Sekilas Info tentang Ujian Sertifikasi Qualified Internal
Auditor (QIA) dan Pendidikan Profesional Berkelanjutan
(PPL) bagi Pemegang Gelar QIA & Kode Etik QIA
1. Pendahuluan
Qualified Internal Auditor (QIA) adalah sertifikasi profesi dalam bidang audit internal yang menunjukkan kualitas dan profesionalisme dari individu yang memilikinya. Sertifikat QIA juga merupakan pengakuan bahwa yang bersangkutan telah memiliki pengetahuan dan
keterampilan yang sejajar dengan kualifikasi auditor internal tingkat internasional.
Sertifikat QIA diberikan oleh suatu lembaga yaitu Dewan Sertifikasi Qualidied Internal Auditor (DS-QIA) yang terdiri dari para pakar maupun praktisi senior dalam bidang audit internal. Sampai saat ini, Yayasan Pendidikan Internal Audit (YPIA) adalah satu-satunya lembaga yang diberi wewenang oleh DS-QIA untuk menyelenggarakan pendidikan audit intern dan ujian Sertifikasi QIA.
2.
Road To QIA
Program Sertifikasi QIA dapat diikuti oleh masyarakat luas yang berprofesi sebagai auditor ataupun mahasiswa dari perguruan tinggi yang memiliki kerjasama pendidikan audit intern dengan DS-QIA. Persyaratan umum adalah memiliki pendidikan formal D3 dan pengalaman kerja sebagai internal auditor/ekuivalen selama 1 tahun.
Program Sertifikasi QIA didapat harus dengan mengikuti pelatihan audit internal yang diselenggarakan oleh Yayasan Pendidikan Internal Audit (YPIA) melalui beberapa jenjang pelatihan yaitu Tingkat Dasar, Tingkat Lanjutan dan Tingkat Manajerial. Di setiap jenjang pelatihan peserta diberikan ujian sertifikasi dari setiap materi pelatihan.
Dengan menggunakan kerangka acuan kompetensi audit internal (Competency Framework for Internal Auditing - CFIA), Common Body of Knowledge The Institute of Internal Auditors (IIA), Content Specification Outline (CSO) ujian CIA (Certified Internal Auditor), serta memasukkan kebutuhan pengetahuan dan keterampilan praktik audit internal di Indonesia maka Skema Sertifikasi Qualified Internal Auditor (QIA) adalah seperti di bawah ini :
Sertifikat QIA hanya dapat diberikan kepada peserta yang telah memiliki pengalaman kerja dalam bidang audit internal paling sedikit selama 1 tahun dan telah lulus dari ± 23 materi ujian yang diselenggarakan dalam 5 (lima) jenjang pendidikan.
Bagi calon peserta yang memiliki latar belakang pendidikan, pelatihan dan pengalaman kerja di bidang auditing, dapat mengajukan pertimbangan penempatan (waiver) kepada DS-QIA dengan mengirimkan biodatanya (curriculum vitae) secara online di sub menu Sertifikasi: CV untuk placement, atau melalui email [email protected]. DS-QIA di dalam pertemuan
3.
Silabus Ujian Sertifikasi QIA
Materi sertifikasi QIA menggunakan kerangka acuan kompetensi audit internal (Competency Framework for Internal Auditing - CFIA), Common Body of Knowledge The Institute of Internal Auditors (IIA), Content Specification Outline (CSO) ujian CIA (Certified Internal Auditor), serta memasukkan kebutuhan pengetahuan dan keterampilan praktik audit internal di Indonesia.
Materi Sertifikasi QIA meliputi pengetahuan dan keterampilan yang perlu dikuasai oleh auditor internal di setiap jenjang/tingkat pelatihan.
Tingkat Dasar wajib memahami:
1. Fondasi Audit Internal 2. Standar Profesi Audit Internal 3. Akuntansi Keuangan
4. Manajemen Keuangan 5. Perilaku Organisasi
6. Pengendalian Internal & Manajemen Risko 7. Perencanaan & Perangkat Penugasan Audit 8. Teknologi Informasi I
9. Perpajakan
10. Ketrampilan Manajemen
Kesepuluh materi diberikan dalam 2 (dua) jenjang pelatihan dan ujian sertifikasi yaitu Tingkat Dasar I dan Tingkat Dasar II. Sertifikat Audit Internal Tingkat Dasar akan diberikan setelah lulus semua materi ujian.
