• Tidak ada hasil yang ditemukan

15Pasca. Kewirausahaan, Etika Profesi dan Hukum Bisnis

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "15Pasca. Kewirausahaan, Etika Profesi dan Hukum Bisnis"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

Modul ke:

Fakultas

Program Studi

Kewirausahaan, Etika

Profesi dan Hukum Bisnis

Pembuatan Template Powerpoint untuk digunakan

sebagai template standar modul-modul yang digunakan

dalam perkuliahan

Cecep Winata

15

Pasca Magister Akuntansi

(2)

UU Perpajakan, UU

Pelarangan Usaha Bidang

Tertentu, Perspektif

Internasional Hukum Bisnis

Template Modul

Pembuatan Template Powerpoint untuk digunakan sebagai template standar modul-modul yang digunakan dalam perkuliahan

(3)

UU PERPAJAKAN

1. Peraturan perundang-undangan perpajakan yang mengatur tentang ketentuan umum dan tata cara perpajakan yang berlaku sejak 1 Januari 1984 adalah Undang-undang Nomor 6 tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. Undang-undang Nomor 6 tahun 1983 ini dilandasi falsafah Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, yang didalarnnya tertuang ketentuan yang menjunung tinggi hak warga negara dan menetapkan kewajiban perpajakan sebagai kewajiban kenegaraan dan merupakan sarana peran serta rakyat dalam pembiayaan negara dan pembangunan nasional. Undang-undang ini membuat ketentuan umum dan tata cara perpajakan yang pada prinsipnya berlaku bagi undang-undang pajak materiil, kecuali dalam undang-undang pajak yang bersangkutan telah mengatur sendiri mengenai ketentuan umum dan tata cara perpajakannya.

1. Dalam pelaksanaan Undang-undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 9 Tahun 1984, disadari masih terdapat hal-hal yang belum tertampung sehingga menuntut perlunya penyempurnaan sejalan dengan perkembangan sosial ekonomi dan kebijaksanaan pemerintah Selain itu harapan masyarakat terhadap adanya aparatur perpajakan yang makin mampu dan bersih, tetap diperhatikan dalam berbagai ketentuan yang bersifat pengawasan dalain Undang-undang ini.

(4)

Ciri dan corak tersendiri dart sistem pemungutan pajak tersebut adalah:

a. bahwa pemungutan pajak merupakan perwujudan dari pengabdian dan peran sertaWajib Pajak untuk secara langsung dan bersama-sama melaksanakan kewajiban perpajakan yang diperlukan untuk pembiayaan negara dan pembangunan nasional; a. tanggung jawab atas kewajiban pelaksanaan pemungutan pajak sebagai pencerminan

kewajiban di bidang perpajakan berada pada anggota masyarakat Wajib Pajak sendiri. Pemerintah, dalam hal ini aparat perpajakan, sesuai dengan fungsinya

berkewajiban melakukan pembinaan, pelayanan, dan pengawasan terhadap

pemenuhan kewajiban perpajakan berdasarkan ketentuan yang digariskan dalam peraturan perundang-undang perpajakan;

anggota masyarakat Wajib Pajak diberi kepercayaan untuk dapat melaksanakan

kegotongroyongan nasional melalui sistem menghitung, memperhitungkan, membayar dan melaporkan sendiri pajak yang terutang (self assessment),

(5)

UU PELARANGAN USAHA BIDANG/PRODUK TERTENTU

Barang Larangan dan Pembatasan

Barang Larangan dan Pembatasan adalah barang yang dilarang atau dibatasi pemasukkan dan pengeluarannya ke/dari wilayah Republik Indonesia tanpa ijin dari instansi berwenang.

Pelanggaran terhadap ketentuan ini berakibat dengan tindakan hukum. Barang yang termasuk dalam kategori tersebut antara lain:

1. Narkotika 2. Psikotropika 3. Bahan peledak

4. Senjata api dan amunisi 5. Petasan

6. Buku dan barang cetakan tertentu 7. Media rekam audio dan/atau visual 8. Alat-alat telekomunikasi

(6)

1. Beberapa jenis tumbuhan dan satwa liar yang dilindungi serta bagian-bagiannya 2. Beberapa jenis ikan tertentu

3. Obat-Obatan

4. Makanan dan minuman yang tidak terdaftar pada Departemen Kesehatan Rl 5. Bahan-bahan berbahaya

6. Pestisida

7. Bahan perusak lapisan ozon dan Barang yang menggunakan bahan perusak lapisan ozon 8. Limbah

9. Benda Cagar budaya 10.Produk tertentu

11.Uang Rupiah dengan jumlah tertentu

Narkotika

Dasar hukum: UU No 22 Tahun 1997 tentang Narkotika No. 22 of 1997.

