• Tidak ada hasil yang ditemukan

Prosiding SNIT 2018 SEMINAR NASIONAL INOVASI DAN TREN 2018 INOVASI DISRUPTIF UNTUK MENDORONG PENDIDIKAN BERMUTU BERBASIS TEKNOLOGI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Prosiding SNIT 2018 SEMINAR NASIONAL INOVASI DAN TREN 2018 INOVASI DISRUPTIF UNTUK MENDORONG PENDIDIKAN BERMUTU BERBASIS TEKNOLOGI"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Prosiding

SNIT 2018

SEMINAR NASIONAL INOVASI DAN TREN 2018

“INOVASI DISRUPTIF UNTUK MENDORONG

PENDIDIKAN BERMUTU BERBASIS TEKNOLOGI”

25 Juli 2018

Kampus BSI Kaliabang

Diselenggarakan Oleh:

Pusat Penelitian dan Pengabdian

Masyarakat Bina Sarana Informatika

(3)

Seminar Nasional Inovasi dan Tren (SNIT) 2018

“Inovasi Disruptif Untuk Mendorong Pendidikan Bermutu Berbasis

Teknologi”

25 Juli 2018

Kampus BSI Kaliabang

Editor: 1. Agus Junaidi, M. Kom

2. Kartika Yuliantari, ME

3. Sopiyan Dalis, M. Kom

4. Yoseph Tajul Arifin, M. Kom.

5. Nurvi Oktiani, SE.,MM.

ISBN: 978-602-61268-5-6

Hak Cipta © pada Penulis

Hak Publikasi pada Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Bina

Sarana Informatika.

Artikel pada Prosiding ini dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarluaskan secara

bebas untuk tujuan bukan komersial, dengan syarat tidak menghapus atau mengubah

atribut penulis. Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Bina Sarana

Informatika tidak bertanggung jawab atas isi tulisan dan opini yang dinyatakan oleh

penulis dalam Prosiding ini.

(4)

KOMITE PELAKSANA KEGIATAN

SEMINAR NASIONAL INOVASI DAN TREN (SNIT) 2018

Hall C BSI Convention Center – Kaliabang, 25 Juli 2018

Pelindung

Ahmad Fahrurozi

Ir. Naba Aji Notoseputro

Yudhistira, M.Kom

Arfhan Prasetyo, M.Kom

Ketua Umum

Bryan Givan, SE

Suharyanto, M.Kom

Daning Nur Sulistyowati, S.Kom

Achmad Barokah Pohan, M.Kom

Ketua Pelaksana

Ishak Kholil, M.Kom

Dr. Dwiza Riana S.Si, MM, M.Kom

Instianti Elyana, M.Kom

Dicky Hariyanto, M.Kom

Wakil Ketua Pelaksana

Setiaji, M.Kom

Taufik Baidawi, M.Kom

Cep Adiwihardja, M.Kom

Anton, M.Kom

M. Syamsul Aziz M.Kom

Muksin

Komite Program

Mutiara

Titik Misriati, M.Kom

Evita

Norma Yunita, M.Kom

Anisti, S.Sos, M.Si

Yoseph Tajul Arifin, M.Kom

Ahmad Haikal, MM

Rahmat Hidayat, M.Kom

Vanessa, MM

Nurvi Oktiani, SE., MM

Muhammad Tsabiet, MM

Eka Fitriani, S.Kom

Muhammad Ichsan, MM

Riska Ariyanti, S.Kom

Fauzi Syarief, MM

Elva Mardiani, S.Kom

Dionisius Icka Sisadi, S.Ikom

Sari Hartini, M.Kom

Wina Widiati, M.Kom

Agus Junaidi, M.Kom

Slamet Heri Winarno, SE., MM

Sopiyan Dalis, M.Kom

Vidia Octaviani Fortuna

Kartika Yuliantari, SE., ME.

Hasan Basri, S.Kom

Siti Marlina, M.Kom

Ahmad Sinun, M.Kom

Gustap Dimas Sutanto, S.Kom

Komite Pelaksana

Dendi

Achmad Rifai, M.Kom

Deden Andriawan, M.Kom

Kudiantoro Widianto, M.Kom

M. Qomaruddin, S.Kom

Syaifur Rahmatullah AR, M.Kom

Agus Priadi, M.Pd

Mahmud Safudin, M.Kom

Eka Wulansari Friedayanti, M.Kom

Ade Kurniawan, S.Kom

Novita Indriyani, M.Kom

Ade Suryanto, M.Kom

Anastasia Siwi FU, M.Kom

Ibnu Alfarobi, M.Kom

Nurmalasari, M.Kom

Sopyan Wirahadi

Sandra Jamu Kuryanti, M.Kom

Ade Christian, M.Kom

Titania Pebrosa

Sukmawati Anggraeni Putri, M.Kom

Rety Palupi, M.I.Kom

Jaka Atmaja

(5)

REVIEWER PROSIDING

SEMINAR NASIONAL INOVASI DAN TREN (SNIT) 2018

1. Prof. Dr. Ir. Kaman Nainggolan, MS (STMIK Nusa Mandiri Jakarta)

2. Dr. Dwiza Riana, S.Si, MM, M. Kom (STMIK Nusa Mandiri Jakarta)

3. Dr. Doni Purnama Alamsyah, MM, M. Kom (Universitas BSI Bandung)

4. Dr. Faroman Syarif, MM (AMIK BSI Bekasi)

5. Bambang Eka Purnama, M.Kom (STMIK Nusa Mandiri Jakarta)

6. Dr. Sylvia Sari Rosalina S.Sos, M.Si (Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta)

7. Dwiyatmoko Pujiwidodo, SE., MM (AMK BSI Jakarta)

(6)

Seminar Nasional Inovasi dan Tren (SNIT) 2018

ISBN: 978-602-61268-5-6

KATA PENGANTAR

Seminar Nasional Inovasi dan Tren (SNIT 2018) merupakan pertemuan ilmiah

tingkat Nasional, yang dihadiri oleh dosen, peneliti dan praktisi untuk menunjukkan hasil

penelitian yang terbaru serta mendiskusikannya. SNIT 2018 diadakan dalam rangka

menumbuh kembangkan budaya menulis ilmiah dan meningkatkan kegiatan penelitian

dikalangan akademisi, praktisi maupun kalangan profesional di bidangnya masing-masing.