Tingkat Lanjutan wajib memahami:
1. Pelaksanaan Penugasan Audit 2. Perencanaan Audit Tahunan 3. Audit Sampling
4. Teknologi Informasi II 5. Manajemen Operasi 6. Lingkungan Bisnis Global 7. Fraud Risk and Control 8. Komunikasi Penugasan Audit 9. Jenis Penugasan Audit 10. Akuntansi Manajemen 11. Teknologi Informasi III
Kesebelas materi diberikan dalam 2 (dua) jenjang pelatihan dan ujian sertifikasi yaitu Tingkat Lanjutan I dan Tingkat Lanjutan II. Sertifikat Audit Internal Tingkat Lanjutan akan diberikan setelah lulus semua materi ujian.I
Tingkat Manajerial wajib memahami:
1. Peran Audit Internal dalam Corporate Governance dan Manajemen Risiko 2. Corporate Governance
3. Penugasan Assurance dan Consulting
4. Quality Assurance and Improvement Program 5. Perkembangan Internal Auditor
6. Manajemen Audit Internal 7. Komunikasi dalam Audit Internal 8. Manajemen Stratejik
9. Leadership dan Change Management 10. Teknik Presentasi
Semua materi tersebut akan diuji secara tertulis dan bersifat komprehensif. Selain itu peserta diwajibkan menyusun paper/makalah untuk dipresentasikan di hadapan Penguji/Anggota DS-QIA. Penyusunan paper/makalah di Tingkat Manajerial harus asli/original sesuai dengan pengalaman dan kondisi organisasi/perusahaan tempat bekerja.
4.
Regristrasi Sertifikasi QIA
Untuk pertanyaan perihal pendaftaran sertifikasi QIA YPIA, silakan menghubungi bagian marketing di nomor telpon : 021 – 798 5555, atau bisa melalui email
Address: L’Avenue Office Tower, 17th Floor. Jl Raya Pasar Minggu, Kav. 34, Pancoran – Jakarta Selatan, 12780 (website http://ypia.co.id/)
5.
Sekilas Tentang Dewan Sertifikasi Qualified Internal Auditor
(DS-QIA)
Dewan Sertifikasi Qualified Internal Auditor (DS-QIA) adalah sebuah lembaga sertifikasi profesi yang independen dengan tugas pokok mengelola pemberian Sertifikasi Qualified Internal Auditor, dan menentukan Standar, Kode Etik Profesi, serta menyelenggarakan Ujian Sertifikasi QIA. Proses pendirian DS-QIA tidak terlepas dari sejarah berdirinya Yayasan Pendidikan Internal Auditor (YPIA). YPIA didirikan di Jakarta pada tanggal 17 April 1995.
Latar belakang didirikan YPIA adalah adanya desakan kebutuhan. Kebutuhan tersebut adalah keinginan meningkatkan kompetensi dan profesionalisme internal auditor di Indonesia, serta belum adanya lembaga pelatihan profesi internal audit dengan standar internasional yang memadai dan berkesinambungan.
Pendiri YPIA adalah Pengurus Forum Komunikasi Satuan Pengawasan Intern (FKSPI) BUMN/D periode 1992 – 1995, yaitu Hiro Tugiman (Ketua Umum), Soedar Kendarto (Sekretaris Umum), FX Sriharto (Ketua IV), dan Darwis A. Rahman (Bendahara), yang didukung oleh Soedarjono (Kepala BPKP), Martiono Hadianto (Dirjen Pembinaan BUMN Dept. Keuangan RI, dan Direksi 5 (lima) BUMN yaitu Setyanto P. Santosa (Direktur Utama PT Telkom), Ridwan Fatarudin (Direktur Utama PT MNA), Sjaiful Amir (Direktur Keuangan PT Pusri), Ida Bagus Putu Sarga (Direktur Utama PT Jasa Raharja), dan Ahmad Soebianto (Deputi Ketua BPIS). Kelahiran DS-QIA didahului dengan pembicaraan pada waktu Rapat Kerja FKSPI BUMN/BUMD Wilayah Jawa Timur di Malang tanggal 30 Maret 1996 antara eksponen (pengurus) FKSPI BUMN/BUMD yang berada dalam kepengurusan YPIA dan pengurus yang lain serta pejabat BPKP, yaitu tercetusnya ide untuk memperkokoh hasil pelatihan dari YPIA berupa pemberian sertifikat profesi.
