Metode Penelitian Komunikasi 1
Dr. Said Romadlan, M.Si.
Definisi dan Manfaat Survei
• Survei adalah sebuah metode untuk mengumpulkan dan menganalisis data sosial melalui wawancara atau kuisioner yang terstruktur dan mendetil
untuk mendapatkan informasi dari sejumlah besar responden yang dianggap mewakili populasi tertentu.
• Dari definisi di atas, terdapat empat poin kunci mengenai survei: (1)
dilakukan untuk mengumpulkan dan menganalisis data sosial, ekonomi, psikologi, budaya, komunikasi, dan tipe-tipe data lain.
• (2) didasarkan atas wawancara terhadap responden, dan bertanya untuk mendapatkan informasi, (3) dilakukan kepada sampel yang representative dari populasi yang diteliti, dan (4) mengasumsikan informasi yang didapat dari sampel adalah valid untuk populasi secara general.
• Manfaat survei di antaranya: (1) tidak mahal, (2) mendapatkan informasi terkini, dan pada saat itu juga, (3) menyediakan data kuantitatif, dan (4) sangat biasa, data yang didapatkan kemungkinan adalah data yang sudah ditemukan.
Jenis-jenis Survei
• Terdapat dua jenis survei: (1) survei deskriptif, dan (2) survei analitik.
• Survei deskriptif bertujuan mendeskripsikan populasi yang diteliti. Survei ini dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai faktor-faktor demografis seperti usia, jenis kelamin, status perkawinan, pekerjaan, ras atau etnis,
pendapatan, dan agama, dan mengaitkan informasi tersebut dengan
pendapat, kepercayaan, nilai, dan perilaku dari beberapa kelompok orang. • Contoh: survei untuk mengetahui popularitas program TV, atau siapa yang
menggunakan produk tertentu.
• Survei analitik bertujuan mencari tahu mengapa orang-orang melakukan suatu tindakan. Survei ini mengembangkan hipotesis mengenai apa yang menyebabkan sebuah perilaku.
• Survei analitik berusaha menentukan hubungan sebab akibat antara berbagai macam perilaku, kategori sosial, dan karakteristik demografis orang-orang.
Survei vs Sensus
• Survei dan sensus sama-sama digunakan untuk mengetahui opini,
sikap, dan perilaku orang-orang. Keduanya juga menggunakan
wawancara terstruktur dengan kuisioner sebagai instrumennya.
• Perbedaan survei dengan sensus adalah dalam penggunaan
sampelnya. Survei memakai sampel untuk mengetahui pengetahuan,
sikap, dan perilaku, sedangkan sensus tidak memakai sampel, tapi
mewawancarai semua anggota populasi.
• Survei menggunakan sampel karena (1) mendapatkan data dengan
cepat dan murah, (2) hasil survei dengan sampel tidak berbeda dengan
hasil sensus yang mewawancarai seluruh populasi.
Desain Metode Survei
• Sebelum melakukan penelitian survei, perlu ditentukan dulu desain survei yang akan dipilih karena akan menentukan sampel yang akan diambil.
• Secara umum desain survei dibagi menjadi dua: (1) survei sekali waktu
(cross sectional survey), dan (2) survei rangkaian waktu (longitudinal survey).
• Survei sekali waktu (cross sectional survey): survei yang dirancang sekali saja, tidak melakukan pengamatan perubahan pendapat, sikap, atau
perilaku pada waktu selanjutnya.
• Survei rangkaian waktu (longitudinal survey): survei yang dirancang dalam waktu beberapa kali untuk mengetahui perubahan atau tren pendapat, sikap, dan perilaku.
• Terdapat tiga jenis desain survei rangkaian waktu: (1) survei tracking, (2) survei panel, dan (3) survei kohort.
Jenis Desain Survei Rangkaian
1. Survei Tracking: Survei ini dirancang untuk melihat tren perubahan pendapat, sikap, dan perilaku yang dilakukan secara periodik.
• Dalam survei tracking, populasi, kuisioner, dan penarikan sampel sama, tapi respondennya berbeda.
2. Survei Panel: Survei panel melibatkan panel responden, yang dilakukan secara periodik dari satu waktu ke waktu lainnya.
• Dalam survei panel, responden yang diwawancarai sebagai panel sama dari survei satu ke survei berikutnya.
3. Survei Kohort: Survei ini fokus pada subpopulasi yang akan dilihat tren perubahan pendapat, sikap, dan perilaku dalam rentang waktu yang panjang, 5 sampai 10 tahun.
• Dalam survei kohort ini sampelnya berbeda, tapi instrument wawancara dan kuisionernya sama.
Pengumpulan Data Metode Survei
• Pengumpulan data penelitian survei menggunakan dua metode, yaitu:
(1) wawancara terstruktur, dan (2) kuisioner.
• Wawancara dalam survei sangat berbeda dengan wawancara
mendalam (depth interview). Wawancara survei lebih pendek dan
lebih terstruktur sehingga informasi yang didapatkan bisa valid.
• Kuisioner adalah daftar pertanyaan yang diberikan atau dikirim kepada
responden untuk menjawab pertanyaan.
