• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN PENDAHULUAN BRONCHOPNEUMONIA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LAPORAN PENDAHULUAN BRONCHOPNEUMONIA"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN PENDAHULUAN BRONCHOPNEUMONIA LAPORAN PENDAHULUAN BRONCHOPNEUMONIA

A.

A. KONSEP DASAR KONSEP DASAR PENYAPENYAKIT BRONCHOPNEUMONIAKIT BRONCHOPNEUMONIA 1.

1. PENGERTIANPENGERTIAN Isti

Istilah lah bronchbronchopneumonopneumonia ia digunadigunakan kan untuk untuk menggammenggambarkan barkan pneumonpneumonia ia yangyang mempunyai penyebaran berbercak, teratur dalam satu atau lebih area terlokalisasi mempunyai penyebaran berbercak, teratur dalam satu atau lebih area terlokalisasi dalam bronki dan meluas ke parenkim paru yang berdekatan di sekitarnya. (Brunner  dalam bronki dan meluas ke parenkim paru yang berdekatan di sekitarnya. (Brunner  & Suddarth, 2001). Bronchopneu monia disebut uga pneumonia lobularis, yaitu & Suddarth, 2001). Bronchopneu monia disebut uga pneumonia lobularis, yaitu radang paru! paru yang di sebabkan oleh bakteri, "irus, amur dan lain! lain.

radang paru! paru yang di sebabkan oleh bakteri, "irus, amur dan lain! lain.

Bronchopneumonia# pneumonia lobaris merupakan radang paru yang menyebabkana Bronchopneumonia# pneumonia lobaris merupakan radang paru yang menyebabkana  bronkhioli

 bronkhioli terminal. terminal. Bronkhioli Bronkhioli terminal terminal tersumbat tersumbat oleh oleh eksudat eksudat yang yang berbentuk berbentuk   bercak!

 bercak! bercak., bercak., kemudian kemudian menadi menadi bagian bagian yang yang terkonsulidasi terkonsulidasi atau atau membentuk membentuk  gabungan dan meluas ke parenkim paru.

gabungan dan meluas ke parenkim paru.

$enyakit ini sering bersi%at sekunder, menyertai in%eksi saluran perna%asan atas, $enyakit ini sering bersi%at sekunder, menyertai in%eksi saluran perna%asan atas, demam, in%eksi yang spesi%ik dan penyakit yang melemahkan daya tahan tubuh. demam, in%eksi yang spesi%ik dan penyakit yang melemahkan daya tahan tubuh. 2. ETIOLOGI

2. ETIOLOGI

Broncopneumonia

Broncopneumonia dapat dapat disebabkan disebabkan oleholeh •

Bakteri' streptococcus, straphylococcus, in%luenmaBakteri' streptococcus, straphylococcus, in%luenma

iirus' legionella pneumonia, rus' legionella pneumonia, "irus in%luena"irus in%luena

*amur' aspergilus, candida albicons*amur' aspergilus, candida albicons

+spirasi makanan, sekresi oropharing#isi lambung ke dalam paru+spirasi makanan, sekresi oropharing#isi lambung ke dalam paru

ongesti paru kronik ongesti paru kronik 

-lora normal, hidrokarbon.-lora normal, hidrokarbon.

3.

3. PATOFISIOLOGIPATOFISIOLOGI Sebagian

Sebagian besar besar penyebab penyebab bronkopneumonia bronkopneumonia adalah adalah mikroorganisme mikroorganisme (amur, (amur, bakter,bakter, "irus) dan sebagian kecil oleh penyebab lain seperti hidrokarbon (minyak tanah, "irus) dan sebagian kecil oleh penyebab lain seperti hidrokarbon (minyak tanah,  bensin

 bensin dan dan seenisnya). seenisnya). Serta Serta aspirasi aspirasi ( ( masuknya masuknya isi isi lambung lambung ke ke dalam dalam saluransaluran napas). +alnmya mikroorganisme akan masuk melalui percikan ludah ( droplet) napas). +alnmya mikroorganisme akan masuk melalui percikan ludah ( droplet)

(2)

in%asi ini akan masuk ke saluran pernapasan atas dan menimbulkan reaksi imunologis dari tubuh. /eaksi ini menyebabkan peradangan, dimana saat teradi  peradangan ini tubuh akan menyesuaikan diri sehingga timbulah geala demam pada  penderita.

