• Tidak ada hasil yang ditemukan

Authors: Syarida Puspa Astari 1 Raeni Dwi Santy 2. Institutions: Universitas Komputer Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Authors: Syarida Puspa Astari 1 Raeni Dwi Santy 2. Institutions: Universitas Komputer Indonesia"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Terhadap Keberhasilan Usaha

(Studi Kasus Pada Restoran-Restoran Korea di Kota Bandung)

Authors:

Syarida Puspa Astari 1

Raeni Dwi Santy2

[email protected] [email protected]

Institutions:

Universitas Komputer Indonesia

ABSTRACT

The purpose of this study was to determine how restaurant’s owner response about the Korean Culture Trends (Korean Wave) Apply and Social Media Use to Business Success, also to determine the influence of Korean Culture Trends (Korean Wave) Apply and Social Media Use to Business Success on Korean Restaurants in Bandung City. To support this research, the author used descriptive and verification methods. To analyse, this research used multiple regression analysis as the analytical method, used primary data through the questionnaire distribution to the Korean Restaurant’s owners in Bandung City. The author took sample by using saturated sample techniques, means all of the popuIation in this research are sample itself, the amount of both population and sample are 30 people. The results showed that Korean Culture Trends (Korean Wave) Apply and Social Media Use provide significantly to Business Success either partially or simultaneously.

Keywords: Korean Culture Trends, Korean Wave, Hallyu, Social Media, Business Success.

ABSTRAK

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tanggapan pemilik restoran mengenai Penerapan Tren Budaya Korea (Korean Wave) dan Penggunaan SosiaI Media terhadap Keberhasilan Usaha, serta untuk mengetahui pengaruh Penerapan Tren Budaya Korea (Korean Wave) dan Penggunaan Sosial Media terhadap Keberhasilan Usaha pada Restoran-Restoran Korea di Kota Bandung. Untuk mendukung peneIitian, penulis menggunakan metode deskriptif dan verifikatif. Untuk menganaIisis penelitian ini, digunakan metode anaIisis regresi berganda, menggunakan data primer melalui penyebaran kuesioner kepada para pemilik Restoran-Restoran Korea di Kota Bandung. Penulis mengambil sampel menggunakan teknik sampeI jenuh, yaitu seluruh popuIasi dalam peneIitian ini dijadikan sampeI, populasi maupun sampel berjumlah 30 orang. HasiI dari peneIitian ini menunjukkan bahwa Penerapan Tren Budaya Korea (Korean Wave) dan Penggunaan Sosial Media berpengaruh secara signifikan terhadap Keberhasilan Usaha baik secara parsiaI maupun secara simuItan.

Kata Kunci : Penerapan Tren Budaya Korea, Korean Wave, Hallyu, Sosial Media, Keberhasilan Usaha.

(2)

PENDAHULUAN

Industri kuliner sangat digemari oleh masyarakat dunia, terutama di Indonesia. Berdasarkan data dari Parama Indonesia, yang merupakan suatu lembaga untuk membantu suatu perusahaan untuk berkembang, telah menyatakan bahwa industri di sektor kuliner Indonesia telah tumbuh rata-rata 7-14% pertahun dalam 5 tahun terakhir ini. Indonesia memiliki banyak jenis restoran yang berklasifikasi restoran khusus. Diantaranya yang terkenal adalah restoran khas sebuah negara seperti dari wilayah Eropa, ada restoran Italia, restoran Prancis, restoran Turki, dan sebagainya. Lalu dari wilayah Asia ada restoran Jepang, restoran Cina, restoran Korea, dan masih banyak lagi. Restoran yang paling diminati saat ini adalah restoran-restoran Korea, telah dibuktikan dari kian menjamurnya restoran-restoran atau cafe-cafe yang bernuansa Korea. Seperti yang diberitakan oleh idntimes.com, Restoran Korea telah ada hampir di seIuruh wiIayah kota-kota besar di Indonesia, tak terkecuali di Bandung. Hal yang membuat restoran Korea ini semakin banyak jumlahnya adalah karena adanya fenomena tren budaya Korea yang sangat diminati oleh masyarakat.

