawah).
LINE
xviii
1. Gambar II.1 Alur Metode MVC ... 12
2. Gambar III.1 Struktur Organisasi ... 21
3. Gambar III.2 Activity Diagram... 25
4. Gambar III.3 Use Case Diagram Login ... 31
5. Gambar III.4 Use Case Diagram Menu Utama ... 31
6. Gambar III.5 Use Case Diagram Menu Dashboard ... 32
7. Gambar III.6 Use Case Diagram Menu Data Karyawan ... 32
8. Gambar III.7 Use Case Diagram Menu MCU ... 33
9. Gambar III.8 Use Case Diagram Menu Busstrip ... 33
10. Gambar III.9 Use Case Diagram Menu A C I S ... 34
11. Gambar III.10 Use Case Diagram Menu Laporan ... 34
12. Gambar III.11 Use Case Diagram Logout ... 35
13. Gambar III.12 Use Case Diagram Karyawan Login ... 35
14. Gambar III.13 Use Case Diagram Dashboard Karyawan ... 36
15. Gambar III.14 Use Case Diagram Karyawan Logout ... 36
16. Gambar III.15 Use Case Diagram Accounting Login ... 37
17. Gambar III.16 Use Case Diagram Dashboard Accounting ... 37
18. Gambar III.17 Use Case Diagram Laporan Accounting ... 38
19. Gambar III.18 Use Case Diagram Accounting Logout ... 38
20. Gambar III.19 Activity Diagram Admin Login ... 39
21. Gambar III.20 Activity Diagram Menu Dashboard ... 40
22. Gambar III.21 Activity Diagram Menu Data Karyawan ... 41
23. Gambar III.22 Activity Diagram Menu MCU ... 42
24. Gambar III.23 Activity Diagram Menu Busstrip ... 43
25. Gambar III.24 Activity Diagram Menu A C I S ... 44
26. Gambar III.25 Activity Diagram Alpa ... 45
27. Gambar III.26 Activity Diagram Cuti ... 46
28. Gambar III.27 Activity Diagram Izin ... 47
29. Gambar III.28 Activity Diagram Sakit ... 48
xix
33. Gambar III.32 Activity Diagram Dashboard Karyawan ... 52
34. Gambar III.33 Activity Diagram Karyawan Logout ... 53
35. Gambar III.34 Activity Diagram Accounting Login ... 53
36. Gambar III.35 Activity Diagram Dashboard Accounting ... 54
37. Gambar III.36 Activity Diagram Laporan Accounting ... 55
38. Gambar III.37 Activity Diagram Accounting Logout ... 56
39. Gambar III.38 Entity Relationship Diagram (ERD) ... 57
40. Gambar III.39 Logical Record Structure (LRS) ... 58
41. Gambar III.40 Class Diagram ... 68
42. Gambar III.41 Sequence Diagram Absen ... 69
43. Gambar III.42 Sequence Diagram Data Absensi ... 70
44. Gambar III.43 Tampilan Login... 71
45. Gambar III.44 Tampilan Dashboard Admin ... 71
46. Gambar III.45 Tampilan Absen Masuk ... 72
47. Gambar III.46 Tampilan Absen Keluar ... 72
48. Gambar III.47 Tampilan Peringatan Absen... 73
49. Gambar III.48 Tampilan Edit Profile ... 73
50. Gambar III.49 Tampilan Data Karyawan ... 74
51. Gambar III.50 Tampilan Tambah Data Karyawan ... 74
52. Gambar III.51 Tampilan Ubah Data Karyawan ... 75
53. Gambar III.52 Tampilan Hapus Data Karyawan ... 75
54. Gambar III.53 Tampilan MCU ... 76
55. Gambar III.54 Tampilan Busstrip... 76
56. Gambar III.55 Tampilan A C I S ... 77
57. Gambar III.56 Tampilan Laporan... 77
58. Gambar III.57 Tampilan Logout... 78
59. Gambar III.58 Tampilan Cetak Profile Karyawan ... 78
60. Gambar III.59 Tampilan Hasil Export File Karyawan ... 79
xx
1. Tabel III.1 Spesifikasi File Karyawam ... 59
2. Tabel III.2 Spesifikasi File Absen Masuk ... 60
3. Tabel III.3 Spesifikasi File Absen Keluar ... 61
4. Tabel III.4 Spesifikasi File Alpa ... 62
5. Tabel III.5 Spesifikasi File Cuti ... 63
6. Tabel III.6 Spesifikasi File Izin ... 64
7. Tabel III.7 Spesifikasi File Sakit ... 65
8. Tabel III.8 Spesifikasi File Busstrip ... 66
9. Tabel III.9 Spesifikasi File MCU ... 67
10. Tabel III.10 BlackBox Testing ... 80
xxi
1. Lampiran A.1 Lembar Absensi ... 91 2. Lampiran B.1 Laporan Absensi ... 91 3. Lampiran C.1 Dokumentasi serah terima aplikasi ... 92
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang MasalahDalam perkembangan teknologi yang sangat pesat, kebutuhan akan informasi yang tepat diperlukan kecepatan dan keakuratan dalam pengolahan data. Maka dari itu, diperlukan sarana pendukung yang memadai seperti penggunaan komputer secara maksimal serta sistem yang handal.
Sistem informasi adalah sistem yang dibutuhkan oleh manusia, karena dapat mencari berbagai informasi dengan cepat, tepat dan akurat sehingga memudahkan manusia untuk memenuhi segala kebutuhannya. seiring berjalannya waktu begitupun dengan teknologi juga semakin berkembang, dahulu manusia melakukan pencatatan administrasi hanya menggunakan fasilitas seadanya dan dapat menyebabkan kerusakan bahkan kehilangan data, maka dari itu, sistem informasi memiliki pengaruh besar terhadap manusia, dan saat ini sistem informasi mudah dicari dan digunakan dengan menggunakan fasilitas komputer.
Kegiatan manajemen didalam perusahaan sangat memerlukan sistem informasi yang berkualitas dan yang berguna untuk mengambil keputusan agar tujuan dari perusahaan dapat terpenuhi.
Karena sistem absensi karyawan sebagai informasi utama suatu perusahaan, maka sistem absensi karyawan harus mendapatkan perhatian yang serius, karena sistem absensi karyawan merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk mencatat kehadiran setiap karyawan perusahaan. Sistem absensi karyawan yang dibangun secara terencana dengan baik dapat memperoleh hasil yang relevan dan akurat sehingga tidak mengganggu proses kegiatan yang lainnya.
Prosedur absensi pada Laboratorium Klinik Biomedilab Karawang yang diterapkan saat ini dapat dikatakan masih kurang efektif dan efisien, dimana semua masih dilakukan secara manual. Hal ini berdampak pada waktu yang relatif lama dalam proses perhitungan rekapitulasi absensi karyawan, serta laporan yang dibuat dalam bentuk hardcopy yang dapat menyebabkan kesalahan dalam pencatatan data, menyulitkan dalam pencarian data dan kemungkinan dapat terjadi kehilangan data absensi karyawan. Oleh sebab itu, diperlukan adanya sistem untuk mengatasi permasalahan-permasalahan absensi pada Laboratorium Klinik Biomedilab Karawang.
