KELOMPOK 2 PUSKESMAS PASIR PANJANG
PROFIL PUSKESMAS
PROFIL PUSKESMAS
Puskesmas Pasir Panjang
Puskesmas Pasir Panjang terletak di kecamatan
terletak di kecamatan
Kelapa Lima Kota Kupang, Propinsi Nusa
Kelapa Lima Kota Kupang, Propinsi Nusa
Tenggara Timur,
Tenggara Timur, dengan batas-ba
dengan batas-batasnya sebagai
tasnya sebagai
berikut :
berikut :
•
•
S
Seeb
beella
ah
h U
Utta
arra
a :
: T
Teellu
uk
k K
Ku
up
pa
an
ng
g
•
•
Sebelah Selatan : Kecamatan Oebobo
Sebelah Selatan : Kecamatan Oebobo
•
•
S
Seeb
beella
ah B
h Ba
arra
att : K
: Keellu
urra
ah
ha
aa
an M
n Meerrd
deek
ka
a
•
PROFIL PUSKESMAS
PROFIL PUSKESMAS
Puskesmas Pasir Panjang
Puskesmas Pasir Panjang terletak di kecamatan
terletak di kecamatan
Kelapa Lima Kota Kupang, Propinsi Nusa
Kelapa Lima Kota Kupang, Propinsi Nusa
Tenggara Timur,
Tenggara Timur, dengan batas-ba
dengan batas-batasnya sebagai
tasnya sebagai
berikut :
berikut :
•
•
S
Seeb
beella
ah
h U
Utta
arra
a :
: T
Teellu
uk
k K
Ku
up
pa
an
ng
g
•
•
Sebelah Selatan : Kecamatan Oebobo
Sebelah Selatan : Kecamatan Oebobo
•
•
S
Seeb
beella
ah B
h Ba
arra
att : K
: Keellu
urra
ah
ha
aa
an M
n Meerrd
deek
ka
a
•
ADMINISTRASI DAN MANAJEMEN
Kriteria
2.1.1
Lokasi pendirian
Puskesmas harus sesuai
dengan tata ruang daerah
Kriteria 2.11
EP skor Skor Max
FAKTA ANALISIS REK
1
010
Tidak tersedia bukti analisis kebutuhan pendirian
Puskesmas, menurut Kepala Puskesmas Dokumen tersebut ada di Dinas Kesehatan Kota dan Bagian Tata Pemerintahan Kota Kupang
Bukti fisik tidak ada
karena disimpan di Dinas Kesehatan kota dan
Bagian Tata Pemerintahan Kota Kupang Kepala Puskesmas proaktif meminta salinan Dokumen Bukti Analisis Pendirian Puskesmas untuk dijadikan arsip dokuman bukti
analisis Puskesmas
2
010
Tidak tersedia bukti pertimbangan tata ruang
Puskesmas, menurut Kepala Puskesmas Dokumen tersebut ada di Dinas Kesehatan Kota dan Bagian Tata Pemerintahan Kota Kupang
Bukti fisik tidak ada karena disimpan di Dinas Kesehatan kota dan Bagian Tata Pemerintahan Kota Kupang Kepala Puskesmas proaktif meminta salinan Dokumen Bukti pertimbangan tata ruang Puskesmas untuk dijadikan arsip dokuman bukti analisis Puskesmas
Kriteria 2.1.1
EP skor Skor Max
FAKTA ANALISIS REK
3
010
Tidak tersedia bukti pertimbangan rasio
umlah penduduk dan ketersediannya
layanan Puskesmas
Bukti fisik tidak ada karena disimpan di Dinas Kesehatan kota
Kepala Puskesmas proakti meminta salinan Dokumen Bukti pertimbangan rasio jumlah penduduk dan ketersediaan pelayanan kesehatan untuk
dijadikan arsip dokumen bukti pertimbangan rasio jumlah penduduk dan ketersediaan pelayanan kesehatan.
4
1010
Tersediannya Bukti Operasional
Puskesmas
Bukti operasional Puskesmas disimpan dengan baik agar tidak rusak dan hilang.
