JURUSAN KEPERAWATAN JURUSAN KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA
ANALISA PROSES INTERAKSI (API) ANALISA PROSES INTERAKSI (API)
Komunikasi
Komunikasi verbal verbal Komunikasi Komunikasi nonnon verbal verbal
Analisa berpusat pada Analisa berpusat pada
perawat perawat
Analisa berpusat pada Analisa berpusat pada
klien klien Rasional Rasional P : Assalamualaikum, P : Assalamualaikum, selamat pagi, mbak! selamat pagi, mbak!
P : Duduk berhadapan P : Duduk berhadapan dengan klien, dengan klien, mengulurkan tangan, mengulurkan tangan, tersenyum, badan agak tersenyum, badan agak condong ke klien, kaki condong ke klien, kaki sikap terbuka sikap terbuka - Perawat - Perawat memulai memulai percakapan percakapan dengan sikap dengan sikap terbuka terbuka -
- Klien Klien tampaktampak bersedia untuk bersedia untuk berinteraksi dan berinteraksi dan memberikan memberikan respon positif respon positif terhadap salam terhadap salam yang diberikan yang diberikan -
- Ucapan Ucapan salamsalam perawat kepada perawat kepada klien klien menunjukkan menunjukkan perawat perawat menghargai klien menghargai klien dan salam dan salam Inisial
Inisial klien klien : : Nn. Nn. YY Status interaksi
Status interaksi perawat-klien perawat-klien : Pertemuan ke : Pertemuan ke 4 (fase kerj4 (fase kerj a)a) Lingkungan
Lingkungan : : Rumah Rumah sakitsakit Deskripsi
Deskripsi klien klien : : compos compos mentismentis Tujuan
Tujuan (berorientasi (berorientasi pada pada klien) klien) : : evaluasi evaluasi keefektifan keefektifan kegiatankegiatan klien pada pertemuan sebelumnya dan memberikan kegiatan baru klien pada pertemuan sebelumnya dan memberikan kegiatan baru
Nama
Nama mahasiswa mahasiswa : : Hanik Hanik PurnomowatiPurnomowati Tanggal
Tanggal : : 26 26 September September 20172017 Jam
Jam : : 09.0009.00 Bangsal
K : Waallaikumsalam, ya selamat pagi suster
K : klien memandang perawat, menjawab salam dari perawat, mengulurkan tangan untuk bersalaman - Perawat tetap menjaga posisi duduk perawat merupakan pembuka interaksi. P : bagaimana mbak kabarnya hari ini? K : kabar saya baik suster
P : mempertahankan sikap terbuka, suara jelas, tersenyum,
memandang klien dengan bersahabat K : klien memandang perawat, suara jelas
- Perawat menanyakan kabar klien - Klien merespon baik dan menjawab pertanyaan perawat - Menanyakan kabar kepada klien menunjukkan sikap empati terhadap klien.
P : Apakah masih ingat dengan saya? Jika hari ini kita berbicara sekitar 15-20 menit disini apakah mbak bersedia? K : iya suster
P : suara jelas, tetap tersenyum,
mempertahankan sikap terbuka, memandang klien dengan bersahabat K : memandang
perawat, suara jelas
- Perawat mencoba mengingatkan klien lagi - Perawat mengajukan kontrak waktu dan tempat - Memberikan respon dengan baik - Bersedia untuk berdiskusi - Klien menerima kontrak waktu yang diberikan - Memvalidasi bertujuan untuk mengingat bahwa sebelumnya sudah pernah bertemu. - Membuat kontrak bertujuan untuk kesepakatan diskusi P : bagaimana perasaan P : suara jelas, - Perawat - Klien - Eksplorasi
mbak hari ini? Apakah masih sering marah dan membanting barang? K : iya suster, kadang saya masih ingin membanting barang jika sudah marah-marah.
tersenyum, memandang klien dengan bersahabat K : suara jelas, kontak mata dengan perawat
mengevaluasi keadaan klien menyampaikan sikap dan perasaannya perasaan klien untuk mengetahui perkembangan keadaan klien P : apakah kegiatan yang telah kita pelajari sebelumnya sudah dilakukan?
