• Tidak ada hasil yang ditemukan

CRITC-COREMAP II-LIPI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "CRITC-COREMAP II-LIPI"

Copied!
65
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan YME atas karunianya hingga laporan kegiatan pelatihan pemantauan berbasis masyarakat (CREEL) di wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah ini dapat terselesaikan dengan baik.

Pemantauan perikanan berbasis masyarakat (CREEL) merupakan salah satu komponen Benefit Monitoring Evaluation dalam program COREMAP II, yang menjadi tanggung jawab CRITC dengan bantuan CBM. Pelatihan CREEL di Kabupaten Tapanuli Tengah dilaksanakan pada tanggal 15 – 19 Agustus 2008. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kompetensi semua pihak yang terlibat dalam CREEL, seperti CRITC daerah, komponen CBM (Motivator, Fasilitator, LPSTK), dan pencatat dari masyarakat nelayan sebagai pihak terlibat langsung dalam proses pengambilan data. Pelatihan ini diikuti oleh 18 orang yang berasal dari desa-desa COREMAP di Kabupaten Tapanuli Tengah, anggota CRITC Daerah, fasilitator, serta motivator.

Dengan pelatihan ini, diharapkan kualitas maupun kuantitas data CREEL yang diambil menjadi lebih, akurat dan berkesinambungan. Selanjutnya, data perikanan telah terkumpul mampu dijadikan acuan bagi daerah masing-masing untuk perumusan kebijakan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa merusak lingkungan, khususnya terumbu karang.

Laporan ini berisi rincian seluruh kegiatan yang dilakukan selama pelatihan sesuai dengan materi yang telah direncanakan. Dalam kesempatan ini kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Bpk Prof. Dr.Ir. Onno Kurnaen Sumadhiharga sebagai direktur NPIU CRITC serta semua pihak yang telah membantu terselenggaranya pelatihan ini sampai dengan laporan ini dibuat.

Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan laporan ini, untuk itu saran maupun kritik yang membangun sangat kami harapkan.

Jakarta, Agustus 2008 Tim Pelatihan CREEL CRITC Jakarta

(3)

DAFTAR ISI

Hal

KATA PENGANTAR i

DAFTAR ISI ii

BAGIAN I. LAPORAN PELATIHAN CREEL DI KABUPATEN TAPANULI TENGAH

I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang 2

1.2. Tujuan 3

1.3. Hasil yang diharapkan 3

II. MATERI DAN METODE

2.1. Waktu dan Tempat Pelatihan 4

2.2. Alat dan Bahan 4

2.3. Metoda Pealtihan 4

2.4. Agenda Pelatihan 5

2.5. Peserta Pelatihan 6

2.6. Instruktur 6

2.7. Kepanitiaan 6

III. DINAMIKA PELATIHAN 6

IV. EVALUASI KEGIATAN 16

4.1. Materi Pelatihan 16 4.2. Pelaksanaan Pelatihan 18 4.3. Instruktur 19 4.4. Komentar Peserta 20 V. CATATAN LAMPIRAN 1. Daftar Peserta 23

2. Materi Formulir 1 -5 CREEL 24

34. Panduan Data Entry 31

BAGIAN II. SURVEI CREEL

1. STUDI AWAL 50

A. Lokasi Penangkapan 52

B. Lokasi Pendaratan Ikan 52

(4)

A. Jumlah Tangkapan 53 B. Jumlah Tangkapan per Alat Tangkap 54

C. Jenis Tangkapan 55

D. Harga Ikan 59

e. CPUE 60

(5)

BAGIAN I

LAPORAN PELATIHAN CREEL

DI KABUPATEN TAPANULI TENGAH

(6)

I. PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang

Coral Reef Rehabilitation and Management Program (COREMAP) merupakan program pemerintah yang bertujuan untuk menyelamatkan terumbu karang di Indonesia. Program COREMAP sekarang telah memasuki fase kedua yaitu implementasi, yang akan berakhir pada tahun 2009.

Pada fase kedua Asian Development Bank (ADB)mendanai COREMAP di wilayah Indonesia bagian barat, meliputi: Kota Batam, Lingga, Kepulauan Natuna, Bintan, Nias, Nias Selatan, Tapanuli Tengah, dan Mentawai.

Dalam rangka melihat pencapaian program, ADB telah menentukan indikator keberhasilan. Keberhasilan ini antara lain dilihat dari aspek ekologi dan sosial-ekonomi yang ditetapkan sebagai berikut :

Indikator keberhasilan

Biofisik Sosial ekonomi

Presentase tutupan karang hidup naik sebesar 2% per tahun.

Jumlah ikan kepe-kepe untuk spesies yang ada bertambah rata-rata 20% selama 10 th.

Penangkapan per satuan usaha (CPUE) meningkat

Pendapatan per kapita masyarakat di lokasi target COREMAP naik sebesar 2% per tahun

Untuk mengukur pencapaian indikator keberhasilan COREMAP tersebut di atas, maka telah didesain suatu metode monitoring yang dikenal sebagai Benefit Monitoring Evaluation (BME). Kegiatan utama dari BME antara lain :

INDIKATOR KEBERHASILAN METODA MONITORING FREKUENSI MONITORING Kesehatan Terumbu Karang Reef Health Monitoring 1 x setahun Penangkapan per Satuan Usaha (Catch per Unit Effort) Pemantauan perikanan berbasis masyarakat (CREEL) 1 bulan sekali Kesejahteraan masyarakat Survei sosial ekonomi Pertengahan dan akhir program

(7)

CRITC Nasional maupun CRITC daerah memegang peranan utama dalam kegiatan BME. Dalam prakteknya, kegiatan Reef Health Monitoring dan survei sosial ekonomi sepenuhnya menjadi tanggung jawab CRITC, sementara kegiatan pemantauan perikanan berbasis masyarakat (CREEL) adalah tanggung jawab bersama antara CBM dan CRITC.

Untuk menunjang pelaksanaan survei CREEL ini, telah dilakukan Training of Trainers (TOT) bagi staf CRITC daerah pada tahun 2006 di Jakarta. TOT ini lebih ditujukan untuk menyamakan persepsi mengenai metode pengumpulan dan analisa data di daerah. Sedangkan untuk pelaksanaan di lapangan, diharapkan staf CRITC daerah dapat berkoordinasi dan bekerjasama dengan komponen CBM daerah seperti Fasilitator lapangan, Motivator maupun LPSTK.

Dari hasil survei CREEL di lokasi COREMAP yang telah diterima oleh CRITC Nasional, masih didapatkan banyak kekurangan, antara lain dalam hal kelengkapan maupun analisa data. Hal ini dimungkinkan karena kondisi lapangan yang berbeda-beda untuk setiap lokasi. Sebagai antisipasi hal ini, CRITC nasional telah mengupayakan beberapa perbaikan metode pengambilan data maupun software entry data CREEL. Untuk itu perlu diadakan observasi langsung ke lokasi COREMAP untuk mengidentifikasi kendala yang dialami setiap lokasi, sekaligus memberikan pelatihan lanjutan dalam rangka meningkatkan kompetensi staf CRITC dan CBM daerah dalam mengambil dan menganalisa data CREEL, serta deseminasi revisi metode pengumpulan data serta software entry data CREEL.

I.2. Tujuan

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi staf CRITC daerah Tapanuli Tengah dan Komponen CBM (Fasilitator, Motivator, dan LPSTK) di Tapanuli Tengah dalam pelaksanaan survei pemantauan perikanan berbasis masyarkat (CREEL)

(8)

I.3. Hasil yang diharapkan

Dengan pelaksanaan pelatihan ini, diharapkan : Peserta mengerti maksud dan tujuan survei pemantauan perikanan berbasis masyarakat

Peserta dari komponen CBM Tapanuli Tengah mampu melakukan pengambilan data secara baik dan kontinu, serta melakukan pengisian formulir 1 - 5 sesuai dengan pedoman yang ada.

Peserta dari komponen CRITC daerah Tapanuli Tengah mampu menggunakan software entry data CREEL yang telah direvisi, serta mampu melakukan analisa data dan pelaporan hasil data CREEL secara baik dan kontinu.

Melalui pelatihan ini diharapkan para peserta memahami pentingnya pelaksanaan program pemantauan perikanan di wilayahnya masing-masing serta mampu melaksanakan program pemantauan perikanan di daerahnya dengan dukungan oleh CRITC daerahnya.

II. METODOLOGI PELATIHAN

II.1. Waktu dan Tempat Kegiatan

Kegiatan Pelatihan Pemantauan Perikanan Berbasis Masyarakat atau sering disebut CREEL ini dilaksanakan pada tanggal 15-19 Agustus 2008 di Hotel Bumi Asih Pandan, Tapanuli Tengah.

II.2. Alat dan Bahan

Peralatan yang digunakan dalam kegiatan ini adalah peralatan yang sering digunakan dalam kegiatan presentasi seperti: LCD projector, komputer, poster, whiteboard serta alat tulis. Materi pelatihan dirangkum dalam dua buku manual CREEL. Untuk mengambil data di lapangan disediakan formulir-formulir isian (form 1 – form 5) serta kuesioner tentang evaluasi pelaksanaan pelatihan.

II.3. Metode Pelatihan

Kegiatan pelatihan ini terdiri dari pengenalan dan asistensi CREEL di kelas pada hari pertama, praktek pengambilan data CREEL di lapangan pada hari kedua sampai hari keempat, selanjutnya praktek teknik entry data CREEL ke dalam komputer kepada petugas entry data yang berasal dari tim CRITC daerah. Masing-masing peserta diberi dua buku manual CREEL. Salah satu buku berisi tentang pengertian,

(9)

tujuan, manfaat dan teknik pengisian formulir-formulir CREEL, sedangkan buku lainnya berisi tentang gambar dari spesies-spesies ikan karang dalam tiap familianya beserta nama latin dan kode ikannya.

