• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

xv BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Kegiatan belajar mengajar yang melahirkan interaksi serta unsur-unsur yang mendasari suatu proses dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Guru dengan sabar berusaha mengatur lingkungan belajar supaya dalam mengikuti pembelajaran peserta didik lebih semangat dan percaya diri. Seperangkat teori dan pengalamannnya, guru gunakan untuk bagaimana mempersiapkan progam pembelajaran dengan baik dan sistematis.

Untuk mencapai pembelajaran yang baik dan sistematis, diperlukan seperangkat alat pembelajaran baik berupa model maupun media, alat pembelajaran berfungsi untuk mengoptimalkan proses kegiatan belajar mengajar, dengan begitu guru dapat mengekplorasi kemampuan siswa serta dapat memodifikasi pembelajaran sedemikian rupa sehingga menjadi proses belajar yang aktif dan menyenangkan. Alat pembelajaran mempunyai peran yang penting untuk mencapai tujuan pembelajaran yang sesuai, selain media yang diterapkan oleh guru, model pembelajaran guru akan sangat berpengaruh dalam keberhasilan pembelajaran.

Menurut La iru dan La Ode (2012: 1) secara harifah pembelajaran berarti proses, cara, perbuatan mempelajari, dan perbuatan menjadikan orang atau makhluk belajar. Dalam proses atau upaya menciptakan kondisi belajar mengajar seorang guru mempunyai peran penting dalam mencapai tujuan pembelajaran agar dapat tercapai secara optimal. Sehingga dibutuhkan sebuah perangkat pembelajaran berupa model pembelajaran yang sesuai dengan materi. keberhasilan suatu pembelajaran bergantung alat pemebelajaran sepertimodel, media, dan situasi pembelajaran, strategi yang dirancang oleh guru. Model pembelajaran merupakan salah satu alat untuk mengoptimalkan proses kegiatan belajar mengajar, agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara maksimal sehingga model pembelajaran pun akan sangat berpengaruh dalam keberhasilan pembelajaran di kelas. Dengan penerapan model pembelajaran, maka siswa akan tertarik dengan materi yang

(2)

xvi

diberikan guru dan siswa lebih bersemangat dan termotivasi untuk mengikuti proses belajar mengajar.

Melalui model pembelajaran guru dapat mengaplikasikan dan dapat membantu siswa mendapatkan informasi, ide, keterampilan, cara berfikir, dan mengekspresikan ide. Model pembelajaran berfungsi pula sebagai acuan para guru dalam merencanakan aktivitas belajar mengajar yang lebihmenyenangkan dan menarik. Menurut Huda (2013: 143), model pembelajaran dapat didefinisikan sebagai kerangka kerja struktural yang juga dapat digunakan sebagai pemandu untuk mengembangkan lingkungan dan aktivitas belajar yang kondusif.

Tiap model pembelajaran yang dipilih dapat mengungkapkan berbagai realitas yang sesuai dengan situasi kelas dan macam pandangan hidup, demekian dengan Model-model pembelajaran dimaksudkan cara yang digunakan guru, yang dalam menjalankan fungsinya merupakan alat untuk mencapai tujuan pembelajaran (Aqib, 2013: 70). Sehingga berhasil tidaknya pembelajaran yang dilaksanakan bergantung pada guru, siswa serta model yang diterapkan dalam pembelajaran tersebut. Penggunaan model pembelajaran yang tepat artinya untuk mencapai keberhasilan dalam pembelajaran, tergantung pada lingkungan sekolah dan sumber yang tersediayang diinginkan yang cocok untuk menangani model mengajar tertentu.Jadi untuk belajar tertentu diperlukan model mengajar tertentu pula. Seorang guru yang kreatif dan inovatif, maka siswa akan berkembang serta penerapan pembelajaran pun haruslah mengikuti kebutuhan siswa.

