• Tidak ada hasil yang ditemukan

'I'EKNOLOGI. /K E'f UJ\ DPP'l' DALAM 11ANGKA PEMBAIIASJ\N

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "'I'EKNOLOGI. /K E'f UJ\ DPP'l' DALAM 11ANGKA PEMBAIIASJ\N"

Copied!
65
0
0

Teks penuh

(1)

R.EPUBLIK INDONESIA R I S A L A H

RAPJ\T KEHJA KOMIS! X DPR-UI DENG AN

MEN'l'E HI N EGJ\HJ\ Ill SE'!' DAN 'I'EKNOLOGI. /K E'f UJ\ DPP'l' DALAM 11ANGKA PEMBAIIASJ\N

HUU 'l'ENTANG J\KADEMI I LMU PENGE'fAlJUAN INOONFSI A

Tahun Sidang Masa Persidangan Rapat ke Jenis Rapat D e n g a n Sifat Rapat Bari

I

Tanggal W a k t u Ketua Rapat Sekretaris Ra.pat A c a r a H a d i r I • KOMI:sl X DPR-RI : 1. Drs. Markus Wauran.

2. Ir. Hanoch Eliezer Mackbon.

1990/1991

I 2.

Fa.pat Kerja

Menteri Nega.ra ffiSTEl<;Ketua BPPT.

T e r b u k a

Selasa, 4 Septenber 1990 09 .00 WIB.

Drs • Markus Wauran Drs • S udib jo

Perrbahasan ffiM a tas RUU Ten tang Akaderni Ilmu Pengetahuan Indonesia.

1. Kanisi X DPR-RI ; 36 dari 41 Anggota.

2 • Perrerintah : .Menristek beserta Staf.

10 • Mohammad Sapingi.

11. Drs. Aminullah Adiwilaga •. 3. Drs. t-bzes Adi Soerjc:soenarjo. 12. Dra,. Ny. Scedyartini Soemarno. 4. Drs . Soebagjo

5 • Drs . H • S uandi Harrbali •

6. H. Djamaluddin Tanbunan, SH. 7. Ors . P alar Ba ttbara.

8 • DR. Ir. Ny. I rrna A.

o.

Putra , MSc.

9. K. H. Sakti Qodra tullah.

13. H. Suhadi Hardjosutamo.

14. Drs. Al. Soelis tya.

15. R. Tubagus Hamzah.

16. H,R,.S. Stbyakto.

17. H., Ibedoeng Pbdoelkarim. 18 . Toto Mudj iharto, BA.

(2)

II.

19 • Ny . HSK Susi las tuti Sutopo Isnaro. 2 8. .'Ma,sna Sastraputra. 29 • H. Abdur I\a.Uf Lubis • 20. R. Ng. Bambang Supangat.

21. dr. Ny. Ida Yusi Dahlan. 30. M. Taufik Sya:rbaini.

22. Prof. DR. Ir. Fachruddin. 31. N.Mt Budi Waluyo.

23. Dra. Ny. Oelfah A.S. Hannanto. 32. M a c h f o e d.

24. Ors. Fransiskus Skera. 25. H. Suryo Ma.rdjiyo. 26. J. H. Salu. 2 7. Soemamo. PEMERINTAH : 1. B • J. Habibie 2. Sabana Kartasasmi ta 3. Sediono Tjondronego:ro 4. S o e d i t o 5. Soedinnan 6. Karyana Uk.ar 7. Iman Suripto 8. J.A. Katili 9. Samaun Samadikun 10. Gmawan Satari 11. Parlin Napitupulu 12. Rukroanul Hck.im 13. Roem Husein 14. M. Daud 15. Kusrnan Hidayat

3 3 • H • Ivbharrroad Musyaf ak.

34. Dra. Ny. H. Syarifah Muhtarom. 35 • Drs • Pop:> Sonadar Haroen. 36 • Drs • s o e b a g y o •

Menteri Negara RIS'IEK/Ketua, BPPT. Asis ten Menristek.

Asisten V tvenristek.

Banes Asisten III Menristek. Staf.

Banes Asisten III' Menristek. ; BPPT.

: Wakil Ketua DJN. : Ketua LIP! •

: Sekretaris :r.i:enteri Negara, Ristek..

: Wald l Ketua BPPT. : Karo Unun M=nristek.

BPPT. Staf. Staf. .. ·I\ETUl\ MPAT ,,,,.~ ..

,

... ~ --~...._....

__

(3)

KETUA .RAPAT

2

~'~.DRS.~ .MARKUS WA URAN.

Saudara-sDudera sekalian sesu.ai dengan ketentuen Tata

Tertib , maka dari 41 orang

~nggota

Komisi X yane sudah

mend~

tangani dafter hadir berjumlah

36

orang/Anggota telah

mewaki-li semua Fraksi dan oleh karena

4tu

Rapat ini telah memenuhi

qourum dan untuk itu Rapat kami buk:a dengan resmi.

( ketuk

palu

3

kalf )

Saudara-saudara sekalian pade hari ini kite akan mulai

membahos mengenai

DIM

yang dimasukkan oleh Fraksi-fraksi dime

-na

kita akan mulai dengan JuduJ.,: kemudian konsideran den

set~

rusnyao

Saudara-saudara sebagoimana atau sesuai dengan kesepakatan

k!

ta

kcmorin

bohwo bagi

mereka yang mengajukan usul perobahen

diberikan kesempatan

tmtuk

menjelaskan usul perubahan atau pe

'

-nyempUl~aan

dari pada RUU ini,: kemudian akan ditanggapi oleh

Fraksi-fraksi yang lain dan termasuk dari pihak Pemerintaho

Saudara-saudara dari Judul ada 2 (due) Fraksi

yang

mengajukan

usul penyempurnaan;· sesuai dengan kesepakatan kemarin ju.ga

bahwe ki ta akan mulai dari Fraksi KP ,· ABRI

;~

PP ,

PDI~·

Untult

Judul ini ada

2

(dua) Fraksi yang mengajukan usul penyempurn,!

an~·

yaitu Fraksi PP dan PDio

DRS. PALAR BATUBARA. ( F-KP )

IntrUfJsi : Saudara Ketua dan Saudarasaudara sekalian, sebe

-lum ki ta l.anj utkan non ti mater! yang akan dibahas,

saya kira kita atur dulu mekanisme pembahasen

mat~

rit

Karena kemarin sudah ditetapkan bahwa DIM. itu

t.elah di tetapkan sebagai sstu

meteri,~

tetapi nanti

didalam pembahasannya kite mesti

atur

juga apakah

Pasel per ·pasel atau Bab per· bab dan ini saya kira

perlu menjadi perhatian Saudara Ketua.

Terima

kasih~·

KETUA RAPAT

Soudara-saudara sekalian memang.kemarin kami sudah

jela~

kan mengenai mekanisme apa yang disampaikan oleh Pak. Drs.

P~

lar Batubara tadi, jadi kami ingin tegaskan sekoli lagi bahwa

yang

akan kite bahas ini Saudara-saudara

yang mulai

pertamao

Jadi mulai Judul , konsideran ,· menimbang .;' mengingat

,~

kemud!

an pada Pasal demi Pasal sampai dengan penjelasan nantio

Bise setuju Saudara-saudara

?

(4)

Jadi selrnrang ki to mulai dengan Judul Saudara-saudara, ada 2 (duo)

Fraksi yang mengajukan

usul penyempurnaan, yaitu

Frolrni PP dan PDI, komi mohon pertomo dori li':raksi PP W1tuk

menyampaikan

alasan-alasan atau argumentasi untuk penyempur-naan dari pada Judul inio Silohlrnno

Ho MOHANrIVJ.AD MUSYAWAK , ( F-PP )

Saudara

Menteri

dan Pimpinan Sidang dan

Sidang yang

te~

honnat o Sesuai dengan

daftar

scmdingan DD.i yang ada pada

ki

to, dalom

memosuki

RUU AIPI ini menwng daftar DD/I

yang

ada

pada kami dari

Judulnya

itu

sudah ado

mulai menginginkan

pe-rubahun.

Dasor

pertimbongannyo edalah wolaupLUl kami telah memohami kfdnginan Pemcrintah yong di dalom

Jawaban

Pemandan,B_ an Umum maupun

pengantar

Dil~I ycmg k·~.tnarµi·

disampaikano

Naml.Ul

kami masih be.rkeinginan Wltuk

dipertimbanglcon oleh

Sidang

yang terhonnat sekurong inio

Mesalahnya

adaloh

bahwa

Akademi

Ilmu

Pengetahuan Indonesia, khusus kDta-kata

.AkHdemi ini

su-dah memasyarokat

di negora

kita, bahwa

kamus

yang

terbarupun

itu mengandung arti yang tertentu, ini kamus

dari Purwodannin

to kami sebutkan, halamsn

230

Jadi Akademi ini

adalah

Seko-lah Tinggi

yang mengajarkan sesuatu

p(~ngetahuan

; misalnya

Kepolisian, Militer , Senilukis,

Ka:rtiwitan

dan sebagainyao·

Jadi

kalau

kita

sepakot

di

dalam Pandaugan:Uinum

ingin

mem:en-patkan

para

ilmuwan

terkemuka

di

dalom wadah tertentu dan

di

Judul-nya

itu

masih Akademi, ini nampaknya kurang terkenao

Oleh sebab i tu lewot Sidang

yang

terhormat ,: kami mohon dipe.r timbangkan sekali logi

walaupun seakan-akan yang

memunculkan

baru 2 (dua)

Froksi.

Narnun dengon pertimbengan ini

lebih-1~

bih kalau ki ta kai tkan dengan

produl{

dHri pada DPR-RI yang baru-baru

inio

Sudah termuat di d.alam Un~ang-widang Nomoro

2/1989 bnhwa

;1\kt1derni

itu odaleh jenjang

pendidikan

tertentu.

