• Tidak ada hasil yang ditemukan

Persentasi Pasir Panjang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Persentasi Pasir Panjang"

Copied!
35
0
0

Teks penuh

(1)

KELOMPOK 2 PUSKESMAS PASIR PANJANG

(2)

PROFIL PUSKESMAS

PROFIL PUSKESMAS

Puskesmas Pasir Panjang

Puskesmas Pasir Panjang terletak di kecamatan

terletak di kecamatan

Kelapa Lima Kota Kupang, Propinsi Nusa

Kelapa Lima Kota Kupang, Propinsi Nusa

Tenggara Timur,

Tenggara Timur, dengan batas-ba

dengan batas-batasnya sebagai

tasnya sebagai

 berikut :

 berikut :

S

Seeb

beella

ah

h U

Utta

arra

a :

: T

Teellu

uk

k K

Ku

up

pa

an

ng

g

Sebelah Selatan : Kecamatan Oebobo

Sebelah Selatan : Kecamatan Oebobo

S

Seeb

beella

ah B

h Ba

arra

att : K

: Keellu

urra

ah

ha

aa

an M

n Meerrd

deek

ka

a

(3)

PROFIL PUSKESMAS

PROFIL PUSKESMAS

Puskesmas Pasir Panjang

Puskesmas Pasir Panjang terletak di kecamatan

terletak di kecamatan

Kelapa Lima Kota Kupang, Propinsi Nusa

Kelapa Lima Kota Kupang, Propinsi Nusa

Tenggara Timur,

Tenggara Timur, dengan batas-ba

dengan batas-batasnya sebagai

tasnya sebagai

 berikut :

 berikut :

S

Seeb

beella

ah

h U

Utta

arra

a :

: T

Teellu

uk

k K

Ku

up

pa

an

ng

g

Sebelah Selatan : Kecamatan Oebobo

Sebelah Selatan : Kecamatan Oebobo

S

Seeb

beella

ah B

h Ba

arra

att : K

: Keellu

urra

ah

ha

aa

an M

n Meerrd

deek

ka

a

(4)

ADMINISTRASI DAN MANAJEMEN

(5)

Kriteria

2.1.1

Lokasi pendirian

Puskesmas harus sesuai

dengan tata ruang daerah

(6)

Kriteria 2.11

EP skor Skor Max

FAKTA ANALISIS REK  

1

0

10

Tidak tersedia bukti analisis kebutuhan pendirian

Puskesmas, menurut Kepala Puskesmas Dokumen tersebut ada di Dinas Kesehatan Kota dan Bagian Tata Pemerintahan Kota Kupang

Bukti fisik tidak ada

karena disimpan di Dinas Kesehatan kota dan

Bagian Tata Pemerintahan Kota Kupang Kepala Puskesmas  proaktif meminta salinan Dokumen Bukti Analisis Pendirian Puskesmas untuk dijadikan arsip dokuman bukti

analisis Puskesmas

2

0

10

Tidak tersedia bukti  pertimbangan tata ruang

Puskesmas, menurut Kepala Puskesmas Dokumen tersebut ada di Dinas Kesehatan Kota dan Bagian Tata Pemerintahan Kota Kupang

Bukti fisik tidak ada karena disimpan di Dinas Kesehatan kota dan Bagian Tata Pemerintahan Kota Kupang Kepala Puskesmas  proaktif meminta salinan Dokumen Bukti pertimbangan tata ruang Puskesmas untuk   dijadikan arsip dokuman bukti analisis Puskesmas

(7)

Kriteria 2.1.1

EP skor Skor Max

FAKTA ANALISIS REK  

3

0

10

Tidak tersedia bukti  pertimbangan rasio

umlah penduduk dan ketersediannya

layanan Puskesmas

Bukti fisik tidak ada karena disimpan di Dinas Kesehatan kota

Kepala Puskesmas proakti meminta salinan Dokumen Bukti  pertimbangan rasio jumlah  penduduk dan ketersediaan  pelayanan kesehatan untuk 

dijadikan arsip dokumen bukti  pertimbangan rasio jumlah  penduduk dan ketersediaan  pelayanan kesehatan.