Tren budaya Korea, di era globalisasi ini dapat masuk dengan mudahnya ke Indonesia, dengan bantuan teknologi informasi yang cepat membantu kita untuk mengetahui budaya-budaya yang ada di mancanegara. Tren budaya Korea ini disebut dengan Korean Wave. Semakin menyebarnya virus K-wave melalui sosial media, bisa dikatakan peran media adalah yang paling besar, maka semakin terkenal pula makanan khas negeri ginseng tersebut, ini bisa memberikan peluang untuk melakukan usaha. Sesuai fakta yang disampaikan ayobandung.com, sekarang ini banyak sekali restoran atau café yang menyajikan makanan khas Korea, mulai dari camilan sampai dengan makanan berat bisa dicicipi tanpa harus melakukan perjalanan jauh ke Korea. Beberapa restoran Korea bahkan habis-habisan membuat restorannya bertema Korea secara sempurna, ada yang membuat mural artis Korea, jalanan yang menyerupai daerah-daerah di Korea yang ramai akan streetfood-nya, menghias dindingnya dengan Hanbok (pakaian tradisional Korea) dan menyediakan penyewaannya juga.

Generasi miIenial menaruh kepercayaan besar terhadap uIasan di internet. Hal ini tercermin berdasarkan survey yang dilakukan republika.co.id, bahwa 60% keputusan untuk makan di sebuah restoran Korea tertentu didasarkan atas ulasan di internet dan seluruh sosial media. Mereka tertarik secara visuaI terhadap makanan yang ditawarkan karena meIihat foto yang diunggah di sosial media yang dimiliki restoran-restoran Korea itu. Untuk promosi di masa sekarang ini tidak lagi diperlukan biaya yang mahal seperti membuat banner di setiap ujung jalan, melainkan cukup dengan hanya meng-upload gambar menu-menunya di sosial media, masyarakat melihat dan tertarik untuk datang, voila, restoran langsung mendapatkan pelanggan dan dapat meningkatkan pendapatannya dalam kurun waktu yang cukup singkat. Dari penelitian yang dilakukan oleh Octavia (2015 : 44) “peningkatan kegiatan dalam suatu usaha yang telah dicapai oleh para pengusaha yang berkecimpung dalam perindustrian kecil, dari segi peningkatan Iaba yang telah dihasiIkan, dan daIam jangka waktu tertentu telah dicapai oleh sang pengusaha disebut sebagai Keberhasilan Usaha.”

Dari penelitian yang dilakukan Hennida (2013 : 121), Korean Wave dan Sosial Media berpengaruh secara simultan terhadap Keberhasilan Usaha pada industri fashion Korea di Indonesia, peneliti mengungkapkan bahwa kedua variabel memiliki pengaruh yang kuat. Lalu pada penelitian yang dilakukan Chang & Lee (2017 : 23), Korean Wave dan Sosial Media juga memiIiki pengaruh yang signifikan terhadap Keberhasilan Usaha di Industri Perdagangan di Korea, namun hal ini lebih didominasi pada variabel Sosial Media. Hasil penelitian selanjutnya berasal dari Woodier and Park yang menyatakan bahwa baik variabel Korean Wave maupun Sosial Media berpengaruh secara signifikan terhadap Keberhasilan Usaha di Industri Kreatif di Korea, namun yang sedikit membedakan penelitiannya dengan Chang & Lee adalah, mereka berpendapat bahwa

(3)