/eaksi peradangan ini akan menimbulkan secret. Semakin lama secret semakin menumpuk di bronkus sehingga aliran bronkus menadi semakin sempit dan pasien akan merasa sesak. Selain terkumpul di bronkus, lama kelamaan secret akan sampai ke al"eolus paru dan mengganggu system pertukaran gas di paru.

Selain mengin%eksi saluran napas, bakteri ini uga dapat mengin%eksi saluran cerna saat ia terbaa oleh darah. Bakteri ini akan membuat %lora normal dalam usus menadi agen pathogen sehingga timbul masalah I tract.

(3)
(4)

4. GEJALA KLINIS +. $nemonia bakteri eala  ! /initis ringan ! +noreksia ! elisah Berlanut sampai ! emam

! alaise (tidak nyaman) !  3a%as cepat dan dangkal. ! 4kspirasi berbunyi.

! 5ebih dari 6 tahun, sakit kepala dan kedinginan ! urang dari 2 tahun "omitus dan diare ringan ! 5eukositosis

! -oto thorak pneumonia lebar B. $nemonia irus

eala aal ! Batuk ! /hinitis

 Berkembang sampai

! emam ringan, batuk ringan dan malaise sampai demam tinggi batuk hebat dan lesu. ! 4m%isema obstrukti% ! /onkhi basah. 7. $neumonia mikroplasma ! emam ! Sakit kepala ! enggigil ! +noreksia  Berkembang sampai ! /hinitis alergi

! Sakit tenggorokan batuk kering berdarah ! +rea konsolidasi pada pemeriksa thorak. 5. PEMERIKSAAN PENUNJANG +. $emeriksaan 5aboratorium

! 5eukosit meningkat 16.000!80.000#mm9 ! 5au endap darah meningkat 100mm

! +S:; meningkat pada in%eksi streptococcus.

! + menunukkan hipoksemia tanpa hiperkapnea atau retensi 7;2

! <rin biasanya berarna lebih tua, mungkin terdapat albumin urin ringan karena  peningkatan suhu tubuh.

B. $emeriksaan /adiologi

! :erlihat bercak! bercak pada bronkus hingga lobus. 6. PENATALAKSANAAN

a. +ntibiotic seperti = penisilin, eritromicin, kindomisin, dan se%alos%orin.  b. :erapi oksigen (;2)

(5)

c.  3ebulier, untuk mengencerkandahak yang kental dan pemberian bronkodilator. d. Istirahat yang cukup

e. emotera%i untuk mikoplasma pneumonia dapat diberikan eritromicin 8> 600 mg# hari atau tetrasiklin 9!8 > 600mg# hari.

7. KOMPLIKASI

a. +telektasis $engembangan paru yang tidak sempurna.  b. 4m%isema  :erdapatnya pus pada rongga pleura.

c. +bses paru pengumpulan pus pada aringan paru yang meradang. d. In%eksi sistomik 

e. 4ndokarditis peradangan pada endokardium. %. eningitis  $eradangan pada selaput otak.

. PENCEGAHAN PADA ANAK

a. ?indari anak dari paparan asap rokok, polusi dan tempat keramaian yang berpotensi  penularan.

 b. ?indari kontak anak dengan penderita IS$+ c. embiasakan pemberian +SI

d. Segera berobat ika teradi demam, batuk, dan pilek, terlebih disertai suara sesak dan sesak pada anak.

(6)

B. KONSEP DASAR ASUHAN KEPERAWATAN. 1. PENGKAJIAN KEPERAWATAN.

1) Identitas.

2) /iayat eperaatan. a. eluhan utama.

+nak sangat gelisah, dispnea, pernapasan cepat dan dangkal, diserai pernapasan cuping hidupng, serta sianosis sekitar hidung dan mulut. adang disertai muntah dan diare.atau diare, tina berdarah dengan atau tanpa lendir, anoreksia dan muntah.

 b. /iayat penyakit sekarang.

Bronkopneumonia biasanya didahului oleh in%eksi saluran pernapasan bagian atas selama  beberapa hari. Suhu tubuh dapat naik sangat mendadak sampai 9@!80o7 dan kadang

disertai keang karena demam yang tinggi. c. /iayat penyakit dahulu.

$ernah menderita penyakit in%eksi yang menyebabkan sistem imun menurun. d. /iayat kesehatan keluarga.

