• Tidak ada hasil yang ditemukan

BADAN PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BADAN PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA"

Copied!
96
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN KINERJA

INSTANSI

PEMERINTAH

(LKjIP) TAHUN

2019

BADAN PENDAPATAN DAERAH

KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

(2)

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKjIP)

BADAN PENDAPATAN DAERAH

(3)
(4)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Tahun 2019

Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara

ii

RINGKASAN EKSEKUTIF

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2019 merupakan bentuk pertanggungjawaban atas pengelolaan sumber daya sesuai dengan urusan wajib yang menjadi kewenangan yang dijabarkan dalam tugas pokok dan fungsi sebagai mandat.

LKjIP ini merupakan capaian kinerja (performance results) sesuai dengan rencana kinerja (performance plan) yang ditetapkan, dan secara umum realisasi terhadap target kinerja sasaran strategis yang ditetapkan sebagai berikut:

Sasaran Strategis Indikator Kinerja Utama Target (Tercantum dalam PK)

Perhitungan Capaian Tahun 2019 Selisih Capaian 2019 VS Target 2019 Capaian Kinerja Tahun 2019 Kategori Meningkatnya Pendapatan Asli Daerah Pertumbuhan kontribusi PAD terhadap APBD (%)

7,81% Jumlah PAD 514.093.633.924 0,15% 101,67% Sangat

Tinggi Total Pendapatan Daerah 5.635.175.764.846

Hasil 9,12 %

Pertumbuhan Pajak Daerah (%)

12,94% Jumlah Realisasi Pajak Tahun Sebelumnya

60.991.506.675 10,2% 178,52% Sangat Tinggi Jumlah Realisasi Pajak

Tahun Sekarang 75.132.818.869,33 Hasil 23,19% Pertumbuhan Retribusi Daerah (%) 8,47% Jumlah Realisasi Retribusi Tahun Sebelumnya 6.219.679.404,16 -10,51% 22,49% Sangat Rendah Jumlah Realisasi Retribusi Tahun Sekarang

6.409.603.433 Hasil 3,05 % Meningkatnya layanan PAD berbasis IT Indeks Kepuasan Masyarakat terhadap pelayanan 75 Opini masyarakat terhadap pelayanan PAD berdasarkan hasil survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) 75 75 100,00% Sangat Tinggi Meningkatnya kompetensi SDM Aparatur Persentase SDM perpajakan yang telah mengikuti Bimtek/Pelatihan (%)

70 Jumlah Pegawai yang telah mengikuti Diklat Teknis Fungsional sesuai kebutuhan organisasi

280 13,83% 119,75% Sangat Tinggi

Total jumlah pegawai yang seharusnya mengikuti Diklat Teknis Fungsional

334

Hasil 83,83%

Kontribusi PAD terhadap Pendapatan Daerah sangat tinggi yaitu 9,12%. Angka ini lebih tinggi dibandingkan tahun 2018 yang mencapai 7,77% (walaupun tingkat capaian sudah mencapai 99,49%). Namun realisasi PAD mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2018. Realisasi PAD tahun 2019 sebesar Rp75.132.818.869,33 sedangkan tahun 2018 hanya Rp60.991.506.675. Kondisi ini menunjukkan bahwa sebenarnya kinerja Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara secara umum sudah cukup baik, karena meningkatnya PAD diiringi dengan peningkatan total Pendapatan Daerah, terutama dari Lain-Lain Pendapatan yang Sah, yang meningkat sebesar Rp400.430.404.993,05

Pada realisasi pajak daerah, di tahun 2019 lebih tinggi dibandingkan tahun 2018, yaitu sebesar Rp75.132.818.869,33 sedangkan realisasi pada tahun sebelumnya (2018) sebesar Rp60.991.506.675. Sebaliknya, dari 11 (sebelas) Pajak Daerah, sebanyak 10 (sepuluh) jenis Pajak Daerah mengalami pertumbuhan positif, sedangkan hanya 1 (satu) jenis Pajak Daerah yang

(5)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Tahun 2019

Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara

iii

mengalami kontraksi, yaitu Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan. Hal ini cukup menarik, mengingat jumlah jenis pajak yang mengalami pertumbuhan positif meningkat drastis, yaitu hanya 7 jenis ditahun 2018 meningkat menjadi 11 jenis di tahun 2019. Disisi lain realisasi total pajak daerah mengalami penurunan yang cukup signifikan di tahun 2019. Ternyata hal ini dipengaruhi oleh signifikannya penurunan Bea Perolehan Hak Atas Tanah Dan Bangunan, dari Rp3.391.815.122 di tahun 2018 menurun menjadi Rp2.498.610.323,00 di tahun 2019 atau mengalami kontraksi sebesar -26,33%. Kondisi ini menunjukkan bahwa menurunnya realisasi pajak daerah tahun 2019 bukan berarti kinerja Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara tidak baik, karena selain Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan, jenis pajak daerah lainnya (11 jenis pajak) mengalami peningkatan. Misalnya pada Pajak Restoran mengalami peningkatan sebesar Rp29.670.111.255,00.

Sama halnya dengan Retribusi Daerah, juga tidak mencapai target yang ditetapkan. Namun realisasi Retribusi Daerah tetap surplus dibandingkan tahun 2018. Jenis retribusi yang mengalami penurunan yang cukup signifikan, yaitu terdapat pada Retribusi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang menurun sebesar Rp2.498.610.323,00 dan Retribusi Parkir Di Tepi Jalan Umum sebesar Rp203.585.000,00.

Dalam mengoptimalkan pencapaian kinerja tersebut masih terdapat kendala/hambatan yang dialami selama tahun 2019 yaitu sebagai berikut:

(1) Regulasi yang mengatur pemungutan pajak daerah tidak memiliki kekuatan memaksa wajib pajak daerah untuk harus memenuhi kewajibannya membayar pajak

(2) Wajib pajak yang terkait langsung dengan perizinan pusat sering mengabaikan kewajiban perpajakan di daerah

(3) Luas wilayah menyebabkan biaya operasional pemungutan pajak daerah menjadi lebih besar

(4) Perubahan jumlah objek pajak dan retribusi daerah yang begitu cepat sehingga akan menyulitkan untuk melakukan pendataan wajib pajak

(5) Belum optimalnya kerjasama dengan pihak terkait, dan koordinasi antarinstansi dan antardaerah yang terkait dengan pengelolaan dan peningkatan sumber PAD

Adapun tindaklanjut dari kendala/hambatan tersebut di atas adalah:

(1) Perlu diusulkan regulasi dengan sanksi yang lebih berat, bukan hanya berupa denda.

(2) Mengusulkan revisi UU Nomor 28 Tahun 2009 Tentang Pajak dan Retribusi Daerah agar jelas memisahkan kewenangan pemerintah pusat dengan pemerintah kabupaten/kota.

(6)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Tahun 2019

Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara

iv

(3) Mengusulkan regulasi yang mengatur pemungutan pajak harus memperhatikan efisiensi, jika biaya operasional pemungutan pajak daerah lebih besar dari nilai pajak yang dipungut maka pajak tersebut agar dapat di abaikan.

(4) Meningkatkan pendataan WP secara intensif dan perhitungan potensi pajak dan retribusi daerah secara berkala

(5) Meningkatkan kerjasama dengan pihak terkait, diantaranya dengan KPP Pratama dan meningkatkan koordinasi antarinstansi dan antardaerah yang terkait dengan pengelolaan dan peningkatan sumber PAD

Hal tersebut mustahil terwujud tanpa adanya kerjasama berbaik pihak, untuk itu diperlukan koordinasi dan sinergi dengan berbagai unsur, baik instansi yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara maupun juga dengan pihak-pihak di luar pemerintah. Laporan kinerja ini dapat dijadikan titik pijak perbaikan kinerja di masa mendatang, sehingga melahirkan kebijakan-kebijakan yang inovatif yang pada akhirnya dapat meningkatkan Pendapatan Daerah demi pembangunan, kemakmuran, dan kesejahteraan masyarakat Kutai Kartanegara.