Olell sebab itu kami mengharapkan pengertian untuk direnungkan

sebentar pengertien Akademi yang sudoh

diketohui

oleh masya-rakDt, kecuali lrnlau Undong-widang

ini

hanya

ruong

lingkup di ruong

ini

9 kamd rnemQhtuni~j

Tetapi

Undong-widang

ini nantinya

supaya dibaca

oleh

masyorakot seluruh Indonesia, itulah seba.f?.

nya

kami kemarin di

dnlam pengentar

kemarin ingin mengkoreksi

kflta-!rnts

ini alangkah

baiknya knlou

Aka demi ini di tinj au ke!!!

boli

dengan

usul

kami ..

,Akndemio~

Sebab ini memang ado

kata-k~

ta yang memang mosih

sulit

ditemukan ,

sebab

kalau kemarin

i-ni dori Jewaban Pemerintah menggarnbarkan bahwa pengertian Ak_g,

demi

LJkan

mempunyei

mosu/waktu tertentu , lcami kira kalau ki

(5)

sejak

tahun

1945

karena masyaralrnt belum mengent:1l banyak ba-hasa yang menyatu lrndong-kcdrmg menggwrnlrnn baba-hasa asing, b.£ nyok

di dalem Undang-undang produk

ontara tahLU1

1945 sampai

denc:un tahun 1960 i

tu lrnto-kote bolm&o Belanda masih _.

benyak

tercontum,

memong penr:ortion rnosyorek&t pade saat itu kata

-kato

itulah

yang ode, misalnya soja dulu pengertian

perusehe

.

-an neeoro den

perusollaan partikelir i tu

Undang-tmdong lfomor

beropa i tu produk dori padr1 DPR-GR

dahuluo

Tetapi

sekorang

ini sudah Orde Baru

dm1 kett:1-katfl

ltu

sudoh

ada Lembaga Bah.£

sa sendiri yrmg menghimpuno

Jodi masaleh ini bisa

dipertim-bangkrm.

Demikianloh

sckedar lwl-hel yang lrnmi sampaikan P.£ de mo salf:ih usulan kDmi kai

tannya

dengan usul perubalrnn Judul

dori padv

RUU inio

Demikian Saudara

Pimpinan.

KETU.A R..APAT,

Terima

kosih Saudere Ho Mohammed Musyaw£Jk,

·berikut -

dari~

Fraksi

PDio

DRS. SOEBAGYO, ( F-PDI ]

Terima kasih Bapok Ketua, Bopsk Menteri berserta staf ,

don Bapck, Ibu sekoliano

Pada seat kite membahes

cejok pennuloan

pade RUU ini

disam

-paikan lrnpada

kita,

moka

yong terjodi

selenjutnya adalah SU.!!

tu

kegiaton

yong sifatnya bekerje keraso

Justru

sejek

awol kata Akadc~mi iniloh

yang kemudian

kita

te-rus mencari, sebob

berbDgui

fokta

yang

sudah

berlangi~uhg

atau.

btihkan membudaya di tene;eh-tengah mosyarak£Jt ki ta te:rnyate Aka

demi i tu sendiri,

lwto

Aka demi sudah

membriwa pengertian

yang

bakui

Pertoma,tadi dibacekon komus bahasa Indonesia ;

Ke-duo,sudah

dipekoi sebegei name

yang menyebutkan

st_g,

tus jenjang pendidikan tinggi dalEJm Undong-undang

SiJ!

tim

pendidikan

nosionalo

Untuk

s

0 don

n

3

sc1ya tidak

hapal.

Den berbogai macom

ketentuan

lebih lanjut

da-ri podo

Undnng-undang

ini berupo

PP (

Peraturan

Peme-rintoh ) ,

Keputumm.

rnenteri dan selanj

utnya Akad(~mi.

Maka dari itu kita berpikir

bagoimana

menjaga agar

S.!:!

payo Akademi

Ilmu

Pengetahuon yang dimaksud dalem RUD

ini tetap

dolam

pengertian,

tetep

dalam kononstasi

yang puncak, yang mulia, yeng tinggi,

jangan

snmpoi

htJnya

lcerenn

monggunokon

Alrndemi kemudian

timbul

degr_g,

dosi

pengertion

rencu

dongon

Akodemi

yang sudah

melem

bage

t membudoya ,

termuat dolrim UndBng-undang don

(6)

lain

sebagoinya,

dan pengolaman Bapok

Menteri sendiri 'ii'(

tel'"

-nyata

apakall

Bapak

okon mendirilcan

Aka demi baru ,

i

tu

sebetul nya

tidak

terlalu S8l~h.

Masolnh

lebih lanj

ut ballV1a setiap Undang-undang i tu lwrus

di-mengerti oleh

masyaralwt,

meskipun mungkin Undang-undang

itu

haD~;e

berlaku

untulc linckungm1

tertentu ateu lapisan tertentu

tetapi secara sprinsipiol, secara teoritis setiap Undang-

un-dang itu mendengar lengsLmg meneerti, tidak rancu, doubel

ar-ti don

longsung

pado pengertian yang dimoksudkano

Untuk mencori j alcn

keluar inilah kemudian

1'1raksi PDI

konsul-to si

j

uga dengan 1

1

olrnr

bohasa

j

ugo

o Menj

elE1sk<:m persoalannya

begini

Pak.

Pok~n

..

ilmu pengctahum1

j

uga

lei

ta

konsul; ,

kami

menghadup atvu beliDu-beliau

ki

ta

minta dotcng untuk .ceramah~·

Dalc:im rangkaian ituloh

k0temu

knta

Akademia yang kemudian

ki-ta

aj ulcan seb.agsi

usulan agor supayo

tidak

di bi us dengan .Ak£

demi yong

sudah kami

uroikano

Sampai disini

Saudoro

Ketue

dan

Dopak Menteri dan Bapek, Ibu

selrnlian

kami memproses

lebih lonj ut o Sool kemudian, kemarin

Bapak Menteri sudoh menyompaikon penjelascm panjang lebnr.

Mungkin dalrm hal ini perlu kite mendengor dari pihak yang

l~

in kita semua yang berado diruangan ini, dulu nanti bagaimana

ketemunya mestinya ado putorcn

keduo

dan sclojutnya.

Jadi dengDn

demikian kita

dopat soling memberikan

im.put,

se-hinggo j al on keluar

dopot dico1rni.

KETUA RAP.AT

Masih ado

Pok.

Drso

Soebogyo, usulnya bukan hanya

kata

.Akademi , tetapi ditembah tcknologi juga,

silehkano

DRS o SOEBAGYO, ( F-PDI .)

Yong pertamo

masolah

Akodemia , demikianlah later belakang

yang ado , yong melingkupi

F-PDio

Kemudian

yang

ke-dua ;

Sekaligus

di dDllim

Judul itu

k~

mi mengajukan usul, Akodemi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Indonesia.

Dolcm hal

ini kita mcngecu poda pembicaroan'' pemikiren

kegi-atan sehari-hnri, IPTEK selalu terkuito Seokan-akon

sudah

merupekon

satu

dt'V4itu.uaggal:...malarn

yong

sudah

rnel~mbaga, ·membu-doya

dan sebogainyo ini yang pertamao

Ke-duo, sedikit-sedikit kemi mempelajari pengalamon dari

ne-garo lain, rnunglcin

dlllnm lrnl

ini :Bopok Mennegristek

lebih

tLmtt:rn, lrnreno

dioamping mempelaj

ari j

ugo pel&ku._

(7)

.Ada suatu pengBlamon khas di Amirika Serikat, bahwa pada

mu-lanyu memang mereka semata-mate Akodemi Ilmu Pengetahuan

ha-nya kemudian di dolam perjalanon perkembangan lebih lanjut

muncul

dirasokan kcpcntingan bahwo

Ilmu

Pengetahuan ini

ha-rus

lFmgsung

di

foll.w.l.p

dengon teknologi,

sementara

i

tu mas.E_

lohnye harus di atur dengan Undang-undang.

Karena kehidupan

masyarelrnt berkembang sementara i tu Undang-undang

perkemban~

annyu lambon

atau

membutuhlrnn prosedur tersendiri.

Dalem

p~

riode tertentu beliau-beliou

yang ohli di

Amirika

itu

sompai

kopada suatu pemikiran, ini repot, sudah ada Undang-undang

Ilmu Pengetohuan tapi tidok mampu rnenampung perkembangon

ma-tcri-materi

perkembongan teknologi yang juga harus ditampwig

Undong-undang.

Den

akh~rnya

disnno ada Undang-undang tentang

Akodemi yang mcnyongkut teknologio

Sekarang kite

disini ap~

kah

akan menunggu sampai perkembongen

sampai

titik tertentu,

yang kemudion

ki to

non

ti

lwrus membuat

j uga Undong-undang

A-.kademi Teknologi mungkin

berdnserken

pengalaman sejarah

din~

goro

yang lain

itu,

apo

tidak

sebaiknya sisan gawe begitu.

Ki

ta membahss Aka

demi

Ilmu

Pengetahuan ini apa

susalmya

mem-beri tambah[.:n

don

Teknologi, toh mate:ri-materinya j

uga sudah

mengotur

mengenai

mosnlah-mosaleh Ilmu Pengetahuan dan

Telm.Q.

logio

Soal kemudion nanti namanya , nama sebagoi satu

sebui

nn

Undang AIPI

singkatun saya kira tidak ada masalaho Tetapi

dengan

Judul

yang

lengkop

mencerrninkan

materi

secara

ke8elu-ruhan

al Bngkoh indolmya Undang-undong ki

ta

ini, kurang le bill

demikian

Pak

latar belokang

yDne snmpai

kepada kami

mengaju-kon usulnn

ini.