4

10

10

Tersediannya Bukti Operasional

Puskesmas

Bukti operasional Puskesmas disimpan dengan baik agar tidak  rusak dan hilang.

(8)

Kriteria 2.2.1

Kepala Puskesmas adalah

tenaga kesehatan yang

kompeten sesuai dengan

(9)

Kriteria 2.2.1

E P s k  o r Skor Max

FAKTA ANALISIS REK  

1

10

10

Terdapat Ijazah, SK

Penunjukan Kepala Puskesmas,

Sertifikat Pelatihan Manajemen

Puskesmas tetapi belum

diletakkan di lemari arsip

ketenagaan Puskesmas

Apabila arsip ketenagaan

tidak tersimpan dengan

 baik maka akan rusak dan

hilang

Pengadaan lemari arsip

ketenagaan.

2

10

10

Memiliki Sertifikat Pelatihan Manajemen Puskesmas

Kejelasan kompetensi yang dibutuhkan sesuai dengan  peraturan yang berlaku (PMK  Nomor 75 tahun 2014 Tentang

Puskesmas) dan di sahkan oleh  pejabat yang berwenang

Meminta kejelasan syarat kompetensi kepala puskesmas ke Dinas Kesehatan Kota Kupang

3

10

10

Ada uraian tugas Kepala Puskesmas yang tertuang dalam pola tata Kelola Puskesmas

Uraian yang termuat dalam pola tata kelola sudah mengacu pada  peraturan Walikota No...

(10)

REKAPAN SKOR KRITERIA 2.1.1 DAN

2.2.1

Total

Skor

50

Total Elemen Penilaian

8

(11)
(12)
(13)

Kriteria 5.1.1

Penanggungjawab UKM Puskesmas

memenuhi persyaratan yang

ditetapkan dan melakukan

peningkatan kompetensi agar dapat

mengelola sesuai dengan tujuan

(14)

EP SKOR   SKOR

MAKSIMAL FAKTA ANALISIS REKOMENDASI

1

0

10

*

Tidak

ada

SK

Persyaratan

Kompetensi PJ

UKM

SK Persyaratan

Kompetensi PJ UKM

 belum ditetapkan

karena masih

menunggu Perwali.

Kepala Puskesmas

 proaktif menanyakan

Perwali tentang PJ

UKM kepada Badan

Hukum Kota

Kupang,sehingga

dapat segera dibuatkan

SK Persyaratan

Kompetensi PJ UKM.

2

0

10

*

Tidak

ada

SK

dan Penetapan

PJ UKM

SK Penetapan PJ

UKM belum

ditetapkan karena

masih menunggu

Perwali tentang

Struktur Organisasi.

Kepala Puskesmas

 proaktif menanyakan

Perwali tentang PJ

UKM kepada Badan

Hukum Kota

Kupang,sehingga

dapat segera dibuatkan

SK Penetapan PJ

(15)

EP SKO R 

SKOR MAKSI

MAL

FAKTA ANALISIS REKOMENDASI

3

0

10

* Analisis kompetensi

dilakukan hanya

untuk pengelola

 program

Analisa

Kompetensi tidak

dapat dilakukan

karena belum

adanya penetapan

 persyaratan

kompetensi PJ

UKM

Kepala Puskesmas

harus proaktif

menanyakan Perwali

tentang PJ UKM,

sehingga dapat

dilakukan analisis

Kompetensi PJ UKM.

Analisis dilakukan

secara lisan, tanpa

didokumentasikan

4

0

10

*Rencana

 peningkatan

kompetensi

 berdasarkan usulan

dari pengelola

 program berdasarkan

inventaris tenaga

kesehatan yang sudah

dan belum mengikuti

 pelatihan.

Rencana

 peningkatan

kompetensi belum

dilakukan

 berdasarkan hasil

analisis kompetensi

karena belum

adanya persyaratan

kompetensi.