(7)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Tahun 2019

Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara

v

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... i RINGKASAN EKSEKUTIF ... ii DAFTAR ISI ... v BAB I. PENDAHULUAN

3.1.3.Perbandingan Realisasi Kinerja Sampai Dengan Tahun 2019 Dengan Target Jangka Menengah Yang Terdapat Dalam Dokumen

Perencanaan Strategis Organisasi (Renstra sebelum di Reviu) ... III-21 3.1.4.Perbandingan Realisasi Kinerja Sampai Dengan Tahun 2019

Dengan Target Jangka Menengah Yang Terdapat Dalam Dokumen

Perencanaan Strategis Organisasi (Renstra setelah di Reviu) ... III-24 3.1.1.Analisis Program/Kegiatan Yang Menunjang Keberhasilan

Ataupun Kegagalan Pencapaian Pernyataan Kinerja... III-25 3.1.2.Analisis Penyebab Keberhasilan/Kegagalan Atau Peningkatan/

Penurunan Kinerja Serta Alternatif Solusi Yang Telah Dilakukan.. III-33 3.1.3.Analisis Efisiensi Penggunaan Sumber Daya ... III-36 3.2. Realisasi Anggaran ... III-48 BAB IV. PENUTUP

LAMPIRAN

1.1. Latar Belakang ... I-1 1.2. Maksud dan Tujuan Penyusunan LKjIP Tahun 2019 ... I-2 1.3. Sistematika Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) ... I-3 1.4. Gambaran Umum Badan Pendapatan Daerah ... I-4 1.5. Rencana Strategis dan Faktor yang Mempengaruhi Pengukuran Kinerja I-10 BAB II. PERENCANAAN KINERJA

2.1. Perencanaan Strategis ... II-1 2.2. Perjanjian Kinerja ... II-4 BAB III. AKUNTABILITAS KINERJA

3.1. Capaian Kinerja Organisasi ... III-2 3.1.1.Perbandingan Antara Target dan Realisasi Kinerja Tahun 2019... III-2 3.1.2.Perbandingan Antara Realisasi Kinerja Serta Capaian Kinerja

(8)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Tahun 2019

Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara

Halaman I-1

Bab 1

Pendahuluan

1.1. Latar Belakang

Paradigma manajemen pemerintahan saat ini mengalami perubahan yang signifikan. Perubahan mendasar tersebut yaitu pemerintah dituntut untuk lebih berorientasi pada hasil yang dibutuhkan oleh masyarakat. Keberhasilan pemerintah diukur dari keberhasilan memberikan manfaat kepada masyarakat bukan diukur dari penyerapan dana. Oleh karena itu, penyelenggaraan manajemen pemerintahan saat ini difokuskan pada penerapan manajemen berbasis kinerja disertai dengan penerapan sistem akuntansi yang baik.

Manajemen berbasis kinerja merupakan pendekatan sistematis untuk meningkatkan kinerja melalui proses berkelanjutan untuk menetapkan perencanaan strategis (strategic plan), perencanaan kinerja (performance plan), mengukur kinerja, mengumpulkan dan menganalisis, me-review dan membuat laporan pertanggungjawaban kinerja (performance accountability report), serta menggunakannya untuk mendorong peningkatan kinerja. Manajemen berbasis kinerja ini selanjutnya diaplikasikan ke dalam sebuah sistem yang dikenal dengan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP).

Penyelengaraan SAKIP diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 Tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah; dan ditindaklanjuti dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 Tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Intansi Pemerintah.

Berdasarkan Pasal 2 Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 menyatakan bahwa penyelenggaraan SAKIP dilaksanakan secara selaras dan sesuai dengan penyelenggaraaan sistem akuntansi pemerintahan dan tata cara pengendalian serta evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan.

Salah satu tahapan dalam penyelenggaraan SAKIP adalah pelaporan kinerja. Berdasarkan Pasal 18 Peraturan Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014, setiap entitas pemerintah diharuskan menyusun dan menyajikan laporan kinerja dan prestasi kerja yang dicapai berdasarkan penggunaan anggaran yang telah dialokasikan. Laporan kinerja merupakan bentuk akuntabilitas dari pelaksanaan tugas dan fungsi yang dipercayakan kepada setiap instansi pemerintah atas penggunaan anggaran.

Hal terpenting yang diperlukan dalam penyusunan laporan kinerja adalah pengukuran kinerja dan evaluasi serta pengungkapan (disclosure) secara memadai hasil analisis terhadap pengukuran kinerja. Laporan kinerja disusun oleh setiap tingkatan organisasi yang menyusun perjanjian kinerja dan menyajikan informasi tentang: (a) uraian singkat organisasi; (b) rencana dan target kinerja

(9)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Tahun 2019

Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara

Halaman I-2

yang ditetapkan; (c) pengukuran kinerja; dan (d) evaluasi dan analisis kinerja untuk setiap sasaran strategis atau hasil program/kegiatan dan kondisi terakhir yang seharusnya terwujud. Analisis ini juga mencakup atas efisiensi penggunaan sumber daya. Pelaporan kinerja tersebut diharapkan dapat memberikan informasi kinerja yang terukur kepada pemberi mandat atas kinerja yang telah dan seharusnya di capai; dan sebagai upaya perbaikan berkesinambungan bagi instansi pemerintah untuk meningkatkan kinerjanya

1.2. Maksud dan Tujuan Penyusunan LKjIP Tahun 2019

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) ini disusun berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 Tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah; dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 Tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Intansi Pemerintah. Keduanya memberikan tuntunan kepada semua instansi termasuk Badan Pendapatan Daerah untuk menyiapkan LKjIP sebagai bagian integral dari siklus akuntabilitas kinerja yang utuh yang dikerangkakan dalam suatu Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.

Dengan dasar pemikiran tersebut, maka LKjIP yang kami susun memiliki dua fungsi utama sekaligus. Pertama, laporan kinerja merupakan sarana bagi Badan Pendapatan Daerah Kutai Kartanegara untuk menyampaikan informasi kinerja yang terukur kepada seluruh stakeholders (Pemerintah, DPRD dan masyarakat) atas kinerja yang telah dan seharusnya dicapai. Kedua, laporan kinerja merupakan sarana evaluasi atas pencapaian kinerja Badan Pendapatan Daerah Kutai Kartanegara sebagai upaya untuk memperbaiki kinerja di masa datang. Dua fungsi utama LKjIP tersebut merupakan cerminan dari maksud dan tujuan penyusunan dan penyampaian LKjIP oleh setiap instansi pemerintah.

Dengan demikian, maksud dan tujuan penyusunan LKjIP Badan Pendapatan Daerah Kutai Kartanegara Tahun 2019 mencakup hal-hal berikut ini: 1. Aspek Akuntabilitas Kinerja bagi keperluan eksternal organisasi, menjadikan

LKjIP tahun 2019 sebagai sarana pertanggungjawaban Badan Pendapatan Daerah Kutai Kartanegara atas capaian kinerja yang berhasil diperoleh selama tahun 2019. Esensi capaian kinerja yang dilaporkan merujuk pada sampai sejauh mana sasaran strategis telah dicapai selama tahun 2019.

2. Aspek Manajemen Kinerja bagi keperluan internal organisasi, menjadikan LKjIP tahun 2019 sebagai sarana evaluasi pencapaian kinerja manajemen oleh Badan Pendapatan Daerah Kutai Kartanegara bagi upaya-upaya perbaikan kinerja di masa datang. Untuk setiap celah kinerja yang ditemukan, manajemen Badan Pendapatan Daerah Kutai Kartanegara akan merumuskan strategi pemecahan masalahnya agar capaian kinerja Badan Pendapatan Daerah Kutai Kartanegara dapat ditingkatkan secara berkelanjutan.

(10)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Tahun 2019

Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara

Halaman I-3

1.3. Sistematika Laporan Kinerja Instansi Pemerintah

(LKjIP)

Sistematika LKjIP mengacu pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 Tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Intansi Pemerintah. Adapun Sistematika laporan ini diuraikan sebagai berikut:

Bab I Pendahuluan

Pada bab ini disajikan penjelasan umum organisasi, dengan penekanan kepada aspek strategis organisasi serta permasalahan utama (strategic

issued) yang sedang dihadapi organisasi.

Bab II Perencanaan Kinerja

Pada bab ini diuraikan ringkasan/ikhtisar perjanjian kinerja tahun yang bersangkutan.

Bab III Akuntabilitas Kinerja

A. Capaian Kinerja Organisasi

Pada sub bab ini disajikan capaian kinerja organisasi untuk setiap pernyataan kinerja sasaran strategis organisasi sesuai dengan hasil pengukuran kinerja organisasi. Untuk setiap pernyataan kinerja sasaran strategis tersebut dilakukan analisis capaian kinerja sebagai berikut: (1) Membandingkan antara target dan realisasi kinerja tahun ini;

(2) Membandingkan antara realisasi kinerja serta capaian kinerja tahun ini dengan tahun lalu dan beberapa tahun terakhir;

(3) Membandingkan realisasi kinerja sampai dengan tahun ini dengan target jangka menengah yang terdapat dalam dokumen perencanaan strategis organisasi;

(4) Analisis penyebab keberhasilan/kegagalan atau peningkatan/ penurunan kinerja serta alternatif solusi yang telah dilakukan;

(5) Analisis atas efisiensi penggunaan sumber daya; dan

(6) Analisis program/kegiatan yang menunjang keberhasilan ataupun kegagalan pencapaian pernyataan kinerja.

B. Realisasi Anggaran

Pada sub bab ini diuraikan realisasi anggaran yang digunakan dan yang telah digunakan untuk mewujudkan kinerja organisasi sesuai dengan dokumen Perjanjian Kinerja.

Bab IV Penutup

Pada bab ini diuraikan simpulan umum atas capaian kinerja organisasi serta langkah di masa mendatang yang akan dilakukan organisasi untuk meningkatkan kinerjanya.