Secaro

kesimpulonnya kmni

mengaj ukan

usulan

inipun juga sudah mempelajari

dori

segala seginya dan juga

konsultasi dengan.para ahli yang kopenten kurang lebih

demi-kion.

KETU.A RAP.AT

Terima

kasih Pako

Drso

Soebagyo, berikut kami

persilah-lwn Fraksi-froksi

yong loin

untuk memberikan

tanggapnn,

yang

pertamo dari Fraksi

KPo

DRSo AL SOELISTYA , ( F-KP )

'l'erima kosih, hDdirin

sekolion

ynng

terhormat

o

Kami dori Froksi KP di dulom maseloh meneenoi Judul dori

pa-do RUU, sebogoimano tercuntum di pa-dolam buku

kuning,

kompila-si DIM RUU ten tang

Ail;I di dalnm

loj ur F-KP disi tu dapat di

baco 0

tetap

0 o Jodi didolnm

menjajorkon

limf~

huruf tetap ,

(8)

membicDrakcm mengenoi Judul dari pada RUD, yoi tu Ako demi

il-mu Pengetehuan Indonesia, karena kami memahami bohwa nama

i-tu

tidak

sekedar

namo,

kita tidak mcndasorkan apa artinyo

S!:,

buah noma (

Whnt

is the nama ) okon tetapi kite

lebih

menda-sarkon

kepado namu membe:rib-m pertando.

Oleh

karena i

tuloh

mokt1

kami pengartilrnn bahwa

Judul

morupakan kata

atau

kali

-mat

yang

merangkwn yong memberikun gnmbaran urnum yang mence_!

minkun isi peraturon perWldangan yang bersangkutano

Di

dalom hal

ini RUU

AIPI ,

Jadi

Judul Akademi

Ilmu

Pengeta-huan Indonesia , korena

Judul

tersebut terdiri dari beberapa

kata, terdi:ri dari bebernpa kalimot yang mempLUlyai arti

ter-sendiri-sendiri, moka tidok mengherankan apabila meminbulkan

pertanyaan-pertanyaan, kata atau istilah Akademi

baik

di

In-donesia maupun di

luor

negeri

lazim

diaartikan

sebagtd

Lemba-ga Pendidikan Tinggi, demikian pulo di Indonesia

kalau di

da

lom Undang-undong DII<J-JAS disi

tu

dikein.ukakan bahwa Aka demi i

-tu merupakun Perguruan Tingci yang menyelenggorekan

pendidi~

on

terapan

di

dalam setu cabong atau sobekan ilmu

pengetahu-an teknologi atau kesenion tertentu.

Disamping itu k1::1limot

J,lcademi Ilmu

Pengetahuan di dunio

tinternasionnl memEdlki

p~

ngertien sebagoi wadah ilmuwan torkemuka di negaranyao

Memang

di

dalom

kehidupon sehari-hnri sering terdapat

kesuli

tan apobila digunnkDn istiloh yong

berbeda

untuk kenyataan

yang semo , ateu istilah yeng same tetapi kenyataan dimaksud

berbedao

Oleh karena itu perlu ada penjelasano· Akademi

Il-mu Pengetohuon Indonesia

yong

dimaksudkan dalam RUU ini mer£

pokan nams, nama

dori

pada wadah ilmuwan terkemuka Indonesiao

Sebogoi

noma,

,maka tidak

perlu , tidak diharuskan memberi

a~

ti secera terpisah-pisah, Akademi itu sendiri diartikan itu,,

ilmu pengetahuan diberikan pengcrtion,Indonesie jugs

diberi-lrnn

pengertian. Sebagai

noma wadoh

mako me:rupakon

satu

kes!.

tu~n yang

tidak dipecoh-peceh , misalnyo istilah Kamer Dagang

Indonesia wodah i tu da:ri

pa do pare

pengusolw.

Kalau

i tu

di-ortikan sendiri-sendiri, kamnr artinya ini, dagang artinya

i-ni

dsn

ini

tidak gfJtuk

inio

.Apalagi dalnm

pembicoraan

sehar!

hari ene11mya itu , enoknyo itu ycng lazim bukan komar dagang,

tetnpi dognng

kornEJro

Jodi inilah apabila kita

berbicara Bdf!.

nya istiloh yeng soma tetepi kenyotaannyo dimoksud berbeda

9

koreno itu perlu ada penjelasono

Kalau kita memperhatikan

dari

pada istilah

Akadcmi,

di

duhim ketentuan

ejaan yang

di-sempurnalrnn di tetDpkm1 biJhvm sesuatu bahaso a sing d:UtteJ~ukkEJn

untuk mernperkoyo behosn

Indon(;sia horus

selalu di tulis don

(9)

Jadi lrnlml akodemi dibalwsoken Indonesia LUltuk memperkaya bn hese Indonesia makll bLmyinyo okodomi yo akademi, bu.ken okad£_

mio don

ukodcmio koll~U ki tv mempeloj ori sej ale dori podl.1

per-tumbuhen akodemi , bonyalc

terdnpot

honyu di docreh-daereh

E-ropo Bogian TimurQ

Jodi banyok

dipergunokun di

doerehdae

-rah

y~ng berpahBm kiri,

ituloh mengenoi

istilah Akademi

don

.l'lkademin o Sedangkon

tidok menrJmboh kata Tcknologi ,

karene

Teknologi adalr1h tercokup

dolom

pengertian ilmu pengetahuon

itu scndiri, jadi

sumber

dorj_ poda teknologi adolEJh ilmu

pe-ngetuhuon itu sendirio

InilrJh pendirian pado lrnmi Freksi KP di dalr,m merangkum me -ngenai masalah namo Aka demi Ilmu Pengetahuan Indonesia.·;•

me-mong j ugEJ t i tik panglrnl deri pada RUU ini adalah merupakon wadt·:h dari podo paro ilmuvmno

Kironya

dolum

lwl ini ki to cukuplrnn sekian dahulu. KETUJ\ RAPJ\T

Terimo ka f:ih F:rekai KP, selnnj

utnyo

korni persilahkon

(10)

M! T.AUFIK SARBAINI, ( F-ABRI )

Menteri Riset dsn Teknologi

yang

kami honnati beserta

staf. Rekan-rekan Anggota den Pimpinan yeng

terhormat~=

Assalamu' alaikum Wr.\"Tb.

Yane terhormat Saudara Ketua,

Yang terhormat Saudara Men.Ristek beserta Staf·,

Ibu-ibu, Bapo..k-bapal{ sekalian yang · saya hormati.

.. .

Pada daftar tim ini Fraksi ABRI memang tidak memasukan

keluh-an terhadap judul ini, tetapi namun demikikeluh-an bukkeluh-an tidak

berarti kami juga tidak memberikan tanegapan apa yang disampai

-kan oleh Fraksi PP dan Fraksi PDI.

Dimana dikatakan tadi bahwa Akademi yang dimaksud adalah

Aka-derni

yan~

tertcra

dalam

sisdiknas Undane Undang No

2

tahun

1989,

beliau mensitir kamus Bahasa Indonesia.

Kalau kita melihat kepada ekslogi di Indonesia disebutkan

ki-rn-kira bunyinya begini : adalah Akademi itu berarti suatu

jenjang

pendidikan tinc;ei. Y::edua wadah para cendekiawan• yang

sudah dipahami sejauh sejak zaman Romawi.

Jadi kami menserti apa yang disampaikan oleh kedua Fraksi

ta-di, tapi sebagaimana dikatakan oleh peribahasa·Perancis menga

takan "Mengerti bukan berarti memaafkan segalanya karena

mem-berikan pengertian yane mendalam terhadap hakekat sesuatu

bu-kari

saja akan menine;kn.tk::m apresiasi namun juea membuka mata

terhadap berbagai kekurangan.

Disini kami almn menaneGapi kekurangan-kekurangan i tu pak.

Pcrtama mengenai

ka~a

Akademi yang dimaksud tadi. Bahwa kata

Akademi dalan Undang Undang

RUU

kita ini tidak pernah dipakai

satu kata Akaaemi yang berartikan pendidikan. Tapi menjadi ss_

tu kesatuan dengan Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia. Karena

i tu tidaklah tepat kiranya 1<.:alau kata Akademi ini dalam pasal

pasal Undang Undang ini.

Kemudian kata .t'\ko.demi3 sepcrti kami perho.tilrnn dalam dunia

In

ternasional apa yang t2rdapat disini, bahwa Negara-negara

yane; menge;unakan kata-kata Akademia hampir sebagian besar

Ne-gara-negara Blok Timur. Jadi hampir semua katanya berbentuk

ya, kalau

d~lam

bahasa Rusia dd..seb_ut. bakosito haraso. Mungkin

dalam kata

sifatny~ har~saya,

ruski

rus~aya.

Dari segi

pende-katan sekuriti dan ·dari pengalaman para Anggota.kita yang per

nah

ke

negara Timur dan pernah berwawancara dengan salah

se-orane Ilmuannya mengatakan, bagaimana Akademi.Ilmu

Pengetahu-an Pengetahu-anda disini. Bat:;o.imPengetahu-ana hubungPengetahu-an denc;Pengetahu-an moral. Dijawab oleh

mreka h::::h\·:a ki ta tida1c

al<an

merajah

apa i

tu moral.

(11)

Tapi kita akan befusaha ilmu untuk i~mu dengan demikian sangat mengl::hawatirkan sekali h:~c;i klta, dalam hal penggunaan Akademi

::;;eolnh-olah n:mti a1:nn begi tu. Karena i tu kami tidak setuju d.~.

ngan

ment;atakc.m

.i\kaderni dignnti deng;;u1 Akademia.

