LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN
(LPK-INDIVIDU)
KULIAH KERJA NYATA TIM I TAHUN 2017
DESA : SAMBOREJO
KECAMATAN : TIRTO KABUPATEN : PEKALONGAN
Disusun oleh :
ANIS MUSTAGHFIRIN KUSUMA 21020113130120
PUSAT PELAYANAN KULIAH KERJA NYATA (P2KKN)
LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM)
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL... HALAMAN PENGESAHAN... DAFTAR ISI ... BAB I PENDAHULUAN... A. Latar Belakang ... B. Masalah ... C. Tujuan ... D. Metodologi ... BAB II PELAKSANAAN PROGRAM MONODISIPLIN KKN TIM I ... BAB III KESIMPULAN ... BAB IV SARAN/REKOMENDASI ... LAMPIRAN... A. Dokumentasi Kegiatan Keilmuan ... B. Dokumentasi Kegiatan Multi Disiplin ... C. Formulir K1... D. Formulir K3... E. Formulir R1...BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kuliah Kerja Nyata merupakan kegiatan intrakurikuler yang memadukan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang wajib diikuti oleh semua mahasiswa program Strata-1 Universitas Diponegoro. Kuliah Kerja Nyata dilaksanakan dalam masyarakat di luar kampus dengan meningkatkan relevansi pendidikan tinggi dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat akan ilmu pengetahuan dan teknologi serta seni dalam pembangunan.
Di Desa Samborejo dalam waktu dekat ini akan menyelenggarakan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PU Pera). Terdapat dua rumah yang akan menerima bantuan ini dengan masing-masing mendapatkan dana sebesar 10 juta rupiah namun masih harus dipotong pajak 13% sehingga tersisa tinggal 8,7 juta rupiah. Namun kurangnya pengetahuan pemilik rumah dan tukang local disana mengakibatkan program sejenis yang telah terlaksana menjadi kurang maksimal, seperti pemanfaatan dana yang belum maksimal serta pembangunan yang masih belum menggunakan konsep rumah sehat.
Dari keterangan Pak Surur sebagai Kepala Desa Samborejo, bahwa perangkat desa sering menghadapi kesulitan dalam pembangunan desa dikarenakan di desa Samborejo kekurangan tenaga ahli yang dapat mengoprasikan program SketchUP yang merupakan salah satu program yang harus dikuasai dalam pembuatan gambar kerja. Karena alasan tersebut, pelatihan penggunaan program Sketchup dirancang guna membantu perangkat desa dalam pembuatan gambar kerja.
B. Permasalahan
Tabel 2. Rekapitulasi Pemilihan Permasalahan Tingkat Desa
No. Permasalahan Alasan Pemilihan Program
1. Masih banyak terdapat rumah yang tidak memenuhi kriteria rumah yang sehat di Desa Samborejo.
Kurangnya keingintahuan masyarakat dalam dunia arsitektur serta terkendala masalah budget yang minim, mengakibatkan masih banyak terdapat yang tidak memenuhi kriteria rumah yang sehat di Desa SamborejoKurangnya keingintahuan masyarakat dalam dunia arsitektur serta terkendala masalah budget yang minim, mengakibatkan masih banyak
terdapat yang tidak memenuhi kriteria rumah yang sehat di Desa SamborejoKurangnya keingintahuan masyarakat dalam dunia arsitektur serta terkendala masalah budget yang minim, mengakibatkan masih banyak terdapat yang tidak memenuhi kriteria rumah yang sehat di Desa Samborejo
2. Kurangnya pengetahuan para perangkat desa tentang proses pembuatan gambar kerja sederhana dengan aplikasi SketcUP.
Desa Samborejo termasuk desa yang, aktif megadakan kegiatan pembangunan, hal ini dikarenakan Desa Samborejo masih tergolong desa yang termasuk dalam keriteria desa kumuh menurut kementrian PU. Namun tidak ada perangkat desa yang bisa untuk membuat gambar kerja yang merupakan salah satu syarat pembangunan dapat berlangsung.