(11)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Tahun 2019

Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara

Halaman I-4

1.4. Gambaran Umum Badan Pendapatan Daerah

Sebelum dibentuk menjadi Badan Pendapatan Daerah, instansi pengelola pendapatan daerah di Kabupaten Kutai Kartanegara yaitu Dinas Pendapatan Daerah. Namun, dengan diterbitkannya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah sebagai pengganti Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah; dan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 Tentang Perangkat Daerah. Maka di daerah, dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melakukan penyesuaian struktur kelembagaan, yaitu dengan menetapkan Peraturan Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara Nomor 9 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara. Implikasi dari Peraturan Daerah tersebut diantaranya adalah perubahan nomenklatur Dinas Pendapatan Daerah menjadi Badan Pendapatan Daerah, dan hal ini diatur lebih lanjut pada Peraturan Bupati Kutai Kartanegara Nomor 40 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi Serta Tata Kerja Perangkat Daerah Pada Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara.

Berdasarkan Peraturan Bupati Kutai Kartanegara Nomor 40 Tahun 2016 tersebut, kedudukan Badan Pendapatan Daerah merupakan unsur penunjang urusan pemerintahan pemerintah daerah dibidang pendapatan daerah yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati, dipimpin oleh Kepala Badan dan bertanggungjawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah. Sedangkan tugas pokok Badan Pendapatan Daerah yaitu melaksanakan tugas membantu Bupati dalam melaksanakan fungsi penunjang urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah di bidang pendapatan daerah. Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut, Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara mempunyai fungsi:

(1) penyusunan kebijakan teknis di bidang pendapatan daerah;

(2) pelaksanaan tugas dukungan teknis di bidang pendapatan daerah; (3) pemantauan, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan tugas dukungan

teknis di bidang pendapatan daerah;

(4) pembinaan teknis penyelenggaraan fungsi-fungsi penunjang urusan pemerintahan daerah di bidang pendapatan daerah; dan

(5) pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Bupati sesuai tugas dan fungsinya.

Adapun uraian tugas sampai dengan satu eselon dibawah kepala Badan Pendapatan Daerah yang ditetapkan dalam Peraturan Bupati Nomor 40 Tahun 2016 sebagai berikut:

(1) Kepala Badan, mempunyai tugas:

(a) Memimpin, merencanakan, mengkoordinasikan, membina, mengendalikan dan mengawasi kegiatan Badan

(b) Merumuskan kebijakan teknis Badan

(c) Merumuskan rencana program kerja Badan (d) Mengkoordinasikan pelaksanaan program badan

(12)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Tahun 2019

Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara

Halaman I-5

(e) Merumuskan kebijakan administrasi badan

(f) Merumuskan pelaksanaan perencanaan, pembinaan, monitoring dan evaluasi badan

(g) menghimpun dan menyampaikan bahan laporan penyusunan LKPJ Bupati dan LPPD setiap akhir tahun ke Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

(h) menghimpun dan menyampaikan bahan laporan penyusunan LKPD setiap akhir tahun ke Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah

(i) mengkoordinasikan penyusunan TAPKIN, Standar Pelayanan (SP) dan Standar Operasional Prosedur (SOP) urusan Kepala Badan (j) Melaksanakan dan melaporkan tugas kedinasan lainnya yang

diberikan oleh atasan. (2) Sekretaris, mempunyai tugas:

(a) Memimpin, membimbing, meneliti dan menilai hasil kerja bawahan (b) Mengkoordinasikan penyusunan rencana kegiatan urusan

kesekretariatan sebagai pedoman pelaksanaan tugas

(c) mengkoordinasikan, membina, mengendalikan dan mengawasi kegiatan dilingkungan badan yang meliputi perencanaan, anggaran, pengadaan, penyediaan sarana dan prasarana, pembinaan dan pengembangan kepegawaian

(d) mengkoordinasikan pelaksanaan kebijakan administrasi umum meliputi ketata usahaan, dokumentasi, perpustakaan, kearsipan, administrasi perkantoran, pengadaan barang/jasa, pemeliharaan, keamanan, kebersihan, keprotokolan, dan transportasi sesuai prosedur dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku

(e) mengkoordinasikan pelaksanaan E-Government, kompilasi SOP, Standar Pelayanan (SP), Perjanjian Kinerja, keterbukaan informasi publik, Tim Manajemen Perubahan SKPD, pengembangan inovasi SKPD, zona integritas, penataan perundang-undangan, penataan dan penguatan organisasi, Gratifikasi, Layanan Pengaduan Masyarakat, WBS (Whistle blowing system) pedoman umum sistem penanganan pengaduan, survei index kepuasan masyarakat, survei internal organisasi, survei index nilai persepsi korupsi

(f) mengkoordinasikan pelaksanaan SIMPAG kepegawaian, kode etik pegawai, evaluasi jabatan, analisis jabatan dan analisis beban kerja, kompilasi perjanjian kinerja dan LP2P

(13)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Tahun 2019

Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara

Halaman I-6

(g) mengkoordinasikan pelaksanaan LKjIP, SAKIP (Sistem Akuntabilitas Kinerja), SPIP (Sistem pengendalian internal pemerintah), RENSTRA, RENJA, LKPJ, LPPD, dan LKPD

(h) mengkoordinasikan kelengkapan surat permintaan pembayaran (SPP), dan menyiapkan surat perintah membayar (SPM), pembukuan keuangan dan perhitungan anggaran, verifikasi pengelolaan keuangan

(i) mengkoordinasikan pelaksanaan administrasi kepegawaian meliputi membuat buku kendali kenaikan pangkat, buku kendali kenaikan gaji berkala, buku kendali pensiunan, Daftar Nominatif Presensi Pegawai, Sasaran Kerja Pegawai (SKP), Daftar Urut Kepangkatan (DUK), usul kenaikan pangkat, usul kenaikan gaji berkala, ASKES, TASPEN, TAPERUM, KARPEG, KARIS/KARSU, LHKPN dan/atau LHKASN, penghargaan, pemberian sangsi dan cuti sesuai prosedur dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku

(j) mengkoordinasikan pelaksanaan administrasi dan pengelolaan pengadaan dan penghapusan barang/jasa di lingkungan Badan (k) mengkoordinasikan dan melaporkan pelaksanaan monitoring dan

evaluasi kegiatan yang berkaitan dengan urusan Sekretariatan di lingkungan Badan

(l) melaksanakan dan melaporkan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh Atasan.

(3) Bidang Pendaftaran dan Penetapan, mempunyai tugas:

(a) Memimpin, membimbing, membagi tugas, meneliti dan menilai hasil kerja bawahan

(b) mengkoordinasikan penyusunan rencana kegiatan urusan pendaftaran dan penetapan meliputi pendaftaran dan pendataan, penetapan pajak dan dana perimbangan sebagai pedoman pelaksanaan tugas

(c) memfasilitasi UPT-UPT yang berada di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara mengenai pengenaan pajak daerah yang ada di wilayahnya dan menyampaikan rekapitulasi data wajib pajak daerah kepada bidang pendaftaran dan penetapan badan pendapatan daerah

(d) mengkoordinasikan dan memfasilitasi Badan, Dinas/Instansi terkait mengenai data pendapatan minyak bumi, gas, royalti, landren, kehutanan dan perkebunan, perikanan, Pajak Bumi dan Bangunan Sektor P3 serta PPh orang pribadi dan Badan

(14)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Tahun 2019

Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara

Halaman I-7

(e) mengkoordinasikan dan memfasilitasi perhitungan penetapan pajak daerah serta perhitungan jumlah angsuran pemungutan pembayaran/penyetoran atas permohonan wajib pajak daerah yang disetujui

(f) mengkoordinasikan penerbitan dan pendistribusian serta penyimpanan arsip surat perpajakan daerah yang berkaitan dengan penetapan

(g) mengkoordinasikan dan menyiapkan bahan Perjanjian Kinerja, dan Standar Operasional Prosedur (SOP) urusan pendaftaran dan penetapan;

(h) mengkoordinasikan dan mengendalikan penyiapan bahan penyusunan kebijakan daerah urusan pendaftaran dan penetapan (i) mengkoordinasikan dan melaporkan pelaksanaan monitoring dan

evaluasi kegiatan yang berkaitan dengan urusan pendaftaran dan penetapan

(j) melaksanakan dan melaporkan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh Atasan

(4) Bidang Penagihan, mempunyai tugas:

(a) Memimpin, membimbing, membagi tugas, meneliti dan menilai hasil kerja bawahan

(b) mengkoordinasikan penyusunan rencana kegiatan urusan penagihan meliputi penagihan pajak, keberatan dan restitusi pajak, penagihan non pajak sebagai pedoman pelaksanaan tugas.

