RENCANA KINERJA
TAHUN ANGGARAN 2014
BADAN PENGKAJIAN KEBIJAKAN IKLIM DAN MUTU INDUSTRI
BALAI BESAR INDUSTRI HASIL PERKEBUNAN MAKASSAR
KATA PENGANTAR
RENKIN (RENCANA KINERJA) tahun 2014 merupakan rencana tahunan yang ditujukan untuk melengkapi rencana kegiatan setiap tahun yang telah dibuat oleh setiap unit instansi pemerintah khususnya Balai Besar industri Hasil Perkebunan Makassar (BBIHP) Kementerian Perindustrian, dengan mengikuti petunjuk pedoman penyusunan RENKIN, sesuai Permenperin Nomor: 150/M-IND/PER/12/2011 tentang Pedoman Penyusunan Dokumen Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah di Lingkungan Kementerian Perindustrian.
Penyusunan RENKIN BBIHP TA. 2014 masih berpedoman kepada Renstra BBIHP 2010-2014 Tugas Pokok dan Fungsi Balai Besar Industri Hasil Perkebunan (Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 48/M-IND/PER/6-2006 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Besar Industri Hasil Perkebunan), sehingga tidak terlepas dari arah kebijakan Badan Pengkajian Kebijakan Iklim dan Mutu Industri, Kementerian Perindustrian.
Harapan kami, bahwa Rencana Kinerja (RENKIN) tahun 2014 ini dapat dijadikan bahan informasi dan evaluasi serta bahan pertimbangan bagi pimpinan BPKIMI dalam menetapkan strategi kebijakan operasional dan pembinaan, dan menjadi pedoman dalam pelaksanaan kegiatan Balai Besar Industri Hasil Perkebunan dalam tahun berjalan agar program kegiatan sedapat mungkin terealisasi dengan baik.
Makassar, 30 Januari 2014
Kepala Balai Besar Industri Hasil Perkebunan,
DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR ... i DAFTAR ISI ... ii BAB I PENDAHULUAN ... 1 A. LATAR BELAKANG ... 1
B. MAKSUD DAN TUJUAN ... 4
C. TUGAS POKOK DAN FUNGSI ... 4
D. RUANG LINGKUP... 6
BAB II PERKEMBANGAN PEMBANGUNAN INDUSTRI ... 7
A. HASIL-HASIL PEMBANGUNAN ... 7
B. ARAH PEMBANGUNAN ... 12
BAB III RENCANA KERJA ... 15
A. SASARAN KEGIATAN TAHUN 2014 ... 15
B. INDIKATOR KINERJA ... 16
BAB IV PENUTUP ... 18
LAMPIRAN - 1 ... 19
RENCANA KINERJA BBIHP TA. 2014 ... 19
A. LATAR BELAKANG
Sebagai unit pelaksana teknis di lingkungan Kementerian Perindustrian yang berada di bawah Badan Pengkajian Kebijakan Iklim dan Mutu Industri, Balai Besar Industri Hasil Perkebunan (BBIHP) turut secara aktif mendukung pengembangan kompetensi di bidang industri hasil perkebunan baik secara lokal maupun regional melalui penyediaan jasa layanan teknis dan teknologi di bidang penelitian dan pengembangan industri, standardisasi dan sertifikasi. Namun, dengan perkembangan lingkungan yang demikian pesat sebagai konsekuensi logis dari era globalisasi dan perdagangan bebas dunia menimbulkan permasalahan yang harus dihadapi, yaitu : a. Bidang Penelitian dan Pengembangan Industri
Kualitas kelitbangan sudah seharusnya dipandang sebagai penentu keberhasilan pembangunan industri karena apa yang dihasilkan oleh lembaga litbang bisa diukur, baik input maupun outputnya. Namun, peranan kelitbangan dalam pembangunan industri masih jauh dari apa yang diharapkan karena berbagai permasalahan yang dihadapi yaitu:
1. Keterbatasan Sumber Daya Litbang;
2. Minimalnya hasil Litbang yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha; 3. Rendahnya kemampuan Litbang Nasional;
4. Kerjasama antar Lembaga Litbang Pemerintah, Perguruan Tinggi dan Dunia Industri relatif masih rendah;
5. Belum berkembanganya budaya Litbang Industri di kalangan masyarakat; 6. Belum efektifnya penerapan sistem manajemen litbang di lingkungan BBIHP; 7. Manajemen keuangan yang kurang akomodatif terhadap tuntutan kegiatan
litbang.
BAB I
b. Penerapan SNI
1. Ketersediaan dan kapasitas infrastruktur standardisasi laboratorium penguji untuk mendukung penerapan SNI dengan semua parameter masih terbatas; Salah satu kendala dalam mendukung penerapan SNI yang diberlakukan secara wajib selama ini adalah terbatasnya kemampuan dan jumlah laboratorium uji yang telah di akreditasi KAN. Disadari bahwa untuk mendapat akreditasi dari KAN bukanlah hal yang mudah karena membutuhkan ketersediaan sarana dan prasarana beserta tenaga analis yang cukup memadai
2. Masih banyak SNI yang belum disesuaikan dengan standar internasional dalam mendukung perdagangan bebas;
Banyak SNI yang tidak harmonis dengan standar internasional disebabkan pada saat penetapan SNI masih banyak mengadopsi Standar Industri Indonesia (SII) yang lama dan kemungkinan besar sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan ilmu pengetahuaan dan teknologi atau kebutuhan pasar
3. Masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap mutu.
Kesadaran masyarakat terhadap mutu masih sangat rendah terutama bagi masyarakat golongan menengah kebawah. Hal ini tidak dapat dipungkiri karena daya beli masyarakat atau konsumen Indonesia masih rendah mengingat mereka selalu menginginkan produk dengan harga murah meskipun berkualitas rendah.