Berikutnya denL~an kata-kata tehnilogj .• Manusia hakekatnya ada-lah mohosafien do.n hornofaber clia berfikir dan kemudian dia be£

buat. Dan bc~rbust i tulah yang disebut mrmgkin tehnoloe;i. Dan pada zamnn dnhulu hcrfikir itu cul:up lama interfalnya menjadi-faber,

menjadi

satu

kcnyatnan.

Kalau tidak salah dulu 250 ta-hun, tapi sekarang ma1-cin lama ma1cin dekat.

Jadi tehnologi sudah menjadi satu kesatuan ilmu adalah suatu hakekat msnusin i tu j:;.di sudah bt::rfildr dia akan berbuat. Kalau l:i ta tambah disini tehno1ogi, rnaka menurut karni terlalu

berlebihan. Femudi8n ld ta

l:Lhnt

13.gi 1-:.n.lau pada cH:al bakalnya munculnya AI~I ini

adalah dnri pada

adanya LIPI. Dari LIPI

di-1-cats.kan ada

3

deputy diantaranya : de~;uty ilmu pengetahuan

a-.

-lam, deputy 1:,:etua biclanc; t2lmologi, deputy ketua bidQ.nf!: penc;e-tahuan dnn sosial l:emn.nusia~

1

n. J\nd:''._iknta in.t dimasulmn menjadi

juclul um::)amc..nya Al~;:-'tdomi I1mu Pengetnhuan dan T,ehnologi kemung-kinan untuk yong 1rntiga ini tidr1lc memenuhi syarat. A tau kalau kite .. mau 1engkapl\.an ya ld ta lenckapkan semuanya :'\kademi Ilmu

Pcngetahuan Alam 'feknologi

dan Pengetahuan

Kemanusiaan.

Rasa-nya jugn san.s;at bcrkelebihan. Karc:na i tu sekali lagi dalam hal ini-kamipun berkeberatan hal .ini dapat dimasukan

kedalam·

kata-kata 'Aknde:mi Ilrnu

Pengetnhuan.

~~ekian

dan

terima kasih~·

~MTERI NEGARA RISET D.AN TEKNOLOGI/KETUA BPPT

Terima kasih .Saudara Ketua,

Setelah ko.mi mendengarkan pand::.~ngan yanG sangat konstruktif dari

pada kecmpat

Fraksi, w~ka

perlu kami

mcnjelaskan sedikit dan meno.no;gapi berd.:1sarl-:an tanggarH.:.n-tanegapan yang setelah

- sebelumnya diucr1pkan itu.

Memang ap2;_ yang dika takan o1eh FICP tacli sebagai

contoh

kamar dagang

itu

baik sckali. Kit.'.:l kalau menganalisa banyak kamar

-kamar, karnar d:::i.gang, bm1~lr kec.il juGn• Jadi 1-:ita tidak bisa meng8mbil kongklusif dari

penilaian

scsuatu kesatuan kamar da gang dengan mernpreteli pc:rkataan kc,mar. Saya rasa loe;ikanya

-itu sangat tebal. Apa lagi kalau kita melihat sejarah

perkem-bancan

Academy of 3 ien~~e. Ki ta -se:mua ketahui bahvm perkataan .. \cadern}c. of

lliense

i tu sudah lama_ ~3E'.kali, sudah zaman Romawi bahkan juga zarnan i.;;riz. Kits nK:ncetahui bnhwa disiplin ilmu penc;etahuan ycrnc; 1-XJ.linc utarna, y::me dikataknn clulu siense

(12)

lah sebenarnya filosofi. Orang itu apakah Aristoteles atau Plato adalah filosofis, mereka itu dari perkataan-perkataan atau persoalan-persoalan yang masalah itu, dan filosofi the quetion dia preteli. Baril lebih dari 2000 tahun kemudian -berkembanglah disiplin-disiplin yang lain diantaranya disi~· plin yang baru yang kita ketahui misalnya dalam bidang ke-dirgantaraan walaupun Leonardo da Vinsi sudah mulai menye-but-nyebut kedirgantaraan dan Julius Vernus membuat dia pu-nya roman antara lain mau ke bulan, dsb. Tapi dalam satu di-siplin ilrnu pengetahuan itu baru yang ke luar beginian.

Jadi sebenarnya kalau kita lihat yang diarnbil oleh bang-sa-bangsa di seluruh dunia adalah tradisi yang ada artinya di dalam perkataan academy of science dalam satu kesatuan seperti tadi disebutkan oleh Bapak dari FKP mengenai Kamar Dagang.

Dalam hal ini juga Akademi Ilmu Pengetahuan atau Acade-my Dernation Skagen, AcadeAcade-my de Seongs dalam bahsa Prancis ataukah Academy of Science dalam bahasa Inggeris, yang semua-nya i tu sebenarsemua-nya diarnbil tradisi arti ·' sehingga orang kalau baca dalam istilah manapun perkataan "akademi" nanti akan di ....

m~at school ini, school ini, tetapi melihat academy of science

maka dalam penjelasannya jelas seperti yang kita diskusikan disini.

Jadi saya rasa kalau ~ita lihat secara rasional, hal itu memang kita terpaksa nanti .harus membuat koreksi bahwa Akade-mi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) itu selalu disebut dalam satu nafas Acedemy of Science dan itu menjadikan suatu penger-tian tertentu di dalam masyarakat. Sedangkan Akademi-akademi yang lain, ya kita persilahkan kalau dia me~bentuk sekolahnya dan kita tidak bisa melar~ng. Tadinya memang saya jelaskan, karena waktu saya mendapat himbauan mengenai akademi itu dan

saya seorang yang cinta berpikiran bebas dan tidak ada kon-flik ataupun kendala-kendala, dan juga bukan berarti langsung kita telan, tetapi kita harus mengkajinya, melihat benda-bend~ nya. Adakalanya orang mengeluarkan suatu idee, belum-belum su-dah kita tolak, itu tidak benar, tetapi sebenarnya kita patut menganggap semua idee-idee yang masuk, apalagi yang disampai-kan oleh orang-orang yang creditable, dan saya rasa para Ang-gota Dewan yang berada di ruangan ini semua creditable, dan berarti saya harus lebih serius untuk menanggapinya dan mung-. kin instruksikankepada Staf untuk menelitinya, apakah ini bisa kita pertanggung jawabkan dari sudut yang kemarin saya

(13)

katakan ilrnu bahsa, disamping tentunya pengrobanan-pengorba~ an yang telah disebutkan bahwa Akademi Ilmu Pengetahuan, Aca demy of Science i tu adalah satu kesatuan tersendiri yang ti~ dak bisa dipisahkan.

Kalau Saudara menanyakan kepada saya, perkembangan ilmu pengetahuan, asal rnulanya itu adalah filsafah, setelah itu dipreteli dalam science yang science-nya itu tadinya hanya bagian fisika, bagian mekanika, matematika dan sebagainya. Baru setelah masuk dalam biologi, kedokteran dan qaru awal abad ini saya rasa masuk dalam bidang ekonomi atau ilmu-ilrnu sosial. Econemic and social science adalah ilmu yang paling muda dalam disiplin ilmu pengetahuan. Engineering menjadi

terpisah sendiri yang awal mulanya adalah fisika, tetapi se·"" karang fisika tidak bisa lagi fisika, karena thermodinamika adalah fisika juga, tetapi permasalahan thermodinarnika mung-kin lebih besar daripada yang bisa digambarkan dengan perso-alan fisika secara makro tersendiri. Misalnya permasalah fl~ dynamik, dimana aerodynamik itu sudah begitu mendalam dan be-gitu ruwet sehingga tidak bisa dimasukkan lagi dalam ilmu pe-ngetahuan fisika, karena aerodynamik itu misalnya ada kece-patan rendah, ada kecekece-patan mendekati suara, ada kecekece-patan antara kecepatan suara dan lima kali kecepatan suara dan ada yang di atas lima kali kecepatan suara. Itu keadaan gasnya berbeda-beda, kalau kecepatannya seperti roket yang sudah

20 kali kecepatan suara keadaan. udara bukan udara lagi, sudah rnenjadi molekul. Menyelesaikan masalah itu tidril_k.semudah lagi.

Jadi akibat daripada itu kita sekarang sejak 2000 tahun lebih ilmu pengetahuan berkembang dan ilmu pengetahuan itu sebenarnya hanya historicaly, bisa dimasukan dalam perkataan science, academy of science, yang sebenarnya dalam prakteknya science and technology. Tetapi kita mengambil seperti negara-negara lain perkataan science, acedemy of science sebagai su~ tu yang tradisinya 2000 tahun dan sudah dikenal di seluruh dunia pada masyarakat yang maju ataupun masyarakat yang mau maju. Oleh karena itu, saya berpendapat baiklah supaya kita mudah berhubungan dengan negara-negara yang maju, yang mem-punyai akademi yang sama, baik kita sesuaikan, itu bukan mi-lik negara komunis, bukan mimi-lik negara kapitalis, tapi mimi-lik umat manusia sejak manusia itu mulai berfikir secara analis-tis. Jadi dengan perkataan demikian, sebagai manusia

(14)

masya-rakat ber Pancasila bisa saja menganggap milik umat manusia

ini adalah milik yang ber Pancasila pula. Jadi dalam hal itu

saya sarankan disini baiklah tidak ada salahnya, kita menye-suaikan dengan kelaziman yang telah 2000 tahun lamanya di dunia ini dengan kendala-kendala ahli bahas.a yang kemarin telah saya utarakan, terimalah kita namakan ~cademi Ilmu Pe-ngetah uan. Sedangkan rnengenai perka taan teknologi, say a se-tuj u sekali bahwa i tu ki ta perl·u ssebutkan. Untuk menggaris bawahi bukan hanya science, tapi itu nanti di dalarn daripada

Undang-undang tersebut.