(c) Mengkoordinasikan pelaksanaan permohonan keberatan, restitusi, dan penghapusan pajak dan pemeriksaan, penyitaan aset Wajib Pajak

(d) mengkoordinasikan pelaksanaan fasilitasi, inventarisasi dan identifikasi data penunggak pajak dan non pajak

(e) mengkoordinasikan bahan pembuatan surat permintaan transfer (f) mengkoordinasikan dan menyiapkan bahan Perjanjian Kinerja, dan

Standar Operasional Prosedur (SOP) urusan penagihan

(g) mengkoordinasikan dan mengendalikan penyiapan bahan penyusunan kebijakan daerah urusan penagihan

(h) mengkoordinasikan dan melaporkan pelaksanaan monitoring dan evaluasi kegiatan yang berkaitan dengan urusan penagihan

(i) melaksanakan dan melaporkan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh Atasan

(5) Bidang Pembukuan dan Pelaporan, mempunyai tugas:

(a) Memimpin, membimbing, membagi tugas, meneliti dan menilai hasil kerja bawahan

(15)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Tahun 2019

Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara

Halaman I-8

(b) mengkoordinasikan penyusunan rencana kegiatan urusan pembukuan dan pelaporan meliputi pembukuan pendapatan daerah, pembukuan dan verifikasi benda/surat berharga, dan pelaporan pendapatan daerah sebagai pedoman pelaksanaan tugas

(c) Mengkoordinasikan penyusunan laporan pelaksanaan dan rencana kerja tahunan pembukuan dan pelaporan pendapatan daerah (d) mengkoordinasikan dan menyiapkan bahan Perjanjian Kinerja, dan

Standar Operasional Prosedur (SOP) urusan Pembukuan dan Pelaporan

(e) mengkoordinasikan dan mengendalikan penyiapan bahan penyusunan kebijakan daerah urusan pembukuan dan pelaporan (f) mengkoordinasikan dan melaporkan pelaksanaan monitoring dan

evaluasi kegiatan yang berkaitan dengan urusan pembukuan dan pelaporan

(g) melaksanakan dan melaporkan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh Atasan.

(6) Bidang Perencanaan, Pengembangan dan Pengawasan Pendapatan, mempunyai tugas:

(a) Memimpin, membimbing, membagi tugas, meneliti dan menilai hasil kerja bawahan

(b) mengkoordinasikan penyusunan rencana kegiatan urusan perencanaan, pengembangan dan pengawasan pendapatan meliputi perencanaan pendapatan, pengembangan sumber pendapatan, dan pengawasan penatausahaan pendapatan sebagai pedoman pelaksanaan tugas

(c) mengkoordinasikan penyiapan bahan petunjuk teknis pelaksanaan perencanaan, pengembangan dan pengawasan penatausahaan pendapatan

(d) mengkoordinasi pelaksanaan fasilitasi laporan pelaksanaan kegiatan pendapatan daerah

(e) mengkoordinasikan penyusunan konsep sasaran kebijakan operasional dan strategis perencanaan, pengembangan dan pengawasan penatausahaan pendapatan

(f) mengkoordinasi, dan memfasilitasi data perencanaan, pengembangan dan pengawasan penatausahaan pendapatan (g) mengkoordinasikan dan menyiapkan bahan Perjanjian Kinerja, dan

Standar Operasional Prosedur (SOP) urusan perencanaan, pengembangan dan pengawasan pendapatan

(16)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Tahun 2019

Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara

Halaman I-9

(h) mengkoordinasikan dan mengendalikan penyiapan bahan penyusunan kebijakan daerah urusan perencanaan, pengembangan dan pengawasan pendapatan

(i) mengkoordinasikan dan melaporkan pelaksanaan monitoring dan evaluasi kegiatan yang berkaitan dengan urusan perencanaan, pengembangan dan pengawasan penatausahaan pendapatan (j) melaksanakan dan melaporkan tugas kedinasan lainnya yang

diberikan oleh Atasan

Adapun susunan organisasi Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara terdiri dari:

(1) Kepala Badan;

(2) Sekretariat, membawahkan;

(a) Sub Bagian Umum dan Ketatalaksanaan; (b) Sub Bagian Kepegawaian; dan

(c) Sub Bagian Penyusunan Program dan Keuangan. (3) Bidang Pendaftaran dan Penetapan, membawahkan:

(a) Sub Bidang Pendaftaran dan Pendataan; (b) Sub Bidang Penetapan Pajak; dan (c) Sub Bidang Dana Perimbangan; (4) Bidang Penagihan, membawahkan:

(a) Sub Bidang Penagihan Pajak;

(b) Sub Bidang Keberatan Dan Restitusi Pajak; dan (c) Sub Bidang Penagihan Non Pajak;

(5) Bidang Pembukuan dan Pelaporan, membawahkan; (a) Sub Bidang Pembukuan Pendapatan Daerah;

(b) Sub Bidang Pembukuan dan Verifikasi Benda/Surat Berharga; dan (c) Sub Bidang Pelaporan Pendapatan Daerah;

(6) Bidang Perencanaan, Pengembangan dan Pengawasan Pendapatan, membawahkan;

(a) Sub Bidang Pengawasan Penatausahaan Pendapatan; (b) Sub Bidang Perencanaan Pendapatan; dan

(c) Sub Bidang Pengembangan Sumber Pendapatan; (7) Kelompok Jabatan Fungsional; dan

(17)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Tahun 2019

Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara

Halaman I-10

1.5. Rencana Strategis dan Faktor yang Mempengaruhi

Pengukuran Kinerja

Untuk memberikan arah terhadap pencapaian pelaksanaan tugas pokoknya, Badan Pendapatan Daerah Kutai Kartanegara telah menyusun perencanaan sebagai pelaksanaan SAKIP yang tertuang dalam Rencana Strategis Badan Pendapatan Daerah. Perencanaan ini dalam rangka pencapaian urusan di bidang pengelolaan keuangan daerah untuk mencapai tujuan otonomi, yang diarahkan dengan penerapan prinsip, asas, tujuan, dan mekanisme perencanaan pembangunan daerah otonom yang konsisten dan didasarkan pada potensi sumber daya dan perkembangan masyarakat secara global.

Dokumen Renstra Badan Pendapatan Daerah Tahun 2016-2021 menjadi acuan Badan Pendapatan Daerah dalam pengelolaan pendapatan daerah kedepan. Dokumen tersebut juga merupakan alat perencanaan pembangunan jangka menengah yang menjadi tolok ukur kinerja daerah dalam melaksanakan amanat yang telah diberikan oleh masyarakat Kutai Kartanegara. Perencanaan kinerja adalah aktivitas analisis dan pengambilan keputusan ke depan untuk menetapkan tingkat kinerja yang diinginkan di masa yang akan datang tentang tingkat capaian kinerja yang diinginkan serta target (quantitative objectives) apa yang harus dicapai dihubungkan dengan tingkat pelaksanaan program/kegiatan. Perencanaan kinerja merupakan bentuk komitmen pencapaian kinerja yang menjabarkan rencana kegiatan dan target kinerja tahunan organisasi. Untuk operasionalisasi perencanaan jangka menengah tersebut Badan Pendapatan Daerah Kutai Kartanegara menyusun perencanaan kinerja tahunan yang disusun dalam bentuk Rencana Kerja PD (Rencana Kinerja Tahunan).

Untuk merealisasikan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun 2019, maka dokumen lain yang digunakan sebagai dasar penyusunan Kinerja Badan Pendapatan Daerah Kutai Kartanegara atas pelaksanaan APBD tahun 2019 dialirkan dalam model dokumen SAKIP terutama alir Rencana Strategis Badan Pendapatan Daerah Kutai Kartanegara.

Sehubungan dengan kondisi yang telah dikemukakan, maka sebagai implementasi sistem AKIP, Badan Pendapatan Daerah Kutai Kartanegara menggunakan pendekatan perencanaan kinerja yang dibuat instansi sebagai dasar untuk melakukan analisis dan pengambilan keputusan tentang tingkat capaian kinerja instansi dalam rangka pencapaian sasaran atau target yang telah ditetapkan.

Implementasi nyata dari proses perencanaan tertuang dalam pelaksanaan program dan kegiatan suatu organisasi. Hambatan dan permasalahan seringkali muncul dalam proses ini. Proses perencanaan yang baik tentu saja sudah memperhitungkan segala kemungkinan yang akan dan mungkin dapat muncul dalam pelaksanaan program dan kegiatan yang ada di dalam perencanaan.

Keberhasilan pelaksanaan tugas Badan Pendapatan Daerah Kutai Kartanegara untuk mencapai sasaran atau target yang telah ditetapkan sangat dipengaruhi oleh penetapan tingkat pencapaian kinerja yang dinyatakan dengan ukuran kinerja (performance measure) atau indikator kinerja (performance

(18)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Tahun 2019

Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara

Halaman I-11

Untuk dapat mengidentifikasikan tingkat capaian kinerja yang diinginkan tersebut, maka terlebih dahulu perlu ditetapkan strategi dan langkah-langkah terinci kegiatan yang terkoordinasi dalam mencapai sasaran atau target yang dapat dirumuskan dalam perencanaan operasional jangka pendek yang lebih tajam, mengingat rencana strategis organisasi hanya memuat hal-hal yang bersifat strategis jangka menengah dan jangka panjang dan tidak sampai merinci secara detail kegiatan operasional sehari–hari. Dengan menetapkan sasaran atau target, strategi, langkah-langkah terinci kegiatan dan indikator kinerja, akan memudahkan melakukan proses perencanaan kinerja yang merupakan langkah awal dalam mewujudkan rencana kinerja yang berguna untuk peningkatan kinerja organisasi.