Menurut tujuan penggunaan dan kemampuannya mengakibatkan ketergantungan, narkotika dibagi kedalam 3 (tiga) golongan :

(7)

Zat- zat psikotropika

Dasar hukum :

• UU Rl No. 5 th. 1997 tentang tentang Psikotropika

• Peraturan Menteri Kesehatan Rl No. 88/Menkes/Per/VII/97 tentang Peredaran Psikotropika

• Peraturan Menteri Kesehatan Rl No. 85/Menkes/Per/VII/97 tentang Ekspor dan Impor

Psikotropika adalah zat atau bahan baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika yang berkasiat proaktif melalui pengaruh selektif pada susunan syaraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku.

Psikotropika dibagi dalam 4 (empat) golongan, yaitu :

• Gol I : Brolamfetamina (DOB, DET), ecstacy (MDM),dll • Gol II: Amfetamina, Metamfetamina, dll

• Got III: Amobarbital, Siklobarbital, dll • Gol IV. Diazepam, Etil amfetamina, dll

(8)

Bahan Peledak

Dasar hukum: Keputusan Presiden Rl No. 14 Tahun 1997 jo Kep Presiden Rl No 86 Tahun 1994 jo Keppres Rl No. 5 Tahun 1988 tentang Pengadaan Bahan Peledak

Yang termasuk bahan peledak, yaitu :

1. Semua jenis mesiu, bom bakar, ranjau dan granat tangan. 2. Semua barang yang dapat meledak.

3. Bahan peledak yang digunakan untuk barang yang dapat meledak lainnya.

Dilarang keras memasukkan ke dalam wilayah Rl bahan peledak tersebut, kecuali untuk keperluan militer dan industri, yang diatur dengan ketentuan khusus.

Pemasukan bahan peledak untuk keperluan militer seperti TNT, Nitro Gliserin hams mendapatkan ijin dari Departemen Pertahanan dan Keamanan c.q.

Pemasukan bahan peledak untuk keperluan industri seperti Amonium Nitrat dan dinamit dilaksanakan oleh PT.Dahana dengan seijin Kepolisian Rl.

(9)

Senjata api dan amunisi

Dasar hukum: UU Senjata Api Tahun 1936 jo Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 1976 tentang Pengawasan dan Pengendalian SenjataApi

Yang termasuk senjata api dan amunisi, yaitu : 1. Senjata api dan bagiannya

2. Meriam/penyembur api dan bagiannya

3. Senjata tekanan udara/pegas ( senapan angin ) dan pistol angin kaliber 4,5 mm 4. Senjata imitasi, pistol alarm, pistol start, senjata gas air mata, senjata kejutan

listrik, senjata panah dan benda-benda lain serupa itu yang dapat digunakan untuk mengancam atau mengejutkan serta bagian-bagiannya

5. Segala pengisi senjata (mesiu/peluru) 6. Selongsong peluru (mantel kogels)

7. Proyektil untuk menyebarkan gas berbahaya

Dilarang keras memasukkan kedalam wilayah Rl senjata api dan amunisi kecuali dengan seijin Kepolisian Rl

(10)

Beberapa jenis tumbuhan dan satwa liar yang dilindungi serta bagian-bagiannya

Dasar hukum: • UU Rl Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya

• Keputusan Presiden Rl No. 43 Tahun 1978 tentang Ratifikasi

• Kep Menteri Perhutanan Ri No. 62/Kpts-ll/98 tentang Tata Usaha Peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar

• Kep. Menperindag No. 182/MPP/Kep/4/1998 tentang Ketentuan Umum di Bidang Ekspor

Dilarang mengeluarkan dari wilayah Rl, tumbuhan dan satwa yang dilindungi atau bagian-bagiannya dalam keadaan hidup atau mati, kecuali dilakukan untuk keperluan penelitian, ilmu pengetahuan dan/atau penyelamatan jenis tumbuhan dan satwa yang dilindungi dengan ijin dari Departemen Pertanian dan Departemen Kehutanan Rl.

