Modul ke:
Fakultas
Program Studi
Modul Perkuliahan II
Ekonomi Politik Media
PenSumber-Sumber Ekonomi Media dan Pasar Media
Ponco Budi Sulistyo., S.Sos., M.Comm., PhD
2
PASCA SARJANA Magister Ilmu Komunikasi
Judul Sub Bahasan
Sumber-sumber ekonomi media sebagai industri serta kompetisi antar media dalam memperebutkan sumber-sumber tersebut.
Definisi dan Konsep
• Sumber ekonomi media adalah sumber material yang
menentukan kelangsungan hidup industri media, baik secara
langsung maupun tidak langsung. Dilihat dari perspektif
ekologi media, sumber ekonomi media adalah makanan yang
membuat media sebagai makhluk hidup bisa bertahan.
Sebagai suatu industri, media bersaing dalam memperebutkan
sumber-sumber ekonomi tersebut.
Sumber-sumber primer ekonomi media adalah :
• Jenis Isi Media (types of content)
• Penonton/Pemirsa (types of audience)
• Modal atau Kapital (iklan, iuran, pajak)
Definisi dan Konsep
Relasi media dan sumber-sumber ekonomi media:
• Kelangsungan hidup media ditentukan oleh perolehan isi,
penonton, dan iklan.
• Persaingan antarindustri media massa adalah persaingan
memperebutkan sumber-sumber ekonomi media.
• Persaingan antarindustri media sejenis relatif lebih ketat
dibanding media yang jenisnya berbeda.
• Secara teoretis, makin baik isi media, makin banyak pembaca,
penonton, atau pemirsa, maka makin banyak iklan.
Generalis VS Spesialis
Konsep generalis dan spesialis :
• Terdapat konsep generalis dan spesialis berkaitan dengan
sumber-sumber ekonomi media: generalis dan spesialis:
• Suatu media dikatakan generalis jika dia memiliki
sumber-sumber ekonomi yang beragam. Artinya, suatu media
dikatakan generalis jika dia memiliki content, audience, dan
capital yang beragam.
•
• Suatu media dikatakan spesialis jika dia memiliki
sumber-sumber ekonomi yang terbatas. Artinya, suatu media
dikatakan generalis jika dia memiliki content, audience, dan
capital yang sejenis atau terbatas.
Generalis VS Spesialis
• Dilihat dari sisi ekonomi, secara teoretis, makin generalis
sumber-sumber ekonomi suatu media, makin besar
peluangnya untuk bertahan dan mengembangkan diri.
• Tetapi, dari sisi perkembangan masyarakat, saat ini dan di
masa mendatang media massa cenderung makin spesialis.
• Karena secara teoretis makin generalis media, makin besar
keuntungannya, industri media relatif bersifat generalis.
Akibatnya, persaingan industri media rekatif ketat.
• Spesialisasi dalam industri media sesungguhnya bisa
mengurangi ketatnya persaingan industri media. Sebabnya,
setiap media memiliki ‘’sawah’’ sendiri-sendiri.
•
•
Memahami Pasar Media
Mendefinisikan pasar media secara tepat bukan perkara mudah.
Ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan ketika
mendefinisikan pasar media:
• Geografis: internasional, nasional, regional, atau lokal.
• Area: pasar buat pengiklan atau buat audiens, termasuk di
dalamnya jumlah produsen atau share market (misalnya
revenue iklan, rating, dan sirkulasi)
Pasar Media: Audiens dan Iklan
• Menurut Picard (1989), industri media itu unik karena memiliki pasar ganda: audiens dan pengiklan.
• Audiens atau khalayak bisa diukur lewat tingkat sirkulasi untuk media cetak atau rating untuk media elektronik. Tingkat sirkulasi atau rating biasanya ditentukan oleh content.
• Media memasarkan produk bagi khalayak dan pengiklan. Televisi menyiarkan sinetron agar ditonton oleh penonton dan agar pengiklan memasang iklan pada program sinetron tersebut.
•
• Khalayak adalah orang-orang yang mengonsumsi produk yang dihasilkan oleh media. Dalam dunia media, tingkat, besar atau jumlah khlayak suatu media bisa dilihat dari jumlah orang yang mengonsumsi media tersebut.
Pasar Media: Audiens dan Iklan
• Pengiklan biasanya memutuskan memasang iklan di media
massa berdasarkan daya jangkau (access to audience). Karena
itu, pengiklan merupakan pasar yang berhubungan dengan
geografis. Tingkat perolehan iklan biasanya dihitung dari
revenue.
