• Tidak ada hasil yang ditemukan

jurnal penjadwalan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "jurnal penjadwalan"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

Antoni Yohanes Antoni Yohanes

 Program Studi Teknik Industri  Program Studi Teknik Industri

Universitas Stikubank, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia Universitas Stikubank, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia

[email protected] [email protected]

 Abstrak  Abstrak  Penjadualan

 Penjadualan merupakan merupakan pengaturan pengaturan waktu waktu dari dari suatu suatu kegitan kegitan operasi. operasi. penjadualan penjadualan mencakupmencakup kegiatan mengalokasikan fasilitas, peralatan ataupun tenaga kerja bagai suatu kegiatan operasi dan kegiatan mengalokasikan fasilitas, peralatan ataupun tenaga kerja bagai suatu kegiatan operasi dan menentukan urutan pelaksanaan kegiatan operasi. Saat ini telah banyak dikembangkan berbagai menentukan urutan pelaksanaan kegiatan operasi. Saat ini telah banyak dikembangkan berbagai macam metode dalam penjadualan produksi, antara lain penjadualan produksi yang mengutamakan macam metode dalam penjadualan produksi, antara lain penjadualan produksi yang mengutamakan waktu kerja terlebih dahulu dalam urutan proses produksinya, penjadualan berdasarkan jumlah mesin waktu kerja terlebih dahulu dalam urutan proses produksinya, penjadualan berdasarkan jumlah mesin  yang

 yang ada ada dan dan penjadualan penjadualan produksi produksi berdasarkan berdasarkan pengaturan pengaturan laju laju produksi produksi yang yang stabil stabil terhadapterhadap ragam tingkat persediaan untuk memenuhi permintaan

ragam tingkat persediaan untuk memenuhi permintaan konsumen.konsumen.  Metode Campbel-Dudek-Smith (CDS), metode ini

 Metode Campbel-Dudek-Smith (CDS), metode ini pada dasarnya memecahkan persoalan n job pada mpada dasarnya memecahkan persoalan n job pada m mesin flow shop. Pada penjadualan ini diusahakan untuk mendapatkan harga makespan yang terkecil mesin flow shop. Pada penjadualan ini diusahakan untuk mendapatkan harga makespan yang terkecil dari (m-1) kemungkinan penjadwalan. penjadualan dengan harga makespan terkecil merupakan dari (m-1) kemungkinan penjadwalan. penjadualan dengan harga makespan terkecil merupakan urutan pengerjaan job

urutan pengerjaan job yang paling baik.Berdasarkan yang paling baik.Berdasarkan data yang di data yang di peroleh dari hasperoleh dari hasil riset yangil riset yang dilakukan di PT. Triangle Motorindo untuk penjadualan produksi dengan menggunakan metode CDS dilakukan di PT. Triangle Motorindo untuk penjadualan produksi dengan menggunakan metode CDS diketahui bahwa penjadwalan untuk

diketahui bahwa penjadwalan untuk diterapkan di PT. Triangle diterapkan di PT. Triangle Motorindo Semarang Motorindo Semarang metode CDSmetode CDS berdasarkan makespan total yaitu 23,1 jam dan efisiensi sebesar yaitu 35,26 %.

berdasarkan makespan total yaitu 23,1 jam dan efisiensi sebesar yaitu 35,26 %.  Kata kunci :

 Kata kunci : CDS, makespan, efisiensiCDS, makespan, efisiensi

 Abstract   Abstract 

Scheduling is the timing of an operating activity . scheduling includes activities allocate facilities , Scheduling is the timing of an operating activity . scheduling includes activities allocate facilities , equipment or labor like an operation and determine the order of the operations. When this has been equipment or labor like an operation and determine the order of the operations. When this has been developed various methods in production scheduling, among other production scheduling priority to developed various methods in production scheduling, among other production scheduling priority to working time in advance in order of production processes, scheduling based on the number of existing working time in advance in order of production processes, scheduling based on the number of existing machines and production scheduling based on stable production rate setting fora variety of inventory machines and production scheduling based on stable production rate setting fora variety of inventory levels to meet consumer demand .Methods Campbell - Dudek - Smith (CDS) , the method is basically levels to meet consumer demand .Methods Campbell - Dudek - Smith (CDS) , the method is basically  solve the

 solve the problem of problem of n jobs n jobs on m on m machines flow machines flow shop . shop . In this In this scheduling attempted scheduling attempted to get to get the price ofthe price of the smallest make span of (m -

the smallest make span of (m - ) the possibility of scheduling . ) the possibility of scheduling . with the price of the with the price of the smallest make spansmallest make span  scheduling a

 scheduling a sequence of sequence of jobs that jobs that most excellent most excellent workmanship .Based workmanship .Based on the on the data data obtained from obtained from thethe results of research conducted at PT . Triangle Motorindo for production scheduling using CDS known results of research conducted at PT . Triangle Motorindo for production scheduling using CDS known that scheduling method to be applied in PT . Triangle Motorindo Semarang CDS method is based on that scheduling method to be applied in PT . Triangle Motorindo Semarang CDS method is based on the total make span is 23.1 hours and the efficiency of which is 35.26 %.

the total make span is 23.1 hours and the efficiency of which is 35.26 %.  Keywords : CDS , makespan , efficiency

 Keywords : CDS , makespan , efficiency

I. PENDAHULUAN I. PENDAHULUAN

 A.