Jadi kita sebut pada pernbahsan, tapi dalam nama kita se~ suaikan saja AIPI atau· The Indonesian Academy of Science. Dengan demikian orang akan tahu semua bahwa itu memang the best some of the country dalam bidang-bidang ilmu pengetahuan

dan teknologi, tetapi di dalam isinya kita jangan ambil cara orang Grig karena itu 2000 tahun wnurnya, jangan kita ambil caranya orang Perancis yang mendirikan mungkin 400 tahun yang lalu, kita jangan mengambil cara orang Amerika yang mungkin rnendirikan 200 tahun yang lalu. Kita sesuaikan dengan state of the art daripada sciece and technology for economy

deve-lopment. Oleh karena itu state of the art masa kini dan pro-yeksi jauh ke mas a depan. Oleh karena i tu say a tadinya sa--ngat menyetujui, jikalau di dalam perincian itu disebut nanti ilmu pengetahuan dan teknologi, supaya jelas sasaran ki ta i tu dua-duanya. Sebenarnya sasaran kita yang utama itu untuk pro-ses nilai tambah adalah teknologi, karena kalaupun kita rnem-punyai ilrnu pengetahuan tapi tidak menguasai teknologi tidak ada proses nilai tambahnya. Dan permasalahannya apakah perlu kita kembangkan lagi ilmu pengetahuan yang telah dikembangkan bangsa-bangsa lain untuk dari situ kita kernbangkan teknologi, atau apakah cukup kita sedot saja hasil ilmu pengetahuan dan

menerapkannya dalam bentuk perkembangan teknologi sesuai

de-ngan keadaan ekonomi kita. Saya berpendapat yang akhir itu kita tidak perlu menemukan roda untuk sekian kalinya, kita cu~ kup menyedot ilmu-ilmu hasil ilmu pengetahuan yang telah di-, kembangkan umat manusia ditempat-tempat lain karena prasarana-nya lebih lengkap dan dari situ ki ta kembang](an teknologi yang kita butuhkan untuk nilai proses tambah khusus untuk masyarakat Indonesia.

(15)

Saya selalu mengatakqn dan itu memang benar, proses nilai tambah hanya bisa terlkasana jikalau dimanfaatkan teknologi yang tepat dan berguna .. Suatu teknologi tidak pernah dikemban2 kan dari satu disiplin ilmu pengetahuan, dari beberapa disi-plin ilrnu pengetahuan dan ini kita harus tahu dari beberapa disiplin ilmu pengetahuan ka.rena kendala-kendala,. prasarana ilrnu pengetahuan termasuk dananya dan manusianya, rnaka kita menganggap tidak perlu rnengelnbangkan semuanya itu, kita hanya

transfer saja dari yang lain apa yang bellUll dikembangkan tapi kita butuhkan untuk membangun kita, kita kembangkan ilmu pe-· ngetahuan itu sendiri.

Jadi beginilah tanggapan kami dan saya rasa dari pan-dangan-pandangan Saudara-saudara dari keempat Fraksi itu sa-ngat konstruktif dan sasa-ngat saya hargai, ~emang harusnya be~· gitu, karena kita tidak ingini nanti pada abad yang akan da-tang orang merobah lagi. Yang boleh robah nanti Anggaran Da-sar dan Anggaran Rumah Tangga, tapi ini jangan.

Saya rasa sekian saja dan terima kasih.

KETUA RAPAT

Terima kasih Saudara Menteri atas penjelasan tersebut. Saudara-saudara sekalian, jadi usul perobahan atau pe-nyempurnaan FPP dan FPDI mengenai Judul ini, dari dua Fraksi khususnya FKP dan FABRI, tidak.sependapat, dan tidak perlu saya jelaskan alasannya sebab sudAh dikemukakan te.di termasuk

juga pemerintah, walaupun dalam pengertian pernerintah sangat menghargai akan pendirian usul daripada FPP maupun FPDI, na-mun pemerintah datang pada kesimpulan berdasarkan keterangan

tadi, sebaiknya Judul sebagaimana Rancangan Undang-undang yang disampaikan pemerintah yaitu Akademi Ilmu Pengetahuan Indone-sia tetap dipertahankan, termasuk istilah teknologi yaitu soal istilah akademia dan dari FPDI juga ada tambahan kata teknologi itu juga sudah dijelaskan pendirian oleh pihak pemerintah.

Apakah perlu diadakan termen ke dua

?.

DRA. NY .. I-I .. SYARIFAH .!\1UHTAHOM {FPP}

Terima kasih atas kesepatan yang diberikan kepada saya, say a bukannya ngotot untuk mempertahankan pendapat Fraksi,

(16)

saya hany4 untuk rnendapatkan.kejelasan alasannya.

Bahs a i tu berkembang, apa yang dulu bel um disebut i tu bisa kalau kita rnulai rnemperkenalkan dan memasyarakatkan dan bisa menjadi istilah baru. M:Lsalnya intern bisa ditambah

in-terna, jadi bisa berkembang. Kemudian saya karena lalu dimi-salkan KADIN itu lalu saya kurang enak. Ini kalau menurut ~o lait bahasa arab, itu mudof filaii tidak bisa dipreteli sat~ satu, itu tidak bisa. Saya kalau mengajar imla bahasa arab misalnya mudof ditulis disini mudof filaii nya disini itu salah. Jadi itu satu tidak boleh dipisah-pisah, karena kata majemuk, kita tidak bisa mempreteli seperti dikemukakan tadi. Tapi saya tidak ngotot karena bahasa itu berkembang dan alan~ kah baiknya andaikata untuk mernisahkannya, membedakan antara akaderni agar jangan konfius ini adalah alasan dari Fraksi ka-rni, dan inipun sudah bertanya kepada ahli bahasa juga adalah bisa akaderni lalu menjadi akdemia. Tentang umurnya nanti akan sernentara, itu bergantung kita memasyarakatkan, ya akan dapat umur lama.

Hanya i tu saja, tapi saya tidak ngotot untu1c dipertahan-.. kan hanya ini saya rnemperjelas mengapa~ FPP mengusulkan akade-rnia. Sekian terima kasih.

KETUA RAPAT

Terima kasih bu, jadi dengan penjelasan i tu say a kira PPP ti dak berkebera tan· un tuk tetap kira ... kira rnernakai nama Rancangan Undang-undang Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia. Belum ?,

silahkan pak.

H. MOHAMMAD MUSYAFAK (FPP}

...---.-..----...-Saya rninta begini, karena sebagaimana yang dikemukakan Ibu Syarifah tadi, bah_wa bahasa i.tu berkembang dan kami mene!E. patkan usul Akademia itu juga pakai dasar-dasar yang baku. Artinya kami konsul dengan : Katakanlah ka~us belum tertulis itu dengan ahli bahasa. Alangkah baiknya kalau hal ini sistim musyawarah mufakat tetap berjalan, hal ini dipending dahulu untuk diserahkan POKJA, konsultasi dengan ahli bahasa yang ada. Barangkali nanti di dalam Pasal-pasal berikutnya menjumpai

hal-hal yang masih harus konsultasi cara penulisan dsb. itu ditampung yang nantinya diselesaikan oleh POKJA dengan berkon sultasi dengan ahli bahasa,

(17)

Saya kir& bisq mengatasi rnasalq,h i.ni dan inilah kami kira jalan ke luarnya.

KETUA RAPAT

Terima kasih usul FPP supaya_mengenai judul_ini dipendin2_ kan untuk nanti ki ta konsul tasi dengan ahli bahasa·, dan barang kali nanti dibahas di dalam PANJA. Dari FPDI silahkan.

DRS. POPO SONADAR HAROEN (FPDI)

Terima kasih Bapak Pimpinan, Menteri beserta Staf. Dalam hal ini Fraksi kami juga bukan akan ngotot tetapi ingin memberi penjelasan bahwa dari FPDI bukannya bermaksud akan memisah- · ' '·· misahkan ka ta akademi, i lrnu, pengetahuan dan Indonesia, tidak

sama sekali di dalam maksud itu~ Tetapi di dalam kenyataannya sehari-hari dimasyarakat, bahwa dalam nangka kesatuan ini ada pengertian yang berbeda, sehingga mengacaukan atau mentidak jelaskan siapa yang ingin mendalami masalah undang-undang ini, khususnya juga bagi rakyat banyak karena Undang~undang ini her

laku bagi seluruh rakyat, bukan hanya bagi ilmuwan saja.

Di dalam hal ini kalau tadi FKP memberikan contoh Kamar Dagang, tidak bisa dipisah-pisahkan, kami teringat akan adanya Insti-tut Teknologi Indonesia, itu kan satu kesatuan, tetapi artinya akan lain dengan istilah yang ada di dalam Undang-undang ini. Juga umpamanya ada istilah Akademi Ilmu Administrasi Indonesia umpamanya, itu kan satu kesatuan, tidak berarti Akademi Ilmu Administrasi Indonesia i tu hanya mengajarkan administrasi model Indonesia, tidak, karena ini merupakan satu kesatuan yaitu Aka-derni Ilrnu Administrasi Indonesia. Jadi didalam hal ini tentu-. nya yang kita inginkan yaitu adanya satu istilah yang membeda-kan secara jelas apa itu Academy of Sciense dan apa itu Akademi da1am bentuk pendidikan. Itu yang rancu sekarang ini sehingga kami perlu ada suatu istilah yang orang langsung bahwa ini ada-lah Academy of Sceinse begitu, itu harus jelas-jelas.

