5.1. Gambaran Umum Perusahaan a. Sejarah Singkat Perusahaan
PT. Hari Terang Industry adalah perusahaan manufaktur dalam negeri
(PMDN) yang memproduksi baterai kering merk ABC berstandar mutu
internasional, berlokasi di Jln. Rungkut Industri II/12 Surabaya. Perusahaan ini
merupakan pengembangan dari dua pabrik baterai sebelumnya, yaitu di Medan
dan di Jakarta.
Diawali dari pembangunan pabrik pertama baterai ABC di Medan pada tahun
1959 oleh Chandra Djojonegoro dan Chu Sok Sam dengan nama PT. Everbright
Battery Factory, selanjutnya di Jakarta pada tahun 1968 dengan nama PT.
International Chemical Industrial. Untuk memenuhi kebutuhan produk baterai
ABC pasar dalam negeri maupun luar negeri yang semakin meningkat, maka
dibangun pabrik di Surabaya dengan nama PT. Hari Terang Industry (d/h PT.
Hari Terang Industrial Co., Ltd.) yang telah beroperasi sejak tahun 1982.
Pemilihan kota Surabaya berdasarkan pertimbangan untuk meningkatkan
efektivitas dan efisiensi distribusi kawasan pasar Indonesia Timur.
Produk baterai yang dihasilkan PT. Hari Terang Industry mencakup jenis
mutu Carbon Zinc: Mutu Standar dan Ekonomi. Sedangkan ukuran yang
diproduksi adalah: R20/UM-1 dan R6/UM-3. Semua produk memiliki kualitas
yang tinggi dan diproduksi berdasarkan: IEC Standard 86-1/86-2(1993), ANSI
Sejak tahun 1980-an baterai ABC telah menguasai 70 % pasar domestik.
Salah satu kekuatan baterai ini adalah distribusinya yang kuat karena dipegang
oleh PT. Artha Boga Cemerlang (ABC) dan memiliki 72 titik jaringan distribusi di
seluruh Indonesia. Baterai ABC juga diekspor ke lebih dari 50 negara dengan
menggunakan 70 brands berbeda, kecuali Australia dan beberapa negara Afrika
yang menggunakan merk ABC dan Alkaline. Ekspor tersebut mampu memberi
kontribusi sampai 40 % dari total pendapatan.
b. Visi dan Kebijakan Perusahaan
VisiPerusahaan adalah:‘Menjadiprodusen bateraikering berstandarmutu internasional dengan proses yang ramah lingkungan yang dikelola secara efektif
dan efisien sehingga mampu meningkatkan daya saing dipasarlokaldan global’. Sedangkan Kebijakan Mutu dan Lingkungan: PT International Chemical
Industry dan PT. Hari Terang Industry adalah perusahaan swasta nasional yang
memproduksi baterai kering merek ABC yang bermutu tinggi dan merek-merek
terkenal lainnya sesuai dengan permintaan pelanggan, berkomitmen:
1. Melaksanakan Sistem Manajemen Mutu sesuai Standar ISO 9001:2000 dan Sistem Manajemen Lingkungan sesuai Standar ISO 14001:2004 secara efektif dan efisien;
2. Melakukan peningkatan secara terus menerus melalui sasaran mutu dan program lingkungan yang terukur di setiap departemen;
3. Memberikan kepuasan kepada pelanggan dan pihak terkait lainnya baik dari segi mutu, harga, pengiriman, dan pelayanan;
4. Mematuhi perundangan dan persyaratan lain yang relevan dengan aspek kegiatan perusahaan;
5. Mencegah pencemaran lingkungan dari aspek kegiatan, produk atau jasa yang berhubungan dengan perusahaan;
6. Melakukan penghematan sumber daya yang meliputi efisiensi tenaga kerja, listrik, air, dan bahan bakar minyak.
Visi dan kebijakan ini didokumentasikan, dikomunikasikan kepada seluruh
personil dan pihak terkait lainnya, serta terbuka bagi umum (Managing Director,
Oktober 2005).
c. Sistem Manajemen Mutu
Sesuai dengan falsafah bisnis perusahaan yaitu ‘sejak awal hanya memproduksi produk-produk bermutu unggul’, maka perusahaan memberi perhatian yang sangat besar pada sistem manajemen mutu.
Sistem Manajemen Mutu yang diterapkan berawal dari pemilihan bahan baku
yang unggul sampai ke proses akhir produksi. Perusahaan menjalankan kriteria
dan test yang ketat untuk semua bahan baku yang dipakai. Pada proses
berikutnya, diterapkan sistem inspeksi pada setiap tahapan produksi untuk
memisahkan produk yang cacat sehingga produk akhir bebas dari
ketidak-sesuaian.
Sebelum dipasarkan, dilakukan test voltase setiap baterai untuk
memisahkan baterai yang tidak memenuhi ketentuan voltase yang telah
ditetapkan, juga dilakukan test dimensi dan performance secara acak. Delay test
dilakukan dengan menyimpan baterai selama beberapa waktu dan kondisi
tertentu: satu sampai tiga tahun. Hanya baterai yang lolos semua test yang
dipasarkan karena perusahaan selalu menjaga kepuasan pelanggan dengan
menjual baterai yang hanya bermutu tinggi.
Sebagai bentuk pengakuan internasional atas jaminan mutu yang konsisten
sesuai spesifikasi yang ditetapkan, dan setelah perusahaan menerapkan semua
prosedur manajemen mutu di semua lapisan dan proses manajemen (Total
Quality Management), maka perusahaan berhasil memperoleh sertifikat ISO
9002:1994 sejak tahun 1996 dari Badan Sertifikasi QAS (Quality Assurance
Service) Australia dan BSI (British Standards Institute) Inggris, kemudian
Global Australia, dan ISO 14001:2004 sejak tahun 2005 dari Badan Sertifikasi SGS Inggris.
Berbagai bentuk penghargaan internasional maupun nasional khusus di
bidang kualitas juga telah diterima produk batu baterai ABC, diantaranya: Tahun 1987 dan 1988: American Award for Quality
Tahun 1987 dan 1988: International Trophy for Quality Tahun 1987 dan 1988: Best of Decade
Tahun 2003 dan 2004: Indonesian Customer Satisfaction Award
d. Struktur Organisasi dan Personalia
Manajemen PT. Hari Terang Industry - Surabaya merupakan bagian dari PT.
International Chemical Industry Jakarta, sehingga struktur organisasi PT. Hari
Terang Industry hanya menggambarkan perpabrikan khusus baterai di Surabaya
dan bagian dari struktur organisasi PT. International Chemical Industry Jakarta.
Struktur organisasi perusahaan yang semula masih sederhana dan bersifat
kekeluargaan, kini telah dikembangkan sedemikian rupa secara profesional,
sebagaimana struktur organisasi dari organisasi yang telah menerapkan sistem
manajemen kualitas (TQM) pada umumnya. Bentuk struktur organisasi PT. Hari
Terang Industry-Surabaya ditunjukkan dalam lampiran 2.
Pada struktur organisasi tersebut Wakil Kepala Pabrik bertugas juga sebagai
koordinator implementasi SMM ISO 9001:2000 maupun SML ISO 14001:2004 di
PT. Hari terang Industry - Surabaya dan bertanggung jawab kepada Manajement
Representatif SMM ISO 9001:2000 dan SML ISO 14001:2004 yang
berkedudu-kan di Jakarta, berkaitan dengan pelaksanaan dan pengembangan Sistem
Manajemen Mutu. Wakil Kepala Pabrik memiliki wewenang langsung terhadap
departemen-departemen, terlibat langsung dalam bentuk koordinasi, konsultasi,
pengembangan kualitas di setiap departemen tersebut. Dengan demikian setiap
karyawan terlibat dalam pengembangan kualitas di tempat kerjanya.
Pada struktur organisasi juga terlihat bahwa Kepala Departemen Jaminan
Kualitas (Quality Assurance/QA) berada langsung di bawah Kepala Pabrik dan
juga di bawah Manajement Representatif PT. International Chemical Industry
Jakarta. Departemen ini khusus menangani jaminan, riset dan pengembangan
kualitas produk.
Perusahaan meyakini bahwa keberhasilan suatu perusahaan tidak hanya
tergantung pada teknologi maju, tetapi juga pada Sumberdaya Manusia. Oleh
karena itu, perusahaan selalu memperlakukan Sumberdaya Manusia sebagai
aset yang utama. Untuk meningkatkan kemampuan dan ketrampilan sumberdaya
manusia, perusahaan telah melaksanakan berbagai program pelatihan internal
maupun eksternal, memberikan perhatian besar bagi kesejahteraan karyawan
dengan memberikan tunjangan: pensiun, asuransi, kesehatan, serta berbagai
fasilitas: poliklinik, dokter keluarga, kantin, sarana olah raga, sarana ibadah, dan
mess karyawan. Bagi putra-putri karyawan yang berprestasi diberikan bea siswa.
Karena merupakan bagian dari PT. International Chemical Industry-Jakarta,
maka sebagian besar personalianya adalah karyawan produksi dengan status
kepegawaian: pegawai, operator, non operator, karyawan, dan tenaga kontrak.
Tabel 5.1. Jumlah Personalia PT. Hari Terang Industry Tahun 2006
No. Departemen Frekuensi Persentase (%)
1. Production 246 79,10 2. Quality Assurance 20 6,43 3. Mechanical Engineering 28 9,00 4, Electric 8 2,57 5. Human Resources 9 2,90 J u m l a h 311 100
e. Hari kerja dan Jam Kerja
Hari kerja atau hari masuk untuk bekerja bagi semua karyawan PT. Hari
Terang Industry mulai dari hari Senin sampai Sabtu, sedangkan hari Minggu dan
hari besar nasional libur.