Kriteria 2.2.1
Kepala Puskesmas adalah
tenaga kesehatan yang
kompeten sesuai dengan
Kriteria 2.2.1
E P s k o r Skor MaxFAKTA ANALISIS REK
1
1010
Terdapat Ijazah, SK
Penunjukan Kepala Puskesmas,
Sertifikat Pelatihan Manajemen
Puskesmas tetapi belum
diletakkan di lemari arsip
ketenagaan Puskesmas
Apabila arsip ketenagaan
tidak tersimpan dengan
baik maka akan rusak dan
hilang
Pengadaan lemari arsip
ketenagaan.
2
1010
Memiliki Sertifikat Pelatihan Manajemen Puskesmas
Kejelasan kompetensi yang dibutuhkan sesuai dengan peraturan yang berlaku (PMK Nomor 75 tahun 2014 Tentang
Puskesmas) dan di sahkan oleh pejabat yang berwenang
Meminta kejelasan syarat kompetensi kepala puskesmas ke Dinas Kesehatan Kota Kupang
3
1010
Ada uraian tugas Kepala Puskesmas yang tertuang dalam pola tata Kelola Puskesmas
Uraian yang termuat dalam pola tata kelola sudah mengacu pada peraturan Walikota No...
REKAPAN SKOR KRITERIA 2.1.1 DAN
2.2.1
Total
Skor
50
Total Elemen Penilaian
8
Kriteria 5.1.1
Penanggungjawab UKM Puskesmas
memenuhi persyaratan yang
ditetapkan dan melakukan
peningkatan kompetensi agar dapat
mengelola sesuai dengan tujuan
EP SKOR SKOR
MAKSIMAL FAKTA ANALISIS REKOMENDASI
1
0
10
*
Tidak
ada
SK
Persyaratan
Kompetensi PJ
UKM
SK Persyaratan
Kompetensi PJ UKM
belum ditetapkan
karena masih
menunggu Perwali.
Kepala Puskesmas
proaktif menanyakan
Perwali tentang PJ
UKM kepada Badan
Hukum Kota
Kupang,sehingga
dapat segera dibuatkan
SK Persyaratan
Kompetensi PJ UKM.
2
0
10
*
Tidak
ada
SK
dan Penetapan
PJ UKM
SK Penetapan PJ
UKM belum
ditetapkan karena
masih menunggu
Perwali tentang
Struktur Organisasi.
Kepala Puskesmas
proaktif menanyakan
Perwali tentang PJ
UKM kepada Badan
Hukum Kota
Kupang,sehingga
dapat segera dibuatkan
SK Penetapan PJ
EP SKO R
SKOR MAKSI
MAL
FAKTA ANALISIS REKOMENDASI
3
0
10
* Analisis kompetensi
dilakukan hanya
untuk pengelola
program
Analisa
Kompetensi tidak
dapat dilakukan
karena belum
adanya penetapan
persyaratan
kompetensi PJ
UKM
Kepala Puskesmas
harus proaktif
menanyakan Perwali
tentang PJ UKM,
sehingga dapat
dilakukan analisis
Kompetensi PJ UKM.
Analisis dilakukan
secara lisan, tanpa
didokumentasikan
4
0
10
*Rencana
peningkatan
kompetensi
berdasarkan usulan
dari pengelola
program berdasarkan
inventaris tenaga
kesehatan yang sudah
dan belum mengikuti
pelatihan.
Rencana
peningkatan
kompetensi belum
dilakukan
berdasarkan hasil
analisis kompetensi
karena belum
adanya persyaratan
kompetensi.
Kepala Puskesmas
harus proaktif
menanyakan Perwali
tentang PJ UKM,
sehingga dapat
dilakukan analisis
Kompetensi PJ UKM,
untuk rencana
peningkatan kompetensi
PJ UKM.