II.4. Materi Pelatihan

Materi Pelatihan yang diberikan adalah sebagai berikut:

No. Materi Pelatihan Uraian Materi Pelatihan

1 Penjelasan tentang CREEL

Pengertian CREEL, kegiatan-kegiatan yang rutin

dilakukan dalam melaksanakan CREEL serta

manfaat CREEL bagi masyarakat pesisir

2 Penjelasan masing-masing formulir CREEL

Formulir 1: Studi awal, diisi di awal kegiatan CREEL Formulir 2: Survei pendaratan ikan, diisi

sebulan sekali, selama 3 hari berturut turut

Formulir 3: Catatan harian pendaratan ini, diisi sebulan sekali selama 3 hari

berturut-turut

Formulir 4: Kapasitas penangkapan ikan, diisi setiap musim (3 bulan sekali, sejumlah responden) Formulir 5 : Inventarisasi nelayan, alat tangkap dan perahu, diisi tiap 6 bulan sekali

3 Asistensi pengisian masing-masing

formulir CREEL

Peserta dibagi dalam

beberapa kelompok dan tiap kelompok didampingi oleh seorang instruktur

(10)

4 Praktek pengambilan data di lapangan

Masing-masing peserta diberi waktu selama 2 hari untuk langsung mengambil data CREEL di lokasi-lokasi yang telah disepakati dan langsung diserahkan kepada panitia pada sore harinya. Instruktur langsung

mengoreksi hasil pengisian formulir dari masing-masing peserta

5 Praktek entry data Sebagai tahap akhir, dilakukan pelatihan entry data kepada para petugas entry data dari staf CRITC-COREMAP setempat

II.5. Peserta Pelatihan

Peserta pelatihan CREEL adalah CBM (nelayan, motivator desa, fasilitator lapangan dan LPSTK) dan staf CRITC daerah. CBM berperan dalam pengambilan data di lapangan, sedangkan staf CRITC daerah berperan dalam entry data.

II.6. Instruktur

Instruktur pelatihan CREEL tahun 2008 ini adalah staf CRITC COREMAP Pusat yang terdiri dari Ibu Nurul Dhewani MS, M.Si, Supono, Pipin Kusumawati dan Eliya Nurul Khasanah.

II.7. Kepanitiaan

Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan oleh CRITC Nasional, dibantu oleh beberapa tenaga lokal dari CRITC daerah Tapanuli Tengah.

III.DINAMIKA PELATIHAN

Pelatihan CREEL di Tapanuli Tengah tahun 2008 merupakan sosialisasi kembali karena program pelatihan CREEL ini sudah dilakukan pada tahun 2006 melalui system TOT (Training Of Trainers). Pada tahun 2007 program CREEL sudah berjalan. Hanya saja tidak ada laporan tertulis dalam bentuk file Excel dan Word ke CRITC pusat. Pada saat workshop CRITC 2007 di

(11)

Jakarta, pengurus CREEL daerah memberikan presentasi tentang data CREEL Tapanuli Tengah 2007. Hasil presentasi menunjukkan data CREEL yang diperoleh sudah cukup bagus dan kontinu. Data dari lapangan masih diolah secara manual karena belum mendapatkan format entry data CREEL dalam bentuk Microsoft Excel. Dengan demikian, pelatihan kali ini lebih ditujukan untuk memperbaiki proses pengambilan data sebelumnya dan memberikan petunjuk cara memindahkan isian formulir CREEL ke dalam format entry data.

Tim CREEL dari pusat berjumlah 4 orang, 3 orang berangkat dari Jakarta dan 1 orang berangkat dari Nias. Perjalanan dimulai dari Jakarta pukul 06.00 dan sampai di bandara Polonia, Medan pada pukul 08.00. Selanjutnya tim melanjutkan perjalanan ke Tapanuli Tengah pada pukul 11.00 dan tiba di penginapan pukul 13.00. Perjalanan panjang dan melelahkan mengharuskan tim untuk beristirahat di penginapan yaitu di hotel Bumi Asih Pandan. Di hotel ini pula besok akan dilakukan pelatihan CREEL Tapanuli Tengah 2008.

Hari berikutnya tim belum melakukan pelatihan melainkan melakukan koordinasi dengan CRITC daerah Tapanuli Tengah. Tim bertemu dengan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Tapanuli Tengah yaitu Bapak Hazairin Simanjuntak. Beliau belum lama menjabat sebagai Kepala DKP sehingga belum banyak mengetahui tentang CREEL. Beliau banyak mengajukan pertanyaan seputar CREEL dan Ibu Nurul selaku koordinator tim dengan sabar menjelaskan tentang CREEL kepada beliau. Jika beliau tidak berhalangan, tim meminta beliau untuk membuka acara pelatihan CREEL. Selanjutnya tim bertemu dengan panitia pelatihan yaitu Pak Rapson Purba. Setelah berkoordinasi tentang pelatihan, tim kembali ke penginapan untuk persiapan pelatihan hari berikutnya.

(12)

Hari 1 (Jumat, 15 Agustus 2008)

Pelatihan CREEL dilaksanakan di ruang pertemuan hotel Bumi Asih Pandan. Pelatihan direncanakan dimulai pukul 09.00. Akan tetapi karena turun hujan, peserta baru datang sekitar pukul 10.00 sehingga acara pelatihan baru dimulai pada pukul 10.00 tepat. Pelatihan seharusnya dibuka oleh Kepala DKP Tapanuli Tengah atau ketua CRITC Tapanuli Tengah. Akan tetapi keduanya berhalangan hadir sehingga pelatihan dibuka oleh Ibu Nurul selaku koordinator tim dari Jakarta. Setelah sambutan dilanjutkan dengan perkenalan masing-masing peserta dan anggota tim. Para peserta berasal dari para Motivator Desa (MD), Fasilitator Desa (FD), pengurus LPSTK, anggota pokmas, staf DKP (CRITC daerah) serta penyuluh COREMAP. Tanpa menghabiskan banyak waktu, acara pelatihan langsung dimulai dengan penjelasan tentang CREEL. Peserta CREEL sangat antusias dengan materi yang disampaikan. Hai ini terlihat dari banyaknya pertanyaan yang dilontarkan oleh peserta. Selain itu, narasumber juga melakukan diskusi dua arah dengan para peserta dengan menanyakan kondisi lapangan di daerah masing-masing. Acara pelatihan dihentikan pada pukul 12.00 karena para peserta harus menunaikan sholat Jumat. Semua peserta sepakat untuk melanjutkan kembali acara pelatihan pada pukul 14.00 setelah makan siang.

Gambar 2. Suasana pelatihan CREEL Tapanuli Tengah 2008

Acara pelatihan dilanjutkan setelah waktu istirahat dan diisi dengan penjelasan masing-masing formulir CREEL sekaligus penetapan lokasi pendaratan ikan yang akan diambil datanya oleh para pencatat. Tidak semua peserta menjadi pencatat untuk masing-masing daerahnya. Tiap daerah hanya ada 2 pencatat dengan 2 lokasi pendaratan ikan yang disepakati. Peserta yang tidak diberi tugas sebagai pencatat diharapkan kelak jika pencatat berhalangan dapat menggantikan posisinya dalam mengambil data

(13)

di lapangan. Pihak CRITC daerah juga tidak mengambil data di lapangan melainkan bertugas dalam entry data. Akan tetapi, dengan mengikuti pelatihan ini diharapkan mereka dapat menjadi tempat bertanya bagi para pencatat atau nelayan tentang CREEL.

Selama program CREEL 2006 dan 2007 ada 4 lokasi pendaratan ikan di lokasi COREMAP Tapanuli Tengah. Akan tetapi untuk tahun ini dilakukan kembali penetapan lokasi pendaratan ikan karena ada beberapa lokasi yang sudah tidak layak untuk diambil datanya. Berdasarkan kesepakatan dengan para pencatat tiap lokasi COREMAP, maka disepakati lokasi-lokasi pendaratan ikan sebagai berikut :

NAMA DESA KODE LOKASI

LOKASI PENDARATAN

IKAN

PENCATAT

JJUP Jago-jago Ujung Pasir Maskur Tanjung Jago - jago JJCR Jago-jago COREMAP Darmawan Pasaribu STUP Sitardas Ujung

Pasir

M. Yunus

Sitardas

STUB Sitardas Ujung Batu

M. Nazir

M. Daim

Tapian Nauli I TNDP Tangkahan Nelayan Desa

Pargadungan

Iskandar Tanjung

Untuk desa Sitardas terjadi perubahan lokasi pendaratan ikannya. Tahun sebelumnya hanya ada satu lokasi yaitu di Tangkahan Hasmira Sitardas (STHS), akan tetapi tahun ini ada 2 lokasi pendaratan ikan. Dengan demikian untuk tahun 2008 ini ada 5 lokasi pendaratan ikan di Tapanuli Tengah.

Setelah ditetapkan lokasi pendaratan ikan untuk tiap lokasi COREMAP maka dilakukan diskusi mengenai teknis pengambilan data di lapangan. Narasumber menekankan pada para pencatat untuk mengambil data selama 3 hari berturut-turut dalam satu bulan. Responden juga diusahakan sama

(14)

selama 3 hari tersebut. Jika ada nelayan responden yang tidak melaut maka dapat diambil nelayan pengganti dengan alat tangkap yang sama. Di daerah ini banyak nelayan yang menangkap ikan dua kali sehari, yaitu pagi dan sore. Para pencatat bertanya kapan sebaiknya waktu pengambilan datanya. Akhirnya disepakati pengambilan datanya dengan menghitung total tangkapan nelayan selama satu hari tersebut (pagi dan sore hari).

