• Tidak ada hasil yang ditemukan

VII. DAMPAK KEBIJAKAN MIGRASI TERHADAP PASAR KERJA DAN PEREKONOMIAN INDONESIA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "VII. DAMPAK KEBIJAKAN MIGRASI TERHADAP PASAR KERJA DAN PEREKONOMIAN INDONESIA"

Copied!
51
0
0

Teks penuh

(1)

VII. DAMPAK KEBIJAKAN MIGRASI TERHADAP PASAR KERJA DAN PEREKONOMIAN INDONESIA

7.1. Hasil Validasi Model

Kemampuan prediksi model ekonometrika migrasi, pasar kerja dan makroekonomi yang digunakan dalam penelitian ini divalidasi dengan suatu simulasi dasar untuk periode 2001-2006 (Lampiran 5). Validasi statistik yang digunakan adalah Root Mean Square Percent Error (RMSPE) untuk mengukur penyimpangan hasil estimasi dan nilai aktualnya. Selain itu digunakan dekomposisi RMSPE yaitu proporsi bias (UM), proporsi regresi (UR) dan proporsi varian (US), serta statistik Theil’s Inequality Coeficient (U). Hasil validasi terlihat pada Lampiran 6.

Hasil validasi tersebut memperlihatkan dari 88 persamaan, terdapat 66 persamaan yang memiliki nilai RMSPE dibawah 50 persen dan 22 persamaan memiliki nilai RMSPE diatas 50 persen. Nilai RMSPE yang lebih dari 50 persen umumnya terjadi pada persamaan-persamaan identitas, hal ini terjadi karena error pada persamaan-persamaan struktural terakumulasi pada persamaan identitas tersebut, seperti pada persamaan produk domestik reginal bruto dan pendapatan disposibel di Jawa, Sulawesi, dan Pulau Lain. Dilihat dari koefisien ketidaksamaan Theil’s, terlihat bahwa bias (UM), Reg (UR), dan Var (US) secara keseluruhan mendekati nol. Demikian juga dengan nilai U-Theil, sebagian besar nilainya mendekati nol (13 dari 88 persamaan memiliki nilai U-Theil > 30 persen). Hal ini mengindikasikan bahwa model yang telah dirumuskan dan telah diestimasi cukup valid digunakan untuk analisis simulasi historis dan simulasi peramalan.

(2)

7.2. Hasil Simulasi Kebijakan Periode Peramalan Tahun 2009-2012

Simulasi kebijakan migrasi yang dilakukan pada periode peramalan terdiri dari kebijakan migrasi internal dan internasional. Kebijakan migrasi internal yang ditetapkan pemerintah bertujuan untuk: (1) penyebaran dan penyediaan tenaga kerja, (2) membuka lapangan kerja baru, melalui pembukaan dan pengembangan daerah produksi baru, terutama daerah di luar Jawa, serta (3) meningkatkan perekonomian daerah tujuan secara umum serta meningkatkan kesejahteraan migran khususnya. Oleh karena itu simulasi kebijakan migrasi internal yang dilakukan dalam penelitian ini bertujuan untuk mencapai tujuan kebijakan migrasi yang ditetapkan pemerintah tersebut.

Penetapan kebijakan migrasi internasional oleh pemerintah bertujuan untuk meningkatkan jumlah tenaga kerja migran ke luar negeri. Peningkatan jumlah tenaga kerja migran tersebut bertujuan selain untuk kesejahteraan migran itu sendiri, dapat mengatasi masalah pengangguran di dalam negeri, dan untuk meningkatkan devisa negara melalui pengiriman remittances. Oleh karena itu simulasi kebijakan yang dilakukan adalah kebijakan yang mendukung terlaksananya kebijakan-kebijakan pemerintah tersebut.

Proses simulasi kebijakan periode peramalan dilakukan melalui beberapa tahapan. Sebelum simulasi kebijakan tanpa alternatif kebijakan dilakukan, hal yang harus dilakukan terlebih dahulu adalah meramalkan variabel eksogen, nilai konstanta endogen dan nilai endogen tahun 2009-2012 dengan menggunakan program peramalan variabel eksogen (Lampiran 7), program peramalan nilai konstanta endogen (Lampiran 9), dan program peramalan nilai endogen tahun 2009-2012 (Lampiran 10). Peramalan ini menggunakan prosedur forecast metode trend-linier stepwise autoregressive.

(3)

Hasil simulasi dasar ex-ante tanpa alternatif kebijakan pada periode 2009-2012 (Tabel 72) memperlihatkan bahwa diperkirakan akan terjadi penurunan migrasi masuk ke Jawa sekitar 0.01 persen pertahun. Penurunan ini sebagai akibat peningkatan permintaan tenaga kerja pada setiap pulau. Pada periode yang sama diperkirakan jumlah migran keluar dari Jawa juga masih menurun yaitu 0.34 persen. Kondisi ini menunjukkan adanya hambatan mendorong penduduk dari Jawa untuk migrasi ke luar Jawa, terutama ke Pulau Lain dan Kalimantan. Hal ini erat kaitannya dengan kebijakan pembangunan yang bersifat bias kota (urban bias), dimana pembangunan di Jawa terutama di kota-kota besarnya, memiliki peran dan fungsi sebagai pusat kegiatan pembangunan, mulai dari pusat perdagangan, industri, hingga administrasi dan pembangunan politik. Kemudian ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan juga menjadi faktor penghambat bagi penduduk usia sekolah di pulau ini untuk migrasi.

Ditinjau dari sisi migrasi ke luar negeri, terlihat adanya peningkatan jumlah migran internasional pada setiap pulau, peningkatan terbesar terjadi di Sumatera yaitu 10.52 persen. Peningkatan jumlah migran internasional ini mengakibatkan peningkatan devisa yang diperoleh dari remittances mereka.

Hasil simulasi menunjukkan juga pada periode ini terjadi peningkatan permintaan tenaga kerja pada setiap pulau. Sebaliknya dari sisi penawaran tenaga kerja terlihat adanya penurunan penawaran tenaga kerja di Jawa dan Pulau Lain, masing-masing sebesar 0.37 dan 0.41 persen. Kondisi ini disebabkan adanya peningkatan migrasi internasional dan penurunan migrasi masuk, sehingga diperkirakan terjadi penurunan pengangguran di kedua pulau tersebut.

Ditinjau dari sisi perkembangan indikator makroekonomi Indonesia, terlihat adanya peningkatan konsumsi rumah tangga pada setiap pulau, kecuali

(4)

Jawa dan Pulau Lain. Hal ini berkaitan dengan jumlah migran masuk ke setiap pulau tersebut. Oleh karena jumlah migran masuk menurun, maka pendapatan migran internal yang digunakan untuk konsumsi rumah tangga juga menurun. Perkembangan investasi pada setiap pulau menunjukkan pada periode tersebut akan terjadi peningkatan investasi di Jawa, Sumatera dan Kalimantan masing-masing 0.46, 10.48 dan 0.92 persen pertahun. Sebaliknya terjadi penurunan investasi di Sulawesi dan Pulau Lain. Kondisi ini merupakan dampak dari peningkatan upah pada kedua pulau tersebut.

Perkembangan konsumsi dan investasi secara langsung akan memberi dampak pada perkembangan produk domestik regional bruto pada masing-masing pulau. Tabel 72 memperlihatkan adanya peningkatan produk domestik regional bruto pada setiap pulau, kecuali di Pulau Jawa. Kondisi ini terjadi karena persentase penurunan konsumsi rumah tangga di Jawa (-6.34 persen) jauh lebih besar dari persentase peningkatan investasi di pulau tersebut yaitu 0.46 persen.

Beberapa simulasi kebijakan pada periode peramalan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah:

1. Untuk mencapai tujuan kebijakan migrasi internal dilakukan simulasi peningkatan upah minimum regional, peningkatan infrastruktur, dan penurunan suku bunga.

2. Untuk mencapai tujuan kebijakan migrasi internasional dilakukan simulasi depresiasi nilai tukar rupiah.

3. Untuk mencapai tujuan kebijakan migrasi internal dan internasional dilakukan kombinasi simulasi penurunan suku bunga dan nilai tukar, serta kombinasi simulasi peningkatan infrastruktur, penurunan suku bunga dan depresiasi nilai tukar.

(5)

Tabel 72. Hasil Peramalan Variabel Endogen Tanpa Alternatif Kebijakan (Nilai Dasar) Tahun 2009-2012

No. Variabel

Endogen

Nama Variabel Satuan 2009 2010 2011 2012 Rata-rata

per Tahun 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. MIGSJ MIGKJ MIGSLJ MIGPJ MIGINJ MIGINS MIGINK MIGINSL MIGINP MIGJS MIGJK MIGJSL MIGJP MIGOUTJ MIGOUTS MIGOUTK MIGOUTSL MIGOUTP MIGJM MIGJAS MIGJSP MIGJH MIGEXJ MIGSM MIGSAS MIGSSP MIGSH MIGEXS MIGKM MIGKAS Migran Sumatera-Jawa Migran Kalimantan-Jawa Migran Sulawesi-Jawa Migran P.Lain -Jawa Migran Masuk ke Jawa Migran Masuk ke Sumatera Migran Masuk ke Kalimantan Migran Masuk ke Sulawesi Migran Masuk ke P.Lain Migran Jawa-Sumatera Migran Jawa-Kalimantan Migran Jawa-Sulawesi Migran Jawa-P.Lain Migran keluar Jawa Migran keluar Sumatera Migran keluar Kalimantan Migran keluar Sulawesi Migran keluar P.Lain Migran Jawa-Malaysia Migran Jawa-Arab Saudi Migran Jawa-Singapura Migran Jawa-Hongkong Migran Internasional Jawa Migran Sumatera-Malaysia Migran Sumatera-Arab Saudi Migran Sumatera-Singapura Migran Sumatera-Hongkong Migran Internasional Sumatera Migran Kalimantan-Malaysia Migran Kalimantan-Arab Saudi