Berdasarkan permasalahan diatas maka penulis berupaya merancang sebuah sistem absensi berbasis desktop yang tentunya mempermudah staff dalam mengontrol kehadiran karyawan. Maka dari itu penulis tertarik membuat sistem dengan judul “Aplikasi Absensi Karyawan (AlasKar) Berbasis Web Pada Laboratorium Klinik Biomedilab Karawang”
1.2.
Maksud dan TujuanMaksud penulis dalam penulisan laporan Tugas Akhir ini antara lain :
1.
Menganalisis proses bisnis, untuk mengetahui bagaimana sistem absensi karyawan yang sedang berjalan pada Laboratorium Klinik Biomedilab2.
Merancang sistem informasi absensi pada perusahaan tersebut agar menghasilkan informasi yang cepat, tepat dan akurat.3.
Agar hasil penelitian dapat dimanfaatkan dan digunakan oleh perusahaan untuk mengambil solusi dari permasalahan yang adaSedangkan tujuan dari penulisan Tugas Akhir adalah sebagai untuk memenuhi salah satu syarat kelulusan Program Diploma Tiga (D3) Program Studi Sistem Informasi Akuntansi Universitas Bina Sarana Informatika PSDKU Karawang.
1.3.
Metode PenelitianBeberapa metode penulisan Tugas Akhir yang penulis pakai adalah sebagai berikut:
1.3.1.
Metode Pengumpulan DataPenulis melakukan pengumpulan data Tugas Akhir ini dengan menggunakan metode dibawah ini:
A. Metode Observasi
Metode ini dilakukan dengan cara mengamati langsung bagaimana sistem absensi karyawan pada Laboratorium Klinik Biomedilab Karawang.
B. Metode Wawancara
Metode ini menggunakan cara mengumpulkan data berupa informasi dengan cara melakukan tanya jawab secara langsung pada bagian Administrasi Biomedilab. Penulis mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan masalah yang dipilih mengenai absensi karyawan.
C. Studi Pustaka
Studi pustaka adalah teknik pengumpulan data dengan cara mendapatkan informasi dari buku dan jurnal ilmiah yang berhubungan dengan objek penelitian dalam hal ini adalah sistem informasi absensi karyawan.
1.3.2.
Metode Pengembangan SoftwareMetode waterfall adalah metode pengembangan software yang penulis pakai. Berikut adalah tahapan dalam metode waterfall, yaitu:
1. Analisis Kebutuhan
Biomedilab. Serta, pengumpulan data-data karyawan yang dibutuhkan untuk perancangan sistem informasi absensi.
2. Desain
Proses desain ini berfokus pada perancangan software yang sudah di analisis pada tahap sebelumnya. Desain yang dihasilkan pada tahap ini adalah, Use Case
Diagram, Entity Relationship Diagram (ERD) dan Logical Record Structure (LRS). Sehingga membantu menspesifikasikan kebutuhan hardware dan sistem
secara keseluruhan. 3. Implemetasi
Proses tahap implementasi ini adalah proses pembuatan sistem dengan menggunakan Sublime Text 3. Gambaran sistem di tahap sebelumnya diimplementasikan dalam bentuk program sampai menghasilkan sistem akhir. 4. Pengujian
Tahapan ini merupakan tahapan dimana sistem atau aplikasi yang telah dibuat dilakukan pengujian menggunakan blackbox testing. Blackbox testing ini adalah untuk mengetahui apakah sistem tersebut sudah sesuai desain atau masih ada kekurangan / kesalalahan.
1.4.
Ruang lingkupRuang lingkup dari penulisan Tugas Akhir ini hanya membahas mengenai sistem pengolahan data absensi yang sedang berjalan saat ini di Laboratorium Klinik Biomedilab dan bentuk rancangan dari sistem informasi pengolahan data absensi karyawan. Sistem yang sedang berjalan pada saat ini terdiri dari data karyawan, data cuti karyawan, data absensi karyawan dan laporan absensi. Pembuatan sistem informasi ini adalah untuk membuat sebuah sistem informasi absensi karyawan.
Sistem yang akan dibuat adalah sistem berbasis web. Sistem informasi ini harus dapat mengatasi semua sistem yang biasanya dikerjakan secara manual, seperti: 1. Sistem informasi ini hanya ditujukan untuk Laboratorium Klinik Biomedilab
Karawang.
2. Sistem informsi ini hanya membahas mengenai proses pencatatan seluruh data karyawan, data cuti karyawan dan absensi karyawan setiap harinya.
3. Dalam sistem informasi ini juga terdapat tabel mengenai perhitungan total kehadiran karyawan / ketidakhadiran karyawan, total jam kerja, total overtime
hour, overtime medical check up (onsite), overtime buss trip, serta cuti karyawan.
4. Sistem informasi ini dapat mencetak seluruh laporan absensi karyawan berikut laporan overtime maupun data personal karyawan jika dibutuhkan.
6
BAB II
LANDASAN TEORI 2.1. Konsep Dasar Sistem
Konsep dasar sistem sangatlah penting untuk memahami sistem secara detail, untuk mengetahui lebih lanjut fungsi sistem maka terlebih dahulu harus memahami konsep dasar sistem, karena sebelum sistem itu dibangun kita harus mengetahui langkah-langkah cara kerja sistem.
2.1.1. Sistem
Menurut Hutahean “sistem adalah suatu himpunan suatu “benda” nyata atau abstrak (a set of thing) yang terdiri dari bagian-bagian atau komponen-komponen yang saling berkaitan, berhubungan, berketergantungan, saling mendukung yang secara keseluruhan bersatu dalam satu kesatuan (Unity) untuk mencapai tujuan tertentu secara efesien dan efektif.” (Juma’anah & Muryani, 2018)
Menurut Susanto “Sistem ialah gabungan dari sub bagian atau bagian apapun baik dalam bentuk fisik maupun bentuk non fisik yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerja bersama secara harmonis dalam mencapai suatu tujuan tertentu.” (Langi, Saerang, & Gerungai, 2019)
2.1.2. Informasi
“Secara umum informasi dapat didefinisikan sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian yang nyata yang digunakan untuk pengambilan keputusan.”(Anggraeni & Irviani, 2017)
2.1.3. Karakteristik Sistem
Sistem memiliki ciri-ciri yang dapat diklasifikasikan sebagai berikut (Lukman & Munawir, 2018) :
1. Component
Suatu system harus memiliki beberapa elemen atau unsur-unsur atau unit-unit yang tersendiri namun akan terintegrasi dengan sistem tersebut, seperti paru-paru dalam suatu system pernafasan.
2. Boundary
Boundary adalah batas sistem suatu system tentunya harus berbeda atau terpisah
dengan system lain atau lingkungan diluar system. 3. Environment
Environment adalah lingkungan luar, sisi/bagian yang bukan termasuk kedalam
suatu system. 4. Interface
Interface atau conector/penghubung antar elemen luar dengan system. 5. Input
Masukan yang akan diproses oleh sistem.
6. Process
Pengolah, system harus memiliki unit pengolahan.
7. Output
Keluaran atau hasil dari pengolahan.
