• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. Namun, hingga kini gratifikasi seksual belum diatur secara tegas dalam hukum. sebagai tindak pidana korupsi atau tidak.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. Namun, hingga kini gratifikasi seksual belum diatur secara tegas dalam hukum. sebagai tindak pidana korupsi atau tidak."

Copied!
10
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Pembuktian merupakan salah satu faktor yang penting dalam penegakan hukum, khususnya dalam tindak pidana korupsi yang pembuktiannya relatif sulit hal ini bisa disebabkan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedudukan pemberi gratifikasi sebagaimana diatur dalam Pasal 5 Undang- Undang Pemberantasan Korupsi, setiap pemberian yang

memilih judul penelitian : “Penerapan Pidana terhadap Pelaku Gratifikasi (Studi Kasus Perkara Nomor161/Pid.Sus-TPK/2015/PN Smg di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang)

tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi tersebut dianggap bertentangan dengan prinsip negara hukum itu sendiri. Hal tersebut sebagaimana permohonan

Prevention of Corruption Act (Chapter 241) yang merupakan peraturan yang mengatur pemberantasan tindak pidana korupsi di negara Singapura tidak mengatur secara

Hasil penelitian ini adalah: Pertama, pada hukum pidana positif aturan terkait gratifikasi telah diatur dalam Undang – Undang Nomor 20 Tahun 2001 pasal 12 B dan C yang memiliki

Pengertian korupsi sebenarnya telah dimuat secara tegas di dalam Undang- Undang No. 3 Tahun 1971 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sebagian besar pengertian korupsi di

20 Tahun 2001 mengenai pemberantasan tindak pidana korupsi tidak dapat alasan untuk diberhentikannya penanganan perkara tindak pidana korupsi oleh penegak hukum