BAB I BAB I
PENDAHULUAN PENDAHULUAN 1.1
1.1 LataLatar Ber Belakanlakangg
Rumah sakit merupakan institusi pelayanan kesehatan dengan inti kegiatan pelayanan Rumah sakit merupakan institusi pelayanan kesehatan dengan inti kegiatan pelayanan preventif,
preventif, kuratif, kuratif, rehabilitatif rehabilitatif dan dan promotif. promotif. Kegiatan Kegiatan tersebut tersebut akan akan menimbulkan menimbulkan dampak dampak positif
positif dan dan negatif. negatif. Dampak Dampak positif positif adalah adalah meningkatnya meningkatnya derajat derajat kesehatan kesehatan masyarakat,masyarakat, sedangkan dampak negatifnya antara lain adalah sampah dan limbah medis maupun non sedangkan dampak negatifnya antara lain adalah sampah dan limbah medis maupun non med
medis is yanyang g dapdapat at menmenimbimbulkulkan an penpenyakyakit it dan dan penpencemcemaran aran yanyang g perperlu lu perperhathatian ian khukhusussus.. Kegiatan rumah sakit mempunyai potensi menghasilkan limbah yang dapat menimbulkan Kegiatan rumah sakit mempunyai potensi menghasilkan limbah yang dapat menimbulkan pencemaran
pencemaran lingkungan lingkungan hidup. hidup. Air Air limbah limbah yang yang berasal berasal dari dari rumah rumah sakit sakit merupakan merupakan salahsalah satu sumber pencemaran air yang sangat potensial.Hal ini disebabkan karena air limbah satu sumber pencemaran air yang sangat potensial.Hal ini disebabkan karena air limbah rum
rumah ah saksakit it menmengangandundung g senysenyawa awa orgorganianik k yanyang g cukcukup up tintinggiggi, , menmengangandundung g senysenyawaawa senyawa kimia yang berbahaya serta mengandung mikroorganisme pathogen yang dapat senyawa kimia yang berbahaya serta mengandung mikroorganisme pathogen yang dapat menyebabkan penyakit !"aid, #$$%&. 'leh karena itu perlu dilakukan pengendalian terhadap menyebabkan penyakit !"aid, #$$%&. 'leh karena itu perlu dilakukan pengendalian terhadap pembuangan
pembuangan limbah limbah cair cair yang yang dibuang dibuang ke ke lingkungan lingkungan demi demi pelestarian pelestarian lingkungan lingkungan hidup.hidup. "uatu pengelolaan limbah cair yang baik sangat dibutuhkan dalam mendukung hasil kualitas "uatu pengelolaan limbah cair yang baik sangat dibutuhkan dalam mendukung hasil kualitas effluent
effluent sehingga tidak melebihi syarat baku mutu yang ditetapkan oleh pemerintah dan tidak sehingga tidak melebihi syarat baku mutu yang ditetapkan oleh pemerintah dan tidak menimbulkan pencemaran pada lingkungan sekitar.
menimbulkan pencemaran pada lingkungan sekitar. (.#
(.# RumuRumusan san )asalah)asalah (.
(. Apa Apa penpengertgertian dian dari lari limbimbah ruah rumah mah saksakit*it* #.
#. DarDarimaimana sumna sumber limber limbah cabah cair rumir rumah sakah sakit tersit tersebuebut*t* %.
%. +agaim+agaimana upayana upaya yang dia yang dilakuklakukan untuan untuk menank menangani limgani limbah cair rubah cair rumah sakmah sakit*it* .
. +agaim+agaimana damana dampak lpak limbah imbah rumah rumah sakit sakit terhadterhadap liap lingkungkungan*ngan* -.
-. +ag+agaimaimana peana pengongolahlahan liman limbah cabah cair rumir rumah sakah sakit*it* (.% ujuan
(.% ujuan (.
(. /ntuk /ntuk mengemengetahui tahui pengepengertian rtian dari ldari limbah imbah rumah rumah sakit.sakit. #.
#. /ntuk /ntuk mengemengetahui tahui sumbesumber limbr limbah caiah cair rumar rumah sakih sakit tersebt tersebut.ut. %.
%. /ntuk m/ntuk mengetahengetahui upayui upaya yang dilaa yang dilakukakukan untuk mn untuk menangaenangani limbani limbah cair rumah sakh cair rumah sakit.it. .
. /ntuk /ntuk mengemengetahui dtahui dampak lampak limbah imbah rumah rumah sakit tsakit terhadaerhadap lingp lingkungkungan.an. -.
-. /ntu/ntuk mek mengetahngetahui pui pengolengolahan ahan limbalimbah cair h cair rumah rumah sakit.sakit.