Karena dalam penelitian belum ada yang membahas tentang Penerapan Tren Budaya Korea (Korean Wave dan Penggunaan Sosial Media dalam mempengaruhi Keberhasilan Usaha di Restoran-restoran, maka dilakukan penelitian berikut. Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk mengetahui tanggapan pemilik restoran mengenai Penerapan Tren Budaya Korea (Korean Wave) dan Penggunaan Sosial Media terhadap Keberhasilan Usaha, serta untuk mengetahui pengaruh Penerapan Tren Budaya Korea (Korean Wave) dan Penggunaan Sosial Media terhadap Keberhasilan Usaha pada Restoran-Restoran Korea di Kota Bandung. Untuk mendukung, kami menggunakan metode deskriptif dan metode verifikatif. Harapan kami metode ini bermanfaat karena dapat mengetahui pengaruh dari masing-masing variabel Penerapan Tren Budaya Korea (Korean Wave) dan Penggunaan Sosial Media terhadap Keberhasilan Usaha pada Restoran-Restoran Korea di Kota Bandung.

TINJAUAN PUSTAKA Korean Wave

“Korean Wave, dikenal juga dengan Hallyu atau disebut juga Hanryu, adalah popularitas sebuah budaya populer dari Korea Selatan yang juga populer di negara-negara Asia lainnya maupun di Barat. Budaya populer Korea seperti film-film, drama-drama televisi, dan musik pop disebut sangat kuat pengaruhnya dan drama-drama televisi adalah salah satu yang menjadi ikon budaya populer dalam Korean Wave ini.” Ariffin (2013 : 22-23). Indikator Korean Wave yaitu : 1. Role Model (Panutan), 2. Expression of Idolization (Peniruan dan Pengetahuan & Pola Konsumsi). Ariffin (2013 : 22-23).

Sosial Media

“Bagi konsumen, Sosial Media merupakan brand awareness maupun sarana promosi sebuah produk, sehingga dengan adanya Sosial Media tersebut maka akan muncul kesadaran terhadap produk oleh para konsumennya, serta dapat meningkatkan penjualan dalam perusahaan.” Zulfikar (2018 : 144). Indikator Sosial Media dari penelitian yang dilakukan oleh Indika & Jovita (2017 : 28) yaitu : 1. Context, 2. Connection, 3. Collaboration, 4. Connection. Keberhasilan Usaha

Pendapat Suryana (2009 : 285) tentang Keberhasilan Usaha adalah “keberhasilan dari suatu bisnis yang dilakukan untuk mencapai tujuannya.” Indikator Keberhasilan Usaha yaitu : 1. Modal, 2. Pendapatan, 3. Volume Penjualan, 4. Output Produksi, 5. Tenaga Kerja. Suryana (2009 : 85-86).

METODE PENELITIAN

SampeI yang digunakan daIam peneIitian berikut adaIah sebanyak 30 orang yang berasal dari populasi sebanyak 30 owner Restoran-restoran Korea di Kota Bandung. Teknik pengambiIan sampeI yang dilakukan daIam menjalankan peneIitian ini menggunakan metode non probabiIity sampIing, yaitu metode pemilihan sampeI secara tidak acak, artinya adalah tidak setiap anggota populasi memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi anggota sampeI. Untuk jenis metode yang peneliti gunakan adalah sampel jenuh atau sensus, dimana jumlah keseluruhan populasi reIatif keciI dan kurang dari 100 orang, sehingga seIuruh anggota popuIasi dijadikan sampeI untuk penelitian ini. Teknik anaIisis data yang peneliti gunakan adalah :

(4)

Analisis Regresi

Teknik analisis regresi Iinier berganda digunakan dengan rumus sebagai berikut (Sugiyono, 2017 : 158):

Y = a + b1X1 + b2X2+et...

Dimana :

Y = Variabel Dependen, Keberhasilan Usaha

X1 = Variabel Penerapan Tren Budaya Korea (Korean Wave)

X2 = Variabel Penggunaan Sosial Media

a = Konstanta/Titik potong (Intercept)

b1X1 = Koefisien regresi linear variabel Penerapan Tren Budaya Korea (Korean Wave) b1X1 = Koefisien regresi linear variabel Penggunaan Sosial Media

Hipotesis :

H1 : Terdapat pengaruh secara signifikan antara Penerapan Tren Budaya Korea (Korean Wave) dan Penggunaan Sosial Media terhadap Keberhasilan Usaha pada Restoran-restoran Korea di Kota Bandung.

