HIDROLOGI
PERKOTAAN
▸ Baca selengkapnya: kegunaan samsu putih
(2)KEGUNAAN ILMU HIDROLOGI
1.
Untuk memperkirakan besarnya banjir
2.
Untuk memperkirakan jumlah air yang
dibutuhkan atau dapat dimanfaatkan
untuk bangunan air.
3.
Memperkirakan jumlah air yang tersedia
MANFAAT IlMU HHIDROLOGI DALAM
KEHIDUPAN :
1.
Hidrologi terapan : hidrometeorologi, aliran air tanah,
perkiraan debit sungai, hidrologi perkotaan, dsb.
2.
Teknik irigasi : perencanaan & perancangan sistem irigasi,
saluran & bangunan-bangunan irigasi.
3.
Teknik drainase : pengeringan air hujan, pengendalian
genangan & banjir.
4.
Bangunan tenaga air : hidroelektrik, turbin,
PLTA
,
mikrohidro.
5.
Pengendalian banjir
6.
Pengendalian sedimen : checkdam, pengendali sedimen
dan erosi, sabo.
7.
Teknik bendungan : perencanaan bendungan & bangunan2
pelengkapnya
8.
Teknik sumberdaya air : sungai, waduk, embung, mata air,
dsb.
9.
Teknik jaringan pipa : air minum/bersih (PDAM)
Sumber :http://rezaslash.blogspot.co.id
Saluran irigasi di gurun pasir
Irrigation channels are spread across 750,000 hectares of southern New South Wales Australia.
Bangunan bagi Intake Riam Kanan
1 = waduk 7 = generator 13 = spillway 2 = power intake 8 = tail race
3 = bendungan 9 = sungai 4 = pipa pesat (penstock) 10 = trafo utama
5 = katup utama (main inlet valve) 11 = gardu induk 6 = turbin 12 = tegangan tinggi
Alat berat mengeruk tanah dalam proyek Banjir Kanal Timur (BKT) di Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur. Pengerjaan proyek yang telah tembus ke laut, diharapkan mampu mengamankan 150 kilometer persegi wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Utara dari luapan banjir. KOMPAS
The Nojiri River sabo dam
PERKEMBANGAN DRAINASE
Dalam penanganan drainase secara lokal terlihat
perkembangan yang lamban dalam 50 tahun terakhir ini.
Kesadaran akan pentingnya drainase masih belum
berkembang dengan baik.
Perkembangan selanjutnya tetap ada namun dirasa
masih belum optimal mengikuti perkembangan.
Kesadaran masyarakat sangat diperlukan untuk
Sumber : http://news.detik.com/australia-plus-abc/d-3303920/canggih-
Tong sampah akan dilarang dan sampah akan langsung disalurkan ke bawah tanah ketika sistem limbah otomatis akan dipasang di Sunshine Coast.
Sistem pengumpulan limbah otomatis berteknologi canggih ini merupakan yang pertama di Australia dan akan menjadi bagian dari pusat kawasan bisnis baru Maroochydore seluas 53 hektar.
Ketua Dewan Kota Sunshine Coast, Mark Jamieson mengatakan sistem limbah ini akan dipasang secara bertahap selama satu decade mendatang, dan akan menjadikan pusat kawasan bisnis Maroochydore menjadi yang terbersih dan terhijau di Australia.
Dia mengatakan dibandingkan dengan menggunakan tong sampah, dengan sistem ini limbah akan langsung diangkut dari gedung-gedung komersil dan apartemen hingga 70 kilometer per jam melalui sistem pipa penyedot bawah tanah sepanjang 6,5 kilometer.
"Sistem pipa penyedot limbah ini akan diletakkan di bawah landasan baru di pusat kawasan bisnis Maroochydore," katanya.
"Sudah jelas ini merupakan kesempatan unik dengan kawasan lapangan hijau untuk memperkenalkan teknologi seperti ini.
Sumber : http://news.detik.com/australia-plus- abc/d-3303920/canggih-tong-sampah-di- queensland-ini-tersambung-ke-sistem-limbah-otomatis?utm_source=News
Peluncur sampah akan disalurkan ke pipa bawah tanah yang akan langsung menyedot sampah.bbish away.Supplied: Sunshine Coast Council
Dewan Jamieson mengatakan sistem limbah otomatis iini akan
mengeliminasi bau limbah dan kutu-kutu sertabiaya pembersihan jalan-jalan setiap hari akan bisa dikurangi.
"Revolusi sampah artinya para pekerja di kota ini dan juga penghuninya tidak akan perlu berjalan melewati tong sampah atau terbangun pag-pagi oleh suara truk sampah di pusat kota Maroochydore," katanya.
Dewan kota mengikuti Stockholm, Seoul, Barcelona, London, Singapura dan Beijing yang telah memiliki sistem pengumpulan limbah Envac.
Tingkat daur ulang lebih tinggi
Dewan kota Jamieson mengatakan sistem ini menggunakan tiga lubang sampah untuk sampah organik, sampah yang dapat didaur ulang dan sampah umum.