 A.  Latar Bela Latar Belakangkang

Pengertian penjadualan secara umum dapat diartikan seperti:

Pengertian penjadualan secara umum dapat diartikan seperti: “scheduling is the“scheduling is the allocation of resources overtime to perform collection of risk”

allocation of resources overtime to perform collection of risk” , yang artinya penjadwalan, yang artinya penjadwalan adalah pengalokasian sumber daya yang terbatas untuk mengerjakan sejumlah pekerjaan. adalah pengalokasian sumber daya yang terbatas untuk mengerjakan sejumlah pekerjaan. Permasalahan muncul apabila pada tahapan operasi tertentu beberapa atau seluruh pekerjaan Permasalahan muncul apabila pada tahapan operasi tertentu beberapa atau seluruh pekerjaan

(2)

unit-unit produksi

unit-unit produksi (resources)(resources)  dapat dimanfaatkan secara optimum. Pemanfaatan ini antara  dapat dimanfaatkan secara optimum. Pemanfaatan ini antara lain dilakukan dengan jalan meningkatkan utilitas unit-unit produksi melalui usaha-usaha lain dilakukan dengan jalan meningkatkan utilitas unit-unit produksi melalui usaha-usaha mereduksi waktu menganggur

mereduksi waktu menganggur (idle time)(idle time)  dari unit-unit yang bersangkutan. Pemanfaatan  dari unit-unit yang bersangkutan. Pemanfaatan lainnya dapat juga dilakukan dengan cara meminimumkan

lainnya dapat juga dilakukan dengan cara meminimumkan in-proses inventoryin-proses inventory  melalui  melalui reduksi terhadap waktu rata-rata pekerjaan yang menunggu (antri) dalam baris antrian pada reduksi terhadap waktu rata-rata pekerjaan yang menunggu (antri) dalam baris antrian pada unit-unit produksi [1].

unit-unit produksi [1].  B.

 B.  Rumusan Ma Rumusan Masalahsalah

PT. Triangle Motorindo merupakan industri manufaktur yang memproduksi sepeda PT. Triangle Motorindo merupakan industri manufaktur yang memproduksi sepeda motor dengan merek VIAR berlokasi di kota Semarang. Hasil produknya antara lain bebek, motor dengan merek VIAR berlokasi di kota Semarang. Hasil produknya antara lain bebek, motor sport, matic dan motor roda tiga. Penjadwalan produksi dilakukan pada departemen motor sport, matic dan motor roda tiga. Penjadwalan produksi dilakukan pada departemen PPIC. Penelitian ini mengambil data pada lintasan produksi

PPIC. Penelitian ini mengambil data pada lintasan produksi lineline  B yang merakit tipe motor  B yang merakit tipe motor  bebek

 bebek dengan dengan merek merek Star Star CX, CX, Star Star Z, Z, dan dan Star Star X X 125. 125. Lintasan Lintasan produksi produksi didi lineline  B dalam  B dalam  pelaksana

 pelaksanannya tidak dannya tidak dapat memepat memenuhi permintaanuhi permintaan produk sesuan produk sesuai dengan jadwai dengan jadwal yang sudah dil yang sudah di  buat depa

 buat departemen Prtemen PPIC.PIC.

II. KAJIAN PUSTAKA II. KAJIAN PUSTAKA

 A.

 A.  Definisi Pe Definisi Penjadwalan Pnjadwalan Produksiroduksi

Penjadwalan mempunyai definisi pengurutan atau pengerjaan

Penjadwalan mempunyai definisi pengurutan atau pengerjaan secara menyeluruh dalamsecara menyeluruh dalam suatu lintasan produksi yang dikerjakan pada beberapa buah mesin. Masalah penjadwalan suatu lintasan produksi yang dikerjakan pada beberapa buah mesin. Masalah penjadwalan melibatkan pengerjaan beberapa komponen atau mesin yang sering disebut dengan istilah melibatkan pengerjaan beberapa komponen atau mesin yang sering disebut dengan istilah  job

 job..  Job Job  sendiri merupakan komposisi dari sejumlah elemen  sendiri merupakan komposisi dari sejumlah elemen

 – 

 – 

elemen dasar yang disebutelemen dasar yang disebut aktivitas atau operasi. Waktu proses merupakan aktivitas atau operasi yang membutuhkan aktivitas atau operasi. Waktu proses merupakan aktivitas atau operasi yang membutuhkan alokasi sumber daya tertentu selama periode waktu tertentu. Penjadwalan dapat dibagi alokasi sumber daya tertentu selama periode waktu tertentu. Penjadwalan dapat dibagi menjadi dua yaitu penjadwalan panjang dan penjadwalan pendek. Pembedaan tipe menjadi dua yaitu penjadwalan panjang dan penjadwalan pendek. Pembedaan tipe  penjadwala

 penjadwalan n menurut menurut waktu waktu tersebut tersebut didasarkadidasarkan n pada pada waktu waktu pelaksanpelaksanaan aan kegiatakegiatan n yangyang tercakup didalam jadwal yang bersangkutan [2]. Penjadwalan jangka panjang dikaitkan tercakup didalam jadwal yang bersangkutan [2]. Penjadwalan jangka panjang dikaitkan dengan jadwal pelaksanaan aktivitas yang memerlukan jangka waktu pengerjaan panjang dengan jadwal pelaksanaan aktivitas yang memerlukan jangka waktu pengerjaan panjang yaitu bulanan sampai tahunan. Sedangkan penjadwalan jangka pendek berkaitan dengan yaitu bulanan sampai tahunan. Sedangkan penjadwalan jangka pendek berkaitan dengan  penyusunan jadwal atas pengerjaan produk untuk memenuhi permintaan jangka pendek atau  penyusunan jadwal atas pengerjaan produk untuk memenuhi permintaan jangka pendek atau  permintaan