H2 : Penerapan Tren Budaya Korea (Korean Wave) berpengaruh secara signifikan terhadap Keberhasilan Usaha pada Restoran-restoran Korea di Kota Bandung.

H3 : Penggunaan Sosial Media memiIiki pengaruh yang signifikan terhadap Keberhasilan Usaha pada Restoran-restoran Korea di Kota Bandung.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Dari hasiI peneIitian diperoleh data mengenai karakteristik responden sebagai berkut : Responden berdasarkan : Frekuensi Persentase

Usia ; 20-30 tahun 31-40 tahun 41-50 tahun > 50 tahun Total 11 14 4 1 30 36.67 46.67 13.33 3.33 100 Jenis kelamin : Pria Wanita Total 22 8 30 73 27 100 Lama Usaha : < 1 tahun 1-3 tahun > 3 tahun Total 0 7 23 30 0 23.33 76.67 100 Omzet Penjualan : <50.000.000 51.000.000-100.000.000 >100.000.000 Total 3 5 22 30 10 16.67 73.33 100 Pendidikan : SMP SMA D3 S1 Total 0 20 5 5 30 0 66.66 16.67 16.67 100

(5)

Menurut tabel tersebut, diperoIeh niIai konstanta sebesar -0,106, niIai koefisien regresi variabel Penerapan Tren Budaya Korea (Korean Wave) (X1) = 0,804, dan Penggunaan Sosial Media (X2) =

1,016, sehingga menghasilkan persamaan regresi sebagai berikut :

Y = -0,106 + 0,804 X1 + 1,016 X2

Dari persamaan tersebut dapat diketahui kedua koefisien dalam regresi berganda ini bertanda positif yang artinya menunjukan bahwa semakin meningkat Penerapan Tren Budaya Korea (Korean Wave) dan Penggunaan Sosial Media, maka akan semakin meningkat pula Keberhasilan Usaha. Secara statistik, nilai-nilai yang ada pada persamaan regresi berganda di atas dapat diartikan sebagai berikut:

1. Konstanta sebesar -0,106 menunjukan besarnya skor Keberhasilan Usaha ketika Penerapan Tren Budaya Korea (Korean Wave) dan Penggunaan Sosial Media secara simultan bernilai 0.

2. Koefisien regresi untuk Penerapan Tren Budaya Korea (Korean Wave) adalah sebesar 0,804, bertanda positif yang menunjukan bahwa setiap terjadi peningkatan skor Penerapan Tren Budaya Korea (Korean Wave) serta variabel bebas lainnya konstan, diprediksikan akan meningkatkan Keberhasilan Usaha sebesar 0,804.

3. Koefisien regresi untuk Penggunaan Sosial Media adalah sebesar 1,016, bertanda positif yang artinya setiap terjadi peningkatan skor Penggunaan Sosial Media dan variabel bebas lainnya dianggap konstan, diprediksikan akan meningkatkan Keberhasilan Usaha sebesar 1,016.

Jadi berdasarkan uji regresi tersebut dapat disimpulkan bahwa variabel Penerapan Tren Budaya Korea (Korean Wave) dan Penggunaan Sosial Media bernilai positif maka setiap pertambahan-nya akan meningkatkan pula variabel Keberhasilan Usaha.

H1 : Terdapat pengaruh secara signifikan antara Penerapan Tren Budaya Korea (Korean Wave) dan Penggunaan Sosial Media terhadap Keberhasilan Usaha pada Restoran-restoran Korea di Kota Bandung.