C. Tujuan
1. Agar rumah yang dibangun dengan dana bantuan ini dapat terlaksana dengan maksimal.
2. Agar desa Samborejo dapat secara mandiri dan kreatif dalam perencaan infrastruktur desa.
D. Metodologi
Metodologi yang kami gunakan dalam melakukan KKN Undip Tim I Desa Karanganyar adalah sebagai berikut:
1. Program Desain Rumah Sehat dengan Budget Minim
1.1. Konsultasi dengan Pak Kades tentang dimana program ini dapat diterapkan dengan tepat.
1.2. Survey lokasi rencana program bedah rumah dengan konsep desain rumah sehat dengan budget minim
1.3. Kordinasi dengan pemilik rumah yang akan mendapat bantuan program bedah rumah dengan konsep desain rumah sehat dengan budget minim 1.4. Koordinasi dengan tukang pelaksana program bedah rumah dengan
konsep desain rumah sehat dengan budget minim
1.5. Koordinasi dengan penyedia material yang menopang program bedah rumah dengan konsep desain rumah sehat dengan budget minim
1.6. Proses mendesain rumah dengan konsep desain rumah sehat dengan budget minim sesuai kordinasi yang telah dilakukan.
1.7. Pendampingan Pembangunan program bedah rumah dengan konsep desain rumah sehat dengan budget minim
1.8. Laporan berkala dengan perangkat desa mengenai perkembangan program bedah rumah dengan konsep desain rumah sehat dengan budget minim
1.9. Penyerahan desain total konsep desain rumah sehat dengan budget minim untuk dilaksanakan setelah bantuan berikutnya turun kembali.
2. Program Pelatihan Penggunaan SketchUP
2.1. Konsultasi dengan Pak Kades tentang dimana program ini dapat diterapkan dengan tepat.
2.2. Koordinasi dengan BKM selaku penyedia venue program pelatihan ini dilaksanakan
2.3. Koordinasi waktu pelaksanaan dengan Kepala Desa dan menentukan peserta pelatihan ini.
2.4. Persiapan materi program 2.5. Persiapan aplikasi SkechUP
BAB II
PELAKSANAAN PROGRAM MONODISIPLIN
1. Program Desain Rumah Sehat dengan Budget Minim A. Rekapitulasi Kegiatan
No. Aspek Keterangan
1. Bentuk kegiatan - Usulan desain rumah sehat
- Pendampingan selama proses pembangunan 2. Tujuan kegiatan Agar rumah yang dibangun dengan dana bantuan
ini dapat terlaksana dengan maksimal
3. Sasaran kegiatan Pemilik rumah/penerima bantuan, tukang pelaksana
4. Waktu & tempat pelaksanaan
- Hari/Tanggal: Sabtu, 21 Januari 2017 – 12 Februari 2017
- Waktu: 09.00-17.00
- Tempat: Lokasi Program Bedah Rumah 5. Dana yang
dibutuhkan
Rp 20.000,-6. Parameter
keberhasilan
Rumah yang terbangun nantinya dapat menjadi rumah yang sehat dan nyaman bagi penghuninya serta meminimalisir budget yang terbuang sia-sia.
7. Metodologi Pendampingan serta pemberian usulan desain berkonsep rumah sehat
B. Uraian Kegiatan
KKN Undip tim 1 tahun 2017 Desa Samborejo mengawali minggu ke-3 dengan mendampingi salah satu program pemerintah melalui kementrian PURERA yaitu PLPBK yang berupa bedah rumah. Di program ini salah satu anggota kelompok KKN yang basicnya di bidang arsitektur berperan sebagai perantara antara pihak balai desa selaku pengucur dana dengan pihak pemilik rumah dan tukang selaku penerima dana. Di program ini juga salah satu anggota kelompok KKN yang basicnya di bidang arsitektur juga berperan memberi pengarah ke tukang agar rumah yang akan dibangun ini dapat memenuhi standart rumah sehat.
Untuk program PLPBK kali ini desa Samborejo mendapatkan jatah dua rumah dengan dana masing-masing 10 juta dan rumah yang menjadi target kali ini berada di RW 03, namun dana yang bisa cair dan setelah dipotong pajak 13% menjadi 8,7 juta berupa material bangunan untuk setiap rumahnya. Tim KKN Undip menemukan kenyataan dilapangan bahwa uang yang hanya 8,7 juta hanya bisa membangun
sebagian kecil rumah tersebut dan terkesan seadanya tanpa memperhatikan persyaratan dari rumah sehat itu sendiri, bahkan hingga sekarang masih belum beratap karena habisnya dana 8,7 juta tersebut. Masalah tersebut belum tidak berhenti di situ, rumah ini dihuni oleh tiga orang dengan rincian ibu dan anak dua. Sang ibu hanya bekerja sebagai buruh batik di salah satu homeindustry, anak pertama bekerja sebagai penjual makanan di SD, dan anak kedua yang dulunya juga buruh batik tidak dapat bekerja lagi dikarenakan sebuah penyakit. Hal ini diperburuk dengan masih harusnya penghuni rumah merogoh kocek sendiri sekitar 2 juta untuk membayar jasa tukang dan material yang tidak termasuk dalam dana program yang disediakan, dan sangat disayangkan program bedah rumah yang bertujuan untuk mengentaskan masalah pemukiman kumuh yang seharusnya dapat terselaikan untuk saat ini tehenti karena ketidak sediaan modal dari pemilik rumah.
