DAFTAR WAWANCARA
Hari, Tanggal
Jam
Narasumber
Pertanyaan
Rabu,
16 Agustus 2017
08.30 WIB
Bapak Dimas Adi
Putra
Apa yang menjadi
konsep produk
murabahah?
Kenapa akad
murabahah yang
digunakan untuk
pembiayaan hunian
syariah?
Senin,
21 Agustus 2017
17.00 WIB
Bapak Dimas Adi
Putra
Bagaimana skema
aplikas akad
murabahah pada
hunian syariah?
Apa saja persyaratan
dan dokumen yang
dibutuhkan untuk
pembelian rumah di
Bank Syariah Mandiri
Katamso?
23 Agustus 2017
Putra
perhitungan pembelian
hunian syariah dengan
menggunakan akad
murabahah di Bank
Sayariah Mandiri
Katamso.
Apa kelebihan
menggunakan akad
murabahah pada
pembiayaan hunian
syariah di Bank
Syariah Mandiri
Katamso?
FATWA
DEWAN SYARI’AH NASIONAL NO: 04/DSN-MUI/IV/2000
Tentang MURABAHAH
ِﻢﻴِﺣﺮﻟﺍ ِﻦﻤﺣﺮﻟﺍ ِﷲﺍ ِﻢﺴِﺑ
Dewan Syari’ah Nasional setelahMenimbang : a. bahwa masyarakat banyak memerlukan bantuan penyaluran dana dari bank berdasarkan pada prinsip jual beli;
b. bahwa dalam rangka membantu masyarakat guna melang-sungkan dan meningkatkan kesejahteraan dan berbagai kegiatan, bank syari’ah perlu memiliki fasilitas murabahah bagi yang memerlukannya, yaitu menjual suatu barang dengan menegaskan harga belinya kepada pembeli dan pembeli membayarnya dengan harga yang lebih sebagai laba;
c. bahwa oleh karena itu, DSN memandang perlu menetapkan fatwa tentang Murabahah untuk dijadikan pedoman oleh bank syari’ah. Mengingat : 1. Firman Allah QS. al-Nisa’ [4]: 29:
ﹶﻥﻮـﹸﻜﺗ ﹾﻥﹶﺃ ﱠﻻِﺇ ِﻞـِﻃﺎﺒﹾﻟﺎِﺑ ﻢﹸﻜﻨﻴﺑ ﻢﹸﻜﹶﻟﺍﻮﻣﹶﺃ ﺍﻮﹸﻠﹸﻛﹾﺄﺗﹶﻻ ﺍﻮﻨﻣﺁ ﻦﻳِﺬﱠﻟﺍ ﺎﻬﻳﹶﺃ ﺂﻳ
ﻢﹸﻜﻨِﻣ ٍﺽﺍﺮﺗ ﻦﻋ ﹰﺓﺭﺎﺠِﺗ
...
“Hai orang yang beriman! Janganlah kalian saling memakan (mengambil) harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan sukarela di antaramu…”.
2. Firman Allah QS. al-Baqarah [2]: 275:
…
ﺎﺑﺮﻟﺍ ﻡﺮﺣﻭ ﻊﻴﺒﹾﻟﺍ ُﷲﺍ ﱠﻞﺣﹶﺃﻭ
…
"…Dan Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba…."
3. Firman Allah QS. al-Ma’idah [5]: 1:
ِﺩﻮﹸﻘﻌﹾﻟﺎِﺑ ﺍﻮﹸﻓﻭﹶﺃ ﺍﻮﻨﻣﺁ ﻦﻳِﺬﱠﻟﺍ ﺎﻬﻳﹶﺃﺎﻳ
…
“Hai orang yang beriman! Penuhilah akad-akad itu….”
