BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian.

Teks penuh

(1)

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian. 1.1.1 Profil PT. Kereta Api Indonesia

PT. Kereta Api Indonesia (Persero) yang selanjutnya disingkat sebagai PT. KAI adalah Badan Usaha Milik Negara yang menyediakan, mengatur, dan mengurus jasa angkutan kereta api di Indonesia. PT. KAI merupakan salah satu operator kereta api terbesar di indonesia. Dalam masa lima tahun terakhir sejak 2009, PT. KAI telah melakukan langkah revolusioner dalam merevatilisasi bisnis sesuai perubahan jaman dan kondisi eksternal yang dinamik.

Perubahan besar yang terjadi pada PT. KAI terjadi sejak 2009 adalah gaya kepemimpinan yang berbeda, orientasi dan prioritas berbeda, visi dan misi berbeda, struktur organisasi sojyang tidak sama, serta semangat yang berbeda dibandingkan era sebelumnya. Berbagai penghargaan sebagai perusahaan dan pimpinan (CEO) dengan kinerja terbaik sudah diraih oleh PT. KAI sejak periode tersebut. Penetapan visi dan misi yang lebih berorientasi ke pelanggan (customer oriented) menjadi pijakan utama dalam langkah – langkah transformasi PT. KAI keseluruhannya yang selanjutnya dituangkan dalam bentuk Business Roadmap untuk mencapai tujuan yang terukur.

1.1.2 Bidang Usaha

Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, PT. KAI memiliki kegiatan utama dan kegiatan usaha penunjang. Kegiatan usaha utama mencakup:

a. Penyelenggaraan prasarana perkeretaapian umum, meliputi kegiatan pembangunan, pengoperasian, perawatan, dan pengusahaan prasarana. b. Penyelenggaraan sarana perkeretaapian umum, meliputi kegiatan

pengadaan, pengoperasian, perawatan, dan pengusahaan sarana usaha pengangkutan orang dan/atau barang dengan kereta api.

(2)

c. Usaha angkutan pra- dan purna-angkutan kereta api, intermoda dan bongkar muat.

d. Usaha penyewaan sarana dan atau prasarana serta fasilitas perkeretaapian. e. Jasa pengadaan barang dan jasa lainnya yang berkaitan dengan perawatan

perkeretaapian.

f. Usaha jasa keahlian di bidang perkeretaapian dan jasa konsultan transportasi.

g. Usaha keagenan di bidang transportasi barang dan penumpang. h. Usaha pendidikan dan pelatihan di bidang perkeretaapian. 1.1.3 Visi dan Misi PT. KAI

a. Visi

Menjadi penyedia jasa perkeretaapian terbaik yang fokus pada pelayanan pelanggan dan memenuhi harapan stakeholders.

b. Misi

Menyelenggarakan bisnis perkeretaapian dan bisnis usaha penunjangnya melalui praktik bisnis dan model organisasi terbaik untuk memberikan nilai tambah yang tinggi bagi stakeholders dan kelestarian lingkungan berdasarkan empat pilar utama: Keselamatan, Ketepatan Waktu, Pelayanan, dan Kenyamanan.

1.1.4 Tujuan Perusahaan

Melaksanakan dan mendukung kebijakan dan program pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan nasional, khususnya di bidang transportasi, dengan menyediakan barang dan jasa yang bermutu tinggi dan berdaya saing kuat untuk dapat melakukan ekspansi, baik di pasar domestik maupun internasional di bidang perkeretaapian. Usaha tersebut meliputi usaha pengangkutan orang dan barang dengan kereta api, kegiatan perawatan dan pengusahaan prasarana perkeretaapian, pengusahaan bisnis properti secara profesional, serta pengusahaan bisnis penunjang prasarana dan sarana kereta api secara efektif untuk kemanfaatan umum.

(3)

1.1.5 Tata nilai Perusahaan 1. Integritas

Integritas Kami insan PT Kereta Api Indonesia (Persero) bertindak konsisten sesuai dengan nilai-nilai kebijakan organisasi dan kode etik perusahaan. Memiliki pemahaman dan keinginan untuk menyesuaikan diri dengan kebijakan dan etika tersebut dan bertindak secara konsisten walaupun sulit untuk melakukanya.