Saat ini dunia pendidikan telah memasuki era Disruptif dimana Perguruan Tinggi

diharuskan untuk melakukan inovasi-inovasi agar tetap dapat mendapatkan kepercayaan

dari masyarakat. Bidang penelitian sebagai tulang punggung sebuah perguruan tinggi juga

harus selalu mengedapankan penelitian-penelitian terkini sehingga hasilnya dapat dirasakan

oleh kalangan sivitas akademika maupun masyarakat pada umumnya. Pemerintah Indonesia

melalui Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi telah mengagendakan

keunggulan riset sebagai tonggak kebangkitan bangsa Indonesia untuk memenangkan

persaingan ditingkat Asean maupun ditingkat global. Setiap Perguruan Tinggi dituntut untuk

dapat menunjukkan hasil-hasil penelitiannya melalui berbagai jurnal dan seminar yang

diselenggarakannya. Universitas Bina Sarana Informatika melalui acara SNIT 2018 kali ini

mengambil tema “Inovasi Disruptif Untuk Mendorong Pendidikan Bermutu Berbasis

Teknologi.” SNIT 2018 kembali diadakan dalam rangka memfasilitasi serta

menumbuh-kembangkan budaya penelitian baik bagi mahasiswa maupun dosen di lingkungan

akademisi. Makalah dikemas dalam bentuk Prosiding dan dikelompokkan sesuai dengan

bidang penelitian yang meliputi:

1. Ilmu Komputer dan Sains

2. Ekonomi dan Manajemen

3. Bahasa dan Sastra

Makalah yang diterbitkan pada Prosiding SNIT 2018 ini telah melalui tahapan

seleksi serta evaluasi oleh reviewer yang kompeten di bidangnya masing-masing. Panitia

mengucapkan selamat atas partisipasi para pemakalah yang telah dimuat pada Prosiding ini.

Panitia juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan

partisipasi aktif dalam keberhasilan seminar Nasional ini.

Saran dan kritik untuk kesempurnaan Prosiding SNIT 2018 sangat kami harapkan,

sehingga kami dapat memperbaiki pelaksanaan acara SNIT ditahun berikutnya.

Jakarta, 25 Juli 2018

Dr. Dwiza Riana S.Si, MM, M.Kom

Ketua Panitia Pelaksana

(7)

Seminar Nasional Inovasi dan Tren (SNIT) 2018 ISBN: 978-602-61268-5-6

DAFTAR ISI

HALAMAN Judul ... i Daftar Editor ... ii Daftar Reviewer ... iv KATA PENGANTAR ... v DAFTAR ISI ... vi A. Ilmu Komputer

A-1 Implementasi Mobile-D Dalam Pengembangan Aplikasi Mobile Berbasis Android

Firmansyah, Agus Yulianto, Dikdik Permana Wigandi ... A 1-6

A-2 Social Media Sebagai Pendukung Inovasi Sociopreneur di Era Disruptif

Artika Surniandari, Amir, Hilda Rachmi, Ahmad Al Kaafi ... A 7-12

A-3 Penerapan Metode Waterfall Dalam Sistem Informasi Registrasi Pendakian Gunung Sindoro Berbasis Web

Frans Eduard Schaduw, Syaiful Anwar, Aburizal Fahmi ... A 13-18

A-4 Uji Sensitifitas Metode TOPSIS, SAW dan WP untuk Menentukan Pemilihan Supplier

Wina Yusnaeni, Rahayu Ningsih ... A 19-25

A-5 Optimalisasi Sistem Informasi Penjualan CCTV Pada CV. Nusantara Artha Persada (Nushada) Bandung

Susan Rachmawati, Rahmayanti ... A 26-34

A-6 Sistem Informasi Manajemen Kegiatan Tazkirah Terpadu: Konsep dan Rancangan

Agung Sasongko, Latifah, Rabiatul Adwiya ... A 35-41

A-7 Analisa Sistem Informasi Tracking Sales Operasional Pada PT TAYS Bakers di Pulau Jawa

Suminten, Besus Maula Sulthon ... A 42-46

A-8 Audit Sistem Informasi Inventory Pada PT DSSS dengan Menggunakan Framework Cobit 4.1

Eva Zuraidah ... A 47-54

A-9 Efektivitas Penerapan Absensi Fingerprint Terhadap Disiplin Kerja Karyawan PT. Hillconjaya Sakti Jakarta

Nurmalasari, Sari Hartini, Cep Adiwihardja, Muniroh ... A 55-60

A-10 Analisa Pemahaman Evaluasi Mahasiswa Mengunakan Adobe Dreamweaver Pada Matakuliah WP1 dalam Memasuki Era Disruptif

Feri Prasetyo H, Ishak Kholil ... A 61-66

A-11 Sistem Informasi Akademik Berbasis Web Pada SMK Tamansiswa Cikampek

Zulia Imami Alfianti, Laila Septiana ... A 67-74

A-12 Perancangan Infrastruktur Jaringan Komputer Untuk Mendukung Implementasi Warehouse Management System – WMS

Eko Haryadi ... A 75-80

A-13 Sistem Pendukung Keputusan Untuk Menentukan Status Gizi Balita Menggunakan Metode Simple Additive Weighting

(8)

Seminar Nasional Inovasi dan Tren (SNIT) 2018

ISBN: 978-602-61268-5-6

A-14 Optimasi Algoritma C4.5 Menggunakan Genetic Algoritma dalam Memprediksi Website Phishing

Aswan Supriyadi Sunge ... A 92-96

A-15 Analisa Tata Kelola Teknologi Informasi PT. Reethau Cipta Energi dengan Framework Cobit 4.1

Haryani, Sudirja ... A 97-105

A-16 Sistem Pendukung Keputusan Dalam Menentukan Metode Kontrasepsi Menggunakan Algoritma Naive Bayes

Rizal Amegia Saputra,Asep Ruslan Taufik, Lis Saumi Ramdhani,

Renny Oktapiani, Eva Marsusanti ... A 106-111

A-17 Pengukuran Tingkat Kepuasan Mahasiswa Pengguna Elearning dengan Menggunakan End User Computing (EUC) Satisfaction Studi Kasus: Akademi Bina Sarana Informatika