4. Firman Allah QS. al-Baqarah [2]: 280:
ٍﺓﺮﺴﻴﻣ ﻰﹶﻟِﺇ ﹲﺓﺮِﻈﻨﹶﻓ ٍﺓﺮﺴﻋﻭﹸﺫ ﹶﻥﺎﹶﻛ ﹾﻥِﺇﻭ
...
04 Murabahah
Dewan Syariah Nasional MUI
2
“Dan jika (orang berutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai ia berkelapangan…”
5. Hadis Nabi SAW.:
ِﻪـﻴﹶﻠﻋ ُﷲﺍ ﻰﱠﻠﺻ ِﷲﺍ ﹶﻝﻮﺳﺭ ﱠﻥﹶﺃ ﻪﻨﻋ ﷲﺍ ﻲﺿﺭ ﻱِﺭﺪﺨﹾﻟﺍ ٍﺪﻴِﻌﺳ ﻲِﺑﹶﺃ ﻦﻋ
ﹶﻝﺎﹶﻗ ﻢﱠﻠﺳﻭ ِﻪِﻟﺁﻭ
:
،ٍﺽﺍﺮﺗ ﻦﻋ ﻊﻴﺒﹾﻟﺍ ﺎﻤﻧِﺇ
)
ـﺑﺍﻭ ﻲﻘﻬﻴﺒﻟﺍ ﻩﺍﻭﺭ
ﻪـﺟﺎﻣ ﻦ
ﻥﺎﺒﺣ ﻦﺑﺍ ﻪﺤﺤﺻﻭ
(
Dari Abu Sa’id Al-Khudri bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya jual beli itu harus dilakukan suka sama suka."
(HR. al-Baihaqi dan Ibnu Majah, dan dinilai shahih oleh Ibnu Hibban).
6. Hadis Nabi riwayat Ibnu Majah:
ﺍ ﱠﻥﹶﺃ
ﹶﻝﺎﹶﻗ ﻢﱠﻠﺳﻭ ِﻪِﻟﺁﻭ ِﻪﻴﹶﻠﻋ ُﷲﺍ ﻰﱠﻠﺻ ﻲِﺒﻨﻟ
:
ﹸﺔﹶﻛﺮﺒﹾﻟﺍ ﻦِﻬﻴِﻓ ﹲﺙﹶﻼﹶﺛ
:
ﻰﹶﻟِﺇ ﻊﻴﺒﹾﻟﹶﺍ
ِﻊﻴﺒﹾﻠِﻟ ﹶﻻ ِﺖﻴﺒﹾﻠِﻟ ِﺮﻴِﻌﺸﻟﺎِﺑ ﺮﺒﹾﻟﺍ ﹸﻂﹾﻠﺧﻭ ،ﹸﺔﺿﺭﺎﹶﻘﻤﹾﻟﺍﻭ ،ٍﻞﺟﹶﺃ
)
ﻪﺟﺎﻣ ﻦﺑﺍ ﻩﺍﻭﺭ
ﺐﻴﻬﺻ ﻦﻋ
(
“Nabi bersabda, ‘Ada tiga hal yang mengandung berkah: jual
beli tidak secara tunai, muqaradhah (mudharabah), dan
mencampur gandum dengan jewawut untuk keperluan rumah
tangga, bukan untuk dijual.” (HR. Ibnu Majah dari Shuhaib).
7. Hadis Nabi riwayat Tirmidzi:
ﲔِﻤِﻠﺴﻤﹾﻟﺍ ﻦﻴﺑ ﺰِﺋﺎﺟ ﺢﹾﻠﺼﻟﹶﺍ
ﺎﻣﺍﺮﺣ ﱠﻞﺣﹶﺃ ﻭﹶﺃ ﹰﻻﹶﻼﺣ ﻡﺮﺣ ﺎﺤﹾﻠﺻ ﱠﻻِﺇ
ﺎﻣﺍﺮﺣ ﱠﻞﺣﹶﺃ ﻭﹶﺃ ﹰﻻﹶﻼﺣ ﻡﺮﺣ ﺎﹰﻃﺮﺷ ﱠﻻِﺇ ﻢِﻬِﻃﻭﺮﺷ ﻰﹶﻠﻋ ﹶﻥﻮﻤِﻠﺴﻤﹾﻟﺍﻭ
)
ﻑﻮﻋ ﻦﺑ ﻭﺮﻤﻋ ﻦﻋ ﻱﺬﻣﺮﺘﻟﺍ ﻩﺍﻭﺭ
(.