Kepala Puskesmas

harus proaktif

menanyakan Perwali

tentang PJ UKM,

sehingga dapat

dilakukan analisis

Kompetensi PJ UKM,

untuk rencana

 peningkatan kompetensi

PJ UKM.

(16)

Kriteria 5.2.1

Rencana kegiatan dalam pelaksanaan

UKM Puskesmas terintegrasi dengan

rencana pelaksanaan UKM

Puskesmas yang lain dan disusun

melalui proses perencanaan

puskesmas dengan indikator kinerja

 yang jelas dan mencerminkan visi

(17)

EP SKO R 

SKOR MAKSIM

 AL

FAKTA ANALISIS REKOMENDASI

1 5 10 Terdapat RUK Puskesmas RUK Puskesmas yang ada hanya

Matriks RUK 

RUK Puskesmas harus disusun  berdasarkan Pedoman Perencanaan

Puskesmas Depkes 2006 Penyusunan RUK dilakukan

melalui rapat Minilokakarya Awal Tahun, terdapat dokumen rapat seperti Notulen, daftar hadir 

2 10 10 Terdapat RPK Puskesmas RPK telah disusun dengan baik 

3 10 10 Sumber biaya untuk mendanai kegiatan termuat dalam RUK dan RPK 

Ada kejelasan sumber  biaya dalam RUK

dan RPK 

4 0 10 Terdapat Kerangka Acuan tiap UKM yang disusun oleh

pengelola program

Kerangka acuan  belum dibuat oleh PJ

UKM sesuai standar karena belum ada SK Penetapan PJ UKM.

Kepala Puskesmas proaktif menanyakan Perwali tentang PJ UKM kepada Badan Hukum Kota

Kupang,sehingga dapat segera dibuatkan SK Penetapan PJ UKM.

5 5 10 Terdapat Jadwal Kegiatan tiap UKM yang telah disusun oleh Pengelola Program

Jadwal Kegiatan  belum dibuat oleh PJ

UKM sesuai standar karena belum ada SK Penetapan PJ UKM.

Kepala Puskesmas proaktif menanyakan Perwali tentang PJ UKM kepada Badan Hukum Kota

Kupang,sehingga dapat segera dibuatkan SK Penetapan PJ UKM.

JUMLA  H

(18)

REKAPAN SKOR KRITERIA 5.1.1

Total

Skor

0

Total Elemen Penilaian

4

(19)

REKAPAN SKOR KRITERIA 5.2.1

Total

Skor

30

Total Elemen Penilaian

5

(20)

Upaya Kesehatan Perorangan

UKP: 8.1.3

UKP: 8.2.3

(21)

Standar 8.1 :

Pelayanan Laboratorium tersedia tepat waktu untuk

memenuhi kebutuhan pengkajian pasien, serta

mematuhi standar, hukum dan peraturan yang berlaku

Kriteria 8.1.3 :

Hasil Pemeriksaan Laboratorium selesai dan tersedia dalam waktu sesuai

dengan ketentuan yang ditetapkan

(22)

Epe SKOR  

SKOR

FAKTA / ANALISIS REKOMENDASI MAKSIMA 

L

1 0

0

FAKTA 

tidak ada SK Kepala Puskesmas tentang waktu  yang diharapkan untuk laporan hasil

pemeriksaan

dibuat dan dikerjakan SK Kepala

Puskesmas tentang waktu yang diharapkan untuk laporan hasil pemeriksaan

tidak ada SOP tentangwaktu yang diharapkan untuk laporan hasil pemeriksaan

dibuat dan dikerjakan SOP tentangwaktu  yang diharapkan untuk laporan hasil

pemeriksaan

5 tidak ada pedoman/panduan tentangwaktu  yang diharapkan untuk laporan hasil

pemeriksaan

dibuat dan dikerjakan pedoman/panduan tentangwaktu yang diharapkan untuk laporan hasil pemeriksaan