BAB II BAB II PEMBAHASAN PEMBAHASAN 1 1
2.1 Pengertian Limbah Rumah Sakit
0imbah adalah bagian dari hasil produksi yang pada umumnya dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan yang kurang baik, namun jika limbah tersebut dapat dimanfaatkan atau didaur ulang kembali menjadi produk yang sejenis atau jenis produk lainnya maka akan mempunyai nilai tambah !added value& yang sangat menguntungkan. Dari semua kegiatankegiatanrumah sakit, menghasilkan berbagai macam limbah berupa benda cair, padat dan gas.1engelolaan limbah rumah sakit adalah bagian dari kegiatan penyehatan lingkungan di rumah sakit yang bertujuan untuk melindungi masyarakat dari bahaya pencemaran lingkungan yang bersumber dari limbah rumah sakit.
Rumah sakit merupakan salah satu sarana kesehatan sebagai upaya untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan masyarakat tersebut. Rumah sakit sebagai salah satu upaya peningkatan kesehatan tidak hanya terdiri dari balai pengobatan dan tempat praktik dokter
saja, tetapi juga ditunjang oleh unitunit lainnya, seperti ruang operasi, laboratorium, farmasi, administrasi, dapur, laundry, pengolahan sampah dan limbah, serta penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan.
0imbah rumah sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair dan gas. 0imbah cair rumah sakit adalah semua air buangan termasuk tinja yang berasal dari kegiatan rumah sakit yang kemungkinan mengandung mikroorganisme, bahan kimia beracun dan radioaktif yang berbahaya bagi keseshatan !Kepmenkes R2 3o. (#$4)enkes4"K454#$$&.
Air limbah rumah sakit adalah seluruh buangan cair yang berasal dari hasil proses seluruh kegiatan rumah sakit yang meliputi 6 limbah domestik cair yakni buangan kamar mandi, dapur, air bekas pencucian pakaian, limbah cair klinis yakni air limbah yang berasal dari kegiatan klinis rumah sakit misalnya air bekas cucian luka, cucian darah. dan lainnya, air limbah laboratorium, dan lainlain !"aid, #$$%&.
2.2 Sumber Limbah Cair Rumah Sakit
Rumah sakit merupakan jenis kegiatan di bidang pelayanan kesehatan melakukan proses dan kegiatan yang hasilnya dapat mempengaruhi lingkungan sosial dan budaya serta
A i r L i m b a h
A
i
r
O
r
g
a
n
i
k
P
r
o
t
e
i
n
6
5
%
K
a
r
b
o
h
i
d
r
a
t
2
5
%
L
e
m
a
k
1
0
%
A
n
o
r
g
a
n
i
k
B
u
t
i
r
a
n
G
a
r
a
m
M
e
t
a
l
B
a
h
a
n
P
a
d
a
t
0
,
1
O
r
g
a
n
i
k
P
r
o
t
e
i
n
6
5
%
K
a
r
b
o
h
i
d
r
a
t
2
5
%
L
e
m
a
k
1
0
%
A
n
o
r
g
a
n
i
k
B
u
t
i
r
a
n
G
a
r
a
m
M
e
t
a
l
dalam menyelenggarakan upaya tersebut dapat mempergunakan teknologi yang diperkirakan mempunyai potensi besar untuk mempengaruhi lingkungan. 1engaruh terhadap lingkungan dalam hal pengeluaran yang berupa limbah padat dan cair yang merupakan sisa proses produksi yang keberadaannya perlu dikelola !Ratna Dewi Ayuningtyas, #$$7&.
)enurut jenisnya limbah cair dapat dibagi menjadi tiga golongan. Adapun sumber limbah dapat dilihat pada abel #.(.
abel 2.1. Sumber Limbah menurut !eni"n#a
$%l%ngan C%nt%h
$%l%ngan ek"kre"i manu"ia Dahak, air seni, tinja, darah
$%l%ngan tin&akan 'ela#anan "isa kumur, limbah cair pembersih alat medis
$%l%ngan 'enun(ang 'ela#anan 0imbah cair dari instalasi gi8i, limbah cair dari kendaraan, limbah cair dari laundry
Sumber : Sakti A. Siregar, 2005
2.) Si*at Dan +arakteri"tik Limbah Cair
"ifat dan karakteristik limbah cair pada intinya dapat dikelompokkan menjadi tiga bagian yaitu6
(& "ifat 9isik
1enentuan derajat kekotoran air limbah sangat dipengaruhi oleh adanya sifat fisik yang mudah dilihat. Adapun sifat fisik yang penting adalah kandungan 8at padat sebagai efek estetika, kejernihan, bau, warna dan temperatur. Air limbah mempunyai komposisi yang sangat bervariasi dari setiap tempat dan setiap saat, akan tetapi secara garis besar 8at8at yang terdapat dalam air limbah dapat dikelompokkan seperti pada :ambar %.