“Perdamaian dapat dilakukan di antara kaum muslimin kecuali perdamaian yang mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang haram; dan kaum muslimin terikat dengan syarat-syarat mereka kecuali syarat yang mengharamkan yang halal atau
menghalalkan yang haram” (HR. Tirmizi dari ‘Amr bin ‘Auf).
8. Hadis Nabi riwayat jama’ah:
ﻐﹾﻟﺍ ﹸﻞﹾﻄﻣ
ﻢﹾﻠﹸﻇ ﻲِﻨ
…
“Menunda-nunda (pembayaran) yang dilakukan oleh orang mampu adalah suatu kezaliman…”
9. Hadis Nabi riwayat Nasa’i, Abu Dawud, Ibu Majah, dan Ahmad:
ﻪﺘﺑﻮﹸﻘﻋﻭ ﻪﺿﺮِﻋ ﱡﻞِﺤﻳ ِﺪِﺟﺍﻮﹾﻟﺍ ﻲﹶﻟ
.
04 Murabahah
Dewan Syariah Nasional MUI
3
“Menunda-nunda (pembayaran) yang dilakukan oleh orang mampu menghalalkan harga diri dan pemberian sanksi kepadanya.”
10. Hadis Nabi riwayat `Abd al-Raziq dari Zaid bin Aslam:
ﻪﱠﻠﺣﹶﺄﹶﻓ ِﻊﻴﺒﹾﻟﺍ ﻰِﻓ ِﻥﺎﺑﺮﻌﹾﻟﺍ ِﻦﻋ ﻢﱠﻠﺳﻭ ِﻪﻴﹶﻠﻋ ُﷲﺍ ﻰﱠﻠﺻ ِﷲﺍ ﹸﻝﻮﺳﺭ ﹶﻞِﺌﺳ ﻪﻧﹶﺃ
“Rasulullah SAW. ditanya tentang ‘urban (uang muka) dalam jual beli, maka beliau menghalalkannya.”
11. Ijma' Mayoritas ulama tentang kebolehan jual beli dengan cara
Murabahah (Ibnu Rusyd, Bidayah al-Mujtahid, juz 2, hal. 161;
lihat pula al-Kasani, Bada’i as-Sana’i, juz 5 Hal. 220-222). 12. Kaidah fiqh:
ﺎﻬِﻤﻳِﺮﺤﺗ ﻰﹶﻠﻋ ﹲﻞﻴِﻟﺩ ﱠﻝﺪﻳ ﹾﻥﹶﺃ ﱠﻻِﺇ ﹸﺔﺣﺎﺑِﻹﹾﺍ ِﺕﹶﻼﻣﺎﻌﻤﹾﻟﺍ ﻰِﻓ ﹸﻞﺻَﻷﹶﺍ
.
“Pada dasarnya, semua bentuk muamalah boleh dilakukan kecuali ada dalil yang mengharamkannya.”
Memperhatikan : Pendapat peserta Rapat Pleno Dewan Syari'ah Nasional pada hari Sabtu, tanggal 26 Dzulhijjah 1420 H./1 April 2000.