Model pembelajaran yang digunakan dalam setiap pembelajaran bertujuan untuk mengatur kegiatan saat pembelajaran, makin menarik model pembelajaran yang digunakan oleh guru, makin menarik pula siswa dalam menerima pembelajaran. Salah satu fungsi penggunaan model pembelajaran yaitu sebagai pedoman perancangan dan pelaksanaan pembelajaran dengan begitu guru menggunakan model pembelajaran yang menarik bagi siswa, dengan adanya model yang tepat maka pembelajaran akan menyenangkan bagi siswa. Sehingga pemilihan model sangat dipengaruhi oleh sifat dari materi yang akan dibelajarkan, tujuan (kompetensi) yang akan dicapai dalam pembelajaran tersebut, serta tingkat kemampuan peserta didik lebih aktif dan berkarakter, pada hakikatnya berbasis

(3)

xvii

karakter adalah cara berfikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerjasama,baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Oleh karena itu, guru menggunakan model pembelajaran yang menarik minat siswa, guru juga perlu menyisipkan pendidikan berbasis karakter yang dapat meningkatkan keterampilan dalam penyampaian materi pembelajaran, salah satunya adalah penyampaian materi pembelajaran dalam keterampilan berbicara.

Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), khususnya SD kelas I pembelajaran menceritakan gambar berseri perlu dipelajari siswa untuk mengembangkan keterampilan berbicara. Hal tersebut termuat dalam pembelajaran KTSP pada Standar Kompetensi 6, yakni Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi secara lisan dengan gambar, percakapan sederhana, dan dongeng, dan Kompetensi Dasar 6.1 Menjelaskan isi gambar tunggal atau gambar seri sederhana dengan bahasa yang mudah dimengerti.

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di SD N Dukutalit 01, informasi yang diperoleh yaitu pembelajaran keterampilan berbicara belum tercapai, berdasarkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. Hal ini terbukti dari rendahnya kemampuan berbicara siswa yang dilihat dari Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dalam pembelajaran menceritakan gambar berseri adalah 75, sehingga dapat dikatakan Tuntas atau memenuhi KKM. Dengan metode ceramah nilai yang dicapai siswa adalah 60 sehingga siswa Belum Tuntas atau masih kurang dari Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dalam pembelajaran menceritakan gambar berseri.

Pada pra siklus untuk nilai rata-ratanya 64,79 dengan presentase ketuntasan 13% dan tidak tuntas 77% dari 34 siswa. Dari data yang diambil pada pembelajaran tematik siklus satu ada 12 siswa yang dapat dikatakan Tuntas dengan persentase 58 %, dan yang tidak tuntas ada 22 siswa dengan persentase 42%. Pada pembelajaran tematik siklus dua ada 25 siswa yang dapat dikatakan tuntas, dengan persentase 73%, dan yang tidak tuntas ada 9 siswa dengan persentase 27%. Dari data tersebut, ada perbedaan dalam pembelajaran tematik siklus satu dan siklus dua. Banyak siswa yang memperoleh nilai tuntas pada siklus dua, daripada pembelajaran tematik siklus satu.

Salah satu faktor yang menyebabkan hal ini terjadi yaitu karena pemilihan model yang kurang tepat sehingga pembelajaran tidak berjalan secara kondusif.

(4)

xviii

Melihat kondisi demikian maka perlu diterapkan model pembelajaran yang inovatif. Salah satu model inovatif dalam pembelajaran adalah picture and picture.

Model picture and picture merupakan sebuah model dimana guru menggunakan alat bantu atau media gambar untuk menerangkan sebuah materi atau memfasilitasi siswa untuk aktif belajar. Dengan menggunakan alat bantu atau media gambar, diharapkan siswa mampu mengikuti pelajaran dengan fokus yang baik dan dalam kondisi yang menyenangkan.

Kegiatan berbicara cocok untuk pembelajaran menceritakan gambar berseri pada siswa kelas I SD karena pada taraf ini siswa banyak mengalami dan mengamati hal-hal yang terjadi disekitarnya. Gambar yang akan diurutkan siswa berdasarkan peristiwa yang terjadi dalam lingkungan masyarakat dan siswa sudah bisa merespon lingkungannya, membayangkan dalam pikirannya kemudian dapat menceritakan dengan bahasanya sendiri.