10 analisis

tidak ada ketetapan waktu yang diharapkan untuk laporan hasil pemeriksaan

2 0

0

fakta

tidak ada SK Kepala Puskesmas tentang waktu melaporkan hasil pemeriksaan yang urgen / gawat darurat diukur

dibuat dan dikerjakan SK Kepala

Puskesmas tentang waktu melaporkan hasil pemeriksaan yang urgen / gawat darurat diukur

tidak ada pedoman/panduan tentang waktu melaporkan hasil pemeriksaan yang urgen / gawat darurat diukur

dibuat dan dikerjakan pedoman/panduan tentang waktu melaporkan hasil

pemeriksaan yang urgen / gawat darurat diukur

5

tidak ada SOP tentang waktu melaporkan hasil pemeriksaan yang urgen / gawat darurat diukur

dibuat dan dikerjakan SOP tentang waktu melaporkan hasil pemeriksaan yang urgen / gawat darurat diukur

(23)

3 0

0

fakta

tidak ada SK Kepala Puskesmas

tentang hasil pemantauan

pelaporan hasil pemeriksaan

laboratorium

dibuat dan dikerjakan SK

Kepala Puskesmas tentang

hasil pemantauan pelaporan

hasil pemeriksaan

laboratorium

tidak ada SOP tentang hasil

pemantauan pelaporan hasil

pemeriksaan laboratorium

dibuat dan dikerjakan SOP

tentang hasil pemantauan

pelaporan hasil pemeriksaan

laboratorium

5

tidak ada pedoman/panduan

tentang hasil pemantauan

pelaporan hasil pemeriksaan

laboratorium

dibuat dan dikerjakan

pedoman/panduan kapusk

tentang hasil pemantauan

pelaporan hasil pemeriksaan

laboratorium

10 analis is

tidak ada kerangka waktu

pelaporan hasil laboratorium

guna memenuhi kebutuhan

pasien

dibuatkan dan dikerjakan

kerangka waktu pelaporan

hasil laboratorium guna

memenuhi kebutuhan pasien

EP SKOR

SKOR

FAKTA / ANALISIS REKOMENDASI MAKSIM

AL

Total Skor

0

(24)

• Standar 8.1: Pelayanan Laboratorium

• Kriteria 8.1.2 :

Terdapat kebijakan dan prosedur spesifik

(25)

EP SKO R 

SKOR

FAKTA / ANALISIS Rekomendasi MAKSIM

 AL

1 0

0

FAKTA 

Tidak ada SK tentang kebijakan dan

prosedur untuk permintaan pemeriksaan, penerimaan spesimen, pengambilan dan penyimpanan spesimen

Membuat SK tentang kebijakan dan prosedur untuk permintaan

pemeriksaan, penerimaan spesimen, pengambilan dan penyimpanan spesimen

5

10

Tidak tersedianya Bukti fisik SOP masing-masing untuk:

• kebijakan dan prosedur untuk permintaan pemeriksaan

• penerimaan spesimen

• pengambilan dan penyimpanan spesimen

membuat SOP untuk:

• kebijakan dan prosedur untuk permintaan pemeriksaan

• penerimaan spesimen

• pengambilan dan penyimpanan spesimen

 ANALI SIS

SK dan SOP yang dimaksud menjadi landasan hukum bagi unit terkait dan petugas kesehatannya. Untuk itu SK dan SOP harus tersedia di unit terkait. Menurut keterangan kepala puskesmas penuyusunan

SK dan SOP sedang dalam proses.

mempercepat proses pembuatan SK dan SOP yang sesuai standart akreditasi

2 0

0 FAKTA  Tidak tersedianya SOP prosedur pemeriksaan laboratorium

membuat Prosedur pemeriksaan laboratorium

5

 ANALI SIS

SOP yang dimaksud menjadi landasan hukum bagi unit terkait dan petugas

kesehatannya. Untuk itu SK dan SOP harus tersedia di unit terkait. Menurut keterangan

mempercepat proses pembuatan SK dan SOP yang sesuai standart akreditasi 10

(26)