MEMUTUSKAN Menetapkan : FATWA TENTANG MURABAHAH
Pertama : Ketentuan Umum Murabahah dalam Bank Syari’ah:
1. Bank dan nasabah harus melakukan akad murabahah yang bebas riba.
2. Barang yang diperjualbelikan tidak diharamkan oleh syari’ah Islam.
3. Bank membiayai sebagian atau seluruh harga pembelian barang yang telah disepakati kualifikasinya.
4. Bank membeli barang yang diperlukan nasabah atas nama bank sendiri, dan pembelian ini harus sah dan bebas riba.
5. Bank harus menyampaikan semua hal yang berkaitan dengan pembelian, misalnya jika pembelian dilakukan secara utang. 6. Bank kemudian menjual barang tersebut kepada nasabah
(pemesan) dengan harga jual senilai harga beli plus keuntungannya. Dalam kaitan ini Bank harus memberitahu secara jujur harga pokok barang kepada nasabah berikut biaya yang diperlukan.
7. Nasabah membayar harga barang yang telah disepakati tersebut pada jangka waktu tertentu yang telah disepakati.
8. Untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan atau kerusakan akad tersebut, pihak bank dapat mengadakan perjanjian khusus dengan nasabah.
04 Murabahah
Dewan Syariah Nasional MUI
4 9. Jika bank hendak mewakilkan kepada nasabah untuk membeli barang dari pihak ketiga, akad jual beli murabahah harus dilakukan setelah barang, secara prinsip, menjadi milik bank.
Kedua : Ketentuan Murabahah kepada Nasabah:
1. Nasabah mengajukan permohonan dan janji pembelian suatu barang atau aset kepada bank.
2. Jika bank menerima permohonan tersebut, ia harus membeli terlebih dahulu aset yang dipesannya secara sah dengan pedagang.
3. Bank kemudian menawarkan aset tersebut kepada nasabah dan nasabah harus menerima (membeli)-nya sesuai dengan janjiyang telah disepakatinya, karena secara hukum janji tersebut mengikat; kemudian kedua belah pihak harus membuat kontrak jual beli.
4. Dalam jual beli ini bank dibolehkan meminta nasabah untuk membayar uang muka saat menandatangani kesepakatan awal pemesanan.
5. Jika nasabah kemudian menolak membeli barang tersebut, biaya riil bank harus dibayar dari uang muka tersebut.
6. Jika nilai uang muka kurang dari kerugian yang harus ditanggung oleh bank, bank dapat meminta kembali sisa kerugiannya kepada nasabah.
7. Jika uang muka memakai kontrak ‘urbun sebagai alternatif dari uang muka, maka
a. jika nasabah memutuskan untuk membeli barang tersebut, ia tinggal membayar sisa harga.
b. jika nasabah batal membeli, uang muka menjadi milik bank maksimal sebesar kerugian yang ditanggung oleh bank akibat pembatalan tersebut; dan jika uang muka tidak mencukupi, nasabah wajib melunasi kekurangannya.
Ketiga : Jaminan dalam Murabahah:
1. Jaminan dalam murabahah dibolehkan, agar nasabah serius dengan pesanannya.
2. Bank dapat meminta nasabah untuk menyediakan jaminan yang dapat dipegang.
Keempat : Utang dalam Murabahah:
1. Secara prinsip, penyelesaian utang nasabah dalam transaksi murabahah tidak ada kaitannya dengan transaksi lain yang dilakukan nasabah dengan pihak ketiga atas barang tersebut. Jika nasabah menjual kembali barang tersebut dengan keuntungan atau kerugian, ia tetap berkewajiban untuk menyelesaikan utangnya kepada bank.
2. Jika nasabah menjual barang tersebut sebelum masa angsuran berakhir, ia tidak wajib segera melunasi seluruh angsurannya.
04 Murabahah
Dewan Syariah Nasional MUI
5 3. Jika penjualan barang tersebut menyebabkan kerugian, nasabah tetap harus menyelesaikan utangnya sesuai kesepakatan awal. Ia tidak boleh memperlambat pembayaran angsuran atau meminta kerugian itu diperhitungkan.