8. Objective
2.1.4. Klasifikasi Sistem
Menurut (Lukman & Munawir, 2018) klasifikasi sistem dapat digolongkan sebagai berikut:
1. Abstract System
Abstract System adalah sistem yang tidak tampak secara fisik, karena hanya
berupa pemikiran atau ide-ide. Contoh, sistem Teologi yang merupakan suatu sistem yang menggambarkan hubungan manusia dengan Tuhan.
2. Sistem Fisik (Physical System)
Sistem Fisik (Physical System), adalah sistem yang tampak secara fisik. Contoh, Sistem Komputer, Sistem Produksi, Sistem Pendidikan dll.
3. Sistem Alamiyah (Natural System)
Sistem Alamiyah (Natural System), adalah sistem yang terjadi dari proses-proses alam. Contoh Sistem Geologi.
4. Sistem buatan Manusia (Human made system)
Sistem buatan Manusia (Human made system), adalah suatu sistem yang dirancang atau didisain oleh manusia, contoh Sistem Informasi.
5. Sistem Determinisik (Deterministic System)
Sistem Determinisik (Deterministic System), adalah sistem yang beroperasi dengan tingkah laku yang dapat diramalkan. Interaksi antar elemen-elemen dapat diteteksi, sehingga outputnya juga diramalkan. Contoh sistem kompputer 6. Sistem Probabiltas (Probabilistic System)
Sistem Probabiltas (Probabilistic System), adalah sistem yang tidak bisa diramalkan Contohnya Sistem Manusia.
Sistem Tertutup (Closed System), adalah sistem yang tidak bisa berhubungan dengan lingkungan luarnya.
8. Sistem Terbuka (Open System)
Sistem Terbuka (Open System), adalah sistem yang berhubungan atau dipengaruhi oleh lingkungan luarnya.
2.1.5. Teknologi Informasi
Menurut Alter “Teknologi informasi mencakup perangkat keras dan perangkat lunak untuk melaksanakan satu atau sejumlah tugas pemprosesan data seperti menangkap, mentransmisikan, menyimpan, mengambil, memanipulasi, atau menampilkan data. Secara garis besar, peranan teknologi informasi adalah menggantikan peran manusia, memperkuat peran manusia dan berperan dalam restrukturisasi terhadap peran manusia.” (Y. Utami, Nugroho, & Wijaya, 2018) 2.1.6. Sistem Informasi
“Sistem informasi yaitu suatu sistem yang menyediakan informasi untuk manajemen dalam mengambil keputusan dan juga untuk menjalankan operasional perusahaan, dimana sistem tersebut merupakan kombinasi dari orang-orang, teknologi informasi dan prosedur-prosedur yang terorganisasi. Biasanya suatu perusahaan atau badan usaha menyediakan semacam informasi yang berguna bagi manajemen.” (Anggraeni & Irviani, 2017)
2.1.7. Absensi
“Absensi adalah salah satu proses transaksi yang penting sekali dan saling berkaitan sehingga sangat penting pada suatu perusahaan. Proses ini dikatakan penting karena mempengaruhi besarnya gaji atau upah, tunjangan atau kesejahteraan karyawan yang telah ditetapkan oleh perusahaan, oleh karena itu didalam pengolahan data absensi diupayakan untuk seminimal mungkin tidak terjadinya kesalahan.”(Sipayung & Sukmaindrayana, 2018)
2.1.8. Sistem Absensi
Menurut Rinjap “Sistem absensi yang merupakan sebuah sistem yang di gunakan untuk mencatat daftar kehadiran setiap anggota instansi tersebut. Sistem absensi mencatat identitas anggota instansi dan waktu keluar- masuk anggotanya.sistem absensi juga mempunyai kemapuan untuk memberikan laporan yang akurat. oleh karena itu,kebanyakan sekolah memanfaatkan daftar kehadiran siswa untuk menentukan kehadiran siswa tersebut selain itu,daftar kehadiran juga dapat memberikan informasi seberapa produktif sekolah itu dengan siswa yang di milikinya.” (Rubiati & Harahap, 2019)
2.1.9. Aplikasi Berbasis Web
Menurut Rizky “Aplikasi berbasis web (web based aplication) adalah aplikasi yang dapat dijalankan langsung melalui web browser bisa menggunakan internet ataupun tidak tergantung pada sistem operasi yang digunakan.” (Tambuwun, Sengkey, & Rindengan, 2017)
Aplikasi berbasis web memiliki beberapa kelebihan sebagai berikut :
1. Platform independent yaitu aplikasi dapat dijalankan di berbagai sistem operasi seperti Windows, linux dan Mac OS.
2. Untuk menjalankan aplikasi dibanyak komputer tidak perlu instal aplikasi di setiap komputer, cukup copy script programnya ke server atau salah satu komputer. Untuk komputer lain yang ingin menjalankan program cukup membuka alamat host server dimana program disimpan melalui browser.
3. Aplikasi dapat dijalankan dari jarak jauh dengan menggunakan koneksi internet. 2.1.10. Studi Literatur
Untuk menunjang Laporan Tugas Akhir ini, penulis memaparkan lima penelitian mengenai Aplikai Absensi Karyawan Berbasis Web pada Laboratorium Klinik Biomedilab, diantaranya :
1. Pada jurnal yang berjudul “Perancangan Aplikasi Web Berbasis Usability” Aplikasi berbasis web (web based aplication) adalah aplikasi yang dapat dijalankan langsung melalui web browser bisa menggunakan internet ataupun tidak tergantung pada sistem operasi yang digunakan. (Tambuwun dkk., 2017) 2. Pada jurnal yang berjudul “Perancangan Sistem Absensi Kehadiran Perkuliahan
dengan Menggunakan Radio Frequency Identification ( RFId )” Absensi dapat
dikatakan suatu pendataan kehadiran yang merupakan bagian dari aktifitas pelaporan yang ada dalam sebuah institusi. Absensi disusun dan diatur sehingga
mudah untuk dicari dan dipergunakan ketika diperlukan oleh pihak yang berkepentingan. (Setiawan & Kurniawan, 2015)
3. Pada jurnal yang berjudul “Sistem Informasi Pengolahan Data Absensi Di
Koperasi Berkat Twin” Absensi adalah salah satu proses transaksi yang penting
sekali dan saling berkaitan sehingga sangat penting pada suatu perusahaan. Proses ini dikatakan penting karena mempengaruhi besarnya gaji atau upah, tunjangan atau kesejahteraan karyawan yang telah ditetapkan oleh perusahaan, oleh karena itu didalam pengolahan data absensi diupayakan untuk seminimal mungkin tidak terjadinya kesalahan. (Sipayung & Sukmaindrayana, 2018) 4. Pada jurnal yang berjudul “Rancang Bangun Sistem Informasi Absensi
Karyawan. PT.San Andreas Mandiri Bekasi” Analisa kebutuhan merupakan sebuah proses untuk mendapatkan informasi, model, spesifikasi tentang sesuatu yang diinginkan pengguna. Pada proses ini dilakukan penganalisaan serta pengumpulan data-data dan informasi untuk mendukung kebutuhan penulis. Penganalisaan dan pengumpula n data tersebut berupa sumber informasi dan perangkat lunak. Hasil data tersebut akan digunakan untuk melengkapi penyusunan perancangan sistem absensi karyawan. (Rio, Hariyanto, & Sunita, 2019)
5. Pada jurnal yang berjudul “Aplikasi Absensi Siswa Menggunakan Qr Code Dengan Bahasa Pemrograman Php Di Smkit Zunurain Aqila Zahra Di Pelintung” Sistem absensi mencatat identitas anggota instansi dan waktu keluar- masuk anggotanya.sistem absensi juga mempunyai kemapuan untuk memberikan laporan yang akurat. (Rubiati & Harahap, 2019)
2.2. Peralatan Pendukung (Tools System)
Dalam penulisan Laporan Tugas Akhir ini, penulis menggunakan beberapa tools
system yang digunakan untuk merancang aplikasi, diantaranya :
2.2.1. Sublime Text 3
Menurut Putra dkk “Sublime text adalah text editor berbasis Python, sebuah text
editor yang elegan, kaya fitur, cross platform, mudah dan simple yang cukup
terkenal dikalangan developer (pengembang) dan desainer. Sublime Text 3 digunakan sebagai editor dari bahasa pemrograman PHP dalam melakukan pengelolaan konten di dalam aplikasi server” (Suparwanto & Pradiatiningtyas, 2017)
2.2.2. Framework
Menurut Betha Sidik “Framework adalah kumpulan instruksi-instruksi yang dikumpulkan dalam class dan function-function dengan fungsi masing-masing untuk memudahkan developer dalam memanggilnya tanpa harus menuliskan
syntax program yang sama berulang-ulang serta dapat menghemat waktu”.