2. Profesional

Profesional Kami insan PT Kereta Api Indonesia (Persero), memiliki kemampuan dan penguasaan dalam bidang pengetahuan yang terkait dengan pekerjaan, mampu menguasai untuk menggunakan, mengembangkan, dan membagikan pengetahuan yang terkait dengan pekerjaan kepada orang lain.

3. Keselamatan

Keselamatan Kami insan PT Kereta Api Indonesia (Persero) memiliki sifat tanpa kompromi dan konsisten dalam menjalankan atau menciptakan sistem atau proses kerja yang mempunyai potensi risiko yang rendah terhadap terjadinya kecelakaan dan menjaga aset perusahaan dari kemungkinan terjadinya kerugian.

4. Inovasi

Inovasi Kami insan PT Kereta Api Indonesia (Persero) selalu menumbuh kembangkan gagasan baru, melakukan tindakan perbaikan yang berkelanjutan, dan menciptakan lingkungan kondusif untuk berkreasi sehingga memberikan nilai tambah bagi pemangku kepentingan.

5. Pelayanan Prima

Pelayanan Prima Kami insan PT Kereta Api Indonesia (Persero) memberikan pelayanan terbaik sesuai dengan standar mutu yang

(4)

memuaskan dan sesuai harapan atau melebihi harapan pelanggan dengan memenuhi 6A unsur pokok: Ability (Kemampuan), Attitude (Sikap), Appearance (Penampilan), Attention (Perhatian), Action (Tindakan), dan Accountability (Tanggung jawab).

1.1.6 Makna Logo

Gambar 1.1 Logo PT. Kereta Api Indonesia Sumber : www.kereta-api.co.id

a. Tiga garis melengkung melambangkan gerakan yang dinamis PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dalam mencapai visi dan misinya. b. Dua garis warna oranye melambangkan proses pelayanan prima

(kinerja operasional) yang ditujukan kepada pelanggan internal dan eksternal.

c. Garis lengkung berwarna biru melambangkan semangat Inovasi yang harus dilakukan dalam memberikan nilai tambah ke stakeholders. Inovasi dilakukan dengan semangat sinergi di semua bidang dan dimulai dari hal terkecil sehingga dapat melesat.

d. Anak panah berwarna putih melambangkan nilai integritas, yang harus dimiliki insan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dalam mewujudkan pelayanan prima.

(5)

1.2 Latar Belakang Masalah

Semua transformasi yang telah terjadi di PT. KAI tidak terlepas dari adanya implementasi strategi, inovasi, kinerja organisasi, praktek-praktek manajemen, sentuhan langsung dari gaya kepemimpinan manajemen PT. KAI, dan teknologi informasi. Pada perkembangan teknologi dan informasi, pengetahuan memiliki peran penting didalam penerapannya untuk membantu mengembangkan suatu proses bisnis. Pengetahuan-pengetahuan ini berasal dari pengolahan suatu data serta informasi -informasi yang didapatkan dari dalam perusahaan ataupun luar perusahaan. Dengan pengetahuan yang terus dikumpulkan dan dimanfaatkan, membuat suatu organisasi atau perusahaan memiliki kemampuan seperti dapat menghadapi persaingan dari tiap kompetitornya, peningkatan aset berupa pengetahuan sebagai suatu investasi, dapat menciptakan inovasi baru, menghasilkan pendapatan baru untuk mengurangi biaya yang ada di dalam organisasi atau perusahaan,serta memacu kinerja pelayanan pelanggan (customer service).

Pergeseran paradigma tentang sumber daya apa yang memiliki potensi menggerakkan perusahaan agar lebih cerdas dan inovatif dewasa ini telah ditemukan seiring dengan semakin tumbuhnya kesadaran dari para pelaku bisnis maupun akademisi bahwa aset pengetahuan (intangibel asset) lebih penting dari sumber daya perusahaan yang selama ini dipahami seperti sumber daya finansial, bangunan, tanah, teknologi, posisi pasar, dan aset-aset tangibel lainnya.