 permintaan pasar. pasar. PenjadwalaPenjadwalan n jangka jangka pendek pendek ini ini disusun disusun untuk untuk pekerjaapekerjaan n yang yang akanakan dilakukan secara berulang. Krajewski dan Rizman menyebutkan pada dasarnya penjadwalan dilakukan secara berulang. Krajewski dan Rizman menyebutkan pada dasarnya penjadwalan adalah pengalokasian sumber daya dari waktu ke waktu untuk menunjang pelaksanaan dan adalah pengalokasian sumber daya dari waktu ke waktu untuk menunjang pelaksanaan dan  penyelesa

 penyelesaian suatu aktivitas pengerjaan spesifik. Penentuan alokasi sumber daya perusahaanian suatu aktivitas pengerjaan spesifik. Penentuan alokasi sumber daya perusahaan (sumber daya manusia, sumber daya kapasitas, dan peralatan produksi atau mesin

(sumber daya manusia, sumber daya kapasitas, dan peralatan produksi atau mesin

 – 

 – 

mesin, danmesin, dan waktu) ditujukan untuk mewujudkan sasaran penggunaan sumber daya secara efektif dan waktu) ditujukan untuk mewujudkan sasaran penggunaan sumber daya secara efektif dan efisien sekaligus menghasilkan keluaran

efisien sekaligus menghasilkan keluaran (ouput)(ouput)  yang tepat jumlah, tepat waktu, dan tepat  yang tepat jumlah, tepat waktu, dan tepat kualitas [2]. Penjadwalan merupakan permintaan akan produk 

kualitas [2]. Penjadwalan merupakan permintaan akan produk 

 – 

 – 

 produk  produk yang yang tertentu tertentu (jenis(jenis dan jumlah) dari jadwal induk produksi akan ditugaskan pada pusat

dan jumlah) dari jadwal induk produksi akan ditugaskan pada pusat

 – 

 – 

 pusat  pusat pemrosesapemrosesann tertentu untuk periode harian, sedangkan Baker (1974) mendefinisikan penjadwalan sebagai tertentu untuk periode harian, sedangkan Baker (1974) mendefinisikan penjadwalan sebagai  proses

 proses pengalokpengalokasian asian sumber sumber daya daya untuk untuk memilih memilih sekumpulasekumpulan n tugas tugas dalam dalam waktu waktu tertentutertentu [1].

(3)

Penjadwalan menurut Baker alam sebuah lintasan produksi dapat dibedakan menjadi Penjadwalan menurut Baker alam sebuah lintasan produksi dapat dibedakan menjadi empat keadaan [1]:

empat keadaan [1]: 1.

1. Mesin yang digunakan merupakan proses dengan mesin tunggal atau proses dengan mesinMesin yang digunakan merupakan proses dengan mesin tunggal atau proses dengan mesin majemuk.

majemuk. 2.

2. Pola aliran proses dapat berupa aliran identik atau sembarang.Pola aliran proses dapat berupa aliran identik atau sembarang. 3.

3. Pola kedatangan pekerjaan dapat bersifat statis atau dinamis.Pola kedatangan pekerjaan dapat bersifat statis atau dinamis. 4.

4. Sifat informasi yang diterima dapat bersifat deterministik atau stokastik.Sifat informasi yang diterima dapat bersifat deterministik atau stokastik.

Salah satu masalah yang cukup penting dalam sistem produksi adalah bagaimana melakukan Salah satu masalah yang cukup penting dalam sistem produksi adalah bagaimana melakukan  pengaturan dan

 pengaturan dan penjadwapenjadwalan lan pekerjaanpekerjaan (jobs)(jobs)  agar pesanan dapat selesai dan sesuai dengan  agar pesanan dapat selesai dan sesuai dengan keinginan konsumen. Di samping itu sumber 

keinginan konsumen. Di samping itu sumber 

 – 

 – 

sumber daya yang tersedia dapat dimanfaatkansumber daya yang tersedia dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin. Salah satu usaha untuk mencapai tujuan diatas adalah melakukan seoptimal mungkin. Salah satu usaha untuk mencapai tujuan diatas adalah melakukan  penjadwala

 penjadwalan n proses produksi yang proses produksi yang baik dengan baik dengan mengurangmengurangi i waktu menganggurwaktu menganggur (iddle time)(iddle time)  pada

 pada unitunit

 – 

 – 

unit produksi dan meminimumkan barang yang sedang dalam prosesunit produksi dan meminimumkan barang yang sedang dalam proses (work in(work in  process)

 process). Dari definisi diatas maka terdapat dua elemen penting dalam proses penjadwalan. Dari definisi diatas maka terdapat dua elemen penting dalam proses penjadwalan yaitu urutan

yaitu urutan (sequence) job(sequence) job yang memberikan solusi optimal dan pengalokasian sumber daya yang memberikan solusi optimal dan pengalokasian sumber daya (resources)

(resources). Pekerjaan. Pekerjaan (job order)(job order)  yang diterima diuraikan dalam bentuk kebutuhan sumber  yang diterima diuraikan dalam bentuk kebutuhan sumber daya, waktu proses, waktu mulai dan waktu berakhirnya proses.

daya, waktu proses, waktu mulai dan waktu berakhirnya proses.  B.