3 0

0

FAKTA 

Tidak dilakukan pemantauan secara berkala terhadap pelaksanaan prosedur tersebut

mempercepat proses pembuatan SOP yang terstandart akreditasi, masing - masing untuk:

Tidak ada SOP pemantauan secara berkala terhadap pelaksanaan prosedur tersebut

- Pemantauan pelaksanaan prosedur pemeriksaan laboratorium 5 - Hasil pemantauan 10 - Tindak Lanjut pemantauan  ANALISIS

SOP yang dimaksud menjadi landasan hukum bagi unit terkait dan petugas kesehatannya. Untuk itu SOP harus tersedia di unit terkait. Menurut

keterangan kepala puskesmas penuyusunan SOP sedang dalam proses.

4 0

0

FAKTA 

Tidak ada SOP evaluasi pemantauan ketepatan  waktu penyerahan hasil pemeriksaan laboratorium

mempercepat proses pembuatan SOP yang terstandart akreditasi

untuk evaluasi pemantauan ketepatan  waktu penyerahan hasil

laboratorium 5

Tidak dilakukan evaluasi pemantauan ketepatan  waktu penyerahan hasil pemeriksaan laboratorium

 ANALISIS

SOP yang dimaksud menjadi landasan hukum bagi unit terkait dan petugas kesehatannya. Untuk itu SOP harus tersedia di unit terkait. Menurut

keterangan kepala puskesmas penuyusunan SOP tentang pemantauan ketepatan waktu penyerahan hasil, hasil evaluasi dan tindak lanjut hasil evaluasi sedang dalam proses.

(27)

5 0

0

FAKTA 

Tidak ada SK tentang prosedur pemeriksaan diluar jam kerja

mempercepat proses pembuatan SK dan SOP  yang terstandart

akreditasi untuk prosedur pemeriksaan diluar jam kerja

5 Tidak ada SOP tentang pemeriksaan diluaram kerja

10 ANALISIS

SK dan SOP yang dimaksud menjadi

landasan hukum bagi unit terkait dan petugas kesehatannya. Untuk itu SK dan SOP harus tersedia di unit terkait. Menurut keterangan kepala puskesmas penuyusunan SK dan SOP sedang dalam proses.

6 0

0

FAKTA 

Tidak ada SK tentang prosedur untuk

pemeriksaan yang berisiko tinggi ( misalnya spesimen sputum, darah dan lainnya )

mempercepat proses pembuatan SK dan SOP  yang terstandart

akreditasi untuk prosedur pemeriksaan diluar jam kerja

5

Tidak ada SOP tentang prosedur untuk pemeriksaan yang berisiko tinggi ( misalnya spesimen sputum, darah dan lainnya )

10 ANALISIS

SOP yang dimaksud menjadi landasan hukum bagi unit terkait dan petugas

kesehatannya. Untuk itu SOP harus tersedia di unit terkait. Menurut keterangan kepala puskesmas penuyusunan SOP sedang dalam proses.

(28)

7 0

0

FAKTA 

Tidak ada SOP masing - masing tentang :

mempercepat proses pembuatan SOP yang

terstandar akreditasi tentang penggunaan alat pelindung diri dan pemantauan penggunaan alat pelindung diri

Prosedur Kesehatan dan Keselamatan Kerja

5  Alat pelindung diri bagi petugaslaboratorium

10 ANALISIS

SOP yang dimaksud menjadi landasan hukum bagi unit terkait dan petugas kesehatannya. Untuk itu SK dan SOP harus tersedia di unit terkait. Menurut keterangan kepala puskesmas

penuyusunan SOP sedang dalam proses.