Manajemen pengetahuan pada dasarnya muncul untuk menjawab pertanyaan bagaimana seharusnya mengelola pengetahuan dan bagaimana mengelolanya. Kesadaran untuk menerapkan pendekatan manajemen pengetahuan ke dalam strategi bisnis diperlukan karena terbukti perusahaan yang menjadikan sumber daya pengetahuan sebagai aset utamanya senantiasa mampu mendorong perusahaan lebih inovatif yang bermuara kepada kepemilikan daya saing perusahaan terhadap para pesaingnya. PT. KAI dalam mengelola pengetahuan perusahaan, memiliki kesadaran untuk menerapkan pendekatan manajemen

(6)

pengetahuan ke dalam strategi bisnis yaitu dalam bentuk tools yang bernama e-learning. Tools ini diterapkan di PT. KAI pada tahun 2014 dapat diakses oleh seluruh karyawan sebagai media untuk sarana pembelajaran untuk karyawan dalam meningkatkan kompetisi diri. E-learning terdiri dari materi pembelajaran dan pelatihan untuk karyawan. Tujuan fokus dari e-learning adalah untuk menutup gap antara karyawan, mengedukasi karyawan dari yang tidak tahu menjadi tahu, mendukung career path karyawan, dan sebagai bahan evaluasi pembelajaran di PT. KAI (Persero).

Gambar 1.2 Hasil Kuesioer Evaluasi E-Learning 28 November 2016 Sumber: PT. KAI (Persero)

(7)

Gambar 1.3 Hasil kuesioner evaluasi E-learning 28 November 2016 Sumber: PT. KAI (Persero)

Pada gambar 1.2 dan gambar 1.3 menjelaskan bahwa 88% karyawan memahami Tools ini yang diterapkan di PT. KAI (Persero). Tools ini dapat diakses oleh seluruh karyawan sebagai media untuk sarana pembelajaran untuk karyawan dalam meningkatkan kompetisi diri, agar karyawan juga lebih tertarik belajar di internet,dan aplikasi e-learning mudah dimengerti oleh karyawan.

(8)

Gambar 1.4 User E-learning (3 bulan terakhir) Sumber : PT. KAI (Persero)

Pada gambar di atas menjelaskan bahwa pengguna e-learning pada bulan September sampai November terus meningkat. Pada bulan Agustus jumlah pengguna e-learning 1269 user dan pada bulan November sebanyak 2704 user. Total user aktif yang telah mengikuti course e-learning yaitu 16.934 orang dan user pasif sebanyak 3.356 orang.

Penerapan e-learning di PT. KAI (Persero) merupakan salah satu cara-cara yang konkret tentang bagaimana menciptakan sumber daya yang unggul untuk mendukung efektivitas layanan perusahaan. Perhatian pada penciptaan dan pengelolaan sumber daya internal merupakan jembatan untuk mengatasi kekuranglengkapan (gap) pada kebutuhan kapabilitas baru yang dituntut untuk implementasi strategi dalam mencapai kinerja operasional perusahaan yang tinggi (Pasaribu,2016).

Data User E-Learning Posisi Tanggal 28 November 2016

Aktif = 16.934 orang Pasif = 3.356 orang Total = 20.290 orang

Catatan :

User Aktif, telah mengikuti course E-Learning User Pasif, belum mengikuti course E-Learning

(9)

Adapun beberapa penciptaan knowledge management dan pengelolaan sumber daya internal di PT. KAI adalah:

1. East Japan Railway Company (JR East).

Perseroan menjalin kerja sama pelatihan teknik dan manajemen perkeretaapian dengan East Japan Railway Company (JR East). Perseroan berkesempatan mengembangkan kemampuan dan pengetahuan teknik di JR East, khususnya mengenai Transport Planning and Traffic Control,Rolling Stock Maintenance, Track Maintenance dan Signaling and Telecommunications.

Gambar 1.5 Rata – Rata Keterlambatan Kereta Api Penumpang Dan Barang (dalam menit), Jumlah Peristiwa Tabrakan Kereta Api

Sumber : Annual Report PT. KAI tahun 2014.

Grafik di atas menunjukan dengan Perseroan menjalin kerja sama pelatihan teknik dan manajemen perkeretaapian dengan East Japan Railway Company (JR East), Jumlah keterlambatan kereta paling sedikit yaitu pada tahun 2012 dengan rata- rata keterlambatan berangkat selama 3 menit dan keterlambatan kedatangan sebanyak 26 menit.

(10)

2. Pelatihan dan studi banding di Luar negeri (Benchmarking).

Program Benchmarking secara nyata telah berdampak meningkatkan inovasi pelayanan dan kepedulian pekerja.Pada tahun 2014 PT. KAI mengirimkan 980 pekerja.