Jam kerja atau batas waktu per hari yang diperlukan oleh seluruh karyawan
PT. Hari Terang Industry dalam menjalankan aktivitasnya dibedakan menjadi dua
bagian, yaitu:
Staff Kantor : Pukul 07.00 wib–17.00 wib Staff Operasi : Shift I : 07.00 wib–17.00 wib
Shift II : 17.00 wib–07.00 wib
5.2. Karakteristik Responden
Karakteristik responden dalam penelitian ini menggambarkan: jenis kelamin,
tingkat usia, tingkat pendidikan formal, status perkawinan, masa kerja dan status
kepegawaian responden di PT. Hari Terang Industry - Surabaya yang diperoleh
dari hasil pengisian kuesioner yang telah disebarkan ke 175 responden dengan
tingkat pengembalian kuesioner 100%.
a. Jenis Kelamin Responden
Tabel 5.2. Distribusi Responden Menurut Jenis Kelamin
Jenis Kelamin Jumlah (Orang) Persentase (%)
Laki-laki Perempuan 120 55 68,6 31,4 J u m l a h 175 100,0
Sumber : Data primer diolah tahun 2006
Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa mayoritas responden adalah
karyawan laki - laki, yaitu sebanyak 120 orang atau 68,6 % dari total responden,
hal ini sesuai dengan jenis pekerjaan yang umumnya memerlukan ketrampilan
teknik mengoperasikan mesin dan peralatan berat, sehingga laki-laki lebih tepat
ditempatkan di bagian inspeski, pengemasan, finishing, dan pekerjaan yang
bersifat administratif.
b. Usia Responden
Tabel 5.3. menggambarkan bahwa distribusi usia responden tersebar hampir
merata pada rentang usia 22 tahun sampai dengan 49 tahun. Prosentase usia
responden terbanyak adalah pada penggolongan usia 26 – 29 tahun, yaitu sebesar 18,9% dengan usia karyawan termuda 18 tahun dan usia karyawan
tertua 60 tahun. Rentang usia tersebut menggambarkan bahwa umumnya
karyawan PT. Hari Terang Industry termasuk dalam kelompok pekerja produktif
dan memasuki tahap kematangan (maturity) dan kemapanan dalam menjalankan
pekerjaannya.
Tabel 5.3. Distribusi Responden Menurut Usia
Usia Jumlah (Orang) Persentase (%)
18–21 tahun 22–25 tahun 26–29 tahun 30–33 tahun 34–37 tahun 38–41 tahun 42–45 tahun 46–49 tahun 50–53 tahun 54–57 tahun 58–61 tahun 2 18 33 31 16 29 22 12 9 1 2 1,1 10,3 18,9 17,7 9,1 16,6 12,6 6,9 5,1 0,6 1,1 J u m l a h 175 100,00
Sumber : Data primer diolah tahun 2006
c. Tingkat Pendidikan Formal Responden
Dari tabel 5.4. terlihat bahwa semua karyawan mempunyai latar belakang
pendidikan formal. Latar belakang pendidikan terbanyak adalah SMU atau SMK
Jika dikaitkan dengan jenis pekerjaannya, PT. Hari Terang Industry sengaja
merekrut karyawan yang mayoritas berpendidikan SMK berdasarkan
pertimbangan bahwa sebagian besar jenis pekerjaannya memerlukan
ketrampilan teknik elektro maupun mesin tingkat menengah, sehingga latar
belakang pendidikan tersebut adalah yang paling tepat dan diharapkan dapat
mengembangkan eksistensi dirinya dalam perusahaan.
Tabel 5.4. Distribusi Responden Menurut Tingkat Pendidikan Tingkat Pendidikan Jumlah (Orang) Persentase (%)
SD 13 7,4 SMP 48 27,4 SMU / SMK 109 62,3 D3/Akademi 3 1,7 S-1 2 1,1 J u m l a h 175 100,00
Sumber : Data primer diolah tahun 2006
d. Status Perkawinan
Tabel 5.5. Distribusi Responden Menurut Status Perkawinan
Status Perkawinan Jumlah (Orang) Persentase (%)
Bujangan Menikah Janda Duda 22 149 3 1 12,6 85,1 1,7 0,63 J u m l a h 175 100,00
Sumber : Data primer diolah tahun 2006
Dari tabel di atas terlihat bahwa mayoritas karyawan telah menikah yaitu
sebanyak 149 orang atau 85,1% dari seluruh responden. Karyawan yang telah
berkeluarga mengindikasikan bahwa sebagian besar karyawan mempunyai
tanggungan anggota keluarga dan tujuan bekerja adalah untuk memenuhi
kebutuhan hidup keluarganya sehingga akan lebih bertanggung jawab dalam
e. Masa Kerja Responden
Pada tabel 5.6. terlihat bahwa karyawan PT. Hari Terang Industry sebagian
besar mempunyai masa kerja 22 - 24 tahun, yaitu sebanyak 36 orang atau
20,6%. masa kerja karyawan juga tersebar hampir merata pada rentang waktu 4
sampai dengan 15 tahun.
Masa kerja responden yang cukup lama menunjukkan bahwa karyawan telah
lama menjadi bagian dari perusahaan, memahami visi, misi, kebijakan, maupun
budaya perusahaan. Hal tersebut juga menunjukkan tingkat kemapanan dan
kemantapan karyawan untuk tetap bertahan bekerja di PT. Hari terang Industry.
Tabel 5.6. Distribusi Responden Menurut Masa Kerja
Masa Kerja Jumlah (Orang) Persentase (%)
< 1 tahun 1–3 tahun 4–6 tahun 7–9 tahun 10–12 tahun 13–15 tahun 16–18 tahun 19–21 tahun 22–24 tahun 25–27 tahun 28–30 tahun 2 4 35 25 31 25 9 13 36 3 2 1,1 2,3 20,0 14,3 17,7 14,3 5,1 7,4 20,6 1,7 1,1 J u m l a h 175 100,00
Sumber : Data primer diolah tahun 2006
f. Status Kepegawaian Responden
Tabel 5.7. menunjukkan bahwa sebagian besar karyawan yang bekerja PT.
Hari Terang Industry-Surabaya dialokasikan pada bagian produksi (operator, non
operator, karyawan, dan tenaga kontrak) dengan jumlah secara akumulatif 124
orang atau 70,9% dari seluruh responden, karena PT. Hari Terang Industry
International Chemical Industry-Jakarta, sehingga sebagian besar karyawannya
adalah karyawan produksi.
Tabel 5.7. Distribusi Responden Menurut Status Kepegawaian
Status Kepegawaian Jumlah (Orang) Persentase (%)
Pegawai Operator Non Operator Karyawan Kontrak 51 45 12 66 1 29,1 25,7 6,9 37,7 0,6 J u m l a h 175 100,00
Sumber : Data primer diolah tahun 2006
5.3. Analisis Deskripsi Variabel
Analisis statistik deskripsi menggambarkan distribusi frekuensi jawaban
responden berdasarkan tanggapan atas pernyataan-pernyataan dalam
kuesioner. Item-item pernyataan variabel-variabel dalam implementasi TQM dan
variabel budaya kualitas tersebut secara keseluruhan digambarkan dalam bentuk
tabel diskripsi frekuensi.
5.3.1. Total Quality Management a. Fokus Pada Konsumen
Rekapitulasi distribusi frekuensi tanggapan responden terhadap item-item
pernyataan variabel fokus pada konsumen tertera pada tabel berikut:
Tabel 5.8. Distribusi Frekuensi Item Variabel Fokus Pada Konsumen
Tanggapan Responden
SS (5) S (4) N (3) TS (2) STS (1) No. Item Pernyataan
F % f % f % f % f % Rata-2 Item 1 X11 60 34,3 99 56,6 2 1,1 8 4,6 6 3,4 4,14 2 X12 42 24,0 91 52,0 22 12,6 14 8,0 6 3,42 3,85 3 X13 122 69,7 51 29,1 0 0,0 2 1,1 0 0,0 4,67 4 X14 67 38,3 96 54,9 8 4,6 4 2,3 0 0,0 4,29 5 X15 66 37,7 89 50,9 9 5,1 9 5,1 2 1,1 4,19 6 X16 58 33,1 85 48,6 19 10,9 12 6,9 1 0,6 4,07 7 X17 90 51,4 72 41,1 8 4,6 3 1,7 2 1,1 4,40 Rata-rata Varibel : 4,32
Berdasarkan tabel tersebut dapat dideskripsikan tanggapan responden
terhadap item-item pernyataan variabel fokus pada konsumen sebagai berikut: Tanggapan 175 responden terhadap item pernyataan ‘Perusahaan selalu
mengidentifikasi kebutuhan konsumen’(X11), menunjukkan sebagian besar responden (56,6%) setuju bahwa perusahaan selalu mengidentifikasi
kebutuhan konsumen. Sedangkan nilai rata-rata tanggapan responden atas
pernyataan tersebut sebesar 4,14, sehingga dapat dikatakan bahwa
perusahaan selalu mengidentifikasi kebutuhan konsumen.
Tanggapan 175 responden terhadap item pernyataan ‘Perusahaan selalu menyebarluaskan kebutuhan konsumen kepada seluruh karyawan’(X12), menunjukkan sebagian besar responden (52%) setuju bahwa perusahaan
selalu menyebarluaskan kebutuhan konsumen kepada seluruh karyawan.
Sedangkan nilai rata-rata tanggapan responden atas pernyataan tersebut
sebesar 3,85, sehingga dapat dikatakan bahwa perusahaan cenderung
menyebarluaskan kebutuhan konsumen kepada seluruh karyawan.
Tanggapan 175 responden terhadap item pernyataan ‘Perusahaan selalu berusaha memenuhi kepuasan konsumen’(X13), menunjukkan sebagian besar responden (69,7%) sangat setuju bahwa perusahaan selalu berusaha
memenuhi kepuasan konsumen. Sedangkan nilai rata-rata tanggapan
responden atas pernyataan tersebut sebesar 4,67, sehingga dapat dikatakan
bahwa perusahaan selalu berusaha memenuhi kepuasan konsumen.
Tanggapan 175 responden terhadap item pernyataan ‘Perusahaan selalu merencanakan kebutuhan maupun harapan konsumen yang akan datang’ (X14), menunjukkan sebagian besar responden (54,9%) setuju bahwa
perusahaan selalu merencanakan kebutuhan maupun harapan konsumen
pernyataan tersebut sebesar 4,29, sehingga dapat dikatakan bahwa
perusahaan selalu berusaha merencanakan kebutuhan maupun harapan
konsumen yang akan datang.
Tanggapan 175 responden terhadap item pernyataan ‘Perusahaan selalu mengukur kepuasan konsumen’ (X15), menunjukkan sebagian besar responden (50,9%) setuju bahwa perusahaan selalu mengukur kepuasan
konsumen. Sedangkan nilai rata-rata tanggapan responden atas pernyataan
tersebut sebesar 4,19, sehingga dapat dikatakan bahwa perusahaan selalu
mengukur kepuasan konsumen.
Tanggapan 175 responden terhadap item pernyataan ‘Perusahaan membina hubungan langsung dengan konsumen’(X16), menunjukkan sebagian besar responden (48,6%) setuju bahwa perusahaan membina hubungan langsung
dengan konsumen. Sedangkan nilai rata-rata tanggapan responden atas
pernyataan tersebut sebesar 4,07, sehingga dapat dikatakan bahwa
perusahaan membina hubungan langsung dengan konsumen.