(Destiningrum & Adrian, 2017) 2.2.3. Code Igniter
“Code Igniter adalah aplikasi open source berupa framework dengan model MVC (Model, View, Controller) untuk membangun website dinamis dengan menggunakan PHP. CodeIgniter memudahkan developer atau pengembang web untuk membuat aplikasi web dengan cepat dan mudah dibandingkan dengan membuat dari awal.” (Supono & Putratama, 2018)
2.2.4. Metode MVC
Adapun alur dari program aplikasi berbasis codeigniter yang menggunakan konsep M-V-C ditunjukkan pada gambar berikut : (Destiningrum & Adrian, 2017)
2.2.5. Metode Perancangan
Metode perancangan adalah sebuah tahapan yang dilakukan untuk melakukan perancangan, metode ini dibutuhkan untuk memudahkan perancangan untuk membuat suatu sistem.
1. Metode SDLC
“SDLC adalah sebuah metode yang digunakan untuk mengembangkan sebuah sistem. SDLC adalah sebuah proses logika yang digunakan oleh seorang system
analist untuk mengembangkan sebuah sistem informasi yang melibatkan requirements, validation, training dan pemilik sistem.” (Mulyani, 2016a)
2. Waterfall Model
Menurut Sukamto “Waterfall Model adalah model yang menyediakan pendekatan alur hidup perangkat lunak secara sekuensial atau terurut dimulai dari analisis, desain, pengodean, pengujian dan tahap pendukung” (Maria & Nurachim, 2020)
Metode yang digunakan pada perancangan aplikasi ini menggunakan model
waterfall yang terbagi menjadi tiga tahapan yaitu :
a. Analisa Kebutuhan
“Analisa kebutuhan merupakan sebuah proses untuk mendapatkan informasi, model, spesifikasi tentang sesuatu yang diinginkan pengguna. Pada proses ini dilakukan penganalisaan serta pengumpulan data-data dan informasi untuk mendukung kebutuhan penulis. Penganalisaan dan pengumpulan data tersebut berupa sumber informasi dan perangkat lunak. Hasil data tersebut akan digunakan untuk melengkapi penyusunan perancangan sistem absensi karyawan.” (Rio dkk., 2019)
b. Perancangan sistem dan perangkat lunak
Language) yaitu Use Case Diagram, Activity Diagram, Class Diagram, Sequence Diagram, Component Diagram, dan Deployment Diagram.
c. Implementasi dan Pengujian Unit
“Implementasi merupakan tahap melakukan penerapan sistem sehingga siap untuk dioperasikan. Implementasi bertujuan untuk mengkonfirmasi
modul-modul perancangan, sehingga dapat memberikan hasil dalam
pengoprasiaanya.”(Rio dkk., 2019) 2.2.6. Unified Modeling Laguage (UML)
“Unified Modeling Language (UML) adalah bahasa permodelan visual yang digunakan untuk menspesifikasikan, memvisualisasikan, membangun. Dan mendokumentasikan rancangan dari suatu sistem perangkat lunak.” (Akil, 2018)
Berikut beberapa diagram yang dipakai dalam pembuatan aplikasi Tugas Akhir ini, diantaranya :
1. Activity Diagram
Menurut Rosa dan Shalahuddin “Diagram aktivitas atau activity diagram menggambarkan workflow (aliran kerja) atau aktivitas dari sebuah sistem atau proses bisnis atau menu yang ada pada perangkat lunak”. Activity Diagram menggambarkan aktivitas sistem bukan apa yang dilakukan aktor, jadi aktivitas yang dapat dilakukan oleh sistem.” (Fridayanthie & Mahdiati, 2016)
2. Use Case Diagram
“Sebuah use case adalah sebuah unit eksternal dari sistem (berupa antar muka) yang akan menerima perintah dari seorang aktor berupa sebuah event. Use case ini terkait dengan implementasi didalamnya yang berupa urutan-urutan penyampaian pesan-pesan antar objek-objek yang berkaitan.” (Akil, 2018)
3. Class Diagram
“Class Diagram merupakan kumpulan dari beberapa class dan relasinya. Class
identik dengan entity yang direpresentasikan dalam bentuk persegi dimana pada bagian atas ditulis nama class, kemudian kebawah ditulis attribute yang terdapat
pada class, kemudian kebawah lagi ditulis method-method yang ada pada
class.”(Mulyani, 2016)
4. Sequence Diagram
“Sequence Diagram merupakan peralatan untuk interaksi berkomunikasi diagram. Sebuah interaksi didesain antara objek atau sistem yang berpartisipasi dalam sebuah kolaborasi. Interaksi dijelaskan oleh pesan-pesan yang diletakkan pada sebuah waktu, atau lebih dari dua pesan yang akan dikirim pada saat yang sama. Interaksi merupakan peran komunikasi yang penting pada kenyataannya. Beberapa konsep dapat diterapkan pada konteks yang bervariasi. Sequence diagram menggambarkan interaksi antara objek secara beraturan sesuai dengan waktu.”(Indrajani, 2016)
2.2.7. Database
“Database adalah kumpulan informasi yang disimpan didalam computer secara sistematik sehingga dapat diperiksa mengunakan suatu program computer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Database sendiri terdiri dari sebuah koleksi data yang teroganisir dalam bentuk digital. Salah satu cara untuk mengelompokkan database melibatkan jenis isinya, misalnya: bibblografi, dokumen teks, statistic.”(Yuniko & Putra, 2019)
1. Laragon
“Laragon ialah perangkat lunak bebas yang di dalamnya terdapat banyak sistem operasi sebagai localhost atau server mandiri. Laragon menyediakan banyak layanan, peralatan, dan fitur yang terdiri dari Apache, PHP Server, PHPMyAdmin, MySQL, Memchaced, Redis, Composer, Xdebug, Cmder dan Laravel.”(Putra, Ferdinandus, & Bayu, 2019)
2. MySQL
Menurut Nugroho “MySQL (My Structured Query Language) adalah sebuah program pembuat dan pengelola database atau yang sering disebut dengan DBMS (Database Management System)”. Database berfungsi sebagai penampung data yang akan dimasukkan melalui form website. Selain itu dapat juga dibalik dengan menampilkan data yang tersimpan dalam database ke dalam halaman website. MySQL merupakan penyimpanan data yang fleksibel dan cepat aksesnya sangat dibutuhkan dalam sebuah website yang interaktif dan dinamis.” (Syukron & Noor, 2015)
3. PhpMyAdmin
“PhpMyAdmin adalah aplikasi web untuk mengelola database MySQL dan database MariaDB dengan mudah melalui antarmuka (interface) grafis. Aplikasi web ini ditulis menggunakan bahasa pemrograman PHP. Sebagaimana aplikasi-aplikasi lain untuk lingkungan web (aplikasi-aplikasi yang dibuka atau dijalankan