Untuk merencanakan strategi dan langkah-langkah yang berorientasi kedepan dalam menghadapi tantangan tersebut diperlukan perencanaan strategis yang sistimatis. Perencanaan sitematis disusun dalam RPJM dalam bentuk Rencana Strategi (RENSTRA) dengan kurun waktu lima tahun dan Rencana Kinerja tahunan dalam bentuk Rencana Kinerja (RENKIN). Renstra dan Renkin Balai Besar Industri Hasil Perkebunan Makassar disusun berdasarkan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 150/M-IND/PER/12/2011 tentang Pedoman Penyusunan Dokumen Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah di Lingkungan Kementerian Perindustrian.
Rencana Strategis mengandung visi, misi, tujuan, sasaran, dan cara mencapai tujuan dan sasaran, yang meliputi kebijakan, program, dan aktifitas yang realistis dan mengantisipasi pengembangan masa depan. Dalam upaya mencapai sasaran yang ditetapkan telah dilakukan kajian potensi dan arah kebijakan yang harus dilakukan oleh Balai Besar Industri Hasil Perkebunan seperti tertuang dalam RENSTRA Balai Besar Industri Hasil Perkebunan tahun 2010-2014. RENSTRA tersebut memuat Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Balai Besar Industri Hasil Perkebunan.
Visi Balai Besar Industri Hasil Perkebunan Makassar adalah
“Menjadi Lembaga Penelitian dan Pengembangan dalam Bidang Industri Hasil Perkebunan dan Penyedia Layanan Jasa Teknis yang Unggul dan Terdepan”
Misi Balai Besar Industri Hasil Perkebunan adalah sebagai berikut yaitu :
a. Meningkatkan kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi yang
inovatif dan berorientasi pada kebutuhan industri
b. Meningkatkan pelayanan jasa teknis yang berkualitas dan profesional
c. Memperluas jejaring dengan industri dan lembaga terkait lainnya
Tujuan Balai Besar Industri Hasil Perkebunan menggambarkan arah prioritas strategis institusi dan perbaikan-perbaikan yang akan dilakukan sesuai dengan tugas dan fungsi institusi. Tujuan ini merupakan penjabaran atau implementasi dari misi institusi, dan merupakan hasil akhir yang ingin dicapai dalam kurun waktu 1(satu) tahun ke depan.
Tujuan strategi BBIHP mencakup hal-hal sebagai berikut :
a. Meningkatkan peran dan kualitas hasil litbang dalam mendukung Industri Hasil Perkebunan
b. Meningkatkan kegiatan pelayanan jasa teknis
c. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang kompeten
d. Meningkatkan jejaring yang luas antara lembaga litbang dan institusi terkait
Sasaran Balai Besar Industri Hasil Perkebunan disusun berdasarkan kriteria spesifik, dapat diukur, berorientasi hasil, dapat dicapai dalam jangka waktu lima tahun.
Sasaran Balai Besar Industri Hasil Perkebunan ditetapkan sebagai berikut:
dan diterapkan oleh dunia industri, masyarakat, pemerintah daerah dan dunia pendidikan.
b. Terwujudnya peningkatan kegiatan konsultansi teknologi, pelatihan, pengujian, standardisasi, sertifikasi, inspeksi teknis, kalibrasi peralatan, dan sistem manajemen mutu terhadap masyarakat sehingga berdampak pada peningkatan nilai jasa (JPT) dan daya saing produk yang dihasilkan
c. Terwujudnya peningkatan kompetensi sumberdaya manusia yang handal dan profesional
d. Terwujudnya kerjasama yang luas dengan industri atau instansi terkait di bidang Iptek, Litbang, pelatihan maupun kegiatan lainnya
RENKIN BBIHP 2014 masih mengacu pada penjabaran RENSTRA BBIHP 2010-2014, dan tupoksi BBIHP (Permenperin Nomor 150/M-IND/PER/12/2011) yang tentunya menyesuaikan kondisi kebutuhan dan perkembangan pembangunan pada tahun 2014. Penyusunan RENKIN 2014 mencakup penetapan rencana capaian kinerja tahunan untuk seluruh indikator kinerja yang ada pada tingkat sasaran dan kegiatan. Renkin ini merupakan komitmen bagi BBIHP untuk pencapaian kinerja dalam TA. 2014
B. MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud dan tujuan penyusunan Rencana Kinerja Balai Besar Industri Hasil Perkebunan Tahun 2014 adalah menetapkan komitmen tentang kinerja yang akan dilaksanakan dan diwujudkan oleh Balai Besar Industri Hasil Perkebunan dalam melaksanakan kegiatan tugas dan fungsinya pada Tahun Anggaran 2014.