Indah Purwandani ... A 112-117

A-18 Segmentasi Citra Bemisia Tabaci Menggunakan Metode K-Means

Sri Hadianti, Dwiza Riana ... A 118-123

A-19 Perbandingan Metode Peningkatan Kualitas Citra dan Deteksi Tepi pada Citra Kutu Kebul

Eka Rahmawati, Ragil Wijianto ... A 124-128

A-20 Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Demam Berdarah Dengue Menggunakan Algoritma Iterative Dichotomiser 3 (ID3)

Denny Pribadi, Salmaa Athiry, Rizal Amegia Saputra, Apip Supiandi, Dicki Prayudi ... A129-133

A-21 Rancang Bangun Sistem Informasi Akademik Berbasis Web Menggunakan Metode Extreme Programming

Wahyudin, Nur Komariah ... A 134-139

A-22 Metode Segmentasi Canny pada Citra Rontgen untuk Klasifikasi Penyakit Paru

Ahmad Fauzi, Dwiza Riana ... A 140-145

A-23 Sistem Informasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online Pada Madrasah Aliyah Negeri 17 Jakarta

Yusnia Budiarti, Sriyadi, Adhimas Panji ... A 146-151

A-24 Segmentasi Citra Tumor Otak Mengunakan Support Vector Machine Classifier

Amin Nur Rais, Dwiza Riana ... A 152-155

A-25 Analisa dan Desain Sistem Informasi Penerimaan Siswa Baru Pada SMK Muhammadiyah 6 Jakarta

Popon Handayani, Ferry Kartawijaya, Indra Prana ... A 156-161

A-26 Implementasi Firewall Filtering Web dan Manajemen Bandwith Menggunakan Mikrotik

Alfi Nurfauzi, Esron Rikardo Nainggolan, Siti Nur Khasanah, Ahmad Setiadi ... A 162-167

A-27 Penerapan Sistem Pendukung Keputusan Pada Penilaian Karyawan Menggunakan Metode Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS)

Nicodias Palasara, Taufik Baidawi ... A 168-173

A-28 Aplikasi SIG Mobile Finder Kampus BSI-Nusa Mandiri Jakarta Berbasis Android

Syahidatur Rahmah, Anggi Puspita Sari , Raudah Nasution ... A 174-179

A-29 Sistem Informasi Perpustakaan Pada Madrasah Ibtidaiyah Negeri 19 Jakarta

(9)

Seminar Nasional Inovasi dan Tren (SNIT) 2018

ISBN: 978-602-61268-5-6

A-30 Analisa Tekstur Kulit Wajah Menggunakan Fitur Gray Level Co-Occurrance Matrix

Ilham Kurniawan, Dwiza Riana ... A 187-192

A-31 Pembuatan Aplikasi E-Recruitment Pada PT. Aneka Signal Jakarta

Falin Nurul Hasanah, Eni Heni Hermaliani, Rifky Permana ... A 193-199

A-32 Sistem Informasi Akuntansi Penggajian Karyawan Dalam Usaha Meningkatkan Pengendalian Intern Perusahaan

Anisah Komalasari, Sifa Fauziah ... A 200-208

A-33 Rancang Bangun Sistem Informasi E-Learning Berbasis Web

Sri Utami ... A 209-213

A-34 Perancangan Sistem Informasi Penjualan Kopi Nusantara Berbasis Web

Ratih Dwi Asworowati, Diah Wijayanti, Suhendrik ... A 214-223

A-35 Rancang Bangun Sistem Informasi Monitoring Perkembangan Proyek Konstruksi Pada Perum Perumnas Jakarta Berbasis Web

Yoseph Tajul Arifin, Instianti Elyana, Rahmat Hidayat ... A 224-229

A-36 Implementasi Load Balancing Menggunakan Metode Per Connection Classifier (PCC) Dengan Failover Berbasis Mikrotik Router (Studi Kasus PT. Sumber Rejeki Power)

Suryanto, Teguh Prasetyo, Noer Hikmah ... A 230-238

A-37 Sistem Penunjang Keputusan Pemilihan Taxi Online Terbaik Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process

Ahmad Sinun, Nurmalasari, Siti Nurajizah, Impin Atmaja ... A 239-248

A-38 Implementasi Steganografi dengan Metode Least Significant Bit Menggunakan Bahasa Android

Rizky Maynarda, Ahmad Setiadi, Pas Mahyu Akhirianto, Marianus Lase, Agus Junaidi ... A 249-256

A-39 K-Pop Concerts Schedule (K-Cons) Berbasis Android

Cahyasari Semesta, Keflika Dokha, Ika Trianti, Sukmawati Anggraeni Putri ... A 257-261

B. Ilmu Ekonomi dan Manajemen

B-1 Analisa Dampak Lemahnya Pengendalian Internal Sentra Kas PT.ALKHA atas Pilot Project Pengelolaan CDM Potensi Fraud

Andi Martias ... B 1-8

B-2 Analisis Perkembangan Industri Transportasi Online di Era Inovasi Disruptif (Studi Kasus PT Gojek Indonesia)

Ayu Azizah, Popon Rabia Adawia ... B 9-14

B-3 Analisa Penggunaan Transportasi Online dengan Menggunakan Metode Uji Reliabilitas dan Validitas

Rani , Suminten ... B 15-21

B-4 Pengaruh Lingkungan Kerja dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan PT Intisel Prodaktifakom Jakarta

Ria Andriani, Dwi Puji Hastuti, Deni Gunawan ... B 22-27

B-5 Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Pegawai

Aan Rahman, Siti Marfina Esterina ... B 28-34

B-6 Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja PNS di Sekolah Menengah Pertama Negeri 209 Jakarta

(10)

Seminar Nasional Inovasi dan Tren (SNIT) 2018

ISBN: 978-602-61268-5-6

B-7 Efektivitas Iklan Televisi Teh Botol Sosro Tawar Versi Natural dan Fresh dengan Direct Rating Method (DRM)

I Ketut Martana ... B 44-51

B-8 Skema Inklusi Keuangan Upaya Untuk Meminimalkan Peran "Bank Keliling", dalam Mewujudkan Bisnis Syariah Dengan Sumber Daya Keuangan dari Tabungan dan Filantropis Islam