Tanggapan 175 responden terhadap item pernyataan ‘Perusahaan selalu menyelesaikan permasalahan konsumen segera dengan tepat’(X17), menunjukkan sebagian besar responden (51,4%) sangat setuju bahwa
perusahaan selalu menyelesaikan permasalahan konsumen segera dengan
tepat. Sedangkan nilai rata-rata tanggapan responden atas pernyataan
tersebut sebesar 4,40, sehingga dapat dikatakan bahwa perusahaan selalu
menyelesaikan permasalahan konsumen segera dengan tepat.
Secara keseluruhan nilai rata-rata tanggapan terhadap variabel fokus pada konsumen adalah sebesar 4,32, menunjukkan bahwa perusahaan cenderung
terfokus pada konsumen. Sedangkan jika dilihat dari setiap item pernyataan,
konsumen kepada seluruh karyawan’(X12), menunjukkan nilai rata-rata yang terendah (3,85) dan tanggapan atas pernyataan ‘Perusahaan selalu menyelesaikan permasalahan konsumen segera dengan tepat’ (X17), menunjukkan nilai rata-rata yang tertinggi (4,4).
b. Perbaikan Berkelanjutan
Rekapitulasi distribusi frekuensi tanggapan responden terhadap item-item
pernyataan variabel perbaikan berkelanjutan tertera pada tabel berikut:
Tabel 5.9. Distribusi Frekuensi Item Variabel Perbaikan Berkelanjutan
Tanggapan Responden
SS (5) S (4) N (3) TS (2) STS (1) No. Item Pernyataan
f % f % f % f % f % Rata-2 Item 1 X21 102 58,3 69 39,4 2 1,1 0 0,0 2 1,1 4,54 2 X22 86 49,1 83 47,4 2 1,1 4 2,3 0 0,0 4,43 3 X23 67 38,3 89 50,9 17 9,7 2 1,1 0 0,0 4,26 4 X24 117 66,9 54 30,9 2 1,1 2 1,1 0 0,0 4,63 5 X25 73 41,7 94 53,7 7 4,0 1 0,6 0 0,0 4,37 Rata-rata Varibel : 4,45
Sumber : Data primer yang diolah tahun 2006
Berdasarkan tabel tersebut dapat dideskripsikan tanggapan responden
terhadap item-item pernyataan variabel perbaikan berkelanjutan sebagai berikut: Tanggapan 175 responden terhadap item pernyataan ‘Perusahaan selalu
menetapkan target perbaikan berkelanjutan pada standar tertentu’(X21), menunjukkan sebagian besar responden (58,3%) sangat setuju bahwa
perusahaan selalu menetapkan target perbaikan berkelanjutan pada standar
tertentu. Sedangkan nilai rata-rata tanggapan responden atas pernyataan
tersebut sebesar 4,54, sehingga dapat dikatakan bahwa perusahaan selalu
menetapkan target perbaikan berkelanjutan pada standar tertentu.
Tanggapan 175 responden terhadap item pernyataan ‘Perusahaan selalu mempertimbangkan masukan dari konsumen untuk meningkatkan semua
aspek kualitas’(X22), menunjukkan sebagian besar responden (49,1%) sangat setuju bahwa perusahaan selalu mempertimbangkan masukan dari
rata-rata tanggapan responden atas pernyataan tersebut sebesar 4,43, sehingga
dapat dikatakan bahwa perusahaan selalu mempertimbangkan masukan dari
konsumen untuk meningkatkan semua aspek kualitas.
Tanggapan 175 responden terhadap item pernyataan ‘Perusahaan selalu berkomunikasi dengan pemasok untuk meningkatkan semua aspek kualitas’ (X23), menunjukkan sebagian besar responden (50,9%) setuju bahwa
perusahaan selalu berkomunikasi dengan pemasok untuk meningkatkan
semua aspek kualitas. Sedangkan nilai rata-rata tanggapan responden atas
pernyataan tersebut sebesar 4,26, sehingga dapat dikatakan bahwa
perusahaan selalu berkomunikasi dengan pemasok untuk meningkatkan
semua aspek kualitas.
Tanggapan 175 responden terhadap item pernyataan ‘Perusahaan selalu melakukan perbaikan terus menerus pada semua bagian tanpa menunggu
permasalahan muncul’(X24), menunjukkan sebagian besar responden (66,9%) sangat setuju bahwa perusahaan selalu melakukan perbaikan terus
menerus pada semua bagian tanpa menunggu permasalahan muncul.
Sedangkan nilai rata-rata tanggapan responden atas pernyataan tersebut
sebesar 4,63, sehingga dapat dikatakan bahwa perusahaan selalu
melakukan perbaikan terus menerus pada semua bagian tanpa menunggu
permasalahan muncul.
Tanggapan 175 responden terhadap item pernyataan ‘Perusahaan selalu menyelidiki peluang perbaikan berkelanjutan atas peralatan dan metode baru’ (X25), menunjukkan sebagian besar responden (53,7%) setuju bahwa
perusahaan selalu menyelidiki peluang perbaikan berkelanjutan atas
peralatan dan metode baru. Sedangkan nilai rata-rata tanggapan responden
perusahaan selalu menyelidiki peluang perbaikan berkelanjutan atas
peralatan dan metode baru.
Secara keseluruhan nilai rata-rata tanggapan terhadap variabel perbaikan berkelanjutan adalah sebesar 4,45, menunjukkan bahwa perusahaan
cenderung selalu melakukan aktifitas perbaikan berkelanjutan. Sedangkan
jika dilihat dari setiap item pernyataan, tanggapan atas pernyataan
‘Perusahaan selalu berkomunikasi dengan pemasok untuk meningkatkan semua aspek kualitas’ (X23), menunjukkan nilai rata-rata yang terendah (4,26) dan tanggapan atas pernyataan ‘Perusahaan selalu melakukan
perbaikan terus menerus pada semua bagian tanpa menunggu
permasalahan muncul’ (X24), menunjukkan nilai rata-rata yang tertinggi (4,63).
c. Komitmen Manajemen
Rekapitulasi distribusi frekuensi tanggapan responden terhadap item-item
pernyataan variabel komitmen manajemen tertera pada tabel 5.10.
Tabel 5.10. Distribusi Frekuensi Item Variabel Komitmen Manajemen
Tanggapan Responden
SS (5) S (4) N (3) TS (2) STS (1) No. Item Pernyataan
f % f % f % f % f % Rata-2 Item 1 X31 134 76,6 40 22,9 0 0,0 0 0,0 1 0,6 4,75 2 X32 76 43,4 91 52,0 8 4,6 0 0,0 0 0,0 4,39 3 X33 95 54,3 72 41,1 4 2,3 4 2,3 0 0,0 4,47 4 X34 102 58,3 67 38,3 4 2,3 2 1,1 0 0,0 4,54 5 X35 85 48,6 82 46,9 8 4,6 0 0,0 0 0,0 4,44 6 X36 78 44,6 83 47,4 10 5,7 4 2,3 0 0,0 4,34 Rata-rata Varibel : 4,49
Sumber : Data primer yang diolah tahun 2006
Berdasarkan tabel tersebut dapat dideskripsikan tanggapan responden
terhadap item-item pernyataan variabel komitmen manajemen sebagai berikut:
Tanggapan 175 responden terhadap item pernyataan ‘Manajemen menyebar luaskan visi dan kebijakan mutu perusahaan ke seluruh karyawan’(X31), menunjukkan sebagian besar responden (76,6%) sangat setuju bahwa
manajemen menyebar luaskan visi dan kebijakan mutu perusahaan ke
seluruh karyawan. Sedangkan nilai rata-rata tanggapan responden atas
pernyataan tersebut sebesar 4,75, sehingga dapat dikatakan bahwa
manajemen selalu menyebar luaskan visi dan kebijakan mutu perusahaan ke
seluruh karyawan.
Tanggapan 175 responden terhadap item pernyataan ‘Semua pimpinan selalu menyebarluaskan upaya-upaya meningkatkan semua aspek kualitas’ (X32), menunjukkan sebagian besar responden (52,0%) setuju bahwa semua
pimpinan selalu menyebarluaskan upaya-upaya meningkatkan semua aspek
kualitas. Sedangkan nilai rata-rata tanggapan responden atas pernyataan
tersebut sebesar 4,39, sehingga dapat dikatakan bahwa hampir semua
pimpinan selalu menyebarluaskan upaya-upaya meningkatkan semua aspek
kualitas.
Tanggapan 175 responden terhadap item pernyataan ‘Semua pimpinan selalu mendorong keterlibatan karyawan dalam proses peningkatan semua
aspek kualitas’(X33), menunjukkan sebagian besar responden (54,3%) sangat setuju bahwa semua pimpinan selalu mendorong keterlibatan
karyawan dalam proses peningkatan semua aspek kualitas’. Sedangkan nilai rata-rata tanggapan responden atas pernyataan tersebut sebesar 4,47,
sehingga dapat dikatakan bahwa hampir semua pimpinan selalu mendorong
keterlibatan karyawan dalam proses peningkatan semua aspek kualitas. Tanggapan 175 responden terhadap item pernyataan ‘Semua pimpinan ikut
berperan serta dalam proses peningkatan semua aspek kualitas’(X34), menunjukkan sebagian besar responden (58,3%) sangat setuju bahwa
semua pimpinan ikut berperan serta dalam proses peningkatan semua aspek
tersebut sebesar 4,54, sehingga dapat dikatakan bahwa hampir semua
pimpinan ikut berperan serta dalam proses peningkatan semua aspek
kualitas.
Tanggapan 175 responden terhadap item pernyataan ‘Manajemen memberikan dukungan fasilitas untuk program peningkatan semua aspek
kualitas’(X35), menunjukkan sebagian besar responden (48,6%) sangat setuju bahwa manajemen memberikan dukungan fasilitas untuk program
peningkatan semua aspek kualitas. Sedangkan nilai rata-rata tanggapan
responden atas pernyataan tersebut sebesar 4,44, sehingga dapat dikatakan
bahwa manajemen memberikan dukungan fasilitas untuk program
peningkatan semua aspek kualitas.
Tanggapan 175 responden terhadap item pernyataan ‘Manajemen mengakui dan menghargai prestasi atas peningkatan semua aspek kualitas’(X36), menunjukkan sebagian besar responden (47,4%) setuju bahwa manajemen
mengakui dan menghargai prestasi atas peningkatan semua aspek kualitas.