C. TUGAS POKOK DAN FUNGSI
Balai Besar Industri Hasil Perkebunan sebagai unit pelaksana teknis di bawah Badan Pengkajian Kebijakan Iklim dan Mutu Industri diharapkan akan menjalankan tugas dan fungsinya sesuai dengan kebijakan Kementerian Perindustrian. Dalam menjalankan kebijakan litbang, BBIHP berpedoman pada kebijakan Pembangunan Industri, serta Kebijakan Teknis BPKIMI dengan mempertimbangkan segala potensi yang ada, baik itu sumber daya manusia, maupun potensi sumber daya alam hasil perkebunan yang ada di seluruh wilayah Indonesia.
Berdasarkan Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 48/M-IND/PER/6-2006 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Besar Industri Hasil Perkebunan, Tugas Pokok BBIHP adalah melaksanakan kegiatan Penelitian, Pengembangan, Standardisasi, Sertifikasi, Kalibrasi dan Pengembangan Kompetensi Industri Hasil Perkebunan sesuai
Kebijakan Teknis yang ditetapkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Industri. Sedangkan fungsi BBIHP sebagaimana yang diatur dalam Keputusan Menteri Perindustrian tersebut di atas yaitu:
a. Pelaksanaan penelitian dan pengembangan dan Pelayanan Jasa Teknis bidang teknologi bahan baku, bahan pembantu, proses, produk, peralatan dan penanggulangan pencemaran industri hasil perkebunan.
b. Pelaksanaan rancang bangun dan perekayasaan peralatan proses. c. Penelitian, pengembangan, perancangan, penerapan standardisasi.
d. Pelaksanaan Pelayanan Teknis pengujian mutu bahan baku, bahan pembantu, produk akhir, hasil perkebunan dan limbah.
e. Pelaksanaan pelayanan teknis kalibrasi peralatan. f. Pelaksanaan inspeksi teknis.
g. Pelaksanaan alih teknologi penelitian dan pengembangan.
h. Pelaksanaan penyuluhan termasuk pembinaan teknis dan ekonomis, konsultansi dan informasi.
i. Pelaksanaan pemasaran dan kerja sama, pengembangan dan pemanfaatan teknologi informasi.
j. Pelayanan teknis dan administrasi pada semua unsur di lingkungan Balai Besar Industri Hasil Perkebunan Makassar dan penyusunan laporan serta evaluasi hasil kegiatan yang telah dilaksanakan.
Dalam upaya memaksimalkan tugas pokok dan fungsi tersebut di atas, Balai Besar Industri Hasil Perkebunan menyusun kebijakan strategi sebagai berikut :
• Menciptakan kondisi ilmiah yang kondusif bagi terciptanya hasil-hasil riset terapan dan inovasi iptek yang bernilai komersil, dan memberikan manfaat nyata bagi industri dan dunia usaha.
• Menciptakan suasana kondusif bagi terlaksananya kegiatan pelayanan jasa teknis (standardisasi/pengujian, sertifikasi, kalibrasi, pelatihan dan konsultansi) sesuai dengan misi institusi.
• Memberikan peluang yang sama bagi karyawan untuk meningkatkan pengetahuan dan keahlian untuk mendukung misi institusi, berdasarkan tugas dan kompetensi masing-masing pegawai.
• Memperluas jejaring/kemitraan dengan lembaga litbang atau industri terkait. • Memperkuat sarana dan prasarana kelembagaan untuk meningkatkan
D. RUANG LINGKUP
Ruang lingkup Rencana Kinerja mencakup seluruh tugas pokok dan
fungsi
Balai Besar industri Hasil Perkebunan Makassar
dengan
mempertimbangkan sumber daya yang tersedia. Namun demikian, ruang
lingkup ini lebih diutamakan terhadap berbagai program/kegiatan utama Balai
Besar Industri Hasil Perkebunan Makassar, yaitu kegiatan-kegiatan yang
keluarannya merupakan faktor kunci keberhasilan Balai Besar Industri Hasil
Perkebunan Makassar.
A. HASIL-HASIL PEMBANGUNAN
Pada Dasarnya Renstra BBIHP adalah penjabaran dari Renstra BPKIMI. Guna pencapaian Visi dan Misi Badan Pengkajian Iklim dan Mutu Industri, Balai Besar Industri Hasil Perkebunan telah menyusun sasaran dan strategi pelaksanaannya. Sasaran utama visi yang akan dicapai Balai Besar industri Hasil Perkebunan Makassar adalah: “Menjadi Lembaga Penelitian dan Pengembangan dalam Bidang Industri Hasil Perkebunan dan Penyedia Layanan Jasa Teknis yang unggul dan terdepan”. Untuk mencapai sasaran utama tersebut, Balai Besar Industri Hasil Perkebunan memiliki sasaran – sasaran penunjang yang ingin dicapai yaitu :
1. Meningkatkan kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi yang inovatif dan berorientasi pada kebutuhan industri;
2. Meningkatkan pelayanan jasa teknis yang berkualitas dan professional; 3. Memperluas jejaring dengan industri dan lembaga terkait lainnya;
Pada Tahun Anggaran 2014 untuk menunjang sasaran - sasaran tersebut dicapai dengan beberapa strategi sebagai berikut:
1. Meningkatnya hasil-hasil Litbang yang dimanfaatkan oleh industri;
2. Meningkatnya kerja sama litbang;
3. Meningkatnya publikasi ilmiah hasil litbang;
4. Meningkatnya usulan penerapan SNI;
5. Meningkatnya jasa pelayanan teknis kepada dunia usaha;
6. Meningkatnya standardisasi industri daerah;
7. Meningkatnya budaya pengawasan pada unsur pimpinan dan staf;
8. Meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Selanjutnya, dalam Tabel 2.1 akan diuraikan Indikator Kinerja dan Target dari Sasaran Strategis diatas.