K : sudah saya lakukan semuanya suster
P : mempertahankan sikap terbuka, memandang klien dengan bersahabat K : suara jelas, kontak mata dengan perawat
- Perawat mengevaluasi kemampuan klien melakukan kegiatan sebelumnya - Klien menyampaikan upaya yang sudah dilakukan pada pertemuan sebelumnya - Memvalidasi ingatan klien pada pertemuan 1,2,3 untuk mengetahui kemampuan klien melakukan kegiatan yang sudah diajarkan P : seperti yang kita
sepakati kemarin, hari ini kita akan melatih bagaimana cara mengendalikan resiko perilaku kekerasan dengan cara spiritual. Mungkin dilakukan
P : mempertahankan sikap terbuka, suara jelas, memandang klien
K : menganggukkan kepala, menatap perawat - Perawat mengajukan kontrak waktu untuk latihan mengendalikan resiko perilaku kekerasan dengan cara - Klien bersikap sopan - Klien menyetujui kontrak waktu yang ditawarkan perawat - Membuat kontrak waktu kepada klien untuk meminta persetujuan klien merupakan hal yang penting
sekitar 15-20 menit, apakah mbak setuju? K : baik, saya setuju suster
spiritual
P : untuk diskusinya mbak ingin tempatnya disini atau di tempat lain?
K : disini saja suster, saya lebih nyaman
P : tersenyum, memandang klien dengan ramah
K : kontak mata dengan perawat, sikap tenang
- Perawat menawarkan tempat berdiskusi - Klien bersikap sopan dan mengutarakan keinginan untuk tempat diskusi - Membuat kontrak tempat dengan klien bertujuan untuk kenyamanan klien berdiskusi P : baik mari kita mulai
diskusinya. Jadi untuk mengendalikan resiko perilaku kekerasan selain dengan cara memukul bantal/Kasur, minum obat dan verbal sekarang saya akan menjelaskan dengan cara spiritual. Seperti mengambil air wudhu, rutin shalat 5 waktu, membaca alqur’an, serta banyak istighfar
P : suara jelas, mempertahankan sikap terbuka, berfokus memandang klien, menunjukkan gerak-gerik tangan K : menganggukkan kepala, pandangan serius, kontak mata dengan perawat - Perawat menjelaskan cara spiritual untuk mengendalikan resiko perilaku kekerasan dengan jelas dan terperinci apa saja kegiatan yang harus dilakukan - Perawat memahami topik - Klien mendengarkan dan berfokus pada penjelasan yang disampaikan oleh perawat - Klien bersikap sopan - Klien tertarik untuk diskusi - Menjelaskan topik kegiatan pertemuan ke 4 kepada klien untuk menambah kegiatan klien
jika perasaan ingin marah dan membanting barang muncul.
K : oh begitu, iya suster nanti saya akan
mencoba melakukan
yang
disampaikan pada klien
P : bagaimana mbak apakah sudah mengerti tadi cara mengendalikan resiko perilaku
kekerasan dengan cara spiritual? Apakah ada yang ingin ditanyakan? K : iya sudah, saya mengerti suster P : tersenyum, memandang klien dengan ramah K : suara jelas, menganggukkan kepala - Perawat menanyakan kembali materi yang telah disampaikan pada klien - Perawat memberikan kesempatan klien untuk bertanya - Klien paham dengan penjelasan yang telah disampaikan perawat mengenai kegiatan spiritual untuk mengendalikan resiko perilaku kekerasan - Menvalidasi tingkat kepahaman dari materi pertemuan sebelumnya dan memberikan kesempatan bertanya bertujuan untuk mengeksplorasi kemampuan pemahaman klien P : selanjutnya saya akan memasukkan cara spiritual ke jadwal kegiatan ya mbak. Jika
P : suara jelas,
pandangan fokus pada klien, menunjukkan gerak-gerik tangan, - Perawat menawarkan untuk membuat kegiatan baru - Klien mengerti dan tidak keberatan untuk penambahan - Memasukkan materi ke jadwal kegiatan klien bertujuan untuk
nanti perasaan ingin marah muncul maka mbak bisa melakukan latihan fisik seperti menarik nafas dalam, memukul bantal/kasur agar perasaan ingin marahnya berkurang. Jangan lupa untuk obat yang sudah diberikan diminum ya mbak. Jika masih ada perasaan marah maka mbak bisa melakukan kegiatan spiritual tadi yaitu mengambil air wudhu, istighfar, sholat dan membaca alqur’an. K : iya suster
mempertahankan sikap terbuka
K : kontak mata dengan perawat, mengangguk, tersenyum dalam jadwal kegiatan klien - Perawat menjelaskan kembali cara spiritual kepada klien dan kegiatan pada pertemuan sebelumnya kegiatan pada jadwal harian - Klien memberikan respon baik dan tertarik dengan yang ditawarkan oleh perawat perkembangan kegiatan klien dalam mengendalikan resiko perilaku kekerasan P : bagaimana perasaan mbak sekarang setelah berdiskusi dan mencoba kegiatan spiritual yang telah dilakukan tadi?
