• Tidak ada hasil yang ditemukan

B. PRIMA TANI LKDTIB AIR DINGIN KABUPATEN SOLOK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "B. PRIMA TANI LKDTIB AIR DINGIN KABUPATEN SOLOK"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

B. PRIMA TANI LKDTIB AIR DINGIN KABUPATEN SOLOK

Kegiatan Prima Tani agroekosistem lahan kering dataran tinggi iklim basah (LKDTIB) Air Dingin Kabupaten Solok dimulai tahun 2005 bersamaan dengan 22 lokasi pada 14 provinsi lainnya dan berakhir tahun 2008. Lokasi kegiatan ditetapkan bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Solok yang dikoordinir oleh Bappeda Kabupaten Solok bersama Dinas/Instandi terkait, BPTP Sumbar setelah melalui diskusi dan peninjauan ke lokasi.

Kondisi agroekosistem LKDTIB kawasan Prima Tani Air Dingin dipandang sangat krusial dan perlu penanganan segera. Hal ini ditandai oleh berkurangnya kawasan hutan, tidak hanya hutan produksi, tetapi juga hutan lindung yang termasuk kawasan Hutan Nasional Kerinci Seblat (TNKS) serta semakin luasnya lahan kritis. Penyebabnya selain karena penebangan hutan untuk mengambil kayu, masyarakat juga membuka hutan untuk menanam markisa yang menjadi sumber pendapatan utama dari buah-buahan. Setelah 5-6 tahun markisa tidak lagi berproduksi, lahan diterlantarkan dan akhirnya menjadi lahan kritis. Apabila praktek ini berlangsung terus, maka kerusakan alam baik di hulu maupun di hilir tidak bisa dihindari, karena kawasan Air Dingin merupakan hulu DAS Batang Hari. Kecenderungan petani menggarap hutan, karena produktivitas usahatani pada lahan usaha yang ada belum menguntungkan, disebabkan belum diterapkannya teknologi dengan baik.

Hasil survai Nurdin et. al (2003) mengidentifikasi masalah yang sering dihadapi petani di kawasan ini, adalah: (i) kesuburan lahan rendah; (ii) kualitas benih rendah; (iii) harga benih (kentang) mahal; (iv) pupuk kandang kurang tersedia (v) pestisida kurang; (vi) penyakit layu pada kentang belum teratasi; (vii) harga jual hasil panen rendah dan bersaing dengan daerah lain; (viii) akses modal terbatas; (ix) pada musim ke sawah tenaga kerja langka; (x) informasi tentang perkebunan atau agro forestery belum banyak diperoleh; dan (xi) pemeliharaan ternak masih tradisional. Kesemuanya ini menyebabkan produktivitas dan pendapatan usahatani rendah.

Dari aspek demografi tercatat jumlah penduduk 10.476 jiwa (2.358 KK), yang sebagian besar status kepala keluarga mempunyai latar belakang pendidikan tidak tamat SD (51,0%), diikuti 41,8% tamat SD/SLTP, 6,4% tamat SLTA, dan 0,8% tamat Ak/PT. Pekerjaan utama penduduk adalah bertani dengan luas penguasaan lahan bervariasi 0,25-2,0 ha/KK. Hasil baseline survey terhadap 40 responden tahun 2005 besarnya pendapatan keluarga tani di Air Dingin Rp 9.475,600/keluarga (56,5% dari usahatani, 23,6% tukang dan buruh tambang galian C, 8,8% pegawai, dan 11,1% dagang dan jasa lainnya). Penyumbang terbanyak pendapatan berasal dari usahatani sayuran (27,2%), markisa manis (19,9%), ternak (5,5%), dan padi sawah 3,9% (Artuti et al., 2005a). Dibandingkan tahun 2008 terjadi perubahan pendapatan 90,6% menjadi Rp 18.059.100/KK. Perubahan ini

(2)

jual lebih tinggi. Perubahan lain yang terjadi selain pemanfaatan lahan sawah untuk usahatani sayuran yang lebih ekonomis (peningkatan IP), ialah mulai berkurangnya petani menggarap hutan TNKS, bertambah baiknya infrastruktur dan lahan tidur mulai dimanfaatkan.