Kinerja operasional merupakan dimensi strategi perusahaan yang dipilih oleh perusahaan dalam persaingan. Dalam kata lain, kemampuan manufaktur dan sumber daya harus fokus pada prioritas pengembangan persaingan sebagai pencapaian dari keunggulan kompetitif yang dihasilkan dari efektifitas kemampuan strategi perusahaan.

Gambar 1.6 Kinerja Pendapatan Dan Beban (Rp miliar)

Sumber : annual report PT.KAI 2014

Grafik di atas menunjukkan profil kinerja pendapatan dan beban dalam 5 tahun terakhir (2010-2014) dengan mengikuti pelatihan dan studi banding ke luar negeri,memperlihatkan kemampuan perseroan dalam mengendalikan biaya sehingga perolehan laba dari tahun ke tahun meningkat. Perolehan laba paling tinggi yaitu pada tahun 2014 dengan pendapatan 10.478 miliar dan beban 8.908 miliar.

(11)

Adapun aspek penilaian area kompetitif dari kinerja operasional PT. KAI (Persero) yaitu kualitas, pengiriman, flexibility, dan biaya. (Yen et all 2013 : 566) :

a. Kualitas 1) Restorasi

Setiap rangkaian kereta api dilengkapi dengan kereta makan yang berguna sebagai restorasi. Restorasi melayani makan dan minum selama perjalanan. Terdapat menu-menu khas kereta api yang dapat dinikmati pelanggan. Kru restorasi terdiri dari : koki, prama dan prami yang siap melayani pelanggan kami di dalam perjalanan.

2) Kru Kereta Api

Kru kereta api adalah petugas kereta api yang bertanggung jawab selama dalam perjalanan. Kru kereta apiterdiri dari: masinis, assisten masinis, kondektur, teknisi KA dan runner AC. Mereka secara profesional terlatih untuk melayani pelanggan Kereta Api.

3) Manager On Dutty

Terdapat seorang Manager On Duty berperan sebagai customer service yang menemani perjalanan penumpang kereta api, Siap menerima kritik, saran, komplain guna memenuhi kebutuhan pelanggan akan pelayanan yang prima.

4) On Train Cleaning

Petugas On Train Cleaning (OTC) bertugas menjaga kebersihan kereta api selama dalam perjalanan. Terdapat dua petugas OTC di setiap Kereta yang siap melayani pelanggan.

(12)

Gambar 1.7 Testimoni pelanggan Sumber : Twitter @KAI121.

Gambar di atas menunjukan kualitas kinerja operasional yang telah memberikan kualitas produk yang baik yaitu dengan keberangkatan yang on time, dan gerbong kereta yang bersih. Saat ini PT. KAI memasang pendingin di semua kereta penumpang, serta menyediakan toilet ramah lingkungan di kereta penumpang.

b. Biaya dan Pendapatan yang Didapatkan. (Cost And Income).

Gambar 1.8 laba komprehensif (Rp miliar) Sumber: annual report PT.KAI 2014.

Grafik di atas menunjukkan tren peningkatan laba bersih dalam 5 tahun terakhir (2010-2014). Pada tahun 2010 Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp216 miliar dan meningkat hampir 4,4x pada tahun 2014

(13)

menjadi Rp943 miliar. Pertumbuhan rata-rata laba bersih selama enam tahun terakhir (2009-2014) mencapai 45% per tahun.

c. Flexibility yang menghasilkan peningkatan nilai pasar perusahaan. a. PT. KAI mengembangkan sistem pembelian dan outlet – outlet

pembelian tiket di luar stasiun.

b. PT Kereta Api Indonesia (Persero) menerapkan sistem e-ticketing sejak pertengahan tahun 2013. Implementasi Sistem e-ticketing dan e-gate sangat berpengaruh terhadap keberhasilan kegiatan penataan stasiun dan kereta listrik Jabodetabek tahun 2013.

Gambar 1.9 Sistem E-Ticketing Sumber : Kompasiana.com

Gambar di atas merupakan sistem e-ticketing yang diterapkan PT. KAI bekerja sama dengan PT. Telkom untuk memudahkan masyarakat memesan tiket dengan mudah, cepat, dan praktis.