menggunakan browser), phpMyAdmin juga mengandung unsur
HTML/XHTML, CSS, dan juga kode JavaScript.” (Yudhanto & Prasetyo, 2019) 4. Entity Relation Diagram (ERD)
“ERD merupakan tools yang digunakan untuk memodelkan struktur data dengan menggambarkan entitas dan hubungan antara entitas (relationship) secara abstrak (konseptual).” (Mulyani, 2016)
a. Entity
Menurut Indrajani “Entity yaitu kumpulan objek-objek dengan sifat (property) yang sama, yang diidentifikasi oleh interprise mempunyai eksistensi yang independen.” (Taufiq & Ermawati, 2017)
b. Relationship
Menurut Indrajani “Relationship adalah kumpulan keterhubungan yang mempunyai arti antara tipe entitas yang ada. Pada umumnya penghubung diberi nama dengan kata kerja dasar, sehingga memudahkan untuk melakukan pembacaan relasinya. Penggambaran hubungan yang terjadi adalah sebuah bentuk belah ketupat dihubungkan dengan dua bentuk empat persegi panjang.” (Taufiq & Ermawati, 2017)
c. Relationship Degree
Menurut Indrajani “Relationship Degree atau derajat relationship adalah jumlah entitas yang berpartisipasi dalam satu relationship.” (Taufiq & Ermawati, 2017) d. Atribut
Menurut Indrajani “Atribut merupakan sifat-sifat (property) sebuah entity atau tipe relationship.” (Taufiq & Ermawati, 2017)
5. Logical Record Structure (LRS)
Menurut Friyadie “Sebelum tabel dibentuk dari field atau atribut entitas secara fisik atau level internal, maka harus dibuatkan suatu bentuk relational model yang dibuat secara logic atau level external dan konsep, dari pernyataan tersebut dibutuhkan yang disebut dengan Logical Record Structure (LRS)”. (Taufiq & Ermawati, 2017)
Dalam pembuatan Logical Record Structure (LRS) terdapat tiga hal yang dapat mempengaruhi, yaitu :
1. Jika tingkat hubungan (cardinality) satu pada satu (one-to-one), maka digabungkan dengan entitas yang lebih kuat (strong entity), atau digabungkan dengan entitas yang memiliki atribut yang lebih sedikit.
2. Jika tingkat hubungan (cardinality) satu pada banyak (one-to-many), maka hubungan relasi atau digabungkan dengan entitas yang tingkat hubungannya banyak.
3. Jika tingkat hubungan (cardinality) banyak pada banyak (many-to-many), maka hubungan relasi tidak akan digabungkan dengan entitas manapun, melainkan menjadi sebuah LRS.
2.2.8. Bahasa Pemrograman
Menurut Downey “Bahasa pemrograman adalah bahasa formal (formal
language) yang didesain untuk mengekspresikan algoritma.” Komputer bekerja
berarti komputer menjalankan kumpulan instruksi yang tertuang dalam bahasa pemrograman. Terdapat dua bahasa pemrograman yang berkaitan dengan kerja komputer yaitu bahasa pemrograman tingkat rendah (Low Level Language atau
machine language) dan bahasa pemrograman tingkat tinggi (High Lever Language).” (Yuniarti, 2019)
1. PHP
PHP (Hypertext Preprocessor) yaitu bahasa pemrograman berbasis web
server-side yang bersifat open source. PHP merupakan script yang terintegrasi dengan
HTML dan berada pada server (server side HTML embedded scripting). PHP adalah
script yang digunakan untuk membuat halaman website yang dinamis. (Syifani &
Dores, 2018)
2. HTML (Hypertext Markup Language)
Menurut Henderson “HTML (Hyper Text Mark Up Language) merupakan bahasa yang digunakan untuk mendeskripsikan struktur sebuah halaman web. HTML berfungsi untuk mempublikasi dokumen online. Statement dasar dari HTML disebut tags. Sebuah tag dinyatakan dalam sebuah kurung siku (<>).
Tags yang ditujukan untuk sebuah dokumen atau bagian dari suatu dokumen
haruslah dibuat berupa pasangan. Terdiri dari tag pembuka dan tag penutup. Dimana tag penutup menggunakan tambahan tanda garis miring (/) di awal nama
tag.” (Pahlevi, Mulyani, & Khoir, 2018)
3. CSS
Menurut Henderson “CSS kepanjangan dari Cascading Style Sheet adalah bahasa-bahasa yang merepresentasikan halaman web. Seperti warna, layout, dan
font. Dengan menggunakan CSS, seorang web developer dapat membuat
halaman web yang dapat beradaptasi dengan berbagai macam ukuran layar penuh. Pembuatan CSS biasanya terpisah dengan halaman HTML. Meskipun CSS dapat disisipkan di dalam halaman HTML. Hal ini ditujukan untuk memudahkan pengaturan halaman HTML yang memiliki rancangan yang sama.” (Pahlevi dkk., 2018)
4. JavaScript
JavaScript adalah bahasa pemrograman web yang bersifat Client Side Programming Language. Client Side Programming Language adalah tipe bahasa
pemrograman yang pemrosesannya dilakukan oleh client. Aplikasi client yang dimaksud merujuk kepada web browser seperti Google Chrome, Mozilla Firefox, Opera Mini dan sebagainya. (Pahlevi dkk., 2018)
5. Object Oriented Programming (OOP)
“Object Oriented Programming adalah metode yang diimplementasikan dengan
onjek tersebut adalah sebuah instance dari kelas dan semua kelas adalah anggota dari hirarki yang direlasikan melalui pewarisan dari kelas utamanya.”(Mulyani, 2016b) 2.2.9. Konsep Dasar Blackbox Testing
“Black-Box Testing merupakan pengujian yang berfokus pada spesifikasi fungsional dari perangkat lunak, tester dapat mendefinisikan kumpulan kondisi input dan melakukan pengetesan pada spesifikasi fungsional program.” (Hidayat & Muttaqin, 2018)
2.2.10. User Interface
“Antarmuka pengguna atau user interface (UI) adalah suatu istilah yang digunakan untuk menggambarkan tampilan dari mesin atau komputer yang berinteraksi langsung dengan pengguna. Desain dan penyusunan tampilan yang bagus.” (Ghiffary, Susanto, & Prabowo, 2018)
2.2.11. Spesifikasi Software dan Hardware 1. Software
“Perangkat Lunak (Software) adalah program yang berisi kumpulan instruksi untuk melakukan proses pengolahan data.” (F. H. Utami & Asnawati, 2015)
2. Hardware
Menurut Mulyanto “Hardware adalah semua peralatan yang digunakan dalam memproses informasi, misalnya komputer dan periferalnya, lembar kertas, disk
20
3.1. Tinjauan Perusahaan
Dalam tinjauan perusahaan ini berisi sejarah perusahaan, struktur organisasi serta fungsi dari masing-masing bagian yang ada dalam berusahaan tersebut.