• Pengiklan
adalah
lembaga
atau
perorangan
yang
menggunakan
media
untuk
menginformasikan
atau
memasarkan produk mereka. Output dari pengiklan sebagai
pasar adalah revenue atau penghasilan dari iklan bagi suatu
media.
Pasar Media: Audiens dan Iklan
• Secara teoretis-kuantitatif, khalayak dan pengiklan sebagai pasar mempunyai hubungan yang erat. Jika suatu produk media dikonsumsi oleh banyak khalayak, pengiklan pun akan banyak, sehingga media tersebut memperoleh keuntungan. Artinya, secara teoretis-kuantitatif, makin besar khalayak, maka akan makin besar pendapatan dari pengiklan dan makin besar keuntungan perusahaan media.
• Dalam konteks hubungan khalayak, iklan, dan keuntungan ekonomi media, maka klahayak adalah buruh tanpa gaji yang bekerja untuk media sehingga perusahaan media mendapat keuntungan ekonomi. Di sisi lain, bisa pula dikatakan khalayaklah yang menggaji pekerja media.
Pasar Media: Audiens dan Iklan
• Namun, hubungan antara khalayak dan iklan tidak selalu
berbanding lurus secara kuantitatif. Ada media massa yang
jumlah khalayaknya relatif sedikit, tetapi karena media massa
tersebut punya citra tertentu (kualitatif), banyak pengiklan
mengiklankan produk di media massa tersebut.
• Tidak semua media mempunyai pasar ganda. Pasar buku
hanya khalayak atau pembaca. Film dan rekaman umumnya
tergantung hanya pada khalayak, meski sejumlah film dan
rekaman memperoleh penghasilan dari iklan atau sponsor.
Pemasukan televisi berlangganan terutama berasal dari
pelanggan. Pasar public relations juga hanya pelanggan atau
pengguna jasa.
.
Tipe Struktur Pasar (Media)
• Monopoli: hanya ada satu produsen yang menguasai pasar. Struktur pasar monopoli kebanyakan terjadi di negara-negara komunis atau otoriter. Di Indonesia, Televisi Republik Indonesia (TVRI) memonopoli industri televisi siaran di masa pemerintahan Orde Baru. Contoh lain adalah TV kabel dan sebagian besar koran.
• Oligopoli: ada beberapa produsen yang bermain di pasar. Namun, ada satu produsen yang relatif lebih dominan dibanding lainnya. Contoh: TV jaringan, film, industri rekaman.
• Kompetisi monopolistik adalah tipe struktur pasar ketika banyak produsen di pasar yang memproduksi produk yang nyaris sejenis. Industri buku, majalah, dan radio merupakan contoh industri media yang beroperasi dalam pasar kompetisi monopolistik.
•
Struktur Pasar
Struktur pasar pasar adalah kondisi atau karakteristik pasar tempat media beroperasi. Struktur pasar sebaiknya dipahami melalui penilaian karakteristik ekonominya. Yang termasuk dalam struktur pasar adalah jumlah pembeli atau penjual, diferensiasi produk, rintangan bagi kompetitor, struktur biaya, dan integrasi vertikal.
• Jumlah Produsen. Jumlah produsen dalam suatu pasar menentukan konsentrasi pasar.
• Diferensiasi Produk. Mengacu pada upaya produsen membedakan produknya dengan produk produsen lain secara tegas (baik secara nyata maupun dalam tataran citra atau image) bagi konsumen.
• Rintangan bagi Produsen Lain. Ini mengacu pada rintangan bagi produsen baru ketika memasuki pasar tertentu. Rintangan itu bisa berupa terbatasnya modal atau faktor lain, misalnya regulasi.
Struktur Pasar
• Struktur Biaya. Berkaitan dengan biaya atau ongkos produksi dalam pasar tertentu. Total biaya terdiri dari biaya langsung (fixed
cost/direct cost) dan biaya lain-lain (variable cost/inderect cost).
• Integrasi Vertikal . Ini merupakan integrasi, sinergi, atau kerjasama berbagai aspek dalam organisasi, seperti aspek produksi, distribusi, eksebisi. Dengan perkataan singkat, integrasi vertikal adalah perusahaan media yang menghasilkan produk dari hulu ke hilir.