Asep, Wawan Haryanto ... B 52-59

B-9 Analisis SWOT Financial Teknologi Pada Kualitas Layanan Perbankan di Era Disruptif

Eka Dyah Setyaningsih, Lavita Vanda ... B 60-65

B-10 Pengendalian Internal Piutang Pada PT. Saurindotex Mandiri Bekasi

Aprilia Puspasari, Asep Dony Suhendra, Endang Kusnaeni ... B 66-73

B-11 Peran Dunia Pendidikan Untuk Meningkatkan Sistem Informasi Akuntansi dalam Era Big Data dan Revolusi Industri di Indonesia

Deasy Novayanti, Khotimah Herliana ... B 74-79

B-12 Pengaruh Melayani Konsumen Berbelanja dalam Menghadapi Pelanggan Pada Rumah Makan Gumarang Tigaraksa Tangerang

Nurhadi ... B 80-85

B-13 Pengaruh Kompetensi dan Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan Staf Insurance di PT. BMD

Henny Armaniah ... B 86-93

B-14 Win-Win Transportation Solution dan Performance Management Serta Kaitannya dalam Peningkatan Service Quality Pada PT Transportasi Jakarta

Nurvi Oktiani, Kartika Yuliantari, Ratih Setyo Rini ... B 94-100

B-15 Menghadapi Tantangan Globalisasi Pendidikan Dan Kehadiran Inovasi Disruptif dalam Upaya Pemanfaatan Teknologi

Lili Marlinah ... B 101-105

B-16 Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Riung Mitra Lestari

Eneng Iviq Hairo Rahayu, Suhardoyo ... B 106-115

B-17 Pengaruh Promosi Terhadap Penjualan Pelumas Enduro PT. Repan’s Utama Jaya Jakarta

Rika Sulistiowati, Andrie Kurniawan ... B 116-123

B-18 Tingkat Penggunaan Instagram dan Service Quality Terhadap Customer Loyalty (Zoya Giant Hypermall Bekasi)

Dhefine Armelsa, Faqihar Risyan, Syarif Fitri ... B 124-128

C. Bahasa dan Sastra

C-1 Penerapan Mimesis Dalam Novel Empress Orchid Karya Anchee Min (Penelitian Analisis Isi)

Ratna Danyati ... C 1-8

C-2 Category Shift of Noun Phrase in the Short Story of “The Backward Fall”

(11)

Seminar Nasional Inovasi dan Tren (SNIT) 2018

ISBN: 978-602-61268-5-6

Analisis SWOT Financial Teknologi Pada Kualitas Layanan

Perbankan di Era Disruptif

Eka Dyah Setyaningsih1, Lavita Vanda2

1

Akademi Manajemen Keuangan (AMK) BSI Jakarta [email protected]

2

Akademi Manajemen Keuangan (AMK) BSI Jakarta [email protected]

Abstrak - Perkembangan financial teknologi saat ini semakin berkembang di Indonesia dengan layanan belanja

serba online atau sering disebut dengan kegiatan e-commerce dengan melibatkan beberapa perbankan nasional menjadikan kegiatan transaksi keuangan efektif dan efisien. Akses layanan perbankan yang serba cepat dan efsien ini memberikan dampak perubahan (disruptif) yang mengubah layanan perbankan secara konfensional. Kualitas layanan perbankan yang bersaing antara bank satu dengan lainnya memberikan dampak positif dan negatif untuk saling memberikan perbaikan-perbaikan. Layanan keuangan secara modern ini memberikan suatu tantangan dan ancaman tersendiri yang harus kita sadari dari apa yang kita miliki sendiri berupa kekuatan dan kelemaahan yang ada saat ini. Hasil penelitian perkembangan fintech di Indonesia tidak dapat dihindari sejalan dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi adalah meningkatnya konektivitas internet dan perangkat mobile mendorong perkembangan infrastruktur layanan keuangan yang memadai. Fintech harus mampu bersinergi dengan industri keuangan yang ada untuk memberikan manfaat yang besar kepada masyarakat . Analisis SWOT ini adalah merupakan implementasi kebijakan teknologi finansial diharapkan kualitas layanan perbankan semakin dapat ditingkatkan dan dirasakan oleh seluruh pengguna perbankan di Indonesia secara nyata dan para pelaku perbankan dapat memahami fungsi manajemen perbankan dengan tepat.

Kata Kunci : analsiis SWOT, financial teknologi, kualitas layanan, disruptif

PENDAHULUAN

Kemajuan teknologi yang pesat dengan penetrasi internet yang sangat kuat menjadikan masyarakat Indonesia terhubung berkomunikasi secara instan. Hal ini secara tidak langsung sudah mengubah pola kehidupan manusia terutama dalam kegiatan berbelanja, berkomunikasi dan bekerja serta bertransaksi uang dalam rangka membelanjakan pendapatannya. Maka dari itu dengan kegiatan yang dilakukan harapan akan akses layanan keuangan yang terjangkau, cepat dan mudah secara personal terhubung dengan berbagai aktivitas

seseorang didunia intrnet menjadikan tuntutan yang perlu di tanggulangi oleh penyedia jasa layanan keuangan modern. Akses internet telah menunjukkan peningkatan yang dipublikasikan oleh Asosiasi Penyedia Jasa Internat (APJII) pada bulan Maret 2015 menyatakan penggunpersen dari total internet naik 71,9 juta di tahun 2013 menjadi 88,1 juta pengguna hingga akhir 2014, atau sekitar 34,9 persen dari total jumlah penduduk saat ini (Heriyanto 2015). NO Negara 2013 2014 2015 2016 2017 2018 1 China 620,7 643,6 669,8 700,1 736,2 777 2 Amerika Serikat 246 252,9 259,3 264,9 269,7 274,1 3 India 167,2 215,6 252,3 283,8 313,8 346,3 4 Brazil 99,2 107,7 113,7 119,8 123,3 125,9 5 Jepang 100 102,1 103,6 104,5 105 105,4 6 Indonesia 72,8 83,7 93,4 102,8 112, 6 123 7 Rusia 77,5 82,9 87,3 91,4 94,3 96,6 8 Jerman 59,5 61,6 62,2 62,5 62,7 62,7 9 Meksiko 53,1 59,4 65,1 70,7 75,7 80,4 10 Nigeria 51,8 57,7 63,2 69,1 76,2 84,3 11 Inggris' 48,8 50,1 51,3 52,4 53,4 54,3