3.1.1. Sejarah Perusahaan
Biomedilab adalah perusahaan laboratorium klinik yang bergerak di bidang penyediaan layanan kesehatan. Berdiri sejak tahun 2001. Biomedilab memiliki kapasitas untuk menyediakan berbagai layanan kesehanan mulai dari pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan kesehatan karyawan dan calon karyawan, in-house klinik, hingga konsultasi kesehatan.
Pada Juni 2016, PT. Agape Biomedi Investama di akuisisi oleh manajemen baru yang berkomitmen penuh untuk meningkatkan kualitas Biomedilab secara keseluruhan. Sejak saat itu, keuntungan, jumlah pelanggan, peralatan medis, dan sumber daya manusia Biomedilab tumbuh secara signifikan.
Didukung komitmen tersebut ke depan Biomedilab senantiasa berupaya untuk menyediakan layanan kesehatan berkualitas dan holistik bagi seluruh pelanggan dan masyarakat.
3.1.2. Struktur Organisasi dan Fungsi
Berikut adalah struktur organisasi dan fungsi pada Laboratorium Klinik Biomedilab :
1. Struktur Organisasi
Gambar III.1: Struktur Organisasi 2. Fungsi Struktur Organisasi
a. Kepala Cabang
1. Mewakili Direksi Pusat menjalankan klinik di Cabang 2. Memberikan laporan kemajuan cabang kepada Direksi Pusat
3. Mengambil semua tindakan yang diperlukan agar cabang dapat berjalan dengan lancar
b. Wakil Kepala Cabang
1. Bertanggung jawab atas kegiatan pada klinik
2. Mengatur dan mengelola seluruh Sumber Daya Manusia 3. Mengatur jadwan kegiatan pada karyawan
KEPALA CABANG Dr. Sudirja
WAKIL. KA. CAB Nining Sumarni KEUANGAN Dina Gustyani UMUM DRIVER - Sahrudin - Asep Rohidin - Devi Setiawan OFFICE BOY - Joni Sarifudin - Ade Sutedi DOKTER PJ KLINIK Dr. Innoseusius DOKTER PJ LAB Dr. Ida Widayati DOKTER PJ RO Dr. Frieska IT Budi Wardani PJ PERAWAT Euis Fatmawati PJ LAB Siti Kunafsiah PJ MR Rospita Novianti PJ RONTGEN Riana Dewi PJ MARKETING Partini
c. Keuangan
1. Mengatur dan mengelola keuangan
2. Bertanggung jawab atas seluruh laporan keuangan cabang 3. Mengatur invoice pada customer
d. Dokter PJ Klinik
1. Bertanggung jawab atas semua hasil Medical Check Up 2. Melakukan validasi pada hasil Medical Check Up 3. Menyelenggarakan rekam medis yang memnuhi standar e. Dokter PJ Laboratorium
1. Bertanggung jawab atas semua hasil pemeriksaan laboratorium 2. Melakukan validasi pada hasil laboratorium
3. Menyelenggarakan rekam medis yang memenuhi standar f. Dokter PJ Rontgen
1. Bertanggung jawab atas hasil pembacaan foto rontgen 2. Melakukan validasi pada hasil rontgen
g. Driver
1. Bertanggung jawab atas semua kendaraan operasional klinik
2. Bertanggung jawab atas pengantaran dan serah terima hsil Medical
Check Up
h. Officeboy
1. Bertanggung jawab atas kebersihan dan kerapihan di area klinik 2. Bertanggung jawab atas semua peralatan pantry
3. Bertanggung jawab atas catering karyawan i. IT
2. Mempersiapkan segala kebutuhan IT pada klinik 3. Mengatasi troubleshotting hardware
4. Mengedukasikan karyawan dalam penggunaan software j. PJ Perawat
1. Bertanggung jawab atas semua peralatan medis pada klinik
2. Bertanggung jawab atas semua jadwal dan tugas yang diberikan kepada perawat
3. Bertanggung jawab atas semua persiapan Medical Check Up Onsite
k. PJ Laboratorium
1. Bertanggung jawab atas semua hasil laboratorium 2. Melakukan QC hasil laboratorium
3. Melakukan perawatan dan pengecekan peralatan laboratorium bahan dan reagensia
4. Bertanggung jawab atas semua kegiatan pada laboratorium l. PJ Medical Record
1. Bertanggung jawab atas semua hasil Medical Check Up Annual dan daily 2. Bertanggung jawab atas semua hasil Elektrokardiografi, Audiometri dan
Spirometri m. PJ Rontgen
1. Bertanggung jawab atas semua hasil pemeriksaan rontgen
2. Menyiapkan fasilitas dan lingkungan unit radiologi untuk kelancaran layanan dan memudahkan pasien menerima layanan
3. Melaksanakan layanan pemeriksaan rontgen dan memintakan hasil pembacaannya kepada dokter spesialis radiologi
1. Bertanggung jawab terhadap marketing dan menganalisa peluang pemasaran produk klinik
2. Membantu dalam perencanaan dan melaksanakan program pelayanan klinik
3. Memperluas jaringan kerjasama klinik dengan instansi lain baik perusahaan ataupun lembaga pemerintahan
4. Menjaga dan menjalin hubungan dengan pasien, provider dan instansi 3.2. Tinjauan Kasus
Tinjauan kasus Laporan Tugas Akhir pada Laboratorium Klinik Biomedilab Karawang adalah sebagai berikut :
3.2.1. Proses Bisnis Sistem Berjalan
Berdasarkan penelitian yang saya lakukan dengan menggunakan metode wawancara dan observasi, saya dapat menyimpulkan untuk proses bisnis sistem berjalan absensi karyawan adalah sebagai berikut :
1. Proses Absensi Karyawan
Setiap karyawan yang hadir di wajibkan untuk melakukan absen sebagai tanda kehadirannya dengan mengisi waktu masuk atatu keluar pada lembaran absensi. 2. Proses Rekap Absensi
Setelah semua karyawan melakukan absen maka semua berkas absen dikumpulkan kembali kepada setiap PJ departemen nya masing-masing kemudian admin akan menarik berkas di setiap akhir bulannya dan merekap semua absen yang sudah terkumpul mulai dari menghitung jumlah hari kerja dan overtime.