$ambar 2.1. Skema kan&ungan ,at-,at &alam air limbah
Dari gambar tersebut diatas dapat dilihat bahwa air buangan limbah terdiri dari 77,7 ; air dan sisanya $,( ; adalah bahan padat organik dan anorganik yang tersuspensi dalam air limbah. <iriciri fisik limbah cair rumah sakit yang paling utama adalah kandungan bahan padat, warna, bau, suhu dan kekeruhan.
a& Kandungan bahan padat yang terendapkan adalah bahan padat yang dapat diambil dengan cara pengendapan, yaitu penempatan bahan padat dari limbah dalam gelas volume ( liter. b& =arna limbah cair adalah ciri kualitatif yang dapat dipakai untuk mengkaji kondisi umum
air limbah yang dapat dilihat pada abel #.#.
abel 2.2. arna Limbah Cair +aitann#a &engan +egiatan arna Limbah Cair Pr%"e" #ang er(a&i
C%klat mu&a /mur kurang dari > jam
pengumpul untuk beberapa lama Abu-abu tua/ hitam )engalami pembusukan oleh bakteri
dengan kondisi anaerob
Hitam 1embentukan berbagai sulfida terutama
ferrous sulfida
Merah mu&a/ merah tua
+ercampur dengan fraksi darah, cairan haemorogis.
+uangan dari ruang haemodialisa dan ruang operasi
c& Aspek bau sering menimbulkan masalah karena adanya peguraian secara
biologis pada kondisi anaerob. "enyawa yang berbau antara lain hidrogen sulfida, metan, amoniak, buangan dari ruang haemodialisa potensial mengandung senyawa ureum, creatinin, yang merupakan bagian dari amoniak.
d& "uhu
"uhu air limbah sangat penting, karena kebanyakan instalasi pengolahan air limbah meliputi proses biologis yang tergantung pada suhu. "uhu air limbah sangat bervariasi tergantung dari sumbernya, kadangkadang musim dapat mempengaruhi.
#& "ifat Kimia
"ifat kimia dari air limbah dapat diketahui dengan adanya 8at kimia dalam air buangan. ermasuk ciri kimia ini adalah +'D, <'D, alkalinitas, keasaman4kebasaan, nitrit, nitrat, amoniak, fosfor, klorida, sulfat, logam berat dan berbagai gas. Adanya nitrogen dan fosfor sangat penting untuk memicu terjadinya pertumbuhan gulma air. "elain itu Kandungan lemak dan minyak yang terkandung dalam limbah bersumber dari instalasi yang mengolah bahan baku mengandung minyak. 0emak dan minyak merupakan bahan organis bersifat tetap dan sukar diuraikan bakteri. 0imbah ini membuat lapisan pada permukaan air sehingga membentuk selaput.
%& "ifat +akteriologis
)engingat rumah sakit merupakan tempat hunian untuk orang yang sedang sakit maka sangat potensial sekali mengandung mikrobiologis pathogen. "ifat bakteriologis air buangan perlu diketahui untuk menaksir tingkat kekotoran air limbah sebelum dibuang ke badan air.
2.0 Dam'ak Negati* Limbah Cair erha&a' Lingkungan (& :angguan terhadap kesehatan masyarakat
Adanya mikroba pathogen maupun bahan kimia4beracun dalam air limbah cair di rumah sakit yang masuk kedalam air tanah dan air permukaaan kemungkinan dapat menyebabkan penyakit terhadap manusia yang menggunakan air tesebut.
#& :angguan terhadap kehidupan biotik
:angguan ini dapat bersifat toksis yang dapat menyebabkan kepunahan dan atau penurunan keanekaragaman jenis. Adanya polutan yang berlebihan fisik air permukaan4air proses self purification karena kadar D' berkurang. erhadap air tanah, mikroba pathogen dapat menginfiltrasi ke tanah sampai jarak ($(- meter searah dengan aliran air tanah. "edang adanya bahan kimia beracun dan berbahaya dapat menginfiltrasi ke tanah mencapai jarak 7- meter.
%& :angguan terhadap estetika
)enimbulkan bau yang tidak sedap dan warna yang kotor serta terkesan kumuh. Hal ini terjadi karena adanya campuran limbah dari beberapa ruang instalasi.
2. Peng%lahan Limbah Cair Rumah Sakit
"ecara umum 1engolahan limbah dengan memanfaatkan teknologi pengolahan dapat dilakukan dengan cara fisika, kimia dan biologi atau gabungan dari ketiga system pengolahan tersebut. 1engolahan limbah secara biologis dapat digolongkan menjadi pengolahan cara aerob dan pegolahan limbah dengan cara anaerob. "edangkan bila dilihat dari tingkatan perlakuan pengolahan maka sistem perlakuan limbah diklasifikasikan menjadi6 pretreatment , primary treatment system, secondary treatment system dan tertiary treatment system !1erdana
:inting, #$$? 6 >%&.