Orang Orang Orang Orang Orang Orang Orang Orang Orang Orang Orang Orang Orang Orang Orang Orang Orang Orang Orang Orang Orang Orang Orang Orang Orang Orang Orang Orang Orang Orang 1700342.96 274809.43 208626.71 239193.72 2422972.82 4368659.09 1927858.21 737970.17 770659.00 4106102.67 1347739.74 387527.43 482297.16 6323666.99 1872134.79 360734.75 918982.10 745173.93 198027.92 313552.04 4702.45 6293.04 522575.45 63444.67 220.58 6217.26 3697.07 73579.58 98625.97 710.39 1699339.13 277235.58 206096.97 233157.72 2415829.40 4571301.75 1937289.49 765277.88 646502.97 4305473.40 1340184.87 403806.10 364687.80 6414152.18 1875606.95 362776.37 919725.98 762774.20 253773.24 369075.58 3457.16 6513.56 632819.55 73297.39 246.58 8558.30 4041.18 86143.45 104367.12 748.61 1702948.13 280365.90 204404.60 227949.85 2415668.48 4516996.70 1947220.00 779896.96 579744.27 4247708.66 1333670.26 408251.56 306019.55 6295650.02 1883432.56 365355.25 921017.77 781295.62 263766.74 373936.9 3401.50 7448.13 648553.32 82046.10 263.92 11550.35 4866.33 98726.70 113041.60 783.69 1711367.92 283987.75 203335.31 223390.66 2422081.63 4499228.50 1958081.87 792798.38 541193.98 4226349.19 1328467.54 411607.52 271665.49 6238089.70 1895881.62 369997.2 931263.27 792212.60 278924.91 395758.91 3872.27 8347.28 686903.36 89275.86 270.748 14695.56 5518.18 109760.35 123127.96 835.18 1703499.54 279099.67 205615.90 230922.99 2419138.08 4489046.51 1942612.39 768985.85 634525.06 4221408.48 1337515.60 402798.15 356167.50 6317889.73 1881763.98 364715.89 922747.28 770364.00 248623.20 363080.87 3858.35 7150.50 622712.92 77016.01 250.46 10255.37 4530.69 92052.52 109790.66 769.47

(6)

Tabel 72. Lanjutan No. Variabel

Endogen

Nama Variabel Satuan 2009 2010 2011 2012 Rata-rata per

Tahun 31. 32. 33. 34. 35. 36. 37. 38. 39. 40. 41. 42. 43. 44. 45. 46. 47. 48. 49. 50. 51. 52. 53. 54. 55. 56. 57. 58. 59. 60. MIGKSP MIGKH MIGEXK MIGSLM MIGSLAS MIGSLSP MIGSLH MIGEXSL MIGPM MIGPAS MIGPSP MIGPH MIGEXP DTKJ DTKS DTKK DTKSL DTKP STKJ STKS STKK STKSL STKP UJ US UK USL UP WJ WS Migran Kalimantan-Singapura Migran Kalimantan-Hongkong Migran Internasional Kalimantan Migran Sulawesi-Malaysia Migran Sulawesi-Arab Saudi Migran Sulawesi-Singapura Migran Sulawesi-Hongkong Migran Internasional Sulawesi Migran P.Lain-Malaysia Migran P.Lain -Arab Saudi Migran P.Lain -Singapura Migran P.Lain -Hongkong Migran Internasional P.Lain Permintaan TK di Jawa Permintaan TK di Sumatera Permintaan TK di Kalimantan Permintaan TK di Sulawesi Permintaan TK di P.Lain Penawaran TK di Jawa Penawaran TK di Sumatera Penawaran TK di Kalimantan Penawaran TK di Sulawesi Penawaran TK di P.Lain Pengangguran di Jawa Pengangguran di Sumatera Pengangguran di Kalimantan Pengangguran di Sulawesi Pengangguran di P.Lain Upah di Jawa Upah di Sumatera Orang Orang Orang Orang Orang Orang Orang Orang Orang Orang Orang Orang Orang Orang Orang Orang Orang Orang Orang Orang Orang Orang Orang Orang Orang Orang Orang Orang Rp/bulan Rp/bulan 3283.39 6826.73 109446.48 1142.94 158.29 107.76 103.27 1512.26 35488.23 11139.84 2952.65 3727.03 53307.74 59633681.24 20555767.68 5755089.05 6683802.27 7519626.91 64769227.58 23259494.9 6234537.02 7630792.91 8540299.3 5135546.33 2703727.22 479447.96 946990.65 1020672.4 560976.08 500806.87 2299.44 8029.72 115444.89 1210.96 163.34 131.95 115.76 1622.01 37087.69 13449.36 3214.05 3635.36 57386.46 60402905.38 20623177.69 5782431.04 7104730.65 7615850.13 63720071.95 23717979.63 6338488.02 7799711.86 8406529.24 3317166.57 3094801.94 556056.97 694981.22 790679.11 609248.86 504473.42 2257.67 9928.13 126011.09 1298.00 168.15 158.27 133.16 1757.58 37766.95 13836.85 3479.14 3999.03 59081.96 61288614.08 20730128.07 5809063.80 7211747.92 7721124.59 63522145.90 24116902.37 6429155.82 7938369.62 8377733.65 2233531.82 3386774.30 620092.02 726621.69 656609.06 645742.46 498819.71 2788.20 11578.55 138329.89 1394.15 176.34 184.89 148.24 1903.62 38437.92 14058.28 3800.03 4358.11 60654.30 62210749.68 20879281.88 5835902.83 7284243.82 7826620.43 63814229.84 24421391.78 6510480.00 8070166.91 8401964.34 1603480.17 3542109.89 674577.17 785923.09 575343.91 675627.08 492844.26 2657.18 9090.78 122308.09 1261.51 166.53 145.72 125.11 1698.87 37195.20 13121.08 3361.47 3929.88 57607.63 60883987.60 20697088.83 5795621.68 7071131.17 7670805.52 63956418.82 23878942.17 6378165.22 7859760.33 8431631.63 3072431.22 3181853.34 582543.53 788629.16 760826.12 622898.62 499236.07

(7)

Tabel 72. Lanjutan No. Variabel

Endogen

Nama Variabel Satuan 2009 2010 2011 2012 Rata-rata

per Tahun 61. 62. 63. 64. 65. 66. 67. 68. 69. 70. 71. 72. 73. 74. 75. 76. 77. 78. 79. 80. 81. 82. 83. 84. 85. 86. 87. 88. WK WSL WP GRDPJ GRDPS GRDPK GRDPSL GRDPP DICJ DICS DICK DICSL DICP CONJ CONS CONK CONSL CONP INVJ INVS INVK INVSL INVP DEVJ2 DEVS2 DEVK2 DEVSL2 DEVP2 Upah di Kalimantan Upah di Sulawesi Upah di P.Lain GRDP di Jawa GRDP di Sumatera GRDP di Kalimantan GRDP di Sulawesi GRDP di P.Lain

Pendapatan Disposibel Jawa Pendapatan Disposibel Sumatera Pendapatan Disposibel Kalimantan Pendapatan Disposibel Sulawesi Pendapatan Disposibel P.Lain Konsumsi RT di Jawa Konsumsi RT di Sumatera Konsumsi RT di Kalimantan Konsumsi RT osibel di Sulawesi Konsumsi RT di P.Lain

Total Investasi di Jawa Total Investasi di Sumatera Total Investasi di Kalimantan Total Investasi di Sulawesi Total Investasi di P.Lain

Devisa TK Migran Internasional asal Jawa Devisa TK Migran Internasional asal Sumatera Devisa TK Migran Internasional asal Kalimantan Devisa TK Migran Internasional asal Sulawesi Devisa TK Migran Internasional asal P.Lain

Rp/bulan Rp/bulan Rp/bulan Milyar Rupiah Milyar Rupiah Milyar Rupiah Milyar Rupiah Milyar Rupiah Milyar Rupiah Milyar Rupiah Milyar Rupiah Milyar Rupiah Milyar Rupiah Milyar Rupiah Milyar Rupiah Milyar Rupiah Milyar Rupiah Milyar Rupiah Milyar Rupiah Milyar Rupiah Milyar Rupiah Milyar Rupiah Milyar Rupiah Milyar Rupiah Milyar Rupiah Milyar Rupiah Milyar Rupiah Milyar Rupiah 619225.52 550554.12 838824.65 623660.61 386087.57 184302.77 134099.32 194644.91 616409.20 384723.27 183905.30 133777.54 193815.80 484827.87 229077.71 78180.31 77107.83 96846.03 97634.81 21952.61 13604.53 41110.40 64778.91 11152963.66 1336960.42 2213680.01 35461.11 1601626.31 645784.64 562736.76 853957.08 469657.85 428767.55 192162.43 162059.57 206955.57 462091.81 427357.51 191747.93 161723.26 206088.72 330221.05 267925.09 83782.4 122527.82 102275.46 95277.28 22527.29 13697.44 23284.49 69298.09 12396592.29 1720784.46 2317575.36 37219.76 1820406.82 664910.70 573256.85 871617.30 509930.20 468896.25 198932.47 183857.61 200399.70 502052.16 467437.77 198501.02 183507.09 199495.05 357664.02 298650.95 87358.1 144844.18 98778.81 96862.28 27743.67 13879.29 22280.66 66007.9 13222895.29 1813988.75 2426280.75 39041.82 2003376.33 684483.91 584963.02 892284.31 531059.15 506519.65 205770.30 199436.09 195581.91 522870.55 505010.78 205321.96 199071.59 194639.43 373083.74 326224.31 90517.35 161269.64 95271.63 99461.15 33129.13 14113.08 20878.6 63058.8 13965653.34 1927812.28 2536831.68 40889.57 2161772.47 653601.19 567877.69 864170.84 533576.95 447567.76 195291.99 169863.15 199395.52 525855.93 446132.33 194869.05 169519.87 198509.75 386449.17 280469.52 84959.54 126437.37 98292.98 97308.88 26338.18 13823.59 26888.54 65785.93 12684526.15 1699886.478 2373591.95 38153.07 1896795.48

(8)

7.2.1. Simulasi Peningkatan Upah Minimum Regional di Jawa 10 Persen dan Upah Minimum Regional di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Pulau Lain 15 Persen

Komponen pokok hubungan buruh dengan majikan adalah pengupahan, tetapi pemerintah juga berperan dalam membatasi upah tersebut melalui beberapa peraturan pemerintah. Penetapan upah minimum regional yang berkisar pada kebutuhan hidup minimum buruh telah ditetapkan pemerintah sejak tahun 1989. Sebagai jaring pengaman, upah minimum regional setiap tahun ditinjau besarannya. Sejak tahun 1989 upah minimum regional selalu didasarkan pada pemenuhan Kebutuhan Fisik Minimum (KFM) dan mulai tahun 1995 diarahkan pada pemenuhan Kebutuhan Hidup Minimum (KHM) dengan alasan sudah mengacu pada indeks harga konsumen, perluasan kesempatan kerja, kelangsungan perusahaan serta tingkat perkembangan ekonomi. Namun kenyataannya upah masih berada jauh dibawah biaya hidup seorang buruh lajang (Khakim, 2006).

Jika dilihat dari sisi pengusaha, kenaikan ini ditanggapi negatif karena akan meningkatkan biaya produksi akibat kenaikan upah buruh. Kenaikan biaya produksi ini akan menjadi beban konsumen yang harus ditanggung dalam bentuk kenaikan harga. Dorongan kenaikan harga-harga ini akan meningkatkan inflasi dari sisi penawaran.

