• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Obyek Penelitian

Dalam penulisan skripsi ini, objek penelitian yang dipilih penulis adalah perusahaan Bengkel Speed Motor Di Jakarta Barat yang lokasinya di Jl. Daan Mogot no. 28b Cengkareng, Jakarta Barat. Adapun pemilihan sebagai objek penelitian dengan alasan bahwa di dalam perusahaan tersebut terdapat unit pengamatan (observasi) yang relevan dengan materi penulisan skripsi ini. Penelitian ini dilakukan mulai November 2011 sampai dengan selesai.

3.2 Gambaran Umum Perusahaan a. Sejarah Singkat Perusahaan

Berawal dari survei yang dilakukan oleh pengusaha terhadap keadaan hidup masyarakat kota Jakarta yang terkenal sangat mementingkan gengsi, style, dan menyukai trend-trend baru, maka dengan pandangan yang berorientasi ke depan ditunjang dengan naluri bisnis dan kemauan untuk bekerja keras akhirnya pengusaha menemukan celah dimana ia dapat merintis sebuah usaha. Dengan mempertimbangkan segala resiko yang mungkin terjadi ditengah-tengah persaingan bisnis otomotif. Maka pada tahun 2007 berdirilah Bengkel Speed Motor yang berlokasi di Jl. Daan Mogot Jakarta Barat karena dipandang sebagai salah satu lokasi

(2)

strategis di Jakarta. Ada alasan khusus mengapa pengusaha mengangkat nama tersebut. Karena Bengkel Speed Motor merupakan lambang dari kecepatan motor, dan modifikasi. Bengkel ini bisa dikatakan unik dan pertama di Jakarta yang memposisikan dirinya khusus untuk memodifikasi kendaraan beroda dua (sepeda motor).

Pada saat pertumbuhan disektor pembiayaan konsumen banyak ditunjang oleh pembiayaan otomotif mobil dan motor. Tidak salah memang pemikiran dari bisnis ini, karena akhirnya fakta membuktikan bahwa bisnis ini mempunyai prospek yang baik kedepannya. Seperti diketahui, sektor otomotif sejak beberapa tahun ini mengalami booming. Hal ini bisa dilihat dari tingginya angka pembelian kendaraan bermotor seperti sepeda motor. Menurut data yang diperoleh dari asosiasi industri sepeda motor Indonesia (AISI), penjualan sepeda motor mengalami kenaikan sebesar 80 % dari 5,8 juta unit pada tahun 2009, menjadi 7,2 juta unit pada tahun 2011. Gencarnya kredit kendaraan bermotor ini salah satunya disebabkan oleh meningkatnya kebutuhan masyarakat akan kendaraan untuk sarana bekerja atau kegiatan produktif lainnya.

Berdirinya Speed Motor mendapat sambutan baik dari para konsumen khususnya pencinta sepeda motor (bikers) di Jakarta, karena ini membuka lebih besar bagi mereka untuk melakukan modifikasi sesuai dengan pilihan produk (tidak berdasarkan modifikasi bengkel) yang sedang menjadi trend diseluruh dunia dengan kualitas terjamin dan dikerjakan oleh tenaga yang ahli dibidangnya. Ini merupakan terobosan

(3)

baru, karena pada tahun 2011 para pencinta modifikasi ini semakin bertambah.

b. Kegiatan Manajemen dan Personalia

Sebagai suatu perusahaan yang bergerak dalam lapangan usaha yang bertujuan mencari laba atau keuntungan, maka sangat dibutuhkan manajemen dan organisasi yang baik. Suatu organisasi sesungguhnya merupakan wadah dimana sekelompok orang dapat bergabung satu sama lain untuk mencapai tujuan tersebut.

Beroperasinya suatu perusahaan merupakan suatu koordinasi khususnya dalam hal mengambil keputusan. Untuk efektifnya maka organisasi dan bagian dalam garis kekuasaan itu dapat berbentuk vertikal dan horizontal. Garis kekuasaan vertikal menunjukan antara hubungan atasan dengan bawahan, sedangkan garis kekuasaan horizontal menunjukan bagian-bagian dalam perusahaan.