1 Pr%"e" Peng%lahan 3i"ika a& Screening
Screening merupakan tahap awal pada proses pengolahan air limbah. 1roses ini bertujuan untuk memisahkan potonganpotongan kayu, plastik, dan sebagainya. Screen
terdiri atas batanganbatangan besi yang berbentuk lurus atau melengkung dan dipasang dengan tingkat kemirigan ?-$7$$ terhadap horisontal.
b& Grit Chamber
+ertujuan untuk menghilangkan kerikil, pasir, dan partikelpartikel lain yang dapat mengendap di dalam saluran dan pipapipa serta untuk melindungi pompapompa dan peralatan lain dari penyumbatan.
c& @ualisasi
@ualisasi laju alir digunakan untuk menangani variasi laju alir dan
memperbaiki proses berikutnya. Di samping itu, eualisasi juga bermanfaat untuk mengurangi ukuran dan biaya proses berikutnya. Adapun keuntungan yang diperoleh dari peggunaan eualisasi sebagai berikut6
(. 1ada pegolahan biologi, perubahan beban secara mendadak dapat dihindari dan pH dapat diatur supaya konstan.
#. 1engaturan bahanbahan kimia lebih dapat terkontrol. %. 1encucian filter lebih dapat teratur.
. erformance filter dapat diperbaiki.
0okasi eualisasi harus dipertimbangkan pada saat pembuatan diagram alir pengolahan limbah. 0okasi eualisasi yang optimal dan sangat bervariasi menurut tipe pengolahan limbah yang dilakukan, karakteristik sistem pegumpulan, dan jenis air limbah.
1ada beberapa kasus, eualisasi dapat ditempatkan setelah pengolahan primer dan sebelum pengolahan biologis. @ualisasi yang diletakkkan setelah pengolahan primer biasanya disebabkan oleh masalahmasalah ynag ditimbulkan oleh lumpur dan buih.
Dalam pelaksanaan eualisasi dibutuhkan pengadukan untuk mencegah pegendapan dan aerasi untuk menghilangkan bau. @ualisasi biasanya dilaksanakan bersamaan dengan netralisasi.
d&. "edimentasi
"edimentasi adalah pemisahan partikel dari air dengan memanfaatkan
gaya gravitasi. 1roses ini bertujuan untuk memperoleh air buangan yang jernih dan mempermudah proses penanganan lumpur. Dalam proses sedimentasi hanya partikel partikel yang lebih berat dari air yang dapat terpisah misalnhya, kerikil dan pasir.
+agian terpenting dalam perencanaan unit sedimentasi adalah mengetahui kecepatan pengendapan dari partikelpartikel yang akan dipindahkan. Kecepatan pegendapan
ditentukan oleh ukuran, densitas larutan, viskositas cairan, dan temperatur. 7
e& 9loatasi
9loatasi atau pengapungan digunakan untuk memisahkan padatan dari air. /nit floatasi digunakan jika densitas partikel lebih kecil dibandingkan dengan densitas air sehingga cenderung megapung. 9loatasi antara lain digunakan dalam proses pemisahan lemak dan minyak serta pengentalan lumpur.
2 Pr%"e" Peng%lahan +imia a& 3etralisasi
3etralisasi adalah reaksi antara asam dan basa yang menghasilkan air dan garam. Dalam pengolahan air limbah pH diatur antara >,$7,-. Di luar kisaran pH tersebut, air limbah akan bersifat racun bagi kehidupan air termasuk bakteri. Benis bahan kimia yang dapat ditambahkan tergantung pada jenis dan jumlah air limbah serta kondisi lingkungan setempat. 3etralisasi air limbah yang bersifat asam dapat dilakukan dengan penambahan 3a'H !natrium hidroksida&C sedangkan netralisasi air limbah yang bersifat basa dapat
dilakukan dengan penambahan H#"' !asam sulfat&.
b& Koagulasi dan flokulasi
1roses koagulasi dan flokulasi adalah konversi dari polutanpolutan yang tersuspensi koloid yang sangat halus di dalam air limbah, menjadi gumpalangumpalan yang dapat diendapkan, disaring atau diapungkan. +erikut gambaran mengenai ukuran bendabenda dan waktu yang diperlukan untuk pengendapan dengan jarak satu meter yang dapat dilihat pada abel #.%
abel 2.). aktu #ang Di'erlukan %leh Partikel untuk Mengen&a' &engan !arak Satu Meter
Diameter Partikel 4mm Material aktu Pengen&a'an 'er 1 m ($ ( Kerikil 1asir ( detik ($ detik
Ruang Dapur
Penyaring Lemak
Ruang Laundry Area RS/Medis/umum
Bak Pengumpul 1 Bak Pengumpul 2 Screening Flotasi Sedimentasi Pengolahan Biologis $,( $,$( $,$$( $,$$$( $,$$$$( 1asir halus anah liat +akteri 1artikel koloid 1artikel koloid # menit # jam hari # tahun #$ tahun
Dari abel #.% terlihat bahwa partikel koloid sangat sulit mengendap dan merupakan bagian yang besar dalam polutan, serta menyebabkan kekeruhan. /ntuk memisahkannya koloid harus diubah menjadi partikel yang berukuran lebih besar melalui proses koagulasi dan flokulasi.