Gambar 3. Kesepakatan penetapan lokasi pendaratan ikan

Sebelum acara ditutup, diberikan kesempatan kepada para peserta jika ada hal yang mau disampaikan tentang program CREEL yang telah berjalan di daerahnya. Para pencatat menjelaskan saat mengambil data di lapangan, banyak nelayan responden yang menganggap kalau akan diberi bantuan baik dalam bentuk uang maupun barang. Disamping itu pancatat juga harus memberikan rokok atau kopi pada saat interview. Oleh karena itu mereka meminta untuk diberi honor yang sepantasnya. Akhirnya narasumber menjelaskan kalau program CREEL ini merupakan investasi jangka panjang untuk sumberdaya perikanan ke depan. Hasil dan manfaatnya tidak langsung dirasakan, akan tetapi anak dan cucu mereka kelak yang akan menikmati hasilnya. Pengertian ini harus selalu ditanamkan kepada tiap nelayan responden. Selain itu pihak CRITC daerah juga akan mengusahakan pencatat mendapatkan surat tugas dari DKP setempat sehingga lebih mantap dalam menjalankan tugasnya dan akan memberikan honor kepada para pencatat untuk tiap bulanny. Selanjutnya acara ditutup oleh Sekretaris DKP yaitu

(15)

Bapak Sianipar. Sebelum para peserta pulang maka dilakukan pengisian form evaluasi dan pembagian sertifikat pelatihan CREEL.

Hari 2 (Sabtu, 16 Agustus 2008)

Pada hari kedua tim melakukan kunjungan ke tiap lokasi COREMAP yaitu desa Jago-jago, Sitardas dan Tapian Nauli I. Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk melakukan evaluasi data yang telah diambil oleh para pencatat. Jika ada kesalahan atau kekurangan dalam pengisian data maka dapat langsung diperbaiki sehingga data yang dihasilkan pada hari berikutnya benar dan akurat.

Lokasi pertama yang dikunjungi adalah desa Sitardas karena letaknya paling jauh dan harus ditempuh dengan menggunakan perahu. Tim berangkat dari pantai Pandan pada pukul 09.30 dan didampingi oleh pengurus CREEL Tapanuli Tengah yaitu Pak Rapson dan Senior Fasilitator Pak Zulfan. Perjalanan ke Sitardas biasa ditempuh dalam waktu 1 jam, akan tetapi karena menggunakan perahu dengan 2 mesin maka perjalanan menjadi lebih singkat yaitu hanya selama 45 menit.

Di tengah perjalanan terlihat bagan-bagan tancap milik para nelayan. Bagan itu terbuat dari kayu-kayu kokoh yang ditancapkan di dasar laut kemudian dipasangkan jaring di bawahnya serta dilengkapi dengan lampu. Cara menangkap ikan dengan menggunakan bagan adalah saat lampu dinyalakan ikan-ikan akan berkumpul di tempat terang sekitar lampu dan kemudian jaring. Pengoperasian bagan hanya dilakukan pada malam hari. Pada saat bulan terang biasanya hasil tangkapan ikan dari bagan menurun karena sinar lampu kalah dari sinar bulan. Pembuatan bagan membutuhkan biaya yang sangat besar, dapat mencapai puluhan juta. Jika hasil tangkapan banyak nelayan akan mendapatkan keuntungan berlipat ganda, akan tetapi jika hasil tangkapan sedikit nelayan akan merugi. Oleh karena itu, butuh keberanian dan nyali yang tinggi bagi nelayan untuk membuat sebuah bagan.

Di sepanjang perjalanan juga terlihat hamparan budidaya rumput laut yang dikelola oleh Lembaga Pengelola Sumberdaya Terumbu Karang (LPSTK) desa Sitardas sebagai salah satu program mata pencaharian alternative (MPA). Selain budidaya rumput laut juga dikembangkan usaha budidaya lele

(16)

menggunakan kolam yang dilapisi terpal. Usaha pembesaran teripang bakau juga terdapat di desa ini.

Gambar 4. Bagan dan budidaya rumput laut desa Sitardas

Desa Sitardas hanya merupakan suatu perkampungan kecil dan terdiri dari sekitar 60 KK. Untuk mencapai desa Sitardas dapat ditempuh melalui jalan darat dan laut. Akan tetapi jalan darat jarak tempuhnya sangat jauh dan akses jalan yang buruk. Oleh karena itu kebanyakan penduduk lebih senang menempuh jalur laut. Setibanya di desa ini rombongan langsung menuju ke pondok informasi desa Sitardas yang juga sekaligus menjadi tempat tinggal para pencatat. Mereka telah berhasil mengambil data untuk hari ini. Setelah dilakukan evaluasi ternyata data yang diperoleh sudah cukup bagus dan sudah terisi dengan benar. Target responden sebesar 13 orang juga sudah tercapai. Hanya saja formulir 4 belum semuanya terisi. Setelah menunggu sebentar, akhirnya pencatat berhasil menyelesaikan formulir 4. Untuk data 2 hari berikutnya para pencatat bersedia untuk mengantarkannya ke DKP Tapanuli Tengah pada hari Selasa berikutnya.

Gambar 5. Evaluasi data CREEL di desa Sitardas

Perjalanan dilanjutkan ke desa Jago-jago. Di tengah perjalanan rombongan dikejutkan dengan kejadian langka yaitu munculnya ikan

(17)

lumba-lumba di permukaan air laut. Perjalanan dari Sitardas ke Jago-jago hanya ditempuh dalam waktu 15 menit. Sesaat setelah memasuki desa Jago-jago terlihat banyak perahu yang masih dalam proses pembuatan berjejer di tepi pantai. Ternyata banyak warga di desa ini yang berprofesi sebagai pembuat perahu. Begitu mendarat rombongan langsung menuju ke pondok informasi. Pencatat yang berhasil ditemui hanya satu orang yaitu Pak Darmawan Pasaribu, sedangkan Pak Maskur Tanjung sedang bekerja menarik becak dan telah mengambil data pada pagi harinya. Pak Darmawan ternyata sedang mendata seorang responden dan belum selesai dalam memasukkan data ke dalam formulir CREEL. Kebanyakan nelayan di desa ini baru mendaratkan ikan setelah pukul 14.00 sehingga dia tidak bisa langsung menyerahkan data saat itu juga. Dia berjanji untuk mengantarkan data pada malam harinya ke tempat penginapan sekaligus data dari Pak Maskur. Di tempat ini kami melihat ikan-ikan yang baru didaratkan nelayan. Beberapa ikan yang ditangkap adalah ikan kerapu, kakap dan baronang yang merupakan ikan-ikan karang. Selain itu juga ada cumi-cumi dan kepiting.

Gambar 6. Hasil tangkapan nelayan desa Jago-jago

Rombongan selanjutnya melanjutkan perjalanan kembali ke Pandan untuk makan siang. Pada pukul 14.00 rombongan baru melanjutkan perjalanan ke desa Tapian Nauli I dengan menggunakan mobil. Rombongan baru sampai di desa Tapian Nauli I pada pukul 15.00. Para pencatat dari desa ini yaitu Pak Daim dan Pak Iskandar telah menunggu di balai pertemuan desa. Setelah dilakukan evaluasi terhadap formulir CREEL yang mereka isi, ternyata data yang diperoleh sudah bagus dan terisi dengan lengkap. Hanya

(18)

saja pencatat tidak dapat mengambil responden sebanyak jumlah yang telah ditentukan dikarenakan banyak nelayan yang tidak melaut. Kebanyakan nelayan sibuk mempersiapkan berbagai kegiatan yang akan diadakan di desa setempat untuk memperingati HUT RI pada tanggal 17 Agustus. Para pencatat juga bersedia memberikan data untuk dua hari berikutnya pada hari selasa di kantor DKP Tapanuli Tengah.

Gambar 7. Evaluasi data di desa Tapian Nauli I

Selanjutnya rombongan kembali ke penginapan di desa Pandan. Sesampainya di penginapan Pak Rapson selaku pengurus CREEL Tapanuli Tengah minta dilatih entry data karena besok pada waktu acara pelatihan entry data dia tidak bisa hadir karena ada tugas di Bogor. Latihan entry data hanya berlangsung selama 1 jam. Pada malam harinya pencatat yang berasal dari desa Jago-jago yaitu Pak Darmawan menyerahkan hasil isian formulir CREEL ke penginapan. Data yang diserahkan sudah cukup bagus. Hanya saja jumlah responden tidak sesuai dengan jumlah yang telah disepakati karena pada hari ini hanya sedikit nelayan yang melaut.

Hari 3 dan 4 (Minggu dan Senin, 17 dan 18 Agustus 2008)

Pada tanggal 17 Agustus sebagian besar nelayan tidak melaut karena banyak mengikuti kegiatan untuk memperingati HUT RI ke-63. Baru pada tanggal 18 Agustus nelayan pergi melaut. Selama 2 hari ini tim dari Jakarta mengerjakan laporan di penginapan dan menunggu hasil pengisian formulir dari masing-masing desa.

(19)

Hari 5 (Selasa, 19 Agustus 2008)

Pada hari ke-5 ini dilakukan pelatihan entry data untuk staff CRITC daerah Tapanuli Tengah. Disamping itu, para pencatat dari desa Jago-jago, Sitardas dan Tapian Nauli I akan mengantarkan data tangkapan nelayan yang diperoleh selama 2 hari berturut-turut. Pelatihan entry data dilaksanakan di kantor COREMAP Tapanuli Tengah. Tim berangkat dari penginapan pukul 09.00. Setibanya di kantor, telah ada 2 peserta entry data yaitu Ibu Opa dan Ibu Rosmauli. Tanpa menunggu banyak waktu tim langsung memberikan praktek cara memindahkan data dari formulir CREEL ke dalam format entry data yang berbentuk Microsoft Excel. Tak berapa lama kemudian datang satu peserta entry data yang lain yaitu Pak Lutfi, sehingga secara keseluruhan peserta entry data ada 3 orang. Di tengah-tengah acara pelatihan, datang para pencatat dari desa Tapian Nauli I dan desa Sitardas. Mereka membawa data yang mereka peroleh selama 2 hari. Setelah dievaluasi ternyata data mereka sudah lengkap dan terisi dengan benar.