 B.  Input Penjadw Input Penjadwalanalan  Input 

 Input  dari sistem penjadwalan antara lain pekerjaan  dari sistem penjadwalan antara lain pekerjaan

 – 

 – 

 pekerjaa pekerjaan yang n yang merupakamerupakan n alokasialokasi kapasitas untuk

kapasitas untuk order order  –  – order order , penugasan prioritas, penugasan prioritas  job, job,  dan pengendalian jadwal produksi  dan pengendalian jadwal produksi membutuhkan informasi terperinci dimana informasi

membutuhkan informasi terperinci dimana informasi

 – 

 – 

informasi tersebut akan menyatakaninformasi tersebut akan menyatakan masukan dari penjadwalan. Untuk produk 

masukan dari penjadwalan. Untuk produk 

 – 

 – 

 produk  produk tertentu informasi tertentu informasi ini ini bisa bisa diperoleh daridiperoleh dari lembar kerja operasi dan

lembar kerja operasi dan bill of material bill of material  [4]. Fogarty mendefinisikan struktur produk sebagai [4]. Fogarty mendefinisikan struktur produk sebagai sebuah daftar dari seluruh komponen, sub-sub perakitan, dan material bahan baku yang sebuah daftar dari seluruh komponen, sub-sub perakitan, dan material bahan baku yang dibutuhkan untuk membuat suatu produk akhir

dibutuhkan untuk membuat suatu produk akhir (parent assembly)(parent assembly) disertai dengan jumlahdisertai dengan jumlah kebutuhannya masing-masing. Pembentukan struktur produk merupakan bagian dari proses kebutuhannya masing-masing. Pembentukan struktur produk merupakan bagian dari proses desain, dan kemudian digunakan untuk menentukan komponen mana yang harus dibeli, dan desain, dan kemudian digunakan untuk menentukan komponen mana yang harus dibeli, dan komponen mana yang harus dibuat. Bentuk dari struktur produk bervariasi, dapat berupa komponen mana yang harus dibuat. Bentuk dari struktur produk bervariasi, dapat berupa single-level atau multi-level.

single-level atau multi-level.

C.

C. Output PenjadwalanOutput Penjadwalan

Untuk memastikan bahwa suatu aliran kerja yang lancar akan melalui beberapa tahapan Untuk memastikan bahwa suatu aliran kerja yang lancar akan melalui beberapa tahapan  produksi

 produksi maka maka sistem sistem penjadwalapenjadwalan n harus harus membemembentuk ntuk aktivitasaktivitas

 – 

 – 

aktivitasaktivitas output output   sebagai  sebagai  berikut [1]:

 berikut [1]: 1. Pembebanan

1. Pembebanan (loading)(loading)

Melibatkan penyesuaian kebutuhan kapasitas untuk

Melibatkan penyesuaian kebutuhan kapasitas untuk order order  –  – order order   yang diterima  yang diterima diperkirakan dengan kapasitas yang tersedia. Pembebanan dilakukan dengan menugaskan diperkirakan dengan kapasitas yang tersedia. Pembebanan dilakukan dengan menugaskan order 

order  –  – order order  pada fasilitas pada fasilitas

 – 

 – 

fasilitas, operator fasilitas, operator 

 – 

 – 

operator, dan peralatan tertentu.operator, dan peralatan tertentu. 2. Pengurutan

2. Pengurutan (sequencing)(sequencing)

Merupakan penugasan tentang

(4)

3. Prioritas

3. Prioritas job (dispac job (dispaching)hing)

Merupakan prioritas kerja tentang

Merupakan prioritas kerja tentang  job job –  –  job job  mana yang diseleksi dan diprioritaskan untuk  mana yang diseleksi dan diprioritaskan untuk diproses.

diproses.

4. Pengendalian kinerja penjadwalan 4. Pengendalian kinerja penjadwalan

Dilakukan dengan : Dilakukan dengan :

a. Meninjau kembali status

a. Meninjau kembali status order order  –  – order order  pada saat melalui sistem tertentu. pada saat melalui sistem tertentu.  b. Menga

 b. Mengatur kembtur kembali urutanali urutan

 – 

 – 

urutan.urutan. 5.

5. Up dating Up dating  jadwal jadwal

Dilakukan sebagai refleksi kondisi operasi yang terjadi dengan merevisi prioritas Dilakukan sebagai refleksi kondisi operasi yang terjadi dengan merevisi prioritas

 – 

 – 

 prioritas.

 prioritas.  D.