C. Pembahasan Kegiatan
Strengthness Weakness
1. Sambutan yang positif dari pemilik rumah dan tukang
1. Budget yang diluar prediksi sehingga pembangunan hanya dapat dijalankan apa adanya 2. Sulitnya memberikan
pengarahan pada tukang dan pemilik rumah dikarenakan mi nimnya pengetahuan tentang desai rumah sehat
Opportunities Threat
1. Terdapat dukungan dari perangkat desa
1. Cuaca yang tidak memento dapat mengganggu proses jalanya program
2. Program Pelatihan Penggunan SketchUP A. Rekapitulasi Kegiatan
No. Aspek Keterangan
1. Bentuk kegiatan - Pemaparan materi kepada peserta pelatihan
- Pengarahan langsung menggunakan aplikasi SketchUP 2. Tujuan kegiatan Agar desa Samborejo dapat secara mandiri dan
kreatif dalam perencaan infrastruktur desa. 3. Sasaran kegiatan Perangkat desa dan warga yang memiliki laptop
4. Waktu & tempat pelaksanaan
- Hari/Tanggal: Selasa, 31 Januari 2017 - Waktu: 21.30-23.00 - Tempat: Kesetariaatan BKM 5. Dana yang dibutuhkan Rp 20.000,-6. Parameter keberhasilan
Peserta diharapkan teah memahami dasar dasar peggunaan aplikasi SketchUP dan membuat gambar kerja sendiri di proyek pembangunan Desa Samborejo kedepan.
7. Metodologi Pelatihan dengan menggunakan contoh sederhana
B. Uraian Kegiatan
Dari keterangan Pak Surur sebagai Kepala Desa Samborejo, bahwa perangkat desa sering menghadapi kesulitan dalam pembangunan desa dikarenakan di desa Samborejo kekurangan tenaga ahli yang dapat mengoprasikan program SketchUP yang merupakan salah satu program yang harus dikuasai dalam pembuatan gambar kerja. Karena alasan tersebut, pelatihan penggunaan program Sketchup dirancang guna membantu perangkat desa dalam pembuatan gambar kerja.
Kegiatan ini sendiri dilaksanakan 31 Januari 2017 yang bertempat di Sekertarit BKM Desa Samborejo yang juga merupakan kediaman dari bapak Ubaidillah. Pelatihan ini dimulai bakda Isya’ sekitar pukul 20.00 dengan rincian peserta perangkat desa, IPNU, dan warga yang memiliki leptop.
Pelatihan ini diawali dengan menginstal aplikasi SketchUP pada masing-masing peserta pelatihan. Tahapan ini yang banyak memakan waktu dikarenakan ada beberapa spesifikasi leptop yang berbeda. Sambil proses penginstalan berjalan pelatih memaparkan presentasi tentang pengenalan SketchUP serta dasar-dasar penggunaanya. Setelah presentasi dan penginstalan selesain dilanjutkan dengan langsung praktek sederhana penggunaan aplikasi SketchUP sederhana dengan membuat 3D Drainase.
C. Pembahasan Kegiatan
Strengthness Weakness
1. Para peserta menerima penyuluhan dengan baik dan antusias.
2. Para peserta dapat mengikuti instruksi yang diberikan
1. Penyuluhan hanya bisa dilakukan saat malam hari dikarenakan pada siang/sore hari peserta masih bekerja, sehingga penggunaan waktu kurang maksimal.