Dengan menerapkan knowledge management untuk membangun, memperbaiki, dan memperluas kapabilitas perusahaan memang terbukti dapat meningkatkan hasil kinerja operasional perusahaan dan membantu untuk meningkatkan kinerja perusahaan secara berkelanjutan

Dalam perusahaan, pengelolaan knowledge sangat berbeda dengan pengelolaan aset perusahaan yang lain. Dalam pengelolaan aset intelektual ini dibutuhkan dukungan eksekutif yang sangat kuat (top management

(14)

maupun eksekutif senior) untuk penerapan knowledge management. Dimana manager secara efektif membantu mengubah pengalaman pembelajaran pegawai menjadi pengetahuan baru (knowledge) di organisasi. Tugas utamanya adalah mengarahkan agar knowledge yang ada searah dengan strategi bisnis dari perusahaan.

Oleh karena pentingnya melihat bagaimana pengaruh penerapan knowledge management terhadap kinerja operasional maka peneliti ingin mengadakan penelitian dengan judul “Pengaruh Penerapan Knowledge Management terhadap Kinerja Operasional PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Bandung”.

1.3 Rumusan masalah

Berdasarkan latar belakang masalah penelitian di atas maka perumusan masalah terhadap penelitian ini adalah :

1. Bagaimana penerapan knowledge management pada PT. KAI?

2. Bagaiman kinerja operasional (Operasional Performance) pada perusahaan PT. KAI ?

3. Bagaimana pengaruh knowledge dissemination and use terhadap kinerja operasional PT.KAI ?

4. Bagaimana pengaruh knowledge creation terhadap kinerja operasional PT.KAI ?

5. Bagaimana pengaruh knowledge retention and refinement terhadap kinerja operasional PT.KAI ?

6. Bagaimana pengaruh knowledge interpratation terhadap kinerja operasional PT.KAI ?

7. Bagaimana pengaruh knowledge management secara simultan terhadap kinerja operasional PT. KAI?

(15)

1.4 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah :

1. Untuk mengetahui penerapan knowledge management pada PT. KAI. 2. Untuk mengetahui kinerja operasional (Operasional Performance) pada

perusahaan PT. KAI.

3. Untuk mengetahui pengaruh knowledge dissemination and use terhadap kinerja operasional PT.KAI.

4. Untuk mengetahui pengaruh knowledge creation terhadap kinerja operasional PT.KAI.

5. Untuk mengetahui knowledge retention and refinement terhadap kinerja operasional PT.KAI.

6. Untuk mengetahui pengaruh knowledge interpratation terhadap kinerja operasional PT.KAI.

7. Untuk mengetahui pengaruh Knowledge Management secara simultan terhadap kinerja operasional PT. KAI.

1.5 Kegunaan

Kegunaan yang diharapkan dari penelitian ini antara lain : 1.5.1 Akademisi

Penelitian ini diharapkan dapat menambah bahan kepustakaan dan mampu memberikan kontribusi pada pengembangan ilmu manajemen.

1.5.2 Praktisi

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi PT. Kereta Api Indonesia (Persero) untuk mengambil kebijakan-kebijakan dalam

(16)

1.6 Sistematis Penulisan

Dalam penelitian, sistematis penulisan bertujuan untuk memberi gambaran umum mengenai penelitian yang terdiri dari lima bab sebagai berikut :

BAB I Pendahuluan

Dalam bab ini berisi gambaran umum objek penelitian, latar belakang penelitian, perumusan masalah, tujuan dari penelitian, kegunaan penelitian, dan sistematis penulisan.

BAB II Tinjauan Pustaka

Bab ini menguraikan landasan-landasan teori yang menjadi dasar pemikiran yang terkait dengan penelitian, variabel penelitian, kerangka penelitian, hipotesis penelitian, dan ruang lingkup penelitian.

BAB III Metode Penelitian

Bab ini berisikan jenis penelitian, operasional variabel, tahapan penelitian, populasi dan sampel penelitian, teknik pengumpulan data, uji validitas dan reliabilitas, dan teknik analisa data.

BAB IV Hasil Penelitian dan Pembahasan

Bab ini berisi mengenai pengumpulan data, karakteristik responden, pengujian validitas dan reliabilitas, analisis deskriptif, pengujian asumsi klasik, anaisis data, pengujian hipotesis, analisis hasil pengolahandata dan pembahasan

BAB V Penutupan

Bab ini berisi mengenai kesimpulan dari penelitian dan saran yang dapat di implementasikan.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :