BAB II
PERENCANAAN DAN PENETAPAN KINERJA
RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2011-2015, sebagaimana ditetapkan dengan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2011 adalah merupakan tahapan kedua dari pelaksanaan RPJP Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2005-2025 dan penyusunannya telah diselaraskan dengan RPJM Nasional seperti yang ditetapkan dalam Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 dan RPJMD Provinsi Kalimantan Selatan telah disempurnakan dengan Keputusan Gubernur Kalimantan Selatan Nomor : 188.44/0647/KUM/2012 tanggal 28 Desember 2012.
RPJM Provinsi Kalimantan Selatan ini telah menjadi acuan dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan Rencana Strategis SKPD. Adapun visi dan misi diuraikan sebagai berikut.
A. VISI
Visi dari Gubernur terpilih sebagaimana tercanyum pada RPJMD 2011-2015 adalah:
“ TERWUJUDNYA KALIMANTAN SELATAN YANG BERKEMBANG, MAJU, UNGGUL, NYAMAN, SEJAHTERA DAN DAMAI (BERMUNAJAD) TAHUN
2015“
Penjabaran makna dari visi Kalimantan Selatan “Bermunajad” adalah sebagai berikut :
Berkembang mengandung makna:
bahwa semua lapisan masyarakat berkembang dengan kemampuan dan fondasi ekonomi, sosial dan budaya yang kokoh serta mandiri dengan jati diri yang kuat untuk dapat bertahan dari segala terpaan krisis yang melanda baik bersifat lokal, nasional maupun global.
Maju mengandung makna:
bahwa masyarakat pada semua lapisan masyarakat maju dalam aspek pendidikan dan ilmu pengetahuan, kehidupan ekonomi, kemandirian bekerja dan berusaha untuk mencapai kehidupan yang sejahtera.
Unggul mengandung makna:
bahwa kokohnya ketahanan pilar-pilar pembangunan dan daya saing yang tinggi baik dalam bidang ekonomi, sosial budaya, dan politik, maupun kualitas sumberdaya manusia agar tercipta manusia yang kreatif dan mampu berinovasi dalam meningkatkan produktivitas yang kompetitif dalam persaingan global
Nyaman mengandung makna:
bahwa terciptanya kondisi keamanan yang kondusif sebagai hasil peran serta seluruh lapisan masyarakat sehingga menciptakan kenyamanan dalam bekerja dan berusaha dalam tataran kehidupan masyarakat yang toleran dan religius.
Sejahtera mengandung makna:
bahwa masyarakat sudah dapat menikmati hasil hasil pembangunan secara adil dan merata baik lahir maupun bathin (material dan spiritual).
Damai mengandung makna:
bahwa terbentuk tatanan masyarakat baik secara individual dan kolektif, serta secara kelembagaan menyadari akan hak dan kewajibannya sebagai warga masyarakat, secara sadar mematuhi peraturan dan norma yang berlaku, baik yang bersumber dari norma agama, dan norma sosial, maupun peraturan perundang-undangan sesuai dengan posisi dan peran sosialnya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sebagai bagian yang tak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, visi di atas selaras dengan visi pembangunan nasional tahun 2010 – 2014 yaitu:
1. Terwujudnya kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara yang aman, bersatu, rukun dan damai;
2. Terwujudnya masyarakat, bangsa, dan negara yang menjunjung tinggi hukum, kesetaraan, dan hak asasi manusia; serta
3. Terwujudnya perekonomian yang mampu menyediakan kesempatan kerja dan penghidupan yang layak serta memberikan pondasi yang kokoh bagi pembangunan yang berkelanjutan.