BAB II PERKEMBANGAN
PEMBANGUNAN INDUSTRI
Tabel 2.1 Sasaran Strategis
Selama kurun waktu pelaksanaan RPJMN 2010-2014, Balai Besar Industri Hasil Perkebunan, sebagai unit pelaksana teknis di lingkungan Kementerian Perindustrian yang berada di bawah Badan Pengkajian Kebijakan, Iklim dan Mutu Industri (BPKIMI) turut secara aktif mendukung pengembangan kompetensi di bidang industri hasil perkebunan. Capaian perkembangannya dalam kurun waktu 2010-2014 dapat dilihat pada Tabel 2.2. Dalam rangka mendukung RPJMN 2010-2014 BBIHP mempunyai sasaran utamanya yaitu Menjadi Lembaga Penelitian dan Pengembangan dalam Bidang Industri Hasil Perkebunan yang unggul dan terdepan. Jumlah penelitian dan perekayasaan yang telah dilakukan oleh BBIHP tahun 2010-2014 dapat dilihat pada Tabel 2.3.
No. 1 1 2 3 4 5 6 7 8 Indikator Kinerja 3 Target 2 Kerjasama
Perspektif Pemangku Kepentingan / Stakeholder 2
Meningkatnya usulan penerapan SNI
4,7 %
Jumlah lingkup pengakuan produk LPK yang diakui oleh KAN
Terbangunnya Sistem Pengendalian Intern di unit kerja
3 alat 18 Lingkup Nilai (Rp.) JPT
Jumlah SDM yang memperoleh sertifikat
4
Meningkatnya hasil-hasil Litbang yang dimanfaatkan oleh industri
Hasil litbang yang siap diterapkan Hasil litbang yang telah
diimplementasikan
Kerja sama litbanginstansi dengan industri
Perspektif Pelaksanaan Tugas Pokok dan Fungsi
2 Penelitian 1 Penelitian
5 Karya Tulis Ilmiah
1870 Sampel 1 Desain/Prototip Karya tulis ilmiah yang dipublikasikan
Peningkatan jumlah jenis produk yang sudah bisa diuji di laboratorium
Jumlah Perusahaan yang dilayani Jumlah sampel
Jumlah Desain/Prototip Jumlah Orang
Sasaran Strategis
Meningkatnya kerja sama litbang
100 Perusahaan Rp. 1.450.000.000,-Meningkatnya Standardisasi
Industri Daerah
Meningkatnya publikasi ilmiah hasil litbang
5 Orang
Meningkatnya budaya pengawasan pada unsur pimpinan dan staf
1 Sistem 10 Orang
Meningkatkan kualitas pelayanan publik
Tingkat kepuasan pelanggan Indeks 4 Meningkatnya jasa pelayanan
2014
TARGET
RENSTRA REALISASI TARGET RENSTRA REALISASI
TARGET RENSTRA REALISASI TARGET RENSTRA REALISASI TARGET RENSTRA 1 5 6 7 8 9 10 11 12 13 VI
Penelitian Dan Pengembangan Teknologi Hasil Perkebunan
1 Jumlah hasil litbang yang siap diterapkan
1 1 2 2 2 5 2 2 2
2 Karya tulis ilmiah yang dipublikasikan
5 5 5 5 5 16 5 5 5
3 Jumlah hasil litbang yang telah diimplementasikan
3 3 2 2 2 4 2 2 2
1 Jumlah Orang 10 10 10 10 20 9 25 5
2 Jumlah Sampel 1025 1025 915 915 1000 1030 1025 2148 1870
3 Jumlah Desain/Prototip 0 0 0 0 0 0 0 0 0
4 Jumlah Perusahaan yang dilayani
134 134 116 116 107 264 132 176 138
5 Nilai (Rp.) JPT 933,523,000 669,565,455 936,063,000 485,374,900 936,065,000 800,137,850 936,065,000 1,652,106,185 1,450,000,000
c. Peningkatan Standardisasi Industri Daerah
1 Jumlah SDM yang memperoleh sertifikat
4 4 4 4 3 13 9 64 10
2 Jumlah pengadaan alat laboratorium
12 12 3 3 2 40 2 15 3
3 Jumlah lingkup pengakuan produk LPK yang diakui oleh KAN
11 11 24 24 10 8 10 3 1
a. Penelitian dan pengembangan teknologi industri
Jumlah hasil litbang teknologi baru 5 5 5 5 6 6 8 8 4
Jumlah kerjasama litbang dan rancang bangun
2 2 2 1 2 6 2 4 2
b. Pelayanan Teknis pengujian industri Jumlah JPT 1025 1025 915 915 1000 1030 1025 1866 1870
c. Peningkatan Standardisasi Industri Daerah
Jumlah RSNI 3 3 1
No. PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS INDIKATOR
2010
2 3
Pelayanan jasa teknis industri
Kegiatan : Penelitian dan Pengembangan Teknologi dan Peningkatan JPT
Prioritas Kementerian/Lembaga Berdasarkan Renstra BPKIMI
a. Penelitian dan pengembangan teknologi industri
b.
