• Tidak ada hasil yang ditemukan

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

P U T U S A N No. 702 K/Pid /2013

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G

memeriksa perkara Pidana dalam tingkat kasasi telah memutuskan sebagai berikut dalam perkara Terdakwa:

Nama : JUNAIDI Alias JUNED

Bin AMIN;

Tempat Lahir : Pati;

Umur/ tanggal lahir : 21 Tahun/ 20 Mei 1991;

Jenis Kelamin : Laki-laki;

Kebangsaan : Indonesia;

Tempat Tinggal : Dukuh Cingkru RT. 003

RW.003 Cabak, Tlogowungu, Pati;

Agama : Islam;

Pekerjaan : Petani/Pekebun;

Terdakwa berada di luar tahanan dan pernah ditahan:

1. Penyidik sejak tanggal 23 Juni 2012 sampai dengan tanggal 12 Juli 2012;

2. Perpanjangan Penuntut Umum sejak tanggal 13 Juli 2012 sampai dengan tanggal 21 Agustus 2012;

3. Penuntut Umum sejak tanggal 16 Agustus 2012 sampai dengan tanggal 4 September 2012;

4. Hakim Pengadilan Negeri sejak tanggal 27 Agustus 2012 sampai dengan

tanggal 25 September 2012;

yang diajukan di muka persidangan Pengadilan Negeri Surakarta karena didakwa:

DAKWAAN: PRIMAIR:

Bahwa Terdakwa Junaidi alias Juned Bin Amin pada hari Jum’at tanggal 22 Juni 2012 sekira pukul 19.30 Wib atau setidak-tidaknya pada tahun 2012, bertempat di Masjid Nurul Huda Rt. 006 RW.007, Karangasem, Laweyan, Kota Surakarta atau setidak-tidaknya pada suatu tempat yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Surakarta, telah mengambil barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain, dengan maksud untuk Hal. 1 dari 11 hal. Put. No. 702 K/Pid/2013

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

(2)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

dimiliki secara melawan hukum yang dilakukan pada waktu malam dalam

sebuah rumah atau pekarangan tertutup yang ada rumahnya yang dilakukan oleh orang yang ada disitu tidak diketahui atau tidak dikehendaki oleh yang berhak, perbuatan mana dilakukan Terdakwa dengan cara sebagai berikut:

• Berawal ketika Terdakwa pergi ke Masjid Nurul Huda, Terdakwa masuk ke dalam kamar saksi Arif dan Terdakwa melihat kunci kotak infaq diatas lemari sehingga seketika itu timbul niat dari diri Terdakwa untuk mengambil kunci tersebut sehingga ketika saksi Arif ke belakang untuk membuang bungkus makanan, Terdakwa langsung mengambil kunci kotak infaq tersebut dan Terdakwa segera meninggalkan kamar saksi Arif;

• Pada hari Jum’at tanggal 22 Juni 2012 sekira pukul 19.30 Wib, Terdakwa datang ke Masjid Nurul Huda Rt. 006 Rw. 007, Karangasem, Laweyan, Surakarta dan duduk di teras Masjid, Terdakwa melihat saksi Supardi akan menutup pintu gerbang masjid tetapi Terdakwa mengatakan kepada saksi Supardi bahwa Terdakwa yang akan menutup pintu gerbang masjid sehingga saksi Supardi masuk ke dalam masjid untuk mematikan lampu dan kemudian saksi Supardi masuk ke dalam kamar. Ketika masjid sudah dalam keadaan sepi, Terdakwa masuk ke dalam masjid kemudian membuka kotak infaq dengan menggunakan kunci yang telah Terdakwa ambil di kamar saksi Arif sebelumnya dan Terdakwa segera mengambil uang yang berada di dalam kotak infaq tersebut dan uangnya Terdakwa simpan di bawah karpet akan tetapi Terdakwa tidak langsung meninggalkan Masjid Nurul Huda, Terdakwa masih tiduran di sebelah barat kotak infaq, selang beberapa menit kemudian saksi Supardi tiba-tiba membuka pintu masjid dan bertanya kepada Terdakwa apakah Terdakwa sudah akan pulang karena saksi Supardi akan menutup pintu gerbang masjid dan saksi Supardi melihat kotak infaq sudah terbuka dan sudah tidak ada gemboknya, saksi Supardi juga melihat ada uang yang tercecer di lantai masjid sebesar Rp. 25.000,- (dua puluh lima ribu rupiah) dan sempat menanyakan kepada Terdakwa mengenai uang yang tercecer tersebut tetapi Terdakwa mengatakan tidak tahu kemudian Terdakwa segera meninggalkan Masjid Nurul Huda; 2