Kriteria 5.2.1
Rencana kegiatan dalam pelaksanaan
UKM Puskesmas terintegrasi dengan
rencana pelaksanaan UKM
Puskesmas yang lain dan disusun
melalui proses perencanaan
puskesmas dengan indikator kinerja
yang jelas dan mencerminkan visi
EP SKO R
SKOR MAKSIM
AL
FAKTA ANALISIS REKOMENDASI
1 5 10 Terdapat RUK Puskesmas RUK Puskesmas yang ada hanya
Matriks RUK
RUK Puskesmas harus disusun berdasarkan Pedoman Perencanaan
Puskesmas Depkes 2006 Penyusunan RUK dilakukan
melalui rapat Minilokakarya Awal Tahun, terdapat dokumen rapat seperti Notulen, daftar hadir
2 10 10 Terdapat RPK Puskesmas RPK telah disusun dengan baik
3 10 10 Sumber biaya untuk mendanai kegiatan termuat dalam RUK dan RPK
Ada kejelasan sumber biaya dalam RUK
dan RPK
4 0 10 Terdapat Kerangka Acuan tiap UKM yang disusun oleh
pengelola program
Kerangka acuan belum dibuat oleh PJ
UKM sesuai standar karena belum ada SK Penetapan PJ UKM.
Kepala Puskesmas proaktif menanyakan Perwali tentang PJ UKM kepada Badan Hukum Kota
Kupang,sehingga dapat segera dibuatkan SK Penetapan PJ UKM.
5 5 10 Terdapat Jadwal Kegiatan tiap UKM yang telah disusun oleh Pengelola Program
Jadwal Kegiatan belum dibuat oleh PJ
UKM sesuai standar karena belum ada SK Penetapan PJ UKM.
Kepala Puskesmas proaktif menanyakan Perwali tentang PJ UKM kepada Badan Hukum Kota
Kupang,sehingga dapat segera dibuatkan SK Penetapan PJ UKM.
JUMLA H
REKAPAN SKOR KRITERIA 5.1.1
Total
Skor
0
Total Elemen Penilaian
4
REKAPAN SKOR KRITERIA 5.2.1
Total
Skor
30
Total Elemen Penilaian
5
Upaya Kesehatan Perorangan
UKP: 8.1.3
UKP: 8.2.3
Standar 8.1 :
Pelayanan Laboratorium tersedia tepat waktu untuk
memenuhi kebutuhan pengkajian pasien, serta
mematuhi standar, hukum dan peraturan yang berlaku
Kriteria 8.1.3 :
Hasil Pemeriksaan Laboratorium selesai dan tersedia dalam waktu sesuai
dengan ketentuan yang ditetapkan
Epe SKOR
SKOR
FAKTA / ANALISIS REKOMENDASI MAKSIMA
L
1 0
0
FAKTA
tidak ada SK Kepala Puskesmas tentang waktu yang diharapkan untuk laporan hasil
pemeriksaan
dibuat dan dikerjakan SK Kepala
Puskesmas tentang waktu yang diharapkan untuk laporan hasil pemeriksaan
tidak ada SOP tentangwaktu yang diharapkan untuk laporan hasil pemeriksaan
dibuat dan dikerjakan SOP tentangwaktu yang diharapkan untuk laporan hasil
pemeriksaan
5 tidak ada pedoman/panduan tentangwaktu yang diharapkan untuk laporan hasil
pemeriksaan
dibuat dan dikerjakan pedoman/panduan tentangwaktu yang diharapkan untuk laporan hasil pemeriksaan
10 analisis
tidak ada ketetapan waktu yang diharapkan untuk laporan hasil pemeriksaan
2 0
0
fakta
tidak ada SK Kepala Puskesmas tentang waktu melaporkan hasil pemeriksaan yang urgen / gawat darurat diukur
dibuat dan dikerjakan SK Kepala
Puskesmas tentang waktu melaporkan hasil pemeriksaan yang urgen / gawat darurat diukur
tidak ada pedoman/panduan tentang waktu melaporkan hasil pemeriksaan yang urgen / gawat darurat diukur
dibuat dan dikerjakan pedoman/panduan tentang waktu melaporkan hasil
pemeriksaan yang urgen / gawat darurat diukur
5