P : tersenyum, suara jelas, sikap terbuka,
memandang klien dengan ramah
K : suara jelas, kontak
- Perawat mengeksplorasi perasaan klien setelah menjelaskan - Klien mengutarakan perasaan lega kepada perawat - Klien - Memvalidasi perasaan klien setelah melakukan diskusi
K : perasaan saya sekarang lebih lega suster, menjadi lebih tenang
mata dengan perawat kegiatan yang baru
memberikan respon baik terhadap perawat P : bisa diulangi lagi
mbak apa saja yang telah kita diskusikan tadi?
K : iya, jadi tadi cara mengendalikan perilaku kekerasan ada cara spiritual. Jika marah-marah bisa mengambil air wudhu, istighfar, sholat tepat 5 waktu dan membaca alqur’an.
P : suara jelas, memandang klien dengan fokus, kontak mata, sikap ramah K : suara jelas, menunjukkan gerak-gerik tangan, memandang perawat dengan fokus - Perawat menanyakan kembali penjelasan yang sudah diberikan kepada klien - Perawat ingin mengetahui tingkat pemahaman klien - Klien menjelaskan kembali kegiatan yang sudah disampaikan oleh perawat - Klien memahami
apa yang harus dilakukan saat marah - Memvalidasi hasil diskusi dilakukan untuk meningkatkan ingatan klien P : ya benar, bagus sekali. Jadi sudah mengerti ya mbak bagaimana cara mengendalikan resiko perilaku kekerasan dengan cara spiritual. Mbak bisa melakukan
P : tersenyum,
menganggukkan kepala, bersikap ramah, suara jelas, kontak mata
dengan klien K : memandang perawat, menganggukkan kepala - Memberikan pujian terhadap kemampuan klien - Memberikan respon baik terhadap perawat - Memberikan pujian atas kemampuan klien mengulang kembali kegiatan yang sudah dijelaskan menunjukkan
kegiatan spiritual jika ada perasaan marah dan ingin membanting barang yang muncul. K : iya suster
rasa bangga perawat terhadap klien
P : baik mbak, untuk pertemuan selanjutnya kita akan evaluasi kegiatan yang sudah kita lakukan mulai dari pertemuan pertama sampai dengan pertemuan hari ini. K : baik suster P : suara jelas, memandang klien dengan ramah, tersenyum, bersikap terbuka
K : kontak mata dengan perawat, menganggukkan kepala - Mengajukan kontrak untuk pertemuan selanjutnya - Menjelaskan tujuan kontrak pertemuan selanjutnya - Menanyakan kesediaan klien untuk pertemuan selanjutnya - Menerima dan menyetujui kontrak yang ditawarkan oleh perawat - Memberikan respon baik terhadap perawat - Membuat kontrak topik pertemuan selanjutnya menunjukkan kesepakatan perawat dan klien
P : kira-kira mbak ada waktu kapan dan jam berapa?
K : hari sabtu jam 09.00 saja suster
P : suara jelas, menatap klien dengan fokus K : suara jelas, memandang perawat - Perawat menawarkan berdiskusi kembali - Memberikan respon baik terhadap perawat - Klien bersedia untuk berdiskusi kembali dengan - Membuat kontrak waktu pertemuan selanjutnya menunjukkan kesepakatan perawat dan klien
perawat P : untuk tempat
pertemuan selanjutnya dimana mbak? Ditempat ini saja bagaimana? K : iya, disini saja suster
P : suara jelas, bersikap ramah K : menganggukkan kepala, memandang perawat - Perawat menawarkan tempat berdiskusi kepada klien - Klien menyetujui dan mengutarakan pendapat kepada perawat - Membuat kontrak tempat pertemuan selanjutnya untuk kenyamanan pasien saat berdiskusi P : baik mbak, terimakasih sudah meluangkan waktunya untuk pertemuan hari ini. Saya permisi dulu, selamat pagi.