Meskipun baru pertama kali, peserta entry data tidak banyak menemukan kesulitan selama pelatihan. Hal ini dikarenakan mereka telah banyak bekerja dengan menggunakan format Excel. Data yang di-entry sedikit karena hanya menggunakan data yang diperoleh selama satu hari. Akan tetapi mereka telah dijelaska cara entry data tiap-tiap formulir CREEL. Selain itu juga dijelaskan cara membuat grafik sederhana yang akan ditempel di pondok informasi. Grafik itu bisa berupa alat tangkap dominan atau hasil tangkapan dominan dalam periode bulanan atau musiman. Dengan demikian diharapkan para nelayan bisa mendapatkan informasi bermanfaat dari program CREEL ini. Pelatihan entry data berakhir pada pukul 14.00. Setelah menyelesaikan urusan administrasi dengan ketua CRITC (Pak Edo), tim kembali ke penginapan untuk persiapan kembali ke Jakarta pada keesokan harinya.

Kegiatan CREEL di Tapanuli Tengah telah berjalan sejak tahun 2007. Petugas yang menangani CREEL adalah Pak Rapson. Akan tetapi pengisian data ke format entry data CREEL baru dilakukan tahun ini. Saat pelatihan entry data pak Rapson berhalangan hadir, akan tetapi dia telah dilatih secara khusus oleh tim di penginapan pada hari sebelumnya.

(20)

Gambar 8. Suasana pelatihan entry data

Para pencatat dari Sitardas berhalangan mengantarkan data pada hari ini dikarenakan tidak ada sarana transportasi (perahu) menuju Pandan. Padahal pagi dinihari esok harinya tim CREEL Jakarta harus berangkat menuju Medan sebelum melanjutkan perjalanan ke Jakarta. Akhirnya tim meminta jika esok harinya data bisa terkumpul maka diserahkan ke Pak Rapson dan Pak Rapson yang akan mengirimkan data itu ke Jakarta melalui email.

IV. EVALUASI KEGIATAN IV.1. Materi Pelatihan

x Pemahaman maksud dan tujuan pengisian masing-masing formulir

Histogram 1.

Pemahaman maksud dan tujuan pengisian formulir 1 sampai 5 Dari 16 orang peserta yang mengisi form evaluasi, 15 orang menyatakan mengerti cara pengisian formulir 1 sampai formulir 5, hanya 1 orang saja yang abstain. Secara umum, di akhir pelatihan peserta telah memahami maksud dan tujuan pengisian formulir 1 sampai 5.

(21)

x Pemahaman maksud dan tujuan pengisian entry data

Histogram 2.

Pemahaman maksud dan tujuan pengisian entry data

Pada akhir pelatihan CREEL, 14 orang diantaranya sudah mengerti dan 2 orang menyatakan kurang mengerti. Hal ini wajar karena pengisian entry data ditujukan kepada staf CRITC daerah, sedangkan kemungkinan yang menjawab kurang mengerti adalah para pencatat atau pengurus LPSTK dan pokmas.

Histogram 3.

Pemahaman maksud dan tujuan pelaporan CREEL x Pemahaman maksud dan tujuan pelaporan CREEL

Evaluasi terhadap pemahaman maksud dan tujuan pelaporan CREEL diisi oleh 15 responden dari keseluruhan 16 responden. Kelimabelas responden menyatakan mengerti terhadap maksud dan tujuan pelaporan CREEL. Di sini menunjukkan sebagian besar peserta telah memahami maksud dan tujuan pelaporan CREEL. Hal ini bisa dimaklumi karena para peserta pada umumnya telah mendapatkan pelatihan CREEL pada tahun sebelumnya dan telah ikut ambil bagian mengambil data di lapangan selama beberapa bulan terakhir.

(22)

Bagian yang dianggap sangat sulit

Histogram 4.

Bagian yang dianggap sulit oleh peserta

Histogram 4 menunjukkan bahwa hanya 1 peserta yang merasa kesulitan mengisi formulir 1. Hal ini dikarenakan formulir 1 secara tidak langsung telah diisi pada saat penetapan lokasi pendaratan saat pelatihan CREEL. Formulir 3 dan 4 dapat diisi oleh semua peserta dengan baik. Hanya ada beberapa peserta yang menganggap sulit formulir 2 dan 5. Formulir 2 adalah inti dari semua kegiatan CREEL. Sehingga pengisiannya harus benar-benar teliti dan akurat. Kebanyakan peserta juga merasa kesulitan dalam pengisian formulir 5. Hal ini dikarenakan ada pencatat yang merupakan Fasilitator Lapangan yang direkrut oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) sehingga tidak mengetahui secara pasti keadaan desa setempat. Padahal data formulir 5 dapat diperoleh melalui monografi desa di masing-masing lokasi. Entry data adalah tugas dari CRITC daerah, sehingga jika ada yang tidak mengerti kemungkinan berasal dari pencatat. Pelaporan tidak mendapatkan kendala yang berarti karena petugas CREEL telah sering menberikan laporan ke pusat.

(23)

IV.2. Pelaksanaan Pelatihan

x Waktu pelatihan

Histogram 5. Waktu pelatihan

Waktu pelatihan dinilai cukup oleh sebagian besar peserta pelatihan. Namun terdapat beberapa peserta yang menyatakan waktu pelatihan sangat singkat. Mereka menilai untuk mendapatkan hasil yang maksimal seharusnya waktu pelatihan lebih lama. Hal ini untuk mengantisipasi jika setelah pengambilan data terdapat kekurangan masih ada waktu untuk evaluasi kekurangan tersebut.

x Pelaksanaan pelatihan

Histogram 6. Pelaksanaan pelatihan

Pelaksanaan pelatihan dinilai baik oleh para peserta. Para instruktur telah berusaha secara maksimal untuk melatih para peserta. Selain memberikan penjelasan tentang CREEL secara menyeluruh, juga dilakukan asistensi secara langsung tentang pengisian masing-masing formulir sehingga pemahaman peserta

(24)

terhadap pengisian formulir lebih optimal. Dengan demikian data yang diperoleh dapat lengkap dan akurat.

IV.3. Instruktur

x Cara penyampaian instruktur

Histogram 7. Cara penyampaian instruktur

Histogram 7 menunjukkan bahwa instruktur telah menyampaikan materi dengan baik sehingga dapat dimengerti oleh seluruh peserta pelatihan. Hal ini ditunjang oleh latar belakang peserta yang sebagian besar adalah sarjana atau lulusan SMA sehingga daya tangkap mereka lebih cepat. Selain itu banyak peserta yang telah mengikuti pelatihan CREEL sebelumnya dan telah ikut ambil bagian dalam mengambil data di lapangan. Namun juga diharapkan dengan tingginya tingkat pendidikan dan pengalaman di lapangan, kinerja mereka dalam mengambil data tahun ini dan selanjutnya menjadi lebih baik.

IV.4. Komentar peserta

Komentar peserta tentang pelatihan CREEL Mentawai 2008:

a. Peserta mengucapkan banyak terima kasih atas terlaksananya pelatihan CREEL ini

b. Waktu pelatihan hendaknya lebih diperpanjang

c. Kelengkapan pendataan kegiatan CREEL agar lebih dilengkapi d. Pelatihan hendaknya langsung turun ke lapangan sehingga bisa

(25)

e. Jika ada pelatihan CREEL lagi, peserta yang diundang berbeda agar lebih banyak masyarakat yang paham dan mengerti tentang CREEL

V. CATATAN

Dari hasil pelatihan disimpulkan beberapa point :

x Sebagian besar materi pelatihan cukup dimengerti oleh para peserta. x Para peserta telah memahami cara pengisian masing-masing formulir

(form 1 – form 5). Hal ini terlihat dari hasil pengambilan data di lapangan, pengisian formulir 2-4 relatif bagus dan hampir semuanya terisi.

x Adanya buku panduan ikan–ikan karang cukup membantu peserta dalam penulisan jenis ikan yang ditangkap.

x Selain itu, para peserta terlihat sangat antusias menjalankan program ini. Mereka telah menjalankan program ini dari tahun lalu, akan tetapi pelatihan ini setidaknya bisa membenahi dan melengkapi kekurangan dari kegiatan yang selama ini telah berjalan.

x Program CREEL di Tapanuli Tengah telah berjalan dengan baik. CRITC daerah juga telah menunjuk orang yang khusus menangani program CREEL sehingga program CREEL bisa terus berjalan. Data yang dihasilkan juga kontinu tiap bulannya.

x Dari saran dan komentar yang diberikan peserta menunjukkan tim instruktur telah menjalankan tugasnya dengan baik.

x Peserta meminta kelengkapan pendataan, seperti formulir-formulir CREEL harus dilengkapi tiap kali kegiatan pendataan. Hal ini menjadi tanggung jawab CRITC daerah.

x Adanya insentif dan uang transport perlu diperhatikan agar mereka bisa lebih baik dan fokus dalam menjalankan tugas.

(26)

L

(27)

1. Daftar Peserta Pelatihan CREEL Tapanuli Tengah 2008

NO NAMA JABATAN Desa HP

1 Abdul Rasyid Tanjung Ketua LPSTK Jago-jago o81362452728 2 Maskur Tanjung

Sek Pokmas

Produksi Jago-jago -

3 Darmawan Pasaribu Fasilitator Desa Jago-jago o81371023279

4 Yudi Azman Anggota Pokmas Jago-jago -

5

Tanti Seri Rejeki Harahap, S.Pi

Penyuluh Coremap

II LSM-MLPK o85217306514

6 Moh. Daim Gea

Sek-Pokmas

Tapian Tapian Nauli I -

7 Lambok Pasaribu, S.Pi PPTK DKP o81263454321

8

Opatiolima Lisdawati

Sigalingging Staf DKP DKP -

9 Rosmauli Manurung Staf DKP DKP -

10 Lutfi Hamdani Staf Dinas DKP o81265774600

11 Rapson Okardo Purba, S.Pi Asisten CREEL LSM-MLPK o8126264955

12 Syamsir Tanjung Ketua LPSTK Jago-jago -

13 Iskandar Manurung Sek LPSTK Tapian Nauli I - 14 Rahusin Pasaribu Motivator Desa Sitardas - 15 Muhammad Nazir Siregar Bendahara LPSTK Sitardas -

16 M. Yunus, S.Pi Fasilitator Desa Sitardas o81371582556

17 Hasan Basri Htg - Sitardas o81396926689

18 Zulfan Sigalingging, SH Fasilitator Senior

LSM Wahana

(28)
(29)
(30)
(31)
(32)
(33)
(34)
(35)

CORAL REEF REHABILITATION AND MANAGEMENT PROJECT (COREMAP)

Phase II

Coral Reef Information and Training Centers (CRITC)

Panduan Data Entry

Data Creel (Fish Landing)

Menggunakan MS Excel

(36)

1. PENDAHULUAN

COREMAP merupakan salah satu upaya untuk menjaga dan melestarikan keberadaan terumbu karang di Indonesia. Terjaganya terumbu karang akan mempunyai efek berantai pada berbagai segi kehidupan khususnya untuk daerah-daerah di pesisir dimana sebagian besar masyaraktnya menggangtungkan hidupnya pada sumber daya laut termasuk terumbu karang di dalamnya. Terumbu karang yang baik dan terjaga merupakn jaminan akan tersedianya ikan serta biaota laut lain yang sangat diperlukan oleh sebagian besar masyarakt di pesisir untuk menopang hidupnya. Dengan demikian keberhasilan maupun sebaliknya dari COREMAP akan sangat bepengaruh langsung kepada masyarakat pesisir yang secara sosial ekonomi ‘agak terpinggirkan’.