Sedangkan nilai rata-rata tanggapan responden atas pernyataan tersebut
sebesar 4,34, sehingga dapat dikatakan bahwa manajemen mengakui dan
menghargai prestasi atas peningkatan semua aspek kualitas.
Secara keseluruhan nilai rata-rata tanggapan terhadap variabel komitmen manajemen adalah sebesar 4,49, menunjukkan bahwa komitmen manajemen
cukup tinggi. Sedangkan jika dilihat dari setiap item pernyataan, tanggapan
atas pernyataan ‘Manajemen mengakui dan menghargai prestasi atas peningkatan semua aspek kualitas’(X36), menunjukkan nilai rata-rata yang terendah (4,34) dan tanggapan atas pernyataan Manajemen menyebar
luaskan visi dan kebijakan mutu perusahaan ke seluruh karyawan’ (X31), menunjukkan nilai rata-rata yang tertinggi (4,75).
d. Pelatihan
Rekapitulasi distribusi frekuensi tanggapan responden terhadap item-item
pernyataan variabel pelatihan tertera pada tabel berikut:
Tabel 5.11. Distribusi Frekuensi Item Variabel Pelatihan
Tanggapan Responden
SS (5) S (4) N (3) TS (2) STS (1) No. Item Pernyataan
f % f % f % f % f % Rata-2 Item 1 X41 69 39,4 93 53,1 11 6,3 2 1,1 0 0,0 4,31 2 X42 55 31,4 82 46,9 17 9,7 20 11,4 1 0,6 3,97 3 X43 55 31,4 97 55,4 15 8,6 8 4,6 0 0,0 4,14 4 X44 48 27,4 88 50,3 22 12,6 17 9,7 0 0,0 3,95 5 X45 39 22,3 86 49,1 22 12,6 24 13,7 4 2,3 3,75 Rata-rata Varibel : 4,02
Sumber : Data primer yang diolah tahun 2006
Berdasarkan tabel tersebut dapat dideskripsikan tanggapan responden
terhadap item-item pernyataan variabel pelatihan sebagai berikut:
Tanggapan 175 responden terhadap item pernyataan ‘Perusahaan mengelola program pelatihan dan pengembangan berdasarkan
prinsip-prinsip kualitas’(X41), menunjukkan sebagian besar responden (53,1%) setuju bahwa perusahaan mengelola program pelatihan dan pengembangan
berdasarkan prinsip-prinsip kualitas. Sedangkan nilai rata-rata tanggapan
responden atas pernyataan tersebut sebesar 4,31, sehingga dapat dikatakan
bahwa perusahaan telah mengelola program pelatihan dan pengembangan
berdasarkan prinsip-prinsip kualitas.
Tanggapan 175 responden terhadap item pernyataan ‘Semua karyawan memperoleh pelatihan dan pengembangan ketrampilan secara teratur’ (X42), menunjukkan sebagian besar responden (46,9%) setuju bahwa
Semua karyawan memperoleh pelatihan dan pengembangan ketrampilan
secara teratur. Sedangkan nilai rata-rata tanggapan responden atas
pernyataan tersebut sebesar 3,97, sehingga dapat dikatakan bahwa hampir
semua karyawan memperoleh pelatihan dan pengembangan ketrampilan
Tanggapan 175 responden terhadap item pernyataan ‘Semua karyawan dilatih ketrampilan untuk menyelesaikan masalah’(X43), menunjukkan sebagian besar responden (55,4%) setuju bahwa semua karyawan dilatih
ketrampilan untuk menyelesaikan masalah. Sedangkan nilai rata-rata
tanggapan responden atas pernyataan tersebut sebesar 4,14, sehingga
dapat dikatakan bahwa hampir semua karyawan telah dilatih ketrampilan
untuk menyelesaikan masalah.
Tanggapan 175 responden terhadap item pernyataan ‘Semua karyawan memperoleh pelatihan untuk melakukan berbagai jenis tugas’(X44), menunjukkan sebagian besar responden (50,3%) setuju bahwa semua
karyawan memperoleh pelatihan untuk melakukan berbagai jenis tugas.
Sedangkan nilai rata-rata tanggapan responden atas pernyataan tersebut
sebesar 3,95, sehingga dapat dikatakan bahwa belum semua karyawan
memperoleh pelatihan untuk melakukan berbagai jenis tugas.
Tanggapan 175 responden terhadap item pernyataan ‘Semua karyawan dilatih lintas bagian sehingga dapat saling melengkapi’(X45), menunjukkan sebagian besar responden (49,1%) setuju bahwa semua karyawan dilatih
lintas bagian sehingga dapat saling melengkapi. Sedangkan nilai rata-rata
tanggapan responden atas pernyataan tersebut sebesar 3,75, sehingga
dapat dikatakan bahwa belum semua karyawan dilatih lintas bagian sehingga
dapat saling melengkapi.
Secara keseluruhan nilai rata-rata tanggapan terhadap variabel pelatihan adalah sebesar 4.02, menunjukkan bahwa perusahaan cukup tinggi dalam
melakukan aktivitas pelatihan. Sedangkan jika dilihat dari setiap item
pernyataan, tanggapan atas pernyataan ‘Semua karyawan dilatih lintas bagiansehingga dapatsaling melengkapi’(X45), menunjukkan nilai rata-rata
yang terendah (3,75) dan tanggapan atas pernyataan ‘Perusahaan mengelola program pelatihan dan pengembangan berdasarkan
prinsip-prinsip kualitas’(X41), menunjukkan nilai rata-rata yang tertinggi (4,31).
e. Pemberdayaan Karyawan
Rekapitulasi distribusi frekuensi tanggapan responden terhadap item-item
pernyataan variabel pemberdayaan karyawan tertera pada tabel berikut:
Tabel 5.12. Distribusi Frekuensi Item Variabel Pemberdayaan Karyawan
Tanggapan Responden
SS (5) S (4) N (3) TS (2) STS (1) No. Item Pernyataan
f % f % f % f % f % Rata-2 Item 1 X51 46 26,3 86 49,1 20 11,4 23 13,1 0 0,0 3,89 2 X52 59 33,7 97 55,4 14 8,0 4 2,3 1 0,6 4,19 3 X53 19 10,9 36 20,6 37 21,1 60 34,3 23 13,1 2,82 4 X54 34 19,4 84 48,0 36 20,6 18 10,3 3 1,7 3,73 5 X55 38 21,7 97 55,4 21 12,0 19 10,9 0 0,0 3,88 6 X56 38 21,7 90 51,4 30 17,1 17 9,7 0 0,0 3,85 Rata-rata Varibel : 3,73
Sumber : Data primer yang diolah tahun 2006
Berdasarkan tabel tersebut dapat dideskripsikan tanggapan responden
terhadap item-item pernyataan variabel pemberdayaan karyawan sebagai
berikut:
Tanggapan 175 responden terhadap item pernyataan ‘Perusahaan membentuk kelompok kerja lintas fungsional untuk mengelola semua aspek
kualitas’(X51), menunjukkan sebagian besar responden (49,1%) cenderung setuju bahwa perusahaan membentuk kelompok kerja lintas fungsional untuk
mengelola semua aspek kualitas. Sedangkan nilai rata-rata tanggapan
responden atas pernyataan tersebut sebesar 3,89, sehingga dapat dikatakan
bahwa perusahaan telah membentuk kelompok kerja lintas fungsional untuk
mengelola semua aspek kualitas.
Tanggapan 175 responden terhadap item pernyataan ‘Perusahaan selalu mengembangkan keterlibatan karyawan pada semua bagian untuk
(55,4%) setuju bahwa perusahaan selalu mengembangkan keterlibatan
karyawan pada semua bagian untuk mengelola semua aspek kualitas.
Sedangkan nilai rata-rata tanggapan responden atas pernyataan tersebut
sebesar 4,19, sehingga dapat dikatakan bahwa perusahaan telah
mengembangkan keterlibatan karyawan pada semua bagian untuk
mengelola semua aspek kualitas.
Tanggapan 175 responden terhadap item pernyataan ‘Semua karyawan mempunyai kewenangan dalam pengambilan keputusan secara proporsional’ (X53), menunjukkan sebagian besar responden (34,3%) tidak setuju bahwa
semua karyawan mempunyai kewenangan dalam pengambilan keputusan.
Sedangkan nilai rata-rata tanggapan responden atas pernyataan tersebut
sebesar 2,82, sehingga dapat dikatakan bahwa tidak atau belum semua
karyawan mempunyai kewenangan dalam pengambilan keputusan secara
proporsional.
Tanggapan 175 responden terhadap item pernyataan ‘Semua karyawan banyak melakukan aktivitas sumbang saran’(X54), menunjukkan sebagian besar responden (48,0%) setuju bahwa semua karyawan banyak melakukan
aktivitas sumbang saran. Sedangkan nilai rata-rata tanggapan responden
atas pernyataan tersebut sebesar 3,73, sehingga dapat dikatakan bahwa
hampir semua karyawan telah banyak melakukan aktivitas sumbang saran. Tanggapan 175 responden terhadap item pernyataan ‘Banyak masalah telah
diselesaikan oleh kegiatan kelompok kerja’(X55), menunjukkan sebagian besar responden (55,4%) setuju bahwa banyak masalah telah diselesaikan
oleh kegiatan kelompok kerja. Sedangkan nilai rata-rata tanggapan
responden atas pernyataan tersebut sebesar 3,88, dapat dikatakan bahwa
Tanggapan 175 responden terhadap item pernyataan ‘Perusahaan menerapkan gagasan karyawan pada proses kerja’,menunjukkan sebagian besar responden (51,4%) setuju bahwa perusahaan menerapkan gagasan
karyawan pada proses kerja. Sedangkan nilai rata-rata tanggapan responden
atas pernyataan tersebut sebesar 3,85, sehingga dapat dikatakan bahwa
perusahaan telah cukup banyak menerapkan gagasan karyawan pada
proses kerja.
Secara keseluruhan nilai rata-rata tanggapan terhadap variabel
pemberdayaan karyawan adalah sebesar 3,73, menunjukkan bahwa
perusahaan telah memberdayakan karyawannya meskipun kurang tinggi.