Analisis statistik yang dilakukan oleh SMERU (2001) menunjukkan bahwa kenaikan upah minimum telah meningkatkan upah pekerja kasar. Adanya hubungan positif antara tingkat upah minimum dan tingkat upah juga ditemukan pada berbagai kelompok pekerja lainnya, misalnya pekerja perempuan, muda usia, dan berpendidikan rendah. Berbeda dengan dampak terhadap upah, hasil analisis statistik menunjukkan kenaikan upah minimum berdampak negatif terhadap penyerapan tenaga kerja di sektor formal, dan berdampak positif terhadap

(9)

peningkatan penawaran tenaga kerja. Penawaran tenaga kerja ini semakin meningkat akibat tingginya arus migrasi ke wilayah dengan tingkat upah yang tinggi.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka dalam simulasi ini dibedakan proporsi peningkatan upah minimum antara wilayah yang tingkat kepadatan penduduknya tinggi (Jawa) dengan wilayah yang tingkat kepadatan penduduknya rendah (luar Jawa). Secara umum simulasi peramalan kebijakan migrasi internal melalui peningkatan upah minimum regional (Tabel 73) menunjukkan kebijakan tersebut hanya mampu mengatasi masalah distribusi penduduk melalui penurunan jumlah migran masuk ke Jawa sebesar 0.60 persen. Kebijakan ini tidak berhasil meningkatkan jumlah migran keluar Jawa, hal ini disebabkan oleh tingginya persentase peningkatan upah di pulau tersebut yaitu 9.19 persen. Oleh karena itu dapat dinyatakan bahwa tingginya upah di luar Jawa bukan merupakan faktor utama yang mendorong migran asal Jawa untuk migrasi, tetapi ada faktor lain seperti adanya kesempatan kerja di luar Jawa. Oleh karena kebijakan ini menyebabkan penurunan kesempatan kerja yang cukup tinggi di wilayah luar Jawa, maka kondisi ini menghambat keinginan penduduk dari Jawa untuk migrasi ke luar Jawa.

Selanjutnya kebijakan peningkatan upah minimum juga berdampak pada peningkatan jumlah tenaga kerja migran internasional asal Jawa, Sumatera dan Pulau Lain untuk bekerja ke luar negeri. Kondisi ini terjadi karena kebijakan tersebut menyebabkan peningkatan pengangguran akibat turunnya kesempatan kerja di dalam negeri dan penurunan produk domestik regional bruto pada pulau-pulau tersebut.

(10)

Ditinjau dari sisi pasar kerja, kebijakan ini berdampak pada peningkatan upah setiap pulau kecuali upah di Sumatera. Peningkatan upah tertinggi terjadi di Pulau Lain yaitu 10.46 persen. Peningkatan upah ini berdampak pada peningkatan penawaran dan penurunan permintaan tenaga kerja, sehingga diperkirakan terjadi peningkatan pengangguran pada setiap pulau. Oleh karena itu kebijakan peningkatan upah minimum regional ini tidak berhasil mengatasi masalah pasar kerja.

Tabel 73. Hasil Simulasi Peningkatan Upah Minimum Regional di Jawa 10 Persen dan Upah Minimum Regional di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Pulau Lain 15 Persen (Simulasi 1)

Perubahan Variabel

Endogen

Nama Variabel Nilai Dasar

Nilai

Simulasi Unit Persen MIGSJ MIGKJ MIGSLJ MIGPJ MIGINJ MIGINS MIGINK MIGINSL MIGINP MIGJS MIGJK MIGJSL MIGJP MIGOUTJ MIGOUTS MIGOUTK MIGOUTSL MIGOUTP MIGJM MIGJAS MIGJSP MIGJH MIGEXJ MIGSM MIGSAS MIGSSP MIGSH MIGEXS MIGKM MIGKAS MIGKSP MIGKH MIGEXK MIGSLM MIGSLAS MIGSLSP MIGSLH MIGEXSL MIGPM Migran Sumatera-Jawa Migran Kalimantan-Jawa Migran Sulawesi-Jawa Migran P.Lain -Jawa Migran Masuk ke Jawa Migran Masuk ke Sumatera Migran Masuk ke Kalimantan Migran Masuk ke Sulawesi Migran Masuk ke P.Lain Migran Jawa-Sumatera Migran Jawa-Kalimantan Migran Jawa-Sulawesi Migran Jawa-P.Lain Migran keluar Jawa Migran keluar Sumatera Migran keluar Kalimantan Migran keluar Sulawesi Migran keluar P.Lain Migran Jawa-Malaysia Migran Jawa-Arab Saudi Migran Jawa-Singapura Migran Jawa-Hongkong Migran Internasional Jawa Migran Sumatera-Malaysia Migran Sumatera-Arab Saudi Migran Sumatera-Singapura Migran Sumatera-Hongkong Migran Internasional Sumatera Migran Kalimantan-Malaysia Migran Kalimantan-Arab Saudi Migran Kalimantan-Singapura Migran Kalimantan-Hongkong Migran Internasional Kalimantan Migran Sulawesi-Malaysia Migran Sulawesi-Arab Saudi Migran Sulawesi-Singapura Migran Sulawesi-Hongkong Migran Internasional Sulawesi Migran P.Lain-Malaysia 1703499.54 279099.67 205615.90 230922.99 2419138.08 4489046.51 1942612.39 768985.85 634525.06 4221408.48 1337515.60 402798.15 356167.50 6317889.73 1881763.98 364715.89 922747.28 770364.09 248623.20 363080.87 3858.35 7150.50 622712.92 77016.01 250.46 10255.37 4530.69 92052.52 109790.66 769.47 2657.18 9090.78 122308.09 1261.51 166.53 145.72 125.11 1698.87 37195.20 1703508.03 278493.49 202341.32 220092.04 2404434.87 4496508.91 1933861.85 768531.41 634937.40 4228870.87 1328765.06 402343.71 356579.85 6316559.49 1881772.48 364109.71 919472.70 759533.14 249922.63 364859.90 3887.87 7164.44 625834.84 77032.27 250.57 10256.34 4530.06 92069.23 100758.49 775.37 2724.71 8949.08 113207.65 1165.26 167.81 108.05 125.29 1566.41 38647.19 8.49 -606.18 -3274.58 -10830.95 -14703.21 7462.40 -8750.54 -454.44 412.35 7462.39 -8750.54 -454.45 412.34 -1330.24 8.50 -606.18 -3274.58 -10830.95 1299.43 1779.03 29.52 13.94 3121.92 16.26 0.11 0.97 -0.63 16.71 -9032.18 5.90 67.53 -141.70 -9100.44 -96.25 1.28 -37.66 0.18 -132.46 1451.99 0.0005 -0.2172 -1.5926 -4.6903 -0.6078 0.1662 -0.4505 -0.0591 0.0650 0.1768 -0.6542 -0.1128 0.1158 -0.0211 0.0005 -0.1662 -0.3549 -1.4060 0.5227 0.4900 0.7652 0.1949 0.5013 0.0211 0.0438 0.0095 -0.0140 0.0181 -8.2267 0.7670 2.5415 -1.5587 -7.4406 -7.6297 0.7661 -25.8476 0.1421 -7.7971 3.9037

(11)

Tabel 73. Lanjutan

Perubahan Variabel

Endogen

Nama Variabel Nilai Dasar

Nilai

Simulasi Unit Persen MIGPAS MIGPSP MIGPH MIGEXP DTKJ DTKS DTKK DTKSL DTKP STKJ STKS STKK STKSL STKP UJ US UK USL UP WJ WS WK WSL WP GRDPJ GRDPS GRDPK GRDPSL GRDPP DICJ DICS DICK DICSL DICP CONJ CONS CONK CONSL CONP INVJ INVS INVK INVSL INVP DEVJ2 DEVS2 DEVK2 DEVSL2 DEVP2

Migran P.Lain -Arab Saudi Migran P.Lain -Singapura Migran P.Lain -Hongkong Migran Internasional P.Lain Permintaan TK di Jawa Permintaan TK di Sumatera Permintaan TK di Kalimantan Permintaan TK di Sulawesi Permintaan TK di P.Lain Penawaran TK di Jawa Penawaran TK di Sumatera Penawaran TK di Kalimantan Penawaran TK di Sulawesi Penawaran TK di P.Lain Pengangguran di Jawa Pengangguran di Sumatera Pengangguran di Kalimantan Pengangguran di Sulawesi Pengangguran di P.Lain Upah di Jawa Upah di Sumatera Upah di Kalimantan Upah di Sulawesi Upah di P.Lain GRDP di Jawa GRDP di Sumatera GRDP di Kalimantan GRDP di Sulawesi GRDP di P.Lain

Pendapatan Disposibel Jawa Pendapatan Disposibel Sumatera Pendapatan Disposibel Kalimantan Pendapatan Disposibel Sulawesi Pendapatan Disposibel P.Lain Konsumsi RT di Jawa Konsumsi RT di Sumatera Konsumsi RT di Kalimantan Konsumsi RT osibel di Sulawesi Konsumsi RT di P.Lain Total Investasi di Jawa Total Investasi di Sumatera Total Investasi di Kalimantan Total Investasi di Sulawesi Total Investasi di P.Lain Devisa Migran Internasional asal Jawa Devisa Migran Internasional asal Sumatera Devisa Migran Internasional asal Kalimantan Devisa Migran Internasional asal Sulawesi Devisa Migran Internasional asal P. Lain

13121.08 3361.47 3929.88 57607.63 60883987.60 20697088.83 5795621.68 7071131.17 7670805.52 63956418.82 23878942.17 6378165.22 7859760.33 8431631.63 3072431.22 3181853.34 582543.53 788629.16 760826.12 622898.62 499236.07 653601.19 567877.69 864170.84 533576.95 447567.76 195291.99 169863.15 199395.52 525855.93 446132.33 194869.05 169519.87 198509.75 386449.17 280469.52 84959.54 126437.37 98292.98 97308.88 26338.18 13823.59 26888.54 65785.93 12684526.15 1699886.48 2373591.95 38153.07 1896795.48 13884.34 2039.84 3847.30 58418.66 60883480.37 20697144.02 5794096.62 7059241.28 7654429.11 63991168.92 23880333.76 6411617.05 7895437.54 8551714.00 3107688.55 3183189.74 617520.44 836196.26 897284.90 680145.29 499215.93 687751.82 607816.41 954553.03 528093.16 447617.81 195090.99 168492.12 184424.85 520372.14 446182.39 194668.05 168148.84 183539.08 383012.46 280516.66 84868.81 125775.47 97347.54 95261.81 26341.09 13713.32 26179.41 51760.71 12700035.68 1699962.73 2364008.87 37827.76 1896994.07 763.25 -1321.63 -82.58 811.04 -507.23 55.19 -1525.06 -11889.88 -16376.41 34750.10 1391.59 33451.84 35677.21 120082.37 35257.33 1336.40 34976.91 47567.10 136458.78 57246.67 -20.14 34150.62 39938.72 90382.19 -5483.79 50.05 -201.00 -1371.03 -14970.67 -5483.79 50.05 -201.00 -1371.03 -14970.67 -3436.71 47.14 -90.73 -661.90 -945.45 -2047.08 2.91 -110.26 -709.13 -14025.22 15509.54 76.25 -9583.08 -325.30 198.58 5.8170 -39.3169 -2.1015 1.4079 -0.0008 0.0003 -0.0263 -0.1681 -0.2135 0.0543 0.0058 0.5245 0.4539 1.4242 1.1475 0.0420 6.0042 6.0316 17.9356 9.1904 -0.0040 5.2250 7.0330 10.4588 -1.0277 0.0112 -0.1029 -0.8071 -7.5080 -1.0428 0.0112 -0.1031 -0.8088 -7.5415 -0.8893 0.0168 -0.1068 -0.5235 -0.9619 -2.1037 0.0111 -0.7976 -2.6373 -21.3195 0.1223 0.0045 -0.4037 -0.8526 0.0105

Hasil simulasi peramalan kebijakan ini juga memberi dampak negatif terhadap perkembangan perekonomian masing-masing pulau. Kondisi ini terlihat dari menurunnya konsumsi dan investasi pada setiap pulau, dimana penurunan

(12)

investasi terbesar terjadi di Pulau Lain sebesar 21.32 persen. Hal ini merupakan akibat dari tingginya peningkatan upah di pulau tersebut.