Didalam hal ini kalau kita berbicara mengenai masalah-masalah kesatuan tadi, maka kata Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia itu akan tidak berbeda nanti pengertiannya dengan Akademi Ilmu Admi nistrasi. Untuk itu kita car{ istilah lain, sehingga berkonsul tasi dengan para ahli, Akademia ini dikqtakan sebagai memadai untuk bisa membedakan arti y·ang doubl<l! tersebut ..

(18)

Selanjutnya kalau kita bicara tentang menginginkan adanya kata teknologi dimasukkan didalam Judul ini, seperti dikemukan oleh Pak Menteri tadi, memang karena isinya itu menyangkut ma-salah Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Jadi kita harus konsek-wen kalau Judul-nya begi tu, juga isinya harus s.ama.. Jangan Ju

dul lain isinya lain.

Jadi di dalam hal ini dalam kontek isi yang ada di dalarn RUU i ni. Kita harus betul-betul konsekwen mengenai nama ini. Kalau

umpamannya Judul-nya Akademi Ilmu Pengetahuan dengan pengerti-an bahwa di dalam ilmu pengetahupengerti-an itu sudah termasuk teknologi marilah kita rubah isinya, jangan hanya dikatakan Ilmu Penget~

huan dan Teknologi, sebut saja· Ilmu Pengetahuan, karena pengeE tiannya toh orang sudah jelas-jelas i tu termasuk teknologi. Ja di kita ingin konsekwen di dalam hal ini.

Selanjutnya apabila memang itu merupakan suatu kesatuan dalam rangka tradisi, seperti Bapak Menteri tadi kemukakan apa sala!!_ nya kalau tidak diterjemahkan sekaligus Academy of Sceinse. Umpamanya tulisan Akademinya tidak pakai, tetapi

"C"

dan pakai "y" dibelakangnya. Itu sudah bisa membedakan bahwa ini Academy of Sceinse dan ini adalah Akaderni Pendidikan biasa. Minimal begitu Pak, pokoknya ada perbedaan, ada istilah yang langsung kalau orang membaca khususnya rnasyarakat atau rakyat, asosiasi nya sudah langsung bahwa ini

(19)

langsung bahwo. ini adalah academy of sience. Jadi kami bukan

ngotot, masih bisa dibicarakan, mnsih bisa · dirembµgkan:

se-hingea

sesLwtu berjaln.n denean baik. Barangkali Pak Bagyo

a-kan menambaha-kan.

Terima

kasih,

perkenankan

kami

tanduk. Eami ingin stres

sine, mari ki ta men.yera11

penjelasan

Bapak r.fonteri ba.hwa

tra-disi

akademi

ini

sudah berjalan ratusan tahun bahkan ri.buan

tahun.

JEnsalahnya se

karane

ki

ta di Indonesia ini bagaimanapun ki ta

harus jujur

clan

bcrani rnengakui

mE·nerima kenyataan

demikian-lah adanya. Kami mengt;arisbawahi, mari tradisi itu kita

tra-disikan di Indonesia dan

men6an:bi

1

pengertian,

apa

istilah ,

apa kata

dari

tradisi barat ke dulam bahasa Indonesia

juga

l~zim, pasca

misalnya

kita

ambil pasca,

pasca.

Mari

akademi-pun

kita kembalikan kepada tradisi itu

juga,

tulisapnya

aca-demi

rneaibacanya

ac(tj)ademi dan ini lazim. DeYl.ban

demikian

ki ta da1.at terhindar

dari

satu kere.ncuan pengertian, s ekali-cus kita da.i_at

menjangkau atau

merlc;ni.iai

apa

yang

dimaksud.

Kemudian yane kedua, kami sependapat

densan

rekan dari

FPP, masalah

ini

bacaimanapLm j Llgu lei

ta

sudah maklum,

fraksi

fraksi

yang lain sudah maklum, eksekutif sudah mak:lum.

Seka-rang t inggal ki ta rrie langkal:~ le b i.h lanj ut pada

pembahasan

ma-te ri yang dari berbagai fraksi j uga rnengajukan __

usulan-·

perba-ikannya.

Masalah ace.demi

inL

mari k:i ta

ken;.banglmn dalam lobiying dan

pada saatnya nanti kami mohon eksekutif berkenan didampingi

oleh ahli bahasa atau juga mungkin ahli hukum dari

Sekneg, hinm.:;a

demikian

ki ta d.apa t membahas dengan

lancar. Terima

ka

sih.

KE'l1UA HAPAT

Terima ·kasih Pak Soebagyo

atas

tambahan

penjelasan

atau

argumentasi. Earni persilakan sekarang da.ri Fraksi Karya.

DI:-\;.:-\. ~ A'\. !~1 ~~o.,,·_1_-Jr:~rr1y,r1 ..., .Li ~ ..:-;.. (,.il~ ~ 11 .l.dl.1 .. l.'C,"I i....l 1.r »a. !" r·)y ,., 1.. ..:l I)-,:;'''"T) n1.!.d.J1..11, ~ 1\Ta.u·,r,,N·) • r~..:·\.

'l1erima

ko.sih, di:iri

Praksi

Karya sebagaimana

dikemukakan

bahwa kita berpegang kepu.da kn.ta nomen is omen, bahwa nama

i

tu memberilcan pertanda. Oleh karena itu kalau ta.di

(20)

berbeda perlu uda penjelasan.

nencano.

ini nan tinya kami j uga sudah menyiai.1kan agar supaya

ti

dnk ada ke rancuan makn didalarn Bagian l':e tentuan i tu ada

penye-butan ai-)a yang dimaksud denean Aka.demi Ilmu Pehgetahuan

Indong_

sia. Dus ini memang .Akaderni

Ilmu

J?e~e tahuan. Indonesia

adalah

wadah, wad.ah bukan

sembarang

wadah, te tar;i wadahnya dari para

ilmuwan

terk.e:nukn Indonesia.

Dan kemudian rr.engenai ka ta asi.ng dijadikan dalam

perbendQ_

haraan bahasa

Indonesia.

Sebagaimana

tadi dikemukakan bahwa

m~

nurut

ketentuan

ejaan yang disempu.rnakan

bahwa

didalam memasuk bahasa

Indonesia itu dikatakan

ditulis disesuaikan bunyinya d£_

ngan bunyi

daripada

asl.inya, dan memang

sudah

banyak

dikemuka-kan tentang ejaan

yang dinem1)urnako.h,

tapi toh

juga banyak pu-la

yang

m~::.sih menyimpang dari

pada

i tu, dan i tu kebiasaan dari pada mo.nusla. Tetapi kalau

dibandingkan

misalnya ada nama

sua-tu kota, contoh

Mertoyudan

itu ditulis

dengan "oe", orang

mem-baca "Iiertoyoedan".

Iniluh Pak

Ketua,

terima kasih.

lili'l'Di1. H .. AJ?AT

Terima

kasih, ini ahli bahusa dari Komisi

X Pak Soelistya.

Silakan Pak

Prans.

DHS. PhAKSl SKU.S SKEHA ( lt1

H.AKSI J\ .. AHYA PEMD.ANGUNAN) :

...

Saudara Ketua yang

sayn

hormati, Bapak Menteri dan Staf

yang

kami

hormati pula.

Berbicara

me:ngenai

soal akademiah

yang

dari tadi

kita

persoal-kan

ini

sebenarnya ki ta

harus lib.at dahulu asal katanyu

dari

mana. Asal kata ini dari bahasa latin .Akademia yang berarti

i-tu gymnasium tempat Plato meDl::ajar dekat

Athena, kemudian

ki ta Indonesiakan dialih

ke baho.su.

Inggris

dan bahasa Belanda

di

In

done siako.n.

Ka

ta-ka ta yang diambi 1

dari bahu.sc1

a sing

i

tu disebut ka ta

pin-j aman a tau

loan

word. Da lam bah~isa

Indonesia loan

word i tu di-se suaikan dengan kebiasaan dan ejaan bahasa

Indonesia,

sehing-ga dnlam Y-...amus bahasa Indonesia ki ta dar~a

t

lea ta aka demi. Nah sekaru.ng

mu.

salah ki ta ado.lah ke ranc Lu:.i.n, kula u ta di FPTi menga tQ_

kan o.kan

nda

kerancuan, ki ta kembali kepada

seal

'ili:nu· bahasa

lagi.

Ilmu bahn!la

mengatakan begini, satu istilah atau satu bahasa

itu arbitleri, arbitler itu

artJnya

berdasnrkan

kesepakatan,

(21)

wndah, maka itu kesepakatan kita dan

itu

kita

terimu.,

silakan kita konsul kepadn ahli bahasa apn saja, tapi dia akan menga-takan bahwa ilmu balHsa atau

linguistik

mengataknn linguage is'nt

arbitery

vocal symbol,

itu

merupakan satu

persetujuan

dari

ki

ta

bersn.ma. Nall kalau ki ta

se.karang

bersetuju

mengata-kan bahwa i tu wadah, maka i tu ki ta nu1syarakatkan menjadi wa

-dah, dengan demikian kerancuan akademi

dalam arti

ilmu

~enge­

tahuan dan w u.dah ti dak akan te r j e.d i •

Saya sangka

mari

kita pertimbangkan ini ba.ik-baik, karena ini soal bahasa dan silakan kita konsultnsikan, tetapi kami yakin bahwa ini benar adanya.

Betul,

keyakinan kami ada daso.rnya karena begini memang

dibaca, kita baca dari bahaso. dan ini ilmu linguistik, jadi saya·sangka kita harus semua, kalau memang nanti kita tidak yakin, ki ta car i tahu dalam· 1 inguis tik.

Jadi

Saudara Ketua

dan saudara-saudara

sekalian, kalau

ki

ta mau pending ini boleh saja, tetapi saya rasa mari ki ta meli hat apa sebenarnya ini akademi, sehingga dengan demikian pemb~

ha_san ki ta ini menjadi lebih cepa

t,

dan ki ta sepakat untuk me-nyelesaikan pembahasan

mengenai Hancangan Undang-Undane

ini.