(12)

Seminar Nasional Inovasi dan Tren (SNIT) 2018 ISBN: 978-602-61268-5-6 12 Perancis 48,8 49,7 50,5 51,2 51,9 52,5 13 Filipina 42,3 48 53,7 59,1 64,5 69,3 14 Turki 36,6 41 44,7 47,7 50,7 53,5 15 Vietnam 36,6 40,5 44,4 48,2 52,1 55,8 16 Korea Selatan 40,1 40,4 40,6 40,7 40,9 41 17 Mesir 34,1 36 38,3 40,9 43,9 47,4 18 Italia 34,5 35,8 36,2 37,2 37,5 37,7 19 Spanyol 30,5 31,6 32,3 33 33,5 33,9 20 Kanada 27,7 28,3 28,8 29,4 29,9 30,4 21 Argentina 25 27,1 29 29,8 30,5 31,1 22 Kolombia 24,2 26,5 28,6 29,4 30,5 31,3 23 Thailand 22,7 24,3 26 27,6 29,1 30,6 24 Polandia 22,6 22,9 23,3 23,7 24 24,3 25 Afrika Selatan 20,1 22,7 25 27,2 29,2 30,9 Total Pengguna 2692,9 2892,7 3072,6 3246,3 3419,9 3600,2

Sumber : www.eMarketer.com dalam Julianto (2016)

Berdasarkan data diatas maka dapat diuraikan bahwa pengguna internet meningkat setiap tahunnya,namun pemanfaatan teknologi finansal untuk akses layanan perbankan di Indonesia relatif masih rendah. Menurut (Siregar, 2016) hal lain yang dapat ditunjukkan adalah dalam pemanfaatan teknologi digital di Indonesia sangat besar, bahkan melebihi populasi gabungan negara-negara lain di ASEAN dan telah mengubah perilaku masyarakat hampir semua aspek kehidupan seperti jual beli secara online (e-commerce), buku elektronik, koran elektronik, transportasi publik (taksi dan ojek online), layanan pendukung pariwisata, serta financial technology.

Peristiwa ini menyebabkan berkembangannya teknologi yang dinamakan dengan Finansial Teknologi dengan berbagai fitur layanan elektonik. Menurut Siregar (2016) Financial Teknologi adalah konsep fintect yang mengadaptasi perkembangana teknologi yang dipadukan dengan bidang finasial pada lembaga perbankan, sehingga bisa diharapkan bisa memfasilitasi proses transaksi keuangan yang lebih praktis,aman,serta modern, meliputi layanan keuangan berbasis digital yang saat ini telah berkembang di Indonesia, yaitu payment channel system, digital banking, online digital insurance, Peer to Peer (P2P) Lending, serta crowd funding. Saat ini fintech menjadi isu dunia yang menyerap perhatian pelaku ekonomi khususnya bidang jasa keuangan hingga tahun 2015 Silicon Valley Bank mencatat volume investasi pada fintech di dunia mencapai lebih dari US $12 M (Mahersi, 2017) . Perkembangan di Indonesia dapat dikatakan sangat baik karena sebagai negara yang terbesar

di Indonesia sebesar 78 % dan terdapat sekitar 135-140 perusahaan startup yang terdata pada tahun 2016 dan sampai saat ini perusahaan startup juga semakin meningkat dengan perusahaan startup yang juga berbasis syariah. Dukungan untuk fintech juga diperkuat dengan momentum pertambahan jumlah Middle-Class and Affluent Consumer (MAC) yang diprediksi oleh Boston Consulting Group (BCG) akan melonjak 74 juta orang pada tahun 2013 menjadi 141 juta orang pada tahun 2020. MAC adalah kelompok masyarakat yang secara ekonomi mulai menggunakan uangnya antara lain untuk layanan keuangan pada umumnya, kebutuhan rumah tangga, kendaraan. Hal lain fintech juga didukung dan disambut baik oleh Presiden Joko Widodo dengan harapan fintech dapat berperan memfasilitasi pembiayan usaha mikro dan mengkoneksikan kebutuhan pembiayaan usaha diberbagai penjuru tanah air yang bertujuan untuk meningkatkan inklusi keuangan. Terdapat 3 prioritas pemanfaatan fintech menurut Brodjonegoro dalam Mahersi (2017) yaitu (1) mobilisasi modal untuk meningkatkan aktivitas ekonomi kelompok masyarakat dengan masyarakat yang berpenghasilan rendah dan UKM, (2) mobilisasi dana yang ada dimasyarakat untuk membiayai infrastruktur dasar seperti sanitasi dan listrik, (3) mobilisasi dana untuk mendorong pembanguann infrastruktur yang berkelanjutan, seperti pembiayaan inovasi penting untuk meningkatkan produksi pertanian dan perikanan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga telah mendukung pertumbuhan lembaga jasa keuangan yang berbasis teknologi informasi yang dapat berkontribusi dalam perekonomian nasional dengan

(13)

Seminar Nasional Inovasi dan Tren (SNIT) 2018

ISBN: 978-602-61268-5-6

berbasis teknologi informasi atau peer to peer (P2P) lending . Maka dari terdapat empat kategori utama yang dikembangkan dalam fintech yaitu (1)

payment clearing, settlement, (2) deposit,

lending,capital raising, (3) market provisioning, (4)investing dan risk management. Melihat pasar

Indonesia maka fintech di dominasi hampir 56 % untuk payment clearing dan settlement. Hal ini diperlukan pengaturan lebih lanjut mengingat resiko fintech akan terus berkembang dan harus mendukung sasaran sesuai Master Plan Sektor Jasa Keuangan Indonesia 2015-2019 yaitu kontributif, mengoptimalkn peran OJK dalam mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi nasional, stabil menjaga stabilitas sistem keuangan sebagai

landasan bagi pembangunan yang berkesinambungan ; inklusif membuka akses keuangan sehingga dapat meningkatkan kesjahteraan kalangan masyarakat (Hadad : 2017).