Adapun susunan organisasi dari Bengkel Speed Motor dapat dilihat pada gambar 3.1 berikut ini :

Gambar 3.1 Struktur organisasi Bengkel Speed Motor PIMPINAN

BAGIAN

PENJUALAN PEMBELIANBAGIAN KASIR

(4)

Sedang job descriptionnya adalah sebagai berikut : 1. Pimpinan

 Memimpin, mengatur, mengkoordinir, jalannya perusahaan  Menentukan kebijakan-kebijakan dalam perusahaan  Bertanggung jawab atas jalannya perusahaan 2. Bagian Penjualan

 Berinteraksi langsung dengan konsumen  Menentukan strategi pemasaran

 Menetapkan harga barang-barang  Menganalisa kebutuhan konsumen  Menganalisa daya beli konsumen 3. Bagian pembelian

 Menetapkan jenis-jenis barang yang akan dijual berdasarkan catatan penjualan

 Memilih suplayer (menentukan) yang akan menjadi pemasok  Bertanggung jawab atas keberadaan barang baik di gedung ataupun

yang berada di counter

 Mengontrol barang-barang yang ada di Counter 4. Kasir

 Bertanggung jawab memegang uang perusahaan  Mengeluarkan uang

 Membuat jumlah penerimaan dan pengeluaran uang  Membuat laporan harian

(5)

 Membuat laporan keuangan mingguan  Membuat laporan keuangan bulanan 5. Mekanik

 Melayani pemasangan aksesoris untuk modifikasi motor  Melakukan servis

c. Kegiatan Pemasaran

Dalam melaksanakan kegiatan pemasaran Bengkel Speed Motor langsung menjual produk yang ditawarkan dalam bengkel tersebut, sehingga apabila ada yang memerlukan maka pembeli dapat langsung membeli barang sesuai dengan keinginannya. Selain itu untuk menarik konsumen lebih banyak bagi perusahaan membuat strategi pemasaran yaitu :

 Mengikuti perlombaan atau kontes modifikasi motor  Memajang kendaraan hasil modifikasi di depan Bengkel

 Memberikan pelayanan yang ramah dan penuh kekurangan kepada konsumen

 Menyediakan fasilitas tambahan (musik, kulkas, tv kable, dsb) untuk memanjakan konsumen

d. Hasil Penelitian

Para penghobi modifikasi adalah orang-orang yang ingin memaksimalkan performa kendaraan, entah itu demi gaya ataupun fungsi kendaraan. Modif kosmetik, modif freestyle, modif balap, hingga modif adventure sudah semakin ramai saat ini. Modif kosmetik, modif ini salah

(6)

suatu aliran modif yang mementingkan tampang kendaraan. Boleh dengan menggunakan barang-barang gress aftermarket, bisa juga dengan limbah copotan motor besar (moge), atau dengan memilih model yang sangat trend saat ini. Modif freestyle dimaksudkan untuk menopang atraksi pengendara. Tidak jarang sasis dan perangkat ciet (rem) dan ajrutan (suspensi set) harus diperbaharui disana sini guna mengejar kemampuan bermanuver ala akrobat. Modif balap lebih gila lagi, mengagungkan kemampuan pacu kendaraan. Tujuannya tentu saja guna memaksimalkan potensi kecepatan agar bisa memenangkan balapan. Tidak jarang harus mengimport barang dari luar negeri yang rata-rata kualitasnya jauh di atas produk standar dan aftermarket di pasar lokal.

Modif adventure, ini bagi yang hobi berpetualang. Mereka yang sadar bahwa kendaraan adalah bagian dari sarana aktualisasi diri, sarana untuk menguji mental dan fisik dalam waktu yang panjang. Karena itu daya tahan kendaraan harus benar-benar terjamin dengan berbagai modifikasi.

Melihat hal di atas pihak perusahaan berusaha sebaik mungkin untuk memberikan layanan yang maksimal dengan menggunakan semua sumber daya yang ada, agar para pencinta modifikasi sepeda motor ini (para bikers) Memperoleh kepuasan atas jasa yang ditawarkan.

Adapun tahapan atau proses memodif kendaraan (dari kendaraan standar) menjadi kendaraan yang benar-benar baru penampilannya adalah sebagai berikut:

(7)

Penentuan bagian-bagian sepeda motor yang akan dimodifikasi :

Kondom Tangki Speedometer

Fairing Knalpot

Cakram Swing Arm

Shock Depan Ban

Spart Board Velg

Penentuan aksesoris yang akan dipasang

berdasarkan pemilihan model atau jenis oleh konsumen.