Badan Pendapatan Daerah Kutai Kartanegara telah berusaha dan berhasil merumuskan dan menganalisis sasaran atau target, strategi (kebijakan, program dan kegiatan), langkah-langkah terinci kegiatan, dan indikator kinerja dengan memperhatikan kewenangan yang dimiliki oleh Institusi. Dengan keterbatasan sumber daya yang ada dan kewenangan yang ada, Badan Pendapatan Daerah Kutai Kartanegara pada tahun 2019 telah melaksanakan program kegiatan guna mencapai sasaran yang telah ditetapkan, sedangkan indikator kinerja sasaran yang digunakan untuk tujuan perencanaan kinerja instansi, meliputi indikator input (masukan) yang merupakan indikator proses usaha pemberian pelayanan (publik dan aparatur), serta indikator yang berhubungan dengan usaha-usaha pencapaian hasil, dan hasil dari kegiatan itu sendiri berupa indikator output (keluaran), dan indikator outcomes (hasil).

Pengukuran kinerja merupakan alat yang bermanfaat dalam meningkatkan pelayanan publik secara efisien dan efektif. Oleh karena itu, melalui pengukuran kinerja dapat dilakukan proses penilaian terhadap pencapaian sasaran yang telah ditetapkan dan penilaian kinerja dapat memberikan penilaian (justifikasi) yang obyektif dalam pengambilan keputusan Badan Pendapatan Daerah Kutai Kartanegara.

Berikut merupakan strategi yang diterapkan dalam sistem pengukuran kinerja dalam rangka mencapai sasaran yang telah ditetapkan:

(1) Partisipasi unsur pimpinan dalam pertanggungjawaban tugas pokok dan fungsi

Badan Pendapatan Daerah Kutai Kartanegara telah melakukan inisiatif untuk melakukan pengukuran kinerja dengan membuat laporan kinerja akuntabilitas sebagai komitmen kepala PD dalam memenuhi tuntutan Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 Tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Pengukuran kinerja yang disusun telah melibatkan seluruh pimpinan Sub-sub unit organisasi sebagai bagian pertanggungjawaban pelaksanaan tugas pokok dan fungsi selama satu periode tahun anggaran. (2) Kerangka kerja konseptual dan komunikasi yang efektif

Sistem pengukuran kinerja PD merupakan bagian integral dalam keseluruhan proses manajemen dan secara langsung dapat mendukung pencapaian tujuan pemerintahan. Dalam setiap pelaporannya pengukuran kinerja dapat dijadikan tolok ukur akan keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan tugas selama satu periode tahun anggaran, dilengkapi dengan alasan-alasan

(19)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Tahun 2019

Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara

Halaman I-12

keberhasilannya berupa faktor faktor yang mendorong keberhasilan tersebut. Demikian pula apabila terjadi kegagalan diungkapkan pula hambatan-hambatan dan kendala-kendala yang dihadapinya dan alternatif pemecahan masalah. Pengukuran kinerja ini dapat dijadikan sebagai alat monitor dan evaluasi pelaksanaan kinerja dan perbaikannya di masa-masa yang akan datang. Komunikasi merupakan hal penting dalam penciptaan dan pemeliharaan sistem pengukuran kinerja. Komunikasi sebaiknya dari berbagai arah (multidirectional), berasal dari top-down, bottom up, dan secara horizontal berada di dalam dan lintas PD.

(3) Keterlibatan aparatur pemerintah dan orientasi pelayanan kepada masyarakat Keterlibatan aparatur pemerintah merupakan suatu cara terbaik dalam menciptakan budaya yang positif dan mensukseskan pengukuran kinerja. Apabila aparatur PD memiliki masukan untuk kepentingan penciptaan sistem pengukuran kinerja maka Badan Pendapatan Daerah akan mendapatkan sistem pengukuran kinerja yang sesuai dengan kebutuhannya. Pelaksanaan kegiatan diarahkan untuk tujuan akhir pada peningkatan pelayanan prima kepada masyarakat. Semakin kritis dan tingginya tuntutan masyarakat terhadap pembangunan perlu ditanggapi secara serius dan proporsional, dengan meningkatkan profesionalisme aparatur pemerintah.

(20)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Tahun 2019

Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara

Halaman II-1

Bab 2

Perencanaan Kinerja

2.1. Perencanaan Strategis

Rencana Strategis (RENSTRA) PD merupakan dokumen perencanaan strategis lima tahunan PD yang berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Penyusunan RENSTRA PD mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 Tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah; dan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 Tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah. Dalam penyusunan RENSTRA, PD tersebut terlebih dahulu menyelenggarakan forum PD secara partisipatif dengan melibatkan unsur pemangku kepentingan (stakeholders), sehingga bisa dijadikan acuan dalam penentuan prioritas program dan kegiatan tahunan sebagai dokumen teknis operasional. Untuk memudahkan pelaksanaan kegiatan tahunan maka RENSTRA tersebut dijabarkan ke dalam perencanaan kinerja tahunan yang memuat sasaran-sasaran yang ingin dicapai dalam periode waktu satu tahunan, dan strategi yang digunakan untuk mewujudkan pencapaian sasaran tersebut, serta tolok ukur dan target kinerja apa saja yang akan digunakan untuk menunjukkan kualitas pencapaian sasaran yang bersangkutan.

RENSTRA merupakan alat perencanaan pembangunan jangka menengah yang menjadi tolok ukur kinerja daerah dalam melaksanakan amanat yang telah diberikan oleh tugas pokok dan fungsi PD.

Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara telah menyusun dokumen renstra 2016-2021, dan penyusunannya telah berpedoman pada RPJMD Kabupaten Kutai Kartanegara 2016-2021. Namun demikian, memasuki pelaksanaan tahun kedua, terjadi perubahan RPJMD Kabupaten Kutai Kartanegara 2016-2021. Perubahan RPJMD tersebut didasari oleh: (1) adanya gejolak perekonomian global yang berimbas pada perekonomian nasional dan fiskal; (2) berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 18 tahun 2016 tentang Perangkat Daerah dan ditindaklanjuti dengan terbitnya Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 061/2911/Sj Tahun 2016; (3) terbitnya Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017; dan (4) hasil pengendalian dan evaluasi menunjukkan bahwa proses perumusan RPJMD Kutai Kartanegara 2016-2021 tidak sesuai dengan tahapan dan tata cara yang diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017.

(21)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Tahun 2019

Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara

Halaman II-2

Implikasi dari dari adanya perubahan RPJMD Kabupaten Kutai Kartanegara 2016-2021 tersebut, maka Badan Pendapatan Daerah melakukan reviu Renstra 2016-2021 yang dlilakukan pada akhir tahun 2019. Renstra Badan Pendapatan Daerah yang disusun tersebut berpedoman RPJMD Kabupaten Kutai Kartanegara 2016-2021 (perubahan), dan telah memuat tujuan, sasaran, program, dan kegiatan pembangunan dalam rangka pelaksanaan fungsi penunjang urusan pemerintahan daerah sesuai dengan tugas dan fungsi Badan Pendapatan Daerah.

Visi dan Misi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah yang termuat dalam RPJMD RPJMD Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2016-2021, yaitu “Terwujudnya Kabupaten Kutai Kartanegara yang Maju, Mandiri, Sejahtera, dan Berkeadilan”. Sedangkan Misi pembangunan Kutai Kartanegara yaitu:

1) Memantapkan reformasi birokrasi untuk rakyat

2) Meningkatkan sumber daya manusia yang berkompeten 3) Meningkatkan pembiayaan pembangunan daerah

4) Meningkatkan pengelolaan pertanian dan pariwisata untuk percepatan transformasi struktur ekonomi daerah

5) Meningkatkan keterpaduan pembangunan infrastruktur menuju daya saing daerah

6) Meningkatkan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan

7) Meningkatkan partisipasi perempuan dalam pembangunan serta penguatan perlindungan anak.

Adapun Misi Badan Pendapatan Daerah sebelum dilakukan reviu adalah mencapai Misi ke-3, yaitu meningkatkan pembiayaan pembangunan daerah. Adapun tujuan pada Misi ke-3 tersebut adalah meningkatkan kemandirian fiskal

daerah dan kerjasama pembangunan daerah, sedangkan sasaran yang akan

dicapai oleh Badan Pendapatan Daerah adalah meningkatnya Pendapatan Asli

Daerah. Sedangkan setelah dilakukan reviu, maka Badan Pendapatan Daerah

sesuai urusan dan kewenangan yang dimiliki mencapai Misi ke-3 yaitu “Meningkatkan pembiayaan pembangunan daerah”, dengan tujuan yang ditetapkan dalam RPJMD adalah “menuju kemandirian fiskal daerah melalui daya tarik investasi”, dengan indkator tujuan “Derajat Otonomi Fiskal”.