Sedangkan jika dilihat dari setiap item pernyataan, tanggapan atas
pernyataan ‘Semua karyawan mempunyaikewenangan dalam pengambilan keputusan secara proporsional’(X53), menunjukkan nilai rata-rata yang terendah (2,82) dan tanggapan atas pernyataan ‘Perusahaan selalu
mengembangkan keterlibatan karyawan pada semua bagian untuk
mengelola semua aspek kualitas’(X52), menunjukkan nilai rata-rata yang tertinggi (4,19).
f. Perbandingan Kinerja
Rekapitulasi distribusi frekuensi tanggapan responden terhadap item-item
pernyataan variabel perbandingan kinerja tertera pada tabel 5.13:
Tabel 5.13. Distribusi Frekuensi Item Variabel Perbandingan Kinerja
Tanggapan Responden
SS (5) S (4) N (3) TS (2) STS (1) No. Item Pernyataan
f % f % f % f % f % Rata-2 Item 1 X61 60 34,3 83 47,4 19 10,9 12 6,9 1 0,6 4,08 2 X62 65 37,1 90 51,4 8 4,6 11 6,3 1 0,6 4,18 3 X63 55 31,4 96 54,9 18 10,3 5 2,9 1 0,6 4,14 Rata-rata Varibel : 4,13
Sumber : Data primer yang diolah tahun 2006
Berdasarkan tabel tersebut dapat dideskripsikan tanggapan responden
Tanggapan 175 responden terhadap item pernyataan ‘Perusahaan selalu melakukan studi banding terhadap kualitas proses kerja’(X61), menunjukkan bahwa sebagian besar responden (47,4%) setuju bahwa perusahaan selalu
melakukan studi banding terhadap kualitas proses kerja. Sedangkan nilai
rata-rata tanggapan responden atas pernyataan tersebut sebesar 4,08,
sehingga dapat dikatakan bahwa perusahaan telah melakukan studi banding
terhadap kualitas proses kerja.
Tanggapan 175 responden terhadap item pernyataan ‘Perusahaan selalu melakukan studi banding terhadap kualitas produk’ (X62), menunjukkan bahwa sebagian besar responden (51,4%) setuju bahwa perusahaan selalu
melakukan studi banding terhadap kualitas produk. Sedangkan nilai rata-rata
tanggapan responden atas pernyataan tersebut sebesar 4,18, sehingga
dapat dikatakan bahwa perusahaan telah melakukan studi banding terhadap
kualitas produk.
Tanggapan 175 responden terhadap item pernyataan ‘Perusahaan selalu melakukan studi banding terhadap kualitas pelayanan’(X63), menunjukkan bahwa sebagian besar responden (54,9%) setuju bahwa perusahaan selalu
melakukan studi banding terhadap kualitas pelayanan. Sedangkan nilai
rata-rata tanggapan responden atas pernyataan tersebut sebesar 4,14, sehingga
dapat dikatakan bahwa perusahaan telah melakukan studi banding terhadap
kualitas pelayanan pesaing.
Secara keseluruhan nilai rata-rata tanggapan terhadap variabel perbandingan
kinerja adalah sebesar 4,13, menunjukkan bahwa perusahaan telah
melakukan aktifitas perbandingan kinerja. Sedangkan jika dilihat dari setiap
item pernyataan, tanggapan atas pernyataan ‘Perusahaan selalu melakukan studi banding terhadap kualitas proses kerja’(X61), menunjukkan nilai
rata-rata yang terendah (4,08) dan tanggapan atas pernyataan ‘Perusahaan selalu melakukan studi banding terhadap kualitas produk’(X62), menunjuk-kan nilai rata-rata yang tertinggi (4,18).
g. Penggunaan Piranti Statistik
Rekapitulasi distribusi frekuensi tanggapan responden terhadap item-item
pernyataan penggunaan piranti statistik tertera pada tabel berikut:
Tabel 5.14. Distribusi Frekuensi Item Variabel Penggunaan Piranti Statistik
Tanggapan Responden
SS (5) S (4) N (3) TS (2) STS (1) No. Item Pernyataan
f % f % f % f % f % Rata-2 Item 1 X71 53 30,3 96 54,9 20 11,4 6 3,4 0 0,0 4,12 2 X72 57 32,6 100 57,1 13 7,4 5 2,9 0 0,0 4,19 3 X73 59 33,7 91 52,0 16 9,1 9 5,1 0 0,0 4,14 Rata-rata Varibel : 4,15
Sumber : Data primer yang diolah tahun 2006
Berdasarkan tabel tersebut dapat dideskripsikan tanggapan responden
terhadap item-item pernyataan variabel manajemen proses sebagai berikut: Tanggapan 175 responden terhadap item pernyataan ‘Semua peralatan dan
proses kerja berlangsung di bawah kendali statistik (Statistic Processing
control)’(X71), menunjukkan sebagian besar responden (54,9%) setuju
bahwa semua peralatan dan proses kerja telah berlangsung di bawah kendali
statistik (Statistic Processing control). Sedangkan nilai rata-rata tanggapan
responden atas pernyataan tersebut sebesar 4,12, sehingga dapat dikatakan
bahwa hampir semua peralatan dan proses kerja telah berlangsung di bawah
kendali statistik (Statistic Processing control).
Tanggapan 175 responden terhadap item pernyataan ‘Perusahaan selalu memanfaatkan teknik statistik untuk mengurangi penyimpangan proses kerja’ (X72), menunjukkan sebagian besar responden (57,1%) setuju bahwa
perusahaan selalu memanfaatkan teknik statistik untuk mengurangi
penyimpangan proses kerja. Sedangkan nilai rata-rata tanggapan responden
perusahaan hampir selalu memanfaatkan teknik statistik untuk mengurangi
penyimpangan proses kerja.
Tanggapan 175 responden terhadap item pernyataan ‘Perusahaan selalu menggunakan kartu dan grafik untuk mengendalikan proses kerja’(X73), menunjukkan sebagian besar responden (52,0%) setuju bahwa perusahaan
selalu menggunakan kartu dan grafik untuk mengendalikan proses kerja’. Sedangkan nilai rata-rata tanggapan responden atas pernyataan tersebut
sebesar 4,14, sehingga dapat dikatakan bahwa perusahaan telah
mengguna-kan kartu dan grafik untuk mengendalimengguna-kan proses kerja.
Secara keseluruhan nilai rata-rata tanggapan terhadap variabel penggunaan piranti statistik adalah sebesar 4,15, menunjukkan bahwa perusahaan telah
menggunakan atau memanfaatkan piranti statistik, meskipun tidak semua.
Sedangkan jika dilihat dari setiap item pernyataan, tanggapan atas
pernyataan‘Semua peralatan dan proses kerja berlangsung di bawah kendali statistik (Statistic Processing control)’(X71), menunjukkan nilai rata-rata yang terendah (4,12) dan tanggapan atas pernyataan ‘Perusahaan selalu memanfaatkan teknik statistik untuk mengurangi penyimpangan proses kerja’ (X72), menunjukkan nilai rata-rata yang tertinggi (4,19).
5.3.2. Budaya Kualitas
Rekapitulasi distribusi frekuensi jawaban responden terhadap item-item
variabel budaya kualitas tertera pada tabel 5.15. Berdasarkan tabel tersebut
dapat dideskripsikan tanggapan responden terhadap item-item pernyataan
variabel budaya kualitas sebagai berikut:
Tanggapan 175 responden terhadap item pernyataan ‘Perusahaan selalu mengamati proses internal dan lingkungan luar untuk menindaklanjuti
setuju bahwa perusahaan selalu mengamati proses internal dan lingkungan
luar untuk menindaklanjuti kebutuhan konsumen. Sedangkan nilai rata-rata
tanggapan responden atas pernyataan tersebut sebesar 4,33, sehingga
dapat dikatakan bahwa perusahaan selalu melakukan pengamatan proses
internal dan lingkungan luar untuk menindaklanjuti kebutuhan konsumen.
Tabel 5.15. Distribusi Frekuensi Item Variabel Budaya Kualitas
Tanggapan Responden
SS (5) S (4) N (3) TS (2) STS (1) No. Item Pernyataan
f % f % f % f % f % Rata-2 Item 1 Y1 77 44,0 81 46,3 15 8,6 2 1,1 0 0,0 4,33 2 Y2 85 48,6 84 48,0 5 2,9 1 0,6 0 0,0 4,46 3 Y3 95 54,3 73 41,7 7 4,0 0 0,0 0 0,0 4,50 4 Y4 58 33,1 105 60,0 11 6,3 1 0,6 0 0,0 4,26 5 Y5 44 25,1 102 58,3 20 11,4 9 5,1 0 0,0 4.03 6 Y6 65 37,1 98 56,0 9 5,1 3 1,7 0 0,0 4,29 7 Y7 20 11,4 92 52,6 37 21,1 25 14,3 1 0,6 3,60 8 Y8 88 50,3 79 45,1 4 2,3 4 2,3 0 0,0 4,43 9 Y9 31 17,7 107 61,1 23 13,1 14 8,0 0 0,0 3,89 10 Y10 35 20,0 103 58,9 22 12,6 14 8,0 1 0,6 3,90 11 Y11 84 48,0 76 43,4 7 4,0 8 4,6 0 0,0 4,35 12 Y12 109 62,3 64 36,6 2 1,1 0 0,0 0 0,0 4,61 13 Y13 62 35,4 106 60,6 3 1,7 4 2,3 0 0,0 4,29 14 Y14 61 34,9 97 55,4 11 6,3 6 3,4 0 0,0 4,22 15 Y15 61 34,9 98 56,0 9 5,1 7 4,0 0 0,0 4,22 16 Y16 37 21,1 103 58,9 31 17,7 4 2,3 0 0,0 3,99 17 Y17 37 21,1 94 53,7 36 20,6 7 4,0 1 0,6 3,91 Rata-rata Varibel : 4,19
Sumber : Data primer yang diolah tahun 2006
Tanggapan 175 responden pada item pernyataan ‘Konsumen merupakan pertimbangan utama dalam menetapkan tujuan perusahaan’(Y2), menunjuk-kan sebagian besar responden (48,6%) sangat setuju bahwa konsumen
merupakan pertimbangan utama dalam menetapkan tujuan perusahaan. Nilai
rata-rata tanggapan responden atas pernyataan tersebut sebesar 4,45,
menunjukkan bahwa konsumen merupakan pertimbangan paling utama bagi
perusahaan dalam menetapkan tujuan perusahaan.
Tanggapan 175 responden terhadap item pernyataan ‘Perusahaan mempunyai peran utama melayani konsumen, karyawan, dan lingkungan
sosial’(Y3), menunjukkan sebagian besar responden (54,3%) sangat setuju bahwa perusahaan mempunyai peran utama melayani konsumen, karyawan,
dan lingkungan sosial. Sedangkan nilai rata-rata tanggapan responden atas
pernyataan tersebut sebesar 4,50, sehingga dapat dikatakan bahwa
kecenderungan peran utama perusahaan dalam melayani konsumen,
karyawan, dan lingkungan sosial sangat tinggi.