) Pr%"e" Peng%lahan Bi%l%gi
"ecara umum proses pegolahan biologi menjadikan pengolahan air limbah secara modern lebih terstruktur, tergantung pada syaratsyarat air yang harus dijaga atau jenis air limbah yang harus dikelola. 1engolahan air limbah secara biologi bertujuan untuk membersihka 8at8at organik atau mengubah bentuk 8at8at organik menjadi bentuk bentuk yang kurang berbahaya. 1roses pengolahan secara biologi juga bertujuan untuk
meggunakan kembali 8at8at organik yang terdapat dalam air limbah.
+erikut ini adalah skema alur pengolahan limbah cair sebagai gambaran pengolahan limbah cair Rumah "akit 6
Desineksi ! "ontak Desineksi Secondary #lari$er
Bak %&i 'ayati
$ambar 2.2. Alur Pr%"e" Limbah Cair
Adapun unit bangunan yang diperlukan dalam 2nstalasi pengolahan air limbah Rumah "akit berdasarkan alur pengolahan limbah diatas adalah sebagai berikut 6
(& +ak 1enangkap 0emak
+ak 1enangkap 0emak berfungsi untuk menangkap lemak4minyak yang tercampur dengan air limbah dari instalasi gi8i.
1ada bak penangkap lemak, limbah cair yang dapat ditampung hanya
berasal dari instalasi gi8i, yaitu bagian dapur4pengadaan makanan dan minuman. )engapa limbah dari instalasi lain tidak dapat ditampung, karena limbah lain mengandung jenis bahan yang berbeda, sehigga lemak akan terikat dengan jenis bahan tersebut dan sulit
untuk ditangkap dengan proses pegolahan secara fisik melalui bak penyaring. Kriteria bangunan6
a. Rangkaian bak % buah b. 2nlet dari bawah
c. +ak terbuat dari bahan korosif, tahan panas dan kedap air d. /kuran bak !m& %E E
(,-#& +ak 1enampung Air 0imbah !1engumpul (&
+ak 1enampung Air 0imbah !1engumpul (& berfungsi untuk menampung seme ntara air limbah yang masuk dari seluruh sumber airlimbah di rumah sakit kecuali dari instalasi gi8i dan laundry.
Kriteria bangunan6 a. Folume bak 6 %> m%
b. +ak terbuat dari bahan tanah korosif, tahan panas dan kedap air c. /kuran bak !m& 6 E % E %
d. Dilengkapi # buah lubang kontrol dengan tutup %& +ak 1enampung Air 0imbah !1engumpul #&
+ak 1enampung Air 0imbah !1engumpul #& berfungsi untuk menampung sementara air limbah yang masuk dari seluruh sumber air limbah di rumah sakit kecuali dari instalasi gi8i dan laundry.
1ada bak pengumpul ( dan #, khusus menampung air limbah dari seluruh
sumber kecuali dari instalasi gi8i dan laundry. Karena pada bak ini akan terjadi proses sedimentasi awal dan penggumpalan pertikel ukuran kecil menjadi partikel berukuran besar yang kemudian masuk ke bak penyaring. 0imbah yang berasal dari instalasi gi8i dan laundry tidak padat ditampung, Karena pada bak penampung ( dan # tidak terjadi proses pengolahan secara fisik untuk menyaring lemak, dan dapat menyababkan timbulnya buih dari bahan sabun sehingga pada saat proses pengolahan sampai pada bak 9+K ($ dan #$, akan berpengaruh terhadap pertumbuhan mikroorgaisme aerob yang menempel pada menara plastik.
Kriteria bak6
a. +ak terbuat dari bahan tahan korosif, tahan panas dan kedap air b. /kuran bak !m& E
%,-c. +ak dibuat berkelok dan miring ke salah satu sisi !untuk memperlambat aliran sehingga terjadi sedimentasi dan floatasi&
d. Dilengkapi # buah lubang control dengan tutup
& +ak 1enyaring !Screening &
+ak 1enyaring !Screening & berfungsi menyarig benda atau sampah yang ikut terbawa air limbah agar benda tersebut tidak mengganggu proses pengolahan.
Kriteria bangunan6
a. /kuran bak (E (E ( !m&
b. Folume terisiair E E $ cm G >(7-#$ cm% G ># liter c. +ak kedap air, tahan panas dan tahan korosif
d. /kuran saringan 7$ E 7$ !cm&
e. +ahan besi dan dilegkpai tutup bak
-& +ak 9loatasi
+ak 9loatasi berfungsi untuk pengapungan bahanbahan padaatn yang terapung !scum&. Kriteria bangunan6
a. +ak kedap air, tahan korosif dan tahan panas b. /kuran bak !m& (,#- E - E
%,?-c. Folume terisi air (,#- E - E %,( G (7,%?- m% d. Dilengkapi lubang control dengan tutup
>& +ak "edimentasi
+ak "edimentas iberfungsi untuk mengendapkan padatan4flokflok yang terjadi dalam air limbah karena gaya gravitasi.