Salah satu indicator pencapaian keberhasilan COREMAP adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar terumbu karang atau yang menggantungkan hidupnya di daerah terumbu karang adalah adanya peningkatan pendapatan biota laut/ikan dari waktu ke waktu yang berarti juga peningkatan pendapatan rumah tangga. Muaranya adalah peningkatan kesejahteraan social ekonomi dari masyarakat yang dalam kehidupan sehari-harinya berhubungan dengan laut dan terumbu karang sebagai habitat biota laut dan ikan. Indikator pencapaian tersebut diukur dengan upaya-upaya yang telah dilakukan nelayan dari hasil yang diperoleh setiap kali melaut dari waktu ke waktu secara periodik. Dan salah satu cara mengukur indicator pencapaian ini adalah mencatat, mengamati dan menghitung pada suatu tempat pendaratan ikan tentang apa yang diperoleh nelayan secara kontinu yang biasa dinamakan dengan Creel (fish landing). Creel dilakukan langsung di lapangan dan hasilnya kemudian dicatat dan dikumpulkan untuk kemudian diolah untuk dapat memberikan gambaran tentang hasil yang diperoleh nelayan.

Untuk membantu para pengelola data Creel, telah dikembangkan aplikasi ringan menggunakan Microsoft Excel yang selanjutnya digunakan sebagai tempat menampung, mengelola dan mengeolah data Creel di wilayah kerja COREMAP. Pengembangan aplikasi dengan MS Excel ini semata untuk memudahkan staf CRITC daerah dalam mengelola data Creel serta melakukan analisa untuk selanjutnya mempublikasikan hasil analisa dalam perbagai bentuk yang sesuai dengan tingkat pengguna yang memerlukan data Creel ini.

Dan buku manual data entry data Creel ini dibuat untuk lebih memudahkan staf pengelola data di daerah dalam melekukan data entry dari data Creel yang sebelumnya telah dikumpulkan petugas lapangan. Secara tahap demi tahap langkah memasukkan data dan selanjutnya mengolah data diharapkan tidak menjadi beban tambahan bagi staf CRITC daerah selaku pengelola database COREMAP di daerah, namun menjadi pemicu untuk lebih memanfaatkan dan mendayagunakan perangkat lunak yang selama ini sudah akrab dalam kegiatan administrasi sehari-hari serta dalam upaya membangun dan mengembangkan database terumbu karang di masing-masing wilayah kerja COREMAP.

PENAMAAN FILE

Penamaan file dalam melakukan data entry dari data Creel dibuat sedemikian rupa secara sistematis dan terstruktur agar nantinya file data Creel dapat dengan mudah ditemukan dan dikenali isinya dari nama filenya saja, hal ini mengingat bahwa data creel ini merupakan salah satu dari sekian banyak data pada database terumbu karang. Cara penamaan file untuk data Creel seperti berikut:

(37)

XXX : Kode nama dari nama Kabupaten (lihat tabel di bawah ) yy : dua digit terakhir dari tahun dilakukannya survei

Pemberian nama area ini mengikuti penamaan kabupaten seperti berikut :

Tabel Nama dan kode nama untuk penamaan file NO NAMA AREA/WILAYAH SINGKATAN KODE

NAMA

1. Batam Batam BTM

2. Kepulauan Riau/Bintan Kepri KRI

3. Natuna Natuna NTN

4. Lingga Lingga LIN

5. Nias Nias NIA

6. Nias Selatan Niasel NIS

7. Tapanuli Tengah Tapteng TPT

8. Kepulauan Mentawai Mentawai MTW

9. Biak Numfor Biak BIA

10. Buton Buton BTN

11. Pangkajene Kepulauan Pangkep PGK

12. Raja Ampat Rajampat RJA

13. Kepulauan Selayar Selayar SLY

14. Sikka Sikka SIK

15. Wakatobi Wakatobi WKT

MEMBUAT FILE BARU DARI FILE TEMPLATE

Sebelum melakukan pemasukan data (data entry) perlu dipersiapkan terlebih dahulu file MS Excel (workbook) yang akan dipergunakan sebagai penyimpan datanya. Berikut ini adalah cara membuat file baru tersebut:

1.) Buka/aktifkan aplikasi Microsoft Excel

2.) Klik menu File dilanjutkan klik sub-menu Open… atau shortkey Ctrl + O 3.) Posisikan kursor pada direktori dimana file template dengan nama :

Creel_Template.XLS berada

(38)

4.) Klik tombol Open untuk membuka file template tersebut

5.) Setelah aplikasi aktif dan file sudah terbuka, klik menu View atau tekan tombol Alt+I.

6.) Setelah itu pada menu klik Toolbars dan akan ditampilkan pilihan sub-menu berikutnya

7.) Arahkan kursor ke baris menu Visual Basic dan klik menu tersebut.

8.) Selanjutnya akan dimunculkan toolbar Visual Basic seperti gambar berikut ini :

9.) Arahkan kursor pada toolbar Visual Basic dan klik menu Security..., dan kemudian akan muncul form seperti berikut :

(39)

11.) Simpan file tersebut dengan nama lain, caranya : klik menu File dilanjutkan klik sub-menu Save As…, kemudian posisikan kursor pada direktori sebagai tempat file baru akan disimpan

12.) Ubah nama dengan mengetikan pada text box File Name :

Creel_xxx_yy.xls nama file tersebut disesuaikan dengan cara pemberian nama file pada bagian di depan (halaman 4)

13.) Klik tombol Save untuk menyimpan file baru yang dibuat

14.) Tutup file yang baru dibuat dengan klik menu File dilanjutkan klik Close PEMASUKAN DATA (Data entry)

Setelah file baru dibuat selanjutnya adalah mengaktifkan dan membuka file baru tersebut untuk siap melakukan proses pemasukan data. Prinsip data entry adalah memasukkan data satu persatu karena pemasukkan data dengan cara copy-paste menyebabkan beberapa pemrosesan data tidak bisa berjalan.

Langkah-langkah pemasukan data adalah sebagai berikut : 1.) Buka dan aktifkan aplikasi Microsoft Excel

2.) Klik menu File dilanjutkan klik sub-menu Open… atau shortkey Ctrl + O 3.) Posisikan kursor pada direktori dimana file Creel_BIA_06.xls (data Creel

kab. Biak tahun survey tahun 2006)

4.) Klik tombol Open untuk membuka file tersebut

5.) Selanjutnya akan ditampilan form dialog Security Warning ( Namun bila form dialog ini tidak muncul abaikan langkah 6 dan langsung ke langkah 7)

6.) Klik tombol Enable Macro

(40)

Menu pada sheet Menu Utama disajikan dalam bentuk tekstual. Untuk memilih menu tinggal memposisikan kursor pada teks menu yang dikehendaki (pilihan menu ini juga ditunjukkan dengan segitiga berwarna hijau yang terletak dibagian kiri teks menu), kemudian klik pada teks tersebut.

Studi Awal Lokasi Pendaratan Ikan

Data Studi Awal Lokasi Pendaratan Ikan berisi data yang mencatat segala sesuatu yang dalam kegiatan studi awal Creel. Gambar di bawah ini menunjukkan sheet data entry untuk Survey Awal.

1.) Posisikan kursor pada Menu Utama ke teks Studi Awal Lokasi Pendaratan Ikan.

2.) Klik pada teks tersebut, selanjutnya ditayangkan lembar kerja seperti ini:

3.) Masukkan data survei awal dengan mengetikkan pada tiap kolom yang disediakan.

x Kolom Tanggal : diisi dengan tanggal dilakukannya survei awal dengan format data : dd-mmm-yy (contoh : 12-Des-06 atau 09-Jun-05)

x Kolom Pencatat : diisi nama petugas pencatat pada survei awal x Kolom Desa :diisi dengan data nama desa tempat survei dilakukan x Kolom Jml RT : diisi dengan jumlah rumah tangga di desa yang disurvei x Kolom RT Nelayan : diisi dengan data jumlah rumath tangga (RT)

nelayan di di desa yang disurvei

x Kolom Jml Nelayan : diisi dengan jumlah nelayan (jiwa) yang ada

x Kolom Jml Tauke : diisi dengan jumlah tauke/juragan di desa yang disurvei

4.) Setelah selesai memasukkan semua data, simpan data (Save) dengan klik menu File dilanjutkan klik menu Save… atau dengan tekan tombol Ctr + S. 5.) Untuk kembali ke menu utama, klik sheet Menu Utama yang terdapat pada

(41)

Informasi Lokasi & Skala Pendaratan

Data informasi lokasi dan skala pendaratan di Desa merupakan bagian dari studi awal untuk mensurvei keberadaan dan skala pendaratan hasil tangkapan ikan yang ada di desa yang disurvei. Langkah-langkah berikut untuk memasukkan informasi ini adalah :

1.) Dari sheet Data Desa posisikan kursor pada kolom paling kanan, dimana pada kolom tersebut terdapat susunan beberapa tombol perintah.