 D.  Algoritma Ca Algoritma Campbell, Dumpbell, Dudek dan Smidek dan Smith (CDS)th (CDS)

Metode ini dikembangkan oleh H.G. Campbell, R.A.Dudek dan M.L.Smith yang Metode ini dikembangkan oleh H.G. Campbell, R.A.Dudek dan M.L.Smith yang didasarkan atas algoritma Johnson. Metode ini pada dasarnya memecahkan persoalan n didasarkan atas algoritma Johnson. Metode ini pada dasarnya memecahkan persoalan n  job job  pada m mesin

 pada m mesin  flow shop flow shop ke dalam m-1 set persoalan dua mesinke dalam m-1 set persoalan dua mesin  flow shop flow shop dengan membagidengan membagi m mesin ke dalam dua grup, kemudian pengurutan

m mesin ke dalam dua grup, kemudian pengurutan  job job  pada kedua mesin tadi m pada kedua mesin tadi menggunakanenggunakan algoritma Johnson. Setelah diperoleh sebanyak m-1 alternatif urutan

algoritma Johnson. Setelah diperoleh sebanyak m-1 alternatif urutan  job job, kemudian dipilih, kemudian dipilih urutan dengan

urutan dengan makespanmakespan terkecil.terkecil. Setiap pekerjaan atau

Setiap pekerjaan atau  job job  yang akan diselesaikan harus melewati proses pada masing-  yang akan diselesaikan harus melewati proses pada masing-masing mesin. Pada penjadwalan ini diusahakan untuk mendapatkan harga

masing mesin. Pada penjadwalan ini diusahakan untuk mendapatkan harga makespanmakespan yangyang terkecil dari (m-1) kemungkinan penjadwalan. Penjadwalan dengan harga

terkecil dari (m-1) kemungkinan penjadwalan. Penjadwalan dengan harga makespanmakespan terkecilterkecil merupakan urutan pengerjaan

merupakan urutan pengerjaan job job yang paling baik.yang paling baik. Penjadwalan n

Penjadwalan n job job terhadap m mesin, dilakukan algoritma Johnson sebagai berikut :terhadap m mesin, dilakukan algoritma Johnson sebagai berikut : 1.

1. ambil penjadualan pertama (k=1). Untuk seluruhambil penjadualan pertama (k=1). Untuk seluruh  job job yang ada, carilah harga t*i,1 danyang ada, carilah harga t*i,1 dan t*i, 2 yang minimum yang merupakan waktu proses pada mesin pertama dan kedua, t*i, 2 yang minimum yang merupakan waktu proses pada mesin pertama dan kedua, dimana ti,1 = t*i,1 dan ti,2 =

dimana ti,1 = t*i,1 dan ti,2 = t*i,2t*i,2 2.

2. Gunakan algoritma Johnson untuk melakukan pengurutan pekerjaan. Kemudian hitungGunakan algoritma Johnson untuk melakukan pengurutan pekerjaan. Kemudian hitung makespan

makespan untuk jadwal  untuk jadwal tersebut.tersebut. 3.

3. Jika waktu minimum didapat pada mesin pertama, selanjutnya tempatkan tugas tersebutJika waktu minimum didapat pada mesin pertama, selanjutnya tempatkan tugas tersebut  pada awal deret penjadwal

 pada awal deret penjadwalan dan bila waktu minimum didapat pada mesin kedua, tugasan dan bila waktu minimum didapat pada mesin kedua, tugas tersebut ditempatkan pada posisi akhir dari deret penjadwalan.

tersebut ditempatkan pada posisi akhir dari deret penjadwalan. 4.

4. Jika penjadualan ke-k = Jika penjadualan ke-k = (m-1) sudah tercapai berarti (m-1) sudah tercapai berarti penjadwalanpenjadwalan  job job sudah selesai.sudah selesai.

 E.

 E.  Aturan John Aturan Johnsonson

Aturan Johnson dikembangkan untuk n pekerjaan (

Aturan Johnson dikembangkan untuk n pekerjaan ( job job) yang dikerjakan pada dua mesin) yang dikerjakan pada dua mesin secara berurutan.

secara berurutan.

Algoritma Johnson adalah sebagai berikut : Algoritma Johnson adalah sebagai berikut : 1.

1. Identifikasikan waktu operasi terkecil dari pekerjaan yang ada; t* (tij dari pekerjaanIdentifikasikan waktu operasi terkecil dari pekerjaan yang ada; t* (tij dari pekerjaan yang ada)

yang ada) 2.

2. Bila t* ada pada mesin pertama maka pekerjaan yang memiliki waktu t* tersebutBila t* ada pada mesin pertama maka pekerjaan yang memiliki waktu t* tersebut didahulukan pekerjaannya sedang bila t* berada mesin kedua maka pekerjaan yang didahulukan pekerjaannya sedang bila t* berada mesin kedua maka pekerjaan yang memiliki waktu t* tersebut dibelakangkan pengerjaannya.

memiliki waktu t* tersebut dibelakangkan pengerjaannya. 3.

(5)

III. METODE PENELITIAN III. METODE PENELITIAN

 A.

 A.  Lokasi Pe Lokasi Penelitian dan nelitian dan Waktu Waktu PenelitianPenelitian

Penelitian ini dilakukan di PT. Triangle Motorindo Jalan Kawasan Industri BSB No. 9 Penelitian ini dilakukan di PT. Triangle Motorindo Jalan Kawasan Industri BSB No. 9 Blok A5, Jatibarang, Mijen, Semarang. Dimana penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni Blok A5, Jatibarang, Mijen, Semarang. Dimana penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2011.

