• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penaksiran Parameter dari Variansi Vektor pada Pengujian Hipotesis Kesamaan Matriks Kovariansi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Penaksiran Parameter dari Variansi Vektor pada Pengujian Hipotesis Kesamaan Matriks Kovariansi"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

Pengujian Hipotesis Kesamaan Matriks Kovariansi

Nasrah Sirajang

Abstrak

Variansi vektor merupakan salah satu ukuran dispersi data, yang didefinisikan sebagai jumlah dari semua elemen diagonal matriks kovariansi. Paper ini membahas tentang penaksiran parameter dari variansi vektor yang digunakan pada pengujian hipotesis kesamaan matriks kovariansi. Yang dilakukan dalam menguji kesamaan matriks kovariansi adalah menentukan taksiran tak bias dari rataan dan variansi, dengan memamfaatkan metode momen.

Kata Kunci: Metode Momen, matriks kovariansi, variansi vector, vec operator.

1. Pendahuluan

Salah satu statistik inferensial yang digunakan dalam menarik kesimpulan mengenai suatu populasi dengan memamfaatkan sampel-sampel yang diambil dari populasi tersebut yaitu dengan menggunakan estimasi (penaksiran). Misalkan  

  1 2

X

X

X

suatu vektor acak yang

dipartisi menjadi

X

 1 dan

X

 2 masing-masing berdimensi q dan p-q. Vektor mean dan matriks kovariansi masing-masing

 iE X

 

 i , dengan i1, 2, dan

   

   

t ij

E

X

i

i

X

j

j

 

, dengan i j, 1, 2. Untuk mengukur hubungan linier

antara dua vektor acak

X

 1 dan

X

 2 digunakan Tr

 12 21

vec

 

12 2. Parameter ini

disebut kovariansi vektor. Bentuk

Tr

 

12 21

adalah jumlah semua elemen diagonal dari

 

12 21

. Dari pengertian tersebut, dapat didefinisikan Variansi Vektor dari

X

 1 dan

X

 2

adalah VV

 

X 1 Tr

 

112  vec

 

11 2 dan

 

 

 

2 2 22 22 2 VVXTr   vec  .

2. Penaksiran Sampel

Misalkan X X1, 2,...,Xn adalah sampel acak yang saling bebas dari distribusi

N

p

,

. Vektor rata-rata sampel dan matriks kovariansi sampel adalah

Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,

(2)

1 1 n i i X X n  

dan



1 1 1 n t i i i S X X X X n     

. (1)

Jika S berukuran m x m maka vec(S) adalah representasi dari S dalam bentuk vektor berukuran m x 1, dengan

 

2

 

2

E vec Svec  dan

 

 

2 2 8 2 var 1 vec S vec n    .

Pada aplikasi akan diperlukan nilai taksiran tak bias dari vec

 

 2 dan

 

2 2

vec

, dimana nilai tersebut berasal dari nilai sampel. Oleh karena itu, akan dibahas bagaimana menentukan taksiran tak bias dari vec

 

 2 dan

vec

 

2 2, dengan memanfaatkan sifat-sifat dari trace yang berhubungan dengan nilai eigen dari matriks kovariansi. Misalkan

k dan

k adalah nilai

eigen dari matriks kovariansi sampel (S) dan matriks kovariansi populasi (∑).

Definisi 1.

Misalkan A adalah matriks berukuran m x m dengan nilai eigen

 

1, 2,...,

m, maka

 

1 m k k Tr A

 

.

Hubungan dari Variansi Vektor dengan nilai eigen dari matriks kovariansi sampel dan matriks kovariansi populasi, sebagai berikut:

 

2

 

2 2 1 m k k vec S Tr S

  

dan

 

2

 

2 2 1 m k k vec Tr

    

(2)

2.1 Satu Sampel

Misalkan X X1, 2,...,Xn sampel acak dari distribusi

N

p

,

dan misalkan

k dan k

nilai-nilai eigen dari S dan ∑, (n-1)S berdistribusi Wishart yang dinotasikan

n

1

S

W

p

 

,

n

1

. Misalkan

k dan

k nilai-nilai eigen dari S dan ∑. Untuk n yang

berukuran besar maka distribusi asimptotik dari

k adalah normal dengan rataan

k dan variansi 2

2

1

k

n

ditulis (

). Untuk memperoleh taksiran dari dan digunakan metode

momen, dimana momen kedua dan keempat dari

k yang digunakan untuk mendapatkan nilai

taksiran rataan dan variansi dari variansi vektor.

Definisi 2.