Gagasan ini selanjutnya dimatangkan dengan pertemuan di Bandung tanggal 13 April 1996. Pada pertemuan tersebut dideklarasikan apa yang kemudian disebut “Deklarasi Bandung“ sbb :
1. Mengusulkan terbentuknya Ikatan Internal Auditor Indonesia (IIAI), atau sekarang menjadi Perhimpunan Auditor Internal Indonesia (PAII)
2. Melaksanakan program sertifikasi Qualified Internal Auditor (QIA) 3. Mengusulkan terbentuknya Dewan Sertifikasi QIA
Maka dengan Surat Keputusan FKSPI No. KEP/15/FKSPI/VIII/1996 dibentuklah DS-QIA di Jakarta pada tanggal 21 Agustus 2006 dengan susunan keanggotaan DS-QIA untuk periode awal (1996 – 2001). Keanggotaan DS-QIA saat ini terdiri dari unsur-unsur :
1. Forum Komunikasi Satuan Pengawasan Intern (FKSPI) 2. Pemerintah/Sektor Publik
3. Institute of Internal Auditors (IIA) Indonesia 4. Yayasan Pendidikan Internal Audit (YPIA) 5. Perhimpunan Auditor Internal Indonesia (PAII) 6. Akademisi/Perguruan Tinggi
7. Praktisi Audit Internal
8. Klien Internal Audit (Anggota BoD) 9. Komunitas/masyarakat
6.
Penentuan Kredit Pendidikan Profesional Berkelanjutan (PPL)
Qualified Internal Auditor wajib mengikuti PPL sekurang-kurangnya 180 jam dalam waktu 3 tahun yang bisa ditempuh melalui:
a. Jalur Pendidikan
Peserta seminar/pelatihan/workshop di dalam negeri = 10 jam per hari.
Moderator seminar = 20 jam.
Pembicara seminar = 40 jam.
Pengajar pelatihan bidang auditing (related to auditing) = sesuai jam efektif menga jar.
Kegiatan pembinaan dan pengembangan auditor di kantor sendiri = sesuai jam efektif.
b. Jalur Publikasi
Penulisan artikel = 20 jam/tiap artikel.
Penulisan diktat (modul) = 30 jam/tiap diktat (modul).
Penterjemahan buku = 30 jam/tiap buku.
Penulisan buku = 60 jam/tiap buku.
Editor/penyunting penulisan buku = 30 jam/tiap buku.
c. Jalur Praktisi
Profesi sebagai auditor dalam 1 (satu) tahun penuh sesuai dengan jam penugasan maksimal diakui 30 (tiga puluh) jam.
Keanggotaan organisasi profesi = 15 jam/tahun.
Terkait urusan PPL silahkan hubungi :
Dewan Sertifikasi Qualified Internal Auditor (DS QIA) Graha Permata Pancoran Blok B5-B6
Jl. Raya Pasar Minggu Kav. 32 Pancoran Jakarta 12780 Tlp. 021- 7972255 Fax. 021- 79192950 Email: [email protected] dan [email protected] , alamat website DSQIA : http://www.dsqia.com/
7.
Kode Etik QIA
Tujuan
Sebagai suatu profesi, ciri utama auditor internal adalah kesediaan menerima tanggung jawab terhadap kepentingan pihak-pihak yang dilayani. Agar dapat mengemban tanggung jawab ini secara efektif, auditor internal perlu memelihara standar perilaku yang tinggi. Oleh
karenanya, Dewan Sertifikasi Qualified Internal Auditor dengan ini menetapkan Kode Etik bagi para auditor internal.
Penetapan
Kode Etik ini memuat standar perilaku sebagai pedoman bagi seluruh auditor internal. Standar perilaku tersebut membentuk prinsip-prinsip dasar dalam menjalankan praktik audit internal. Para auditor internal wajib menjalankan tanggung jawab profesinya dengan
bijaksana, penuh martabat, dan kehormatan. Dalam menerapkan Kode Etik ini auditor internal harus memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pelanggaran terhadap standar perilaku yang ditetapkan dalam Kode Etik ini dapat mengakibatkan dicabutnya keanggotaan auditor internal dari organisasi profesinya.
Standar Perilaku Qualified Internal Auditor.
1. Auditor internal harus melaksanakan pekerjaannya dengan kejujuran, kesungguhan dan
tanggung jawab.
2. Auditor internal harus mentaati hukum dan membuat pengungkapan sesuai hukum dan
profesinya.
3. Auditor internal tidak boleh secara sadar terlibat dalam kegiatan yang ilegal, atau terlibat
dalam kegiatan yang dapat mendiskreditkan profesi audit internal atau mendiskreditkan organisasinya.