2011.  B.

 B.  Penentuan S Penentuan Sumber Dataumber Data

Data yang dikumpulkan merupakan data-data yang diperoleh dari hasil tanya jawab Data yang dikumpulkan merupakan data-data yang diperoleh dari hasil tanya jawab dengan orang-orang yang berwenang serta dilakukan juga pengamatan secara langsung dengan orang-orang yang berwenang serta dilakukan juga pengamatan secara langsung menggunakan

menggunakan  stopwatch stopwatch  untuk menghitung waktu operasi setiap  untuk menghitung waktu operasi setiap  job job. Data-data yang. Data-data yang diperlukan untuk menyelesaikan permasalahan dalam penelitian ini adalah :

diperlukan untuk menyelesaikan permasalahan dalam penelitian ini adalah : 1.

1. Data waktu proses pada setiap stasiun kerja.Data waktu proses pada setiap stasiun kerja. 2.

2. Jumlah permintaan konsumen periode Juni 2011.Jumlah permintaan konsumen periode Juni 2011. C.

C. Sistem penjadualan Metode HeijunkaSistem penjadualan Metode Heijunka

Sistem penjadualan produksi dengan menggunakan metode

Sistem penjadualan produksi dengan menggunakan metode  Heijunka Heijunka  sangat ditentukan  sangat ditentukan oleh jumlah permintaan konsumen. Setelah jumlah permintaan konsumen diketahui oleh jumlah permintaan konsumen. Setelah jumlah permintaan konsumen diketahui kemudian akan ditentukan produk mana yang harus diprioritaskan untuk diproduksi terlebih kemudian akan ditentukan produk mana yang harus diprioritaskan untuk diproduksi terlebih dahulu. Setelah itu dilakukan penjadualan produksi mingguan dan penjadualan produksi dahulu. Setelah itu dilakukan penjadualan produksi mingguan dan penjadualan produksi harian. Tetapi sebelum melakukan penjadualan harus diketahui terlebih dahulu kapasitas harian. Tetapi sebelum melakukan penjadualan harus diketahui terlebih dahulu kapasitas  produksi line A agar target produksi yang telah ditentukan tidak melebihi kapasitas produksi  produksi line A agar target produksi yang telah ditentukan tidak melebihi kapasitas produksi

line A. line A.  D.

 D.  Data Input P Data Input Penjadualanenjadualan

Di PT. Triangle Motorindo setiap aktivitas proses produksi dikerjakan atau dioperasikan Di PT. Triangle Motorindo setiap aktivitas proses produksi dikerjakan atau dioperasikan secara berurutan. Maka jenis penjadualannya disebut dengan penjadualan seri. Data-data secara berurutan. Maka jenis penjadualannya disebut dengan penjadualan seri. Data-data yang dibutuhkan dalam perhitungan penjadualan produksi dengan Metode

yang dibutuhkan dalam perhitungan penjadualan produksi dengan Metode  Heijunka Heijunka  adalah  adalah rencana produksi bulan Juni 2011, waktu pengerjaan tiap stasiun/pos kerja, waktu siklus, rencana produksi bulan Juni 2011, waktu pengerjaan tiap stasiun/pos kerja, waktu siklus, waktu

waktu set up set up, kapasitas produksi., kapasitas produksi.  E.

 E.  Alat Pene Alat Penelitianlitian Alat

Alat

 – 

 – 

alat yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah:alat yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah: 1.

1. Stop WatchStop Watch 2.

2. Peralatan menulis seperti pena, pensil serta spidol.Peralatan menulis seperti pena, pensil serta spidol. 3.

3. BukuBuku

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

 A.

 A.  Data Permin Data Permintaan Bulan Otaan Bulan Oktober 201ktober 20133

Data permintaan sepeda motor bebek dengan merk Star CX, Star Z, dan Star X 125 Data permintaan sepeda motor bebek dengan merk Star CX, Star Z, dan Star X 125  bulan Oktob

(6)

TABEL 1 TABEL 1

DATA PERMINTAAN BULAN OKTOBER 2013 DATA PERMINTAAN BULAN OKTOBER 2013

Model Jumlah

Model Jumlah

Star

Star CX CX 750 750 unitunit Star

Star X125 X125 1400 1400 unitunit Star

Star Z Z 1750 1750 unitunit Total

Total 3900 3900 unitunit Sumber: PT. Triangle Motorindo Sumber: PT. Triangle Motorindo

 B.

 B.  Jumlah Produ Jumlah Produksi Harianksi Harian

Data jumlah produksi harian sepeda motor bebek dengan merk Star CX, Star Z, dan Star Data jumlah produksi harian sepeda motor bebek dengan merk Star CX, Star Z, dan Star X 125 dan data waktu proses bulan Oktober disajikan pada Tabel 2 dan Tabel 3.

X 125 dan data waktu proses bulan Oktober disajikan pada Tabel 2 dan Tabel 3.