Bank Indonesia mengikuti dan mendampingi inovasi teknologi layanan jasa keuangan atau financial technology melalui regulasi yang selalu berada dekat dengan inovasi. Melalui pencermatan lapangan yang terjadi mengenai fintech ini maka terdapat potensi risiko yang timbul, iklim berusaha yang kondusif perlu diwujudkan. Dalam hal ini pendirian BI-FTO (BI- Fintech Office) adalah sebagai upaya untuk menjaga level of playing field melalui rezim regulasi yang berimbang dan proporsional tanpa harus mematikan laju inovasi. Terdapat 4 fungsi utama yang dilakukan oleh BI-FTO yaitu :

2 Sebagai katalisator/fasilitator bagi pertukaran ide inovatif pengembangan fintech di Indonesia 3 Sebagai business intelegence, dimana BI-FTO secara memberikan update melalui diseminasi hasil kajian dan pertemuan termasuk dengan kementerian dan otoritas terkait serta lembaga internasional

4 Fungsi assesmen yaitu BI-FTO melakukan pemantauan dan pemetaan atas potensi manfaat sekaligus resiko dari inovasi model bisnis dan produk yang ditawarkan. Hasil assesmen tersebut menjadi dasar bagi perumusan kebijakan di Bank Indonesia

5 Fungsi koordinasi dan komunikasi yang berperan memberikan pemahaman atas kebutuhan transaksi melalui pembayaran tetap menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas jual beli. Oleh karena itu, Bank Indonesia memandang perlu untuk melengkapi ketentuan pada area sistem pembayaran yang sudah ada khususnya melengkapi ketentuan mengenai Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK), uang elektronik dan transfer dana yang telah ada lebih dulu. Peraturan Bank Indonesia mengenai Penyelenggaraan Pemrosesan Tran-saksi Pembayaran (PBI No

18/40/PBI/2016) kamiterbitkan sebagai wujud komitmen yang terdiri dari 4 hal yaitu : 1.Mengakomodir inovasi

2.Meningkatkan keamanan termasuk pemenuhan standar dan audit keamanan secara berkala

5. Menjaga level of playing field

6. Perlindungan konsumen ditengah ancaman

fraud dan cyber security yang berkejaran

dengan inovasi

Peraturan ini sangat mendukung dan tepat waktu untuk pertumbuhan e-commerce dan fintech di Indonesia. Bank Indonesia mendukung penerbitan Roadmap e-commerce sebagai Paket Kebijakan Ekonomi Jilid XIV tanggal 10 November 2016. Sejalan dengan arahan presiden RI dalam rapat terbatas tanggal 27 September 2016 perihal pengembangan ekonomi digital.

Pemanfaatan teknologi finansial tersebut sejalan dengan semakin berkembangnya kebutuhan masyarakat akan layanan keuangan berbasis online dan penggunaan media internet untuk akses data digital (Apriyani 2016) . Pertumbuhan fintech yang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir ini yang dibarengi dengan era generasi millenial semakin melek teknologi diberbagai bidang aspek kehidupan. Melalui terobosan yang saat ini sudah sering dilakukan adalah pembayaran tagihan listrik, telepon, atau sekolah dan lain-lainnya dapat dilakukan via smartphone, pembiayaan via situs online dengan skema peer to peer lending atau

crowdfunding dan bahkan mendapatkan

rekomendasi investasi secara otomatis via kecerdasan buatan (artificial intelligence) .Menurut Margaretha (2015) pemanfaatan teknologi informasi digital telah banyak membantu masyarakat Indonesia dalam menjalankan roda perekonomian menjadi lebih efektif dan efisien dari sebelumnya, khususnya pada sektor keuangan khususnya perbankan.

Dalam bidang perbankan dalam pemanfaatan teknologi informasi berkaitan dengan kualitas merupakan suatu kondisi dinamis yang berpengaruh terhadpa produk,jasa, manusia, proses dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan (Tjiptono: 2001) .Sedangkan definisi layanan menurut Kottler (2002 : 83)yaitu setiap tindakan atau kegiatan yng ditawarkan oleh suatu pihak kepada pihak lain, yang pada dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan kepemilikan apapun. Maka kualitas layanan menjadi faktor penting dalam mendorong inklusi keuangan dan perbankan digital Indonesia. Penerapan sistem informasi sanagat berpengaruh pada kualitas layanan perbankan yang memiliki dampak lebih tinggi dalam ketergantungan pada aktivitas

(14)

Seminar Nasional Inovasi dan Tren (SNIT) 2018

ISBN: 978-602-61268-5-6

penyampaian informasi yang diperlukan untuk kebutuhan para nasabahnya. Menurut pendapat Sutojo (1997:119) menyatakan bahwa teknologi eleltronik data processing, dimana sekarang dikembangkan menjadi teknologi finansial banyak membantu bank dalam kecepatandan akurasi pemrosesan data operasi bisnis dan pemasaran produk mereka. Jika ditinjau lebih lanjut maka dimensi kualitas layanan perbankan atau sering disebut dengan service quality menurut (Lupiyoadi:2001 ) :

1.Tangibles, adalah kemampuan suatu perusahaan dalam menunjukkan eksistensinya kepada pihak eksternal. Penampilan dan kemampuan sarana dan prasarana fisik perusahaan dan keadaan lingkungan sekitarnya adalah bukti nyata dari pelayanan yang diberikan oleh pemberi jasa, meliputi fasilitas fisik diantaranya gedung , gudang , peralatan yang dipergunakan dalam teknologi, perlengkapan serta penampilan pegawainya.

2.Responsive adalah kemauan untuk membantu dan memberikan pelayanan yang cepat (responsif) dan tepat kepada pelanggan, dengan penyampaian informasi yang jelas.

3.Reliability adalah kemampuan perusahaan untuk memberikan pelayanan sesuai yang dijanjikan secara akurat dan terpercaya. Kinerja harus sesuai dengan harapan pelanggan yang berarti ketepatan waktu, pelayanan yang sama untuk semua pelanggan tanpa kesalahan, sikap yang simpatik, dengan akurasi yang tinggi

9. Assurance yaitu pengetahuan, kesopansantunan dan kemampuan para pegawai perusahaan untuk menumbuhkan rasa percaya para pelanggan kepada perusahaan untuk menumbuhkan rasa percaya para pelanggan kepada perusahaan. Terdiri dari beberapa komponen antara lain komunikasi, kredibilitas, keamanan, kompetensi dan sopan santun.