2013
2011 2012
Tabel 2.3. Matrik Judul Penelitian dan Perekayasaan Tahun Anggaran 2010-2014
No
Judul Litbang dan Rekayasa
Tahun
Anggaran
1.
Pengembangan produk pangan dari kedelai
dan kakao
2010
59.460.000
2.
pembuatan partikel pembawa obat-Solid
Lipid Nanopartikel (SNL) dari lemak kakao
108.460.000
3.
Pemanfaatan pulp kakao sebagai bioetanol
87.660.000
4.
Pengaruh temperatur roasting dan alkalisasi
terhadap jenis warna dan mutu bubuk
kakao
68.770.000
5.
Pembuatan krim anti aging perpaduan
ekstrak polifenol kakao dengan alovera dan
rumput laut
2011
92.685.000
6.
Pembuatan tablet effervescent cokelat jahe
dan cokelat kayu manis
72.685.000
7.
Pembuatan makanan kesehatan dari pasta
cokelat non fermentasi kaya polifenol
100.525.000
8.
Penentuan umur simpan cokelat oles
dengan metode ASLT model arrhenius dan
model kadar air kritis
66.455.000
9.
Desain dan uji unjuk kerja alat tempering
tipe silinder berjaket air
86.245.000
10. Pemanfaatan Bahan Pangan Lokal
(Kedelai Dan Jagung) Sebagai Bahan
Substitusi Susu Bubuk Dan Lesitin Dalam
Pembuatan Produk Cokelat Batangan
2012
76.325.000
11. Peningkatan Mutu Hand And Body Lotion
Dari Lemak Kakao
86.763.000
12. Penyusunan Pohon Industri
Kakao
Sebagai
Referensi Pengembangan
Industri Dan Riset Kakao Nasional
46.795.000
13. Pembuatan Minuman Moka Jahe Dari Biji
Kakao Fermentasi
63.055.000
14. Pemanfaatan Biji Kakao Menjadi Produk
Perawatan Kulit
79.420.000
15. Modifikasi Alat
Roasting Tipe TC-20
Dengan Sistem Pengabutan Uap Dan Alkali
82.170.000
16. Pembuatan Alas Bedak Tabir Surya
Berbahan Aktif Polifenol Kulit Buah Kakao
2013
82.655.000
17. Pembuatan Minuman Fungsional Berbasis
Kakao dengan Suplemen Serat, Protein,
Vitamin dan Mineral dari Jagung Manis dan
Kacang
106.425.000
18. Formulasi Candy Cokelat untuk Makanan
Kesehatan
80.885.000
19. Pembuatan Masker Wajah dari Biji Kakao
Non Fermentasi
No
Judul Litbang dan Rekayasa
Tahun
Anggaran
20. Pengembangan Pemanfaatan Biji Kakao
Non Fermentasi dan Kulit Biji sebagai
Komponen Aktif Pasta Gigi
85.413.000
21. Peningkatan Mutu Produk Sabun Spa dari
Lemak Kakao
112.800.000
22. Kajian Finger Print Mutu (Komponen Kimia
dan Organik) Biji Kakao di Sulawesi
124.230.000
23. Penyempurnaan Sistem Termal dan Sistem
Kontrol Pada Alat Tempering Cokelat Tipe
Silinder Berjaket
116.850.000
24. Desain dan Uji untuk Performa Dry
Aglomeration Crystalizor untuk Pembuatan
Minuman Serbuk Berbasis Kakao
107.210.000
25. Pemanfaatan Kulit Buah kakao untuk
Pembuatan Arang dan Asap Cair
2014
121.063.00
26. Pengembangan Produk Kosmetik Berbasis
Lemak Kakao
97.300.000
27. Diversifikasi Produk Biji Kakao Menjadi
Dark dan White Chocolate
67.661.000
28. Kajian Finger Print Mutu Biji Kakao
(Komponen Organik) di Sulawesi Barat dan
Tenggara)
199.998.000
29. Pembuatan Alat Kristalisasi Portabel
85.075.000
Perkembangan kinerja Balai Besar Industri Hasil Perkebunan juga bisa dilihat dari perkembangan jasa pelayanan teknis BBIHP atau besarnya penerimaan jasa pelayanan teknis atau Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dalam kurun waktu 5 tahun terakhir yang merupakan sasaran utama dari Penyedia Layanan Jasa Teknis. Besarnya total PNBP dalam 5 tahun terakhir dapat dilihat pada Tabel 2.4.