+nggota keluarga lain yang menderita penyakit in%eksi saluran pernapasan dapat menularkan kepada anggota keluarga yang lainnya.

e. /iayat kesehatan lingkungan.

enurut Ailson dan :hompson, 1@@0 pneumonia sering teradi pada musim huan dan aal musim semi. Selain itu pemeliharaan ksehatan dan kebersihan lingkungan yang kurang uga bisa menyebabkan anak menderita sakit. 5ingkungan pabrik atau banyak  asap dan debu ataupun lingkungan dengan anggota keluarga perokok.

%. Imunisasi.

+nak yang tidak mendapatkan imunisasi beresiko tinggi untuk mendapat penyakit in%eksi saluran pernapasan atas atau baah karena system pertahanan tubuh yang tidak cukup kuat untuk melaan in%eksi sekunder.

(7)

g. /iayat pertumbuhan dan perkembangan. h.  3utrisi.

/iayat gii buruk atau meteorismus (malnutrisi energi protein ' 4$). 9) $emeriksaan persistem.

a. Sistem kardio"askuler. :akikardi, iritability.

 b. Sistem pernapasan.

Sesak napas, retraksi dada, melaporkan anak sulit bernapas, pernapasan cuping hdidung, ronki, heeing, takipnea, batuk produkti% atau non produkti%, pergerakan dada asimetris,  pernapasan tidak teratur#ireguler, kemungkinan %riction rub, perkusi redup pada daerah teradinya konsolidasi, ada sputum#sekret. ;rang tua cemas dengan keadaan anaknya yang bertambah sesak dan pilek.

c. Sistem pencernaan.

+nak malas minum atau makan, muntah, berat badan menurun, lemah. $ada orang tua yang dengan tipe keluarga anak pertama, mungkin belum memahami tentang tuuan dan cara pemberian makanan#cairan personde.

d. Sistem eliminasi.

+nak atau bayi menderita diare, atau dehidrasi, orang tua mungkin belum memahami alasan anak menderita diare sampai teradi dehidrasi (ringan sampai berat).

e. Sistem sara%.

emam, keang, sakit kepala yang ditandai dengan menangis terus pada anak!anak atau malas minum, ubun!ubun cekung.

%. Sistem lokomotor#muskuloskeletal. :onus otot menurun, lemah secara umum, g. Sistem endokrin.

:idak ada kelainan. h. Sistem integumen.

:urgor kulit menurun, membran mukosa kering, sianosis, pucat, akral hangat, kulit kering, .

i. Sistem penginderaan. :idak ada kelainan.

(8)

Secara laboratorik ditemukan lekositosis, biasanya 16.000 ! 80.000 # m3  dengan  pergeseran ke kiri. 54 meninggi. $engambilan sekret secara broncoskopi dan %ungsi  paru!paru untuk preparat langsung= biakan dan test resistensi dapat menentukan#mencari etiologinya. :etapi cara ini tidak rutin dilakukan karena sukar. $ada punksi misalnya dapat teradi salah tusuk dan memasukkan kuman dari luar. -oto roentgen (chest > ray) dilakukan untuk melihat 

omplikasi seperti empiema, atelektasis, perikarditis, pleuritis, dan ;+.5uas daerah paru yang terkena.

4"aluasi pengobatan

$ada bronchopnemonia bercak!bercak in%iltrat ditemukan pada salah satu atau beberapa lobur.

$ada pemeriksaan +Bs ditemukan $a;2  0 mm?g.

2. DIAGNOSA KEPERAWATAN

1. etidake%ekti%an bersihan alan na%as berhubungan dengan peningkatan produksi sputum ditandai dengan adanya ronchi, dan ketidake%ekti%an batuk.

2. angguan pertukaran gas berhubungan dengan proses in%eksi pada aringan paru (perubahan membrane al"eoli) ditandai dengan sianosis, $a;2 menurun, sesak na%as. 9. ?ipertermi berhubungan dengan in%lamasi terhadap in%eksi saluran na%as ditandai dengan peningkatan suhu tubuh, mengigil, akral teraba panas.

8.  3utrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan peningkatan metabolisme sekunder terhadap demam dan proses in%eksi ditandai dengan na%su makan menurun, BB turun, mual dan muntah, turgor kulit tidak elastis.