Kondom Tangki : Velg :

Model Yamaha R1 Sprint (Gigs Disc)

Model Yamaha R6 Racing

Model Honda CBR GSX 400 Model Kawasaki ZX RR NSR SP

Model Honda NSR-SP Sumber Mas

Model Vixion Enkei

Fairing : Ban :

Model Yamaha R1 Duro Model Yamaha R6 Swallow

Model Honda CBR IRC

Model Kawasaki ZX RR Pirelli

Model Honda NSR-SP Bridgestone (Battlax)

Model Vixion

Lengan Ayun (Swing arm) : Speedometer :

Uni Treck Kyoso

Super Treck Koso

Apprilia Auto gage

Yamaha FXR Racer Tech

(8)

Shock Depan (Up Side Down) : Knalpot : Apprilia Yoshimura Suzuki GSX 400 Konnic Yamaha FXR R 2 Vixion Tsugigi HRC

Spart Board : AHRS

Apprilia

Suzuki GSX 400 Cakram :

Yamaha FXR T Z M

Vixion Nissin

Mono arm Brembo

3.3 Desain Penelitian

Dalam penelitian ini desain yang dipergunakan adalah riset kausal sesuai dengan tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh antara satu atau lebih variabel bebas terhadap variabel terikat. Data yang diperoleh berdasarkan atas perumusan masalah. Desain penelitian pada dasarnya untuk menentukan metode apa saja yang dipergunakan dalam penelitian, antara lain metode pengumpulan data, metode analisis dan pengujian hipotesis.

3.4 Hipotesis

Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap permasalahan yang diteliti yang kebenarannya perlu diuji secara empiris, Sugiyono (2009:84). Hipotesis pada penelitian ini adalah “ Diduga terdapat pengaruh deferensiasi produk terhadap kepuasan pelanggan di bengkel Speed Motor Jakarta Barat”.

(9)

3.5 Variabel Dan Skala Pengukuran 3.5.1 Variabel

Penelitian ini mempunyai 2 variabel yaitu : Variabel bebas (Independent Variabel) dan Variabel terikat (Dependent Variabel).

1. Variabel Bebas adalah diferensiasi produk (X) secara operasional variabel diferensiasi produk dalam mencakup kegiatan pembedaan yang ada antara produk perusahaan dengan produk pesaing perbedaannya dengan produk pesaing antara lain dilihat dari segi bentuk atau desain, gaya, daya tahan dan mudah diperbaiki. Dimana perbedaannya dari segi bentuk atau desain diukur dengan adanya keistimewahan dari produk tersebut yang penampilannya dapat mempengaruhi konsumen, daya tahan ukurannya biasa dilihat dari usia atau lamanya produk tersebut digunakan, serta produk tidak mudah rusak, dan mudah diperbaiki diukur dari suku cadangnya yang mudah diperoleh.

2. Variabel terikat adalah kepuasan pelanggan (Y) merupakan perasaan senang atau puas seseorang terhadap produk yang ditawarkan oleh perusahaan sesuai dengan keinginan dan kebutuhan mereka. Kepuasan pelanggan yang dimaksud dalam bentuk fasilitas, keandalan, daya tanggap, jaminan pelayanan, dan empati yang diberikan oleh perusahaan.

(10)

3.5.2 Definisi Operasional Variabel

Definisi operasional merupakan petunjuk pelaksanaan bagaimana cara mengukur suatu variabel sehingga dapat menentukan apakah prosedur pengukuran yang sama akan diperlukan prosedur pengukuran yang baru. Dari teori yang sudah dijelaskan pada bagian sebelumnya, maka penelitian ini diperoleh indikator variabel yang akan diukur.

Tabel 3.1 Operasional Variabel Penelitian

Variabel Definisi Dimensi/ Skala PertanyaNo. an Indikator Diferensiasi Produk (Variabel X) Pembedaan suatu produk dalam suatu perusahaan, agar pihak konsumen dapat memilih produk yang mana, yang mereka inginkan

Desain produk Likert 1-3 Daya tahan

produk Likert 4-6

Mudah

diperbaiki Likert 7-8 Gaya Desain Likert

9-10 1-3 Kepuasan pelanggan (Variabel Y) Sebagai fungsi dari seberapa sesuainya harapan pembeli produk dengan kinerja yang dipikirkan pembeli atas produk tersebut Fasilitas dan kelengkapan alat Likert 4-5 Keandalan karyawan Likert 6-7 Daya tanggap karyawan Likert 8-9 Jaminan pelayanan Likert 10 Empati karyawan Likert 1-3 Sumber: Kotler, 2007:10

(11)

3.5.3 Skala Pengukuran

Sebagai alat pengukur variabel digunakan model skala likert. Menurut Sugiyono (2007:86), skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial.