tidak ada SOP tentang waktu melaporkan hasil pemeriksaan yang urgen / gawat darurat diukur
dibuat dan dikerjakan SOP tentang waktu melaporkan hasil pemeriksaan yang urgen / gawat darurat diukur
3 0
0
fakta
tidak ada SK Kepala Puskesmas
tentang hasil pemantauan
pelaporan hasil pemeriksaan
laboratorium
dibuat dan dikerjakan SK
Kepala Puskesmas tentang
hasil pemantauan pelaporan
hasil pemeriksaan
laboratorium
tidak ada SOP tentang hasil
pemantauan pelaporan hasil
pemeriksaan laboratorium
dibuat dan dikerjakan SOP
tentang hasil pemantauan
pelaporan hasil pemeriksaan
laboratorium
5
tidak ada pedoman/panduan
tentang hasil pemantauan
pelaporan hasil pemeriksaan
laboratorium
dibuat dan dikerjakan
pedoman/panduan kapusk
tentang hasil pemantauan
pelaporan hasil pemeriksaan
laboratorium
10 analis is
tidak ada kerangka waktu
pelaporan hasil laboratorium
guna memenuhi kebutuhan
pasien
dibuatkan dan dikerjakan
kerangka waktu pelaporan
hasil laboratorium guna
memenuhi kebutuhan pasien
EP SKORSKOR
FAKTA / ANALISIS REKOMENDASI MAKSIM
AL
Total Skor
0
• Standar 8.1: Pelayanan Laboratorium
• Kriteria 8.1.2 :
Terdapat kebijakan dan prosedur spesifik
EP SKO R
SKOR
FAKTA / ANALISIS Rekomendasi MAKSIM
AL
1 0
0
FAKTA
Tidak ada SK tentang kebijakan dan
prosedur untuk permintaan pemeriksaan, penerimaan spesimen, pengambilan dan penyimpanan spesimen
Membuat SK tentang kebijakan dan prosedur untuk permintaan
pemeriksaan, penerimaan spesimen, pengambilan dan penyimpanan spesimen
5
10
Tidak tersedianya Bukti fisik SOP masing-masing untuk:
• kebijakan dan prosedur untuk permintaan pemeriksaan
• penerimaan spesimen
• pengambilan dan penyimpanan spesimen
membuat SOP untuk:
• kebijakan dan prosedur untuk permintaan pemeriksaan
• penerimaan spesimen
• pengambilan dan penyimpanan spesimen
ANALI SIS
SK dan SOP yang dimaksud menjadi landasan hukum bagi unit terkait dan petugas kesehatannya. Untuk itu SK dan SOP harus tersedia di unit terkait. Menurut keterangan kepala puskesmas penuyusunan
SK dan SOP sedang dalam proses.
mempercepat proses pembuatan SK dan SOP yang sesuai standart akreditasi
2 0
0 FAKTA Tidak tersedianya SOP prosedur pemeriksaan laboratorium
membuat Prosedur pemeriksaan laboratorium
5
ANALI SIS
SOP yang dimaksud menjadi landasan hukum bagi unit terkait dan petugas
kesehatannya. Untuk itu SK dan SOP harus tersedia di unit terkait. Menurut keterangan
mempercepat proses pembuatan SK dan SOP yang sesuai standart akreditasi 10
3 0
0
FAKTA
Tidak dilakukan pemantauan secara berkala terhadap pelaksanaan prosedur tersebut
mempercepat proses pembuatan SOP yang terstandart akreditasi, masing - masing untuk:
Tidak ada SOP pemantauan secara berkala terhadap pelaksanaan prosedur tersebut
- Pemantauan pelaksanaan prosedur pemeriksaan laboratorium 5 - Hasil pemantauan 10 - Tindak Lanjut pemantauan ANALISIS
SOP yang dimaksud menjadi landasan hukum bagi unit terkait dan petugas kesehatannya. Untuk itu SOP harus tersedia di unit terkait. Menurut
keterangan kepala puskesmas penuyusunan SOP sedang dalam proses.