Kriteria bangunan6
a. +ak kedap air, tahan korosif dan tahan panas b. /kuran bak !m& (,#- E - E
%,?-c. Folume terisi air (,#- E - E %,( G (7,%?- m% d. Dilegkapi lubang kontrol dengan tutup
?& +ak @ualisasi
+ak @ualisasi berfungsi untuk melunakkan atau mencampur aduk air limbah dengan maksud untuk menyeragamkan kualitas limbah.
Kriteria bangunan6
a. +ak tahan korosif, kedap air dan tahan panas b. /kuran bak !m& > E -E
%,?-c. Folume teisi air > E - E %,( G 7% m%
d. Debit yang keluar untuk proses earasi dipompa !bisa datur&, sesuaikan dengan kapasitas pengolahan biodetok dengan kran.
& +ak +iodetok 9+K ($ dan #$
9+K adalah fiEed bed kaskade, yaitu suatu wadah yang berisi kumpulan menara plastik yang membentuk alas tetap sebagai tempat hidup atau menempelnya mikroorganisme aerob.
+erfungsi untuk menguraikan bahan polutan dalam air limbah secara aerob. 'sigen disuplai dalam bentuk udara terkompresi dengan kompresor untuk keperluan mikroorganisme. Kriteria bangunan dapat dilihat pada abel #.%.
abel 2.0. Bangunan 3B+ 15 &an 25
Bangunan 3B+15 3B+ 25 6%lume 4m) ((,- ##,-'an(ang 4m %,7 %,7 Lebar 4m (,- #,>-inggi 4m #, #, B%b%t mati 4 (,% %,$ +a'a"ita" 'eng%lahan %'timal 4m)/20 (am ($ #(>
7& +ak Desinfeksi !Kaporit&
+ak Desinfeksi !Kaporit& berfungsi sebagai tempat untuk melarutkan 8at desinfeksi !kaporit&.
Kriteria bangunan6
a. +ak tahan panas, kedap air dan tahan korosif b. /kuran bak $,? E (,(- E $,7 m
c. Folume terisi air $,#% m% d. Dilengkapi penguras
($& +ak Kontak Desinfeksi
+ak Kontak Desinfeksi berfungsi untuk mencampur kesempatan untuk kontak antara air limbah dan bahan desinfektan agar tercapai % waktu yang efektif untuk mengurangi mikrobiologi pathogen.
Kriteria bangunan6
a. +ak tahan panas, kedap air dan tahan korosif
b. /kuran bak !m& E -, E $,
c. +ak dibuat berkelok dan diharapkan waktu kontak minimal %$ menit. d. Dilengkapi bak debit
((& +ak /ji Hayati
+ak /ji Hayati merupakan kolam uji biologi dan dapat dipelihara ikan dan tanaman air sebagai indikator. Bikalau ikan dan tanaman air hidup maka air limbah telah memenuhi baku mutu.
(#& +ak 1engering 0umpur
+ak 1engering 0umpur berfungsi untuk mengeringkan lumpur yang berasal dari bak sedimentasi 22 !"econdary <larifier& dan biodetok.
Kriteria bangunan 6
a. +ak tahan panas, tahan korosif dan kedap air. b. /kuran bak !cm& #( E #( E (-$
2.7 Air Limbah Ha"il 8lahan
Air limbah Rumah "akit yang telah diolah harus memenuhi baku mutu sesuai dengan Keputusan )enteri 3egara 0ingkungan Hidup Republik 2ndonesia 3omor 6 K@1 -4)@30H4(#4(77- tentang +aku )utu 0imbah <air +agi Kegiatan Rumah "akit. Adapun +aku )utu 0imbah <air yang dimaksud berdasarkan peraturan tersebut adalah sebagai berikut 6
abel 2.. Baku Mutu Limbah Cair +egiatan Rumah Sakit +EP-9/MENLH/12/1:: LAMPIRAN-A
PARAMEER +ADAR MA+SIMUM 4mg/l
B8D
?-<'D ($$
"" ($$
pH > 7
abel 2.7. Baku Mutu Limbah Cair +egiatan Rumah Sakit +EP-9/MENLH/12/1:: LAMPIRAN-B
PARAMEER +ADAR MA+SIMUM 4mg/l 3ISI+A "uhu %$o< +IMIA pH > 7 +'D- %$ mg4l <'D $ mg4l "" %$ mg4l 3H, +ebas $,( mg4l 1' # mg4l MI+R8BI8L8$I+
MPN-Kuman Golongan
Koli/100mL
($.$$ RADI8A+I;IAS )2P ? E ($% +4l )S # E ($% +4l 0Ca % E ($% +4l ) Cr ? E ($% +4l 0<$a ( E ($% +4l 0Sr E ($% +4l :5M% ? E ($% +4l 11) Sn % E ($% +4l 12)I ( E ($% +4l 1)1 I ? E ($% +4l 1:2Ir ( E ($% +4l 251 I ( E ($% +4l9rekuensi pemeriksaan kualitas limbah cair terolah !effluent& dilakukan setiap bulan sekali untuk swapantau dan minimal % bulan sekali uji petik sesuai dengan ketentuan yang berlaku sesuai dengan 1ermenkes R2 3o. (#$4 )enkes4 "K4 54 #$$ tentang 1ersyaratan Kesehatan 0ingkungan Rumah "akit dan Keputusan )enteri 3egara 0ingkungan Hidup Republik 2ndonesia 3omor 6 K@1-4)@30H4(#4(77- tentang +aku )utu 0imbah <air +agi Kegiatan Rumah "akit.