Kelima : Penundaan Pembayaran dalam Murabahah:
1. Nasabah yang memiliki kemampuan tidak dibenarkan menunda penyelesaian utangnya.
2. Jika nasabah menunda-nunda pembayaran dengan sengaja, atau jika salah satu pihak tidak menunaikan kewajibannya, maka penyelesaiannya dilakukan melalui Badan Arbitrasi Syari’ah setelah tidak tercapai kesepakatan melalui musyawarah.
Keenam : Bangkrut dalam Murabahah:
Jika nasabah telah dinyatakan pailit dan gagal menyelesaikan utangnya, bank harus menunda tagihan utang sampai ia menjadi sanggup kembali, atau berdasarkan kesepakatan.
Ditetapkan di : Jakarta
Tanggal : 26 Dzulhijjah 1420 H. 1 April 2000 M
DEWAN SYARI’AH NASIONAL MAJELIS ULAMA INDONESIA
Ketua, Sekretaris,
Nama Nasabah
: Bapak Amir Subakti
Jenis Pembiayaan
: Murabahah
Limit Pembiayaan
: Rp 300,000,000.00
Margin Keuntungan : Rp 102,677,766.80
Total Murabahah
: Rp 402,677,766.80
Angsuran Perbulan
: Rp 6,711,296
Margin Saat Akad : 12,25%Jangka Waktu
: 60 Bulan
No
Tanggal Sisa Angsuran AngsuranAngsuran Hutang Pokok Pokok Margin Perbulan 1 15-Okt-17 296,351,203.89 3,648,796.11 3,062,500.00 6,711,296.11 2 15-Nov-17 292,665,159.65 3,686,044.24 3,025,251.87 6,711,296.11 3 15-Des-17 288,941,487.04 3,723,672.61 2,987,623.50 6,711,296.11 4 15-Jan-18 285,179,801.94 3,761,685.10 2,949,611.01 6,711,296.11 5 15-Feb-18 281,379,716.30 3,800,085.64 2,911,210.48 6,711,296.11 6 15-Mar-18 277,540,838.13 3,838,878.18 2,872,417.94 6,711,296.11 7 15-Apr-18 273,662,771.40 3,878,066.72 2,833,229.39 6,711,296.11 8 15-Mei-18 269,745,116.08 3,917,655.32 2,793,640.79 6,711,296.11 9 15-Jun-18 265,787,468.03 3,957,648.05 2,753,648.06 6,711,296.11 10 15-Jul-18 261,789,418.98 3,998.049.04 2,713,247.07 6,711,296.11 11 15-Agu-18 257,750,556.52 4,038,862.46 2,672,433.65 6,711,296.11 12 15-Sep-18 253,670,464.01 4,080,092.52 2,631,203.60 6,711,296.11 13 15-Okt-18 249,548,720.55 4,121,743.46 2,589,552.65 6,711,296.11 14 15-Nov-18 245,384,900.96 4,163,819.59 2,547,476.52 6,711,296.11 15 15-Des-18 241,178,575.71 4,206,325.25 2,504,970.86 6,711,296.11 16 15-Jan-19 236,929,310.89 4,249,264.82 2,462,031.29 6,711,296.11 17 15-Feb-19 232,636,668.16 4,292,642.73 2,418,653.38 6,711,296.11 18 15-Mar-19 228,300,204.70 4,336,463.46 2,374,832.65 6,711,296.11 19 15-Apr-19 223,919,473.17 4,380,731.52 2,330,564.59 6,711,296.11 20 15-Mei-19 219,494,021.68 4,425,451.49 2,285,844.62 6,711,296.11 21 15-Jun-19 215,023,393.71 4,470,627.98 2,240,668.14 6,711,296.11 22 15-Jul-19 210,507,128.07 4,516,265.64 2,195,030.48 6,711,296.11 23 