4. Auditor internal harus menghormati dan menyumbang kepada tujuan organisasi yang sah
dan etis.
5. Auditor internal tidak boleh berpartisipasi dalam kegiatan atau hubungan apapun yang
dapat atau patut diduga dapat mengurangi kemampuannya untuk melakukan assessment secara objektif. Termasuk dalam hal ini adalah kegiatan atau hubungan yang menimbulkan konflik dengan kepentingan organisasinya.
6. Auditor internal tidak boleh menerima imbalan dalam bentuk apapun yang dapat, atau
patut diduga dapat mempengaruhi pertimbangan profesionalnya.
7. Auditor internal harus mengungkapkan semua fakta-fakta penting yang diketahuinya, yaitu
fakta-fakta yang jika tidak diungkapkan dapat mendistorsi laporan dari kegiatan yang direviu.
8. Auditor internal harus bersikap hati-hati dalam menggunakan dan menjaga informasi yang
diperoleh dalam pelaksanaan tugasnya.
9. Auditor internal tidak boleh menggunakan informasi untuk mendapatkan keuntungan
pribadi, atau untuk hal-hal yang dapat merugikan tujuan organisasi yang sah dan etis.
10. Auditor internal hanya melakukan jasa yang dapat diselesaikan dengan menggunakan
pengetahuan, keahlian, dan pengalaman yang dimilikinya.
11. Auditor internal melakukan jasa audit internal sesuai dengan Standar Profesi Audit Internal. 12. Auditor internal harus senantiasa meningkatkan keahlian dan efektivitas, serta kualitas dari
8.
Perkembangan
Mulai Oktober 2002 Sertifikat QIA diakui organisasi profesi internasional yaitu The Institute of Internal Auditors (IIA) yang berpusat di Florida, Amerika Serikat. Ini berarti Sertifikat QIA sejajar dengan sertifikat profesi internal audit lainnya di 36 (tiga puluh enam) negara di dunia. Sampai dengan tahun 2013, The Institute of Internal Auditors (IIA) global telah memberikan pengakuan dalam bentuk professional regonition eligibility dalam mengikuti Ujian CIA Part 4 kepada Pemegang Sertifikat QIA yang telah mengikuti pelatihan dan ujian QIA di YPIA. Ke depannya QIA akan menjadi Local Certification yang diendorse oleh IIA. Hal ini akan menambah kepercayaan diri para QIA bahwa sertifikasi yang dimilikinya telah mengikuti standar IIA. Saat ini pemegang Sertifikat QIA mendapatkan manfaat lebih dengan adanya kerjasama DS-QIA dengan Lembaga Sertifikasi Profesi Manajemen Risiko (LSPMR), yaitu dengan diakuinya beberapa modul sertifikasi QIA, sehingga para QIA yang ingin mendapatkan Sertifikat Certified Risk Management Professional (CRMP) waktunya menjadi lebih singkat dengan biaya yang lebih terjangkau.
Guna memelihara kualitas pelaksanaan tugasnya, pemegang sertifikat QIA wajib mematuhi standar dan kode etik profesi yang dikeluarkan Dewan Sertifikasi, dan wajib mengembangkan dirinya melalui Pendidikan Profesional Berkelanjutan (PPL) paling sedikit 180 jam dalam 3 (tiga) tahun.
Untuk memajukan bidang audit internal di dunia pendidikan, saat ini DS-QIA mengembangkan pola Kerjasama Pendidikan Audit Internal (KPAI) dengan beberapa perguruan tinggi di
berbagai kota dalam memberikan pelatihan dan sertifikasi audit internal tingkat dasar dan tingkat lanjutan di kalangan mahasiswa, sehingga mereka memiliki nilai lebih saat memasuki dunia kerja di berbagai perusahaan. Dengan adanya kerja sama ini jangkauan pelatihan dan pengembangan sertifikasi bidang audit internal lebih merata, dan menjadikan audit internal sebagai suatu profesi yang dituntut memiliki disiplin ilmu tersendiri. Pemegang sertifikat QIA di seluruh Indonesia, mulai dari staf yunior hingga direksi dari berbagai instansi BUMN, BUMD, BUMS serta dari sektor publik/Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) mencakup seluruh strata sampai dengan tingkat Inspektur Jenderal/Inspektur Utama dan Wakil Menteri. Disamping itu tercatat pula pemegang gelar QIA yang berasal dari kalangan perguruan tinggi, LSM, rumah sakit, lembaga keagamaan, maupun para individu.