Adapun tujuan, sasaran, strategi, dan arah kebijakan jangka menengah Badan Pendapatan Daerah sebagaimana tercantum dalam Renstra Badan Pendapatan Daerah Tahun 2016-2021 sebelum di reviu sebagai berikut:

Tabel 2.1

Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Pelayanan Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara (Sebelum di Reviu)

No Tujuan Sasaran Indikator sasaran

Target Kinerja Sasaran pada Tahun ke-

1 2 3 4 5 6 1 Meningkatkan sumber-sumber pendapatan asli daerah Meningkatnya Pendapatan Asli Daerah Pertumbuhan kontribusi PAD terhadap APBD (%) 5,49 6,65 7,81 8,97 10,13 11,29 Pertumbuhan pajak daerah (%) 12,84 12,89 12,94 12,99 13,04 13,09 Pertumbuhan 7,47 7,97 8,47 8,97 9,47 9,97

(22)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Tahun 2019

Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara

Halaman II-3

No Tujuan Sasaran Indikator sasaran

Target Kinerja Sasaran pada Tahun ke-

1 2 3 4 5 6 retribusi daerah (%) 2 Mewujudkan Layanan PAD yang prima Meningkatnya layanan PAD Berbasis IT Cakupan pelayanan PAD berbasis teknologi informasi yang terintegrasi (Kabupaten- Kecamatan-Desa/Kelurahan) 0 0 0 50 75 100 Indeks Kepuasan Masyarakat terhadap pelayanan 70 72 75 78 80 85 Meningkatnya kompetensi SDM Aparatur Jumlah SDM perpajakan yang telah mengikuti Bimtek/Pelatihan (%) 60 65 70 80 90 100 Tabel 2.2

Strategi dan Arah Kebijakan Badan Pendapatan Daerah (Sebelum di Reviu)

Tujuan Sasaran Strategi Arah Kebijakan

Meningkatkan sumber-sumber pendapatan asli daerah Meningkatnya Pendapatan Asli Daerah Peningkatan kualitas perencanaan pendapatan daerah (PAD)

 Penyediaan data dan informasi potensi pendapatan daerah  Penerapan/implementasi

Grand Strategi/Roadmap Pendapatan Asli Daerah Ekstensifikasi Pendapatan

Daerah  Pemetaan potensi baru bagi Pendapatan Asli

Daerah

 Kerjasama antar daerah yang berkaitan dengan upaya peningkatan sumber PAD Mewujudkan

Layanan PAD yang prima

Meningkatnya layanan

PAD Berbasis IT Intensifikasi PAD berbasis IT  Pengembangan sistem PAD online untuk semua

layanan PAD  Penyediaan sarana

prasarana pendukung pungutan PAD yang merata di Seluruh Kecamatan

 Pemberian insentif bagi aparatur khususnya pemungut PAD di daerah terpencil Meningkatnya kompetensi SDM Aparatur Peningkatan SDM aparatur pemungut PAD

Adapun tujuan, sasaran, strategi, dan arah kebijakan jangka menengah Badan Pendapatan Daerah sebagaimana tercantum dalam Renstra Badan Pendapatan Daerah Tahun 2016-2021 setelah di reviu sebagai berikut:

(23)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Tahun 2019

Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara

Halaman II-4

Tabel 2.3

Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Pelayanan

Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara (Setelah di Reviu)

No Tujuan Sasaran Indikator Sasaran Realisasi 2017 2018 2019 Target 2020 2021

1 Meningkatkan sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Meningkatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tingkat pertumbuhan PAD 33,66% 7,18% 13,56% 11,62% 10,61% Tabel 2.4

Strategi dan Arah Kebijakan Badan Pendapatan Daerah (Setelah di Reviu)

Visi : Terwujudnya Kabupaten Kutai Kartanegara Yang Maju, Mandiri, Sejahtera, dan Berkeadilan Misi III : Meningkatkan Pembiayaan Pembangunan Daerah

Tujuan Sasaran Strategi Arah Kebijakan

Meningkatkan sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Meningkatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Peningkatan ketersediaan database yang komprehensif dan up to date

Penerapan/ implementasi Grand

Strategi/Roadmap Pendapatan Asli Daerah Penyediaan data dan informasi potensi pendapatan daerah

Peningkatan kualitas

layanan PAD Pengembangan sistem layanan online untuk semua layanan pajak daerah Peningkatan pelayanan sarana dan prasarana, termasuk peningkatan sarana prasarana pendukung pungutan PAD yang merata di seluruh Kecamatan

Peningkatan kapasitas dan tertib administrasi SDM Aparatur

Peningkatan koordinasi dan kerjasama peningkatan pajak dan retribusi daerah Peningkatan kepatuhan wajib pajak/retribusi daerah dalam membayar pajak/retribusi daerah

Peningkatan kesadaran Wajib

Pajak/Retribusi dan penegakan hukum (law enforcement) pada Wajib Pajak/ Retribusi yang tidak taat bayar

2.2. Perjanjian Kinerja

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Badan Pendapatan Daerah tahun 2019 merupakan pertanggungjawaban kinerja Badan Pendapatan Daerah berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 Tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, yang menyatakan bahwa:

 Pasal 8

(1) Setiap entitas Akuntabilitas Kinerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 dan Pasal 4 menyusun Rencana Kerja dan Anggaran yang ditetapkan dalam dokumen pelaksanaan anggaran

(2) Dokumen pelaksanaan anggaran sebagaimana dimaksud pada ayat satu (1) menjadi dasar penyusunan Perjanjian Kinerja.

(24)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Tahun 2019

Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara

Halaman II-5

 Pasal 9

(1) Setiap entitas Akuntabilitas Kinerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 dan Pasal 4 menyusun lembar/dokumen Perjanjian Kinerja dengan memperhatikan dokumen pelaksanaan anggaran.

 Pasal 15

(1) Setiap entitas Akuntabilitas Kinerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 dan Pasal 4 melakukan pengukuran kinerja.

(2) Pengukuran Kinerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan menggunakan Indikator Kinerja yang telah ditetapkan dalam lembar/dokumen Perjanjian Kinerja

Selanjutnya berdasarkan lampiran peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2015 Tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah, menyatakan bahwa Perjanjian Kinerja harus disusun setelah suatu instansi pemerintah telah menerima dokumen pelaksanaan anggaran, paling lambat satu bulan setelah dokumen anggaran disahkan.

Berdasarkan Peraturan tersebut diatas, sudah sangat jelas bahwa DPA merupakan dasar dalam penyusunan Perjanjian Kinerja, dan Perjanjian Kinerja disusun paling lambat satu bulan setelah DPA disahkan. Kemudian dalam melakukan Pengukuran Kinerja menggunakan Indikator Kinerja yang ditetapkan dalam Perjanjian Kinerja.

Dikarenakan reviu Renstra Badan Pendapatan Daerah tahun 2016-2021 dilakukan pada akhir tahun 2019 sedangkan Perjanjian Kinerja disusun pada awal tahun 2019 dengan mengacu pada Renstra Badan pendapatan Daerah tahun 2016-2021 (sebelum di reviu), maka fokus pengukuran kinerja Badan Pendapatan Daerah tahun 2019 yaitu berdasarkan pada Perjanjian Kinerja yang telah ditetapkan. Namun demikian, pencapaian indikator sasaran berdasarkan Renstra setelah di reviu juga disampaikan pada laporan ini, agar dapat menampilkan capaian kinerja yang komprehensif.

Berdasarkan Perjanjian Kinerja yang ditetapkan, sasaran strategis dan indikator kinerja yang ingin dicapai terdiri dari 2 (dua) sasaran strategis, dengan 6 (enam) indikator. Kemudian untuk mencapai sasaran dan indikator tersebut direncanakan akan melaksanakan 6 ( enam) program dengan total alokasi anggaran sebesar Rp. 17.943.308.786,-

Rencana pencapaian masing-masing sasaran strategis diuraikan sebagai berikut:

(1) Sasaran Strategis 1: Meningkatnya Pendapatan Asli Daerah Indikator kinerja untuk mencapai sasaran strategis 1 meliputi: (a) Pertumbuhan kontribusi PAD terhadap APBD (%)

Indikator ini menunjukkan kemampuan pemerintah daerah dalam membiayai sendiri kegiatan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat yang telah membayar pajak dan retribusi sebagai sumber pendapatan yang diperlukan daerah. Capaian indikator ini ditargetkan dapat terealisasi sebesar 13,56% pada tahun 2019. Sedangkan formula perhitungannya sebagai berikut:

(25)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Tahun 2019

Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara

Halaman II-6

PAD

Kontribusi PAD = --- X 100% Total Pendapatan Daerah

(b) Pertumbuhan Pajak Daerah

Pertumbuhan pajak menggambarkan meningkatnya realisasi pajak pada tahun sekarang dibandingkan dengan realisasi tahun sebelumnya. Capaian indikator ini ditargetkan dapat terealisasi sebesar 12,99% pada tahun 2019 dengan formula perhitungannya sebagai berikut:

Realisasi Pajak Th t - Realisasi Pajak Th t-1 --- X 100% Realisasi Pajak Th t-1

(c) Pertumbuhan Retribusi Daerah

Pertumbuhan retribusi menggambarkan meningkatnya realisasi retribusi pada tahun sekarang dibandingkan dengan realisasi tahun sebelumnya. Capaian indikator ini ditargetkan dapat terealisasi pada tahun 2019 sebesar 13,56%. Sedangkan formula perhitungannya sebagai berikut: Realisasi Retribusi Th t - Realisasi Retribusi Th t-1

--- X 100% Realisasi Retribusi Th t-1

(2) Sasaran Strategis 2: Meningkatnya layanan PAD berbasis IT

Indikator kinerja untuk mencapai sasaran strategis yaitu: Indeks Kepuasan Masyarakat terhadap pelayanan (Indeks). Pengukuran kepuasan masyarakat dimaksudkan sebagai acuan untuk mengetahui tingkat kinerja terhadap layanan yang diberikan serta memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menilai layanan yang telah diterima. Pada tahun 2019, capaian indikator ini diharapkan dapat terealisasikan sebesar 75. Sedangkan indeks dihitung dengan mencari Opini masyarakat terhadap pelayanan berdasarkan hasil survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM).