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

(3)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

• Saksi Supardi menceritakan peristiwa kotak infaq yang telah terbuka

kepada istrinya yaitu saksi Kusmiyati, yang kemudian oleh saksi Kusmiayati peristiwa tersebut juga diceritakan kepada saksi Sarwijiyanto sehingga saksi Sarwijiyanto mencari nomor telepon dan keberadaan Terdakwa dengan cara menanyakan nomor telepon kepada saksi Arif dan segera menghubungi Terdakwa dengan berpura-pura untuk membicarakan bisnis dan akhirnya bertemu dengan Terdakwa, dan seketika itu ditanya oleh saksi Sarwijiyanto apakah Terdakwa sudah membuka kotak infaq di Masjid Nurul Huda, Terdakwa langsung mengakui semua perbuatannya bahwa Terdakwa telah mengambil kunci kotak infaq di kamar saksi Arif dan mengambil uang yang ada dalam kotak infaq yang kemudian Terdakwa simpan dibawah karpet dan ketika diperiksa ternyata memang benar Terdakwa telah menyimpan uang di bawah karpet sebesar Rp. 64.000,- (enam puluh empat ribu rupiah); • Bahwa Terdakwa mengambil barang berupa uang dengan tujuan akan

digunakan untuk kepentingan pribadi Terdakwa yaitu pulang ke Pati dan Terdakwa melakukan perbuatan tersebut tanpa seijin atau sepengetahuan Masjid Nurul Huda selaku pemilik serta mengakibatkan kerugian kurang lebih sebesar Rp. 64.000,- (enam puluh empat ribu rupiah);

Perbuatan Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam Pidana Pasal 363 ayat (1) ke-3 KUHP;

SUBSIDAIR:

Bahwa Terdakwa Junaidi alias Juned Bin Amin pada hari Jum’at tanggal 22 Juni 2012 sekira pukul 19.30 Wib atau setidak-tidaknya pada tahun 2012, bertempat di Masjid Nurul Huda Rt. 006 RW.007, Karangasem, Laweyan, Kota Surakarta atau setidak-tidaknya pada suatu tempat yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Surakarta, telah mengambil barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain, dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum, perbuatan mana dilakukan Terdakwa dengan cara sebagai berikut:

• Pada hari Jum’at tanggal 22 Juni 2012 sekira pukul 19.30 Wib, Terdakwa datang ke Masjid Nurul Huda Rt. 006 Rw. 007, Karangasem, Laweyan, Surakarta dan duduk di teras Masjid, Terdakwa melihat saksi Supardi Hal. 3 dari 11 hal. Put. No. 702 K/Pid/2013