6. Intoleransi akti"itas berhubungan dengan ketidakseimbangan antara suplai ;2 dengan kebutuhan oksigen ditandai dengan tidak mampu berpartisipasi dalam kegiatan sehari! hari sesuai kemampuan tanpa bantuan.

C. /esiko tinggi kekurangan "olume cairan berhubungan dengan peningkatan suhu tubuh,kehilangan cairan karena berkeringat banyak, muntah atau diare.

D. /esiko in%eksi berhubungan dengan resiko terpaan bakteri patogen

3. INTER!ENSI iagnosa 1

(9)

iagnosa 2 :uuan dan ?  setelah dilakukan asuhan (..>..) diharapkan "entilasi pasien

tidak terganggu dengan ?  + dalam rentang normal ( $;2 ' E0 F 100 mm?g, $7;2 ' 96 F 86 mm?g, p? ' D,96 F D,86, Sa;2 ' @6 F @@ G), tidak  ada sianosis, pasien tidak sesak dan rileks.

Inter"ensi /asional ! ai %rekuensi, kedalaman,

kemudahan bernapas pasien.

! ;bser"asi arna kulit, membran mukosa bibir.

! Berikan lingkungan seuk, nyaman, "entilasi cukup.

! :inggikan kepala, anurkan napas dalam dan batuk e%ekti%. ! $ertahankan istirahat tidur. ! olaborasikan pemberian oksigen dan pemeriksaan lab (+)

! emberi in%ormasi tentang  pernapasan pasien.

! ebiruan menunukkan sianosis.

! <ntuk membuat pasien lebih nyaman.

! eningkatkan inspirasi dan  pengeluaran sekret.

! encegah terlalu letih.

! enge"aluasi proses penyakit dan mengurangi distres respirasi. :uuan dan criteria hasil  setelah dilakukan asuhan keperaatan

selama (H>H) diharapkan alan na%as pasien e%ekti% dengan criteria hasil  alan na%as paten, tidak ada bunyi na%as tambahan, tidak sesak, // normal (96!80>#menit), tidak ada penggunaan otot bantu na%as, tidak ada perna%asan cuping hidung

I3:4/43SI /+SI;3+5 ! ;bser"asi :: terutama

respiratory rate

! +uskultasi area dada atau  paru, catat hasil pemeriksaan

! 5atih pasien batuk e%ekti%  dan na%as dalam

! 5akukan suction sesuai indikasi

! emberi posisi semi%oler atau supinasi dengan ele"asi kepala

! +nurkan pasien minum air hangat

olaborasi 

! Bantu mengaasi e%ek   pengobatan nebulier dan

%isioterapi na%as lainnya.

! Berikan obat sesuai indikasi, seperti mukolitik, ekspektoran, bronkodilator, analgesic

! Berikan ;2lembab sesuai indikasi

! ember in%ormasi tentang pola perna%asan  pasien, tekanan darah, nadi,

suhu pasien.

! 7rekcels, ronkhi dan mengi dapat terdengar saat inspirasi dan ekspirasi pada tempat konsolidasi sputum ! emudahkan bersihan  alan na%as dan ekspansi

maksimum paru

! engeluarkan sputum  pada pasien tidak sadar atau

tidak mampu batuk e%ekti%  ! eningkatkan ekspansi  paru

! +ir hangat dapat memudahkan pengeluaran secret

! emudahkan  pengenceran dan pembuangan

secret

! $roses medikamentosa dan membantu mengurangi  bronkospasme

! engurangi distress respirasi

(10)

iagnosa 9

:uuan dan ?  setelah dilakukan asuhan keperaatan selama (...>...) diharapkan suhu pasien turun atau normal (9C,6 F 9D,6°7) dengan ? pasien tidak gelisah, pasien tidak menggigil, akral teraba hangat, arna kulit tidak ada kemerahan.