Wassalamualaikum K : iya selamat pagi, waallaikumsalam
P : suara jelas,
tersenyum, memandang klien dengan ramah K : suara jelas, tersenyum - Perawat mengakhiri percakapan dengan sikap ramah - Perawat mengucapkan salam penutup dengan klien - Klien merespon perawat dengan baik dan menjawab salam penutup dari perawat - Salam penutup memberikan kesan yang baik dan sopan sebelum
berpisah dengan klien
JURUSAN KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA ANALISA PROSES INTERAKSI
Inisial klien : keluarga Ny. Y Nama Mahasiswa :
Status interaksi perawat-klien : baik Tanggal : 25 September 2017
Lingkungan : Rumah Sakit Jiwa ruang 23 empati Jam : 09:00 wib
Deskripsi klien : compos mentis Bangsal : 23 empati
Tujuan (berorientasi pada klien : mengurangi resiko perilaku kekerasan
KOMUNIKASI VERBAL KOMUNIKASI NON VERBAL
ANALISA BERPUSAT
ANALISA
BERPUSA RASIONAL
P : selamat pagi ibu x, keluarga Ny. Y kan? Masih ingat dengan saya perawat i dari fkub?
K : selamat pagi sus, iya saya keluarga Ny y dan masih ingat dengan suster
P : duduk berhadapan, mengulurkan tangan, tersenyum, badan sedikit membungkuk kedepan, kaki sikap terbuka K : menjabat tangan dan melihat ke arah perawat K : tersenyum dan menjawab dengan baik P : mempertahankan sikap terbuka, badan tetap condong kedepan, dan mendengarkan dengan baik Perawat memulai percakapan dengan sikap terbuka Perawat tetap
menjaga posisi tubuh dengan terapeutik Klien bersedia berinteraksi Klien berespon positif dengan salam perawat
Ucapan salam perawat pada klien adalah bentuk menghargai klien, dan agar klien mau
berinteraksi
Perawat
mempertahankan posisi terbuka dan berinteraksi dengan klien.
P : ibu, hari ini jika kita berbicara sekitar 15 menit untuk membicarakan tentang pengontrolan PK pada Ny y apakah ibu bersedia? Jika di ruang ini bagaimana?
K : iya sus saya bersedia, baik di ruang sini saja
P : menatap klien dan berbicara dengan ramah K : menghadap lurus ke perawat dan tersenyum
K : menjawab pertanyaan perawat dengan sopan P : tersenyum pada klien
Perawat mengajukan kontrak waktu dan tempat Perawat mempertahankan sikap terapeutik Klien bersikap sopan Klien menerima kontrak waktu dan tempat yang diajukan perawat
Kontrak waktu dan tempat membuat pasien merasa nyaman dan tidak terganggu
Sikap terapeutik membuat klien lebih percaya pada perawat
P : bagaimana ibu x, apakah sudah bisa melatih fisik 1 dan 2 pada Ny y saat marah? apakah sudah memberikan obat dengan benar? Apakah dapat melatih komunikasi verbal? Dan apakah sudah dapat membimbing Ny.Y dalam melakukan 2 kegiatan spiritual seperti sholat dan mengaji?
K : iya sus sudah, kami sudah melatih fisik 1 nafas dalam dan fisik 2 memukul bantal pada Ny y, kami juga sudah menerapkan 6 benar pemberian obat, kami sudah melatih Ny.Y untuk berkomunikasi verbal dengan baik dan kami juga sudah membimbing Ny.Y untuk melakukan 2 kegiatan spiritual
P : menatap klien dan memastikan klien mampu mengajarkan tindakan mengontrol PK pada pasien K : menatap perawat dan berfikir tentang tindakan mengontrol PK yang sudah diajarkan pada pasien
K : menjawab pertanyaan perawat dan menyampaikan 2 upaya pengontrolan PK yang sudah diajarkan P : mengapresiasi jawaban dan tindakan yang sudah dilakukan klien
Perawat
mengevaluasi latihan mengontrol PK yang sudah diajarkan oleh klien pada pasien
Perawat mengapresiasi kemampuan klien Klien mengevaluasi tindakan yang sudah dilakukannya Klien menyampaikan upaya yang telah dilakukan
Mengevaluasi tindakan yang sudah dilakukan klien, adalah bentuk monitoring perawat
Mengapresiasi hasil kerja, dapat membuat klien merasa dihargai
P : baik bagus ibu x, hari ini saya akan menjelaskan mengenai tindak lanjut ke puskesmas, mengenali tanda dan gejala kekambuhan dan melakukan rujukan. Bila Ny.Y mengalami gelaja seperti marah-marah, bicara kasar atau nada suara tinggi , mata melotot memukul seseoang atau benda di sekitar maka ibu.x dapat melakukan rujukan ke pusat pelayanan kesehatan. Dan ibu.x dapat melakukan tindak lanjut ke puskesmas dengan membawa Ny.Y ke puskesmas secara rutin. bagaimana ibu x apakah sudah mengerti?