B. MISI
Dalam rangka pencapaian visi tersebut diatas telah ditetapkan 5 (lima) misi yang harus dilaksanakan yaitu:
1. Meningkatkan kualitas kehidupan beragama, Sosial dan Budaya;
2. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang produktif dan berdaya saing ;
3. Mengembangkan Daya Saing Ekonomi Daerah berbasis lingkunga dan masyarakat, dengan memanfaatkan sumber daya lokal dan posisi geografis;
4. Meningkatkan Ketersediaan Kuantitas dan Kualitas serta aksesibilitas infrastrukur Wilayah ;
5. Meningkatkan kinerja Pemerintah Daerah yang baik dan benar.
Misi di atas juga telah selaras dengan misi pembangunan nasional tahun 2010 – 2014 yaitu:
1. Mewujudkan Indonesia yang Aman dan Damai 2. Mewujudkan Indonesia yang Adil dan Demokratis 3. Mewujudkan Indonesia yang Sejahtera
Terhadap Visi yang hendak dicapai dan 5 (lima) Misi yang akan dilaksanakan tersebut diatas, lebih lanjut ditetapkan 15 (sebelas) termasuk program-program prioritas yang mendukung pencapaian tujuan dan sasaran. Rumusan tujuan, sasaran, dan program serta keterkaitan masing-masing unsur rencana stratejik selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 1.
Rencana Kerja Pembangunan Daerah 2012
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah diwujudkan secara bertahap melalui pembangunan tahunan dengan target Kinerja utama yang akan diukur melalui 8 indikator bersifat makro mempresentasikan tingkat kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan yang akan dicapai.
Rencana pembangunan tahun 2012 dituangkan dalam RKPD tahun 2012 sebagai dasar penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). RKPD tahun 2012 ditetapkan dengan Peraturan Gubernur Kalimantan Selatan Nomor 043 Tahun 2011 tanggal 1 Agustus 2011 RKPD tersebut memuat sasaran yang hendak dicapai pada tahun 2011 disertai program-program yang akan dilaksanakan dalam rangka mencapai sasaran.
Prioritas pembangunan sebagaimana ditetapkan dalam RKPD tahun 2012 sebagai berikut:
1. Pembangunan kehidupan sosial dan budaya di proritaskan, pada aspek peningkatan kualitas pembangunan manusia yaitu:
1) Peningkatan kualitas kehidupan beragama
2) Mempasilitasi penanganan kemiskinan dan penandang masalah kesejahteraan sosial ( PMKS) .
3) Memfasilitasi kegiatan dan olahraga,perempuan dan anak. 4) Memfasilitasi pengembangan budaya daerah.
2. Pembagunan sumber daya manusia diprioritaskan pada peningkatan kualitas pembangunan manusia terkait dengan aspek pendidikan dan kesehatan :
1) Menurunkan angka butahuruf.
2) Meningkatkan angka rata-rata lama sekolah.
3) Mendidik tenaga kerja yang siap pakai didunia kerja.
4) Menaikkan Usia Harapan Hidup,khususnya pada penurunan Angka Kematian Ibu Melahirkan dan Angka Kematian Bayi.
5) Meningkatkan akses masyarakat miskin pada pelayanan pendidikan dan Kesehatan.
6) Meningkatkan & memanfaatkan BLK berstandar internasional,untuk Menumbuh kambangkan wirausaha pekerjaan terampil.
3. Peningkatan Perekonomian diprioritaskan pada :
1) Meningkatkan Pertumbuhan ekonomi yang berkualitas. 2) Meningkatkan penguatan argo industry (struktur ekonomi) 3) Meningkatkan daya beli masyarakat
4) Memantafkan ketahanan pangan 5) Menurunkan dan mengendalikan inflasi
4. Pengelolan Lingkungan Hidup diprioritaskan pada :
Mendorong dan Memfasilitasi penurunan tingkat degradasi kuantitas dan Kualitas sumberdaya alam dan lingkungan hidup.
5. Pembangunan dan Perbaikan Infrastruktur diprioritaskan pada :
1) memfasilitasi pembangunan kapasitas dan kualitas Infrastruktur utama (skala regional kalsel)
2) Meningkatkan dan mengembangkan kuantitas dan kualitas Infrastruktur Dasar.
3) Meningkatkan dan mengembangkan kuantitas dan kualitas fasilitas publik Lainnya.
6. Melaksanakan Pemerintahan yang Baik difokuskan pada : 1) Mendorong peningkatan kualitas peningkatan Publik.
2) meningkatkan akuntabilitas dan transparansi Kinerja Pemerintahan Daerah.
3) Mengakomodasi pengawasan Publik terhadap Kinerja Pemerintahan Daerah.