Inter"ensi /asional ! ai suhu tubuh pasien

! $ertahankan lingkungan tetap seuk 

! Berikan kompres hangat  basah pada ketiak, lipatan paha,

kening (untuk sugesti)

! +nurkan pasien untuk   banyak minum

! +nurkan mengenakan  pakaian yang minimal atau tipis

! Berikan antipiretik sesuai indikasi

! Berikan antimikroba ika disarankan

! ata untuk menentukan inter"ensi

! enurunkan suhu tubuh secara radiasi

! enurunkan suhu tubuh secara konduksi

! $eningkatan suhu tubuh mengakibatkan penguapan cairan tubuh meningkat, sehingga diimbangi dengan intake cairan yang banyak 

! $akaian yang tipis mengurangi  penguapan cairan tubuh

! +ntipiretik e%ekti% untuk  menurunkan demam

(11)

iagnosa 8

:uuan dan ?  setelah dilakukan asuhan keperaatan selama (...>...) diharapkan kebutuhan nutrisi pasien adekuat dengan ? na%su makan pasien meningkat, BB pasien ideal, mual muntal berkurang, turgor kulit elastis, pasien tidak lemas

Inter"ensi /asional ! ai penyebab mual muntah

 pasien

! Berikan peraatan mulut

! Bantu pasien membuang atau mengeluarkan sputum sesering mungkin

! +nurkan untuk menyaikan makanan dalam keadaan hangat ! +nurkan pasien makan sedikit tapi sering

! olaborasikan untuk memilih makanan yang dapat memenuhi kebutuhan gii selama sakit

! <ntuk menentukan inter"ensi selanutnya

! ulut yang bersih meningkatkan na%su makan

! Sputum dapat menyebabkan  bau mulut yang nantinya dapat

menurunkan na%su makan

! embantu meningkatkan na%su makan

! eningkatkan intake makanan

! emenuhi gii dan nutrisi sesuai dengan keadaan pasien

(12)

iagnosa 6

:uuan dan .?  setelah diberikan asuhan keperaatan selama (H>H) diharapkan toleransi pasien terhadap akti%itas meningkat dengan ?  pasien mampu  berpartisipasi dalam kegiatan sehari F hari sesuai kemampuan tanpa bantuan, pasien mampu mempraktekkan teknik, penghematan energy, :: stabil (S ' 9C,67 F  9D,67, 3 ' D6 F 100>#menit, // ' 96 !80 ># menit)

Inter"ensi /asional ! 4"aluasi tingkat kelemahan dan

toleransi pasien dalam melakukan kegiatan

! Berikan lingkungan yang tenang dan periode istirahat tanpa ganguan

! Bantu pasien dalam melakukan akti%itas sesuai dengan kebutuhannya

olaborasi 

! Berikan oksigen tambahan

! Sebagai in%ormsdi dalam menentukan inter"ensi selanutnya

! enghemat energy untuk akti%itas dan penyembuhan

! ;ksigen yang meningkat akibat akti%itas

! engadekuatkan persediaan oksigen

(13)

iagnosa C

:uuan dan ?  setelah dilakukan asuhan keperaatan selama (H>H) diharapkan "olume cairan tubuh pasien seimbang dengan ?  membrane mukosa pasien lembab, turgor kulit baik, pengisian capiler cepat #  9detik, input dan output seimbang, pasien tidak muntah. $asien tidak diare, :: normal (S ' 9C,67 F  9D,67, 3 ' D6 F 100>#menit, // ' 96 !80 ># menit)

Inter"ensi /asioanl ! ;bser"asi :: J 2! 8 am, kai

turgor kulit.

! $antau intake dan output cairan

! +nurkan pasien minum air yang  banyak 

olaborasi 

! Berikan terapi intra"ena seperti in%use sesuai indikasi

! $asang 3: sesuai indikasi untuk pemasukan cairan

! $eningkatan suhu menunukkan  peningkatan metabolic

! engidenti%ikasi kekurangan "olume cairan

! enurunkan resiko dehidrasi

! elengkapi kebutuhan cairan  pasien

! embantu memenuhi cairan bila tidak bias dilakukan secara oral

(14)

iagnosa D

:uuan dan ?  Setelah dilakukan asuhan keperaatan selama 2 > 28 am

diharapkan in%eksi tidak teradi dengan ? klien bebas dari tanda dan geala in%eksi, menunukkan kemampuan untuk mencegah timbulnya in%eksi, umlah leukosit dalam  batas normal, menunukkan perilaku hidup sehat

Inter"ensi /asioanl ! ai suhu badan E am

! onitor tanda dan geala in%eksi sistemik dan lokal

! Inspeksi kulit dan membran mukosa terhadap kemerahan, panas ! +arkan pasien dan keluarga tanda dan geala in%eksi

olaborasi

! Berikan terapi antibiotik 

! endeteksi adanya tanda dari in%eksi

! empermudah untuk penanganan  ika in%eksi teradi

! $anas, kemerahan merupakan tanda dari in%eksi

! engan melibatkan keluarga tanda in%eksi lebih cepat diketahui ! +ntibiotik e%ekti% untuk  mencegah penyebaran bakteri

