• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB. IV. Simulasi Analisis Marka Mikrosatelit Untuk Penduga Heterosis Pada Populasi Inbrida

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB. IV. Simulasi Analisis Marka Mikrosatelit Untuk Penduga Heterosis Pada Populasi Inbrida"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 4 Posisi relatif 34 inbrida jagung menggunakan 36 marka SSR dengan nilai  koefisien kofenetik (r) sebesar 0,76
Gambar 6 Posisi relatif 34 inbrida jagung menggunakan 30 marka SSR dengan  nilaikoefisien kofenetik (r) sebesar 0,78
Gambar  8.  Posisi relatif 34 inbrida jagung menggunakan 25 marka SSR dengan nilai  koefisien kofenetik (r) sebesar 0,79
Gambar 10.  Posisi relatif 34 inbrida jagung menggunakan 20 marka SSR dengan nilai  koefisien kofenetik (r) sebesar 0,76
+6

Referensi

Dokumen terkait

Bahan-bahan yang digunakan adalah tanah terkontaminasi minyak bumi yang diambil dari lahan suboptimal PERTAMINA Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera

Penelitian yang dilakukan oleh Muctharjo (2013) dengan judul “Pembentukan Karakter Disiplin Dan Tanggung Jawab Melalui Pemahaman Dasadarma Dalam Kegiatan

Pada tahun 1823, beberapa warga membentuk Asosiasi Belanda untuk Perbaikan Moral Narapidana untuk memperbaiki moral para tahanan dengan memerangi perusakan moral

Ia juga menampilkan satu kajian sistematik pada pemahaman tema Surah dalam Al-Qur’Én dan menganggapnya satu bidang penyelidikan penting dalam kajian tafsiran Al-Qur’Én mengikut

Selama pelaksanaan kuliah kerja praktek, penulis ditempatkan di bagian keuangan , Berikut adalah uraian untuk menjelaskan struktur organisasi Bagian Keuangan pada

Langkah selanjutnya adalah uji calon pengguna yang dilakukan oleh konselor dengan kriteria berprofesi sebagai konselor di SMP selama minimal 3 tahun, dan pendidikan terakhir minimal

Nilai Mpr kolom (Mpr3 dan Mpr4) sendiri didapatkan dari perhitungan kapasitas momen tahanan kolom berdasarkan diagram interaksi sesuai dengan tulangan memanjang

Hasil Belajar Peserta Didik pada Siklus Dua Di siklus kedua, hasil ulangan harian yang diperoleh peserta didik juga belum dapat memenuhi ketuntasan secara klasikal, karena