Skala ini menggunakan ukuran ordinal adalah angka yang diberikan dimana angka-angka tersebut mengandung pengertian tingkatan. ukuran ini tidak memberikan nilai absolut terhadap objek tetapi hanya memberikan ranking dimana objek terkecil diberi angka 1 dan seterusnya, misalnya :

Sangat setuju : 5

Setuju : 4

Ragu-ragu : 3

Tidak setuju : 2

Sangat tidak setuju : 1 3.6 Metode Pengumpulan Data

Metode yang digunakan dalam pengambilan data untuk penelitian ini adalah :

1. Metode Penelitian Lapangan

Pengumpulan data dengan melakukan penelitian langsung pada perusahaan dan pelanggan yang menjadi objek penelitian ini dengan cara :

(12)

a. Observasi adalah teknik pengumpulan data dengan cara mengalami langsung objek yang akan diteliti, yaitu aktivitas perusahaan Bengkel Speed Motor jakarta Barat.

b. Wawancara adalah pengumpulan data dengan cara melakukan komunikasi dengan pihak manajemen perusahaan atau konsumen untuk mendapatkan data secara lebih mendalam. Melalui wawancara ini dapat diperoleh informasi tambahan yang tidak terjaring lewat tahap observasi.

c. Kusioner merupakan daftar yang berisikan pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan permasalahan yang akan diteliti. Kusioner ini diberikan kepada responden, yaitu pelanggan atau konsumen Bengkel Speed Motor.

3.7 Jenis Data

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yaitu data yang diperoleh atau dikumpulkan langsung dari lapangan oleh orang yang melakukan penelitian atau data yang didapat dari sumber aslinya. Data primer ini juga disebut data asli atau data baru. Data primer yang digunakan oleh penulis diambil dari para responden yang mengisi kuesioner.

(13)

3.8 Populasi Dan Sampel 3.8.1 Populasi

Yang menjadi populasi penelitian adalah seluruh pelanggan Bengkel Speed Motor. Sampel dalam penelitian ini diambil dari populasi konsumen yang menggunakan produk modifikasi motor baik yang baru maupun yang sudah lama. Jumlah populasi sejak bengkel berdiri tidak diketahui secara pasti jumlahnya. Sugiyono (2007:72).

3.8.2 Sampel

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi, Sugiyono (2009:62). Bila Populasinya besar dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi tersebut.

Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah secara Convinence method dimana sampel yang diambil berdasarkan saat pelanggan yang datang dan diberikan angket. Pertimbangan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah para konsumen yang membeli produk modifikasi motor pada Bengkel Speed Motor dengan jumlah sampel yang diambil adalah 30 dari 50 responden. Sugiyono (2007:120).

(14)

3.9 Metode Analisis Data 3.9.1 Uji Validitas dan Reabilitas

a. Validitas

Valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Uji validitas bertujuan untuk menguji apakah kuesioner layak untuk digunakan sebagai instrumen penelitian. Instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu valid. Menurut Sugiono (2007:109), suatu instrumen dikatakan valid apabila rtabel = 0,361. r tabel dapat dilihat pada signifikasi

0,05 dengan n = 30.

Kriteria dalam menentukan validitas adalah sebagai berikut : - Jika r hitung > r tabel maka pertanyaan tersebut valid - Jika r hitung < r tabel maka pertanyaan tersebut tidak valid

Uji validitas data dapat dilakukan terhadap pengujian validitas konstruksi, validitas isi, dan validitas eksternal. Validitas konstruksi adalah aspek-aspek yang akan diukur berlandaskan teori tertentu. Pengujian validitas konstruksi dilakukan dengan mengkorelasikan antar score item instrument. Apabila korelasinya rendah dan tidak signifikan maka instrumen dianggap tidak valid. Uji validitas ini dapat diukur dengan teknik korelasi product moment, Sugiyono (2007:119). Pengujian validitas dilakukan untuk membandingkan antara isi instrumen dengan isi materi

(15)

seperti seorang dosen memberi ujian di luar pelajaran yang ditetapkan, berarti instrumen ujian tersebut tidak valid.

Hasil penelitian yang valid apabila tedapat kesamaan antara data yang terkumpul dengan data yang sesungguhnya terjadi pada objek yang diteliti. Kalau data yang terkumpul tidak mencerminkan seperti objek yang sebenarnya maka hasil penelitian tidak valid. Selanjutnya hasil penelitian yang reliabel apabila terdapat kesamaan data dalam waktu yang berbeda, artinya apabila pada masa yang lalu bagus maka sekarang dan hari esok harus bagus. Dalam memperoleh validitas dan reliabilitas data harus melalui instrumen yang valid yaitu dengan alat ukur yang valid. Instrumen yang reliabel berarti instrumen yang dapat menghasilkan hasil yang sama dalam beberapa kali pegukuran.

b. Reliabilitas

Reabilitas adalah indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan dengan tujuan melihat apakah alat ukur yang diinginkan (kuesioner) menunjukkan konsistensi dalam mengukur gejala yang sama. Bila suatu alat pengukur di pakai dua kali untuk mengukur gejala yang sama dan hasil pengukuran yang diperoleh relatif konsisten, maka alat pengukur tersebut reliabel. Sugiono (2007:121), Pengujian reliabilitas digunakan untuk menguji hasil pengukuran angket (kuesioner) dapat dilakukan baik secara eksternal

(16)

maupun internal. Secara ekternal dilakukan dengan test-retest, equivalen dan gabungannya.