Penyediaan kesempatan kerja untuk menyerap besarnya jumlah pencari kerja sangat ditentukan oleh besarnya investasi yang terjadi di dalam negeri baik oleh swasta domestik (PMDN) atau swasta asing (PMA). Oleh karena itu penurunan investasi tersebut juga berdampak pada penurunan permintaan tenaga kerja, dimana penurunan terbesar juga terjadi di Pulau Lain. Penurunan investasi secara langsung berdampak pada penurunan produk domestik regional bruto setiap pulau, sehingga konsumsi rumah tangga masyarakat setiap pulau tersebut juga menurun.

Hasil simulasi peramalan peningkatan upah minimum regional juga memperkirakan bahwa peningkatan upah minimum regional berdampak pada penurunan upah dan peningkatan permintaan tenaga kerja di pulau Sumatera. Kondisi ini terjadi karena respon penawaran tenaga kerja terhadap upah di Sumatera lebih tinggi dibanding pulau-pulau lain. Ketika upah minimum regional di Sumatera meningkat maka upah di pulau tersebut juga meningkat, tetapi peningkatan tersebut direspon oleh peningkatan penawaran tenaga kerja sebesar 0.06 persen, akibatnya peningkatan pengangguran tidak dapat dihindari. Peningkatan pengangguran ini memberi dampak pada penurunan upah, dan akhirnya juga berdampak pada peningkatan permintaan tenaga kerja.

Dampak kebijakan ini terhadap kondisi perekonomian di Sumatera adalah (1) peningkatan devisa akibat peningkatan migran internasional, (2) peningkatan konsumsi akibat peningkatan devisa, (3) peningkatan investasi akibat penurunan upah, dan (4) peningkatan produk domestik regional bruto.

(13)

7.2.2. Simulasi Depresiasi Nilai Tukar Rupiah 5 Persen

Kompleksitas sistem pembayaran dalam perdagangan internasional semakin bertambah tinggi dalam kondisi perekonomian global seperti yang berkembang akhir-akhir ini. Hal tersebut terjadi akibat semakin besarnya volume dan keanekaragaman barang dan jasa yang akan diperdagangkan di negara lain. Oleh karena itu upaya untuk meraih manfaat dari globalisasi ekonomi harus didahului untuk menentukan nilai tukar atau kurs valuta asing pada tingkat yang menguntungkan. Penentuan nilai tukar rupiah menjadi pertimbangan penting bagi negara yang terlibat dalam perdagangan internasional karena nilai tukar berpengaruh besar terhadap biaya dan manfaat dalam perdagangan internasional.

Ada beberapa determinan yang berpotensi mempengaruhi gelombang fluktuasi nilai tukar rupiah. Beberapa determinan itu adalah faktor sentimen pasar, likuiditas (aliran dana), fundamental ekonomi, serta faktor penentu mikro lainnya. Namun, dari semua faktor determinan tersebut, pada dasarnya bisa disinergikan dalam satu faktor penentu, yakni kecukupan pasokan (supply and demand) dari mata uang asing. Manakala mata uang asing menjadi langka, maka nilainya akan cenderung terapresiasi terhadap rupiah. Sebaliknya, jika keberadaannya melimpah maka nilainya terdepresiasi terhadap rupiah (Isnowati, 2002).

Depresiasi nilai tukar menguntungkan bagi eksportir karena harga barang dan jasa ekspor menjadi meningkat. Oleh karena tenaga kerja migran internasional Indonesia menjual jasanya ke luar negeri, maka depresiasi nilai tukar akan menguntungkan bagi mereka. Hal ini dikarenakan upah yang mereka terima dalam bentuk mata uang asing. Oleh karena itu kebijakan nilai tukar sangat berperan bagi penduduk yang ingin menjadi tenaga kerja migran di luar negeri.

(14)

Simulasi peramalan kebijakan migrasi internasional melalui depresiasi nilai tukar rupiah terhadap nilai tukar Amerika, Hongkong, Singapura dan Malaysia dilakukan berdasarkan kondisi nilai tukar pada periode historis, dimana pada periode tersebut nilai tukar rupiah terdepresiasi sebesar 5 persen (Tabel 74). Hasil simulasi peramalan kebijakan ini berdampak pada peningkatan jumlah tenaga kerja migran internasional setiap pulau untuk bekerja ke luar negeri, dan negara tujuan utama yang diinginkan oleh tenaga kerja migran setiap pulau adalah Malaysia. Kondisi ini disebabkan oleh terbukanya peluang kerja secara luas di negara ini. Terutama sejak dilaksanakan Dasar Ekonomi Baru (DEB) yang dipandang cukup berhasil mengangkat Malaysia sebagai salah satu negara industri baru (NICs) di wilayah Asia Tenggara. Kemudian faktor kesamaan budaya serta jarak yang relatif dekat, juga menjadikan Malaysia lebih menarik bagi penduduk Indonesia untuk mencari nafkah.

Faktor-faktor tersebut membuka peluang bagi tenaga kerja migran Indonesia untuk migrasi ke Malaysia tanpa proses keimigrasian yang sah. Selain itu, untuk masuk secara ilegal ke Malaysia juga lebih mudah dan murah, karena umumnya tenaga kerja migran Indonesia sama-sama suku Melayu, dan banyaknya warga Indonesia yang sudah lama bekerja, bahkan menetap di negara tersebut yang dapat dijadikan sebagai tempat tinggal sementara bagi tenaga kerja migran ilegal.

Diperkirakan juga bahwa pada periode tersebut persentase peningkatan jumlah tenaga kerja migran internasional terbanyak berasal dari Kalimantan yaitu 7.19 persen. Tetapi jika dilihat dari perubahan jumlahnya maka Jawa merupakan daerah pengirim tenaga kerja migran internasional terbesar.

(15)

Dampak simulasi peramalan kebijakan ini terhadap perekonomian pada setiap pulau terlihat dari peningkatan devisa yang diperoleh dari peningkatan jumlah tenaga kerja migran internasional. Peningkatan devisa akan memberi dampak pada peningkatan konsumsi. Hasil simulasi kebijakan yang diperlihatkan pada Tabel 74 menunjukkan adanya peningkatan konsumsi pada setiap pulau kecuali Kalimantan. Hal yang sama juga terjadi pada investasi swasta yaitu adanya peningkatan investasi pada setiap pulau, kecuali Kalimantan. Kondisi ini diperkirakan akibat penurunan produk domestik regional bruto di pulau tersebut.

Tabel 74. Hasil Simulasi Depresiasi Nilai Tukar 5 Persen (Simulasi 2)

Perubahan Variabel

Endogen

Nama Variabel Nilai Dasar

Nilai

Simulasi Unit Persen MIGSJ MIGKJ MIGSLJ MIGPJ MIGINJ MIGINS MIGINK MIGINSL MIGINP MIGJS MIGJK MIGJSL MIGJP MIGOUTJ MIGOUTS MIGOUTK MIGOUTSL MIGOUTP MIGJM MIGJAS MIGJSP MIGJH MIGEXJ MIGSM MIGSAS MIGSSP MIGSH MIGEXS MIGKM MIGKAS MIGKSP MIGKH MIGEXK MIGSLM MIGSLAS MIGSLSP MIGSLH MIGEXSL MIGPM Migran Sumatera-Jawa Migran Kalimantan-Jawa Migran Sulawesi-Jawa Migran P.Lain -Jawa Migran Masuk ke Jawa Migran Masuk ke Sumatera Migran Masuk ke Kalimantan Migran Masuk ke Sulawesi Migran Masuk ke P.Lain Migran Jawa-Sumatera Migran Jawa-Kalimantan Migran Jawa-Sulawesi Migran Jawa-P.Lain Migran keluar Jawa Migran keluar Sumatera Migran keluar Kalimantan Migran keluar Sulawesi Migran keluar P.Lain Migran Jawa-Malaysia Migran Jawa-Arab Saudi Migran Jawa-Singapura Migran Jawa-Hongkong Migran Internasional Jawa Migran Sumatera-Malaysia Migran Sumatera-Arab Saudi Migran Sumatera-Singapura Migran Sumatera-Hongkong Migran Internasional Sumatera Migran Kalimantan-Malaysia Migran Kalimantan-Arab Saudi Migran Kalimantan-Singapura Migran Kalimantan-Hongkong Migran Internasional Kalimantan Migran Sulawesi-Malaysia Migran Sulawesi-Arab Saudi Migran Sulawesi-Singapura Migran Sulawesi-Hongkong Migran Internasional Sulawesi Migran P.Lain-Malaysia 1703499.54 279099.67 205615.90 230922.99 2419138.08 4489046.51 1942612.39 768985.85 634525.06 4221408.48 1337515.60 402798.15 356167.50 6317889.73 1881763.98 364715.89 922747.28 770364.09 248623.20 363080.87 3858.35 7150.50 622712.92 77016.01 250.46 10255.37 4530.69 92052.52 109790.66 769.47 2657.18 9090.78 122308.09 1261.51 166.53 145.72 125.11 1698.87 37195.20 1701275.74 279092.70 205596.17 230904.88 2416869.48 4494321.12 1942564.88 769764.32 633056.27 4226683.08 1337468.09 403576.62 354698.71 6322426.51 1879540.19 364708.92 922727.55 770345.98 259140.30 371409.57 4046.76 7592.27 642188.89 80221.65 248.38 11017.88 4958.56 96446.46 116620.88 791.09 3998.17 9702.72 131112.86 1346.30 169.11 161.95 131.75 1809.11 37447.28 -2223.79 -6.97 -19.73 -18.11 -2268.60 5274.61 -47.51 778.47 -1468.79 5274.60 -47.51 778.46 -1468.79 4536.77 -2223.79 -6.98 -19.73 -18.11 10517.09 8328.70 188.41 441.77 19475.97 3205.64 -2.08 762.51 427.87 4393.94 6830.22 21.62 1340.99 611.93 8804.77 84.79 2.58 16.23 6.64 110.24 252.08 -0.1305 -0.0025 -0.0096 -0.0078 -0.0938 0.1175 -0.0024 0.1012 -0.2315 0.1249 -0.0036 0.1933 -0.4124 0.0718 -0.1182 -0.0019 -0.0021 -0.0024 4.2301 2.2939 4.8832 6.1782 3.1276 4.1623 -0.8304 7.4352 9.4438 4.7733 6.2211 2.8103 50.4668 6.7314 7.1988 6.7213 1.5482 11.1378 5.3092 6.4890 0.6777