Tabel 2.4. Target dan Realisasi Penerimaan PNBP Tahun 2010 – 2014
Tahun
Penerimaan
%
Penggunaan
%
Target
Realisasi
Target
Realisasi
2010
933.523.000
669.565.455
71,72
933.523.000
499.297.000 53,49
2011
936.063.000
485.374.900
51,85
936.063.000
511.855.000 54,68
2012
936.065.000
800.137.850
90,86
891.932.000
653.888.000 85,47
2013
936.065.000
1.652.106.185.31 176,49
1.315.608.000 1.201.394.000 91,32
B. ARAH PEMBANGUNAN
Visi pembangunan Industri Nasional sebagaimana yang tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 28 Tahun 2008 tentang Kebijakan Industri Nasional adalah Indonesia menjadi Negara Industri Tangguh pada tahun 2025, dengan visi antara pada tahun 2020 sebagai Negara Industri Maju Baru. Untuk mewujudkan target-target tersebut, diperlukan upaya-upaya terstruktur dan terukur, yang harus dijabarkan ke dalam peta strategi yang mengakomodasi keinginan pemangku kepentingan berupa strategic outcomes yang terdiri dari: 1) Meningkatnya nilai tambah industri, 2) Meningkatnya penguasaan pasar dalam dan luar negeri, 3) Kokohnya faktor-faktor penunjang pengembangan industri, 4) Meningkatnya kemampuan inovasi dan penguasaan teknologi industri yang hemat energi dan ramah lingkungan, 5) Menguat dan lengkapnya struktur industri, 6) Meningkatnya persebaran pembangunan industri, serta 7) Meningkatnya peran industri kecil dan menengah terhadap PDB.
Dalam rangka merealisasikan target-target tersebut, Kementerian Perindustrian telah menetapkan dua pendekatan guna membangun daya saing industri nasional yang tersinergi dan terintegrasi antara pusat dan daerah. Pertama, melalui pendekatan
top-down dengan pengembangan 35 klaster industri prioritas yang direncanakan dari Pusat
(by design) dan diikuti oleh partisipasi daerah yang dipilih berdasarkan daya saing internasional serta potensi yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Kedua, melalui pendekatan bottom-up dengan penetapan kompetensi inti industri daerah yang merupakan keunggulan daerah, dimana pusat turut membangun pengembangannya, sehingga daerah memiliki daya saing.
a. Arah Kebijakan dan strategi BPKIMI
Sesuai dengan Kebijakan Industri Nasional (KIN) yang diamanatkan dalam Peraturan Presiden No. 28 Tahun 2008, RPJMN 2010-2014 dan Rencana Strategis Kementerian Perindustrian 2010-2014, maka arah kebijakan BPKIMI dalam kelitbangan industri tahun 2010-2014 adalah sebagai berikut:
1. Peningkatan kemampuan penguasaan teknologi maju;
2. Peningkatan fasilitas penerapan teknologi dan perlindungan HKI; 3. Peningkatan kualitas hasil litbang industri;
4. Peningkatan pengembangan kebijakan regulasi teknis dan kemampuan pelayanan teknis SNI lingkup industri;
5. Peningkatan pengembangan kebijakan menuju iklim usaha kondusif dan Kebijakan Industri Nasional (KIN) yang efektif;
7. Peningkatan pemanfaatan SDA lokal di industri
b. Arah Kebijakan dan Strategi BBIHP
Sesuai dengan Rencana Strategis BPKIMI 2010-2014, dan mengingat kebijakan merupakan pedoman pelaksanaan tindakan-tindakan tertentu untuk mencapai tujuan dan sasaran maka arah kebijakan BBIHP berdasarkan visi dan misi yang telah digariskan adalah:
1. Menciptakan kondisi ilmiah yang kondusif bagi terciptanya hasil-hasil riset terapan dan inovasi iptek yang bernilai komersil, dan memberikan manfaat nyata bagi industri dan dunia usaha.
- Mendorong inovasi berbasis litbang;
- Mendirikan Pusat Inovasi;
- Memberikan pendampingan kepada industri yang inovatif dan mendorong
hasil-hasil riset menjadi produk-produk bermafaat;
- Menerapkan sistem manajemen kelitbangan (KNAPP);
- Memberikan alokasi yang cukup untuk kegiatan kelitbangan
2. Menciptakan suasana kondusif bagi terlaksananya kegiatan pelayanan jasa teknis (standardisasi/pengujian, sertifikasi, kalibrasi, pelatihan dan konsultansi) sesuai dengan misi institusi.
- Mengembangkan prasarana untuk mendukung penerapan SNI wajib;
- Memperluas ruang lingkup pengakuan produk LPK yang diakui oleh KAN;
- Mempertahankan akreditasi secara nasional maupun internasional lembaga
penilaian kesesuaian (LPK).
3. Memberikan peluang yang sama bagi karyawan untuk meningkatkan pengetahuan dan keahlian untuk mendukung misi institusi, berdasarkan tugas dan kompetensi masing-masing pegawai
- Meningkatkan kualitas SDM litbang melalui berbagai program pendidikan (S2
dan S3) dan pelatihan;
- Melaksanakan program magang di industri;
- Mengembangkan potensi SDM litbang melalui kerjasama nasional maupun
international.
4. Memperluas jejaring/kemitraan dengan lembaga litbang atau industri terkait
- Mengembangkan sistem kerjasama penelitian;
- Melaksanakan seminar nasional.