Hipotesis simultan ini diuji dengan menggunakan Uji F, dapat diketahui nilai Fhitung = 111,613 Iebih

besar dari Ftabel = 2,96 maka H0 ditoIak dan H1 diterima berarti terdapat pengaruh yang signifikan

antara variabeI Penerapan Tren Budaya Korea (Korean Wave) (X1) dan Penggunaan Sosial Media

(6)

H2 : Penerapan Tren Budaya Korea (Korean Wave) berpengaruh signifikan terhadap Keberhasilan Usaha pada Restoran-restoran Korea di Kota Bandung.

Berdasarkan perhitungan, diperoIeh tHitung yang Iebih besar dari ttabel (3,189 > 2,052), maka H0

ditoIak dan menerima H1. Artinya secara parsial terdapat pengaruh antara variabel Penerapan Tren

Budaya Korea (Korean Wave) terhadap Keberhasilan Usaha secara signifikan.

Variabel Penerapan Tren Budaya Korea (Korean Wave) berpengaruh signifikan terhadap Keberhasilan Usaha karena memiliki nilai probabilitas kesalahan dibawah 0,05, sebesar 0,004, sehingga dapat dikatakan Penerapan Tren Budaya Korea (Korean Wave) memiliki pengaruh yang positif terhadap Keberhasilan Usaha, artinya jika Penerapan Tren Budaya Korea (Korean Wave) pada Restoran-restoran Korea di Kota Bandung semakin baik, maka semakin tinggi Keberhasilan Usaha pada Restoran-Restoran Korea di Kota Bandung. Hal ini telah menunjukkan bahwa Penerapan Tren Budaya Korea (Korean Wave) merupakan sebuah evaluasi secara menyeluruh yang dilakukan pada pemilik restoran. Penerapan Tren Budaya Korea (Korean Wave) ini dapat berupa Role Model pada owner Restoran-Restoran Korea di Kota Bandung, kegiatan Peniruan pada owner Restoran-Restoran Korea di Kota Bandung, dan Pengetahuan dan Pola Konsumsi pada owner Restoran-Restoran Korea di Kota Bandung. Apabila Role Model, Peniruan, dan Pengetahuan dan Pola Konsumsi owner positif, maka akan menimbulkan Keberhasilan Usaha pada restorannya.

Temuan tersebut sejalan dengan pendapat Ariffin (2013 :22-23) yang menyatakan bahwa Tren Budaya Korea (Korean Wave) merupakan sebuah evaluasi secara menyeluruh terhadap seseorang yang memiliki Role Model, sikap Peniruan, dan Perilaku dalam mengidolakan sesuatu (Pengetahuan dan Pola Konsumsi).Ketika Role Model, Peniruan, dan Pengetahuan dan Pola Konsumsi positif, maka akan menghasilkan suatu Keberhasilan Usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa haI ini senada dengan PeneIitian yang diIakukan Suryani (2014 : 80) dengan hasil yang mengatakan bahwa Tren Budaya Korea (Korean Wave) berhubungan positif dengan keberhasilan usaha untuk mencapai keuntungan ekonomi dalam hal pariwisata dan produk-produk komersial di Indonesia, artinya jika Penerapan Tren Budaya Korea (Korean Wave) tinggi maka Keberhasilan Usaha juga tinggi, begitu juga sebaliknya.

Berdasarkan hasil dari penelitian terdahulu terlihat bahwa Penerapan Tren Budaya Korea (Korean Wave) dapat mempengaruhi keberhasilan pada usaha atau bisnis tertentu.

H3 : Penggunaan Sosial Media berpengaruh signifikan terhadap Keberhasilan Usaha pada Restoran-restoran Korea di Kota Bandung.

Berdasarkan perhitungan yang dilakukan, tHitung lebih besar dari ttabel (5,103 > 2,052), maka H0

ditoIak dan menerima H1. Artinya secara parsial terdapat pengaruh Penggunaan Sosial Media

terhadap minat beli secara signifikan.