Penetapan Kinerja Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2012
Dalam rangka mewujudkan manajemen pemerintahan yang efektif, transparan dan akuntabel serta berorientasi pada hasil, dalam rangka mencapai target kinerja menengah seperti yang telah ditetapkan dalam dokumen perencanaan maka pada tahun 2012 ditetapkan target kinerja tahunan yang telah di tandatangani oleh Gubernur Kalimantan Selatan pada bulan Maret 2012, sebagai berikut :
Target Kinerja Makro 2012
No Indikator 2012 Target s.d 2015
1 Pertumbuhan ekonomi 5,68 6,0 – 6,9
2 PDRB Per Kapita (Adhk) 9,4 Juta 9,2 - 10,6
3 Laju Inflasi 5,2 5,0 – 7,0 4 Indeks GINI 0,21 0,22 – 0,18 5 Tingkat pengangguran terbuka 6,60 6,62 – 6,50 6 Tingkat Kemiskinan 4,15 4,25 - 3,99 7 Indeks Pembangunan Manusia 70,5 70 – 74 8 Tingkat pertumbuhan penduduk 1,59 1,60 - 1,40
Sasaran strategis, indikator kinerja dan target yang ditetapkan pada tahun 2012 disajikan per kelompok sasaran adalah sebagai berikut:
Sasaran 1:
Meningkatkan toleransi antar umat beragama
No. Indikator Kinerja Satuan Target Penanggung
Jawab
1 Persentase Pengaduan Gangguan
melaksanakan Kegiatan
Keagamaan yang ditindaklanjuti
% 100
2 Jumlah forkom Pembauran Antar
Etnis, Golongan, Suku dan Umat Beragama yang aktif (FPK)
Buah 1
3 Sekretariat bersama antar umat
Sasaran 2
Meningkatnya kualitas pelayanan kehidupan sosial masyarakat
No. Indikator Kinerja Satuan Target Penanggung
Jawab
1 Persentase menurunya
remaja keluarga fakir miskin penyandang masalah sosial
% 1,5 Dinas Sosial
2 Persentase jumlah rumah
singgah/rumah panti dalam keadaan baik
% 30 Dinas Sosial
3 Indeks Kepuasan
Masyarakat Panti Nilai 95 Dinas Sosial
4 Bertambahnya Fasilitas Olahraga Buah 3 Dinas Pemuda, Olah Raga, Budaya dan Pariwisata 5 Persentase tertanganinya korban bencana % 100 Badan Penanggulangan Bencana Daerah 6 Persentase meningkatnya
peran serta masyarakat dalam penanggulangan bencana % 28 Badan Penanggulangan Bencana Daerah 7 Persentase Remaja
keluarga miskin yang sekolah
% NA Dinas Sosial
8 Persentase anak keluarga
kurang mampu yang memanfaatkan bantuan beasiswa
% NA Dinas Sosial
9 Persentase lansia terlantar
yang dapat ditampung panti % 0.56 Dinas Sosial
10 Persentase Fakir miskin penyandang cacat yang
tertangani % 2.78 Dinas Sosial
4 Persentase peningkatan lembaga
sosial keagamaan % 60
5 Peningkatan lembaga pendidikan
keagamaan % 7,3
6 Frekuensi pertemuan antar umat
beragama Kali 1
7 Persentase kesepakatan hasil
pertemuan antar umat beragama yang ditindaklanjuti
11 Jumlah panti dengan sarana prasarana memenuhi
standar
Unit 5 Dinas Sosial
12 Persentase penghuni panti
sosial yang puas dengan pelayanan panti
% 97,93 Dinas Sosial
Sasaran 3
Berkembangnya wisata daerah yang berbasis budaya dan sumber daya daerah.