2.) Klik pada tombol Lokasi & Skala Pendaratan (tombol pertama). 3.) Kemudian akan ditampilkan tabel seperti gambar berikut ini :

4.) Isikan data desa pada kolom Desa (dengan memilih nama desa yang sebelumnya telah diinput), Nama Lokasi Pendaratan Ikan serta Skala Pendaratan dengan memilih salah satu pilihan (Kecil, Sedang, Besar). 5.) Setelah selesai memasukkan semua data, simpan dengan klik menu File

dilanjutkan klik menu Save… atau dengan tekan tombol Ctr + S.

6.) Untuk kembali ke menu utama, klik sheet Data Desa dilanjutkan klik sheet Menu Utama.

Informasi Musim

Setelah mengisi semua data dari Studi Awal, selanjutnya data yang akan dimasukkan adalah Infomasi musim yang berisi data catatan musim yang ada di daerah yang bersangkutan. Cara mengaktifan sheet Info musim seperti berikut : 1.) Pada sheet Data Desa (dengan judul tabel Formulir 1. Survei Awal)

posisikan kursor pada kolom paling kanan, dimana pada kolom tersebut terdapat susunan beberapa tombol perintah.

(42)

2.) Klik pada tombol Informasi Musim dan selanjutnya akan ditampilkan sheet yang nampak gambar seperti berikut :

3.) Masukkan data musim dengan ketentuan sebagai berikut :

x Kolom Nama Musim :diisi dengan nama-nama musim (nama lokal) yang ada di lokasi survei. Disediakan tempat maksimum 4 musim.

x Kolom Periode Musim : diisi dengan nama bulan mulai berlangsung dan berakhirnya musim yang bersangkutan. Nama bulan tinggal memilih dari pilihan yang disediakan.

4.) Setelah selesai mengisikan data informasi musim, selanjutnya klik sheet Info Lokasi Penangkapan yang terletak pada deretan sheet bar. Gambar berikut menampilkan sheet yang dibuka :

5.) Isikan pada kolom Desa dengan nama desa tempat survei dilaksanakan. Selanjutnya isikan pada kolom Nama Lokasi dengan nama lokasi tempat penangkapan ikan.

(43)

6.) Kolom Nama Lokasi diisi dengan nama lokasi tempat kegiatan di lakukan (misal : Lokasi A atau Karang Kapota dsb)

7.) Pada kolom Periode Musim diisi dengan pilihan Ya atau Tidak pada masing-masing kolom musim sesuai dengan waktu/periode jenis kegiatan dilakukan. 8.) Setelah selesai memasukkan semua simpan data (Save) dengan klik menu

File dilanjutkan klik menu Save… atau tombol Ctr + S.

9.) Untuk kembali ke Menu Utama, klik sheet Data Desa selanjutnya klik sheet Menu Utama.

Lokasi Survei Pendaratan Ikan

Data Lokasi pendaratan ikan berisi data tempat-tempat pendaratan ikan yang telah disepakati (keputusan bersama) sebagai lokasi tempat survei Creel dilakukan. Berikut ini langkah-langkah untuk mengisi datanya :

1. Dari sheet Data Desa posisikan kursor pada kolom paling kanan, dimana pada kolom tersebut terdapat susunan beberapa tombol perintah.

2. Klik pada tombol Lokasi Survei (tombol ketiga).

3. Selanjutnya akan nampak tabel seperti gambar berikut ini :

4. Isikan kolom Desa dengan nama desa tempat lokasi survei dilakukan. x Kolom No Di Peta diisi dengan nomor lokasi pendaratan ikan di peta x Kolom Kode diisi dengan kode/inisial lokasi pendaratan ikan

x Kolom Nama Lokasi diisi denga nama lokasi pendaratan ikan

x Kolom Latitude dan Longitude diisi dengan angka koordinat lintang dan bujur lokasi pendaratan ikan yang telah ditetapkan sebagai lokasi survei

(44)

5. Setelah selesai memasukkan semua data, simpan data (Save) dengan klik menu File dilanjutkan klik menu Save… atau dengan tekan tombol

Ctr + S

6. Untuk kembali ke menu utama, klik sheet Data Desa dilanjutkan klik sheet Menu Utama.

Kapasitas Penangkapan Ikan

Data kapasitas penangkapan ikan oleh masyarakat nelayan berisi data individual dari nelayan (responden) yang menjadi sumber data dari survei Creel ini. Langkah-langkah untuk memasukkan data kapasitas penangkapan ikan oleh masyarakat masyarakat nelayan seperti berikut :

1.) Posisikan kursor pada Menu Utama ke Kapasitas Penangkapan Ikan. 2.) Selanjutnya akan ditampilkan sheet Data Nelayan yang berisi tabel

informasi data Reponden individu seperti gambar berikut :

3.) Isikan kolom Tanggal, Pencatat, Musim, Desa, Nama Responden (nelayan), Umur, jumlah Anggota Keluarga serta Status Usaha sesuai dengan data yang tercatat pada Formulir 4.

4.) Setelah selesai memasukkan semua data, simpan data (Save) dengan klik menu File dilanjutkan klik menu Save… atau dengan tekan tombol Ctr + S. 5.) Untuk kembali ke menu utama, klik sheet Menu Utama.

Perahu Yang Dimiliki

Untuk memasukkan data perahu yang dimiliki oleh responden, ikuti langkah-langkah berikut ini :

1.) Pada sheet Data Nelayan posisikan kursor pada kolom paling kanan, dimana pada kolom tersebut terdapat susunan beberapa tombol perintah. 2.) Klik pada tombol Perahu Yang Dimiliki (tombol pertama).

(45)

3.) Kemudian akan ditayangkan sheet Perahu yang berisi data/tabel Perahu yang dimliki oleh reponden seperti gambar berikut ini :

4.) Isikan pada kolom yang ada sesuai dengan catatan pada formulir tentang perahu yang dimiliki oleh responden.

5.) Setelah selesai memasukkan semua data, simpan data (Save) dengan klik menu File dilanjutkan klik menu Save… atau dengan tekan tombol Ctr + S. 6.) Untuk kembali ke menu utama, klik sheet Data Nelayan dilanjutkan klik

sheet Menu Utama. Alat Tangkap Yang Dimiliki

1.) Pada sheet Data Nelayan posisikan kursor pada kolom paling kanan, dimana pada kolom tersebut terdapat susunan beberapa tombol perintah. 2.) Klik pada tombol Alat Tangkap (tombol kedua).

3.) Tampilan sheet Alat Tangkap yang dimiliki Responden seperti beriku t:

4.) Isikan pada kolom yang ada sesuai dengan catatan pada formulir tentang alat tangkap yang dimiliki oleh responden.

5.) Setelah selesai memasukkan semua data, simpan data (Save) dengan klik menu File dilanjutkan klik menu Save… atau dengan tekan tombol Ctr + S.

(46)

6.) Untuk kembali ke menu utama, klik sheet Data Nelayan dilanjutkan klik sheet Menu Utama.

Kegiatan Penangkapan Ikan

1.) Pada sheet Data Nelayan posisikan kursor pada kolom paling kanan, dimana pada kolom tersebut terdapat susunan beberapa tombol perintah. 2.) Klik pada tombol Kegiatan Penangkapan Ikan (tombol terakhir).

3.) Tampilan sheet Kegiatan penangkapan ikan yang dilakukan oleh responden seperti gambar berikut :

4.) Isikan pada kolom yang ada sesuai dengan catatan pada formulir tentang kegiatan dalam penangkapan ikan yang dilakukan oleh responden.

5.) Setelah selesai memasukkan semua data, simpan data (Save) dengan klik menu File dilanjutkan klik menu Save… atau dengan tekan tombol Ctr + S. 6.) Untuk kembali ke menu utama, klik sheet Data Nelayan dilanjutkan klik

sheet Menu Utama.

Inventarisasi Nelayan, Alat Tangkap & Perahu

Inventarisasi nelayan, alat tangkap dan perahu adalah upaya untuk memperoleh gambaran jenis alat tangkap yagn digunakan serta armada penangkapan ikan yang ada. Langkahh berikut untuk mengisi data inventariasi perahu :

1.) Dari sheet Data Desa posisikan kursor pada kolom paling kanan, dimana pada kolom tersebut terdapat susunan beberapa tombol perintah.

2.) Klik pada tombol Inventarisasi Perahu (atau bila berada pada Menu Utama klik pada teks Inventarisasi Nelayan/Alat Tangkap.

3.) Selanjutnya akan ditampilkan tabel Formulir 5. Inventarisasi Nelayan, Alat Tangkap & Perahu seperti gambar di bawah ini :

(47)

4.) I sikan kolom Tanggal, Pencatat, Musim, Desa, Nama Responden (nelayan), Jumlah Anggota keluarga, Nama anggota keluarga yang menjadi nelayan , waktu kerja dst sesuai dengan data yang tercatat pada formulir 5.

5.) Setelah selesai memasukkan semua data, simpan data (Save) dengan klik menu File dilanjutkan klik menu Save… atau dengan tekan tombol Ctr + S. 6.) Untuk kembali ke menu utama, klik sheet Data Desa dilanjutkan klik sheet

Menu Utama.