"Limbah akan turun ke masing-masing inlet dan akan disimpan dalam
kompartemen tertutup di bawah tanah sampai pompa vakum diaktifkan di pusat fasilitas limbah, biasanya dua kali setiap hari," katanya.
"Serta membuat jantung kota kita lebih menarik, teknologi ini memiliki track record dalam meningkatkan tingkat daur ulang, sehingga lingkungan alam kita akan
mendapatkan keuntungan juga.
"Sistem limbah akan memakan biaya $21 juta, yang akan sepenuhnya dibayarkan ulang oleh penghuni CBD selama sistem ini dioperasikan."
Anggota Dewan Jamieson mengatakan sistem Envac akan melayani warga mulai dari di apartemen mereka, perkantoran dan orang yang menggunakan ruang atau fasilitas umum.
Setengah dari biaya tersebut akan didanai oleh perusahaan pengembangan Sun-Central. Kekurangannya akan didanai oleh warga yang menggunakan sistem ini di masa depan.
SIKLUS HIDROLOGI
KELEMBABAN UDARA, AWAN,
PRESIPITASI
Hujan adalah sebuah presipitasi berwujud cairan, berbeda dengan presipitasi non-cair seperti salju, batu es.
HUJAN
Jumlah air yang jatuh di permukaan bumi dapat diukur dengan menggunakan alat penakar hujan. Distribusi hujan dalam ruang dapat diketahui dengan mengukur hujan di beberapa lokasi pada daerah yang ditinjau, sedangkan distribusi waktu dapat diketahui dengan mengukur hujan sepanjang waktu.
Jumlah dan variasi debit sungai tergantung pada jumlah, intensitas, dan distribusi hujan. Terdapat hubungan antara debit sungai dan curah hujan yang jatuh di DAS. Apabila data pencatatan debit tidak ada, data hujan dapat digunakan untuk memperkirakan debit aliran.
Kelembaban Udara
• Kelembaban udara menyatakan banyaknya uap
air dalam udara; hanya 2% dari jumlah massa
atmosfer.
• Kelembaban mutlak (absolut humidity): berat
uap air yg tertampung dalam volume udara
(g/m
3);
• Kelembaban nisbi (relative humidity --
RH):
% perbandingan kelembaban mutlak thd
kapasitas maksimumnya pd suhu sama;
Kelembaban 100% = udara jenuh dgn uap air.
• Makin tinggi temperatur, kapasitas udara makin
• Kelembaban udara merupakan
indikator kapasitas potensial
atmosfer untuk terjadi presipitasi.
• Uap air bersifat menyerap radiasi
bumi, shg menentukan kecepatan
kehilangan panas
mengatur
temperatur.
• Makin besar kelembaban, makin
besar jml energi potensial laten
tersedia di atmosfer
sumber hujan
angin (storm).
• Suhu yang turun terus menerus, udara
jenuh dgn uap air;
• Suhu saat udara jenuh
suhu
TITIK EMBUN
(dew point).
• Suhu terus menurun (pendinginan) sampai
di bawah dew point
KONDENSASI
,
terdapat kelebihan uap air dan dilepaskan
berupa:
– tetesan air
bila T > 0
oC
– kristal es
bila T < 0
oC.
• Semakin tinggi tempatnya, jumlah uap air
Awan
•Mula-mula udara naik mengandung uap air suhunya
tinggi, kmd suhu turun mencapai titik embun, & turun
terus sampai melampaui titik embun, shg tjd
kondensasi, terbentuk kumpulan titik2 air / kristal es
yg melayang di atmosfer :
AWAN
•Jika titik kondensasi dicapai & udara masih terus
naik, awan makin banyak.
•Bila angin yg kuat menjumpai gunung, maka udara
akan dipaksa naik, shg suhunya turun, & apabila cukup
mengandung uap air akan terbentuk awan.
•Massa udara panas bertemu dgn massa udara dingin,
udara panas meluncur di atas udara dingin ( tjd
FRONT
) & suhu udara panas turun awan berlapis
Klasifikasi awan
•
Stratiform
: tumbuh lambat, arus vertikal
menyebar luas ;
•
Cumuliform
: arus vertikal kuat, terjadi
pada area kecil.
Hasil kongres di Swedia tahun 1894 mengenai
pengelompokan jenis-jenis awan:
A. AWAN TINGGI
(> 6000 m)
• Ci – Cirrus : tipis spt bulu ayam,
kristal es, tdk tjd hujan
• Cs - Cirrostratus
: putih rata
menutup langit, tjd hallo
• Cc - Cirrocumulus: spt
kelompok biri-biri, kristal es,
ada bayangan
B. AWAN SEDANG
(2000-6000 m)
• As - Altostratus
: kelabu,
berlapis-lapis luas & tebal
• Ac - Altocumulus: spt bola
kecil2 bergerombol, putih
pucat kelabu
C. AWAN RENDAH
(0-2000 m)
• Sc - Stratocumulus: spt gelombang
laut, menutup tipis, tdk tjd hujan
• St – Stratus : rata berlapis, luas,
rendah, spt kabut
D. AWAN DENGAN PERKEMBANGAN
VERTIKAL
• Ns – Nimbostratus: putih, luas, tak
beraturan, tjd gerimis
• Cu - Cumulus: bergumpal, puncak
tinggi, dasar rata
• Cb - Cumulonimbus: rendah, puncak
• Awan dekat permukaan tanah :
• KABUT / Halimun KABUT
SAWAH, KABUT ADVEKSI, KABUT
INDUSTRI, KABUT PENDINGIN.