TABEL 2 TABEL 2

JUMLAH PRODUKSI HARIAN JUMLAH PRODUKSI HARIAN Model

Model Satu Satu Bulan Bulan HariHari Star

Star CX CX 750 750 unit unit 29 29 unit unit per per harihari Star

Star X125 X125 1400 1400 unit unit 54 54 unit unit per per harihari Star

Star Z Z 1750 1750 unit unit 68 68 unit unit per per harihari Sumber : Pengolahan Data

Sumber : Pengolahan Data

TABEL 3 TABEL 3

DATA WAKTU PROSES DATA WAKTU PROSES Job

Job 1 1 ( ( Star Star CX) CX) 2 2 ( ( Star Star X125) X125) 3 3 ( ( Star Star Z Z )) Time

Time (Ti) (Ti) 19,42 19,42 menit menit 18,55 18,55 menit menit 17,34 17,34 menitmenit

Urutan pengerjaan: Urutan pengerjaan: SPT : 3 SPT : 3

 – 

 – 

 2 2

 – 

 – 

 1 1 LPT :: 1 LPT :: 1

 – 

 – 

 2 - 3 2 - 3 Peta Gantt SPT: Peta Gantt SPT: Job

Job 3 3 Job Job 2 2 Job Job 11 17,34

17,34 35,89 35,89 55,3155,31

 Mean Flow

 Mean Flow TimeTime ( MFT )  ( MFT ) : 108,54 / 3 = : 108,54 / 3 = 36,18 menit36,18 menit Peta Gantt LPT:

Peta Gantt LPT: Job

Job 1 1 Job Job 2 2 Job Job 33 19,42

19,42 37,9737,97 55,3155,31

 Mean Flow

(7)

Berdasar MFT maka dipilih yang terkecil yaitu 36,18 dengan urutan 3-2-1. Berdasar MFT maka dipilih yang terkecil yaitu 36,18 dengan urutan 3-2-1.

Berdasar MFT maka urutan pengerjaan yaitu Star Z dahulu, kemudian Star X125 dan terakhir Berdasar MFT maka urutan pengerjaan yaitu Star Z dahulu, kemudian Star X125 dan terakhir adalah Star CX.

adalah Star CX.

C.

C.  Penjadwalan  Penjadwalan n job m men job m mesinsin  Metode C

 Metode Campbell, Dampbell, Dudek dan udek dan Smith (CDSSmith (CDS)) Metode CDS

Metode CDS dikembangkan untuk menangani dikembangkan untuk menangani n pekerjaan n pekerjaan yang dikerjakan pada yang dikerjakan pada mm mesin

mesin secara berurutan. N pekerjaan yang secara berurutan. N pekerjaan yang dimaksud pada penelitian ini dimaksud pada penelitian ini jumlahnya 8. Mjumlahnya 8. M mesin yang dimaksud yaitu Star CX, Star X125 dan Star Z. Berikut ini adalah tabel

mesin yang dimaksud yaitu Star CX, Star X125 dan Star Z. Berikut ini adalah tabel makespanmakespan ketiga jenis kendaraan.

ketiga jenis kendaraan.

TABEL 4 TABEL 4  MAKESPAN

 MAKESPAN 3 JENIS KENDARAAN BERMOTOR.3 JENIS KENDARAAN BERMOTOR.  Job

 Job Mesin

Mesin

Waktu

Waktu (menit)(menit) Star

Star CX CX Star Star X125 X125 Star ZStar Z 1.

1. Rangka Rangka 2,37 2,37 menit menit 2,26 2,26 menit menit 2,16 2,16 menitmenit 2.

2. Mesin Mesin 2,57 2,57 menit menit 2,2 2,2 menit menit 2,18 2,18 menitmenit 3.

3. Roda Roda 2,23 2,23 menit menit 2,6 2,6 menit menit 2,15 2,15 menitmenit 4.

4. Rem Rem 2,27 2,27 menit menit 2,21 2,21 menit menit 2,1 2,1 menitmenit 5.

5. Knalpot Knalpot 2,48 2,48 menit menit 2,58 2,58 menit menit 2,28 2,28 menitmenit 6.

6. Lampu Lampu 2,45 2,45 menit menit 2,18 2,18 menit menit 2,16 2,16 menitmenit 7.

7. Jok/Stripping Jok/Stripping 2,9 2,9 menit menit 2,25 2,25 menit menit 2,21 2,21 menitmenit 8.

8. Stripping Stripping 2,15 2,15 menit menit 2,27 2,27 menit menit 2,1 2,1 menitmenit

 Nilai

 Nilai dari dari Tabel Tabel 3 3 untuk untuk selanjutnya selanjutnya akan akan dikalikadikalikan n masing-mamasing-masingsing  job job dengandengan kebutuhan per hari setiap jenis kendaraan. Setelah itu kemudian langsung diolah kebutuhan per hari setiap jenis kendaraan. Setelah itu kemudian langsung diolah menggunakan metode CDS yang disajikan di bawah ini.

menggunakan metode CDS yang disajikan di bawah ini.

TABEL 5 TABEL 5 WAKTU TOTAL PER HARI TIAP

WAKTU TOTAL PER HARI TIAP JOB JOB KENDARAAN BERMOTOR. KENDARAAN BERMOTOR.  Mesin  Mesin  Job  Job M1 M1 M2 M2 M3 M3 M4 M4 M5 M5 M6 M6 M7 M7 M8M8 1. 1. Star CXStar CX (x 29 unit/hari) (x 29 unit/hari) 68.7 68.7 74.5 74.5 64.7 64.7 65.8 65.8 71.9 71.9 71.1 71.1 84.1 84.1 62.462.4 2. 2. Star X125Star X125 (x 54 unit/hari) (x 54 unit/hari) 122.0 122.0 118.8 118.8 140.4 140.4 119.3 119.3 139.3 139.3 117.7 117.7 121.5 121.5 122.6122.6 3. 3. Star ZStar Z (x 68 unit/hari) (x 68 unit/hari) 146.9 146.9 148.2 148.2 146.2 146.2 142.8 142.8 155.0 155.0 146.9 146.9 150.3 150.3 142.8142.8