K : iya sus sudah mengerti, cara mengenali tanda dan gejala kekambuhan pada Ny.Y seperti marah-marah, bicara kasar atau nada suara tinggi , mata melotot memukul seseorang atau benda di sekitar maka saya dapat melakukan rujukan ke pusat pelayanan
kesehatan, dan melakukan tindak lanjut ke puskesmas secara rutin.
P: Perawat tersenyum dan memberikan apresiasi terhadap upaya yang telah dilakukan dan memberikan penjelasan mengenai tanda dan gejala
kekambuhan, follow up ke PKM dan melakukan rujukan.
K: Menghadap perawat dan mendengarkan penjelasan yang diberikan oleh perawat
K: Mengangguk dan mengulang penjelasan yang di sampaikan oleh perawat P: Tersenyum dan mengapresiasi pemahaman klien. Perawat memberikan penjelasan mengenai follow up ke PKM, tanda dan gejala kekambuhan dan rujukan Perawat mengapresiasi kemampuan klien Klien mendengarkan penjelasan yang disampaikan oleh perawat Klien memahami penjelasan dari perawat mengenai follow up, tanda gejala kekambuhan dan rujukan.
Memberikan penjelasan mengenai follow up, tanda gejala kekambuhan dan rujukan agar klien dapat memahami dengan baik.
Mengapresiasi hasil kerja, dapat membuat klien merasa dihargai
P : bagus ibu x, ibu nanti ajak Ny y untuk membuat jadual dari setiap kegiatan
yang sudah di lakukan agar mudah untuk memantau. Dan nanti ibu bisa
memberikan pujian jika Ny y sudah bisa mengontrol PK seperti yang akan ibu ajarkan
K : baik sus nanti akan saya ajak Ny y membuat jadual untuk setiap
kegiatan mengontrol yang sudah bisa dilakukan
P : mengapresiasi tindakan klien dan membantu membuat jadual bersama klien untuk pasien
K : mengangguk dan tersenyum
K : menunjukkan sikap setuju dan mulai membuat catatan
P : tersenyum dan mengapresiasi tindakan klien
Perawat senang karena klien mampu mengajarkan
membuat jadual pada pasien
Perawat mengapresiasi kemampuan klien
Klien mengerti dan tampak tidak keberatan
Klien mulai membuat catatan
Membuat jadual dan memberi pujian pada pasien RPK dapat membuat pasien lebih cepat membaik
Mengapresiasi hasil kerja, dapat membuat klien merasa dihargai
P : baik ibu x untuk hari ini cukup untuk latihan mengontrol PKnya, dipertemuan berikut kira kira ibu bisa kapan?
K : terimakasih sus, saya bisa lusa pukul 09:00 di tempat ini saja
P : tetap mempertahankan kontak mata dan tersenyum serta menayakan pendapat klien
K : tampak tersenyum dan menatap pada perawat K : memberikan pendapat dan bersiap untuk berdiri dan berjabat tangan sebagai tanda perpisahan P : berdiri disebelah klien sambil tersenyum dan menjabat tangan klien
Perawat senang karena klien setuju membuat kontrak waktu pertemuan ulang Perawat menyampaikan perpisahan dengan klien
Klien tampak tidak keberatan dengan kontrak pertemuan ulang
Klien bersiap untuk megakhiri
pertemuan
Pertanyaan terbuka memberi kesempatan pada klien untuk mengungkapkan pendapatnya
Menunjukkan perhatian dan membuat kontrak ulang penting untuk sp selanjutnya