Sejalan dengan tahapan kegiatan berjalan sejak awal, serta mengacu pada rumusan lokakarya Prima Tani Kabupaten Solok bersama Pemkab. Solok beserta SKPD terkait yang dimuat dalam dokumen Rancang Bangun Laboratorium Agribisnis (RBLA), dinyatakan bahwa implementasi inovasi teknologi dan kelembagaan diprioritaskan untuk pengembangan komoditas unggulan utama, yaitu: markisa, kopi dan sayuran, terutama kentang.

Tujuan

Tujuan Prima Tani adalah sebagai berikut :

1) Mempercepat proses diseminasi dan adopsi teknologi pertanian inovatif di Nagari Air Dingin Kabupaten Solok.

2) Merancang serta memfasilitasi penumbuhan dan pembinaan sistem dan usaha agribisnis

3) Mempercepat pencapaian kesejahteraan petani, melestarikan sistem pertanian dan lingkungan

Ruang Lingkup

Ruang lingkup dari kegiatan Prima Tani di Nagari Air Dingin adalah membangun suatu kawasan Laboratorium Agribisnis dikawasan Nagari sebagai contoh penciptaan Agribisnis Industrial Pedesaan (AIP). Untuk mencapai AIP telah dilakukan beberapa kegiatan mulai persiapan (melakukan PRA, pemetaan sumberdaya lahan dan survei pendasaran) dan lokakarya untuk menghasilkan suatu “rancang bangun” sebagai acuan dalam mengembangkan wilayah agribisnis berbasis sumberdaya (SDA dan SDM) dan kelembagaan yang ada. Rancang bangun ini setiap tahun dapat dilakukan perobahan disesuaikan dengan perkembangan dan dukungan SKPD terkait di lokasi. Ada tiga program utama yang dilakukan dalam upaya menciptakan kawasan AIP yaitu (!) implementasi inovasi teknologi, (2) inovasi kelembagaan dan (3) inovasi diseminasi. Ketiga inovasi ini dilakukan secara simultan dan sinergis, sehingga seluruh sub sistem agribisnis tersebut bisa dibangun dan kemudian menjadi suatu sistem agribisnis yang utuh dan terintegrasi.

B.1. Inovasi Teknologi Pertanian

Semenjak tahun 2005 sampai akhir tahun 2008 di kawasan Prima Tani Air Dingin Kabupaten Solok sudah cukup banyak inovasi teknologi yang diimplementasikan. Sesuai dengan penetapan komoditas yang akan dikembangkan yaitu, markisa, kopi, dan sayuran, maka ketiga komoditas tersebut mendapat prioritas dalam bimbingan teknologi dan pembinaan petani di lapangan. Implementasi inovasi teknologi budidaya maupun pascapanen dilakukan dalam bentuk pembinaan petani secara berkelompok

(3)

melalui kegiatan kebun kolektif, kebun contoh, peragaan/demonstrasi teknologi, dan dukungan penyediaan sarana berupa bibit/benih, pupuk dan obat-obatan sebagai berikut:

a. Implementasi terbatas inovasi teknologi benih kentang granola.

Perbanyakan plantlet kentang berasal dari Balitsa Lembang dilakukan pada Lab. Kultur Jaringan BPTP Sumbar, dan produksi G0 dan

G1 di rumah kasa Sukarami. Dari 1.500 tanaman yang tumbuh dilakukan

pengambilan dan penanaman stek kentang sebanyak 1.000 stek dan menghasilkan sebanyak 6.500 benih G1.

b. Pengadaan bibit kopi arabika, markisa, dan Trichoderma harzianum. Bibit kopi arabika siap tanam diserahkan kepada Keltan sebanyak 2.000 batang, 1.000 batang ditanam dibawah markisa umur 2 tahun, dan 1.000 batang lainnya di lahan kering untuk ditumpangsarikan dengan sayuran pada lahan yang sudah berteras. Bibit alpokat unggul (3 varietas, masing-masing 5 batang), bibit markisa (2 varietas, masing-masing 2 batang) diserahkan oleh Balitbu sebagai contoh dengan tujuan agar kawasan Air Dingin menjadi penghasil bibit unggul markisa dan alpokat pendukung agribisnis. Selain itu, BPTP Sumbar juga mengintroduksikan

penggunaan Trichoderma harzianum sebagai dekomposer dalam

pembuatan kompos.

c. Produksi benih G4 dan kentang konsumsi.