Tanggapan 175 responden terhadap item pernyataan ‘Perusahaan selalu melakukan pengamatan untuk menghasilkan informasi yang independen dan
obyektif berdasarkan prinsip kualitas’ (Y4), menunjukkan sebagian besar responden (60,0%) setuju bahwa perusahaan selalu melakukan pengamatan
untuk menghasilkan informasi yang independen dan obyektif berdasarkan
prinsip kualitas. Sedangkan nilai rata-rata tanggapan responden atas
pernyataan tersebut sebesar 4,26, sehingga dapat dikatakan bahwa
perusahaan hampir selalu melakukan pengamatan untuk menghasilkan
informasi yang independen dan obyektif berdasarkan prinsip kualitas.
Tanggapan 175 responden terhadap item pernyataan ‘Perusahaan selalu menggunakan Informasi yang independen dan obyektif berprinsip kualitas
dalam mengambil keputusan’(Y5), menunjukkan sebagian besar responden (58,3%) setuju bahwa perusahaan selalu menggunakan Informasi yang
independen dan obyektif berprinsip kualitas dalam mengambil keputusan.
Sedangkan nilai rata-rata tanggapan responden atas pernyataan tersebut
sebesar 4,03, sehingga dapat dikatakan bahwa perusahaan hampir selalu
menggunakan Informasi yang independen dan obyektif berprinsip kualitas
dalam mengambil keputusan perusahaan.
Tanggapan 175 responden terhadap item pernyataan ‘Perusahaan selalu menggunakan analisis fakta dan informasi yang obyektif untuk peningkatan
segala aspek kualitas’(Y6), menunjukkan sebagian besar responden (56,0%) setuju bahwa perusahaan selalu menggunakan analisis fakta dan informasi
yang obyektif untuk peningkatan segala aspek kualitas. Sedangkan nilai
rata-rata tanggapan responden atas pernyataan tersebut sebesar 4,29, sehingga
dapat dikatakan bahwa perusahaan hampir selalu menggunakan analisis
fakta dan informasi yang obyektif untuk peningkatan segala aspek kualitas. Tanggapan 175 responden terhadap item pernyataan ‘Semua karyawan
memahami filosofi dan prinsip-prinsip TQM’ (Y7), menunjukkan sebagian besar responden (52,6%) setuju bahwa semua karyawan memahami filosofi
dan prinsip-prinsip TQM. Sedangkan nilai rata-rata tanggapan responden
atas pernyataan tersebut sebesar 3,60, sehingga dapat dikatakan bahwa
belum semua karyawan memahami filosofi dan prinsip-prinsip TQM.
Tanggapan 175 responden terhadap item pernyataan ‘Semua karyawan mempunyai kesadaran dan motivasi untuk bekerja lebih baik’(Y8), menunjukkan sebagian besar responden (50,3%) sangat setuju bahwa
semua karyawan mempunyai kesadaran dan motivasi untuk bekerja lebih
baik. Sedangkan nilai rata-rata tanggapan responden atas pernyataan
tersebut sebesar 4,43, sehingga dapat dikatakan bahwa semua karyawan
telah mempunyai kesadaran dan motivasi untuk bekerja lebih baik.
Tanggapan 175 responden atas item pernyataan ‘Semua karyawan mampu menyesuaikan tujuan pribadinya dengan tujuan perusahaan’(Y9), menunjuk-kan sebagian besar responden (61,1%) setuju bahwa semua karyawan
mampu menyesuaikan tujuan pribadinya dengan tujuan perusahaan. Nilai
rata-rata tanggapan responden atas pernyataan tersebut sebesar 3,89.
Sehingga dapat dikatakan bahwa belum semua karyawan mampu
Tanggapan 175 responden terhadap item pernyataan ‘Semua karyawan mempunyai kemandirian mengendalikan dan meningkatkan segala aspek
kualitas’(Y10), menunjukkan sebagian besar responden (58,9%) setuju bahwa semua karyawan mempunyai kemandirian mengendalikan dan
meningkatkan segala aspek kualitas. Sedangkan nilai rata-rata tanggapan
responden atas pernyataan tersebut sebesar 3,90, sehingga dapat dikatakan
bahwa belum semua karyawan mempunyai kemandirian mengendalikan dan
meningkatkan segala aspek kualitas.
Tanggapan 175 responden terhadap item pernyataan ‘Kelompok kerja lebih diutamakan daripada perorangan’(Y11), menunjukkan sebagian besar responden (48,0%) setuju bahwa kelompok kerja lebih diutamakan daripada
perorangan. Sedangkan nilai rata-rata tanggapan responden atas pernyataan
tersebut sebesar 4,35, sehingga dapat dikatakan bahwa kelompok kerja lebih
diutamakan daripada perorangan.
Tanggapan 175 responden terhadap item pernyataan ‘Semua karyawan mempunyai peran penting dalam mencapai keberhasilan perusahaan’(Y12), menunjukkan sebagian besar responden (62,3%) sangat setuju bahwa
semua karyawan mempunyai peran penting dalam mencapai keberhasilan
perusahaan. Sedangkan nilai rata-rata tanggapan responden atas
pernyata-an tersebut sebesar 4,61, sehingga dapat dikatakpernyata-an bahwa semua karyawpernyata-an
mempunyai peran penting dalam mencapai keberhasilan perusahaan.
Tanggapan 175 responden terhadap item pernyataan ‘Perusahaan selalu melakukan koordinasi dalam merencanakan kegiatan’(Y13), menunjukkan sebagian besar responden (60,6%) setuju bahwa perusahaan selalu
melakukan koordinasi dalam merencanakan kegiatan. Sedangkan nilai
dapat dikatakan bahwa perusahaan hampir selalu melakukan koordinasi
dalam merencanakan kegiatan.
Tanggapan 175 responden terhadap item pernyataan ‘Perusahaan selalu menetapkan bagian terkait untuk meningkatkan efektivitas perusahaan’ (Y14), menunjukkan sebagian besar responden (55,4%) setuju bahwa
peru-sahaan selalu menetapkan bagian terkait untuk meningkatkan efektivitas
perusahaan. Nilai rata-rata tanggapan responden atas pernyataan tersebut
sebesar 4,22, sehingga dapat dikatakan bahwa perusahaan selalu
menetapkan bagian terkait untuk meningkatkan efektivitas perusahaan. Tanggapan 175 responden terhadap item pernyataan ‘Perusahaan selalu
mewujudkan kualitas dalam segala aspek’(Y15), menunjukkan bahwa sebagian besar responden (56,0%) setuju bahwa perusahaan selalu
mewujudkan kualitas dalam segala. Sedangkan nilai rata-rata tanggapan
responden atas pernyataan tersebut sebesar 4,22, sehingga dapat dikatakan
bahwa perusahaan hampir selalu mewujudkan kualitas dalam segala aspek.
Tanggapan 175 responden terhadap item pernyataan ‘Perusahaan menjalin kemitraan dengan stakeholders sebagai bagian dari sistem’(Y16), menun-jukkan bahwa sebagian besar responden (58,9%) setuju bahwa perusahaan
menjalin kemitraan dengan stakeholders sebagai bagian dari sistem.
Sedangkan nilai rata-rata tanggapan responden atas pernyataan tersebut
sebesar 3,99, sehingga dapat dikatakan bahwa perusahaan telah menjalin
kemitraan dengan stakeholders sebagai bagian dari sistem.
Tanggapan 175 responden terhadap item pernyataan ‘Perusahaan mengembangkan orientasi hubungan dengan stakeholders utama dalam
jangka panjang’(Y17), menunjukkan bahwa sebagian besar responden (53,7%) setuju bahwa perusahaan mengembangkan orientasi hubungan
dengan stakeholders utama dalam jangka panjang. Sedangkan nilai rata-rata
tanggapan responden atas pernyataan tersebut sebesar 3,91, sehingga
dapat dikatakan bahwa perusahaan telah mengembangkan orientasi
hubungan dengan stakeholders utama dalam jangka panjang.
Secara keseluruhan nilai rata-rata tanggapan terhadap variabel budaya kualitas adalah sebesar 4,19 , menunjukkan bahwa budaya kualitas di PT.
Hari Terang Industry, Surabaya cukup tinggi. Sedangkan jika dilihat dari
setiap item pernyataan, tanggapan atas pernyataan ‘Semua karyawan memahami filosofi dan prinsip-prinsip TQM’(Y7), menunjukkan nilai rata-rata yang terendah (3,60) dan tanggapan atas pernyataan ‘Semua karyawan mempunyai peran penting dalam mencapai keberhasilan perusahaan’(Y12), menunjukkan nilai rata-rata yang tertinggi (4,61).
5.4. Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Kuesioner
Hasil pengujian instrumen penelitian dari segi validitas maupun reliabilitas
item–total statistics terhadap 175 responden sebagaimana tertera pada tabel
5.16., menunjukkan bahwa semua item pernyataan untuk variabel-varibel bebas
dalam implementasi Total Quality management (TQM): fokus pada konsumen
(X1), perbaikan berkelanjutan (X2), komitmen manajemen (X3), pelatihan (X4),
pemberdayaan karyawan (X5), perbandingan kinerja (X6), dan penggunaan
piranti statistik (X7), maupun variabel terikat: budaya kualitas (Y), mempunyai
nilai korelasi lebih besar dari 0.3 dan koefisien keandalan (Cronbach Alpha)
semua variabelnya lebih besar dari 0.6.