No. Indikator Kinerja Satuan Target Penanggung Jawab
1 Persentase
peningkatan Event Budaya Daerah
% 10 Dinas Pemuda, Olahraga,
Budaya dan Pariwisata
2 Persentase
peningkatan kunjungan WISMAN
% 3 Dinas Pemuda, Olahraga,
Budaya dan Pariwisata
3 Persentase
peningkatan kunjungan WISNUS
% 10 Dinas Pemuda, Olahraga,
Budaya dan Pariwisata
4 Lama Kunjungan
WISMAN Hari 1,9
Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata
5 Lama Kunjungan
WISNUS Hari 3
Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata
6 Persentase
Peningkatan Kunjungan ke Museum setiap tahun
% 12 Dinas Pemuda, Olahraga,
Budaya dan Pariwisata
Sasaran 4
Meningkatkan Pembangunan Manusia Berkualitas pada Semua Jalur dan Jenjang Pendidikan
No. Indikator Kinerja Satuan Target Penanggung Jawab
1 Angka melek huruf % 96,35 Dinas Pendidikan
2 Angka rata-rata lama
sekolah Tahun 7,5 Dinas Pendidikan
3 Angka Partisipasi Murni
SD/MI % 99,2 Dinas Pendidikan
4 APK SLTP/MTs % 97,6 Dinas Pendidikan
Sasaran 5
Meningkatkan Pembangunan Manusia, serta Masyarakat Sehat yang Mandiri dan Berkeadilan
No. Indikator Kinerja Satuan Target Penanggung
jawab
1 Angka Harapan Hidup Tahun 66,62 Dinas
Kesehatan
2 Angka Kematian Bayi Kasus per
1000 Kh 33
Dinas Kesehatan
3 Angka kematian ibu Kasus 91 Dinas
Kesehatan
4 Persentase penduduk miskin
memiliki jaminan
pemeliharaan kesehatan
% 70
Dinas Kesehatan
5 Cakupan pelayanan peserta
jaminan pemelihara kesehatan masyarakat % 100 Dinas Kesehatan Sasaran 6
Meningkatkan masyarakat yang produktif dan berdaya saing
No. Indikator Kinerja Satuan Target Penanggung
jawab
1 Persentase kelulusan
BLK yang bekerja % 423
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
2 Persentase jumlah
penduduk yang bekerja % 40
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
4 Persentase
pengurangan tingkat
pengangguran terbuka
% 4
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
5 Persentase peningkatan
Partisipasi Angkatan
Kerja
% 71
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
Sasaran 7
Meningkatnya pertumbuhan ekonomi yang berkualitas
Sasaran 8
Meningkatnya sinergi dalam penyiapan pengembangan industri dan perdagangan berbasis agroindustri
No Indikator Kinerja Satuan Target Penangung Jawab
1 Persentase industri yang berbasis agroindustri
% NA Dinas Perindustrian
dan Perdagangan
No Indikator Kinerja Satuan Target Penanggung
Jawab Pertumbuhan PDRB Sektor : Pertanian 1 Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura
Produksi Padi Ton 2.025.298 Dinas Pertanian
Produksi Jagung Ton 110.006 Dinas Pertanian
Produksi Jeruk Ton 56.045 Dinas Pertanian
Produksi Sayuran Ton 108.808 Dinas Pertanian
2 Perkebunan
Produksi Karet Ton 157.609 Dinas Perkebunan
Produksi Sawit Ton 757.808 Dinas Perkebunan
3 Peternakan
Produksi daging Ton/Th 59.037 Dinas Peternakan
4 Pertambangan % NA Dinas Pertambangan 5 Industri pengolahan % 2 Dinas Perindustrian dan perdagangan 6 Perdagangan % 5 Dinas Perindustrian dan perdagangan 7 Jumlah pungutan PSDH dan DR Rp US $ 4.000.000.000 600.000 Dinas Kehutanan
Sasaran 9
Meningkatnya pengelolaan SDA yang berkelanjutan dan Perbaikan Kualitas Lingkungan Hidup
No Indikator Kinerja Satuan Target Penanggung
jawab
1 Bertambahnya Luasan
Tanaman Baru dalam rangka rehabilitasi hutan dan lahan (RHL)
ha 690
Dinas Kehutanan
2 Jumlah Lahan Kritis yang berkurang karena rehabilitasi Hutan dan Lahan
Ha 465
Dinas Kehutanan
3 Persentase kasus gangguan
keamnan hutan dan hasil hutan yang diselesaikan
% 100
Dinas Kehutanan
4 Jumlah kesatuan
pengelolaan hutan (KPH) di kalsel yang terbentuk telah direalisasikan
Jumlah 11
Dinas Kehutanan
5 Persentase kasus IUU yang
diselesaikan NA NA
Dinas Kehutanan
6 Rasio pertanian pangan
berkelanjutan % 15,84
Dinas Pertanian
7 persentase hasil uji polusi
udara pada sumbernya % 40
Badan Lingkungan
Hidup 8 persentase hasil uji limbah
padat pada sumbernya % 20
Badan Lingkungan
Hidup
Sasaran 10
Meningkatkan infrastruktur transportasi yang terintegrasi dan berkualitas serta meningkatnya pelayanan untuk mendukung pergerakan orang, barang dan jasa
No
Indikator Kinerja Satuan Target Penanggung jawab
1 Persentase jalan
provinsi dalam kondisi mantap
% 75
Dinas Pekerjaan Umum
2 Persentase jembatan
3 Persentase penurunan pelanggaran angkutan hasil tambang dan hasil perkebunan terhadap pengendalian dan pengamanan lalu lintas
% Turunya Pelanggaran 27% atau dari 89 = (330-241) Dishubkominfo
4 Waktu tempuh rata-rata KM/JAM 35
Sasaran 11
Meningkatkan infrastruktur sumberdaya air untuk mendukung upaya konservasi dan pendayagunaan sumberdaya air, serta pengendalian daya rusak air.
