• Tidak ada hasil yang ditemukan

KONTRUKSI RUMUS NORMA ALTERNATIF UNTUK 1 ABSTRAK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KONTRUKSI RUMUS NORMA ALTERNATIF UNTUK 1 ABSTRAK"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

KONTRUKSI RUMUS NORMA ALTERNATIF UNTUK RUANG FUNGSI L1([0,1])

Wahyuniati1, Erna Apriliani2, Eridani3

ABSTRAK

Ruang fungsi Lp(X) merupakan ruang bernorma untuk 1p. Semua ruang hasil kali dalam adalah ruang bernorma, tetapi tidak selalu berlaku sebaliknya. Ruang fungsi L1(X) adalah ruang bernorma yang bukan ruang hasil kali dalam. Pembahasan utama pada penelitian ini adalah kajian ruang fungsi L1(X) karena ruang fungsi L1(X) lebih luas dari kajian ruang fungsi Lp(X) untuk 1p. Sebagai hasil utamanya adalah rumus norma alternatif yang didapatkan dengan memanfaatkan fungsi bebas linier pada L1(X) tersebut. Dengan mendefinisikan daerah X , akan lebih menarik jika diambil ruang tertutup[0,1]. Beberapa contoh fungsi bebas linier di dalam ruang fungsi L1([0,1]) yaitu jenis-jenis fungsi walsh menghasilkan bentuk eksplisit rumus norma alternatif yang baru untuk ruang fungsi yang bersangkutan.

Kata Kunci: fungsi bebas linier, ruang bernorma, ruang fungsi Lp(X)

, ruang hasil kali dalam.

1. PENDAHULUAN

Ruang fungsi Lp( X) untuk1pdan ruang norma-n menjadi salah satu topik yang dapat dikaji dalam bidang matematika analisis. Pada jurnal matematika [Gunawan,H 2001] membahas ruang barisan lp untuk 1pdan ruang norma-n. Hasil utama dari jurnal tersebut adalah didapatkan norma alternatif untuk ruang barisan. Dengan memanfaatkan barisan bebas linier di lp untuk 1pdihasilkan kaitan rumus norma baku dengan norma alternatifnya. Sehingga rumus norma baru yang didapatkan memiliki sifat-sifat seperti yang ada pada norma lp klasik, seperti kekonvergenan, kelengkapannya, maupun pembahasan titik tetapnya.

Menjadi sesuatu hal yang menarik jika pembahasan dan hasil yang diperoleh pada p

l ini diterapkankan pada ruang fungsi Lp(X). Sehingga diharapkan memberikan wacana baru tentang norma dan melengkapi penelitian sebelumnya. Sedikitnya sumber literatur, tidak akan mengurangi kontribusi pada perkembangan penelitian ilmiah matematika. Studi beberapa ruang fungsi [Gunawan,H 2001] dan fungsi bernilai real, p adalah bilangan real positif, suatu fungsi terukur didefinisikan

untuk ruang Lp([0,1]) jika       

1 0 p

f . Untuk kesederhanaan didefinisikan

]) 1 , 0 ([ p L fjika: 1

Mahasiswa Pasca Sarjana Matematika-FMIPA Intitut Teknologi Sepuluh Nopember, Sukolilo, Surabaya.

2

Jurusan Matematika-FMIPA Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Sukolilo, Surabaya.

3

(2)

          

p p p f d f 1 1 0 : 

Pada penelitian ini dikontruksi rumus alternatif untuk ruang fungsi L1([0,1]) dengan menganalogkan norma alternatif pada ruang barisan. Dengan memanfaatkan norma alternatif tersebut juga dapat ditemukan norma dengan pola tertentu berdasarkan pilihan himpunan fungsi bebas linier.

2.BEBERAPA TEOREMA YANG DIBUTUHKAN

Teorema-teorema yang digunakan untuk pembahasan penelitian ini adalah sebagai berikut:

Teorema 1: Ketaksamaan Holder (Jones,F 1993)

Jika fLp dan gLg dengan 1 qp,  dan 1 1 1

q p , maka 1 .g L f  dan q p g f g f. 1.

Teorema 2: Ketaksamaan Minskwoski (Jones,F 1993)

Jika f dan g didalam Lp untuk p1 maka fgLp dan berlaku p p p f g g f    . Definisi 3: Aljabar-(Jones,F 1993)

Suatu Aljabar- subset dari X adalah koleksi dari himpunan-himpunan M 2x akan memenuhi kriteria berikut:

1.M

2. A,BMABM 3. AMACM

Definisi 4: Ukuran (Jones,F 1993)

Suatu fungsi adalah ukuran maka memenuhi tiga hal berikut yaitu: (1). Suatu himpunan X tidak kosong;

(2). M adalah aljabar, dengan x

M  ;2

(3). Suatu fungsi didefinisikan pada M memenuhi : a. 0(A)untuk semua AM ,

b. ()0,

c. Jika A1,A2,...adalah himpunan saling bebas di dalam M , maka:

 

             1 1 k k k k A A  

Oleh karena itu fungsi disebut ukuran.