Dari 1.000 umbi bibit G3 (0,75 ha) yang ditanam, dihasilkan 4,8 ton

umbi, sebanyak 3,0 ton ukuran medium (30-60 gr) dijadikan bibit G4,

sisanya dijadikan kentang konsumsi. Benih kentang disimpan dan ditunaskan di posko Keltan Bina Usaha. Separoh hasil menjadi milik Keltan Bina Usaha, sisanya sebanyak 1.5 ton dikembalikan ke Dinas Pertanian untuk digulirkan kepada keltan lain.

Gambar B1. Temu lapang di lokasi Show Window Gapoktan Prima Usaha,

dengan inovasi teknologi perbanyakan benih kentang Granola. Air Dingin.2006

(4)

d. Budidaya cabe merah dan tomat dengan teknologi MPHP.

Kegiatan dilakukan oleh Keltan Cahaya Baru, Serumpun Bambu, dan Saiyo Sakato pada kebun kolektif di Jorong Koto Baru. Teknologi yang dikenalkan ke petani adalah penggunaan mulsa plastik hitam (MPHP) sebagai mulsa sekaligus untuk mengurangi i gangguan hama dalam pertanaman di lapangan. Benih yang digunakan varietas hibrida F1

Bagayo dan Taro berasal dari PT. Panah Merah. Perolehan hasil cabe 12,7 t/ha dengan nilai R/C 2,7. Tiga Keltan yang sama juga melaksanakan kegiatan budidaya tomat jenis Marta dengan teknologi MPHP. Teknologi MPHP pada tomat menghasilkan R/C 2,5, sedangkan teknologi petani sebagai pembanding menghasilkan R/C 1,6.

Gambar B2. Penampakan usaha tani sayuran petani di lahan sawah dan

tampilan usahatani tomat dengan teknologi MPHP e. Integrasi markisa, kopi, dan sayuran.

Keltan Harapan Sakato melaksanakan sistem integrasi markisa, kopi dan sayuran seluas 1 ha di Jorong Koto. Jenis kopi yang diintroduksikan adalah kopi Andungsari yang dianjurkan untuk dikembangkan di dataran tinggi, sedangkan jenis markisa adalah markisa unggul jenis Super Solinda. Diantara tanaman tahunan ini ditanami sayuran (kentang, kubis, tomat) secara berurutan. Dari hasil kegiatan ini sampai saat ini keltan Harapan sakato masih memanen hasil kopi dan markisa setiap minggu untuk dipasarkan, karena pohon kopi dan markisa sudah menaungi lahan, maka sayuran tidak lagi menjadi tumpuan penghasilan dilahan integrasi tersebut.

(5)

Gambar B3. Usahatani sayuran di bawah markisa dan kopi arabika th

2006 (kiri atas), tampilan buah markisa Super Solinda dan kopi arabika Andung sari 1, di lahan integrasi kopi,markisa dan sayuran. Air Dingin, 2008-2009.

f. Pengelolaan lahan kering dengan metoda konservasi.

Kegiatan berlokasi di kebun kolektif Gapotan Prima Usaha sebagai tempat pembelajaran, sekaligus sebagai lahan inti Prima Tani. Teknologi yang diterapkan adalah teknologi berwawasan konservasi pada lahan miring bergelombang dengan komoditas utama kopi arabika yang diintegrasikan dengan sayuran dan hijauan makanan ternak sebagai kontur.

Gambar B4. Sosialisasi pengelolaan lahan dengan sistem konservasi (kiri)

(6)

f

f.. Hijauan Makanan Ternak (HMT).

Pengembangan HMT mendukung pengembangan ternak dan sistem usahatani konservasi selain dilakukan pada kebun kolektif Gapoktan Prima Usaha, juga dikembangkan pada kebun kolektif Cahaya Baru (jenis Gajah Taiwan, Setaria, Panikum sp, 1 ha) Serumpun Bambu (Gajah Taiwan, 0,5 ha), serta lahan petani Darsono dan Madan (Gajah Taiwan dan Panikum, 0,5 ha).

g

g.. Block fondasi alpokat.