8

0 FAKTA   tidak ada bukti fidik SOP penggunaan alat pelindung diri; tidak ada bukti fisik SOP pemantauan terhadap penggunaan

alat pelindung diri mempercepat proses pembuatan SOP yang terstandar akreditasi tentang penggunaan alat pelindung diri

dan pemantauan penggunaan alat pelindung diri

5

10 ANALISIS

SOP yang dimaksud menjadi landasan hukum bagi unit terkait dan petugas kesehatannya. Untuk itu SK dan SOP harus tersedia di unit terkait. Menurut keterangan kepala puskesmas

penuyusunan SK dan SOP sedang dalam proses.

(29)

9 0

0

FAKTA  

tidak ada bukti fisik SOP tentang

pengelolaan bahan berbahaya dan

 beracun ; Tidak ada bukti fisik SPO

pengelolaan limbah hasil pemeriksaan

laboratotium

mempercepat proses pembuatan

SOP yang terstandar akreditasi

tentang penggunaan alat

pelindung diri dan pemantauan

penggunaan alat pelindung diri

5

 ANALISIS

Menurut keterangan kepala puskesmas

penuyusunan SOP sedang dalam proses.

10

1

0

0

0

FAKTA  

tidak ada bukti fisik SOP tentang

pengelolaan reagen

5

 ANALISIS

Menurut keterangan kepala puskesmas

penuyusunan SOP sedang dalam proses.

mempercepat proses pembuatan

SOP yang terstandar akreditasi

tentang pengelolaan reagen

10

11

0

0

FAKTA  

tidak ada bukti fisik SOP tentang

pengelolaan SOP pengelolaan limbah

5

 ANALISIS

Menurut keterangan kepala puskesmas

penuyusunan SOP sedang dalam

proses.

mempercepat proses pembuatan

SOP yang terstandar akreditasi

tentang pengelolaan limbah

10

total 0

Total Skor 0

(30)

• Standar 8.2: Obat yang tersedia dikelola secara

efisien untuk memenuhi kebutuhan pasien

• Kriteria 8.1.2 :

Terdapat kebijakan dan prosedur spesifik

(31)

EP SKO R 

SKOR

FAKTA / ANALISIS REKOMENDASI MAKSIM

 AL

1 0

0

FAKTA 

Tidak ada SK tentang persyaratan petugas yang berhak memberikan resep

1. Kepala Puskesmas harus proaktif menanyakan

Perwali tentang PJ UKP ke Badan Hukum

2. Kepala Puskesmas harus membuat SK tentang persyaratan petugas yang  berhak memberikan resep 5

10  ANALIS IS

Kepala Puskesmas tidak membuat SK tentang persyaratan petugas yang  berhak memberikan resep karena

menunggu Perwali

2 0

0 FAKTA  

Tidak ada SK tentang persyaratan petugas yang berhak menyediakan obat

1. Kepala Puskesmas harus proaktif menanyakan

Perwali tentang PJ UKP ke Badan Hukum

2. Kepala Puskesmas harus membuat SK tentang persyaratan petugas yang  berhak menyediakan obat 5

 ANALIS IS

Kepala Puskesmas tidak membuat SK tentang persyaratan petugas yang  berhak menyediakan obat karena

menunggu Perwali 10

(32)

3 0

0

FAKTA 

Tidak ada SK tentang pelatihan bagi petugas yang diberi kewenangan menyediakan obat tetapi belum sesuai persyaratan

1. Kepala Puskesmas harus proaktif menanyakan Perwali tentang PJ UKP ke Badan Hukum

2. Kepala Puskesmas melakukan telaah permintaan kebutuhan  Apoteker untuk memenuhi tenaga  Apoteker di Puskesmas Pasir

Panjang 3. Kepala Puskesmas wajib

membuat SK tentang pelatihan  bagi petugas yang diberi

kewenangan menyediakan obat tetapi belum sesuai persyaratan. 5

10

 ANALISIS

Kepala Puskesmas tidak membuat SK tentang pelatihan bagi petugas yang diberi kewenangan menyediakan obat tetapi belum sesuai persyaratan karena menunggu PERWALI dan Kepala Puskesmas tidak dapat membuat SK karena Puskesmas Pasir Panjang belum memiliki tenaga Apoteker