N
o Indikator Kinerja Satuan Target
Penanggung jawab 1 Persentase terbangunnya
jaringan irigasi rawa % 100 Dinas PU
2 Persentase panjang pantai yang
bebas abrasi % 100 Dinas PU
3 Persentase panjang tebing yang
tertangani % 100 Dinas PU
4 Persentase tersedianya air
bersih % 100 Dinas PU
5 Jumlah lahan pertanian yang
bebas intrusi air laut Ha NA
Dinas Pertanian 6 Jumlah air yang bebas intrusi air
laut NA NA
Dinas Pertanian
Sasaran 12
Meningkatnya akses masyrakat terhadap insfratuktur dasar permukiman yang mencakup air bersih dan sanitasi.
No Indikator Kinerja Satuan Target Penanggung
Jawab
1 Cakupan pelayanan persampahan
% 30
Dinas Pekerjaan
Umun 2 Persentasi Luas areal pemukiman
yang bebas genangan % 31
Dinas Pekerjaan
Umun
3 Persentase rumah tangga yang
terlayani jaringan air bersih % 45
Dinas Pekerjaan
Sasaran 13
Meningkatnnya infrastruktur publik dan aparatur.
No Indikator Kinerja Satuan Target Penanggung jawab
1 Jumlah bangunan
gedung yang memenuhi standar HSBGN
Unit 12
Dinas Pekerjaan Umum
2 Tingkat kesesuaian perencanaan pembangunan tata ruang infrastruktur dengan ketaatan terhadap RT/RW % NA
Dinas Pekerjaan Umum
3 Persentase Pemenuhan sarana dan prasarana perkantoran PEMDA Unit / % 5 / 19,23%
Dinas Pekerjaan Umum
Sasaran 14.
Tata kelola pemerintahan daerah yang akuntabel dan transparan
No Indikator Kinerja Satuan Target Penanggung
Jawab
1 Persentase instansi
pelayanan publik yang
melaksanakan pelayanan
sesuai SOP
% 35
Biro Organisasi
2 Opini atas Laporan
Keuangan Nilai WDP
Biro Keuangan 3 Hasil Evaluasi penerapan
SAKIP Nilai B
Inspektorat 4 Persentase SKPD dengan
hasil evaluasi minimal BAIK % 70
Inspektorat 5 Persentase peningkatan pengunjung Website % 100 Biro Hubungan Masyarakat 6 Persentase Responden
pengguna Website yang tingkat kepuasan cukup
% 50
Biro Hubungan Masyarakat
Sasaran 15
Terwujudnya pelayanan publik yang dapat diakses dengan mudah dan cepat oleh seluruh lapisan masyarakat.
No Indikator Kinerja Satuan Target Penanggung
Jawab
1 IKM pada instansi Pelayanan
Publik Nilai 78
Biro Organisasi
2 Prosentase Pelayanan Publik
yang mendapat ISO % 50
Biro Organisasi
3 Persentase Pelayanan Publik
yang mendapatkan penghargaan
Pelayanan Prima % 20
Biro Organisasi
4 Persentase pengaduan
masyarakat ditangani secara
tuntas
% 100
Inspektorat