(16)

Tabel 74. Lanjutan

Perubahan Variabel

Endogen

Nama Variabel Nilai Dasar

Nilai

Simulasi Unit Persen MIGPAS MIGPSP MIGPH MIGEXP DTKJ DTKS DTKK DTKSL DTKP STKJ STKS STKK STKSL STKP UJ US UK USL UP WJ WS WK WSL WP GRDPJ GRDPS GRDPK GRDPSL GRDPP DICJ DICS DICK DICSL DICP CONJ CONS CONK CONSL CONP INVJ INVS INVK INVSL INVP DEVJ2 DEVS2 DEVK2 DEVSL2 DEVP2

Migran P.Lain -Arab Saudi Migran P.Lain -Singapura Migran P.Lain -Hongkong Migran Internasional P.Lain Permintaan TK di Jawa Permintaan TK di Sumatera Permintaan TK di Kalimantan Permintaan TK di Sulawesi Permintaan TK di P.Lain Penawaran TK di Jawa Penawaran TK di Sumatera Penawaran TK di Kalimantan Penawaran TK di Sulawesi Penawaran TK di P.Lain Pengangguran di Jawa Pengangguran di Sumatera Pengangguran di Kalimantan Pengangguran di Sulawesi Pengangguran di P.Lain Upah di Jawa Upah di Sumatera Upah di Kalimantan Upah di Sulawesi Upah di P.Lain GRDP di Jawa GRDP di Sumatera GRDP di Kalimantan GRDP di Sulawesi GRDP di P.Lain

Pendapatan Disposibel Jawa Pendapatan Disposibel Sumatera Pendapatan Disposibel Kalimantan Pendapatan Disposibel Sulawesi Pendapatan Disposibel P.Lain Konsumsi RT di Jawa Konsumsi RT di Sumatera Konsumsi RT di Kalimantan Konsumsi RT osibel di Sulawesi Konsumsi RT di P.Lain Total Investasi di Jawa Total Investasi di Sumatera Total Investasi di Kalimantan Total Investasi di Sulawesi Total Investasi di P.Lain Devisa Migran Internasional asal Jawa Devisa Migran Internasional asal Sumatera Devisa Migran Internasional asal Kalimantan Devisa Migran Internasional asal Sulawesi Devisa Migran Internasional asal P. Lain

13121.08 3361.47 3929.88 57607.63 60883987.60 20697088.83 5795621.68 7071131.17 7670805.52 63956418.82 23878942.17 6378165.22 7859760.33 8431631.63 3072431.22 3181853.34 582543.53 788629.16 760826.12 622898.62 499236.07 653601.19 567877.69 864170.84 533576.95 447567.76 195291.99 169863.15 199395.52 525855.93 446132.33 194869.05 169519.87 198509.75 386449.17 280469.52 84959.54 126437.37 98292.98 97308.88 26338.18 13823.59 26888.54 65785.93 12684526.15 1699886.48 2373591.95 38153.07 1896795.48 13288.61 3720.13 4168.10 58624.12 60884489.60 20748742.45 5795608.06 7091338.39 7673929.11 63919871.94 23901672.66 6372498.55 7847867.79 8422961.34 3035382.34 3152930.21 576890.49 756529.40 749032.23 623279.28 503321.18 654018.31 568179.12 864353.11 539351.48 451569.03 195290.59 172157.67 202229.04 531630.45 450133.61 194867.65 171814.40 201343.27 390253.35 282237.42 84959.32 127473.20 98451.37 99279.23 28571.55 13822.40 28147.23 68461.06 12786782.71 1722438.60 2382863.67 38423.79 1897225.41 167.53 358.66 238.22 1016.50 502.00 51653.62 -13.62 20207.22 3123.59 -36546.88 22730.49 -5666.67 -11892.54 -8670.30 -37048.89 -28923.13 -5653.04 -32099.77 -11793.89 380.66 4085.12 417.12 301.43 182.27 5774.52 4001.28 -1.40 2294.52 2833.51 5774.52 4001.28 -1.40 2294.53 2833.52 3804.18 1767.90 -0.22 1035.83 158.39 1970.35 2233.38 -1.18 1258.69 2675.13 102256.57 22552.12 9271.72 270.72 429.92 1.2768 10.6698 6.0617 1.7645 0.0008 0.2496 -0.0002 0.2858 0.0407 -0.0571 0.0952 -0.0888 -0.1513 -0.1028 -1.2058 -0.9090 -0.9704 -4.0703 -1.5501 0.0611 0.8183 0.0638 0.0531 0.0211 1.0822 0.8940 -0.0007 1.3508 1.4211 1.0981 0.8969 -0.0007 1.3535 1.4274 0.9844 0.6303 -0.0003 0.8192 0.1611 2.0248 8.4796 -0.0086 4.6811 4.0664 0.8062 1.3267 0.3906 0.7096 0.0227

Ditinjau dari sisi pasar kerja, simulasi kebijakan ini berdampak pada peningkatan permintaan tenaga kerja kecuali Kalimantan dan penurunan penawaran tenaga kerja pada setiap pulau kecuali Sumatera, tetapi secara

(17)

keseluruhan kebijakan ini mampu mengatasi masalah pasar kerja yang terlihat dari menurunnya jumlah pengangguran pada setiap pulau.

Simulasi kebijakan ini juga mampu mengatasi masalah distribusi penduduk di Indonesia. Kondisi ini terlihat dari menurunnya jumlah migran masuk ke Jawa. Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh menurunnya jumlah migran asal Sumatera. Sebaliknya kebijakan ini juga mampu meningkatkan jumlah migran keluar dari Jawa. Daerah tujuan migran keluar dari Jawa adalah Pulau Sumatera dan Sulawesi.

7.2.3. Simulasi Penurunan Suku Bunga 2 Persen dan Depresiasi Nilai Tukar 5 Persen

Hasil simulasi peramalan kombinasi kebijakan migrasi internal dan internasional melalui penurunan suku bunga 2 persen dan depresiasi nilai tukar 5 persen diperlihatkan pada Tabel 75. Berdasarkan hasil simulasi tersebut terlihat kombinasi kebijakan ini memberi dampak pada peningkatan investasi pada setiap pulau. Jumlah investasi terbesar diperkirakan akan terjadi di Pulau Jawa yaitu 10535.55 milyar rupiah. Peningkatan investasi diperkirakan akan membuka peluang kerja pada masing-masing pulau, sehingga permintaan tenaga kerja pada setiap pulau juga meningkat. Ditinjau dari persentase perubahannya, Sumatera merupakan daerah yang paling tinggi membuka peluang kerja yaitu 0.62 persen. Kondisi ini menjadi faktor yang menghalangi migran asal Sumatera untuk migrasi ke pulau-pulau lain, khususnya ke Jawa.

Hasil simulasi peramalan yang diperlihatkan pada Tabel 75 menunjukkan pula bahwa turunnya jumlah migran keluar asal Sumatera, menurunkan pula jumlah migran yang akan masuk ke Pulau Jawa. Kondisi ini berarti sebagian

(18)

besar migran yang bermukim di pulau ini berasal dari Sumatera. Ditinjau dari jumlah migran keluar dari Jawa, ternyata kebijakan ini belum mampu mendorong migran asal pulau ini untuk migrasi ke pulau-pulau lain di Indonesia. Hal ini terlihat dari menurunnya jumlah migran keluar dari Jawa sebesar 0.17 persen. Oleh karena itu kebijakan ini mampu mengatasi masalah distribusi penduduk hanya dengan menurunkan jumlah migran masuk ke Jawa.

Kebijakan ini diperkirakan akan meningkatkan jumlah tenaga kerja migran internasional setiap pulau untuk bekerja di luar negeri. Persentase peningkatan jumlah migran internasional terbanyak berasal dari Kalimantan yaitu 6.48 persen. Diperkirakan juga bahwa negara tujuan utama migrasi internasional Indonesia adalah Malaysia. Khusus untuk tenaga kerja migran internasional asal Jawa, negara tujuan utama migrasi internasionalnya adalah Arab Saudi.

Ditinjau dari sisi pasar kerja, akibat meningkatnya jumlah migran internasional, maka diperkirakan akan terjadi penurunan penawaran tenaga kerja di Kalimantan, Sulawesi dan Pulau Lain. Seperti yang telah diuraikan sebelumnya, hasil simulasi ini juga memperkirakan akan terjadi peningkatan investasi di setiap pulau. Hal ini memberi dampak pada peningkatan kesempatan kerja di setiap pulau. Oleh karena persentase penambahan penawaran tenaga kerja lebih besar dari permintaan tenaga kerja di Jawa, maka peningkatan pengangguran di pulau ini tidak dapat dihindari. Kondisi sebaliknya terjadi di luar Jawa, dimana kebijakan ini diperkirakan mampu menurunkan jumlah pengangguran pada setiap pulau.

Hasil simulasi peramalan depresiasi nilai tukar dan penurunan suku bunga juga menunjukkan adanya peningkatan devisa (remittances) dari tenaga kerja migran internasional, peningkatan konsumsi rumah tangga dan peningkatan

(19)

investasi pada setiap pulau, sehingga produk domestik regional bruto masing-masing pulau juga meningkat.