(3) Sasaran Strategis 3: Meningkatnya kompetensi SDM Aparatur

Indikator kinerja untuk mencapai sasaran strategis 3 yaitu: Persentase SDM perpajakan yang telah mengikuti Bimtek/Pelatihan (72,35%). Capaian indikator ini ditargetkan dapat terealisasi pada tahun 2019 sebesar 70%. Sedangkan formula perhitungannya sebagai berikut:

Jumlah Pegawai yang telah mengikuti

Diklat Teknis Fungsional sesuai kebutuhan organisasi

--- X 100% Total jumlah pegawai yang seharusnya

mengikuti Diklat Teknis Fungsional

Adapun sasaran strategis; indikator kinerja; target indikator; program; dan alokasi anggaran yang ditetapkan dalam dokumen perjanjian kinerja tahun 2019 sebagaimana pada Tabel 2.5. berikut ini:

(26)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Tahun 2019

Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara

Halaman II-7

Tabel 2.5.

Perjanjian Kinerja Badan Pendapatan Daerah Tahun 2019 No. Sasaran Strategis Indikator Kinerja Kinerja Target

(1) (2) (3) (4)

1 Meningkatnya Pendapatan Asli Daerah

Pertumbuhan kontribusi PAD terhadap APBD (%)

8,97 Pertumbuhan Pajak Daerah

(%)

12,99 Pertumbuhan Retribusi Daerah

(%) 13,56 2 Meningkatnya kompetensi SDM Aparatur Persentase SDM perpajakan yang telah mengikuti

Bimtek/Pelatihan (%)

70

Untuk mencapai indikator kinerja sasaran tersebut, Badan Pendapatan Daerah pada tahun 2019 merencanakan 6(enam) program dengan total anggaran sebesar Rp. 17.943.308.786,- Adapun rincian program beserta anggarannya diuraikan sebagai berikut:

(1) Program Peningkatan Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp. 6.141.307.300,-

(2) Program Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan Keuangan Daerah Rp. 701.315.200,-

(3) Program Peningkatan dan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan sebesar Rp. 2.279.447.544,-

(4) Program Pelayanan Administrasi Perkantoran sebesar Rp. 4.805.647.542,- (5) Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur sebesar Rp.

3.189.501.200,-

(6) Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur sebesar Rp. 826.090.000,-

(27)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Tahun 2019

Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara

Halaman III-1

Bab 3

Akuntabilitas Kinerja

Dalam penyusunan laporan kinerja, hal terpenting yang diperlukan adalah pengukuran kinerja, evaluasi, dan pengungkapan (disclosure) secara memadai. Pelaporan kinerja tersebut diharapkan dapat memberikan informasi kinerja yang terukur atas kinerja yang telah dan seharusnya dicapai; dan sebagai upaya perbaikan berkesinambungan untuk meningkatkan kinerjanya.

Dalam melakukan pengukuran capaian kinerja, Badan Pendapatan Daerahpada tahun 2019 telah melakukannya secara berkala (triwulan) dan tahunan serta sudah mendasarkan pada format Pengukuran Kinerja sebagaimana yang termuat dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 Tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Intansi Pemerintah, yaitu menyajikan capaian kinerja untuk setiap pernyataan kinerja sasaran strategis sesuai dengan hasil pengukuran kinerja. Kemudian setiap perjanjian kinerja sasaran strategis tersebut dilakukan analisis capaian kinerja antara target dan realisasi kinerja tahun 2019; antara realisasi kinerja serta capaian kinerja tahun 2019 dengan tahun lalu dan beberapa tahun terakhir; perbandingan realisasi kinerja sampai dengan tahun 2019 dengan target jangka menengah yang terdapat dalam dokumen perencanaan strategis; analisis penyebab keberhasilan/kegagalan atau peningkatan/penurunan kinerja serta alternatif solusi yang telah dilakukan; analisis atas efisiensi penggunaan sumber daya; dan analisis program/kegiatan yang menunjang keberhasilan ataupun kegagalan pencapaian pernyataan kinerja.

Untuk mempermudah interpretasi atas pencapaian indikator kinerja sasaran tersebut digunakan skala nilai peringkat kinerja sebagai berikut:

Tabel 3.1.

Skala Nilai Peringkat Kinerja No Interval Nilai Realisasi

Kinerja

Kriteria Penilaian

Realisasi Kinerja Kode

1. 91% ≤ 100% Sangat Tinggi

2. 76% ≤ 90% Tinggi

3. 66% ≤ 75% Sedang

4. 51% ≤ 65% Rendah

5. ≤ 50% Sangat Rendah

(28)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Tahun 2019

Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara

Halaman III-2

Adapun tingkat capaian kinerja Badan Pendapatan Daerah pada tahun 2019 berdasarkan kriteria penilaian kinerja diatas diuraikan sebagai berikut:

3.1. Capaian Kinerja Organisasi

Pada subbab ini disajikan capaian kinerja organisasi untuk setiap pernyataan kinerja sasaran strategis organisasi sesuai dengan hasil pengukuran kinerja organisasi. Untuk setiap perjanjian kinerja sasaran strategis tersebut dilakukan analisis capaian kinerja sebagai berikut:

(1) Perbandingan antara target dan realisasi kinerja tahun 2019;

(2) Perbandingan antara realisasi kinerja serta capaian kinerja tahun 2019 dengan tahun sebelumnya;

(3) Perbandingan realisasi kinerja sampai dengan tahun 2019 dengan target jangka menengah yang terdapat dalam dokumen perencanaan strategis organisasi;

(4) Analisis program/kegiatan yang menunjang keberhasilan ataupun kegagalan pencapaian pernyataan kinerja;

(5) Analisis penyebab keberhasilan/kegagalan atau peningkatan/penurunan kinerja serta alternatif solusi yang telah dilakukan; dan

(6) Analisis atas efisiensi penggunaan sumber daya.

Adapun analisis masing-masing capaian kinerja diuraikan sebagai berikut:

3.1.1. Perbandingan Antara Target dan Realisasi Kinerja Tahun 2019

Capaian kinerja antara target dan realisasi pada tahun 2019 berada pada kategori sangat tinggi, mengingat dari indikator kinerja yang ditetapkan (4 indikator), sebanyak 3 indikator (70%) memiliki capaian sangat tinggi. Indikator tersebut meliputi: pertumbuhan kontribusi PAD terhadap APBD; indeks kepuasan masyarakat terhadap pelayanan; dan persentase SDM perpajakan yang telah mengikuti Bimtek/Pelatihan. Kemudian capaian pada kategori sangat rendah sebanyak 1 indikator (30%), yaitu pertumbuhan pajak daerah; dan pertumbuhan retribusi daerah.

70.00% 30.00%

Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah

(29)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Tahun 2019

Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara

Halaman III-3

Persentase Capaian Indikator Antara Target dan Realisasi Kinerja Tahun 2019

Adapun rincian capaian kinerja antara target dan realisasi tahun 2019 dapat dilihat pada Tabel 3.2. berikut ini.

Tabel 3.2.