Variabel Penggunaan Sosial Media berpengaruh signifikan terhadap Keberhasilan Usaha karena memiliki nilai probabilitas kesalahan dibawah 0,05, sebesar 0,000, sehingga dapat dikatakan Penggunaan Sosial Media memiliki pengaruh positif terhadap Keberhasilan Usaha, artinya bahwa semakin sering dilakukan Penggunaan Sosial Media pada Restoran-restoran Korea di Kota Bandung, maka semakin tinggi Keberhasilan Usaha pada Restoran-Restoran Korea di Kota Bandung. Hal ini menunjukkan bahwa Penggunaan Sosial Media adalah sebuah penilaian secara menyeluruh yang dilakukan pada pemilik restoran. Penggunaan Sosial Media ini dapat berupa Context pada owner Restoran-Restoran Korea di Kota Bandung, Communication pada owner Restoran-Restoran Korea di Kota Bandung kepada pelanggannya, Collaboration antara owner Restoran-Restoran Korea di Kota Bandung, dan pelanggan, dan Connection yang dilakukan oleh owner Restoran-Restoran Korea di Kota Bandung. Apabila Context, Communication, Collaboration dan Connection owner positif, maka akan menimbulkan Keberhasilan Usaha pada restorannya.

(7)

yang menyatakan bahwa Sosial Media merupakan sebuah penyampaian komunikasi pemasaran yang terdiri atas Context, Communication, Collaboration dan Connection . Ketika Context, Communication, Collaboration dan Connection positif, maka akan menghasilkan suatu Keberhasilan Usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hal ini senada dengan PeneIitian yang diIakukan Purwidiantoro et aI (2016 : 36-37) dengan hasil yang mengatakan bahwa Sosial Media berhubungan positif dengan membangun image suatu produk sehingga mendapatkan keberhasilan dalam penjualan produk tersebut. Artinya jika Penggunaan Sosial Media tinggi maka Keberhasilan Usaha juga tinggi, begitu juga sebaliknya.

Berdasarkan hasil dari penelitian terdahulu terlihat bahwa Penggunaan Sosial Media dapat mempengaruhi keberhasilan pada usaha atau bisnis tertentu.

KESIMPULAN

Penerapan Tren Budaya Korea (Korean Wave) dan Penggunaan Sosial Media berpengaruh secara simultan terhadap Keberhasilan Usaha pada Restoran-Restoran Korea di Kota Bandung. Penerapan Tren Budaya Korea (Korean Wave) dan Penggunaan Sosial Media berpengaruh secara parsial terhadap Keberhasilan Usaha pada Restoran-Restoran Korea di Kota Bandung.

SARAN

Untuk Penerapan Tren Budaya Korea (Korean Wave) pada Restoran-restoran Korea di Kota Bandung, responden diharapkan untuk lebih aktif dalam mencari tren yang sedang populer di restoran-restoran yang ada di Korea. Untuk Penggunaan Sosial Media pada Restoran-restoran Korea di Kota Bandung, diharapkan untuk lebih responsif dalam melakukan komunikasi dengan pelanggannya secara lebih rutin, agar pelanggan merasa lebih diperhatikan. Dan untuk Keberhasilan Usaha, Restoran-restoran Korea di Kota Bandung, diharapkan agar tidak hanya melihat dari segi jumlah tenaga kerja saja, namun juga dalam hal lainnya seperti lebih berani meminjam modal untuk usahanya sehingga akan lebih mudah untuk berkembang.

UCAPAN TERIMA KASIH

Penulis mengucapkan terima kasih kepada Rektor Unikom Bapak Dr. Ir. H. Eddy Soeryanto Soegoto, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Ibu Prof. Dr. Hj. Dwi Kartini Yahya., SE., Spec. Lic yang teIah memberikan kesempatan untuk meIakukan peneIitian ini, dan Dosen Pembimbing sekaligus Dosen Wali saya Ibu Dr. Raeni Dwi Santy, SE., M.Si. yang telah membimbing saya.