2.< Pengel%laan Limbah &engan met%&e %,%ni"a"i
Iang sangat menarik dari permasalahan ini adalah ditemukannya teknologi pengolahan limbah dengan metode o8onisasi. "alah satu metode sterilisasi limbah cair rumah sakit yang direkomendasikan /nited "tates @nvironmental 1rotection Agency !/"@1A& pada tahun (777. eknologi ini sebenarnya dapat juga diterapkan untuk mengelola limbah pabrik tekstil, cat, kulit, dan lainlain.
a. '8onisasi
1roses o8onisasi telah dikenal lebih dari seratus tahun yang lalu. 1roses o8onisasi atau proses dengan menggunakan o8on pertama kali diperkenalkan 3ies dari 1rancis sebagai metode sterilisasi pada air minum pada tahun (7$>. 1enggunaan proses o8onisasi kemudian berkembang sangat pesat. Dalam kurun waktu kurang dari #$ tahun terdapat kurang lebih %$$ lokasi pengolahan air minum menggunakan o8onisasi untuk proses sterilisasinya di Amerika. )etode o8onisasi mulai banyak dipergunakan untuk sterilisasi bahan makanan, pencucian peralatan kedokteran, hingga sterilisasi udara pada ruangan kerja di perkantoran. 0uasnya penggunaan o8on ini tidak terlepas dari sifat o8on yang dikenal memiliki sifat radikal !mudah bereaksi dengan senyawa disekitarnya& serta memiliki oksidasi potential #.$? F. "elain itu, o8on telah dapat dengan mudah dibuat dengan menggunakan plasma seperti corona discharge.
)elalui proses oksidasinya pula o8on mampu membunuh berbagai macam mikroorganisma seperti bakteri @scherichia coli, "almonella enteriditis, Hepatitis A Firus serta berbagai mikroorganisma patogen lainnya#(. )elalui proses oksidasi langsung o8on akan merusak dinding bagian luar sel mikroorganisma !cell lysis& sekaligus membunuhnya. Buga melalui proses oksidasi oleh radikal bebas seperti hydrogen peroEy !H'#& dan hydroEyl radical !'H& yang terbentuk ketika o8on terurai dalam air. "eiring dengan perkembangan teknologi, dewasa ini o8on mulai banyak diaplikasikan dalam mengolah limbah cair domestik dan industri.
b. '8onisasi 0imbah cair rumah sakit
0imbah cair yang berasal dari berbagai kegiatan laboratorium, dapur, laundry, toilet, dan lain sebagainya dikumpulkan pada sebuah kolam eualisasi lalu dipompakan ke tangki reaktor untuk dicampurkan dengan gas o8on. :as o8on yang masuk dalam tangki reaktor bereaksi mengoksidasi senyawa organik dan membunuh bakteri pathogen pada li mbah cair
0imbah cair yang sudah teroksidasi kemudian dialirkan ke tangki koagulasi untuk dicampurkan koagulan. 0antas proses sedimentasi pada tangki berikutnya. 1ada proses ini, polutan mikro, logam berat dan lainlain sisa hasil proses oksidasi dalam tangki reaktor
"elanjutnya dilakukan proses penyaringan pada tangki filtrasi. 1ada tangki ini terjadi proses adsorpsi, yaitu proses penyerapan 8at8at pollutan yang terlewatkan pada proses koagulasi. Jat8at polutan akan dihilangkan permukaan karbon aktif. Apabila seluruh permukaan karbon aktif ini sudah jenuh, atau tidak mampu lagi menyerap maka proses penyerapan akan berhenti, dan pada saat ini karbon aktif harus diganti dengan karbon aktif baru atau didaur ulang dengan cara dicuci. Air yang keluar dari filter karbon aktif untuk selanjutnya dapat dibuang dengan aman ke sungai.
'8on akan larut dalam air untuk menghasilkan hidroksil radikal !'H&, sebuah radikal bebas yang memiliki potential oksidasi yang sangat tinggi !#. F&, jauh melebihi o8on !(.? F& dan chlorine !(.%> F&. Hidroksil radikal adalah bahan oksidator yang dapat mengoksidasi berbagai senyawa organik !fenol, pestisida, atra8ine, 3, dan sebagainya&. "ebagai contoh, fenol yang teroksidasi oleh hidroksil radikalakan berubah menjadi hydrouinone, resorcinol, cathecol untuk kemudian teroksidasi kembali menjadi asam oEalic dan asam formic, senyawa organik asam yang lebih kecil yang mudah teroksidasi dengan kandungan oksigen yang di sekitarnya. "ebagai hasil akhir dari proses oksidasi hanya akan didapatkan karbon dioksida dan air.