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

(4)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

akan menutup pintu gerbang masjid tetapi Terdakwa mengatakan kepada

saksi Supardi bahwa Terdakwa yang akan menutup pintu gerbang masjid sehingga saksi Supardi masuk ke dalam masjid untuk mematikan lampu dan kemudian saksi Supardi masuk ke dalam kamar. Ketika masjid sudah dalam keadaan sepi, Terdakwa masuk ke dalam masjid kemudian membuka kotak infaq dengan menggunakan kunci yang telah Terdakwa ambil di kamar saksi Arif kurang lebih 1 (satu) minggu sebelumnya dan Terdakwa segera mengambil uang yang berada di dalam kotak infaq tersebut dan uangnya Terdakwa simpan di bawah karpet akan tetapi Terdakwa tidak langsung meninggalkan Masjid Nurul Huda, Terdakwa masih tiduran di sebelah barat kotak infaq, selang beberapa menit kemudian saksi Supardi tiba-tiba membuka pintu masjid dan bertanya kepada Terdakwa apakah Terdakwa sudah akan pulang karena saksi Supardi akan menutup pintu gerbang masjid dan saksi Supardi melihat kotak infaq sudah terbuka dan sudah tidak ada gemboknya, saksi Supardi juga melihat ada uang yang tercecer di lantai masjid sebesar Rp. 25.000,- (dua puluh lima ribu rupiah) dan sempat menanyakan kepada Terdakwa mengenai uang yang tercecer tersebut tetapi Terdakwa mengatakan tidak tahu kemudian Terdakwa segera meninggalkan Masjid Nurul Huda;

• Saksi Supardi menceritakan peristiwa kotak infaq yang telah terbuka kepada istrinya yaitu saksi Kusmiyati, yang kemudian oleh saksi Kusmiyati peristiwa tersebut juga diceritakan kepada saksi Sarwijiyanto sehingga saksi Sarwijiyanto mencari nomor telepon dan keberadaan Terdakwa dengan cara menanyakan nomor telepon kepada saksi Arif dan segera menghubungi Terdakwa dengan berpura-pura untuk membicarakan bisnis dan akhirnya bertemu dengan Terdakwa, dan seketika itu ditanya oleh saksi Sarwijiyanto apakah Terdakwa sudah membuka kotak infaq di Masjid Nurul Huda, Terdakwa langsung mengakui semua perbuatannya bahwa Terdakwa telah mengambil kunci kotak infaq di kamar saksi Arif dan mengambil uang yang ada dalam kotak infaq yang kemudian Terdakwa simpan dibawah karpet dan ketika diperiksa ternyata memang benar Terdakwa telah menyimpan uang di bawah karpet sebesar Rp. 64.000,- (enam puluh empat ribu rupiah); 4

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

(5)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

• Bahwa Terdakwa mengambil barang berupa uang dengan tujuan akan

digunakan untuk kepentingan pribadi Terdakwa yaitu pulang ke Pati dan Terdakwa melakukan perbuatan tersebut tanpa seijin atau sepengetahuan Masjid Nurul Huda selaku pemilik serta mengakibatkan kerugian kurang lebih sebesar Rp. 64.000,- (enam puluh empat ribu rupiah);

Perbuatan Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam Pidana Pasal 362 KUHP;

Mahkamah Agung tersebut;

Membaca Tuntutan Pidana Jaksa/Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Surakarta tanggal 17 September 2012 sebagai berikut:

1. Menyatakan Terdakwa Junaidi alias Juned Bin Amin bersalah melakukan Tindak Pidana “pencurian dengan pemberatan” sebagaimana diatur dan diancam Pidana dalam Pasal 363 ayat (1) ke-3 K.U.H.Pidana dalam surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum;

2. Menjatuhkan Pidana terhadap Terdakwa JUNAIDI alias JUNED Bin AMIN berupa Pidana penjara selama 10 (sepuluh) bulan dikurangi selama Terdakwa berada dalam tahanan sementara, dengan perintah Terdakwa tetap ditahan;

3. Menyatakan barang bukti:

a. 1 (satu) unit sepeda motor Yamaha Mio Soul No.Pol AE 4743 JT warna hitam tahun 2009 (dikembalikan kepada yang berhak yaitu sdr. Badruzzaman, Spd);

b. Uang tunai sebesar Rp. 64.000,- (enam puluh empat ribu rupiah); c. 1 (satu) set kunci;

d. 1 (satu) buah gembok

(dikembalikan kepada yang berhak yaitu Masjid Nurul Huda, Karangasem, Laweyan, Surakarta);