Jika X adalah vektor acak multinormal dengan rataan µ dan matriks kovariansi ∑, maka fungsi pembangkit momen dari X adalah

 

' '

exp

2

x

t t

M

t

t

, (3)

(3)

 

r

 

x r r d M t E X dt  , (4)

Dengan mengambil t = 0, maka

E X

 

r menyatakan momen ke–r dari vektor acak X . Dari persamaan (3) , untuk rataan

k dan variansi

2

2

1

k

n

, maka

 

2 2

exp

1

k x k

t

M

t

t

n

(5)

Untuk menemukan momen kedua dan keempat dari

k, maka persamaan (4) diterapkan pada

persamaan (5), sehingga diperoleh a. (

k) ; b. ( ) ; ( ) c. ( ) ; =( ) d. ( ) ; =( )

Hal ini menunjukkan bahwa dari momen kedua dan momen keempat diperoleh:

 

2 1 2 2 1 k k E n

 

  

 

 

1 2 2

2

1

1

E

vec S

vec

n

dan

 

4 4 2

12

12

1

1

1

k k

E

n

n

 

 

 

1 2 2 2 2 2 12 12 1 1 1 E vec S vec n n                 Maka statistik

 

1 2 2 1 1 vec S n    

  , penaksir tak bias dari

 

2 vec  dan

 

1 2 2 2 12 12 1 1 1 vec S n n            

, penaksir tak bias dari

vec

 

2 2. Karena

 

2

 

2 vec STr S , maka

 

 

1 2 2 2 1 1 E Tr S Tr S n         dan

 

 

1 2 4 2 8 12 12 var 1 1 1 1 Tr S Tr S n n n           .

(4)

2.2 Beberapa Sampel

Misalkan m sampel acak yang saling bebas dari suatu distribusi

N

p

,

, masing-masing sampel berukuran:

Sampel-1 : 1 1, 2,..., n X X X Sampel-2 : 2 1, 2,..., n Y Y Y   Sampel-m : 1, 2,..., m n Z Z Z

Kemudian Si matriks kovariansi sampel ke-i, i1, 2,...,m dan (∑ )

Ini berarti ∑ , ∑ ,..., ∑ . Misalkan

A

1

n

1

1

S

1,

2 2

1

2

A

n

S

, ... ,

A

m

n

m

1

S

m maka 1 m i i A A

berdistribusi Wishart dengan derajat bebas n – m, dengan kata lain distribusi dari Sgab adalah ∑

Rata-rata matriks kovariansi gabungan adalah

1 1 1

1

1

1

1

m i i m i gab m i i i i i

n

S

S

n

S

n m

n

  

, dimana 1 m i i n n

. Misalkan

k rataan nilai eigen dari Sgab. Untuk n yang berukuran besar

distribusi asimptotik dari

k adalah normal dengan rataan

k dan variansi 2

2

k

n m

, ditulis

k ( )

Seperti halnya pada satu sampel. Untuk memperoleh taksiran dan digunakan metode momen, sehingga diperoleh

( ) ; ( ) ( ) ; =( ) Hal ini menunjukkan bahwa dari momen kedua dan keempat diperoleh,

(5)

 

2 2 2 1 k k E n m

 

  

 

 

1 2 2

2

1

gab

E

vec S

vec

n m

 

4

4 2

12

12

1

k k

E

n m

n m

 

 

 

1 2 2 2 2 2 12 12 1 gab E vec S vec n m n m                 Maka statistik

 

1 2 2 1 vec Sgab n m    

  merupakan penaksir tak bias dari

 

2 vec  dan

 

1 2 2 2 12 12 1 vec Sg a b n m n m           

penaksir tak bias dari

 

2 2

vec

. Sehingga diperoleh

 

 

1 2 2 2 1 gab gab E Tr S Tr S n m            dan

 

1

 

2 4 2 8 12 12 var 1 1 gab gab Tr S Tr S n n m n m         . Bila n1 n2  nmn0, 1 1 m i i S S m

, dimana Si matriks kovariansi sampel ke-i; i1, 2,...,m dan

(∑ ). Ini berarti (∑ ) (∑ )  (∑ ) . Misalkan

A

1

n

0

1

S

1

A

2

n

0

1

S

2

A

m

n

0

1

S

m maka 1 m i i A A

berdistribusi Wishart dengan derajat bebas

m n

0

1

(Anderson, 1984) . Dengan kata lain distribusi dari

S

adalah

[ ] [∑ ].