(8)

DAFTAR PUSTAKA

Ariffin, Zailin Zainal. 2013. Analyzing the Dimension of Korean Popular Culture Among Malaysian Adolescent. Malaysia : Proceedings.

Chang, Pao-Li, Hyojung Lee. 2017. The Korean Wave : Determinants and It’s Impacts on Trade and FDI.

Hennida, Citra. 2013. Corporate Strategies in The Spread of Hallyu (Korean Wave). Indonesia. : Mozaik

Indika, Deru R., Cindy Jovita. 2017. Media Sosial Instagram Sebagain Sarana Promosi Untuk Meningkatkan Minat Beli Konsumen. Bandung : Jurnal Bisnis Terapan.

Octavia, Jayanthi. 2015. Jurnal Riset Akuntansi : Pengaruh Sikap Kewirausahaan dan Kompetensi Wirausaha Terhadap Keberhasilan Usaha (Survey Pada Produsen Sepatu Cibaduyut Kota Bandung). Bandung : Fakultas Ekonomi UNIKOM.

Purwidiantoro, Moch. Hari, Dani Fajar Kristanto S. W., Widiyanto Hadi. 2016. Pengaruh Penggunaan Media Sosial Terhadap Pengembangan Usaha Kecil Menengah (UKM).

Zulfikar, Rizki, Lastri Novianti. 2018. Pengaruh Kapabilitas Jejaring Usaha dan Media Sosial terhadap Kinerja Usaha. Bandung : Fakultas Ekonomi UNIKOM.

Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Bisnis : Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Kombinasi, dan R&D. Bandung : Alfabeta.

Suryana. 2009. Kewirausahaan Pedoman Praktis : Kiat dan Proses Menuju Sukses, Edisi Ketiga. Jakarta : Salemba.

Suryani, Ni Putu Elvina. 2014. Korean Wave Sebagai Instrumen Soft Power Untuk Memperoleh Keuntungan Ekonomi Korea Selatan.

Woodier, Jonathan, Sungwoo Park. 2017. Republic of Korea : K-Culture and The Next Wave of Economic Growth. Links : https://www.idntimes.com/food/dining-guide/andry-trisandy/5-rekomendasi-restoran-korea-di-bandung-dijamin-halal-dan-enak https://gayahidup.republika.co.id/berita/gaya-hidup/trend/p0ddph280/sosial-media-sangat-pengaruhi-kaum-milenial-pilih-makanan

Referensi

Dokumen terkait

Kondisi lift tersebut saat ini dalam keadaan rusak dan untuk memfungsikan kembali dilakukan perbaikan dengan terlebih dahulu dilakukan analisis dan identifikasi

Penghitungan kerugian negara adalah pemeriksaan investigatif yang dilakukan untuk menghitung serta memperoleh jumlah pasti nilai kerugian negara yang terjadi akibat

Dari uraian tersebut diatas peneliti tertarik untuk mendalami pelaksanaan fungsi verifikasi PPK SKPD atas pertanggungjawaban bendahara dilingkungan Pemerintah Kota

Banjir besar yang terjadi di sebagian besar wilayah Jakarta pada hari Kamis 17/01 lalu diakibatkan oleh frekuensi hujan yang sangat tinggi dan kiriman air dari Bogor

Dalam Islam definisi HAM adalah hak yang melekat pada diri setiap manusia sejak lahir sebagai karunia Allah SWT, sehingga hak tersebut tidak akan pernah bertentangan dengan

[r]

Lebih dalam lagi pandangan seorang seniman pelaku seni rarak dan pandangan masyarakat penikmat serta pemilik budaya lokal Kuantan Singingi adalah sebuah benturan ataupun

Algoritma nearest neighbour adalah pendekatan untuk mencari kasus dengan menghitung kedekatan antara kasus baru dengan kasus lama berdasarkan pada pencocokan bobot