Jumlah Produsen
• Struktur pasar sebaiknya dipahami melalui penilaian
karakteristik
ekonominya.
Struktur
pasar:
jumlah
pembeli/penjual,
diferensiasi
produk,
rintangan
bagi
kompetitor, struktur biaya, integrasi vertikal.
• Jumlah produsen dalam suatu pasar menentukan konsentrasi
pasar.pasar terkonsentrasi bila ia didominasi oleh hanya
beberapa perusahaan besar. Makin sedikit jumlah produsen,
makin besar peluang menguasai pasar.
Perilaku Pasar
• Perilaku pasar mengacu pada kebijakan atau perilaku yang diperlihatkan oleh produsen dan konsumen dalam pasar. Yang termasuk perilaku pasar adalah perilaku harga, strategi produk/iklan, riset dan inovasi, rencana investasi, taktik legal.
Perilaku Harga
• Picard mengidentifikasi empat orientasi harga: (a) harga berdasarkan permintaan, yaitu harga yang diatur oleh pasar; (b) harga berdasarkan target keuntungan, yaitu harga yang didasarkan pada keinginan memperoleh besar keuntungan tertentu; (c) harga bersaing, yaitu harga yang ditentukan dengan melihat harga yang ditawarkan kompetitor; (d) harga normal industri, yaitu harga yang ditentukan oleh industri itu sendiri, bukan ditentukan oleh pasar.
Perilaku Pasar
• Strategi Produk dan Iklan, mengacu pada keputusan yang didasarkan pada produk aktual yang dihasilkan produsen, termasuk cara mengemas dan mendesainnya.
• Riset dan Inovasi, merupakan aktivitas perusahaan untuk mendiferensiasi dan meningkatkan produk dari waktu ke waktu.
• Investasi, mengacu pada pengadaan sumber-sumber yang dibutuhkan untuk memproduksi barang atau jasa. Pembelian kamera atau pendirian pemancar atau transmisi merupakan investasi bagi industri televisi siaran.
• Taktik Legal, merupakan upaya yang berkaitan dengan hukum, yang dilakukan oleh perusahaan dalam suatu pasar.
Kinerja Pasar
• Kinerja pasar mencakup analisis kemampuan perusahaan untuk mencapai tujuan berdasarkan kriteria tertentu.
• Kinerja pasar biasanya dilihat dari perspektif orang luar, ketimbang dari perspektif perusahaan sendiri. Artinya, orang atau institusi luar yang melihat kinerja pasar, bukan perusahaan itu sendiri. Para pengambil keputusan, misalnya, menilai efisiensi ekonomi industri tertentu melalui kriteria tertentu, dan jika perlu melakukan berbagai perbaikan untuk meningkatkan kinerja pasar.
• Dalam konteks ini, kinerja pasar dinilai berdasarkan orientasi makroekonomi. Kinerja pasar terdiri dari efisiensi produk, efisiensi alokasi, kemajuan, keadilan.
Kinerja Pasar
• Efisiensi, adalah kemampuan perusahaan memaksimalkan
kekayaannya. Efisiensi terdiri dari efisiensi teknis dan efisiensi
alokasi.
• Keadilan, ekuitas atau keadilan berkaitan dengan hasil atau
kepuasan yang terdistribusi di antara produsen dan konsumen.
• Kemajuan, mengacu pada kemampuan perusahaan dalam
suatu pasar untuk meningkatkan kualitas produk dari waktu ke
waktu.
Evaluasi Pasar Media
Evaluasi pasar meliputi:
• Apakah suatu industri media sudah menempatkan investasinya
secara tepat, termasuk mengidentifikasi pemain-pemain
utama.
• Konsentrasi pasar: konsentrasi kepemilikan dan konsentrasi
market share.
• Difersifikasi usaha.
• Pengaruh regulasi pada industri media.
Referensi
• Albarian, Alan B, Media Economics: Understanding Markets,
Industries, and Concept, Iowa: Iowa State University Press, 1996.
• Alexander, Alison et.al (ed), Media Economics: Theories and
Practice, New Jersey: Lawrence Erlbaum Associates Publishers,
1998.
• Dimmick dan Rothenbuhler, The Theory of Niche: Quantifing
Competition among Media Industry, Jurnal of Communication,
Winter 1984.
• Kansong, Usman. (2009). Ekonomi Media : Pengantar Konsep dan