Hidroksil radikal berkekuatan untuk mengoksidasi senyawa organik juga dapat dipergunakan dalam proses sterilisasi berbagai jenis mikroorganisma, menghilangkan bau, dan menghilangkan warna pada limbah cair. Dengan demikian akan dapat mengoksidasi senyawa organik serta membunuh bakteri patogen, yang banyak terkandung dalam limbah cair rumah sakit.
1ada saringan karbon aktif akan terjadi proses adsorpsi, yaitu proses penyerapan 8at8at yang akan diserap oleh permukaan karbon aktif. Apabila seluruh permukaan karbon aktif ini sudah jenuh, proses penyerapan akan berhenti. )aka, karbon aktif harus diganti baru atau didaur
ulang dengan cara dicuci.
Dalam aplikasi sistem o8onisasi sering dikombinasikan dengan lampu ultraviolet atau hidrogen peroksida.Dengan melakukan kombinasi ini akan didapatkan dengan mudah hidroksil radikal dalam air yang sangat dibutuhkan dalam proses oksidasi senyawa organik. eknologi oksidasi ini tidak hanya dapat menguraikan senyawa kimia beracun yang berada dalam air, tapi juga sekaligus menghilangkannya sehingga limbah padat !sludge& dapat diminimalisasi hingga mendekati ($$;. Dengan pemanfaatan sistem o8onisasi ini dapat pihak rumah sakit tidak hanya dapat mengolah limbahnya tapi juga akan dapat menggunakan
kembali air limbah yang telah terproses !daur ulang&. eknologi ini, selain efisiensi waktu juga cukup ekonomis, karena tidak memerlukan tempat instalasi yang luas.
Kegiatan rumah sakit yang sangat kompleks tidak saja memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitarnya, tetapi juga mungkin dampak negatif. Dampak negatif itu berupa cemaran akibat proses kegiatan maupun limbah yang dibuang tanpa pengelolaan yang benar. 1engelolaan limbah rumah sakityang tidak baik akan memicu resiko terjadinya
kecelakaan kerja dan penularan penyakit dari pasien ke pekerja, dari pasien ke pasien dari pekerja ke pasien maupun dari dan kepada masyarakat pengunjung rumah sakit. 'leh
sebab itu untuk menjamin keselamatan dan kesehatan tenaga kerja maupun orang lain yang berada di lingkungan rumah sakit dan sekitarnya, perlu penerapan kebijakan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja, dengan melaksanakan kegiatan pengelolaan dan monitoring limbah rumah sakit sebagai salah satu indikator penting yang perlu diperhatikan.
BAB III PENUUP ).1 +e"eim'ulan
(. 0imbah rumah sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair dan gas. 0imbah cair rumah sakit adalah semua air buangan termasuk tinja yang berasal dari kegiatan rumah sakit yang kemungkinan mengandung mikroorganisme, bahan kimia beracun dan radioaktif yang berbahaya bagi keseshatan.
#. 0imbah cair rumah sakit dapat bersumber dari golongan ekskresi manusia seperti dahak, air seni, tinja, dahak. Dapat juga bersumber dari :olongan tindakan pelayanan seperti "isa kumur, limbah cair pembersih alat medis dan juga bersumber dari golongan :olongan penunjang pelayanan seperti limbah cair dari instalasi gi8i, limbah cair dari kendaraan, limbah cair dari laundry
%. /paya yang dilakukan untuk menangani limbah cair rumah sakit adalah dengan memanfaatkan teknologi pengolahan dapat dilakukan dengan cara fisika, kimia dan biologi atau gabungan dari ketiga system pengolahan tersebut.
. Adapun dampak limbah cair rumah sakit terhadap lingkungan yaitu gangguan terhadap kesehatan masyarakat, gangguan terhadap kehidupan biotic dan gangguan terhadap estetika.
-. 1engolahan limbah secara biologis dapat digolongkan menjadi pengolahan cara aerob dan pegolahan limbah dengan cara anaerob. "edangkan bila dilihat dari tingkatan
perlakuan pengolahan maka sistem perlakuan limbah diklasifikasikan menjadi6 pretreatment , primary treatment system, secondary treatment system dan tertiary
treatment system
).2 +ritik &an Saran
Dengan disusunnya makalah ini saya mengharapkan pembaca dapat mengetahui dan memahami upaya pengelolaan limbah cair rumah sakit serta dapat memberikan kritik dan sarannya agar makalah ini dapat menjadi lebih baik dari sebelumnya. Demikian saran yang dapat penulis sampaikan semoga dapat membawa manfaat bagi semua pembaca.
DA3AR PUSA+A
Arifin, )., #$$. engaruh !imbah "umah Sakit #erhadap $esehatan. 9akultas Kesehatan )asyarakat /niversitas 2ndonesia.
http6448enitapeE.blogspot.com4#$(%4$4makalahpenangananlimbahdirumah.html