Dilaksanakan oleh Keltan Bendang Serumpun seluas 1 ha yang merupakan kebun bibit (Block Fondasi). Sebagai pohon induk ditanam sebanyak 3 varietas unggul yang berasal dari Balitbutrop, yaitu: Mega Gagawan, Mega Murapi, dan Paninggahan serta lokal Koto dengan jumlah total 250 batang.

h

h.. Produk olahan kentang dan markisa manis.

Tim teknis telah melakukan bimbingan teknologi pengolahan kentang menjadi kripik kentang dengan rasa pizza, rasa keju dan rasa jagung bakar, serta pembuatan jus dan sirup markisa manis campur terung belanda. Pelatihan diberikan kepada KWT Mekar Sari dan KWT Mawar Putih Jorong Koto Baru.

i. Pembibitan kopi arabika.

Tahun 2006, Keltan Bina Usaha melakukan pembibitan kopi arabika sebanyak 10.000 biji. Tahun 2008 Gapoktan Kobar Saiyo juga difasilitasi melakukan usaha pembibitan kopi arabika jenis Andungsari sebanyak 15.000 biji. Kegiatan ini diikuti oleh 3 keltan (Serumpun Bambu, Saiyo Sakato, dan Sarasah Prima) yang nantinya ditanam pada lahan usaha anggota masing-masing. Tahun 2009 dilakukan juga sanakan pembibitan sebanyak 20.000 biji kopi lagi. Selain pembibitan, telah dibagikan juga bibit kopi siap tanam kepada keltan untuk ditanam pada lahan anggota yaitu, Keltan Harapan Sakato (2.000 bibit), Cahaya Baru (1.800 bibit) Gapoktan Bina Usaha (6.200 bibit), dan Harapan Saiyo 250 bibit.

j. Polatanam sayuran.

Keltan Suka Maju di Jorong Data tahun 2007-2008 melaksanakan polatanam sayuran pada lahan bekas sawah yang sudah lama tidak diusahakan. Jenis tanaman yang diusahakan adalah tomat, kentang, dan kubis. Khusus untuk tomat menggunakan teknologi MPHP. Selain Keltan Suka Maju, kepada beberapa petani perorangan sekitar Posko juga diberikan bimbingan inovasi teknologi dan bantuan sarana produksi.

B.2. Inovasi Kelembagaan

Agribisnis Industrial Pedesaan (AIP) merupakan suatu model kelembagaan usaha pertanian yang sekaligus merupakan model inovasi

(7)

kelembagaan yang akan dikembangkan melalui Prima Tani, bertujuan untuk menumbuhkan elemen-elemen lembaga agribisnis seperti lembaga produksi pertanian, sarana produksi dan jasa alsintan, penyuluhan klinik agribisnis, industri pengolahan hasil dan lembaga permodalan serta terwujudnya saling keterkaitan yang harmonis baik secara fungsional maupun institusional dan saling menguntungkan antara pelaku agribisnis, terutama antara petani dan pelaku agribisnis lainnya. Pembentukan kelembagaan AIP didasarkan pada hasil inventarisasi lembaga yang sudah ada maupun yang belum ada serta lembaga yang belum berfungsi sesuai dengan kebutuhan, kapasitas sumberdaya dan budaya setempat.

B.2.1. Kelompok Tani dan Gapoktan

Untuk mewujudkan kelembagaan AIP yang operasional diperlukan serangkain kegiatan penumbuhan kelembagaan secara efektif dan efisien untuk seluruh elemen. Dalam kegiatan Prima Tani 2005-2007 telah dapat ditumbuhkan berbagai lembaga sesuai dengan prinsip kebutuhan, efektivitas, efisiensi, fleksibilitas, manfaat dan pemerataan serta keberlanjutan. Kelembagaan produksi pertanian telah ditumbuhkan sebanyak 16 kelompok tani sebagai lembaga produksi baik yang tumbuh baru maupun yang direvitalisasi (Tabel B1).

Tabel B1. Jumlah penumbuhan dan revitalisasi Keltan Binaan Prima Tani

Kabupaten Solok, 2005-2007.