5. Memperkuat sarana dan prasarana kelembagaan untuk meningkatkan pelayanan kepada mitra jejaring
- Mengembangkan kapasitas/kemampuan IT yang telah tersedia;
- Mengoptimalkan sarana dan prasarana IT yng tersedia;
A. SASARAN KEGIATAN TAHUN 2014
Sasaran strategis adalah penjabaran dari tujuan secara terukur, yaitu sesuatu yang akan dicapai/dihasilkan secara nyata oleh organisasi dalam kurun waktu satu tahun. Penetapan sasaran dirumuskan lebih spesifik, terukur, berorientasi pada hasil, dapat dicapai, dan memiliki kurun waktu satu tahun. Dalam sasaran dirancang pula indikator pencapaian sasaran, yaitu ukuran tingkat keberhasilan pencapaian sasaran yang telah diidentifikasi untuk diwujudkan pada tahun bersangkutan dan disertai dengan targetnya masing-masing. Sasaran diupayakan dapat dicapai dalam kurun waktu perencanaan strategi secara berkelanjutan (sustainable) dan memiliki dukungan secara nyata terhadap tujuan yang ditetapkan di dalam rencana strategis.
Sasaran yang ingin dicapai BBIHP pada tahun 2014 adalah sebagai berikut:
1. Meningkatnya hasil-hasil Litbang yang dimanfaatkan oleh industri;
2. Meningkatnya kerja sama litbang;
3. Meningkatnya publikasi ilmiah hasil litbang;
4. Meningkatnya usulan penerapan SNI;
5. Meningkatnya jasa pelayanan teknis kepada dunia usaha;
6. Meningkatnya Standardisasi Industri Daerah;
7. Meningkatnya budaya pengawasan pada unsur pimpinan dan staf;
8. Meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Dalam upaya pencapaian sasaran strategis tersebut, Pada tahun 2014 BBIHP memiliki satu kegiatan yaitu Penelitian dan Pengembangan Teknologi Hasil Perkebunan. Kegiatan tersebut terdiri dari 9 output seperti terlihat pada Tabel 3.1, dalam upaya meningkatkan dan mengembangkan kinerja untuk mendukung pelaksanaan Tupoksi,-
BAB III
Tabel 3.1 Output Kegiatan BBIHP Tahun 2014
No KODE OUTPUT VOLUME
1 1869.001 Hasil Kajian/Penelitian Penguasaan
Teknologi industri 4 Penelitian
2 1869.002 Hasil rekayasa Mesin/Peralatan Teknologi
Industri 1 Rekayasa
3 1869.003 Layanan Jasa Teknis 4 Layanan jasa Teknis
4 1869.004 Pengembangan Kelembagaan Balai
Besar/Baristand Industri 19 Kegiatan
5 1869.005 Dokumen Perencanaan /Penganggaran
/Pelaporan/Monitoring dan Evaluasi 5 Dokumen
6 1869.994 Layanan Perkantoran 12 Bulan
7 1869.996 Perangkat Pengolah Data dan Komunikasi 9 Unit
8 1869.997 Peralatan dan Fasilitas Perkantoran 19 Unit
9 1869.998 Gedung / Bangunan 36 m2
B. INDIKATOR KINERJA
Dalam rangka menguraikan lebih detail sasaran strategis di atas, maka Balai Besar Industri Hasil Perkebunan Makassar menetapkan Indikator Kinerja dan output pendukung:
1. Sasaran Strategis : Tingginya kemampuan inovasi dan penguasaan teknologi
industri;
Indikator Kinerja : 1. Hasil litbang yang siap diterapkan (2 Penelitian)
2. Hasil litbang yang telah diimplementasikan (1 Penelitian) Output Pendukung : 1. Hasil Kajian/ Penelitian Penguasaan Teknologi Industri
2. Hasil Rekayasa Mesin/ Peralatan Teknologi Industri
2. Sasaran Strategis : Meningkatkan kerja sama litbang
Indikator Kinerja : Meningkatkan kerja sama litbang instansi dengan industri (2
Kerja sama)
Output Pendukung : Pengembangan Kelembagaan Balai Besar/ Baristand Industri
3. Sasaran Strategis : Meningkatnya publikasi ilmiah hasil litbang
Indikator Kinerja : Karya tulis ilmiah yang dipublikasikan (5 karya tulis ilmiah)
4. Sasaran Strategis : Meningkatnya usulan penerapan SNI
Indikator Kinerja : Peningkatan jumlah jenis produk yang sudah bisa diuji di
laboratorium (4,7%) Output Pendukung : Layanan Jasa Teknis
Pengembangan Kelembagaan Balai Besar/ Baristand Industri
5. Sasaran Strategis : Meningkatnya jasa pelayanan teknis kepada dunia usaha
Indikator Kinerja : 1. Jumlah orang (5 orang)
2. Jumlah sample (1870 sampel)
3. Jumlah desain/prototip (1 desain/prototip)
4. Jumlah perusahaan yang dilayani (100 perusahaan) 5. Nilai JPT (Rp. 1.450.000.000)
Output Pendukung : Layanan Jasa Teknis
6. Sasaran Strategis : Meningkatnya Standardisasi Industri Daerah
Indikator Kinerja : 1. Jumlah SDM LPK yang memperoleh sertifikat (10
orang)
2. Jumlah Pengadaan Alat laboratorium (3 alat)
3. Jumlah lingkup pengakuan produk LPK yang diakui oleh KAN