3. Proses Pembuatan Laporan
Admin membuat laporan absensi karyawan di setiap akhir bulan dengan menggunakan ms. Excel yang hasilnya dikirimkan ke Accounting Head Office untuk data penggajian.
3.2.2. Activity Diagram
Karyawan PJ Departement Admin Accounting
Setiap Karyawan melakukan absen pada
lembar absensi Setelah semua absen,
lembar absensi dikumpulkan ke PJ Departement
Menerima lembar Absensi Setelah satu bulan
lembar absensi diberikan ke bagian
admin
Menerima Lembar Absensi
Merekap semua absen dari jumlah hari kerja
dan overtime Membuat laporan Absensi karyawan dengan menggunakan Ms. Excel Mengirimkan laporan Absensi ke Accounting
untuk data penggajian
Menerima Laporan Absensi Start
End
Gambar III.2: Activity Diagram 3.2.3. Dokumen Masukan
Dokumen masukan (document input) adalah segala bentuk masukan yang berupa dokumen dan diolah dalam proses sehingga dapat menghasilkan suatu keluaran.
Berikut dokumen masukan yang digunakan dalam sistem absensi karyawan pada Laboratorium Klinik Biomedilab Cabang Karawang adalah:
1. Nama dokumen : Lembar Absensi
Fungsi : Untuk Mencatat Absensi
Sumber : Karyawan
Tujuan : Bagian Admin
Media : Kertas cetakan manual
Jumlah : 1 (satu) lembar
Frekuensi : Setiap tutup buku / akhir bulan
Bentuk : Lampiran A.1
3.2.4. Dokumen Keluaran
Dokumen keluaran (document output) adalah dokumen yang dihasilkan berdasarkan proses yang terjadi dalam sistem. Bentuk dokumen keluaran dalam sistem absensi karyawan pada Laboratorium Klinik Biomedilab Cabang Karawang adalah:
1. Nama dokumen : Laporan Absensi
Fungsi : Untuk data penggajian
Sumber : Bagian Admin
Tujuan : Accounting Head Office
Media : Ms. Excel
Jumlah : 1 (satu) lembar
Frekuensi : Setiap tutup buku / akhir bulan
3.2.5. Permasalahan Pokok
Berdasarkan laporan yang telah penulis paparkan di bab sebelumnya bahwa Laboratorium Klinik Biomedilab Cabang Karawang untuk sistem absensi masih manual/belum terkomputerisasi, sehingga sering terjadi kesalahan diantaranya: 1. Dalam penulisan absensi seringkali karyawan lalai dalam mengisi absensi
sehingga waktu yang tercatat pada lembar absensi tidak sesuai dengan real time karyawan masuk / keluar.
2. Lembar absensi seringkali terjadi kerusakan seperti terlipat, kusut dan kotor bahkan sampai hilang.
3. Dalam pengumpulan lembar absensi di setiap bulannya seringkali terjadi keterlambatan dalam pengumpulannya , mengakibatkan waktu menjadi tidak efisiensi.
4. Seringkali terjadi kesalahan dalam perhitungan overtime sehingga banyak karyawan yang melakukan komplen.
3.2.6. Pemecahan Masalah
Untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang terjadi di Laboratorium Klinik Biomedilab Cabang Karawang, tentunya diperlukan adanya perubahan ataupun perbaikan disegala sektor yang mendukung kinerja perusahaan. Untuk pemecahan masalahnya anatara lain sebagai berikut:
1. Dibangun suatu sistem terkomputerisasi dalam hal pencatatan dan pembuatan laporan absensi, karena dengan adanya sistem terkomputerisasi akan mempermudah tindak lanjut proses pengolahan data sehingga meminimalisir perbedaan perhitungan data dalam pembuatan laporan absensi.
2. Dengan proses yang sudah terkomputerisasi maka diharapkan dapat memperoleh keakuratan data sehingga tidak akan terjadi lagi kesalahan dalam pengolahan data absensi.
3. Adanya back up data agar perusahaan mempunyai data cadangan yang dapat digunakan sebagai laporan dan kemanan jika suatu hari terjadi hal yang tidak diinginkan.
4. Dengan sistem yang sudah terkomputersisasi dapat menghemat waktu dan tenaga agar lebih efektif dan efisien.
3.3. Analisis Kebutuhan Software
Tahapan analisa kebutuhan ini dilakukan untuk menspesifikasikan kebutuhan
software agar dapat dipahami software seperti apa yang diinginkan user dan
dideskripsikan dengan jelas. 3.3.1. Analisis Kebutuhan 1. Kebutuhan Pengguna
a. Kebutuhan Admin
1. Admin melalukan login sebelum masuk kehalaman administrator dengan menggunakan NIK sebagai username dan password yang telah terdaftar 2. Admin dapat melakukan proses absensi karyawan
3. Admin dapat mengubah password, dan menghapus data karyawan 4. Admin dapat mengubah waktu overtime MCU dan BussTrip
5. Admin dapat menambah, mengubah dan menghapus data karyawan 6. Admin dapat melihat dan mencetak laporan data karyawan dan data
b. Kebutuhan Karyawan
1. Karyawan dapat melakukan login sebelum masuk kehalaman dashboard karyawan dengan menggunakan NIK sebagai username dan password yang telah terdaftar
2. Karyawan dapat melakukan proses absensi masuk dan keluar berdasarkan waktu kerja
3. Karyawan dapat merubah profile karyawan 4. Karyawan dapat mencetak profile karyawan c. Kebutuhan Accounting
1. Accounting melalukan login sebelum masuk kehalaman administrator dengan menggunakan NIK sebagai username dan password yang telah terdaftar
2. Accounting dapat melihat laporan absensi 3. Accounting dapat mencetak laporan absensi 4. Kebutuhan Sistem
a. Analisa kebutuhan sistem untuk admin
1. Sistem melakukan validasi username dan password
2. Sistem akan memberikan hak akses kepada admin untuk dapat masuk ke halaman administrator jika username dan password sesuai
3. Sistem akan menolak hak akses kepada admin jika username dan
password tidak sesuai
4. Sistem menyediakan fasilitas untuk dapat menambah, mengubah dan menghapus data yang digunakan untuk menampilkan secara keseluruhan pada sistem absensi karyawan laboratorium klinik biomedilab, serta
5. Sistem akan menghentikan akses admin pada halaman administrator apabila telah melakukan proses logout
b. Analisa kebutuhan sistem untuk Karyawan
1. Sistem melakukan validasi username dan password untuk masuk ke halaman user.
2. Sistem akan memberikan hak akses kepada user untuk dapat masuk ke halaman user jika username dan password sesuai.
3. Sistem akan menolak hak akses kepada karyawan jika username dan
password tidak sesuai.
4. Sistem menyediakan fasilitas untuk mengubah dan mencetak data profile yang digunakan untuk menampilkan data absensi.
5. Sistem akan melakukan penyimpanan data absensi yang dilakukan oleh
user.