Tabel 75. Simulasi Penurunan Suku Bunga 2 Persen dan Depresiasi Nilai Tukar 5 Persen (Simulasi 3)

Perubahan Variabel

Endogen

Nama Variabel Nilai Dasar

Nilai

Simulasi Unit Persen MIGSJ MIGKJ MIGSLJ MIGPJ MIGINJ MIGINS MIGINK MIGINSL MIGINP MIGJS MIGJK MIGJSL MIGJP MIGOUTJ MIGOUTS MIGOUTK MIGOUTSL MIGOUTP MIGJM MIGJAS MIGJSP MIGJH MIGEXJ MIGSM MIGSAS MIGSSP MIGSH MIGEXS MIGKM MIGKAS MIGKSP MIGKH MIGEXK MIGSLM MIGSLAS MIGSLSP MIGSLH MIGEXSL MIGPM MIGPAS MIGPSP MIGPH MIGEXP DTKJ DTKS DTKK DTKSL DTKP STKJ STKS STKK STKSL STKP Migran Sumatera-Jawa Migran Kalimantan-Jawa Migran Sulawesi-Jawa Migran P.Lain -Jawa Migran Masuk ke Jawa Migran Masuk ke Sumatera Migran Masuk ke Kalimantan Migran Masuk ke Sulawesi Migran Masuk ke P.Lain Migran Jawa-Sumatera Migran Jawa-Kalimantan Migran Jawa-Sulawesi Migran Jawa-P.Lain Migran keluar Jawa Migran keluar Sumatera Migran keluar Kalimantan Migran keluar Sulawesi Migran keluar P.Lain Migran Jawa-Malaysia Migran Jawa-Arab Saudi Migran Jawa-Singapura Migran Jawa-Hongkong Migran Internasional Jawa Migran Sumatera-Malaysia Migran Sumatera-Arab Saudi Migran Sumatera-Singapura Migran Sumatera-Hongkong Migran Internasional Sumatera Migran Kalimantan-Malaysia Migran Kalimantan-Arab Saudi Migran Kalimantan-Singapura Migran Kalimantan-Hongkong Migran Internasional Kalimantan Migran Sulawesi-Malaysia Migran Sulawesi-Arab Saudi Migran Sulawesi-Singapura Migran Sulawesi-Hongkong Migran Internasional Sulawesi Migran P.Lain-Malaysia Migran P.Lain -Arab Saudi Migran P.Lain -Singapura Migran P.Lain -Hongkong Migran Internasional P.Lain Permintaan TK di Jawa Permintaan TK di Sumatera Permintaan TK di Kalimantan Permintaan TK di Sulawesi Permintaan TK di P.Lain Penawaran TK di Jawa Penawaran TK di Sumatera Penawaran TK di Kalimantan Penawaran TK di Sulawesi Penawaran TK di P.Lain 1703499.54 279099.67 205615.90 230922.99 2419138.08 4489046.51 1942612.39 768985.85 634525.06 4221408.48 1337515.60 402798.15 356167.50 6317889.73 1881763.98 364715.89 922747.28 770364.09 248623.20 363080.87 3858.35 7150.50 622712.92 77016.01 250.46 10255.37 4530.69 92052.52 109790.66 769.47 2657.18 9090.78 122308.09 1261.51 166.53 145.72 125.11 1698.87 37195.20 13121.08 3361.47 3929.88 57607.63 60883987.60 20697088.83 5795621.68 7071131.17 7670805.52 63956418.82 23878942.17 6378165.22 7859760.33 8431631.63 1697924.20 279080.59 205594.69 230915.94 2413515.42 4475053.10 1942969.74 769937.12 636270.22 4207415.07 1337872.95 403749.42 357912.66 6306950.10 1876188.65 364696.82 922726.07 770357.04 252427.44 363809.53 4088.00 7623.91 627948.88 79693.98 242.16 10717.87 4868.41 95522.41 116093.11 789.34 3724.60 9626.97 130234.03 1346.19 168.90 161.91 131.75 1808.76 37354.46 13295.71 3731.32 4178.80 58560.30 60886753.16 20824384.00 5807556.41 7095217.41 7674662.31 63998774.23 23933945.30 6374540.29 7848289.12 8428298.28 -5575.34 -19.07 -21.21 -7.05 -5622.66 -13993.41 357.34 951.27 1745.16 -13993.41 357.34 951.27 1745.16 -10939.63 -5575.33 -19.08 -21.22 -7.05 3804.24 728.66 229.65 473.41 5235.96 2677.97 -8.30 462.50 337.72 3469.89 6302.45 19.87 1067.43 536.18 7925.94 84.68 2.37 16.19 6.65 109.89 159.26 174.63 369.85 248.92 952.67 2765.56 127295.17 11934.73 24086.25 3856.80 42355.41 55003.13 -3624.93 -11471.21 -3333.35 -0.3273 -0.0068 -0.0103 -0.0031 -0.2324 -0.3117 0.0184 0.1237 0.2750 -0.3315 0.0267 0.2362 0.4900 -0.1732 -0.2963 -0.0052 -0.0023 -0.0009 1.5301 0.2007 5.9521 6.6206 0.8408 3.4772 -3.3129 4.5099 7.4541 3.7695 5.7404 2.5828 40.1715 5.8981 6.4803 6.7126 1.4253 11.1105 5.3114 6.4684 0.4282 1.3309 11.0027 6.3340 1.6537 0.0045 0.6150 0.2059 0.3406 0.0503 0.0662 0.2303 -0.0568 -0.1459 -0.0395

(20)

Tabel 75. Lanjutan

Perubahan Variabel

Endogen

Nama Variabel Nilai Dasar

Nilai

Simulasi Unit Persen UJ US UK USL UP WJ WS WK WSL WP GRDPJ GRDPS GRDPK GRDPSL GRDPP DICJ DICS DICK DICSL DICP CONJ CONS CONK CONSL CONP INVJ INVS INVK INVSL INVP DEVJ2 DEVS2 DEVK2 DEVSL2 DEVP2 Pengangguran di Jawa Pengangguran di Sumatera Pengangguran di Kalimantan Pengangguran di Sulawesi Pengangguran di P.Lain Upah di Jawa Upah di Sumatera Upah di Kalimantan Upah di Sulawesi Upah di P.Lain GRDP di Jawa GRDP di Sumatera GRDP di Kalimantan GRDP di Sulawesi GRDP di P.Lain

Pendapatan Disposibel Jawa Pendapatan Disposibel Sumatera Pendapatan Disposibel Kalimantan Pendapatan Disposibel Sulawesi Pendapatan Disposibel P.Lain Konsumsi RT di Jawa Konsumsi RT di Sumatera Konsumsi RT di Kalimantan Konsumsi RT osibel di Sulawesi Konsumsi RT di P.Lain Total Investasi di Jawa Total Investasi di Sumatera Total Investasi di Kalimantan Total Investasi di Sulawesi Total Investasi di P.Lain Devisa Migran Internasional asal Jawa Devisa Migran Internasional asal Sumatera Devisa Migran Internasional asal Kalimantan Devisa Migran Internasional asal Sulawesi Devisa Migran Internasional asal P. Lain

3072431.22 3181853.34 582543.53 788629.16 760826.12 622898.62 499236.07 653601.19 567877.69 864170.84 533576.95 447567.76 195291.99 169863.15 199395.52 525855.93 446132.33 194869.05 169519.87 198509.75 386449.17 280469.52 84959.54 126437.37 98292.98 97308.88 26338.18 13823.59 26888.54 65785.93 12684526.15 1699886.48 2373591.95 38153.07 1896795.48 3112021.07 3109561.31 566983.87 753071.70 753635.98 622440.80 509452.72 654867.66 568224.43 864301.12 567693.09 458259.82 196785.74 173609.06 203309.82 559972.07 456824.39 196362.80 173265.78 202424.04 410029.76 285763.13 85608.90 128752.63 98904.21 107844.43 31736.63 14667.98 28319.18 69088.99 12712323.06 1717832.07 2381938.23 38422.92 1897200.19 39589.85 -72292.03 -15559.66 -35557.46 -7190.15 -457.83 10216.65 1266.46 346.74 130.28 34116.14 10692.07 1493.75 3745.91 3914.29 34116.14 10692.06 1493.75 3745.91 3914.29 23580.59 5293.61 649.36 2315.27 611.23 10535.55 5398.46 844.39 1430.64 3303.07 27796.91 17945.59 8346.28 269.86 404.71 1.2886 -2.2720 -2.6710 -4.5088 -0.9450 -0.0735 2.0465 0.1938 0.0611 0.0151 6.3939 2.3889 0.7649 2.2053 1.9631 6.4877 2.3966 0.7665 2.2097 1.9718 6.1019 1.8874 0.7643 1.8312 0.6218 10.8269 20.4967 6.1083 5.3206 5.0209 0.2191 1.0557 0.3516 0.7073 0.0213

Sebagaimana diketahui, pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini terjadi karena kontribusi besar dari konsumsi domestik. Tapi hanya sedikit yang dapat menduga dana remittances inilah yang langsung atau tidak langsung digunakan untuk konsumsi domestik, yang kemudian membantu terjadinya pertumbuhan ekonomi positif Indonesia. Artinya, tenaga kerja migran Indonesia baik legal maupun ilegal secara tidak langsung telah membantu pemerintah menjaga pertumbuhan ekonomi tetap positif melalui komponen konsumsi, pada saat komponen pertumbuhan lain seperti investasi dan ekspor menurun. Oleh karena

(21)

itu kebijakan ini diperkirakan mampu meningkatkan perekonomian Indonesia melalui peningkatan variabel-variabel makroekonomi.

7.2.4. Simulasi Peningkatan Pengeluaran Infrastruktur di Jawa 10 Persen dan di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Pulau Lain 20 Persen

Infrastruktur merupakan salah satu faktor penentu pembangunan ekonomi, yang sama pentingnya dengan faktor-faktor produksi umum lainnya seperti modal dan tenaga kerja. Tetapi sejak krisis ekonomi 1997/1998, faktor ini kurang mendapat perhatian pemerintah dalam penyediaan infrastruktur, khususnya di wilayah di luar Jawa, atau Indonesia Kawasan Timur. Hal ini dikarenakan setelah krisis ekonomi, pemerintah lebih fokus pada menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan ekonomi secara keseluruhan, mencegah pelarian modal, menanggulangi hutang luar negeri serta menstabilkan kembali kondisi politik dan sosial. Akibatnya, kondisi infrastruktur menjadi semakin terpuruk. Mutu infrastruktur Indonesia mempengaruhi investasi asing, pengentasan kemiskinan dan mutu lingkungan hidup (Tambunan, 2006).

Namun demikian, dalam beberapa tahun terakhir pemerintah sudah mulai menunjukkan perhatian yang serius terhadap pembangunan infrastruktur. Dua hal yang perlu segera dilakukan oleh pemerintah bersama-sama dengan pihak swasta dalam memperbaiki kondisi infrastruktur di dalam negeri, yaitu pembangunan infrastruktur dan memperbaiki kondisi infrastruktur yang sudah ada.

Menurut Tambunan (2006), pengembangan infrastruktur selama ini cenderung ditekankan pada pembangunan infrastruktur di perkotaan dan pengembangan kawasan barat Indonesia. Hal ini bukan hanya mengakibatkan kesenjangan antar desa dan kota, tetapi juga kesenjangan antar propinsi atau antar kawasan Timur dan Barat Indonesia. World Bank (2004) juga menyatakan selain

(22)

kesenjangan penyebaran pembangunan infrastruktur antar wilayah, masalah lain yang sangat krusial adalah aksessibilitas masyarakat yang tidak merata. Akses masyarakat berpendapatan rendah terhadap infrastruktur sangat rendah dibandingkan dengan masyarakat berpendapatan tinggi. Kondisi ini lebih buruk terjadi di daerah pedesaan, di mana persentase dari jumlah penduduk yang hidup dibawah garis kemiskinan jauh lebih besar daripada di perkotaan.