4 0

0 FAKTA  

Tidak ada SK tentang peresepan, pemesanan, dan pengelolaan obat

1. Kepala Puskesmas harus proaktif menanyakan Perwali tentang PJ UKP ke Badan Hukum

2. Kepala Puskesmas melakukan telaah permintaan kebutuhan  Apoteker untuk memenuhi tenaga  Apoteker di Puskesmas Pasir

Panjang

3. Kepala Puskesmas wajib membuat SK tentang peresepan, pemesanan, dan pengelolaan obat 4. Puskesmas harus membuat SOP

tentang peresepan, pemesanan dan pengelolaan obat dengan menyertakan bukti fisik sebagai acuan pembuatan SOP

Tidak ada SOP tentang peresepan, pemesanan, dan pengelolaan obat

5

 ANALISIS

Kepala Puskesmas tidak membuat SK tentang peresepan, pemesanan, dan pengelolaan obat karena menunggu PERWALI dan tidak adanya tenaga  Apoteker

10

Tidak ada SOP tentang peresepan, pemesanan, dan pengelolaan obat karena baru mendapatkan acuan yang  baku dalam pembuatan SOP tersebut

(33)

5 0

0

FAKTA 

Tidak ada SOP tentang menjaga

tidak terjadinya pemberian

kadaluwarsa, pelaksanaan FIFO

dan FEFO, kartu stok/kendali

Puskesmas harus membuat

SOP tentang menjaga tidak

terjadinya pemberian

kadaluwarsa, pelaksanaan

FIFO dan FEFO, kartu

stok/kendali

5

 ANALISI

S

Tidak ada SOP tentang menjaga

tidak terjadinya pemberian obat

kadaluarsa, pelaksanaan FIFO dan

FEFO, kartu stok/kendali karena

 baru mendapatkan acuan yang baku

dalam pembuatan SOP tersebut

10

6 0

0

FAKTA 

Tidak ada bukti dilakukan

pengawasan terhadap penggunaan

dan pengelolaan obat oleh Dinas

KesehatanKabupaten/Kota secara

teratur

Membuat bukti kunjungan

pelaksanaan pengawasan

terhadap penggunaan dan

pengelolaan obat oleh Dinas

KesehatanKabupaten/Kota,

contoh : buku tamu

5

 ANALISI

S

Pelaksanaan pengawasan terhadap

penggunaan dan pengelolaan obat

oleh Dinas

KesehatanKabupaten/Kota sudah

dilakukan tetapi tidak ada bukti

kunjungan

(34)

7 0

0

FAKTA 

Tidak ada SOP tentang peresepan

psikotropika dan narkotika

Kepala Puskesmas wajib

membuat SK dan SOP

tentang peresepan

psikotropika dan

narkotika

5

Tidak ada SK tentang peresepan

psikotropika dan narkotika

10

ANALISIS

 Yang berhak menuliskan resep untuk

obat-obat tertentu (seperti

psikotropika dan narkotika) adalah

dokter tetapi tidak dibuatkan dalam

SOP dan SK 

8 0

0

FAKTA  

Tidak ada SK dan SOP tentang

pengunaan obat-obatan pasien rawat

nginap, yang dibawa sendiri oleh

pasien/keluarga pasien

Kepala Puskesmas harus

membuat SK dan SOP

tentang pengunaan obat

 yang dibawa sendiri oleh

pasien/keluarga

5

 ANALISIS

Pengunaan obat-obatan pasien rawat

inap harus sepengetahuan tenaga

medis yang merawat

10

9 0

0

FAKTA  

Tidak ada SOP pengawasan dan

pengendalian pengunaan

psikotropika dan narkotika

Kepala Puskesmas harus

membuat SOP tentang

Pengawasan dan

Pengendalian

Pengunaan

psikotropika/narkotika

5

ANALISIS

Pengunaan obat-obatan

psikotropika/narkotika dan

obat-obatan lain yang berbahaya belum

diawasi dan dikendalikan secara

10

(35)

Referensi

Dokumen terkait