2. Waktu yang dipakai untuk menginstall program memakan banyak waktu.
Opportunities Threat
1. Terdapat deukungan dari perangkat desa
1. Kurangnya fasilitas yang dapat menunjang warga untuk dapat mempelajari sendiri aplikasi SketchUP
BAB
IIIPELAKSANAAN PROGRAM MULTIDISIPLIN
1. Pembuatan Peta UKM Batik A. Rekapitulasi Kegiatan
No Aspek Keterangan
1. Bentuk kegiatan - Kordinasi dengan kepala desa
1. Penanyaan tentang keadaan UKM batik di Desa Samborejo 2. Penanyaan tentang pemilik serta alamat UKM batik yang
ada di desa Samborejo
- Rekaptulasi hasil observasi Posdaya
1. Penanyaan tentang keadaan UKM batik di Desa Samborejo 2. Penanyaan tentang pemilik serta alamat UKM batik yang
ada di desa Samborejo - Trackin UKM Batik 1
1. Pencarian data 2. Dokumentasi - Trackin UKM Batik 1
1. Pencarian data 2. Dokumentasi - Pembuatan Peta - Evaluasi pemetaan
1. Evaluasi dengan Kepala Desa 2. Evaluasi dengan BKM
2. Tujuan kegiatan Pendataan serta pemetaan UKM batik yang ada di desa Samborejo
4. Waktu & tempat pelaksanaan
- Kordinasi dengan kepala desa 6 Februari 2017
- Rekaptulasi hasil observasi Posdaya 7 Februari 2017
- Trackin UKM Batik 1 8 Februari 2017 - Trackin UKM Batik 2
9 Februari 2017 - Pembuatan Peta 10 Februari 2017 - Evaluasi pemetaan 13 Februari 2017 5. Dana yang dibutuhkan 6. Parameter keberhasilan
- Semua UKM batik yang ada di Desa Samborejo dapat terpetakan
7. Metodologi - Kordinasi dengan ketua desa dan BKM - Tracking UKM batik
- Pembuatan peta
- Evaluasi dengan ketua desa dan BKM
B. Uraian Kegiatan
Program ini ditujukan untuk pembuatan peta lokasi UKM batik yang ada di Desa Samborejo. Dimulai dengan kordinasi dengan kordinasi dengan kepala desa dan BKM, hal ini dilakukan agar data yang dicarai untuk content peta dapat lebih akurat da tepat sasaran.
Setelah mendapat bekal informasi dari kepala desa dan BKM. Tim KKN melakukan tracking ke kedua UKM yang ada di desa Samborejo. Di lokasi UKM tersebut Kami mengecek koordinat serta dokumentasi sebagai data pelengkap di peta nantinya.
Pembuatan peta sendiri menghabiskan waktu sehari semalam, dan langsung dievaluasi dengan ketua desa dan BKM keesokan harinya.
KESIMPULAN
BAB IV
SARAN/REKOMENDASI
Saran yang dapat diberikan dari Tim I Kuliah Kerja Nyata Universitas Diponegoro di Desa Karanganyar ini adalah sebagai berikut:
1. Siswa-siswi Madrasah Ibtidaiyah Saliyah I dan II dapat menerapkan program 3M Plus sejak dini agar dapat menjadi kebiasaan yang baik guna mencegah penularan penyakit demam berdarah serta dapat memberikan contoh dan atau mengajarkan kebiasaan tersebut dalam lingkup keluarga maupun lingkungan sekitarnya.
2. Seluruh kader Desa Karanganyar dapat menjadi Jumantik tingkat desa dalam melaksanakan Pemantauan Jentik Rutin (PJR) agar dapat menekan penyebaran penyakit demam berdarah. Tidak hanya memantau keberadaan jentik saja tetapi juga melaporkan hasil pemantauan jentik kepada supervisor atau Puskesmas serta memberikan penyuluhan kesehatan singkat kepada pemilik rumah dalam mencegah keberadaan jentik di dalam maupun di luar rumah.
LAMPIRAN
Koordinasi program dan waktu pelaksaan dengan Kepala Sekolah MIS I
Koordinasi program dan waktu pelaksaan dengan Kepala Sekolah MIS II
Pemberian materi program dan diskusi interaktif dengan siswa kelas V MIS II
Antusias siswa-siswi dalam sesi tanya jawab seputar materi yang telah disampaikan
Pemberian hadiah kepada siswa-siswi yang dapat menjawab pertanyaan dengan
cepat dan tepat
Pembagian stiker 3M Plus dan foto bersama dengan siswa-siswi kelas V MIS II
Pemberian hadiah yang dapat menjawab pertanyaan dengan cepat dan tepat
Pembagian stiker 3M Plus dan foto bersama dengan siswa-siswi kelas V MIS I