Oleh karena itu untuk mengatasi masalah kesenjangan pembangunan infrastruktur tersebut, maka dalam analisis simulasi kebijakan migrasi internal melalui peningkatan pengeluaran infrastruktur dilakukan pembagian proporsi peningkatannya yaitu untuk pulau-pulau selain Jawa sebesar 20 persen, sedangkan untuk di Pulau Jawa sebesar 10 persen. Tujuan lainnya adalah menarik minat migran dari Pulau Jawa agar bersedia migrasi keluar pulau tersebut. Artinya semakin baik kondisi infrastruktur di luar Jawa, semakin tinggi akses masyarakat terhadap sumberdaya sehingga dapat meningkatkan produktifitas dan efisiensi dan pada akhirnya dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi kawasan tersebut. Peningkatan pertumbuhan ekonomi merupakan daya tarik bagi seseorang untuk melakukan migrasi ke daerah tersebut.

Hasil simulasi peramalan kebijakan migrasi internal melalui peningkatan pengeluaran infrastruktur (Tabel 76) memberi dampak pada penurunan total migran masuk ke Jawa sebesar 0.01 persen, penurunan ini akibat menurunnya migran yang berasal dari Sumatera. Kebijakan ini diperkirakan juga akan meningkatkan jumlah migran keluar dari Jawa sebanyak 112436 orang atau 1.78 persen. Daerah tujuan yang paling diminati oleh migran asal Jawa adalah Sumatera. Kondisi ini terlihat dari peningkatan jumlah migran asal Jawa ke Sumatera sebanyak 85748 orang. Oleh karena itu kebijakan ini mampu mengatasi

(23)

masalah distribusi penduduk dengan menurunkan jumlah migran masuk ke Jawa dan meningkatkan jumlah migran yang keluar dari pulau tersebut.

Tabel 76. Hasil Simulasi Peningkatan Pengeluaran Infrastruktur di Jawa 10 Persen dan di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Pulau Lain 20 Persen (Simulasi 4)

Perubahan Variabel

Endogen

Nama Variabel Nilai Dasar

Nilai

Simulasi Unit Persen MIGSJ MIGKJ MIGSLJ MIGPJ MIGINJ MIGINS MIGINK MIGINSL MIGINP MIGJS MIGJK MIGJSL MIGJP MIGOUTJ MIGOUTS MIGOUTK MIGOUTSL MIGOUTP MIGJM MIGJAS MIGJSP MIGJH MIGEXJ MIGSM MIGSAS MIGSSP MIGSH MIGEXS MIGKM MIGKAS MIGKSP MIGKH MIGEXK MIGSLM MIGSLAS MIGSLSP MIGSLH MIGEXSL MIGPM MIGPAS MIGPSP MIGPH MIGEXP DTKJ DTKS DTKK DTKSL DTKP STKJ STKS STKK STKSL Migran Sumatera-Jawa Migran Kalimantan-Jawa Migran Sulawesi-Jawa Migran P.Lain -Jawa Migran Masuk ke Jawa Migran Masuk ke Sumatera Migran Masuk ke Kalimantan Migran Masuk ke Sulawesi Migran Masuk ke P.Lain Migran Jawa-Sumatera Migran Jawa-Kalimantan Migran Jawa-Sulawesi Migran Jawa-P.Lain Migran keluar Jawa Migran keluar Sumatera Migran keluar Kalimantan Migran keluar Sulawesi Migran keluar P.Lain Migran Jawa-Malaysia Migran Jawa-Arab Saudi Migran Jawa-Singapura Migran Jawa-Hongkong Migran Internasional Jawa Migran Sumatera-Malaysia Migran Sumatera-Arab Saudi Migran Sumatera-Singapura Migran Sumatera-Hongkong Migran Internasional Sumatera Migran Kalimantan-Malaysia Migran Kalimantan-Arab Saudi Migran Kalimantan-Singapura Migran Kalimantan-Hongkong Migran Internasional Kalimantan Migran Sulawesi-Malaysia Migran Sulawesi-Arab Saudi Migran Sulawesi-Singapura Migran Sulawesi-Hongkong Migran Internasional Sulawesi Migran P.Lain-Malaysia Migran P.Lain -Arab Saudi Migran P.Lain -Singapura Migran P.Lain -Hongkong Migran Internasional P.Lain Permintaan TK di Jawa Permintaan TK di Sumatera Permintaan TK di Kalimantan Permintaan TK di Sulawesi Permintaan TK di P.Lain Penawaran TK di Jawa Penawaran TK di Sumatera Penawaran TK di Kalimantan Penawaran TK di Sulawesi 1703499.54 279099.67 205615.90 230922.99 2419138.08 4489046.51 1942612.39 768985.85 634525.06 4221408.48 1337515.60 402798.15 356167.50 6317889.73 1881763.98 364715.89 922747.28 770364.09 248623.20 363080.87 3858.35 7150.50 622712.92 77016.01 250.46 10255.37 4530.69 92052.52 109790.66 769.47 2657.18 9090.78 122308.09 1261.51 166.53 145.72 125.11 1698.87 37195.20 13121.08 3361.47 3929.88 57607.63 60883987.60 20697088.83 5795621.68 7071131.17 7670805.52 63956418.82 23878942.17 6378165.22 7859760.33 1702521.18 279469.07 205659.64 231153.54 2418803.43 4574794.21 1943013.76 775979.54 653818.23 4307156.18 1337916.97 409791.84 375460.68 6430325.66 1880785.63 365085.30 922791.02 770594.64 247660.93 360474.39 3632.96 6983.11 618751.38 76858.56 248.96 10096.69 4515.58 91719.79 109235.86 768.62 2530.50 9004.92 121539.90 1259.62 166.84 145.02 125.19 1696.67 34804.66 12990.61 3437.13 3871.16 55103.56 60998146.19 20749979.29 5807133.56 7141480.08 7742290.84 63538963.41 23918892.00 6378546.14 7874788.36 -978.36 369.40 43.74 230.55 -334.65 85747.70 401.36 6993.69 19293.18 85747.70 401.36 6993.69 19293.18 112435.93 -978.35 369.40 43.74 230.56 -962.27 -2606.48 -225.39 -167.40 -3961.55 -157.45 -1.49 -158.68 -15.11 -332.73 -554.80 -0.85 -126.67 -85.86 -768.19 -1.89 0.31 -0.70 0.09 -2.20 -2390.54 -130.47 75.66 -58.73 -2504.07 114158.59 52890.45 11511.88 70348.92 71485.32 -417455.41 39949.83 380.92 15028.03 -0.0574 0.1324 0.0213 0.0998 -0.0138 1.9102 0.0207 0.9095 3.0406 2.0313 0.0300 1.7363 5.4169 1.7796 -0.0520 0.1013 0.0047 0.0299 -0.3870 -0.7179 -5.8416 -2.3411 -0.6362 -0.2044 -0.5961 -1.5473 -0.3334 -0.3615 -0.5053 -0.1109 -4.7672 -0.9445 -0.6281 -0.1502 0.1859 -0.4799 0.0681 -0.1295 -6.4270 -0.9944 2.2510 -1.4944 -4.3468 0.1875 0.2555 0.1986 0.9949 0.9319 -0.6527 0.1673 0.0060 0.1912

(24)

Tabel 76. Lanjutan

Perubahan Variabel

Endogen

Nama Variabel Nilai Dasar

Nilai

Simulasi Unit Persen STKP UJ US UK USL UP WJ WS WK WSL WP GRDPJ GRDPS GRDPK GRDPSL GRDPP DICJ DICS DICK DICSL DICP CONJ CONS CONK CONSL CONP INVJ INVS INVK INVSL INVP DEVJ2 DEVS2 DEVK2 DEVSL2 DEVP2 Penawaran TK di P.Lain Pengangguran di Jawa Pengangguran di Sumatera Pengangguran di Kalimantan Pengangguran di Sulawesi Pengangguran di P.Lain Upah di Jawa Upah di Sumatera Upah di Kalimantan Upah di Sulawesi Upah di P.Lain GRDP di Jawa GRDP di Sumatera GRDP di Kalimantan GRDP di Sulawesi GRDP di P.Lain

Pendapatan Disposibel Jawa Pendapatan Disposibel Sumatera Pendapatan Disposibel Kalimantan Pendapatan Disposibel Sulawesi Pendapatan Disposibel P.Lain Konsumsi RT di Jawa Konsumsi RT di Sumatera Konsumsi RT di Kalimantan Konsumsi RT osibel di Sulawesi Konsumsi RT di P.Lain Total Investasi di Jawa Total Investasi di Sumatera Total Investasi di Kalimantan Total Investasi di Sulawesi Total Investasi di P.Lain Devisa Migran Internasional asal Jawa Devisa Migran Internasional asal Sumatera Devisa Migran Internasional asal Kalimantan Devisa Migran Internasional asal Sulawesi Devisa Migran Internasional asal P. Lain

8431631.63 3072431.22 3181853.34 582543.53 788629.16 760826.12 622898.62 499236.07 653601.19 567877.69 864170.84 533576.95 447567.76 195291.99 169863.15 199395.52 525855.93 446132.33 194869.05 169519.87 198509.75 386449.17 280469.52 84959.54 126437.37 98292.98 97308.88 26338.18 13823.59 26888.54 65785.93 12684526.15 1699886.48 2373591.95 38153.07 1896795.48 8479437.08 2540817.23 3168912.72 571412.58 733308.27 737146.24 627952.99 502362.65 654593.88 568665.23 865281.17 533687.76 448432.92 195947.29 170804.77 206486.02 525966.74 446997.49 195524.35 170461.49 205600.25 386473.33 281102.84 85219.18 127124.68 101220.45 97134.74 25874.82 13834.53 26999.73 69711.63 12664314.80 1698158.04 2372783.02 38147.66 1895702.75 47805.44 -531614.00 -12940.62 -11130.95 -55320.89 -23679.88 5054.37 3126.59 992.68 787.55 1110.34 110.80 865.16 655.30 941.62 7090.50 110.80 865.16 655.30 941.62 7090.50 24.16 633.32 259.64 687.31 2927.47 -174.14 -463.36 10.94 111.19 3925.70 -20211.34 -1728.44 -808.93 -5.41 -1092.73 0.5670 -17.3027 -0.4067 -1.9108 -7.0148 -3.1124 0.8114 0.6263 0.1519 0.1387 0.1285 0.0208 0.1933 0.3355 0.5543 3.5560 0.0211 0.1939 0.3363 0.5555 3.5719 0.0063 0.2258 0.3056 0.5436 2.9783 -0.1790 -1.7593 0.0792 0.4135 5.9674 -0.1593 -0.1017 -0.0341 -0.0142 -0.0576

Kebijakan ini juga berdampak terhadap penurunan jumlah migran internasional setiap pulau, dimana penurunan jumlah migran internasional terbesar berasal dari Pulau Jawa yaitu 3962 orang. Penurunan ini disebabkan oleh meningkatnya pendapatan yang tercermin dari peningkatan produk domestik regional bruto setiap pulau. Penurunan jumlah tenaga kerja migran internasional untuk bekerja di luar negeri menurunkan penerimaan devisa yang diperoleh dari kiriman uang (remittances) mereka kepada keluarganya, padahal devisa yang masuk ke daerah asal migran internasional dapat menjadi sarana penggerak

(25)

ekonomi yang akhirnya mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat termasuk mengentaskan kemiskinan.