4. IMPLEMENTASI

(15)

5. E!ALUASI > 1 

! *alan na%as pasien e%ekti% 

! :idak ada bunyi na%as tambahan ! *alan na%as pasien paten

! $asien tidak sesak 

! // normal (90!80>#menit)

! :idak ada penggunaan otot bantu na%as ! :idak ada perna%asan cuping hidung > 2 

! entilasi pasien tidak terganggu ! + normal

$;2 ' E0!100mm?g$7;2' 96!86mm?g p? ' D,96!D,86Sa;2 ' @6G!@@G ! :idak ada sianosis ! :idak ada sesak  ! $asien terlihat rileks > 9 

! Suhu pasien normal (9C,6!9D,607) ! $asien tidak gelisah

! $asien tidak menggigil ! +kral teraba hangat > 8 

! ebutuhan nutrisi pasien adekuat !  3a%su makan pasien meningkat ! $asien tidak mual muntah ! :urgor kulit elastic

! BB pasien ideal ! $asien tidak lemas > 6 

! :oleransi pasien terhadap akti"itas meningkat

! $asien mampu berpartisipasi dalam kegiatan sehari!hari sesuai tingkat kemampuan tanpa bantuan

! $asien mampu mempraktekkan penghematan energy ! :: stabil  S ' 9C,6!9D,607

3 ' 100!120>#menit // ' 90!80>#menit

(16)

> C 

! olume cairan pasien adekuat#seimbang ! embran mukosa pasien lembab

! :urgor kulit elastis

! :: stabil  S ' 9C,6!9D,607 3 ' 100!120>#menit // ' 90!80>#menit ! 7/:  9 detik 

> D 

! klien bebas dari tanda dan geala in%eksi

! menunukkan kemampuan untuk mencegah timbulnya in%eksi !  umlah leukosit dalam batas normal

(17)

DAFTAR PUSTAKA

ongoes. arlym.2000. Rencana Asuhan Keperawatan. 4disi 9 *akarta  47.

Smelter, Suanne.2000. Buku Ajar Keperawatan Medikal bedah.ol 1.*akarta  47 Kul ahlan .2000. Ilmu Penyakit Dalam Edisi III . *akarta  Balai penerbit - <5 /ce"ers,7halene. * et all.2000. Keperawatan medical Bedah. *akarta Salemba edika

Referensi

Dokumen terkait

penafsiran teleologis, guna menghindari ketidakpastian hukum dari ketentuan pasal 18, pasal 19, pasal 52 ayat (1), pasal 66 ayat (1), pasal 70 dan pasal 71 UUAP tersebut di atas,

16 Slameto, Proses Belajar Mengakjar Dalam Sistem Kredit Semester (SKS), (Jakarta: Bumi Aksara, 1991), hal.. Ini berarti perubahan tingkah laku itu terjadi karena ada tujuan yang..

Pada penelitian ini hanya ditentukan kisaran ukuran sel udara saja, hasil pengukuran menunjukkan bahwa diameter partikel udara dari sampel sangat kecil (0,91 –

Perantara pemasaran merupakan suatu saluran pemasaran (juga disebut sebagai saluran perdagangan atau saluran distribusi). 8 Dalam suatu perusahaan saluran distribusi

Pada saat Peraturan Daerah ini mulai berlaku, maka Peraturan Daerah Kabupaten Tanah laut Nomor 8 tahun 2005 tentang retribusi Pasar dan Sewa Toko, Kios, Los, Bak Pasar

Adapun dalam hal kegiatan pendidikan dan/atau pelatihan yang dilakukan oleh instansi pemerintah untuk maksud tersedianya sumber daya manusia Sistem Informasi Kesehatan

Putusan Dewan Banding Pusat ( Centrale Raad van Beroep ), 23 Januari 1956, yang menyatakan bahwa Keputusan pemecatan seorang PNS tidak boleh berlaku surut. Putusan Dewan

Pembelajar lebih mungkin untuk yakin bahwa mereka dapat berhasil pada suatu tugas ketika mereka telah berhasil pada tugas tersebut atau tugas lain yang mirip di masa lalu