Output Pendukung : 1. Layanan Jasa Teknis
2. Pengembangan Kelembagaan Balai Besar/ Baristand Industri
3. Peralatan dan Fasilitas Perkantoran
7. Sasaran Strategis : Meningkatkan budaya pengawasan pada unsur pimpinan dan
staf
Indikator Kinerja : Terbangunnya Sistem Pengendalian Intern di unit kerja (1
satker)
Output Pendukung : 1. Dokumen Perencanaan /Penganggaran /Pelaporan /Monitoring dan Evaluasi
2. Pengembangan Kelembagaan Balai Besar/ Baristand Industri
8. Sasaran Strategis : Meningkatkan kualitas pelayanan publik
Indikator Kinerja : Tingkat kepuasan pelanggan (indeks 4 dari skala 5)
Output Pendukung : Layanan Jasa Teknis
Rencana Kinerja Tahun 2014 merupakan proses penjabaran dari Sasaran, dan Program yang telah ditetapkan dalam Rencana Strategis yang akan dilaksanakan oleh BBIHP melalui berbagai kegiatan tahunan. Didalam Rencana Kinerja ditetapkan target kinerja tahun 2014 untuk seluruh indikator kinerja yang ada pada tingkat sasaran dan kegiatan. Target kinerja ini akan menjadi komitmen bagi institusi untuk mencapainya dalam satu periode tahun 2014, yang disusun setiap awal tahun anggaran atau periode tahun sebelumnya yaitu tahun 2013. Dengan kegiatan-kegiatan yang telah direncanakan oleh BBIHP diharapkan dapat mendukung tercapainya visi dan misi BBIHP sekaligus visi dan misi BPKIMI dan Kementerian Perindustrian. Rencana Kinerja (Renkin) BBIHP merupakan acuan dan arahan berkaitan dengan kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun 2014. Dengan rencana kinerja tersebut diharapkan kinerja BBIHP akan lebih jelas dan terukur sesuai dengan Rencana Jangka Menengah dan Jangka Panjang (RJPM) sehingga setahap demi setahap visi dan misinya dapat tercapai sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
Dalam Renkin Tahun 2014, Sasaran yang ingin dicapai BBIHP adalah sebagai berikut:
1. Meningkatnya hasil-hasil Litbang yang dimanfaatkan oleh industri;
2. Meningkatnya kerja sama litbang;
3. Meningkatnya publikasi ilmiah hasil litbang;
4. Meningkatnya usulan penerapan SNI;
5. Meningkatnya jasa pelayanan teknis kepada dunia usaha;
6. Meningkatnya Standardisasi Industri Daerah;
7. Meningkatnya budaya pengawasan pada unsur pimpinan dan staf;
8. Meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Rencana Kinerja (Renkin) yang telah ditetapkan diharapkan dapat dimengerti dan dipahami oleh seluruh personil BBIHP sehingga mereka akan mempunyai komitmen untuk mendukung setiap kegiatan yang telah direncanakan. Selain hal tersebut, kondisi perekonomian pada Tahun 2014 diasumsikan sama dengan tahun 2013. Apabila kondisi perekonomian membaik atau terjadi krisis yang akan mempengaruhi perekonomian Indonesia dan berdampak pada sektor industri, maka target kinerja dalam Renkin BBIHP Tahun 2014 perlu direvisi dan disesuaikan dengan kondisi tersebut.
LAMPIRAN - 1
RENCANA KINERJA
Unit : Balai Besar Industri Hasil Perkebunan
Tahun Anggaran : 2014 No. 1 1 2 3 4 5 6 7 8 Indikator Kinerja 3 Target 2 Kerjasama
Perspektif Pemangku Kepentingan / Stakeholder 2
Meningkatnya usulan penerapan SNI
4,7 %
Jumlah lingkup pengakuan produk LPK yang diakui oleh KAN
Terbangunnya Sistem Pengendalian Intern di unit kerja
3 alat 18 Lingkup Nilai (Rp.) JPT
Jumlah SDM yang memperoleh sertifikat
4
Meningkatnya hasil-hasil Litbang yang dimanfaatkan oleh industri
Hasil litbang yang siap diterapkan Hasil litbang yang telah
diimplementasikan
Kerja sama litbanginstansi dengan industri
Perspektif Pelaksanaan Tugas Pokok dan Fungsi
2 Penelitian 1 Penelitian
5 Karya Tulis Ilmiah
1870 Sampel 1 Desain/Prototip Karya tulis ilmiah yang dipublikasikan
Peningkatan jumlah jenis produk yang sudah bisa diuji di laboratorium
Jumlah Perusahaan yang dilayani Jumlah sampel
Jumlah Desain/Prototip Jumlah Orang
Sasaran Strategis
Meningkatnya kerja sama litbang
100 Perusahaan Rp. 1.450.000.000,-Meningkatnya Standardisasi
Industri Daerah
Meningkatnya publikasi ilmiah hasil litbang
5 Orang
Meningkatnya budaya pengawasan pada unsur pimpinan dan staf
1 Sistem 10 Orang
Meningkatkan kualitas pelayanan publik
Tingkat kepuasan pelanggan Indeks 4 Meningkatnya jasa pelayanan
Jumlah pengadaan alat laboratorium