Picture and picture bisa diterapkan dalam keterampilan berbicara, khususnya

pembelajaran menceritakan gambar berseri. Menceritakan gambar berseri menggunakan model picture and picture dilakukan guru dengan menyediakan gambar-gambar yang akan digunakan (berkaitan dengan materi). Dalam proses penyajian materi, siswa ikut terlibat aktif dalam proses pembelajaran dengan mengamati setiap gambar yang ditunjukan oleh guru. Dengan menggunakan gambar guru akan menghemat energi guru dan siswa akan lebih mudah memahami materi yang diajarkan. Dalam perkembangan selanjutnya sebagai guru dapat memodifikasikan gambar atau mengganti gambar atau demontrasi yang kegiatan tertentu.

Model picture and picture dapat diterapkan dalam pembelajaran di sekolah, karena model ini sesuai dengan pembelajaran menceritakan gambar berseri yang menyajikan peristiwa-peristiwa yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pengalaman yang dialami oleh siswa, siswa akan mudah menceritakan gambar yang disajikan guru, sehingga akan membantu siswa menyampaikan cerita secara runtut dan benar.

(5)

xix

Dari permasalahan itulah, penulis tertarik untuk mengambil judul penelitian “Penerapan Model picture and picture dalam Pembelajaran Menceritakan Gambar Berseri Pada Siswa Kelas I SD N Dukutalit 01 Tahun Ajaran 2015/2016”.

1.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka dapat diidentifikasikan permasalahan sebagai berikut:

Masalah-masalah yang dihadapi kelas I dalam pembelajaran Pembelajaran Menceritakan Gambar Berseri antara lain:

a) Pembelajannya masih bersifat monoton hanya menggunakan metode ceramah tanpa disertai dengan model yang variatif sehingga siswa merasa bosan.

b) Dalam proses pembelajaran siswa hanya berkesempatan mendengarkan penjelasan dari guru sehingga siswa menjadi pasif.

c) Hasil belajar siswa masih rendah, dapat dilihat dari 77% jumlah siswa tidak bisa menyelesaikan tugas yang diberikan karena siswa asik bermain sendiri dan hasil belajar siswa yang diperoleh melalui tes masih banyak yang berada di bawah KKM. Adapun jumlah siswa yang nilainya diatas KKM sebanyak 13% dan siswa yang nilainya dibawah KKM sebanyak 77% dari 34 siswa dengan KKM ≥70.

1.3 Pembatasan Masalah

Masalah yang diuraikan dalam identifikasi masalah terlalu luas sehingga tidak mungkin untuk diteliti dalam penelitian ini secara keseluruhan. Oleh karena itu, penelitian ini difokuskan pada Penerapan Model picture and picture dalam Pembelajaran Menceritakan Gambar Berseri Pada Siswa Kelas I SD N Dukutalit 01 Tahun Ajaran 2015/2016.

1.4 Cara Pemecahan Masalah

Berdasarkan observasi yang telah dilakukan di SD N Dukutalit 01 Kecamatan Juwana Kabupaten Pati, pembelajaran guru masih menggunakan pembelajaran metode ceramah yang kurang bervariasi dan monoton. Oleh karena itu, maka perlu pemilihan model pembelajaran yang tepat pada proses

(6)

xx

pembelajaran. Adapun pembelajaran yang dimaksud adalah pembelajaran dengan menerapkan Model picture and picture dalam Pembelajaran Menceritakan Gambar Berseri.