4 0
0
FAKTA
Tidak ada SOP evaluasi pemantauan ketepatan waktu penyerahan hasil pemeriksaan laboratorium
mempercepat proses pembuatan SOP yang terstandart akreditasi
untuk evaluasi pemantauan ketepatan waktu penyerahan hasil
laboratorium 5
Tidak dilakukan evaluasi pemantauan ketepatan waktu penyerahan hasil pemeriksaan laboratorium
ANALISIS
SOP yang dimaksud menjadi landasan hukum bagi unit terkait dan petugas kesehatannya. Untuk itu SOP harus tersedia di unit terkait. Menurut
keterangan kepala puskesmas penuyusunan SOP tentang pemantauan ketepatan waktu penyerahan hasil, hasil evaluasi dan tindak lanjut hasil evaluasi sedang dalam proses.
5 0
0
FAKTA
Tidak ada SK tentang prosedur pemeriksaan diluar jam kerja
mempercepat proses pembuatan SK dan SOP yang terstandart
akreditasi untuk prosedur pemeriksaan diluar jam kerja
5 Tidak ada SOP tentang pemeriksaan diluaram kerja
10 ANALISIS
SK dan SOP yang dimaksud menjadi
landasan hukum bagi unit terkait dan petugas kesehatannya. Untuk itu SK dan SOP harus tersedia di unit terkait. Menurut keterangan kepala puskesmas penuyusunan SK dan SOP sedang dalam proses.
6 0
0
FAKTA
Tidak ada SK tentang prosedur untuk
pemeriksaan yang berisiko tinggi ( misalnya spesimen sputum, darah dan lainnya )
mempercepat proses pembuatan SK dan SOP yang terstandart
akreditasi untuk prosedur pemeriksaan diluar jam kerja
5
Tidak ada SOP tentang prosedur untuk pemeriksaan yang berisiko tinggi ( misalnya spesimen sputum, darah dan lainnya )
10 ANALISIS
SOP yang dimaksud menjadi landasan hukum bagi unit terkait dan petugas
kesehatannya. Untuk itu SOP harus tersedia di unit terkait. Menurut keterangan kepala puskesmas penuyusunan SOP sedang dalam proses.
7 0
0
FAKTA
Tidak ada SOP masing - masing tentang :
mempercepat proses pembuatan SOP yang
terstandar akreditasi tentang penggunaan alat pelindung diri dan pemantauan penggunaan alat pelindung diri
Prosedur Kesehatan dan Keselamatan Kerja
5 Alat pelindung diri bagi petugaslaboratorium
10 ANALISIS
SOP yang dimaksud menjadi landasan hukum bagi unit terkait dan petugas kesehatannya. Untuk itu SK dan SOP harus tersedia di unit terkait. Menurut keterangan kepala puskesmas
penuyusunan SOP sedang dalam proses.
8
0 FAKTA tidak ada bukti fidik SOP penggunaan alat pelindung diri; tidak ada bukti fisik SOP pemantauan terhadap penggunaan
alat pelindung diri mempercepat proses pembuatan SOP yang terstandar akreditasi tentang penggunaan alat pelindung diri
dan pemantauan penggunaan alat pelindung diri
5
10 ANALISIS
SOP yang dimaksud menjadi landasan hukum bagi unit terkait dan petugas kesehatannya. Untuk itu SK dan SOP harus tersedia di unit terkait. Menurut keterangan kepala puskesmas
penuyusunan SK dan SOP sedang dalam proses.
9 0
0
FAKTA
tidak ada bukti fisik SOP tentang
pengelolaan bahan berbahaya dan
beracun ; Tidak ada bukti fisik SPO
pengelolaan limbah hasil pemeriksaan
laboratotium
mempercepat proses pembuatan
SOP yang terstandar akreditasi
tentang penggunaan alat
pelindung diri dan pemantauan
penggunaan alat pelindung diri
5
ANALISIS
Menurut keterangan kepala puskesmas
penuyusunan SOP sedang dalam proses.