Definisi 5: Fungsi Terukur (Barttle, 2001)

) , ,

(X Madalah ruang ukuran, suatu XM X adalah himpunan terukur.

Misalkan suatu f :XR disebut fungsi terukur jika dan hanya jika

xX;f(x)

M,R. Definisi 6: Definisi Ruang Fungsi 1

L (Jones, F 1993) Jika fL1(Rn)didefinisikan norm f di dalam L adalah :1

(3)

n R dx x f f 1 ( )

disebut sebagai norma jika memenuhi kriteria dibawah ini: (a). 0f 1 

(b). f 10 f 0(a.e)

(c). cf 1 c f 1 jika cR

(d). fg 1 f 1 g 1

Terlihat bahwa untuk poin (d) sesuai dengan pertidaksamaan segitiga yaitu ) ( ) ( ) ( ) (x g x f x g x f    .

Definisi 7: Definisi Norma-n (Gunawan,H 2001)

Jika n adalah bilangan bulat tak negatif dan X adalah ruang linier real dengan dimensi

n

d, maka Fungsi bernilai riel .,...,. pada n

X memenuhi kriteria norma berikut: (i). x1,...,xn 0, jika dan hanya jika x ,...,1 xn bergantung linier.

(ii). x ,...,1 xn invarian terhadap permutasi.

(iii). x1,...,xn x1,...,xn untuk setiapR. (iv). x1x',x2,...xnx,x2,...,xnx',x2,...,xn

Definisi 8: Definisi Norma-2 untuk Ruang Fungsi L (Jones, F 1993)p

Suatu fungsi f dengan definisi f p :Lp[a,b]R,1padalah well defined dan fungsi g dengan definisi g p:Lp[a,b]R,1p dengan definisi norma-2nya adalah .,. p :Lp[a,b]xLp[a,b]R,1pyang memenuhi:

p p b a b a p g x g y dxdy y f x f g f 1 ) ( ) ( ) ( ) ( det 2 1 : ,                

(1)

9. Pengertian Fungsi Walsh

Gambar 1. Jenis fungsi Walsh

Dari fungsi tangga satuan yang telah dikenal, didapatkan bermacam-macam jenis fungsi Walsh. Berikut contoh fungsi Walsh:

(4)

          1 2 1 , 0 2 1 0 , 1 ) ( 1 x x x f            1 2 1 , 1 2 1 0 , 0 ) ( 2 x x x f (2)

3.HASIL DAN PEMBAHASAN

Pembahasan pada penelitian ini diawalai dengan membuktikan rumus Alternatif sebagai bentuk norma yaitu:

Lemma 10: Norma Alternatif

Diberikan ruang bernorma-2

 

X, .,. , dapat dipilih himpunan fungsi bebas linier

 

f1, f2 di dalam X , dapat dibuktikan rumus alternatif

p

p p p h f h f h 1 2 1 * , , : 

adalah norma. Juga untuk

f1,f2,f3

di dalam X merupakan norma yaitu

p p p

p p h f h f h f h 1 3 2 1 * , , , :   . Sedangkan

 

p p p h f h 1 1 * , : bukan termasuk norma.

Untuk mendapatkan hasil dari penelitian ini, dipilih X yaitu ruang fungsi ]) 1 , 0 ([ P

L dan L1([0,1]). Oleh karena itu dibuktikan hubungan keduanya yaitu: Teorema 11: Hubungan LqLp (Jones, F 1993)

Jika1pqmaka LqLp

Sebagai fungsi bebas linier di LP([0,1]) yang dipilih adalah fungsi Walsh (2) pada [0,1] yaitu berbentuk {f1, f2}, {f1,f2}, dan

} , ,...,

,..., ,

{1f1 2f2 k fkn1fn1 n fn . Uraian dibawah ini akan memberikan hasil yang diharapkan.

1. Fungsi Walsh pada [0,1] yang berbentuk{f1, f2}untuk ([0,1])

p L

Suatu fungsi Walsh didefinisikan pada [0,1] yang terdiri dari dua fungsi bebas linier (2) yang berlaku 1, 2 p([0,1])

L f f  . Untuk ( ) p([0,1]) L x h  , sehingga untuk norma-2 h, fi p untuk i1,2 dapat dicari dengan menggunakan (2) yaitu:

p p i i p i h x f y h y f x dxdy f h 1 1 0 1 0 ) ( ) ( ) ( ) ( 2 1 ,         

untuk i1,2.