15-Agu-19 205,944,758.89 4,562,369.18 2,148,926.93 6,711,296.11 24 15-Sep-19 201,335,815.52 4,608,943.37 2,102,352.75 6,711,296.11 25 15-Okt-19 196,679,822.53 4,655,993.00 2,055,303.12 6,711,296.11 26 15-Nov-19 191,976,299.60 4,703,522.92 2,007,773.19 6,711,296.11 27 15-Des-19 187,224,761.55 4,751,538.05 1,959,758.06 6,711,296.11 28 15-Jan-20 182,424,718.21 4,800,043.34 1,911,252.77 6,711,296.11 29 15-Feb-20 177,575,674.43 4,849,043.78 1,862,252.33 6,711,296.11 30 15-Mar-20 172,677,129.99 4,898,544.44 1,812,751.68 6,711,296.11
No
Tanggal Sisa Angsuran Angsuran Angsuran Hutang Pokok Pokok Margin Perbulan 31 15-Apr-20 167,728,579.58 4,948,550.41 1,762,745.70 6,711,296.11 32 15-Mei-20 162,729,512.71 4,999,066.86 1,712,229.25 6,711,296.11 33 15-Jun-20 157,679,413.71 5,050,099.00 1,661,197.11 6,711,296.11 34 15-Jul-20 152,577,761.61 5,101,652.10 1,609,644.01 6,711,296.11 35 15-Agu-20 147,424,030.15 5,153,731.46 1,557,564.65 6,711,296.11 36 15-Sep-20 142,217,687.68 5,206,342.47 1,504,953.64 6,711,296.11 37 15-Okt-20 136,958,197.12 5,259,490.55 1,451,805.56 6,711,296.11 38 15-Nov-20 131,645,015.94 5,313,181.18 1,398,114.93 6,711,296.11 39 15-Des-20 126,277,596.03 8,367,419.91 1,343,876.20 6,711,296.11 40 15-Jan-21 120,855,383.71 5,422,212.32 1,289,083.79 6,711,296.11 41 15-Feb-21 115,377,819.64 5,477,564.07 1,233,732.04 6,711,296.11 42 15-Mar-21 109,844,338.77 5,533,480.87 1,177,815.24 6,711,296.11 43 15-Apr-21 104,254,370.28 5,589,968.49 1,121,327.62 6,711,296.11 44 15-Mei-21 98,607,337.53 5,647,032.75 1,064,263.36 6,711,296.11 45 15-Jun-21 92,902,657.99 5,704,679.54 1,006,616.57 6,711,296.11 46 15-Jul-21 87,139,743.17 5,762,914.81 948,381.30 6,711,296.11 47 15-Agu-21 81,317,998.61 8,821,744.57 889,551.54 6,711,296.11 48 15-Sep-21 75,436,823.73 5,881,174.88 830,121.24 6,711,296.11 49 15-Okt-21 69,495,611.86 5,941,211.87 770,084.24 6,711,296.11 50 15-Nov-21 63,493,750.12 6,001,861.74 709,434.37 6,711,296.11 51 15-Des-21 57,430,619.37 6,063,130.75 648,165.37 6,711,296.11 52 15-Jan-22 51,305,594.16 6,125,025.21 586,270.91 6,711,296.11 53 15-Feb-22 45,118,042.65 6,187,551.51 523,744.61 6,711,296.11 54 15-Mar-22 38,867,326.56 6,520,716.09 460,580.02 6,711,296.11 55 15-Apr-22 32,552,801.07 6,314,525.49 396,770.63 6,711,296.11 56 15-Mei-22 26,173,814.80 6,378,986.27 332,309.84 6,711,296.11 57 15-Jun-22 19,729,709.72 6,444,105.09 267,191.03 6,711,296.11 58 15-Jul-22 13,219,821.06 6,509,888.66 201,407.45 6,711,296.11 59 15-Agu-22 6,643,477.28 6,576,343.77 134,952.34 6,711,296.11 60 15-Sep-22 0.00 6,643,477.28 67,818.83 6,711,296.11 TOTAL 300,000,000.00 102,677,766.80 402,677,766.80Nama Nasabah