Capaian KinerjaAntara Target dan Realisasi Kinerja Tahun 2019

Sasaran Strategis Indikator Kinerja Utama Target (Tercantum dalam PK)

Perhitungan Capaian Tahun 2019 Selisih Capaian 2019 VS Target 2019 Capaian Kinerja Tahun 2019 Kategori Meningkatnya Pendapatan Asli Daerah Pertumbuhan kontribusi PAD terhadap APBD (%) 8,97% Jumlah PAD 514.093.633.924 0,150% 101,67% Sangat Tinggi Total Pendapatan Daerah 5.635.175.764.846

Hasil 9,12%

Pertumbuhan Pajak

Daerah (%) 12,99%

Jumlah Realisasi Pajak

Tahun Sebelumnya 60.991.506.675

10,2% 178,52%

Sangat Tinggi Jumlah Realisasi Pajak

Tahun Sekarang 75.132.818.869,33

Hasil 23,19%

Pertumbuhan

Retribusi Daerah (%) 13,56%

Jumlah Realisasi Retribusi

Tahun Sebelumnya 6.219.679.404,16

-10,51% 22,49% Sangat Rendah Jumlah Realisasi Retribusi

Tahun Sekarang 6.409.603.433 Hasil 3,05 % Meningkatnya kompetensi SDM Aparatur Persentase SDM perpajakan yang telah mengikuti Bimtek/Pelatihan (%) 70

Jumlah Pegawai yang telah mengikuti Diklatpim dan Diklat Teknis Fungsional sesuai kebutuhan organisasi

280

13,83% 119,75% Sangat Tinggi Total jumlah pegawai yang

seharusnya mengikuti Diklat Teknis Fungsional

334

Hasil 83,83%

Ulasan pencapaian indikator kinerja pada masing-masing sasaran sebagai berikut:

(1) Sasaran:Meningkatnya Pendapatan Asli Daerah

Indikator kinerja pada sasaran ini sebanyak 3 indikator yaitu: (1) pertumbuhan kontribusi PAD terhadap APBD; (2) pertumbuhan pajak daerah; dan (3) pertumbuhan retribusi daerah.

(a) Indikator:Pertumbuhan kontribusi PAD terhadap APBD

Indikator ini digunakan untuk mengukur kinerja organisasi (Bapenda) dalam upaya menunjukkan kemampuan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dalam membiayai sendiri kegiatan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

Capaian indikator ini ditargetkan dapat terealisasi sebesar 13,56%. Sedangkan formula perhitungannya sebagai berikut:

PAD

Kontribusi PAD = --- X 100% Total Pendapatan Daerah

Berdasarkan data rekapitulasi laporan realisasi penerimaan pendapatan daerah tahun 2019, jumlah realisasi PAD Kabupaten Kutai Kartanegara pada tahun 2019 sebesar Rp. 514.093.633.923,60 dan total pendapatan daerah sebesar Rp 5.635.175.764.845,60.Dari data tersebut, capaian indikator ini pada tahun 2019 sebesar 9,12%, sedangkan target yang ditetapkan sebesar

(30)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Tahun 2019

Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara

Halaman III-4

8,97%. Artinya capaian kinerja pada tahun 2019 lebih tinggi dari target yang ditetapkan, dengan tingkat capaian sebesar 101,67%. Namun demikian capaian tersebut jika merujuk pada kriteria penilaian kinerja dari Permendagri 86 Tahun 2017sudah sangat tinggi, karena sudah berada diatas 91%.

Kontribusi PAD terhadap Total Pendapatan Daerah perlu terus ditingkatkan karena capaian sebesar 9,12% masih menunjukkan kemampuan keuangan daerah yang sangat kurang (berada pada rentang nilai 0-10%). Rendahnya perolehan persentase tersebut menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara belum mampu membiayai pengeluarannya sendiri, dengan kata lain masih sangat tergantung pada pemerintah pusat. Hal ini tentunya perlu mendapatkan perhatian serius Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara untuk melakukan upaya akseleratif, guna meningkatkan PAD ditahun-tahun mendatang. Jika dilihat dari struktur pendapatan daerah Kabupaten Kutai Kartanegara tahun 2019, sebagian besar berasal dari Dana Perimbangan (52,37%), sedangkan dari Pendapatan Asli Daerah hanya sebesar 9,12%. Tingginya Dana Perimbangan tersebut dipengaruhi oleh sumber daya alam (sektor pertambangan), terutama Bagi Hasil dari Iuran Eksplorasi & Eksploitasi (Royalti) sebesar Rp 1.410.983.168.004,00 dan Bagi Hasil dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Sektor Pertambangan Minyak dan Gas Bumi sebesar Rp. 1.229.553.282.818,00

Gambar 3.2.

Realisasi dan Kontribusi PAD, Dana Perimbangan, dan Lain-Lain Pendapatan Daerah Tahun 2019

Sumber: Laporan Realisasi Penerimaan Tahun 2019, Diolah

Berkaca dari kondisi diatas, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara sudah saatnya tidak sepenuhnya mengandalkan dari penerimaan Dana Perimbangan, terutama dari bagi hasil sektor pertambangan, mengingat sektor ini mengalami kelesuan dan diperkirakan akan mengalami penurunan. Untuk itu, saat ini merupakan waktu yang tepat untuk meningkatkan pendapatan daerah, terutama dalam meningkatkan indikator pertumbuhan kontribusi PAD terhadap APBD, dengan terus mengoptimalkan penerimaaan dari sumber-sumber PAD.

514,093,633,923 3,670,768,804,866 524,206,946,906 9.12% 52.37% 13.22% 0.00% 10.00% 20.00% 30.00% 40.00% 50.00% 60.00% 70.00% 80.00% 90.00% 500,000,000,000 1,000,000,000,000 1,500,000,000,000 2,000,000,000,000 2,500,000,000,000 3,000,000,000,000 3,500,000,000,000

PAD Dana Perimbangan Lain-Lain Pendapatan

Daerah yang Sah Realisasi Kontribusi

(31)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Tahun 2019

Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara

Halaman III-5

Jika dilihat komponen pembentuk PAD, kontribusi terbesar adalah Pendapatan Lain-Lain Yang Sah sebesar 67,14%,disusul Pajak Daerah sebesar19,79%, Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan sebesar 11,05%, kemudian Retribusi Daerah sebesar 2,02%.

Adapun realisasi dan kontribusi terhadap PAD pada masing-masing komponen pembentuk PAD dapat dilihat pada Gambar 3.3. berikut ini.

Gambar 3.3.

Realisasi dan Kontribusi Komponen Pembentuk PAD Terhadap Total PAD Tahun 2019

Sumber: Laporan Realisasi Penerimaan Tahun 2019, Diolah

Dari rincian masing-masing komponen PAD, penerimaan dari pajak daerah terbesar adalah Pajak Restoran dan Pajak Penerangan Jalan masing-masing sebesar Rp. 29.670.111.255,00 dan Rp. 19.676.272.488,00 Selanjutnya penerimaan Retribusi Daerah, terbesar adalah dan Retribusi Tempat Rekreasi dan Retribusi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) masing-masing sebesar Rp. 1.792.546.000,00 dan Rp. 2.498.610.323,41. Kemudian pada Hasil Perusahaan Milik Daerah dan Pengelolaan kekayaan daerah yang di pisahkan, sebesar Rp. 32.120.806.627,81 dari Bank Pembangunan Daerah (Bank Kaltim). Komponen pembentuk PAD selanjutnya adalah Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah adalah Rp. 400.430.404.993,05 dan yang terbesar adalah pendapatan Badan Layanan Umum Daerah RSUD A.M. Parikesit sebesar Rp. 211.049.743.512,00

Adapun rincian realisasi komponen pembentuk PAD tahun 2019 selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 3.3. berikut ini.

75,132,818,869.33 6,409,603,433.41 32,120,806,627.81 400,430,404,993.05 14.61 1.25 6.25 77.89 0.00 10.00 20.00 30.00 40.00 50.00 60.00 70.00 80.00 90.00 50,000,000,000.00 100,000,000,000.00 150,000,000,000.00 200,000,000,000.00 250,000,000,000.00 300,000,000,000.00 350,000,000,000.00 400,000,000,000.00 450,000,000,000.00

Pajak Daerah Retribusi

Daerah Hasil Perusahaan Milik Daerah dan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Yang Dipisahkan Realisasi Kontribusi

Referensi

Dokumen terkait

difasilitasi menemukan topik yang akan dipelajari oleh mahsiswa, sampai dengan mengumpulkan data, menganalisis dan mengkomunikasikan hasil penyelidikan akan

Maka dari itu, pеnеlitian ini bеrtujuan untuk mеnganalisis kеndala, dampak dan upaya Frеight Forwardеr dalam mеnghadapi Dwеlling Timе.. Pеnеlitian dilakukan di

Dari penelitian yang penulis lakukan mengenai efektifitas penggunaan media visual berbentuk gambar dalam pembelajaran terhadap peningkatan kosakata bahasa Inggris pada

Tentukanlah gaya tarik grafitasi yang dialami oleh bola bermassa 5 kg yang terletak pada jarak 2 meter dari kedua massa tersebut.. Sebuah bola bermassa 3 kg terletak pada

(d) Tidak seorangpun dapat bertindak sebagai personel penunjang operasi pesawat udara kabin dengan hubungannya dengan pesawat sipil di penerbangan komersial keeuali jika ia

Pelabuhan Indonesia I (Persero). Metode Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa 1) Berdasarkan

Serbuk adalah sediaan obat tradisional berupa butiran homogen dengan derajat halus yang cocok, bahan bakunya berupa simplisia, sediaan galenik, atau campuran... Cairan

Dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi di berbagai bidang maka dunia pendidikan juga harus menyesuaikan diri mengikuti perkembangannya, terutama Guru dan