Dengan memanfaatkan ketaksamaan minskwoski didapatkan:

p f h, 1  p p.h 2 2 1 p f h, 2p p.h 2 2 1

sehingga norma baru yang dihasilkan untuk kasus fungsi bebas linier{f1, f2}

 * p h

 

p p 1 1 2 

 

p p p h 1

(5)

 * p h p 1 1 2  h p.

2. Fungsi Walsh pada [0,1] yang berbentuk{g1,g2} untuk ([0,1])

p L

Didefinisikan fungsi bebas linier {g1,g2} = {f1,f2}, dengan , adalah

bilangan bulat di R, dan {f1, f2} adalah persamaan (2). Tampak jelas bahwa

]) 1 , 0 ([ , 2 1 p L g

g. Dengan cara yang sama pada poin 1 di atas, akan didapatkan hubungan norma alternatif sesuai dengan fungsi bebas linier yang dipilih.

Ketaksamaan minskwoski dapat dipakai untuk menghasilkan:

p g h, 1p p .h 2 2 1  p f h, 2



p p h 2 1 2 

sehingga norma baru yang dihasilkan untuk kasus fungsi bebas linier{g1,g2}

p p

p p h f h f h 1 2 1 * , , :   * p h p 1 1 2 

 

  p p p h 1 .

3. Fungsi Walsh pada [0,1] yang berbentuk{g1,g2,...,gk,...,gn} untuk ([0,1]) p L Suatu {g1,g2,...,gk,...,gn} = {1f1,2f2,...,k fk,nfn}, dengan n k f f f f

f1, 2, 3,..., ,..., berada pada interval [0,1] untuk pengambilan

n

k

  

1, 2, 3,..., ,..., sebagai bilangan real positif . Untuk kasus ini dapat dihasilkan :

p g h, 1 

 

p p h n .2 . 2 1 1   p g h, 2 

 

p p h n 2 1 2 2   p g h, 3 

 

p p h n 3 1 2 2   , h,g4 p

 

n p 4 h p 1 2

2   , dan seterusnya sampai n buah fungsi yaitu h,gn p

 

2n p2n h p

1 

. Sedangkan norma baru yang dihasilkan untuk kasus fungsi bebas linier ini adalah:

n k p p h g h g h g h , 1 ... , ... , *     

Sehingga didapat norma turunan dengan fungsi bebas linier {g1,g2,...,gk,...,gn} adalah  * p h

 

k n

p p h n   ... ... 2 1 1 1

Dari pembahasan ini, didapatkan hubungan antara norma alternatif

*

p h dengan norma baku h p. Hubungan ini akan sangat sesuai dengan bentuk fungsi bebas linier yang digunakan. Akan lebih bagus jika fungsi bebas linier yang digunakan memunyai konstanta-konstanta yang berpola seperti deret aritmatika atau deret geometri.

Dengan cara yang sama untuk ruang fungsi L1([0,1]) sebagai hasil utamanya adalah:

1. Fungsi Walsh pada [0,1] yang berbentuk{f1, f2}untuk ([0,1]) 1

(6)

Suatu fungsi Walsh didefinisikan pada [0,1] yang terdiri dari dua fungsi bebas linier {f1,f2} seperti pada persamaan (2) adalah berada di dalam ([0,1])

1

L . Pada ruang fungsi L1([0,1]) ini didapatkan norma baru yaitu:

 * p h

p p p p

p h h 1 1 1 2 2    * p h

 

p p 1 1 2

 

h p p 1 1  * p h 1 1 2  p 1 h .

Sehingga didapatkan hubungan norma alternatif dengan norma baku yang telah diketahui untuk kasus fungsi bebas linier{f1,f2} untuk ruang fungsi ([0,1])

1 L yaitu :  * p h 1 1 2  p 1 h

2. Fungsi Walsh pada [0,1] yang berbentuk{g1,g2} untuk ([0,1]) 1

L Dengan mengambil fungsi yang sama dengan p([0,1])

L yaitu suatu fungsi Walsh yang didefinisikan dengan dua fungsi bebas linier {g1,g2}={f1,f2} yang

berada di L1([0,1]).

Dengan cara yang sama, pada kasus ini akan didapatkan hubungan norma alternatif

dengan norma baku yang baru dari

p p

p

p h g h g h 1 1 2 1 1 * , , :  dengan

memanfaatkan fungsi

g1, g2

yang bebas linier. Sehingga didapatkan:

p p

p p h g h g h 1 1 2 1 1 * , , :   * p h

p h p p h p

p 1 1 1     * p h

 

h p p



1 1  * p h



1 h

3. Fungsi Walsh pada [0,1] yang berbentuk{g1,g2,...,gk,...,gn} untuk ([0,1])

1

L .