: Bapak Teguh
Jenis Pembiayaan
: Murabahah
Limit Pembiayaan
: Rp 400.000.000,00
Margin Keuntungan : Rp 570.977.356,00
Total Murabahah
: Rp 970.977.356,00
Angsuran Perbulan
: Rp 5.394.319,00
Margin Saat Akad : 14,25%Jangka Waktu
: 180 Bulan
No
Tanggal Sisa Angsuran AngsuranAngsuran Hutang Pokok Pokok Margin Perbulan 1 08 Nov 2017 399.355.681,00 644.319,00 4.750.000,00 5.394.319,00 2 08 Des 2017 398.703.711,00 651.970,00 4.742.349,00 5.394.319,00 3 08 Jan 2018 398.043.999,00 659.712,00 4.734.607,00 5.394.319,00 4 08 Feb 2018 397.376.453,00 667.546,00 4.726.772,00 5.394.319,00 5 08 Mar 2018 396.700.980,00 675.473,00 4.718.845,00 5.394.319,00 6 08 Apr 2018 396.017.485,00 683.495,00 4.710.824,00 5.394.319,00 7 08 Mei 2018 395.325.874,00 691.611,00 4.702.708,00 5.394.319,00 8 08 Jun 2018 394.626.051,00 699.824,00 4.694.495,00 5.394.319,00 9 08 Jul 2018 393.917.916,00 708.134,00 4.686.184,00 5.394.319,00 10 08 Agt 2018 393.201.373,00 716.543,00 4.677.775,00 5.394.319,00 11 08 Sep 2018 392.476.321,00 725.052,00 4.669.266,00 5.394.319,00 12 08 Okt 2018 391.742.658,00 733.662,00 4.660.656,00 5.394.319,00 13 08 Nov 2018 391.000.284,00 742.375,00 4.651.944,00 5.394.319,00 14 08 Des 2018 390.249.093,00 751.190,00 4.643.128,00 5.394.319,00 15 08 Jan 2019 389.488.983,00 760.111,00 4.634.208,00 5.394.319,00 16 08 Feb 2019 388.719.846,00 769.137,00 4.625.182,00 5,394,319.00 17 08 Mar 2019 387.941.575,00 778.270,00 4.616.048,00 5.394.319,00 18 08 Apr 2019 387.154.063,00 787.512,00 4.606.806,00 5.394.319,00 19 08 Mei 2019 386.357.199,00 796.864,00 4.597.454,00 5.394.319,00 20 08 Jun 2019 385.550.872,00 806.327,00 4.587.992,00 5.394.319,00 21 08 Jul 2019 384.734.970,00 815.902,00 4.578.417,00 5.394.319,00 22 08 Agt 2019 383.909.379,00 825.591,00 4.568.728,00 5.394.319,00 23 08 Sep 2019 383.073.984,00 835.395,00 4.558.924,00 5.394.319,00 24 08 Okt 2019 382.228.669,00 845.315,00 4.549.004,00 5.394.319,00 25 08 Nov 2019 381.373.316,00 855.353,00 4.538.965,00 5.394.319,00 26 08 Des 2019 380.507.805,00 865.511,00 4.528.808,00 5.394.319,00 27 08 Jan 2020 379.632.017,00 875.788,00 4.518.530,00 5.394.319,00 28 08 Feb 2020 378.745.828,00 886.188,00 4.508.130,00 5,394,319.00 29 08 Mar 2020 377.849.116,00 896.712,00 4.497.607,00 5.394.319,00 30 08 Apr 2020 376.941.756,00 907.360,00 4.486.958,00 5.394.319,00 31 08 Mei 2020 376.023.621,00 918.135,00 4.476.183,00 5.394.319,00