Presipitasi / Pencurahan
•Air yang berasal dari awan jatuh ke permukaan tanah dalam
bentuk cair (hujan) atau padat (salju)
•Kondensasi yang menghasilkan curahan tidak terjadi murni
dari penjenuhan uap air, tetapi karena adanya INTI KONDENSASI yang menarik butiran air berupa partikel berukuran 0.1-1 mikron (partikel garam laut, debu halus dari letusan gunung/industri).
Bentuk curahan:
•Hujan (rain) - bentuk cair 0.5 - 4.0 mm.
Teori Findisen : jarak jatuh yg dicapai butiran air melalui udara tak jenuh bertambah jauh sebanding dgn ukuran 4
•Salju (snow) - sublimasi uap air di bawah titik beku; bentuk
heksagonal. Bila dalam perjalanannya melalui udara ber
suhu > 0oC, curahan berupa hujan.
•Hujan es (hail stone) - bongkah es 5 - 50 mm. Tjd pengangkatan vertikal butir air scr konvektif ke tempat suhu< 0oC, merubah bentuk cair mjd padat (bongkah).
Tipe hujan:
• Hujan zenithal/konveksi
: tjd di tropika ; sore hari stlh
panas maks ; bersamaan saat matahari di titik zenith - 2x
di lintang kecil, 1x di 23 1/2
oLU/LS.; cukup lebat.
• Hujan muson / musim
: hujan krn adanya angin musim yg
melewati lautan ; di Ind. musim hujan tjd Okt - April
(angin musim barat).
• Hujan siklon
: tjd di daerah sedang ; sepanjang tahun ;
udara naik di daerah depresi, tjd kondensasi pada
ketinggian tertentu.
• Hujan frontal
: terjadi di daerah front; di lintang 60
o-70
o; tidak lebat.
• Hujan orografis
: tjd di lereng pegunungan yg
berhadapan dgn arah datangnya angin. Udara yg
bergerak ke puncak mjd udara kering ketika turun ke sisi
lereng belakang (daerah bayangan hujan). Pada kondisi
tertentu tjd hujan es.
In orographic lift, moist air moves up the windward side of a mountain or a cool, dense body of air. The air cools, forms clouds, and rains,
leaving the lee side dry. In convective lift, moist air is warmed as it
moves over warm ground. As the warm air rises, it cools and forms rain clouds. In convergent lift, air masses come together and are forced
Intensitas & Unsur CH
• sangat ringan < 1 mm/jam
: < 5 mm/24 j
• ringan
= 1 - 5 mm/jam
: 5 - 20 mm/24 j
• normal
= 5 - 10 mm/jam
: 20 - 50 mm/24 j
• lebat
= 10 - 20 mm/jam
: 50 -100 mm/24 j
• sangat lebat > 20 mm/jam
: > 100 mm/24 j
• Unsur hujan : ion Na, K, Ca, Cl, bikarbonat, sulfat,
bentuk2 nitrogen, dll. pH : 3.0 - 9.8. bervariasi thd
waktu & tempat.
Hujan Konvektif
Tipe-Tipe Hujan
1. Hujan Konvektif
Hujan tipe ini terjadi di daerah tropis pada musim kemarau, udara yang berada di dekat permukaan tanah mengalami pemanasan yang intensif. Pemanasan tersebut menyebabkan rapat massa udara berkurang, sehingga udara basah naik keatas dan mengalami pendinginan sehingga terjadi kondensasi dan hujan.
Hujan Sinklonik 2. Hujan Sinklonik
Hujan tipe ini terjadi jika massa udara panas yang relatif berat, maka udara panas tersebut akan bergerak di atas udara dingin. Udara yang bergerak ke atas tersebut mengalami pendinginan sehingga terjadi kondensasi dan terbentuk awan dan hujan. Hujan jenis ini bersifat tidak terlalu lebat dan berlangsung dalam waktu lama.
Hujan Orografik 3. Hujan Orografis
Hujan tipe ini terjadi apabila udara lembab yang tertiup angin dan melintasi daerah pegunungan akan naik dan mengalami pendinginan, sehingga terbentuk awan dan hujan. Sisi gunung yang dilalui oleh udara banyak mendapatkan hujan dan disebut lereng hujan, sedang sisi belakangnya yang dilalui udara kering. Hujan jenis ini biasanya terjadi di daerah pegunungan dan merupakan pemasok air tanah, danau, bendungan dan sungai.