Reliabilitas diukur dari koefisien korelasi antara percobaan pertama dan yang berikutnya. Bila koefisien positif dan signifikan maka instrumen tersebut dinyatakan reliabel. Sedangkan dengan pendekatan equivalen adalah pernyataan yang secara bahasa berbeda tetapi maksudnya sama. Pengujian reliabilitas instrumen ini dapat dilakukan dengan cara mengkorelasikan hasil data yang diperoleh dari responden yang sama, waktunya sama, tetapi instrumennya berbeda. Pengujian validitas dan reliabilitas ini akan dilakukan sebelum melakukan penelitian yang sebenarnya. Menurut Sugiono (2007:114) Sampel dalam pra pengujian yang digunakan sekitar 30 orang.

3.9.2 Analisa Regresi Sederhana

Untuk mengetahui pengaruh variabel x (diferensiasi produk) dengan variabel y (kepuasan pelanggan), maka penulis menggunakan Analisa Regresi sederhana dengan formula sebagai berikut (Supranto, 1996:50).

Y = a + b X

Dimana Y = Kepuasan pelanggan X = Diferensiasi produk

a = Konstanta

(17)

Besarnya a dan b dapat dihitung dengan rumus : a =

 

2

2



2

.

  X X n XY X X Y b =

 

 



2 2 X X n Y X Y . X n

  3.9.3 Pengujian Hipotesis

Pengujian hipotesis dengan uji t adalah sebagai berikut (Dajan A, 1996:321) : Thitung= b 0 s . b Keterangan :

b : Koefisien regresi sederhana

sb : Standard error of the regression coefficient

Untuk mendapatkan standar error dari b digunakan rumus (Dajan A, 1996:325) : SY.X = 2 n XY b Y a Y2   

Selanjutnya dengan kebebasan yang digunakan adalah n-2 dengan menggunakan tingkat signifikan yang dipilih= 0,05 atau 5 %.

Dimana : thitung≤ tabel (: n-k) maka Hoditerima

(18)

Ho: Diduga diferensiasi produk tidak berpengaruh signifikan

terhadap kepuasan pelanggan.

Ha: Diduga diferensiasi produk berpengaruh signifikan terhadap

Gambar

Gambar 3.1 Struktur organisasi Bengkel Speed MotorPIMPINAN
Tabel 3.1 Operasional Variabel Penelitian Variabel Definisi Dimensi/

Referensi

Dokumen terkait

Minyak kelapa yang digunakan untuk menggoreng dapat mengalami reaksi oksidasi yang disebabkan oleh suhu tinggi (±175-180ºC) mengakibatkan kerusakan dengan menghasilkan

Puri merupakan tempat tinggal untuk kasta Ksatria yang memegang pemerintahan Umumnya menempati bagian kaja kangin di sudut pempatan agung di pusat desa.. Puri umumnya

Suatu Komunikasi yang baik akan menciptakan lingkungan yang terapetik dan kondusif, Untuk menghindari konflik adalah dengan menerapkan komunikasi yang efektif dalam

Berdasarkan analisis SWOT telah diketahui posisi pengembangan perikanan budidaya ikan nila di kolam air tenang di Kecamatan Sinjai borong terletak pada Kuadran III yang

Spesialisasi. Meskipun spesialisasi adalah +rinsip dasar organisasi, tetapi juga menciptakan niasalah-masalah komunikasi, di mana hal ini cenderungmemisahkan orang-orang, bahkan

Aspek Baik Sekali (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Pendampingan (1) Kesesuaian pantun yang dibuat dengan ciri-ciri pantun Memenuhi 4 ciri-ciri pantun Memenuhi 3

Sementara itu, tingkat inflasi Swiss pada bulan Juni 2013 sebesar -0,6% dimana mengalami peningkatan dibanding bulan Mei tahun 2013.. Sedangkan, bila dibandingkan dengan

Hal tersebut terjadi karena lokasi pegerakan yang diteliti oleh Kridijantoro berbeda dengan penelitian yang sekarang, kemudian pada saat itu salah satu pohon pakan