Untuk kasus ini dihasilkan norma alternatif yang baru adalah:  * p h h1

1 23 ...k...n

 * p h

 

i n i h

 1 1

Dari beberapa kasus di atas menunjukkan bahwa untuk ruang fungsi ]) 1 , 0 ([ 1

L menghasilkan hubungan antara norma alternatif dengan norma baku sesuai fungsi-fungsi bebas linier yang diberikan. Sehingga norma alternatif untuk L1([0,1])

serupa dengan norma alternatif untuk Lp([0,1]), yaitu

p p

p

p h g h g h 1 1 2 1 1 * , , :  . 4.KESIMPULAN

Dari hasil pembahasan permasalahan rumus norma alternatif ini dapat disimpulkan:

(7)

p p

p p h g h g h 1 1 2 1 1 * , , : 

2. Keterkaitan norma alternatif dengan norma baku untuk fungsi bebas linier:

 {f1, f2} adalah  * p h p 1 1 2  p h  {g1,g2} adalah  * p h p 1 1 2  p h



 {g1,g2,...,gk,...,gn} adalah  * p h p 1 1 2 

 

i n i p h

 1

Sedangkan untuk ruang fungsi L1([0,1]) adalah:

 {f1, f2} adalah  * p h 1 1 2  p 1 h  {g1,g2} adalah  * p h h1



 {g1,g2,...,gk,...,gn} adalah  * p h

 

i n i h

 1 1 5.DAFTAR PUSTAKA

[1].Anton, H. 1987. “Aljabar Linier Elementer”, Edisi kelima, Erlangga: Jakarta. [2].Aliprantis, D. C. dan Burkinshaw,O , (1999), “ Problem in Real Analisys, a

workbook with Solutions”, 2nd Edition, ACADEMIC PRESS, San Diego, USA.

[3].Bartle, Robert. G, 2001, “Introduction To Real Analysis, Second Edition”, John Willey & Sons. Inc, USA.

[4].Gunawan, H., (2000), “ On n-Normed Spaces”, Int. J. Math. Math. Sci, vol 27 , hal. 321-329.

[5] Gunawan, H., (2001), “The Space p-Summable Sequences and its Natural n-Norm”, Bulletin Australia Mathematic Society, vol 64, hal. 137-147.

[6].Gunwan, H, dan Mashadi, (2001), “On Finite Dimensional 2-normed space”, soochow journalof mathematic, volume 27, no.3, pp.321-329,

[7].Hellekalek, P., (1994), “General discrepancy estimates: the Walsh functionSystem”, Universitas Salzburg, Salzburg, Austria.

[8].Jones, F., (1993), “ Lebesque Integration on Euclidian Space “, Jones and Barlet Publishers, Boston, London.

[9].Kreyszig, E., (1978), “Introductory Functional Analysis with Application”. John Wiley and Sons, Inc.,Canada.

[10].Royden, H.L. ,1968. “Real Analysis, second Edition”, Macmillan Publishing co., inc.: New York.

Gambar

Gambar 1. Jenis fungsi Walsh

Referensi

Dokumen terkait

Dalam UUPK terdapat pasal 1 ayat 3 yang intinya dalam menjalankan lembaga perbankan didasarkan pada asas demokrasi dan asas atau prinsip kehati- hatian ( prudential banking

Kata sandang dalam tulisan Arab dilambangkan dengan huruf, yaitu لا, namun dalam transliterasi ini kata sandang itu dibedakan atas kata sandang yang diikuti

Keselamatan kerja berpengaruh juga dengan jenis industri atau jenis tehnologi yang dipakai , disamping itu faktor yang paling menentukan adalah faktor sikap , pandangan

Alternatif Alat Pancang pada Tugas Akhir ini adalah Alternatif yang didapatkan dari hasil seleksi Alternatif-alternatif yang didapat dari studi pustaka, dimana seleksi

Skripsi yang berjudul : Pengaruh Kegiatan Keagamaan Terhadap Akhlakul Karimah Siswa Madrasah Aliyah Negeri 4 Barito Kuala.. Ditulis oleh :

Sehubungan dengan Hellen Jesup yang dikutip oleh Handinoto tentang perkembangan Arsitektur Indis di Nusantara yang menyatakan bahwa bangunan kolonial di Nusantara yang sebagian

Penilaian yang dilakukan berupa dorongan bagi siswa yang bertujuan untuk siswa mengerjakan tugas semaksimal mungkin karena penilaian bukan dari hasil melainkan melalui

Tiada seorangpun kakitangan Simplot yang harus menjalankan kerja semasa di bawah pengaruh alkohol atau ubat-ubatan yang tidak sesuai kerana ini mewujudkan persekitaran kerja yang