Dengan demikian berarti item pernyataan untuk semua variabel adalah valid
karena nilai korelasinya lebih besar dari 0.3 (Masrun dalam Sugiono, 2002:106)
dan reliabel karena koefisien keandalan (Cronbach Alpha) semua variabelnya
lebih besar dari 0.6. (Sekaran 2003:311). Oleh karena itu, instrumen penelitian
Tabel 5.16. Uji Validitas dan Reliabilitas Validitas
Variabel Nomer
Item Korelasi (r) Probabilitas (p)
Koefisien Alpha X11 0,539 0,000 X12 0,663 0,000 X13 0,652 0,000 X14 0,592 0,000 X15 0,726 0,000 X16 0,515 0,000 Fokus Pada Konsumen (X1) X17 0,615 0,000 0,709 X21 0,665 0,000 X22 0,681 0,000 X23 0,757 0,000 X24 0,572 0,000 Perbaikan Berkelanjutan (X2) X25 0,727 0,000 0,712 X31 0,540 0,000 X32 0,779 0,000 X33 0,776 0,000 X34 0,752 0,000 X35 0,700 0,000 Komitmen Manajemen (X3) X36 0,778 0,000 0,819 X41 0,627 0,000 X42 0,818 0,000 X43 0,681 0,000 X44 0,698 0,000 Pelatihan (X4) X45 0,744 0,000 0,758 X51 0,650 0,000 X52 0,629 0,000 X53 0,670 0,000 X54 0,773 0,000 X55 0,772 0,000 Pemberdayaan Karyawan (X5) X56 0,789 0,000 0,797 X61 0,851 0,000 X62 0,872 0,000 Perbandingan Kinerja (X6) X63 0,880 0,000 0,832 X71 0,809 0,000 X72 0,866 0,000 Penggunaan Piranti Statistik (X7) X73 0,764 0,000 0,738 Y1 0,564 0,000 Y2 0,462 0,000 Y3 0,485 0,000 Y4 0,699 0,000 Y5 0,660 0,000 Y6 0,629 0,000 Y7 0,520 0,000 Y8 0,576 0,000 Y9 0,635 0,000 Y10 0,579 0,000 Y11 0,457 0,000 Y12 0,550 0,000 Y13 0,619 0,000 Y14 0,658 0,000 Y15 0,578 0,000 Y16 0,613 0,000 Budaya Kualitas (Y) Y17 0,683 0,000 0,878
5.5. Hasil Uji Asumsi Klasik a. Hasil Uji Normalitas
Pengujian Normal P-P Plot regression terhadap model digunakan untuk
mengetahui apakah sampel penelitian merupakan jenis distribusi normal. Kurva
yang menggambarkan distribusi normal adalah kurva normal yang berbentuk
simetris (Dajan, 1986). Hasil pengujian untuk membuktikan distribusi normal
pada model yang digunakan terlihat pada gambar 5.1. berikut:
Gambar 5.1. Normal P-P Plot Regression
1.0 0.8 0.6 0.4 0.2 0.0
Observed Cum Prob 1.0 0.8 0.6 0.4 0.2 0.0 E x p e c te d C u m P ro b
Dependent Variable: Budaya Kualitas (Y)
Terlihat pada gambar bahwa titik-titik data menyebar disekitar garis diagonal
dan penyebarannya mengikuti arah garis diagonal. Hal ini menunjukkan bahwa
data dalam penelitian ini terdistribusi secara normal atau membentuk garis normal
pada Normal P-P Plot regression.
b. Hasil Uji Multikolinieritas
Untuk mendeteksi adanya multikolinearitas dapat diketahui dari nilai Value
Inflation Factor (VIF). Apabila nilai VIF > 5, maka terjadi multikolinearitas.
Sebaliknya apabila nilai VIF < 5, maka tidak terjadi multikolinearitas (Aliman,
2000:27). Terlihat pada tabel 5.17. bahwa nilai VIF semua variabel yang ada
lebih kecil dari 5, sehingga dapat disimpulkan bahwa pada model regresi tidak
Tabel 5.17. Uji Multikolinearitas Value Inflation Factor (VIF)
Varibel Nilai VIF KETERANGAN
Fokus pada konsumen (X1) 1,711 Tidak ada indikasi kolinearitas antar variabel penjelas Perbaikan berkelanjutan (X2) 2,617 Tidak ada indikasi kolinearitas antar variabel penjelas Komitmen manajemen (X3) 2,255 Tidak ada indikasi kolinearitas antar variabel penjelas Pelatihan (X4) 2,039 Tidak ada indikasi kolinearitas antar variabel penjelas Pemberdayaan karyawan (X5) 1,871 Tidak ada indikasi kolinearitas antar variabel penjelas Perbandingan kinerja (X6) 1,477 Tidak ada indikasi kolinearitas antar variabel penjelas Penggunaan piranti statistik (X7) 1,441 Tidak ada indikasi kolinearitas antar variabel penjelas
Sumber : Data primer yang diolah tahun 2006
c. Hasil Uji Heteroskedastisitas
Untuk menguji adanya heteroskedastisitas melalui uji rank rank corelation
spearman. Jika nilai rhitung > rtabel , berarti terjadi heteroskedastisitas. Sebaliknya
jika nilai rhitung< rtabel berarti terjadi homoskedastisitas (Gujarati, 2003:178).
Tabel 5.18 Pengujian Asumsi Heteroskedastisitas Variabel Independen
Variabel Bebas Rhitung Sig Interprestasi Fokus pada konsumen (X1) 0,139 0,067 homoskedastisitas Perbaikan berkelanjutan (X2) 0,147 0,052 homoskedastisitas Komitmen manajemen (X3) 0,126 0,098 homoskedastisitas Pelatihan (X4) 0,082 0,280 homoskedastisitas Pemberdayaan karyawan (X5) 0,119 0,115 homoskedastisitas Perbandingan kinerja (X6) -0,040 0,599 homoskedastisitas Penggunaan piranti statistik (X7) 0,147 0,052 homoskedastisitas
Sumber : Data primer yang diolah tahun 2006 Keterangan : - Jumlah data (observasi) = 175
-
Nilai rtabel :
= 5% =0.163-
Dependent Variabel absolut residual (absu)Pada tabel terlihat bahwa nilai rhitunglebih kecil dari rtabel pada semua variabel
bebas TQM terhadap absolut residual (absu), maka dapat disimpulkan bahwa
tidak terjadi heteroskedastisitas.
5.6. Analisis Regresi Linier Berganda
Dari hasil pengolahan data yang meliputi variabel-variabel dalam
implementasi Total Quality Management (X) dan budaya kualitas (Y), diperoleh
model regresi linier berganda sebagai berikut:
Variabel terikat pada regresi ini adalah budaya kualitas (Y), sedangkan
variabel bebasnya adalah: fokus pada konsumen (X1), perbaikan berkelanjutan
(X2), komitmen manajemen (X3), pelatihan (X4), pemberdayaan karyawan (X5),
perbandingan kinerja (X6), dan penggunaan piranti statistik (X7).
Nilai parameter atau koefisien regresi b1, b2, b3, b4, b5, dan b7 yang positif
pada persamaan tersebut menunjukkan bahwa apabila dilakukan perbaikan atau
peningkatan pada variabel-variabel: fokus pada konsumen (X1), perbaikan
berkelanjutan (X2), komitmen manajemen (X3), pelatihan (X4), pemberdayaan
karyawan (X5), dan penggunaan piranti statistik (X7), maka akan terjadi
peningkatan variabel budaya kualitas (Y). Sedangkan nilai koefisien regresi b6
yang negatif menunjukkan bahwa apabila dilakukan perbaikan atau peningkatan
pada variabel perbandingan kinerja (X6), maka justru akan menurunkan variabel
budaya kualitas (Y).
Analisis regresi linier berganda yang meliputi variabel-variabel: fokus pada
konsumen (X1), perbaikan berkelanjutan (X2), komitmen manajemen pada
kualitas (X3), pelatihan (X4), pemberdayaan karyawan (X5), perbandingan
kinerja (X6), dan penggunaan piranti statistik (X7) disajikan dalam tabel 5.19. :
Tabel 5.19. Hasil Analisis Regresi Linier Berganda
Variabel Unstandardized Coefficients (B) Standardized Coefficients (Beta)
T hitung Sig. Keterangan
(Constant) -0.001
Fokus pada konsumen (X1) 0,120 0.121 1,985* 0,049 Signifikan Perbaikan berkelanjutan (X2) 0,097 0.097 1,286 0,200 Tidak Signifikan Komitmen manajemen (X3) 0,141 0.141 2,012* 0,046 Signifikan Pelatihan (X4) 0,366 0.366 5,484* 0,000 Signifikan Pemberdayaan karyawan(X5) 0,217 0.217 3,396* 0,001 Signifikan Perbandingan kinerja (X6) -0,053 -0.053 -0,937 0,350 Tidak Signifikan Penggunaan piranti statistik (X7) 0.142 0.142 2.522* 0,013 Signifikan
R R Square F hitung F tabel Sign. F
= 0,797 = 0,635 = 41,439 = 2,055 = 0,000 = 0,05Sumber : Data primer yang diolah tahun 2006 Keterangan : - Jumlah data (observasi) = 175
- Variabel terikat: Budaya kualitas (Y) * signifikan pada level 5 %
Pada tabel 5.19. terlihat bahwa ternyata angka yang signifikan ditunjukkan
oleh variabel: Fokus pada konsumen (X1), Komitmen manajemen (X3), Pelatihan
(X4), Pemberdayaan karyawan(X5), dan Penggunaan piranti statistik (X7),
sedangkan variabel perbaikan berkelanjutan (X2) dan perbandingan kinerja (X6)
tidak signifikan.
5.7. Hasil Pengujian Hipotesis
Hipotesis yang akan diuji ada tiga dengan menggunakan multiple
regression, bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel: fokus pada
konsu-men (X1), perbaikan berkelanjutan (X2), komitkonsu-men manajekonsu-men (X3), pelatihan
(X4), pemberdayaan karyawan (X5), perbandingan kinerja (X6), dan penggunaan
piranti statistik (X7) terhadap budaya kualitas (Y).
a. Hipotesis Pertama
Uji hipotesis pertama dilakukan untuk mengetahui pengaruh secara
bersama-sama (simultan) antara variabel bebas terhadap variabel terikat. menggunakan
alat uji koefisien korelasi berganda (R) dan koefisien determinasi berganda (R²),
dengan melihat apakah nilai-nilai koefisien yang diperoleh bernilai nyata atau
tidak antara Fhitung dan Ftabel pada tingkat keyakinan 5% (=0,05). Keeratan
pengaruh antara variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y) juga dapat
diketahui dari besarnya nilai-nilai koefisien tersebut.
Tabel 5.20. Pengujian Hipotesis Pertama
Hipotesis Nilai Keterangan
Terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel-variabel dalam implementasi Total Quality Mana-gement yang terdiri dari: fokus pada konsumen (X1), perbaikan berkelanjutan (X2), komitmen manajemen (X3), pelatihan (X4), pemberdayaan karyawan (X5), perbandingan kinerja (X6), dan penggunaan piranti statistik (X7) secara simultan terhadap variabel budaya kualitas (Y)
F = 41,439 Sig F = 0,000 Ftabel = 2,055
Ho1 ditolak / Ha1 tidak ditolak
Hasil uji pada tabel 5.20. menunjukkan bahwa besarnya Fhitung sebesar
41,439> Ftabelsebesar 2,055 pada taraf nyata = 0,05 yang berarti Ho1 ditolak
dan Ha1 tidak ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa adanya pengaruh yang
signifikan antara variabel-variabel bebas dalam implementasi Total Quality
Management yang terdiri dari: fokus pada konsumen (X1), perbaikan berkelanjutan (X2), komitmen manajemen terhadap kualitas (X3), pelatihan (X4),
pemberdayaan karyawan (X5), perbandingan kinerja (X6), dan manajemen
proses (X7) secara simultan terhadap variabel terikat: budaya kualitas (Y).