(8)

M1 M1 JJ3 3 JJ2 2 JJ11 JJ3 3 JJ2 2 JJ11 M2 M2 M3 M3 M4 M4 M5 M5 M6 M6 M7 M7 M8 M8 JJ3 3 JJ2 2 JJ11 JJ3 3 JJ2 2 JJ11 JJ3 3 JJ2 2 JJ11 JJ3 3 JJ2 2 JJ11 JJ3 3 JJ2 2 JJ11 JJ3 3 JJ2 2 JJ11 1 14466,,9 9 226688,,9 9 333377,,66 2 29955,,1 1 441133,,9 9 448888,,44 4 44411,,3 3 558811,,7 7 664466,,44 5 58844,,1 1 770033,,4 4 776699,,22 7 73399,,1 1 887788,,4 4 995500,,33 1 0 1 03 63 6, 3 , 3 1 11 15 75 7, 8 , 8 1 21 24 14 1, 9, 9 8 8 8 866, 0 , 0 110 00 033, 7 , 7 1 01 0774 ,4 ,88 1 1 1 17 97 9, 1 , 1 1 31 32 12 1, 9 , 9 1 31 38 48 4, 3, 3 Waktu Waktu Mesin Mesin

Gambar 1 Gantt Chart Urutan 3-2-1 Gambar 1 Gantt Chart Urutan 3-2-1

V. SIMPULAN V. SIMPULAN

Penjadualan produksi merupakan aspek penting di dalam suatu perusahaan. penjadualan Penjadualan produksi merupakan aspek penting di dalam suatu perusahaan. penjadualan  produksi

 produksi yang yang buruk buruk akan akan mengakibmengakibatkan atkan kurang kurang efisiensinyefisiensinya a lintas lintas produksi. produksi. Dari Dari hasilhasil  pengolahan data

 pengolahan data yang yang telah telah dilakukadilakukan n pada pada bab-bab bab-bab sebelumsebelumnya, nya, maka maka diperoleh diperoleh beberapabeberapa kesimpulan, yaitu :

kesimpulan, yaitu : 1.

1. Penjadwalan untuk diterapkan di Penjadwalan untuk diterapkan di PT. PT. Triangle Motorindo Semarang Triangle Motorindo Semarang metode metode CDSCDS  berdasark

 berdasarkanan makespanmakespan total yaitu 23,1 jam dan efisiensi sebesar yaitu 35,26 %.total yaitu 23,1 jam dan efisiensi sebesar yaitu 35,26 %. 2.

2. Dengan melakukan penjadualan menggunakan metode CDS dapat diketahui bahwa hasilDengan melakukan penjadualan menggunakan metode CDS dapat diketahui bahwa hasil  pengolahan d

(9)

X125 = 492 unit dan untuk Star Z = 619 unit. Memang hasil ini kurang dari yang X125 = 492 unit dan untuk Star Z = 619 unit. Memang hasil ini kurang dari yang dijadwalkan tetapi ternyata masih lebih baik dari data aktualnya.

dijadwalkan tetapi ternyata masih lebih baik dari data aktualnya.

VI. DAFTAR PUSTAKA VI. DAFTAR PUSTAKA

[1]

[1] Ginting, Ginting, Rosnani, Rosnani, 2009,2009, Penjadwa Penjadwalan Mesin, lan Mesin, Penerbit Penerbit Graha IlmuGraha Ilmu, Yogyakarta., Yogyakarta. [2]

[2] Harming Harming dan dan Nurmajudin, Nurmajudin, 2005.2005. [3]

[3] Liker, Liker, Jeffrey Jeffrey K., K., 2006,2006, The Toyota WayThe Toyota Way, Penerbit Erlangga., Penerbit Erlangga. [4]

Gambar

TABEL 2TABEL 2
TABEL 5TABEL 5 WAKTU TOTAL PER HARI TIAP
Gambar 1 Gantt Chart Urutan 3-2-1Gambar 1 Gantt Chart Urutan 3-2-1

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian bertujuan mengetahui dan mendiskripsikan: 1) apa saja jenis kekerasan seksual yang terjadi terhadap anak usia SD di kota Surakarta, 2) apa faktor yang menyebabkan

Lembaga pendidikan umum modern yang mengadopsi pendidikan Barat dalam bidang ilmu dan teknologi berada di bawah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (DEPDIKBUD),

Dari definisi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa kepuasan konsumen ditinjau dari mengenai apa yang telah dirasakan pelanggan atas pelayanan yang telah diberikan

Bagi anggota keluarga serta umat paroki kita yang telah meninggal; bagi arwah semua orang yang kita cintai semasa hidup mereka: Semoga Bapa memanggil mereka

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keaktifan Kader Posyandu Dalam Usaha Perbaikan Gizi Keluarga Di Puskesmas Langsa Baro Kecamatan Langsa Baro Kota Langsa Nanggroe Aceh

Output dari pengujian lainnya terhadap model dapat dilakukan dengan melihat nilai R-square, dimana nilai R-square pada penelitian ini menunjukkan nilai 0.132, sehingga

Perbedaan rata- rata jumlah produksi (Q) dan harga produksi (P) antara petani sayuran di Desa Jatimulyo yang melakukan diversifikasi dengan yang tidak