Survei Di Lokasi Pendaratan Ikan

Pada bagian ini akan dilakukan pemasukan data hasil tangkapan yang dilakukan oleh masing-masing responden. Data yang akan dimasukkan adalah data responden selama tiga hari berturut-turut setiap bulannya. Langkah-langkah untuk memasukkan data hasil tangkapan seperti berikut ini :

1.) Posisikan kursor pada Menu Utama ke teks Hasil Penangkapan Ikan. 2.) Selanjutnya akan ditampilkan sheet Formulir 2. Survei Pendaratan Ikan

(48)

3.) Tabel Daftar Hasil Tangkapan terdiri dari beberapa kolom yang cara pengisiaannya seperti berikut :

x Kolom Tanggal diisi dengan tanggal survei dilakukan dengan format data : dd-mmm-yy

x Kolom Pencatat diisi dengan nama petugas pencatat

x Kolom Desa diisi dengan nama desa tempat survei dilakukan

x Kolom Lokasi Pendaratan diisi dengan nama kode lokasi tempat pedaratan (hasil keputusan bersama)

x Kolom Nama Responden diisi dengan nama responden (nelayan)

x Kolom Penanganan Hasil Tangkap diisi dengan memilih salah satu cara penanganan terhadap hasil tangkapan

x Kolom Lokasi Penangkapan diisi dengan nama lokasi penangkapan ikan x Kolom Alat Tangkap dengan alat tangkap yang digunakan oleh responden x Kolom Jml Alat diisi dengan jumlah alat tangkap yang dipergunakan

responden

x Kolom Lama Waktu diisi dengan angka jumlah jam dalam melakukan kegiatan penangkapan ikan

x Kolom Jenis Ikan diisi dengan nama ikan (lokal) yang diperoleh

x Kolom Berat Total berisi data berat total dari jenis ikan yang diperoleh x Kolom Jml Ikan berisi data jumlah ikan (ekor) dari jenis ikan yang

diperoleh

x Kolom Harga diisi dengan informasi harga pasaran dari jenis ikan yang diperoleh

4.) Setelah selesai memasukkan semua data, simpan data (Save) dengan klik menu File dilanjutkan klik menu Save… atau dengan tekan tombol Ctr + S. 5.) Untuk kembali ke menu utama, klik sheet Survei di Lokasi Pendaratan

dilanjutkan klik sheet Menu Utama. ANALISA DATA

Disamping untuk keperluan pemasukan data (data entry), aplikasi ini juga dilengkapi dengan kemampuan untuk mengolah data awal/dasar dari data-data yang ada. Analisa data yang disediakan dalam pengelolaan data Creel ada tiga jenis yang masing-masing hasil analisanya seperti berikut ini :

Tangkapan Per Jenis Alat Tangkap

1).

Dari Main Menu posisikan kursor ke teks Tangkapan Per Jenis Alat Tangkap yang terdapat di bawah teks menu Analisa Data.

2).

Klik pada teks tersebut, dan tunggu sebentar karena akan dilakukan pegolahan dan analisa data yang hasilnya seperti terdapat pada gambar berikut ini :

(49)

3).

Hasil analisa tangkapan bulanan per jenis alat tangkap tersebut dapat diproses berikutnya untuk ditampilkan dalam bentuk grafik atau untuk keperluan pembuatan laporan, dapat dicopy dengan tombol Ctrl+C (copy) dan selanjutnya hasilnya di letakkan pada file MS Excel lain dengan menekan tombol Ctrl+V (paste).

4).

Untuk kembali ke menu utama, klik sheet Menu Utama. Tangkapan Per Jenis Ikan

1.) Dari Main Menu posisikan kursor ke teks Tangkapan Per Jenis Ikan yang terdapat di bawah teks menu Analisa Data.

2.) Klik pada teks tersebut, dan tunggu sebentar karena akan dilakukan pegolahan dan analisa data yang hasilnya seperti terdapat pada gambar berikut ini :

(50)

3.) Hasil analisa tangkapan bulanan per jenis ikan tersebut dapat diproses berikutnya untuk ditampilkan dalam bentuk grafik atau untuk keperluan pembuatan laporan, dapat dicopy dengan tombol Ctrl+C (copy) dan selanjutnya hasilnya di letakkan pada file MS Excel lain dengan menekan tombol Ctrl+V (paste).

4.) Untuk kembali ke menu utama, klik sheet Menu Utama.

Catch Per Unit Effort (CPUE)

1.) Dari Main Menu posisikan kursor ke teks Catch Per Unit Effort (CPUE) yang terdapat di bawah teks menu Analisa Data.

2.) Klik pada teks tersebut, dan tunggu sebentar karena akan dilakukan pegolahan dan analisa data yang hasilnya seperti terdapat pada gambar berikut ini :

3.) Hasil analisa CPUE bulanan per jenis alat tangkap tersebut dapat diproses berikutnya untuk ditampilkan dalam bentuk grafik atau untuk keperluan pembuatan laporan, dapat dicopy dengan tombol Ctrl+C (copy) dan selanjutnya hasilnya di letakkan pada file MS Excel lain dengan menekan tombol Ctrl+V (paste).

4.) Untuk kembali ke menu utama, klik sheet Menu Utama.

CATATAN HARIAN (Logbook)

Catatan harian atau Logbook merupakan rekaman kegiatan dari petugas pencatat di lapangan. Catatan harian ini akan merekam kondisi di sekitar daerah yang disurvei serta berisi catatan kegiatan kegiatan penangkapan dan pendaratan di lokasi survei.

(51)

Berikut diuraikan langkah-langkah untuk memasukkan data Catatan Harian ke dalam aplikasi :

1.) Dari Main Menu posisikan kursor ke teks Catatan Harian (Logbook). 2.) Klik pada teks tersebut, dan hasilnya seperti terdapat pada gambar berikut :

3.) Isikan pada kolom yang ada sesuai dengan catatan pada formulir tentang catatan harian survei yang dilakukan di lokasi pendaratan ikan.

4.) Setelah selesai memasukkan semua data, simpan data (Save) dengan klik menu File dilanjutkan klik menu Save… atau dengan tekan tombol Ctr + S 5.) Untuk kembali ke menu utama, klik sheet Menu Utama.

tabel bantu (lookup tables)

Tabel pendukung (supporting table) merupakan sekumpulan data dalam bentuk tabel yang berfungsi untuk mendukung proses-proses data entry dan pengolahan data. Tabel pendukung ini sifatnya statis dan tidak dapat diubah-ubah isinya oleh siapapun kecuali oleh pengguna yang mempunyai ijin untuk melakukan perubahan isi. Pada aplikasi data entry Creel terdapat dua tabel pendukung yaitu table LUT Alat Tangkap dan table LUT Ikan.

Berikut ini adalah langkah-langkah untuk membuka table-tabel tersebut dan mengubah isisnya.

1.) Dari Main Menu posisikan kursor ke teks menu Lookup Tables dan klik pada teks tersebut.

(52)

3.) Untuk melakukan pengubahan (penambahan, pengurangan maupun pembaruan data) terhadap isi dari tabel tersebut, lakukan dengan mengisikan atau mengubah pada kolom-kolom yang dikehendaki

4.) Setelah selesai melakukan pengubahan data, simpan data (Save) dengan klik menu File dilanjutkan klik menu Save… atau dengan tekan tombol Ctr + S 5.) Untuk mengubah data Jenis Ikan, dari sheet tersebut klik sheet LUTIKan dan

akan ditampilkan tabel sepeti berikut ini :

6.) Untuk melakukan pengubahan (penambahan, pengurangan maupun pembaruan data) terhadap isi dari tabel tersebut, lakukan dengan mengisikan atau mengubah pada kolom-kolom yang dikehendaki

7.) Setelah selesai melakukan pengubahan data, simpan data (Save) dengan klik menu File dilanjutkan klik menu Save… atau dengan tekan tombol Ctr + S 8.) Untuk kembali ke menu utama, klik sheet Menu Utama.

(53)

BAGIAN II

SURVEY CREEL

(54)

I. STUDI AWAL

Kabupaten Tapanuli Tengah merupakan salah satu salah satu daerah pesisir di pantai barat Pulau Sumatera, khususnya Sumatera Utara. Luas wilayahnya 2194, 98 km2 dengan garis pantai menghadap Samudera Hindia sepanjang ± 219 km. Batas-batas wilayah Tapanuli Tengah diantaranya: sebelah utara berbatasan dengan provinsi Nangroe Aceh Darussalam, sebelah selatan berbatasan dengan Tapanuli Selatan, sebelah timur berbatasan dengan Tapanuli Utara dan sebelah Barat berbatasan dengan Samudera Hindia.

Secara umum, aktivitas ekonomi masyarakat daerah Tapanuli Tengah berbasis pada kegiatan pertanian, perikanan dan perkebunan. Jumlah nelayan di kabupaten Tapanuli Tengah pada tahun 2004 sejumlah 10.655 orang, dan 70% diantaranya merupakan nelayan kecil yang melakukan operasi penangkapan ikan di wilayah perairan kurang dari 2 mil dari garis pantai. Permasalahan umum yang terjadi di wilayah pesisir dan laut Tapanuli Tengah adalah pola pemanfaatan sumber daya alam yang belum selaras dengan prinsip konservasi, yaitu pola pemanfaatan secara berkelanjutan tanpa menjaga kelestarian potensi sumber daya hayati yang ada melalui pengelolaan yang terintegrasi, baik dari sisi kelembagaan maupun kapasitas hukum (Purba, 2007).

Terdapat tiga desa binaan COREMAP di kabupaten Tapanuli Tengah, yaitu desa Jago-Jago dan Sitardas di kecamatan Badiri dan desa Tapian Nauli I di kecamatan Tapian Nauli.

Desa Jago-Jago seluas 2283 Ha atau sekitar 11% dari keseluruhan luas wilayah Kecamatan Badiri berpenduduk ± 2039 jiwa, bermata pencaharian utama sebagai nelayan dan 99% penduduknya beragama Islam. Sebelah utara desa Jago-Jago berbatasan dengan desa Aek Horsik, sebelah timur berbatasan dengan desa Hutabalang, sebelah selatan berbatasan dengan sungai Aek Lobu dan sebelah barat berbatasan dengan Samudera Hindia.