4. Menetapkan agar Terdakwa membayar biaya perkara sebesar Rp. 1.000,- (seribu rupiah);

Membaca Putusan Pengadilan Negeri Surakarta No. 248/Pid.B/2012/ PN.SKA tanggal 26 September 2012 yang amar lengkapnya sebagai berikut:

Hal. 5 dari 11 hal. Put. No. 702 K/Pid/2013

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

(6)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

1. Menyatakan Terdakwa Junaidi alias Juned bin Amin tersebut diatas

tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak Pidana dalam dakwaan primair;

2. Membebaskan Terdakwa tersebut dari dakwaan primair tersebut; 3. Menyatakan Terdakwa Junaidi alias Juned bin Amin tersebut diatas

telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak Pidana “Pencurian”;

4. Menjatuhkan Pidana kepada Terdakwa dengan Pidana penjara selama 3 (tiga) bulan dan 6 (enam) hari;

5. Menetapkan masa penahanan Terdakwa dikurangkan seluruhnya dari Pidana yang dijatuhkan;

6. Memerintah Terdakwa dibebaskan/dikeluarkan dari tahanan;

7. Menetapkan barang bukti berupa: 1 (satu) set kunci, 1 (satu) buah gembok dan uang tunai sebesar Rp. 64.000,- (enam puluh empat ribu rupiah) dikembalikan kepada Masjid Nurul Huda Karangasem, Laweyan, Surakarta, sedangkan 1 (satu) unit sepeda motor Yamaha Mio Soul No.Pol.AE 4743 JT warna hitam tahun 2009 dikembalikan kepada yang berhak BADRUZZAMAN, Spd melalui Terdakwa;

8. Membebankan Terdakwa untuk membayar biaya perkara sebesar Rp. 1.000,- (seribu rupiah);

Membaca Putusan Pengadilan Tinggi Semarang No. 364/Pid/2012/ PT.Smg tanggal 8 Januari 2013 yang amar lengkapnya sebagai berikut:

• Menerima permintaan banding dari Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Surakarta;

• Menguatkan Putusan Pengadilan Negeri Surakarta tanggal 26 September 2012 No. 248/Pid.B./2012/PN.Ska. yang dimintakan banding tersebut; • Membebankan biaya perkara kepada Terdakwa pada kedua tingkat

peradilan yang dalam tingkat banding ditetapkan sebesar Rp. 2.500,- (dua ribu lima ratus rupiah) ;

Mengingat akan akta tentang Permohonan Kasasi No. 05/ Akta.Pid.B/2013/PN.Ska yang dibuat oleh Panitera pada Pengadilan Negeri Surakarta yang menerangkan, bahwa pada tanggal 12 Februari 2013 Jaksa/ Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Surakarta mengajukan Permohonan Kasasi terhadap Putusan Pengadilan Tinggi tersebut;

6

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

(7)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Memperhatikan Memori Kasasi tanggal 19 Februari 2013 dari Jaksa/

Penuntut Umum sebagai Pemohon Kasasi yang diterima di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Surakarta pada tanggal 20 Februari 2013;

Membaca surat-surat yang bersangkutan;

Menimbang, bahwa Putusan Pengadilan Tinggi tersebut telah diberitahukan kepada Jaksa/Penuntut Umum pada tanggal 5 Februari 2013 dan Jaksa/Penuntut Umum mengajukan Permohonan Kasasi pada tanggal 12 Februari 2013 serta Memori Kasasinya telah diterima di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Surakarta pada tanggal 20 Februari 2013 dengan demikian Permohonan Kasasi beserta dengan alasan-alasannya telah diajukan dalam tenggang waktu dan dengan cara menurut undang-undang, oleh karena itu Permohonan Kasasi tersebut formal dapat diterima;

Menimbang, bahwa alasan-alasan yang diajukan oleh Pemohon Kasasi/ Jaksa Penuntut Umum pada pokoknya sebagai berikut:

1. Tidak menerapkan atau menetapkan peraturan hukum tidak sebagaimana mestinya. Bahwa putusan Pengadilan Negeri Surakarta tidak memenuhi memenuhi rasa keadilan masyarakat dan kurang tepatnya penerapan hukum pada unsur pasal yang ke-6 yaitu "yang dilakukan pada waktu malam dalam sebuah rumah atau pekarangan tertutup yang ada rumahnya yang dilakukan oleh orang yang ada disitu tidak diketahui atau tidak dikehendaki oleh yang berhak" sehingga Majelis Hakim Pengadilan Negeri Surakarta telah keliru dengan tidak menerapkan hukum sebagaimana mestinya sehingga putusan Majelis Hakim PN Surakarta tersebut tidak memperhatikan fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan, karena menurut kami (JPU) Hakim di dalam pertimbangan putusan tidak mempertimbangkan fakta-fakta yang terjadi. Di dalam persidangan terungkap bahwa Saksi Supardi bertempat tinggal di sebuah kamar yang berada di dalam lingkungan Masjid bersama dengan keluarganya dan kesehariannya saksi Supardi tidur di tempat tersebut dan saksi Supardi adalah orang yang diserahi tanggungjawab menjaga Masjid Nurul Huda, dan pada hari Jumat tanggal 22 Juni 2012 setelah melaksanakan sholat Isya berjamaah sekira pukul 19.30 Wib, saksi Supardi segera menutup gerbang tetapi tidak penuh masih terbuka sedikit karena Terdakwa masih berada di teras Masjid dan Hal. 7 dari 11 hal. Put. No. 702 K/Pid/2013

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

(8)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

bilang kepada saksi Supardi bahwa Terdakwa yang akan menutup

gerbangnya kemudian saksi Supardi segera masuk kamar penjaga Masiid, mematikan lampu masjid namun ketika saksi Supardi keluar kamar, saksi melihat ada sepeda motor milik Terdakwa tetapi Terdakwa tidak ada kemudian saksi Supardi membuka pintu gerbang depan masjid saksi Supardi sempat melihat sepintas ada orang di dalam masjid dekat dengan kotak infaq, kemudian saksi Supardi masuk ke dalam masjid dan melihat Terdakwa sedang tiduran dan saksi Supardi melihat kotak infaq sudah tidak ada gemboknya dan melihat ada uang yang tercecer di bawah kotak infaq tersebut. Di dalam persidangan juga terungkap bahwa saksi Arif Rahmatullah Jamil menerangkan saksi bertempat tinggal di sebuah kamar yang berada di dalam lingkungan masjid dan saksi adalah orang yang diserahi tanggungjawab membuka kotak infaq Masjid Nurul Huda dan biasa meletakkan kunci gembok kotak infaq diatas lemari di dalam kamarnya. Bahwa saksi sudah mengenal Terdakwa karena Terdakwa beberapa kali bermain ke kamar saksi dan sering melaksanakan sholat berjamaah di Masjid Nurul Huda tersebut dan Terdakwa telah mengambil kunci kotak infaq tersebut beberapa hari sebelum dilakukannya tindak pidana tersebut. Bahwa berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana karangan R. Sugandi, SH pada penjelasan Pasal 363 ayat (1) ke-3 KUHP pada halaman 379 adalah yang dimaksud "pada waktu malam" sebagaimana dimaksud oleh Pasal 98 KUHP adalah waktu antara matahari terbenam dan terbit kembali. Bahwa yang dimaksud "rumah" adalah bangunan yang dipergunakan sebagai tempat tinggal siang dan malam. Gubug, gerbong kereta api dan petak-petak kamar apabila didiami siang dan malam termasuk dalam pengertian rumah. Yang dimaksud dengan "pekarangan tertutup" adalah dataran tanah yang pada sekelilingnya ada pagarnya dan tanda lain yang dapat dianggap sebagai batas. Dapat disimpulkan bahwa saksi Supardi dan saksi Arif Rahmatullah Jamil bertempat tinggal di dalam sebuah kamar yang masih berada di dalam lingkungan Masjid Nurul Huda, Karangasem, Laweyan Surakarta dan kamar tersebut berada dalam lingkungan Masjid Nurul Huda Karangasem Laweyan Surakarta