Melalui penerapan salah satu model pembelajaran yaitu model pembelajaran Model picture and picture, proses pembelajaran akan menjadi lebih efektif karena dalam kegiatannya guru menyuguhkan pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan. Siswa juga terlibat langsung dalam proses belajar mengajar, dengan mudah dapat melakukan interaksi dengan teman-temannya selama proses pembelajaran sehingga tidak merasa bosan. Masalah yang dihadapi bersama akan dipecahkan bersama dan disimpulkan bersama, guru hanya berperan sebagai fasilitator yang mengarahkan siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Interaksi belajar yang terjadi dominan interaksi siswa dengan siswa. Siswa terlibat aktif selama proses pembelajaran.

Penerapan pembelajaran Model picture and picture dalam kegiatan belajar mengajar siswa benar-benar memberdayakan potensinya untuk mengaktualisasikan pengetahuan dan ketrampilannya dalam memahami suatu materi. Hal ini akan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut, maka dapat dirumuskan masalah yaitu apakah dengan model picture and picture dapat meningkatkan Pembelajaran tematik Menceritakan Gambar Berseri Pada Siswa Kelas I SD N Dukutalit 01 Tahun Ajaran 2015/2016?

1.3 Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar tematik Pada Siswa Kelas I dengan menggunakan model picture and picture SD N Dukutalit 01 Tahun Ajaran 2015/2016.

(7)

xxi 1.4 Manfaat Penelitian

Penelitian ini dapat bermanfaat baik secara teoretis maupun praktis dalam pendidikan.

1. Manfaat Teoretis

Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi semua pihak yang terkait. Adapun manfaat tersebut dapat ditinjau dari teoritis dan praktis.

a. Manfaat teoritis

Hasil penelitian ini dapat memberi manfaat bagi bidang pendidikan, terutama yang berkaitan dengan kompetensi dasar menceritakan gambar berseri. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan dalam mencari alternatif model pembelajaran yang tepat dalam pelajaran bahasa Indonesia.

b. Manfaat praktis

Hasil penelitian ini diharpakan dapat memberi manfaat praktis bagi guru, siswa, dan peneliti.

c. Bagi guru

Manfaat bagi guru adalah memberi alternatif pemilihan model pembelajaran menceritakan gambar berseri dan dapat mengembangkan keterampilan gur, khusunya dalam menerapkan model picture and picture.

d. Bagi para siswa

Manfaat bagi para siswa adalah dapat meningkatkan kecerdasan siswa dalam menceritakan gambar berseri secara runtut dan benar.

e. Bagi peneliti

Manfaat bagi peneliti adalah diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan sebagai guru, serta dapat menciptakan suatu pembelajaran yang bervarisai dalam pembelajaran menceritakan gambar berseri dengan model

picture and picture.

Referensi

Dokumen terkait

Implikasi Penelitian Dari hasil penelitian dan uraian-uraian data diatas dapat dijelaskan strategi penetapan harga jual menggunakan Cost-Plus Pricing merupakan strategi yang

Jenis data yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini adalah data kuantitatif, yang meliputi laporan penerimaan pajak daerah Kota Manado tahun 2010-2014 dan Daftar Wajib

Peserta yang dinyatakan lulus Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) sesuai dengan Pengumuman Panitia Seleksi CPNS Badan Kepegawaian Negara Nomor K26- 30/D6700/III/20.01

Dalam pembuatan produk kecap ampas tahu pada berbagai perlakuan proporsi filtrat ampas tahu dengan gula kelapa berpengaruh sangat nyata terhadap kadar protein, kadar

9809/PERT Belanja Alat Tulis Kantor ( ATK ) dan Belanja Perjalanan Dinas Dalam Daerah Untuk Keperluan Administrasi Pembangunan Jaringan ITD Kegiatan Peningkatan Sarana

Pak Frans : AB jng di bagi lagi dng 1.0070xxx tapi di kalikan =CD...karena scalping ini berlaku hanya utk sekali ...di CD kita bisa lakukan scalping lagi yg tapi nanti bila sudah

Benih dengan perlakuan pelapisan rizobakteri ST116B, CM8 dan ST116B + CM8 sebelum benih ditanam terbukti mampu meningkatkan pertambahan jumlah daun yang sangat nyata