Saya sangka ini penje lasan tambahan dari :B1KP, dan a tas

IJ~rhatian saya ucapkan terima kasih.

KETUA H.A1)A'f

.··

Terima kasih I)ak Prans, saudara-saudara sebelum kami

lan-jut perlu ada pemberitahuan bahwa dari Fraksi Persatuan Pemba-ngunan ada peninj au yang hadir dalam rapa

t

ini, dan se suai de-ngan ketentuan tata tertib Dewan Pasal

57

aY,at (J) dibenarkan nda komisi yang lain menghadiri ker;ia tan ki ta. Ini se bagai pem. beritahuan saja, terima kasih. Namanya adalah Bapak Drs. Haji EenyafilinJ\/lattalitti dari Kornisi AI>BN.

~rerima kasih sekali laci J?ak 1'1

rans, memang Pak Frans juga sarjana bnhnsa, jadi jelas juga tadi. Berikut dari :Praksi ABHI silakan.

I 'f T ,\ lJ p-[ I·r ci "7 ·'··' ·n·· ;~) .A ·1· 1.Tr ( ·1i\ ri ,\. 1 ··, 0 -l- .1~ T:: R· I ) ... • ..:.. •. '.. >-J.L .. 1. \..;J.'"\._._ \I J.\.~·1..1 ••. J . . . ~ . .J ..

Terima kasih

Saudari:.1.

Ketua, setelah mendengar apa yarig t~

lah di sampaikan oleh 111IJl1 balwm buhasa be rkernbang, me mang be tul

bah~'.lsa i tu berkembm1£: sekali tergantung penggunaannya. Te tapi

(22)

dika takan bah·na ini adnlah me rupakan tradisi yang sudah 2 .000

tahun yang lalu dar1 beliau suclah mentcrjemahkan academy of sience adalah aka demi ilmu

r,e

nc;e tahuan. Jadi me stinya ki ta

su-dah dapat :r:en_zarnbil arti yanc jela::: tidak aJa kerancuan lagi a

pa yang dimo.ksud dengan ak::.i,derni ilmu pengetahuan.

Dalam baha:Ja Inggris kaL.rn lei ta lihat di kamus-kamus, dari

.sa-tu ka.sa-tu banyal: mempunyai arti yang berlainan, umpamanya saja kita berbicara masalah operation, diterjemahkan d.alam bahasa

Indonesia operasi, operasi ada mr1.cem-rru;.i.cam, operasi militer, o

perasi apendik, ope rasi masy::1raka

t.

:Jekarang tergantung ke pada ki. ta semua, operasi apa yall£ akan diambil, kalau ki ta disini membahas AIPI mestinya ada operation research. Karena

itu

ti.-dnk ada

kerancuan rLe:nurut

kami dnlain hal judul almdemi

ini,

da.n

apa yang di usulka.n oleh 111Pl) un tuk menya takan bahna mnsalah ini perlu dipending, ho.nya saya .. memperingatkan saja waktu ki ta peg

dek sekali,

jancan

ki ta mensu.lur-ngulur sua tu persoalan

lmlau

umpamanya m:1salahnyn sudah je las dan kami le bih cenderung un

-tuk lmlau bisa di lobby saja sup:::tya hari ini bisa tuntas. Demikian, terima kasih.

'l'erima knsih I1ak 'J:allfik, saudara-saudara sudah dua pute..r-an, sekarang kami serah:t<1n kepadn :Pernc-rintah, sila.kan.

PemPrintah tetap, s~mdah jelas tadi saya kemukakan pan -jang le bar, ti dak pc rlu s.'1ya utaral:an lagi. Narnun demikian lm-rni setuju at:=-~s usul dari Fraksi .A.13HI supaya diadakan lobiyine

dencan

sasaran hari ini selesai. Itu juga sesuai der~an FPP, FPDI dan li'KP, jadi baiklah ki ta ambil penyelesaian secara demii

kian dan sasarannya hari ini sele.sai, terima kas1h.

SaudnrL1-.s~1uda:ca gekalian rne man{:'.; dari pimp iron j uga be

rke-inginan untuk mengadakcm lobby, maaf de.ri 11'1~aksi I)ersa tuan

yang min ta ini, te ta" i do.lam lob by

mungkin

ada pen de ka tan-pen-de ka tan sehingga kita bisa ada kesepal:atan

untuk

menuapai

atau

mentuntaskan masalah judul ini•

Saudara-shudaru kami ingin

tnwnrkan

sidahg

ini

kita lobby

selama

15

menit, bisa ?.

(23)

-::.:audELrH seku.liu.n ra1 at kami buka kembali.

SetelcJ::. 1obb.:l seki tar 1 jam me.r10enai judul dan kami mohon maaf kepu.d:.:. saudaru-saudura yu.11g tidak ikut lobby karena waktu

sebencirnya hanya 15 rnenit, tetapi menjadi. cekitar 1 jam,

lmre-nn i tulo.h makn:1 musyuvh:.i.rnh ini, demokrnoi i tu rupanya mtthn.1 jQ

ca

sehint:;ga merw .. iLL:i.:.. v,ul:tu 1 jarn, te tapi keputusannya

:3aneat

ik dan mantnp.

r)erlu kami r:o.mpaikan kepada sauda.ra-saudm:re.. sekalian ada-pun keputusan daripuda

lobby

tadi we1~enai judul ini ialah

setelah dimusyavmrahkan dengnn seksama oleh semua fraksi terma

-suk dengan 11emerintah,

malrn semua fraksi sepakat termasuk

de-ngan

}'emerintah bahwa judul Eancangal.l

Undang-Undang

ini ada -lah seperti yanc dikonsepkan oleh

remerintah

yai tu berbunyi l"~ancan,sa:c. Undang-Unda:nc; Ten tang Akt~derni Ilmu Penge tahuan Indo-nesia, den.san· ca

to.

tan bahvm µiengenai pent;ertian Akademi. Ilmu

.Pengetahuan Indonesiu. ini tcrm::rnuk nanti ada kaitannJ"a dengan

teknologi akan di tampung dalam I)enjelo.san Umum. Juga menc;enai

istilah atau kata aku.demi itu mungkin juga akan ditampung da -lam Ba tang Tubuh, i tu nu.nti ki ta lihat dalam perkembancan.

Demikian saudara-eaudara selmlian, sekali lagi kami tawa.!:_ kan apakah judul rancangan undang-unclang ini bisa kita

sepaka-ti

be rsama yanc ber1nmyi Hancant;an Undang-Undang 1

.rentang Akad~ mi I lmu .:pe rl[je tahuan Indone sin, se tuj u ? •

nidang menyetujui

-Kemudiar1 ki ta menar.j ak ke pL.da Eonside ran r~·~enimbang a,

di-s lni ada

J

fr,,1ksi yang ment:;aj ukcLYl us ul penyemrurnaan bahkan d§:. ri 1?raksj_ l~arya mengajukar:. rumusan baru, J!'raksi 1)DI tetap.

Kami persilakan sekaranc kepQda Fraksi

Karya.

DES. J?RAl·I.'JI~]KUS SJCERA (FRAKSJ .KAHYA PEl.rnAirGUNAN)

Saudara Ketuo., Bapak l.'~eYLteri dan ~Jtaf beserta rekan-rekan .:'i..nggota Dewan yanc saya hormb.

ti.

Denc;an

menyampaikan pengharcaan yanr:.,

tinggi kepo.da pendapat

re

merintah

yang

mencantumkan butir a, kami dari Fraksi Karya

Pem

bangunan ingin menuvmrkan satu rumusan baru tentu dengan

alas-sn-alasan

yang

akan kami

berikan seba~ai berikut

numusan baru ini

seber..::1rnya

dasar pemikiran

kami

bertumpu

kepada l?ola Umum reli ta V dari

cmrn

kita dalam bidang ilmu pe-ngetahuan dan te}cnologi dif~ana pc.da butir a dicantumkan ten

(24)

ke01ud5 ari di

tulis

ten tang pen[;eubnnt;an dan pemanfaa tan. Oleh ka

rena itu karni berfikir dalam

tonsideran

ini

kami mencantumkan pembangunan lebih dahulu, kem.udian bo.ru pengembangan dan pemag

.faatan

acar konsisten dencan

apa

yang sudah kita putuskan

ber-sama yanc juga dicantumkan dalarn CBHN yaitu ·de.lam l?ola Umurn 1)§..

li ta V bidang ilmu pent:e tahuan dan telmologi, sehingga rumusan kami rnenjudi bahwa

pembo.ngunan

ilmu pengetahuan

dan

teknologi dalam pembnngunan nnsional sang,~1t penting artinya bagi kehidu_E

an banc;sa Indonesia dalam rungka mernpercepo.t prot:1es pembaharu-an menuju

terciptanya.

masyarakat yang maju dan maju sejahtera

dan man

cl

ir

i •

Dasar

pemikiran

kami

ini

bulran untuk sekali

lagi kami

ti-dak

bermaksud

untuk

menghambat, tetapi

untuk konsisten denean

apa yang sude.h ki ta rurnuskan be rsama yaitu. dalam .Gl3HN.

Saya

sangka ini

yang ingin

lmmi sarnpaikan,

a tas

perha

tian saya

ucapkan terima kasih.

Terima kasih lmmi sampaikan, kemudian dari l~raksi ABRI di

pe rsilakan •

.Assalamu'alaikum warokhmatullahi wabarokatuh.

Saudara Ketua,

~>aud<:u·a

L:entf;ri beserta Staf serta

Ibu-Ibu

-dan Bapak-Bo.1.ak d.a1.'i Komisi ~ .. yang kami hormati.