Desa Sitardas juga terdapat di kecamatan Badiri dengan luas 46,26 km2 atau seluas 22,3% dari total luas wilayah Badiri, dengan penduduk sejumlah ± 1495 jiwa, dengan 60,47 % penduduk beragama Islam dan 39,53% beragama Kristen Protestan. Tingkat pendidikan mayarakat Sitardas cukup rendah, yaitu lulus sekolah dasar (SD) baru sebesar 54,55% dengan mata pencaharian yang cukup beragam, yaitu bertani, nelayan, berdagang dan buruh. Sebelah utara

(55)

desa Sitardas berbatasan dengan desa Jago-Jago, sebelah timur berbatasan dengan kecamatan Pinang Sori, sebelah selatan berbatasan dengan kecamatan Sibabangun dan sebelah barat berbatasan dengan Samudera Hindia. Ekosistem terumbu karang yang terdapat di desa Sitardas cukup luas di wilayah utara dan mencapai pulau Ungge, pulau Bakar dan pulau Situngkus.

Desa Tapian Nauli I, yaitu seluas 194 km2 yang masuk dalam wilayah kecamatan Tapian Nauli berpenduduk ± 5010 jiwa, bermata pencaharian utama sebagai nelayan dan 59,98% penduduknya beragama Islam serta sisanya beragama Kristen. Sebelah utara desa Tapian Nauli I berbatasan dengan desa Tapian Nauli II, sebelah timur berbatasan dengan desa Mela II, sebelah selatan berbatasan dengan kecamatan Sirandorung dan sebelah barat berbatasan dengan desa Mela II dan Tapian Nauli II. Ekosistem terumbu karang yang ada di desa Tapian Nauli I berada di Pulau Mursala yang hidup secara sporadis pada dasar perairannya yang seluas ± 50 Ha.

(56)

A. Lokasi Penangkapan

Kabupaten Tapanuli Tengah memiliki sumber daya terumbu karang yang terhampar luas mulai dari desa Sitardas hingga desa Tapian Nauli. Terumbu karang tersebut mampu menghidupi nelayan di sepuluh desa pesisir di sepanjang pantai Tapanuli Tengah. Para nelayan umumnya menangkap ikan tidak lebih dari jarang 200 mil dari garis pantai. Lokasi-lokasi penangkapan ikan nelayan, yaitu Pulau Bakar, Pulau Ungge, Ujung Karang, Pulau Situngkus, Teluk Tapian Nauli, Ujung Kebun, Paramuan, Kambi Subalang, dan pulau Gosong .

Di Kabupaten Tapanuli Tengah dikenal 2 musim yaitu musim timur dan musim barat. Musim Timur atau musim kemarau terjadi pada bulan Januari-Juni, sedangkan musim barat atau musim hujan terjadi pada bulan Juli-Desember.

B. Lokasi Pendaratan Ikan

Lokasi pendaratan ikan di masing-masing desa berbeda skalanya. Di desa Sitardas pendaratan ikan tergolong pada skala sedang, lokasi pendaratan ikan terletak di sepanjang pemukiman nelayan yang hanya terdiri dari 60 kepala keluarga. Dii desa Jago-Jago dan Tapian Nauli I umumnya berskala kecil, lokasi pendaratan di desa Jago-jago hanya menampung nelayan yang berasal dari masing-masing desa, sedangkan di desa Tapian Nauli I, lokasi pendaratan ikan berada di sepanjang garis pantai desa tersebut.

Lokasi pendaratan ikan yang akan disurvey setiap bulan oleh para pencatat disarikan dalam Tabel 1 di bawah ini.

(57)

Tabel 1. Hasil Kesepakatan Lokasi Survey Creel di Kabupaten Lingga Nama Lokasi Lokasi Pendaratan Ikan (kode) Pencatat Jumlah Responden Nelayan Yang Akan Disurvei M. Daim Gea 7 Tapian Nauli I Tangkahan Nelayan Desa Pargadungan (TNDP) Iskandar T. 7 Jago-Jago Ujung

Pasir (JJUP) Maskur 8

Jago-Jago

Jago-Jago

COREMAP (JJCR) Darmawan P. 5 Sitardas Ujung

Pasir (STUP) M. Yunus 10

Sitardas

Sitardas Ujung

Batu (STUB) M. Nazir 3

II. PEMANTAUAN PENDARATAN IKAN

A. Jumlah Tangkapan

Pengambilan data CREEL di Tapanuli Tengah dilakukan selama 3 hari di desa Sitardas, Jago-Jago dan Tapian Nauli. Pengambilan data dilakukan pada saat perayaan kemerdekaan RI yaitu tgl 16-18 Agustus sehingga data yang terkumpul kurang lengkap. Misalnya, di desa sitardas pencatat hanya bisa mengambil data selama 2 hari saja yaitu pada tanggal 16 dan 18 Agustus. Selain itu, pencatat juga tidak bisa mengambil data responden sebanyak jumlah yang ditentukan. Banyak nelayan yang ikut serta dalam persiapan maupun perayaan HUT RI ke 63 di masing masing desa. Berikut ini adalah total tangkapan untuk masing-masing desa di Tapanuli Tengah :

(58)

Tapian Nauli 231.75 kg Jago-Jago 128.5 kg Sitardas 67.1 kg 0 50 100 150 200 250

Gambar 2. Histogram Total Tangkapan per Desa

Histogram di atas menunjukkan bahwa total tangkapan paling banyak adalah di desa Tapian Nauli I yaitu sebesar 231.75 kg. Padahal di desa ini hanya terdapat satu lokasi pendaratan ikan saja yang ambil datanya . Factor yang menyebabkan hasil tangkap di desa Tapian Nauli I lebih banyak dari kedua desa lainnya adalah : nelayan dari desa Tapian Nauli I banyak menggunakan alat tangkap pukat tepi sehingga hasil tangkapan lebih banyak dibanding dengan dua desa lainnya yang umumnya hanya menggunakan alat tangkap pancing.

B. Jumlah Tangkapan per Alat Tangkap

Nelayan di daerah Tapanuli Tengah menggunakan alat tangkap yang beragam. Ada yang menggunakan pancing, jaring, pukat tepi dan bagan. Akan tetapi pada saat survey banyak nelayan tidak menggunakan bagan karena saat bulan terang.

(59)

3 kg 125.5 kg 52.4 kg 14.7 kg 42.55 kg 189.2 kg 0 20 40 60 80 100 120 140 160 180 200

Jago Jago Sitardas Tapian Nauli

Jaring

Pancing

Pukat Tepi

Gambar 3. Jumlah Tangkapan per Alat tangkap

Hasil tangkapan di desa Sitardas, Jago-jago dan Tapian Nauli I, berhubungan dengan alat tangkap yang digunakan nelayan. Alat tangkap yang mendapatkan hasil tangkapan paling tinggi adalah pukat tepi yang banyak digunakan di desa Tapian Nauli. Total tangkapan menggunakan pukat tepi adalah sebesar 189,2 kg (Gambar 3.). Dengan menggunakan alat ini nelayan mendapatkan lebih dari satu jenis tangkapan dalam sekali pasang sehingga total tangkapan tinggi. Akan tetapi penggunaan alat tangkap ini tidak dianjurkan karena banyak ikan-ikan yang masih kecil ikut tertangkap. Hal ini terlihat dari hasil tangkapan utama di desa ini adalah ikan rucah kecil. Total tangkapan dengan menggunakan pancing paling tinggi di desa Jago-jago yaitu sebesar 125,5 kg, sedangkan total tangkapan dengan alat tangkap jaring paling banyak dihasilkan di desa Sitardas yaitu sebanyak 52,4 kg. Di desa ini pancing banyak digunakan untuk menangkap cumi-cumi.

C. Jenis Tangkapan

Jenis tangkapan ikan di Tapanuli Tengah sangat bervariasi dan dapat dibedakan menjadi jenis tangkapan ikan dan non ikan. Jenis tangkapan ikan sebagian besar merupakan ikan karang. Ikan-ikan ini berasal dari famili Carangidae (ikan kue), Lethrinidae (ikan lencam), Siganidae (ikan baronang), Lutjanidae (ikan kakap), Seranidae (ikan kerapu), Caesionidae (ikan ekor kuning), Mulillidae (ikan janggut), Sphyraenidae (ikan barakuda), dll.

(60)

Tabel 2. Jenis Tangkapan Ikan

Nama Lokal Kode Nama Latin Total Tangkapan

(kg) Balato CAR 6 Atule Mate 2.4

Baracung Let 4 Lethrinus lentjan 4

Cabe SIG 1 Siganus guttatus 13.2

Gabu CAR 4 Caranx melampygus

15.6

Janaha LUT 2 Lutjanus bohar 1.4

Jompo - - 1

Jumbo CAE 1 Caesio teres 57.4

Kerapu - - 10.6

Kerapu SER 8 Epinephelus spilotoceps

2

Marang - - 1.5

Pinang-pinang MUL 3 Parupeneus chrysopleuron

5

Rucah kecil - - 144

Selar kuning - - 2

Tando LUT 5 Lutjanus fulvus 4.8

Teter SPH 1 Sphyraena sp. 4

Tui - - 5

Biasanya nelayan menyebut ikan dengan nama yang sama walaupun berasal dari jenis atau spesies yang berbeda. Oleh karena itu, untuk mempermudah proses analisa maka diberikan buku panduan yang berisi gambar dan kode ikan yang sesuai berdasarkan pada familinya. Akan tetapi ada beberapa ikan karang hasil tangkapan nelayan yang tidak ditemukan di dalam buku panduan ikan karang. Adanya beberapa jenis ikan baru ini dapat dijadikan bahan untuk perbaikan buku panduan ikan karang selanjutnya.

Hasil tangkapan non ikan berupa cumi-cumi, kepiting, kepiting rajungan dan udang (Tabel 3). Cumi-cumi dapat ditangkap di ketiga desa yaitu desa Jago-jago, Sitardas dan Tapian Nauli I. Kepiting banyak ditangkap di desa Jago-jago dan Sitardas. Sedangkan kepiting rajungan dan udang banyak diperoleh di desa Tapian Nauli I.

Gambar

Gambar 1. Koordinasi dengan Kepala DKP Tapanuli Tengah
Gambar 2. Suasana pelatihan CREEL Tapanuli Tengah 2008
Gambar 3. Kesepakatan penetapan lokasi pendaratan ikan
Gambar 5. Evaluasi data CREEL di desa Sitardas
+7

Referensi

Dokumen terkait