6. Sistem akan menghentikan akses admin pada halaman administrator apabila telah melakukan proses logout.
c. Analisa kebutuhan sistem untuk Accounting
1. Sistem melakukan validasi username dan password
2. Sistem akan memberikan hak akses kepada accounting untuk dapat masuk ke halaman administrator jika username dan password sesuai 3. Sistem akan menolak hak akses kepada accounting jika username dan
password tidak sesuai
4. Sistem menyediakan fasilitas untuk dapat melihat, mencetak laporan absensi karyawan.
5. Sistem akan menghentikan akses accounting pada halaman administrator apabila telah melakukan proses logout.
3.3.2. Use Case Diagram
Berikut use case diagram yang telah dibuat dalam sistem Aplikasi Absensi Karyawan berbasis web:
1. Use Case Diagram Admin a. Use Case Diagram Login
ADMIN
DASHBOARD
INPUT USER & PASSWORD LOGIN include VERIFIKASI SISTEM include include
Use Case Diagram Admin Login
Gambar III.3: Use Case Diagram Login b. Use Case Diagram Menu Utama
ADMIN DASHBOARD DATA KARYAWAN MCU BUSSTRIP A C I S LAPORAN
c. Use Case Diagram Menu Dashboard ADMIN ABSENSI USER DASHBOARD extend extend PROFILE LOGOUT include include ABSEN MASUK ABSEN KELUAR include include CETAK PROFIL extend EDIT PROFILE UPLOAD FOTO include include Use Case Diagram Dashboard Admin
Gambar III.5: Use Case Diagram Menu Dashboard d. Use Case Diagram Menu Data Karyawan
ADMIN CARI TAMBAH DATA KARYAWAN extend extend SIMPAN BATAL include include EDIT HAPUS include include
Use Case Diagram Data Karyawan
e. Use Case Diagram Menu MCU ADMIN CARI TAMBAH MCU extend extend SIMPAN BATAL include include EDIT HAPUS include include
Use Case Diagram MCU
Gambar III.7: Use Case Diagram Menu MCU f. Use Case Diagram Menu Busstrip
ADMIN CARI TAMBAH BUSSTRIP extend extend SIMPAN BATAL include include EDIT HAPUS include include Use Case Diagram BussTrip
g. Use Case Diagram Menu A C I S ADMIN CUTI ALPA A C I S extend extend TAMBAH CARI include include
Use Case Diagram A C I S
SAKIT IZIN extend extend TAMBAH CARI include include TAMBAH CARI include include TAMBAH BATAL include include EDIT HAPUS include include SIMPAN BATAL include include SIMPAN BATAL include include EDIT HAPUS include include SIMPAN BATAL include include SIMPAN BATAL include include EDIT HAPUS include include EDIT HAPUS include include
Gambar III.9: Use Case Diagram Menu A C I S h. Use Case Diagram Menu Laporan
ADMIN CARI GENERATE LAPORAN extend extend Use Case Diagram Laporan Admin
FILTER EXPORT extend extend FILTER BATAL include include DOWNLOAD extend EXPORT BATAL include include EXPORT BATAL include include
i. Use Case Diagram Logout ADMIN LOGOUT PROFILE USER extend extend
Use Case Diagram Admin Logout
Verifikasi Sistem KELUAR BATAL include include include
Gambar III.11: Use Case Diagram Logout 2. Use Case Diagram Karyawan
a. Use Case Diagram Karyawan Login
KARYAWAN
DASHBOARD
INPUT USER & PASSWORD LOGIN include VERIFIKASI SISTEM include include
Use Case Diagram Karyawan Login
b. Use Case Diagram Dashboard Karyawan KARYAWAN ABSENSI USER DASHBOARD extend extend PROFILE LOGOUT include include ABSEN MASUK ABSEN KELUAR include include CETAK PROFIL extend EDIT PROFILE UPLOAD FOTO include include
Use Case Diagram Dashboard Karyawan
VERIFIKASI SISTEM
include include
Gambar III.13: Use Case Diagram Dashboard Karyawan c. Use Case Diagram Karyawan Logout
KARYAWAN LOGOUT PROFILE USER extend extend
Use Case Diagram Karyawan Logout
Verifikasi Sistem KELUAR BATAL include include include
3. Use Case Diagram Accounting
a. Use Case Diagram Accounting Login
ACCOUNTING
DASHBOARD
INPUT USER & PASSWORD LOGIN include VERIFIKASI SISTEM include include Use Case Diagram Accounting Login
Gambar III.15: Use Case Diagram Accounting Login b. Use Case Diagram Dashboard Accounting
ACCOUNTING ABSENSI USER DASHBOARD extend extend PROFILE LOGOUT include include ABSEN MASUK ABSEN KELUAR include include CETAK PROFIL extend EDIT PROFILE UPLOAD FOTO include include
Use Case Diagram Dashboard Admin
c. Use Case Diagram Laporan Accounting ACCOUNTING CARI GENERATE LAPORAN extend extend
Use Case Diagram Laporan Accounting
FILTER EXPORT extend extend FILTER BATAL include include DOWNLOAD extend EXPORT BATAL include include EXPORT BATAL include include
Gambar III.17: Use Case Diagram Laporan Accounting
d. Use Case Diagram Accounting Logout
ACCOUNTING LOGOUT PROFILE USER extend extend
Use Case Diagram Accounting Logout
Verifikasi Sistem KELUAR BATAL include include include
3.3.3. Activity Diagram
Berikut activity diagram yang telah dibuat dalam sistem Aplikasi Absensi Karyawan berbasis web:
1. Activity Diagram Admin
a. Activity Diagram Admin Login
Start
Melakukan Login dengan
username dan password Melakukan validasi data
Menampilkan tampilan Menu Utama
Valid Tidak Valid
Admin Sistem Absensi
Cek data
Activity Diagram Login Admin
End
b. Activity Diagram Menu Dashboard
Start
Menampilkan tampilan dashboard Klik dashboard
Pada Menu Utama
Melakukan absensi masuk atau keluar
Data absensi disimpan Pada sistem
End
Admin Sistem Absensi
Activity Diagram Dashboard Admin
User Absensi Cetak Profile
Klik user/profile
Klik edit profile untuk merubah
biodata,
Untuk merubah foto klik upload foto Lalu klik simpan
Profile berhasil diubah
Klik cetak profile
Profile berhasil dicetak
c. Activity Diagram Menu Data Karyawan
Start
Klik data karyawan pada Menu Utama
Menampilkan tampilan Data karyawan
Admin Sistem Absensi
Activity Diagram Data Karyawan
Tambah Klik tambah dan masukan Data karyawan Klik simpan Data berhasil disimpan Cari
Klik cari pada data karyawan
Menampilkan data sesuai pencarian
Ubah Hapus
Klik icon ubah pada data yang ingin diubah
Klik icon hapus pada data yang ingin dihapus
Data berhasil diubah
Data berhasil dihapus
End
Gambar III.21: Activity Diagram Menu Data Karyawan
d. Activity Diagram Menu MCU
Start Klik MCU pada Menu Utama
Menampilkan tampilan MCU
Admin Sistem Absensi
Activity Diagram MCU
Tambah Klik tambah dan masukan Data MCU Klik simpan Data berhasil disimpan Cari
Klik cari pada data MCU
Menampilkan data sesuai pencarian
Ubah Hapus
Klik icon ubah pada data yang ingin diubah
Klik icon hapus pada data yang ingin dihapus
Data berhasil diubah
Data berhasil dihapus
End