Dengan demikian hipotesa pertama dalam penelitian ini dapat diterima.
Hasil analisis korelasi dari output regresi (lampiran 6) yang mengkorelasi
pengaruh variabel-variabel dalam implementasi Total Quality Management
terhadap budaya kualitas (Y) diperoleh nilai R2 = 0,635, menunjukkan bahwa
secara simultan variabel-variabel dalam implementasi Total Quality Management
mampu menjelaskan pengaruhnya terhadap variabel budaya kualitas (Y)
sebesar 63,5% Sedangkan sisanya sebesar 36,5%, dijelaskan atau dipengaruhi
oleh variabel bebas lain di luar persamaan model penelitian. Nilai R sebesar
0,797 dapat diinterpretasikan bahwa korelasi antara variabel; fokus pada
konsumen (X1), perbaikan berkelanjutan (X2), komitmen manajemen (X3),
latihan (X4), pemberdayaan karyawan (X5), perbandingan kinerja (X6), dan
pe-nggunaan piranti statistik (X7) terhadap budaya kualitas (Y) adalah cukup kuat.
b. Hipotesis Kedua
Uji hipotesis kedua dilakukan untuk mengetahui pengaruh masing-masing
variabel bebas terhadap variabel terikat, menggunakan alat uji koefisien korelasi
parsial (r) atau koefisien regresi berganda (b) dengan melihat apakah nilai-nilai
koefisien berbeda secara signifikan atau tidak antara t hitung dan t tabel dua sisi
Tabel 5.21. Pengujian Hipotesis Kedua
H Pernyataan Nilai Keterangan
21 Terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel fokus pada konsumen (X1) terhadap budaya kualitas (Y)
t = 1,985 Sig t = 0,049 ttabel = 1,980
Ho21 ditolak / Ha21 tidak ditolak 22 Terdapat pengaruh yang signifikan antara
variabel perbaikan berkelanjutan (X2) terhadap budaya kualitas (Y)
t = 1,286 Sig t = 0,200 ttabel = 1,980
Ho22 tidak ditolak / Ha22 ditolak 23 Terdapat pengaruh yang signifikan antara
variabel komitmen manajemen (X3) terhadap budaya kualitas (Y)
t = 2,012* Sig t = 0,046 ttabel = 1,980
Ho23 ditolak / Ha23 tidak ditolak 24 Terdapat pengaruh yang signifikan antara
variabel pelatihan (X4) terhadap budaya kualitas (Y)
t = 5,484* Sig t = 0,000 ttabel = 1,980
Ho24 ditolak / Ha24 tidak ditolak 25 Terdapat pengaruh yang signifikan antara
variabel pemberdayaan karyawan (X5) terhadap budaya kualitas (Y)
t = 3,396* Sig t = 0,001 ttabel = 1,980
Ho25 ditolak / Ha25 tidak ditolak 26 Terdapat pengaruh yang signifikan antara
variabel perbandingan kinerja (X6) terhadap budaya kualitas (Y)
t = -0,937 Sig t = 0,350 ttabel = -1,980
Ho26 tidak ditolak / Ha26 ditolak 27 Terdapat pengaruh yang signifikan antara
variabel penggunaan piranti statistik (X7) terhadap budaya kualitas (Y)
t = 2,522* Sig t = 0,013 ttabel = 1,980
Ho27 ditolak / Ha27 tidak ditolak
Sumber : Data primer yang diolah tahun 2006 * signifikan pada level 5 %
1. Variabel Fokus Pada Konsumen
Variabel fokus pada konsumen memiliki nilai t hitung sebesar 1,985. Nilai ini
lebih besar dari t tabel (1,985 > 1,980). Dengan demikian pengujian
menunjuk-kan Ha21 tidak ditolak atau Ho21 ditolak, yang berarti variabel fokus pada
konsumen berpengaruh secara signifikan terhadap budaya kualitas.
2. Variabel Perbaikan Berkelanjutan
Variabel perbaikan berkelanjutan memiliki nilai t hitung sebesar 1,286. Nilai
ini lebih kecil dari t tabel (1,286 < 1,980). Dengan demikian pengujian
menunjuk-kan Ha22 ditolak atau Ho22 tidak ditolak yang berarti variabel perbaimenunjuk-kan
berkelanjutan tidak berpengaruh signifikan terhadap budaya kualitas.
3. Variabel Komitmen Manajemen
Variabel komitmen manajemen memiliki nilai t hitung sebesar 2,012. Nilai ini
lebih besar dari t tabel (2,012 > 1,980). Dengan demikian pengujian
manajemen berpengaruh secara signifikan terhadap budaya kualitas.
4. Variabel Pelatihan
Variabel pelatihan memiliki nilai t hitung sebesar 5,484. Nilai ini lebih besar
dari t tabel (5,484 > 1,980). Dengan demikian pengujian menunjukkan Ha24 tidak
ditolak atau Ho24 ditolak yang berarti variabel pelatihan berpengaruh secara
signifikan terhadap budaya kualitas.
5. Variabel Pemberdayaan Karyawan
Variabel pemberdayaan karyawan memiliki nilai t hitung sebesar 3,396. Nilai
ini lebih besar dari t tabel (3,396 > 1,980). Dengan demikian pengujian
menun-jukkan Ha25 tidak ditolak atau Ho25 ditolak yang berati variabel pemberdayaan
karyawan berpengaruh secara signifikan terhadap budaya kualitas.
6. Variabel Perbandingan Kinerja
Variabel perbandingan kinerja memiliki nilai t hitung sebesar -0,937. Nilai ini
lebih besar dari t tabel (-0,937 > -1,980). Dengan demikian pengujian
menunjuk-kan Ha26 ditolak atau Ho26 tidak ditolak yang berarti variabel perbandingan
kinerja tidak berpengaruh secara signifikan terhadap budaya kualitas.
7. Variabel Penggunaan Piranti Statistik
Varibel penggunaan piranti statistik memiliki nilai t hitung sebesar 2,522.
Nilai ini lebih besar dari t tabel (2,522 > 1,980). Dengan demikian pengujian
menunjukkan Ha27 tidak ditolak atau Ho27 ditolak yang berarti variabel
penggu-naan piranti statistik berpengaruh secara signifikan terhadap budaya kualitas.
Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa secara parsial hanya variavel
fokus pada konsumen (X1), komitmen manajemen (X3), pelatihan (X4),
pember-dayaan karyawan (X5), dan penggunaan piranti statistik (X7) yang berpengaruh
secara signifikan terhadap budaya kualitas, sedangkan variabel lainnya tidak
berpengaruh secara signifikan terhadap budaya kualitas. Dengan demikian
c. Hipotesis Ketiga
Analisis pengaruh dominan dilakukan untuk mengetahui variabel bebas yang
mempunyai kontribusi atau pengaruh dominan terhadap variabel terikat dalam
suatu model regresi linier dengan menggunakan koefisien Beta distandarisasi
(standardized coefficient) (Arif, S., 1993:12).
Dari Tabel 5.19 diketahui bahwa nilai koefisien Beta distandarisasi dari
variabel pelatihan (X4) adalah terbesar (0,366), berarti pelatihan berpengaruh
dominan terhadap variabel budaya kualitas (Y). Dengan demikian hipotesis ketiga:‘Variabelkomitmen manajemen (X3)mempunyaipengaruh yang dominan terhadap variabelbudaya kualitas (Y)’,tidak terbuktiatau ditolak.
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis penelitian tersebut, maka disusun
sebuah model hipotesis teruji sebagaimana tertera pada gambar berikut:
Gambar 5.2. Model Hipotesis Teruji Pengaruh Implementasi Total Quality
Management (TQM) Terhadap Budaya Kualitas
Keterangan :
Pengaruh secara simultan Pengaruh secara parsial Pengaruh dominan Perbandingan Kinerja (X6) Pelatihan (X4) Komitmen Manajemen (X3) Budaya Kualitas (Y)
Total Quality Management
Fokus Pada Konsumen (X1)
Penggunaan Piranti Statistik (X7) Pemberdayaan Karyawan (X5) Perbaikan Berkelanjutan (X2)
5.8. Pembahasan
5.8.1. Pengaruh Simultan
Hasil pengujian hipotesis pertama menunjukkan bahwa variabel-variabel
dalam implementasi Total Quality Management (TQM) secara simultan
mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap budaya kualitas. Hal ini dapat
diinterpretasikan bahwa implementasi TQM yang didokumentasikan dalam
klausul-klausul ISO 9001:2000 dan diterapkan kurang lebih selama sepuluh
tahun di PT. Hari Terang Industry, telah mampu membentuk dan merubah
orientasi budaya organisasi menjadi budaya kualitas.
Kedelapan prinsip TQM yang tertera dalam klausul-klausul ISO 9001:2000
tersebut diantaranya adalah: fokus organisasi pada konsumen, kepemimpinan,
keterlibatan karyawan, pendekatan proses, pendekatan sistem pada manajemen,
perbaikan berkelanjutan, pendekatan faktual dalam pengambilan keputusan,
kemitraan yang saling menguntungkan.
Hasil penelitian tersebut mendukung pendapat beberapa pakar kualitas,
diantaranya: implementasi TQM dapat merubah orientasi budaya suatu
organisasi menuju budaya kualitas (Cortada, 1993; Goetsch dan Davis dalam
Tjiptono, 2003; dan Hardjosoedarmo, 2005); budaya kualitas dipertimbangkan
sebagai salah satu hal yang terpenting sebagai indikator keberhasilan
implementasi TQM (Metri, 2005); dan studi empiris: TQM efektif
mengembangkan elemen budaya kualitas dan budaya tersebut menunjang
keberhasilan perbaikan proses (Gore, 1999); integrasi filosofi dengan piranti
TQM berpengaruh signifikan terhadap kinerja bisnis (Huarng dan Yao, 2002);
Menurut teori Schein (1985), budaya dibangun dalam tiga level. Level
pertama adalah wujud nyata yang meliputi kegiatan dan kejadian sebagai hasil
pemikiran (Artefacts and Creation), Level kedua adalah nilai-nilai dan keyakinan