8

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

(9)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

yang ada pagar sebagai pembatasnya sehingga dapat dikategorikan

sebagai "pekarangan tertutup yang ada rumahnya";

2. Dalam cara mengadili tidak dilaksanakan menurut ketentuan Undang-Undang. Bahwa Majelis Hakim Pengadilan Negeri Surakarta telah menjatuhkan Pidana penjara terhadap Terdakwa selama 3 (tiga) bulan dan 6 (enam) hari dikurangi selama Terdakwa menjalani masa penahanan sementara adalah jelas kurang memberikan rasa keadilan bagi masyarakat dan kurang memberikan efek jera terhadap si pelaku tindak Pidana karena Majelis Hakim Pengadilan Negeri Surakarta hanya mempertimbangkan besar uang yang telah diambil oleh Terdakwa yaitu sebesar Rp. 64.000,- (enam puluh empat ribu rupiah) serta Terdakwa belum sempat menikmati hasil kejahatannya dengan mengesampingkan tahapan atau cara Terdakwa mengambil uang tersebut, uang yang diambil merupakan uang umat yang melaksanakan ibadah di Masjid Nurul Huda Karangasem Laweyan Surakarta. Bahwa dapat kami jelaskan, fakta yang terungkap dalam persidangan Terdakwa sebelum mengambil uang dalam kotak infaq pada hari Jumat tanggal 22 Juni 2012 tersebut, beberapa hari sebelumnya sudah mengambil kunci gembok kotak infaq dari atas lemari yang berada di kamar saksi Arif Rahmatullah Jamil sehingga sudah terdapat perencanaan terlebih dahulu oleh Terdakwa sebelum melakukan tindak Pidana tersebut;

Menimbang, bahwa atas alasan-alasan tersebut Mahkamah Agung berpendapat:

• Bahwa alasan-alasan kasasi Jaksa Penuntut Umum tidak dapat dibenarkan; Judex Facti tidak salah menerapkan hukum, karena telah mempertimbangkan pasal aturan hukum yang menjadi dasar pemidanaan dan dasar hukum dari Putusan serta pertimbangan keadaan-keadaan yang memberatkan dan keadaan-keadaan yang meringankan sesuai Pasal 197 ayat (1) f KUHAP;

• Bahwa perbuatan Terdakwa mengambil uang Rp. 64.000,- (enam puluh empat ribu rupiah) milik Masjid Nurul Huda dalam kotak infaq memenuhi unsur-unsur Pasal 362 KUHP;

• Bahwa lagipula alasan Kasasi tersebut mengenai penilaian hasil pembuktian yang bersifat penghargaan tentang suatu kenyataan, alasan Hal. 9 dari 11 hal. Put. No. 702 K/Pid/2013

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

(10)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

semacam itu tidak dapat dipertimbangkan dalam pemeriksaan pada

tingkat Kasasi, karena pemeriksaan dalam tingkat Kasasi hanya berkenaan dengan tidak diterapkan suatu peraturan hukum atau peraturan hukum tidak diterapkan sebagaimana mestinya, atau apakah cara mengadili tidak dilaksanakan menurut ketentuan Undang-undang, dan apakah Pengadilan telah melampaui batas wewenangnya, sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 253 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (Undang-Undang No. 8 Tahun 1981);

• Bahwa lamanya pidana yang dijatuhkan merupakan kewenangan Judex Facti yang tidak tunduk pada pemeriksaan tingkat kasasi;

Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan di atas, lagi pula ternyata, Putusan Judex Facti dalam perkara ini tidak bertentangan dengan hukum dan/ atau undang-undang, maka Permohonan Kasasi tersebut harus ditolak;