10. Empathy yaitu memberikan perhatian yang tulisa dan bersifat individual atau pribadi yang diberikan kepada para pelanggan dengan berupaya memahami keinginan konsumen. Dimana suatu perusahaan diharapkan memiliki pengertian dan pengetahuan tentang pelanggan, memahami kebutugan pelanggan secara spesifik, serta memiliki waktu untuk pengoperasian yang nyaman bagi pelanggan.

Dimensi kualitas layanan perbankan merupakan salah satu faktor utama yang memberikan kepuasana dan kenyamanan nasabah dalam menggunakan financial techonologiy bank tersebut. Selain itu juga kualitas layanan perbankan adalah jalan terbaik bagi bank tersebut dalam menjaga kredibilitas bank dan loyalitas nasabahnya.

Distruptif innovation bermunculan dengan inovasi

Era distruptive innovation merupakan keberhasilan mentransformasi suatu sistem atau pasar eksisting dengan memperkenalkan kepraktisan, kemudahan akses, kenyamanan dan biaya yang ekonomis. Inovasi disruptif biasanya mengambil segmen pasar tertentu yang kurang diminati atau dianggap kurang penting bagi penguasa pasar, namun

inovasinya bersifat breakthough dan mampu mendefinisi sistem atau pasar namun inovasinya bersifat breakthough dan mampu mendefinisi sistem atau pasar eksisiting. Menurut (Hadad: 2017) munculnya inovasi distruptif jika tidak diantisipasi dengan baik oleh dunia usaha dapat menyebabkan kejatuhan.

Berdasarkan situasi financial technology maka dapat diberikan analisis swot untuk menilai secara keseluruhan terhadap kekuatan dan kelemahan dari finacial technology ini. Menurut ( Kottler dan Amstrong: 2008) analisis SWOT merupakan penilaian menyeluruh terhadap kekuatan (strenghts), kelemahan (weakness), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) suatu perusahaan. Semua organisasi memiliki kekuatan dan kelemahan dalam area fungsional bisnis yang dapat digunakan sebagai dasar tujuan dan penetapan strategis suatu organisasi. Maka analisis SWOT merupakan instrumen yang mampu menganalisis strategi untuk menilai kualitas layanan perbankan, sehingga diharapkan mampu meminimalisasi kelemahan yang terdapat dalam suatu lembaga perbankan serta menekan dampak ancaman yang timbul dan harus dihadapi.

METODOLOGI PENELITIAN

Penulisan ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan mengumpulkan, mengidentifikasi masalah, membuat evaluasi atau perbandingan secara aktual dan terperinci. Penulisan ini ingin melihata kebutuhan layanan fintech sebagai suatu peluang sekaligus tantangan yang harus digali berdasarkan dari kekuatan dan kelemahannya. Metode penelitian lebih banyak dilakukan dengan literature review/kajian literature dari berbagai sumber pustaka terutama dari Bank Indonesia dan OJK. Maka penelitian deskriptif kualitatif menguraikan tanggapan terhadap situasi dan peristiwa sehingga tidak menjelaskan hubungan kausalitas maupun melakukan uji hipotesis.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Teknologi finansial pada era distuptif saat ini sangat berperan penting dalam roda perekonomian sekarang ini dengan layanan perbankan yang mudah, aman serta cepat yang dapat dinikmati seluruh masyarakat Indonesia. Berikut ini akan

(15)

Seminar Nasional Inovasi dan Tren (SNIT) 2018

ISBN: 978-602-61268-5-6

kekuatan( Strenghs), kelemahan (Weakness), peluang (Opportunity), dan ancaman (Threats) 3.1 Analisis Kekuatan (Strenghts analysis) : 4. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga telah

mendukung pertumbuhanlembaga jasa keuangan yang berbasis teknologi informasi yang dapat berkontribusi dalam perekonomian nasional dengan diterbitkannya Peraturan OJK Nomor 77/POJK 01/2016 tentang layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi atau peer to peer (P2P) lending . 5. PeraturanBankIndonesiamengenai

Penyelenggaraan Pemrosesan Transaksi Pembayaran (PBI No 18/40/PBI/2016) 6. Pemanfaatan teknologi digital di Indonesia

sangat besar, bahkan melebihi populasi gabungan negara-negara lain di ASEAN dan telah mengubah perilaku masyarakat hampir semua aspek kehidupan seperti jual beli secara online (e-commerce), buku elektronik, koran elektronik, transportasi publik (taksi dan ojek online), layanan pendukung pariwisata, serta financial technology.

7. Perkembangan di Indonesia dapat dikatakan sangat baik karena sebagai negara yang terbesar populasinya se Asia Tenggara. Menurut Indonesia’s Fintech Association (IFA, jumlah pengguna fintech di Indonesia sebesar 78 % dan terdapat sekitar 135-140 perusahaan startup yang terdata pada tahun 2016 dan sampai saat ini perusahaan startup juga semakin meningkat dengan perusahaan startup yang juga berbasis syariah.

8. Berperan memfasilitasi pembiayan usaha mikro dan mengkoneksikan kebutuhan pembiayaan usaha diberbagai penjuru tanah air yang bertujuan untuk meningkatkan inklusi keuangan

9. Mudah dalam memanfaatkan akses data layanan perbankan dalam ukuran besar dan kemudahan transaksi kapan saja dan dimana saja

10. Lebih hemat biaya operasional dan biaya pemasaran karena dikenal luas oleh masyarakat termasuk aplikasi layanan 24 jam seperti mobile banking, internet banking, sms banking dan call banking

3.2 Analisis Kelemahan (Weakness Analysis) 1. Pengetahuan masyarakat akan teknologi

finansial masih relatif rendah sehingga tidak maksimal mengakses layanan perbankan 2. Kejahatan online masih sering terjadi seperti

cybercrime,pembobolan, penyadapan dalam

transaksi finansial perbankan

3. Ketimpangan akses layanan perbankan karena infrastruktur teknologi komunikasi yang belum merata di seluruh Indonesia

4. Koneksi internet masih kurang mendukung baik dari segi kecepatan akses maupun server

yang stabil dalam mengirim transaksi data finansial

5. Tidak semua penyedia jasa layanan teknologi finansial memiliki lisensi untuk menjalin kerjasama dengan lembaga perbankan