Analisis Data Metode Survei
• Menggunakan Statistik Deskriptif atau Statistik Inferensial.
• Statistik deskriptif digunakan pada penelitian deskriptif, yang berupaya menggambarkan gejala atau fenomena dari satu variabel.
• Statistik Deskriptif terbagi menjadi (1) Distibusi frekuensi, dan (2) Tendensi Sentral (mean, modus, median).
• Statistik inferensial digunakan pada penelitian eksplanatif, yaitu penelitian yang bertujuan menjelaskan hubungan antara dua variabel atau lebih.
• Statistik Inferensial terdiri atas:
1. Analisis Hubungan/Korelasi: (a) Pearson’s Correlation, (b) Spearman’s Rho Rank-Order Correlation, dan (c) Korelasi Kontingensi (Pearson’s C).
2. Analisis Regresi Linier: (a) Regresi Linier Sederhana, dan (b) Regresi Linier berganda.
Survei dalam Penelitian Komunikasi
• Survei dalam penelitian komunikasi digunakan untuk mengetahui pengetahuan, sikap, dan perilaku.
• Selain itu, survei dalam penelitian komunikasi juga banyak digunakan untuk meneliti efek komunikasi massa, yang meliputi efek kognitif, afektif, dan
behavioral.
• Metode survei dalam penelitian komunikasi juga dapat dipakai dalam
penelitian-penelitian komunikasi pada konteks selain komunikasi massa, seperti KAP, Komunikasi Kelompok, Komunikasi Publik, dan Komunikasi Organisasi.
• Bentuk-bentuk penelitian komunikasi yang menggunakan metode survei di antaranya penelitian mengenai (1) persepsi, (2) sikap, (3) efektifitas, (4)
hubungan, dan (5) pengaruh.
• Metode survei juga digunakan dalam penelitian khalayak seperti Uses and Gratification, Agenda Setting, dan profil khalayak, penelitian Rating, serta penelitian Komunikasi Politik seperti Polling, Quick Count, Exit Poll.
Contoh Metode Survei
dalam Penelitian Komunikasi (Pengetahuan)
• Tingkat Pengetahuan Penonton Warga Kampung Dukuh Rt. 001/RW 02
Kelurahan Sudimara Selatan Kecamatan Ciledug tentang Tayangan Ala Chef Farah Quin di Trans TV.
• Efektifitas Nilai Dakwah Islam dalam Program Tazkiyah Qolbu di Radio Music City terhadap Tingkat Pemahaman Islam pada Pendengar Wanita di
Kelurahan Cipete Selatan.
• Efektifitas Drama Korea Pinoccio terhadap Pengetahuan tentang Kode Etik Jurnalistik Siswa SMAN 89 Jakarta.
• Hubungan Kualitas Celebrity Endorser Ojemo dalam Akun Instagram @Ojmo dengan Brand Reference Beetalk.
• Pengaruh Program Corporate Social Responbility Komunitas Usaha Mikro Muamalat Berbasis Masjid (KUM3) terhadap Citra Bank Muamalat.
Contoh Metode Survei
dalam Penelitian Komunikasi (Sikap)
• Sikap Warga Rt013/02 Cipete Utara terhadap Tayangan Reality Show Rumah Uya di Trans-7
• Sikap Mahasiswa FISIP UHAMKA terhadap Tayangan Para Pencari Tuhan Jilid 7 di SCTV.
• Persepsi Khalayak terhadap Iklan Pure It Unilever di Televisi (Survei Deskriptif pada Ibu-ibu Warga Sentosa I RT 009 RW 010 Komplek TNI Angkatan Laut Kelapa Gading Jakarta Utara).
• Persepsi Ibu Rumah Tangga Komplek Marinir RW 06 Depok terhadap Tayangan Rumah Uya di Trans7.
• Persepsi Warga RW 11Kelurahan Bidara Cina terhadap Program Reality Show 86 di Net TV.
• Hubungan Daya Tarik Tokoh Mandra terhadap Minat Komunitas Betawi Rw 04 Karang Tengah, Tangerang Menonton Film si Doel the Movie.
Contoh Metode Survei
dalam Penelitian Komunikasi (Perilaku)
• Perilaku Pengguna Media Sosial dalam Mengakses Konten Antibulying di Internet. • Hubungan antara Perhatian pada Media Sosial Youtube “Top Global Franco
2018-Hooknya kaya Cheat” terhadap Perilaku Berbahasa Siswa SDN 7 Ciputat.
• Hubungan Perhatian pada Film Jakarta Undercover terhadap Perilaku Agresif Siswa SMAN 89 Jakarta”.
• Hubungan Iklim Komunikasi dengan Produktifitas Kerja Pegawai Pusat Informasi dan Humas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
• Pengaruh Komunikasi Antarpribadi Guru Bimbingan Konseling dengan Siswa terhadap Budi Pekerti Siswa SMA Muhammadiyah 18 Jakarta.
• Pengaruh Menonton Iklan Interaktif “My Trip Perjalananku” #Gakpakelama Di
Youtube Terhadap Keputusan Menggunakan Aplikasi Gojek (Studi Pada Mahasiswa FISIP UHAMKA).