1'1

raksi ADf~I di•.lalam usul penyempurnaan daripada

naskah

H.UU AIPI ini mencaj ukan dua

usul :

1. Mengenai penambahnn satu

butir

baru

2. Mengenai

tanda-tanda

baca

dan

redaksional.

sedangkan yans kami

akan ajulmn

dalam hal ini adalah me:ngenai

usul

penyernpurnaan penambahan ayat.

l'ara

hadirii:1 yung kami

rnuliabm,

alo.ngkah indahnya j ika ki

ta masyu.ro.kat

yang

berkeTuhanan Yang Maha Esa ini memulai

pem-bicaraan

mencenai undc..i.ng-uni

ang ini dengan menya takan bahwa

a.-lam ini

di

ciptalmn 'l'u.h::.-u1

bac;l. ke

pentingan lw

se jahteraan uma

t

manusia.

Lami ing

ln

didalarn rne:nuangka11 pokok-pokok pikiran damt Konsid§.. ran =."1enirnbang ini mono.mbahkan sa

tu

fakta acar dalam konsta tasi

nya untuk

mer.l['J~erakkan

disummnya undang-unclang tentang AIPI

(25)

a lama dari HUU irn, 1?rnksi Ai3IU me:ngus ulkan adanya kalima t PQ.

ngantar se bagai be rikut bnhRa 'J:uhan Yang lilaha ~.'sa me nc iptakan :J.ln.m densa:n se<Zn.la isinya untuk kepcntingan kesejahteraan umat

mo.nusia, mako. dalam rangka i tu diperlukan Ui)aya pensembangan dan pemanfaatan iJ.mu peni.'.:e tahuan dnn teknologi.

Untuk selanjutnya butir a la.ma sarnpni denc;an d tidak ada

peru-baban. Demikian, wassalamu'alaikum warokhmatullahi wabarokatuh.

KET U .A TU.\:P J~/['

'l'erima kasih, b1:; rikut kami pe.rsilakan duri li'raksi T:ersa. tu an.

1:i.1erima lcasih, sidang yang terlwrma

t bahwa

Konsideran a ini didalam ke biasaan rnembua

t

undang-undnng memu_a

t

mo

ti

vasi daripa-da ke inginan undaripa-dang-undaripa-dang i tu ssendiri' sehingga d4i.alam usul saran yang kami sumpaikan sebenarnya hanya koreksi kata.

Pertama, kata kemajuan yang menjacU sasaran daripadn ilmuwan ki

ta.hapus

dan ditambah kata ketahanannya.

Ini penje lasan se bagai beri lmt, jadi ilmuwan terkemuka yang

ki-ta harapkan ini nnnti dapat

menyumbangkan

fikiran pcrtimbanean

kepnda Pemcrintah, masyo.ralca

t

dan sebn.,zainya i tu sasarannya apa

i tu sesua.i dengan GBHN ki

ta,

kQ se·jahtc~raan dan. kema.nd.iriannya dan kami tambah kat"1-katE1 ketnhanannya, sebab yang ka~~ maksud-kan kesejahteraan at.au kemandirian tidak temperer tetapi dalam ja.ngka tetap yang mempunyai daya tangkal akibat yang timbul

ba-i k dn.ri dalam maupun

dari

luar.

Itulah

sebab11ya

Eonsideran

a

setelah dihapus kata•kata

kemajuan

yo..ng dalam konsep l~UU baris nomor clua clari bawah yang kata ter.§:_ khir

sendiri d.itambah

ketahanannya.

Jadi maksudnya

kesejahtera-an ykesejahtera-ang ingin dicapai

oleh bangsn

Indonesia ataupun lcemandiriaa nya supnya meu1mnyai ketahanan. Jn.di supaya tidak, hanya tempo-rer te tapi ke ::nl dan dalam arti

ke

tahanan j uga mempu:nyai dayu

tnnt;kal do.ri &i.lam rrmupun dari luar.

Demikian

saudara pimpinan dan terima ko.uih.

Teri ma kci.sih ka:ni SCJ.mpai kan kepuda ~~ak

L1LlSyafak

a t.'.ls penj~

lasD.n

te

rsebu

t.

::oudnro.-!Jaudarrt sekalian sekJ,runc knmi pE1rsllakan kepn.da li'raksi FDI untuk mer:1bc,ril:an tunz,c~apan kepGda semua usul penyempurnaan

(26)

j uga akn.n menan~~gapi, li'raksi ABHI dan E1

raksi' I)ersa tuan dan se te rusnya. Kami persilukan.

Poro ~:WNADAR lIAH01i1J··.·r (I1'"'l.~(·'C.'T I)-['l('l.'1- T'TT""')KR\C•r 11"'])01\~' r<I )

.w . 1

.i.t..'1.Lu.L · ;. ti .L_ j.'.·L'l~. ~ 1'..o ... "J .i.v.L'~) -A :

il'erimu. kn.sih ~~">imi.inn.n, Da.i:_;ak J."enteri beserta Staf, sebenar:. nya 11

rn..ks i. I1

DI dal •1m DJ.I\'J s udaL me nya takrm te tap me r1-'...,c naj_ }\~enim­ bu.ng pqint a ini sesuai denean IWU yanc dikemukakan oleh Peme -rintah, tetapi melihat per.kembar.i.t,;an dc;.ri J?KP, J?ABHI dan l?J?l) ki-· ranya nl:.:r::ui. me:-1yangkut E:emua usul yang dikemuko.kan oleh ketiga frnksi terse but, E.lpabila didalam menL,bang a ini di tambahkan ka ta sebagai. pencams.lo.n -~)r:n1c1:~sila sesudnh kata pembangun.8.n nasio-nal do.n ini aknn mencLt.kur; ke se lt.:.ruh~n apa yo.rie diaj ukan oleh ic.e·

tiga fraksi se lain i tu pula karni me liha

t

did a lam GDIIN i tu dalam pembangunan nasional se lalu cli1'angkai.b:-u1 dent;an sebagai pen.ca

-mal~J.n 1'ancasi1a.

I tu snj D. d::Lri karni, te r in:n kn:~ th.

1

.l:erima h~sih dari Praksi PDI, lmr:1i l;ersilakan sekarang da-ri Pe me rin tah.

MENTERI NEGARA RISTEK/KETUA BPl)T :

Sayh pe rlu menje laskaL disini perbedL:an antara pembangunan dan pencembar:c~c·.n pada konteks lmta ilmu pengeto.huan. Ki ta mence

tahui, kita

mernbanc;un

suatu

kota

yo.nc

besar yang tadinya

sudah di bang~m baik te tapi di bom, lmmi bangun kembali. Ki ta bisa me!}l

bar.i.gun sesuatu wilayo.h bahwn. satu pabrik yang sudah berfungsi,

tetari

ko.rena pabri k i tu tidak la0i bckorja secara efisien kar~

na prasarano..ny-a i tu sudah tidak e konomis lagi' maka didalam ranz ka menJ;ernbn.ngkan dan membangun j uea dia tas pabri k

yanc

tadinya

SLldah berfungsi 100 tahun membancun. 11

etapi tidak o.da i tu dalEJ.m

i lmu pen...:;e tahuan yD.nG lei ta rusak, bahwa ki ta membangun ilmu pe-nce taL.uan bt1ru, ti:lak ada. Ilmu ven:.:;etahuan itu terus menerus

kemba:ngkc..n, apa yang sudah di ba11gun d an yang sudah dikembangkan

merupakan asset,

di

ntc~s

asset

tersebut yang dimiliki umat mang

n ic i lmuwan terse but d ia me nGe n1be .. ngb:rn i lmu pe nge tahuan, ini

yang pcrlu snya

katalmn,

rnisalnye. kalau orang membuat suatu di-sertasi SJ, dia hnrus rr:.embcrikan kontribusi. yang baru didalam

dw1i a i lmu pe nee talrno..n cl i (:~u.J. am bid. :.m[:;nya yarl.G clia ma u. te kuni • Sebe1um dia melakoo.n::.l:.n:n pcne1.itinru.1ya itu, disi.p1in pertama yanc

dia

harLw lo.ksn.nnl-:tL.L inlah mer:Jpelaj:1.ri

semua

teori. yang ada

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan teori-teori diatas dapat disimpulkan bahwa, Perpustakaan adalah salah satu unit kerja dari suatu badan atau lembaga yang berupa tempat untuk

Puji Syukur Kehadirat Tuh an Yang Maha Esa atas segala nikmat dan karunia yang telah dilimpahkan sehingga penulis dap at menyelesaikan skripsi yang berjudul

Mendapatkan kode biss key tv one melalui penyedia di situs jejaringan seperti sosial media seperti Facebook dan Forum lainnya yang menyajikan khusus tentang biss key, cara

Berdasarkan permasalahan diatas, dapat dirumuskan tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apa makna dasar dari verba kakaru dan bagaimana makna nya jika

Seperti halnya pada masyarakat Kabupaten Pati khususnya masyarakat Desa Suwatu yang juga memperlihatkan eksistensi dirinya dengan ikut serta berpartisipasi dalam kegiatan

Dalam proses pembelajaran model kecerdasan majemuk sangat berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa karena dilihat dari pengertiannya bahwa kecerdasan majemuk

Kemudian diadakannya interview singkat kepada 10 karyawan untuk mendeskripsikan bahwa sikap pemimpin yang kurang adil, kondisi ini terlihat dari ketidakseimbangan

Berdasarkan permasalahan diatas peneliti berinisiasi untuk memberikan “Pembekalan dan Pelatihan Siswa SMA Plus Penyabungan Mandailing Natal Untuk Menghadapi Kompetisi