3.3 Analisis Peluang (Opportunity Analysis) 1. BI dan OJK menetapkan regulasi dan

pengawasan terhadap transaksi finasial sehingga meminim alisasikan kriminalitas masyarakat dan kekhawatiran masyarakat dalam menggunakan teknologi finansial 2. Banyaknya perusahaan startup yang

bermunculan untuk bersaing dalam dunia perbankan

3. Kesadaran masyarakat dalam mulai tumbuh menyimpan dan meminjam kebutuhan finansial melalui jasa perbankan

4. Industri fintech harus memiliki inovasi untuk membuat bisnis model baru.

3.4 Analisis Ancaman (Threats Analysis)

1. Situasi politik yang kurang kondusif sehingga menyebabkan tingginya inflasi yang relatif tinggi

2. Trend globalisasi dan keterbukaan dalam melakukan transaksi lintas negara memungkinkan penyedia jasa layanan teknologi finansial semakin beragam dan menimbulkan kompetisi dalam menarik minat masyarakat untuk menggunakan jasa layanan perbankan

3. Teknologi yang semakin canggih tanpa diikuti dengan kualitas sumber daya manusia akan menjadi ketimpangan

KESIMPULAN

Berdasarkan analisis SWOT yang telah dilakukan maka analisis kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan pada teknologi finansial dapat disimpulkan bahwa perkembangan fintech di Indonesia tidak dapat dihindari sejalan dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi Meningkatnya konektivitas internet dan perangkat mobile mendorong perkembangan infrastruktur layanan keuangan yang memadai. Fintech harus mampu bersinergi dengan industri keuangan yang ada untuk memberikan manfaat yang besar kepada masyarakat . Bank Indonesia dan OJK terus memonitor secara intensif keberlangsungan fintech dalam parameter resiko yang terjaga. Selain digunakan evaluasi, hal ini juga memberikan ruang bagi regulator untuk mengambil langkah antisipatif dan korektif diwaktu yang diperlukan. Proses monitoring dan pendampingan dapat dapat dioptimalkan untuk meningkatkan kualitas respon kebijakan dengan trend pertumbuhannya yang eksponensial dan data menjadi aset utama regulator

(16)

Seminar Nasional Inovasi dan Tren (SNIT) 2018

ISBN: 978-602-61268-5-6

pelaku industri sebagai dasar pengambilan keputusan

REFERENSI

Apriyani, 2016, OJK Wapadai dampak teknologi perbankan Infobanknews. Diakses 6 Oktober 2016. Tersedia di http ://Infobanknews.com

Chrismastianto, 2017, Analisis SWOT Implementasi Teknologi Finansial Terhadap Kualitas Layanan Perbankan Di Indonesia,Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 20 No 1 April 2017

Hadad, Muliawan D (2017). Financial Technology (Fintech) di Indonesia, Kuliah Umum tentang Fintech-IBS, OJK Jakarta 2 Juni 2017

Kennedy, 2017, Tantangan Terhadap Ancaman Disruptif dan Financial Technology dan Peran Pemerintah dalam Menyikapinya , Forum Keuangan dan Bisnis Indonesia, http :fkbi.akuntansi.upi.edu

Kottler, P,2002, Manajemen Pemasaran di Indonesia: Analisis,perencanaan, implementasi dan pengendalian, Jakarta: Penerbit Salemba Emp

Kottler P dan G Amstrong: 2008,Prinsip-prinsip Pemasaran Jilid.Jakarta : Penerbit Erlangga

Lupiyoadi R, 2001. Manajemen Pemasaran Jasa. Edisi Kesatu, Jakarta:Penerbit Salemba Empat

Mahersi, Yogie (2017) Fintech dan Transformasi Industri Keuangan, Departemen Komunikasi dan Internasional, Otoritas Jasa Keuangan, industry.co.id, 2 Agustus 2017,http: //www.pwc .com/id/en/media-centre./pwc-in- news/2017

/indonesian/fintech-dan-transformasi-industri-keuangan html

Margaretha, F, 2015. Dampak Elektronik Banking Terhadap Kinerja Perbankan Indonesia, Jurnal Keuangan dan Perbankan 19 (3) 514-524

Peraturan Bank Indonesia mengenai Penyelenggaraan Pemrosesan Transaksi Pembayaran (PBI No 18/40/PBI/2016)

Peraturan OJK Nomor 77/POJK 01/2016 tentang layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi atau peer to peer (P2P) lending

Siregar, A,2016, Financial Technology Trend Bisnis Ke Depan. Infobanknews, diakses 14 April 2016. Tersedia di http : //infobanknews.com

Sutojo S,1997, Manajemen Terapan Bank, Jakarta; Pustaka Binaman Pressindo

Tjiptono, F, 2001. Strategi Pemasaran, Edisi Ke Satu, Yogyakarta : Penerbit Andi Offset

(17)

Prosiding SNIT Hal.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan faktor kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang telah teridentifikasi, maka melalui analisis SWOT dapat dirumuskan 8 alternatif strategi yaitu 2 strategi

Berdasarkan analisis dengan menggunakan matriks SWOT, yang dilakukan dengan membandingkan faktor Peluang dan Kekuatan (Strategi SO), Peluang dan Kelemahan (Strategi

Dari hasil analisis yang telah dilakukan terhadap nilai kekasaran permukaan dari ketiga parameter yang dipilih pada variasi proses pemesinan yaitu kecepatan

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan pada keseluruhan tahap penelitian yang telah dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar yang

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa : Galur Harapan Padi Sawah Irigasi Tipologi Lahan Sawah yang lebih sesuai dibudidayakan di Desa Sei

Penelitian ini berdasarkan pada metode analisis kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan (SWOT) dengan menggunakan pendekatan Five Forces Porter, kemudian strategi yang

Berdasarkan analisis dengan menggunakan matriks SWOT, yang dilakukan dengan membandingkan faktor Peluang dan Kekuatan (Strategi SO), Peluang dan Kelemahan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman (SWOT) pada