10
1
0
0
0
FAKTA
tidak ada bukti fisik SOP tentang
pengelolaan reagen
5
ANALISIS
Menurut keterangan kepala puskesmas
penuyusunan SOP sedang dalam proses.
mempercepat proses pembuatan
SOP yang terstandar akreditasi
tentang pengelolaan reagen
10
11
0
0
FAKTA
tidak ada bukti fisik SOP tentang
pengelolaan SOP pengelolaan limbah
5
ANALISIS
Menurut keterangan kepala puskesmas
penuyusunan SOP sedang dalam
proses.
mempercepat proses pembuatan
SOP yang terstandar akreditasi
tentang pengelolaan limbah
10
total 0
Total Skor 0
• Standar 8.2: Obat yang tersedia dikelola secara
efisien untuk memenuhi kebutuhan pasien
• Kriteria 8.1.2 :
Terdapat kebijakan dan prosedur spesifik
EP SKO R
SKOR
FAKTA / ANALISIS REKOMENDASI MAKSIM
AL
1 0
0
FAKTA
Tidak ada SK tentang persyaratan petugas yang berhak memberikan resep
1. Kepala Puskesmas harus proaktif menanyakan
Perwali tentang PJ UKP ke Badan Hukum
2. Kepala Puskesmas harus membuat SK tentang persyaratan petugas yang berhak memberikan resep 5
10 ANALIS IS
Kepala Puskesmas tidak membuat SK tentang persyaratan petugas yang berhak memberikan resep karena
menunggu Perwali
2 0
0 FAKTA
Tidak ada SK tentang persyaratan petugas yang berhak menyediakan obat
1. Kepala Puskesmas harus proaktif menanyakan
Perwali tentang PJ UKP ke Badan Hukum
2. Kepala Puskesmas harus membuat SK tentang persyaratan petugas yang berhak menyediakan obat 5
ANALIS IS
Kepala Puskesmas tidak membuat SK tentang persyaratan petugas yang berhak menyediakan obat karena
menunggu Perwali 10
3 0
0
FAKTA
Tidak ada SK tentang pelatihan bagi petugas yang diberi kewenangan menyediakan obat tetapi belum sesuai persyaratan
1. Kepala Puskesmas harus proaktif menanyakan Perwali tentang PJ UKP ke Badan Hukum
2. Kepala Puskesmas melakukan telaah permintaan kebutuhan Apoteker untuk memenuhi tenaga Apoteker di Puskesmas Pasir
Panjang 3. Kepala Puskesmas wajib
membuat SK tentang pelatihan bagi petugas yang diberi
kewenangan menyediakan obat tetapi belum sesuai persyaratan. 5
10
ANALISIS
Kepala Puskesmas tidak membuat SK tentang pelatihan bagi petugas yang diberi kewenangan menyediakan obat tetapi belum sesuai persyaratan karena menunggu PERWALI dan Kepala Puskesmas tidak dapat membuat SK karena Puskesmas Pasir Panjang belum memiliki tenaga Apoteker
4 0
0 FAKTA
Tidak ada SK tentang peresepan, pemesanan, dan pengelolaan obat
1. Kepala Puskesmas harus proaktif menanyakan Perwali tentang PJ UKP ke Badan Hukum
2. Kepala Puskesmas melakukan telaah permintaan kebutuhan Apoteker untuk memenuhi tenaga Apoteker di Puskesmas Pasir
Panjang
3. Kepala Puskesmas wajib membuat SK tentang peresepan, pemesanan, dan pengelolaan obat 4. Puskesmas harus membuat SOP
tentang peresepan, pemesanan dan pengelolaan obat dengan menyertakan bukti fisik sebagai acuan pembuatan SOP
Tidak ada SOP tentang peresepan, pemesanan, dan pengelolaan obat
5
ANALISIS
Kepala Puskesmas tidak membuat SK tentang peresepan, pemesanan, dan pengelolaan obat karena menunggu PERWALI dan tidak adanya tenaga Apoteker
10
Tidak ada SOP tentang peresepan, pemesanan, dan pengelolaan obat karena baru mendapatkan acuan yang baku dalam pembuatan SOP tersebut