Beberapa jenis tumbuhan yang dilindungi, diantaranya: 1. Kina ( Linchan Species)

2. Anggrek alam Dendrobium, Vanda dan anggrek lainnya 3. Agave Sp

4. Musa Textilles Mees 5. Ranwoefia Sp

(11)

Obat-obatan

Dasar hukum: Kep Menperindag No 314/Kp/VIII/1974 tentang Peredaran, impor dan ekspor, makanan-minuman, alat kecantikan dan alat kesehatan

dilarang keras memasukkan ke dalam wilayah Rl, obat jadi produksi luar negeri termasuk obat jadi tradisional Cina, dalam bentuk kapsul, pil, serbuk, cairan dan bentuk sediaan lainnya, yang tidak terdaftar pada Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan (POM)

Pengecualian untuk ketentuan ini, untuk:

• Pemasukan obat jadi atau obat tradisional untuk dipakai sendiri atau untuk diperdagangkan dapat dilakukan setelah mendapat ijin dari Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan (POM), Departemen Kesehatan Rl.

• Terhadap obat jadi atau obat tradisional dalam jumlah kecil untuk pemakaian sendiri dapat dimasukkan oleh penumpang laut/udara sepanjang dapat dibuktikan dengan resep dokter.

(12)

PERSPEKTIF HUKUM BISNIS INTERNATIONAL

A. Latar Belakang Hokum Perdagangan Internasional

Perdagangan internasional merupakan salah satu bagian dari kegiatan ekonomi atau kegiatan bisnis yang akhir-akhir ini mengalami perkembangan yang sangat pesat. Istilah hokum ekonomi pertama kali dikenal diEropa Barat terutama di Inggris dan prancis sekitar abad ke-18 sebelum terjadinya revolusi industry diinggris, peraturan-peraturan yang menjadi landasan dari kebijakan ekonomi adalah hokum feodel yang lahir dari pemerintahan yang bersifat absolute.

Sebagai akibat dari kebijakan yang bersifat restriktif dan protektif tersebut menimbulkan hambatan hambatan dalam lalu lintas barang, jasi maupun modal antarnegara di Eropa, mereka berusaha untuk mennguasai Negara-negara di asia dan Afrika dengan cara menerapkan paham marketilisme (merchantilism). Hal ini menyebabkan kehidupan perekonomian dan politik di Eropa menjadi semakin meluas dan terkonsentrasi kepada kegiatan perdagangan, bukan saja terhadap perdagangan local dan regional antarnegara Eropa, tetapi meluas ke luar Eropa.

(13)

Terima Kasih

Referensi

Dokumen terkait

Adapun manfaat dari penelitian Tugas Akhir ini, yaitu memberikan informasi dan data mengenai klasifikasi objek atau fitur dasar laut serta mengetahui instrumen

16, Samping Stadion Sorong, Kelurahan Klablim, Ditrik Sorong Timur, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Telp : 081385691040 Email : [email protected] Website

We can now build up the entire data model of our artworks without writing any additional code, using all of the Field types available to us either in core or in contributed

2 Liabilitas Presiden Direktur : Harvey F Chamberlain 23 TOTAL LABA (RUGI) KOMPREHENSIF (37,170) (21,258) laporan keuangan yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan

Seringkali, kolesteatoma menyebabkan risiko lebih besar untuk sisa pendengaran daripada pembedahan itu sendiri, dan, lebih sering daripada tidak,

memilih bengkel resmi Yamaha, maka pihak Honda harus mampu membaca posisi di konsumen dan mengambil alih variabel-variabel yang masuk pada mengambil alih variabel-variabel yang

Sekarang, coba tuliskan dengan runtut kelanjutan dari tulisanmu, yaitu tentang proses menyalurkan energi listrik yang telah dihasilkan oleh pembangkit listrik mikrohidro

Perbedaan dengan penelitian yang akan dilakukan Nurdianti Ulfa 2013 Gedung Karebosi Condotel, Makassar Studi Keandalan Struktur Gedung Tinggi Tidak Beraturan