Menimbang, bahwa oleh karena kasasi ditolak dan Termohon Kasasi/ Terdakwa tetap dihukum maka biaya perkara dibebankan pada Terdakwa;

Memperhatikan Pasal 362 KUHP, Undang-Undang No. 48 Tahun 2009, Undang-Undang No. 8 Tahun 1981 dan Undang-Undang No. 14 Tahun 1985 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang No. 5 Tahun 2004 dan perubahan kedua dengan Undang-Undang No. 3 Tahun 2009 serta peraturan Perundang-undangan lain yang bersangkutan;

M E N G A D I L I

Menolak Permohonan Kasasi dari Pemohon Kasasi: Jaksa/Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Surakarta tersebut;

Membebankan biaya perkara dalam tingkat kasasi kepada Terdakwa sebesar Rp. 2.500,- (dua ribu lima ratus rupiah;

Demikianlah diputuskan dalam rapat permusyawaratan Mahkamah Agung pada hari Senin, tanggal 27 Januari 2014 oleh Dr. Artidjo Alkostar, S.H.,LL.M., Hakim Agung yang ditetapkan oleh Ketua Mahkamah Agung sebagai Ketua Majelis, Dr. H. Sofyan Sitompul, S.H.,M.H., dan Dr. Drs. H. Dudu D. Machmudin, S.H.,M.Hum., Hakim-Hakim Agung sebagai Hakim Anggota dan diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum pada hari itu juga oleh Ketua Majelis dengan dihadiri Hakim-Hakim Anggota tersebut, dan dibantu oleh

10

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

(11)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Frensita Kesuma Twinsani, S.H.,M.Si.,M.H., Panitera Pengganti dan tidak

dihadiri oleh Penuntut Umum dan Terdakwa.

Anggota-Anggota Ketua

Ttd/ Ttd/

Dr. H. Sofyan Sitompul, S.H.,M.H., Dr. Artidjo Alkostar, S.H.,LL.M., Ttd/

Dr. Drs. H. Dudu D. Machmudin, S.H.,M.Hum.,

Panitera Pengganti Ttd/

Frensita Kesuma Twinsani, S.H.,M.Si.,M.H.,

Untuk Salinan Mahkamah Agung RI

a.n. Panitera

Panitera Muda Perkara Pidana,

Dr. H. Zainuddin, SH.M.Hum NIP. 19581005 198403 1 001

Hal. 11 dari 11 hal. Put. No. 702 K/Pid/2013

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

Referensi

Dokumen terkait

Setelah dilakukan tahap diagnosis, maka tahap selanjutnya yaitu prognosis, yang menyimpulkan permasalahan konseli yang merupakan tahap penentuan terapi yang sesuai

 Setelah daerah transisi, pada jarak tertentu dari lubang baut, baru seluruh luas penampang dapat dianggap memikul tegangan tarik secara merata.  Bagian profil siku yang memikul

Dengan penyelesaian pembiayaan Non Performing Financing (NPF) menggunakan metode penjadualan kembali bank tidak diperbolehkan menambah jumlah tagihan pembiayaan yang

Pada siklus II aktivitas guru kembali mengalami peningkatan yaitu pada pertemuan pertama siklus II memperoleh skor 32 dengan persentase 89% berkategori amat baik,

"Pertumbuhan ekonomi dan ketimpangan pembangunan ekonomi antar wilayah kebijakan pembangunan di Provinsi Jawa Timur", EQUILIBRIUM : Jurnal Ilmiah Ekonomi dan

Visi Fakultas Sains dan Teknologi UIN Malang adalah “Menjadi Fakultas Sains dan Teknologi terkemuka dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan

11/33/PBI/2009 tentang pelaksanaan GCG Bagi Bank Umum, Bank Syariah dan UUS dalam Pasal 2 dijelaskan bahwa pelaksanaan pelaksanaan prinsip- prinsip GCG minimal

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai persepsi mahasiswa perempuan tentang tayangan serial drama Korea dengan mengambil tujuh dari delapan