Ditinjau dari sisi pasar kerja, penerapan kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan permintaan tenaga kerja setiap pulau. Akibat peningkatan permintaan tenaga kerja, maka diperkirakan akan terjadi peningkatan upah. Hasil simulasi peramalan menunjukkan persentase peningkatan upah terbesar terjadi di Jawa yaitu 0.81 persen. Peningkatan upah merangsang penduduk usia kerja untuk masuk kedalam pasar kerja, kondisi ini terlihat dari meningkatnya jumlah penawaran tenaga kerja pada setiap pulau, kecuali penawaran tenaga kerja asal Jawa. Turunnya penawaran tenaga kerja asal Jawa disebabkan oleh menurunnya jumlah migran masuk dan meningkatnya jumlah migran keluar dari pulau ini. Oleh karena peningkatan permintaan tenaga kerja lebih besar dibandingkan permintaan penawaran tenaga kerja masing-masing pulau, maka kebijakan ini diperkirakan mampu menurunkan pengangguran pada setiap pulau. Penurunan pengangguran terbesar terjadi di Pulau Jawa yaitu 17.30 persen.

Simulasi peramalan kebijakan ini juga berdampak pada peningkatan kondisi perekonomian Indonesia yang terlihat dari peningkatan produk domestik regional bruto pada masing-masing pulau. Peningkatan ini disebabkan oleh meningkatnya konsumsi rumah tangga pada setiap pulau dan meningkatnya investasi swasta di Kalimantan, Sulawei dan Pulau Lain. Tetapi simulasi ini justru menurunkan investasi di Jawa dan Sumatera. Kondisi ini disebabkan oleh tingginya peningkatan upah pada kedua pulau tersebut.

(26)

7.2.5. Simulasi Depresiasi Nilai Tukar 5 Persen, Penurunan Suku Bunga Turun 2 Persen dan Peningkatan Pengeluaran Infrastruktur di Jawa 10 Persen dan di Luar Jawa 20 Persen

Pemerintah dapat juga berkontribusi dalam penciptaan lapangan kerja secara langsung dengan mengalokasikan lebih banyak pengeluaran pada pembangunan infrastruktur yang telah rusak, dan pembangunan infrastruktur yang baru. Kebijakan ini sekaligus meningkatkan iklim investasi, yang akan mendorong investor swasta menciptakan lapangan pekerjaan. Lebih lanjut, pemerintah masih dapat mengontrol pengeluarannya dengan memberikan kesempatan pada pihak swasta untuk berinvestasi di bidang infrastruktur. Ini mememerlukan upaya dari pemerintah untuk memformulasikan kebijakan dibidang infrastruktur, yang dapat menggerakkan investasi namun meminimalisir resiko terhadap anggaran.

Hasil simulasi peramalan kombinasi kebijakan migrasi internal dan eksternal melalui depresiasi nilai tukar, penurunan suku bunga, dan peningkatan pengeluaran infrastruktur (Tabel 77) diperkirakan berdampak pada penurunan migrasi masuk ke Jawa sebesar 0.25 persen atau 5957 orang. Penurunan terbanyak disebabkan menurunnya jumlah migran asal Sumatera. Ditinjau dari sisi migrasi keluar Jawa, diperkirakan akan terjadi peningkatan jumlah migran ke luar Jawa sebesar 99758 orang atau 1.58 persen. Daerah tujuan migran yang paling diminati oleh migran asal Jawa adalah Sumatera, hal ini terjadi karena tingginya peningkatan investasi di Sumatera yaitu 15.38 persen. Peningkatan investasi ini diperkirakan akan membuka peluang kerja yang besar, sehingga penduduk Sumatera tidak tertarik untuk migrasi ke Jawa, sebaliknya menarik minat migran asal Jawa untuk migrasi ke Sumatera. Dengan demikian kebijakan ini mampu mengatasi masalah distribusi penduduk di Indonesia.

(27)

Diperkirakan juga kebijakan ini berdampak pada peningkatan tenaga kerja migran internasional asal Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Sebaliknya menurunkan jumlah tenaga kerja migran Pulau Lain untuk bekerja di luar negeri. Kondisi ini mempengaruhi penerimaan devisa setiap pulau, dimana terjadi peningkatan penerimaan devisa untuk pulau Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi, dan penurunan penerimaan devisa untuk Pulau Jawa dan Pulau Lain.

Tabel 77. Hasil Simulasi Depresiasi Nilai Tukar 5 Persen, Penurunan Suku Bunga 2 Persen dan Peningkatan Pengeluaran Infrastruktur di Jawa 10 Persen dan di Luar Jawa 20 Persen (Simulasi 5)

Perubahan Variabel

Endogen

Nama Variabel Nilai Dasar

Nilai

Simulasi Unit Persen MIGSJ MIGKJ MIGSLJ MIGPJ MIGINJ MIGINS MIGINK MIGINSL MIGINP MIGJS MIGJK MIGJSL MIGJP MIGOUTJ MIGOUTS MIGOUTK MIGOUTSL MIGOUTP MIGJM MIGJAS MIGJSP MIGJH MIGEXJ MIGSM MIGSAS MIGSSP MIGSH MIGEXS MIGKM MIGKAS MIGKSP MIGKH MIGEXK MIGSLM MIGSLAS MIGSLSP MIGSLH MIGEXSL MIGPM MIGPAS MIGPSP MIGPH Migran Sumatera-Jawa Migran Kalimantan-Jawa Migran Sulawesi-Jawa Migran P.Lain -Jawa Migran Masuk ke Jawa Migran Masuk ke Sumatera Migran Masuk ke Kalimantan Migran Masuk ke Sulawesi Migran Masuk ke P.Lain Migran Jawa-Sumatera Migran Jawa-Kalimantan Migran Jawa-Sulawesi Migran Jawa-P.Lain Migran keluar Jawa Migran keluar Sumatera Migran keluar Kalimantan Migran keluar Sulawesi Migran keluar P.Lain Migran Jawa-Malaysia Migran Jawa-Arab Saudi Migran Jawa-Singapura Migran Jawa-Hongkong Migran Internasional Jawa Migran Sumatera-Malaysia Migran Sumatera-Arab Saudi Migran Sumatera-Singapura Migran Sumatera-Hongkong Migran Internasional Sumatera Migran Kalimantan-Malaysia Migran Kalimantan-Arab Saudi Migran Kalimantan-Singapura Migran Kalimantan-Hongkong Migran Internasional Kalimantan Migran Sulawesi-Malaysia Migran Sulawesi-Arab Saudi Migran Sulawesi-Singapura Migran Sulawesi-Hongkong Migran Internasional Sulawesi Migran P.Lain-Malaysia Migran P.Lain -Arab Saudi Migran P.Lain -Singapura Migran P.Lain -Hongkong

1703499.54 279099.67 205615.90 230922.99 2419138.08 4489046.51 1942612.39 768985.85 634525.06 4221408.48 1337515.60 402798.15 356167.50 6317889.73 1881763.98 364715.89 922747.28 770364.09 248623.20 363080.87 3858.35 7150.50 622712.92 77016.01 250.46 10255.37 4530.69 92052.52 109790.66 769.47 2657.18 9090.78 122308.09 1261.51 166.53 145.72 125.11 1698.87 37195.20 13121.08 3361.47 3929.88 1696945.84 279449.99 205638.43 231146.50 2413180.76 4560800.80 1943371.10 776930.81 655563.39 4293162.77 1338274.31 410743.11 377205.84 6419386.03 1875210.29 365066.22 922769.81 770587.60 251465.17 361203.05 3862.61 7456.51 623987.34 79536.53 240.67 10559.19 4853.30 95189.68 115538.31 788.49 3597.93 9541.10 129465.83 1344.30 169.21 161.21 131.84 1806.56 34963.92 13165.24 3806.99 4120.08 -6553.69 350.33 22.53 223.51 -5957.32 71754.29 758.71 7944.96 21038.34 71754.29 758.71 7944.96 21038.34 101496.30 -6553.69 350.32 22.52 223.51 2841.97 -1877.82 4.26 306.01 1274.42 2520.52 -9.79 303.82 322.61 3137.16 5747.65 19.02 940.76 450.32 7157.74 82.78 2.68 15.49 6.73 107.69 -2231.28 44.16 445.52 190.20 -0.3847 0.1255 0.0110 0.0968 -0.2463 1.5984 0.0391 1.0332 3.3156 1.6998 0.0567 1.9724 5.9069 1.6065 -0.3483 0.0961 0.0024 0.0290 1.1431 -0.5172 0.1105 4.2795 0.2047 3.2727 -3.9092 2.9625 7.1206 3.4080 5.2351 2.4719 35.4044 4.9536 5.8522 6.5622 1.6111 10.6305 5.3793 6.3388 -5.9988 0.3365 13.2537 4.8397

Gambar

Tabel 72.  Hasil Peramalan Variabel Endogen Tanpa Alternatif Kebijakan (Nilai Dasar) Tahun 2009-2012  No
Tabel 72.  Lanjutan  No.  Variabel
Tabel 72.  Lanjutan  No.  Variabel
Tabel  73.  Hasil  Simulasi  Peningkatan  Upah  Minimum  Regional  di  Jawa  10  Persen  dan  Upah  Minimum  Regional  di  Sumatera,  Kalimantan,  Sulawesi dan Pulau Lain 15 Persen   (Simulasi 1)
+7

Referensi

Dokumen terkait

Akan tetapi kalau dikaitkan dengan kebijakan harga dasar yang ditetapkan pemerintah pada tahun 2001 yang setara dengan Rp 2.370/ kg beras dan tarif impor spesifik sebesar Rp

Singkatnya, pemerintah membuat strategi pembangunan pertanian dengan menentukan seperangkat kebijakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, dengan mempertimbangkan

Dalam literatur ekonomi konvensional, menurut Djohanputro (2006), Kebijakan moneter merupakan tindakan pemerintah dalam rangka mencapai tujuan pengelolaan ekonomi

Menyikapi kerumitan kenaikan harga minyak dunia, ada beberapa upaya yang perlu dilakukukan : Pertama, pemerintah tetap konsisten pada kebijakan minyak dan gas di jalur

Untuk mencapai tujuan tersebut, sejak tahun 2005 Bank Indonesia menerapkan kerangka kebijakan moneter dengan inflasi sebagai sasaran utama kebijakan moneter ( Inflation

Sehubungan dengan itu, tujuan analisis ini adalah untuk mengestimasi dampak kebijakan proteksi (tarif dan nontarif) yang dilakukan pemerintah Indonesia

Dampak perubahan alternatif kebijakan ekonomi yaitu: (a) penurunan suku bunga sebesar 15 persen dapat meningkatkan produksi melalui peningkatan areal tanaman menghasilkan

Kebijakan fiskal adalah penyesuaian dalam pendapatan dan pengeluaran pemerintah seperti yang sudah ditetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara APBN.. Hal ini untuk mencapai