Misalkan

k nilai eigen dari

S

. Untuk n yang berukuran besar distribusi asimptotik dari

k

adalah normal dengan rataan

k dan variansi

2 0 2 1 k m n

. Dengan cara yang sama pada n yang

(6)

 

2 2 0

2

1

1

k k

E

m n

 

 

4 4 2 0 0 12 12 1 1 1 k k E m n m n

  

     sehingga, statistik

 

1 2 0

2

1

1

vec S

m n

merupakan penaksir tak bias dari

 

2 vec  dan

 

1 2 2 2 0 0

12

12

1

1

1

vec S

m n

m n

merupakan penaksir tak bias

dari

 

2 2

vec

. Jadi

 

 

1 2 2 0

2

1

1

E Tr S

Tr S

m n

  

penaksir tak bias dari rataan

dan

 

 

 

1 2 4 2 0 0 0

8

12

12

var

1

1

1

1

Tr S

Tr S

n

m n

m n

penaksir tak bias dari variansi.

5. Kesimpulan

Berikut beberapa kesimpulan yang dapat diberikan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.

1. Momen kedua dan keempat dari

k yang digunakan untuk mendapatkan nilai taksiran rataan

dan variansi dari variansi vektor.

2. Taksiran dari vec

 

 2 =

Tr

 

2 dan

 

2 2

vec

=

Tr

 

4 merupakan taksiran tak bias dari rataan dan variansi berdasarkan variansi vektor .

3. Rataan dan variansi berdasarkan variansi vektor adalah sebagai berikut: a. Untuk satu sampel,

 

 

1 2 2 2 1 1 E Tr S Tr S n         ,

 

 

1 2 4 2 8 12 12 var 1 1 1 1 Tr S Tr S n n n          

b. Untuk beberapa sampel dengan n n1, 2,...,nm berbeda,

 

 

1 2 2 2 1 gab gab E Tr S Tr S n m               ,

 

1

 

2 4 2 8 12 12 var 1 1 gab gab Tr S Tr S n n m n m        

(7)

c. Untuk beberapa sampel dengan n1n2  nmn0,

 

 

1 2 2 0

2

1

1

E Tr S

Tr S

m n

  

,

 

 

2

1

 

4 2 0 0 0

8

12

12

var

1

1

1

1

Tr S

Tr S

n

m n

m n

Daftar Pustaka

Anderson, T.W., 1984. An Introduction to Multivariate Statistical Analysis. John Wiley & Sons Inc., New York .

Djauhari, M.A., 2007. A measure of data concentration. Journal of Applied Probability &

Statistics, Vol 2 No.2, pp. 139-155.

Guritno, S., 2007. Statistik Multivariat Terapan, Teori dan Aplikasi. UGM, Yokyakarta. Rencher, A.C., 2002. Methods of Multivariate Analysis. John Wiley & Sons Inc., New York. Schott, J.R., 1997. Matrix Analysis for Statistics. John Wiley & Sons Inc., New York

Referensi

Dokumen terkait

Analisis sensitivitas bermanfaat untuk menghindari pengulangan perhitungan dari awal apabila terjadi perubahan pada masalah Program Linear yang akan menjelaskan

Infusa merupakan sediaan cair yang dibuat dengan menyari simplisia nabati pada suhu 90ºC selama 15 menit, dimana pada praktikum ini bahan yang digunakan untuk membuat

Tujuan dari Tugas Akhir ini adalah untuk menghitung nilai daya dukung aksial dan daya dukung ijin tiang pancang berdasarkan data Sondir dan data SPT dengan metode

Selain oleh TS, pemuda itu juga pernah ditumpangi tangan oleh hamba Tuhan NP, adik dari hamba Tuhan lain, FP, yang saya sudah kenal puluhan tahun?. Saya mendapat keterangan bahwa

Model yang dilihat dapat diterapkan dalam proses pembelajaran karate adalah model cooperative learning tipe STAD.karena dalam model cooperative learning tipe STAD akan

Berdasarkan hasil yang diperoleh, maka dapat dilihat bahwa pemberian pakan dengan kadar vitamin E berbeda yaitu 325, 375, 425 dan 475 mg/kg pakan pada kadar asam lemak n-3/n-6

Pada awalnya peneliti cukup kesulitan untuk membuat janji wawancara dengan Henny karena kondisi moodnya yang masih jelek.. Selama beberapa hari peneliti duduk di

Ilustrasi interaktif berupa animasi pada program kuis interaktif Wondershare Quiz Creator akan mampu melatih kemampuan eksplorasi fenomena fisika pada siswa dan jenis atau tipe