No. Nama Keltan Alamat Anggota (Orang) Bidang Usaha Keterangan

1. Bina Usaha Koto 9 Benih

Kentang Baru

2. Sinar Tanjung Koto 15 Sayuran,

markisa Baru

3. Sabilal

Muhtadin Data 20 Sayuran Revitalisasi

4. Bendang

Serumpun Data 16 Sayuran, ternak Revitalisasi

5. Tunas Baru Data 12 Markisa Baru

6. Simental Koto 5 Ternak sapi Baru

7. Harapan

Sakato Aie Sonsang 8 Kopi, markisa Baru

8. Harapan Jaya Aie

Sonsang 16 Benih kentang Revitalisasi

9. Sapan Saiyo Data 24 Sayuran Baru

10. Cahaya Baru Koto Baru 16 Sayuran Baru

11. Sarasah Prima Koto Baru 16 Sayuran Baru

12. Serumpun

(8)

14. Mekar Sari Koto Baru 16 Pengolahan

Hasil Baru

15. Suka Maju Data 12 Sayuran Baru

16. Melber Koto 25 Kopi Baru

Untuk lebih meningkatkan efektivitas dan efisiensi lembaga produksi pertanian, secara musyawarah yang diikuti oleh pengurus kelompok tani telah dibentuk suatu wadah yang menghimpun seluruh lembaga produksi pertanian yang dinamakan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Walaupun demikian, belum semua poktan tergabung dalam Gapoktan. Dua Gapoktan yang terbentuk adalah Gapoktan Prima Usaha Jorong Koto dengan anggota Poktan Bina Usaha, Harapan Sakato, Sinar Tanjung dan Sapan Saiyo tahun 2006. Tahun 2007 dibentuk Gapoktan Kobar Saiyo di Jorong Koto Baru. Gapoktan Kobar Saiyo tercatat sebagai penerima BLM PUAP tahun 2008, dengan poktan Sarasah Prima, Serumpun Bambu, Saiyo Sakato dan KWT. Mekar Sari.

B.2.2. Seed Capital

Dalam rangka penguatan modal usaha kelompok, Gapoktan Prima Usaha ditunjuk oleh Bupati Solok sebagai wadah untuk menerima, menyalurkan dan mengkoordinir penggunaan dana seed capital sesuai SK Bupati No. 194/Bup-2006 tanggal 8 Mei 2006. Besarnya dana yang disalurkan sebesar Rp 50.000.000 berasal dari DIPA BPTP Sumbar tahun 2006. Penggunaan seed capital hanya diberikan untuk penguatan modal usaha yang dilakukan secara kolektif kelompok bukan untuk usahatani bersifat induvidu. Seed capital merupakan dana bergulir yang mana besarnya pinjaman, besarnya bunga, sistem pengembalian serta mekanisme pinjaman lainnya diatur dalam suatu perjanjian. Untuk mendapatkan peinjaman, kelompok harus mengajukan Rencana Usaha Kelompok (RUK) kepada Gapoktan dan dinilai kelayakan oleh Pembina (Tim Prima Tani dan Pengurus Gapoktan). Tahun 2006, dana seed capital telah disalurkan kepada tiga keltan dan Gapoktan Prima Usaha (Tabel B2).

Tabel B2. Alokasi dana seed capital untuk kelompok dan jenis komoditas

yang diusahakan tahun 2006.

No. Nama Kelompok Komoditas yang

diusahakan Besar pinjaman (Rp)

1. Cahaya Baru Bawang merah, tomat,

cabe

16.000.000

2. Bina Usaha Kentang konsumsi 17.750.000

3. Harapan Sakato Tomat 3.100.000

4. Gapoktan Prima

Usaha Usaha bibit kentang 10.600.000

5. Gapoktan Prima

(9)

B.2.3. Pelatihan petani

Setelah revitalisasi dan penumbuhan keltan baru dilakukan, kepada semua pengurus kelompok diberikan pembekalan dasar tentang pentingnya kelompok termasuk penyusunan AD dan ART. Dalam konteks peningkatan pengetahuan teknis petani atau anggota keltan terhadap penguasaan teknologi secara simultan, selain penerapan inovasi teknologi d ilapangan juga dilakukan pelatihan setiap tahunnya. Materi pelatihan petani periode 2005-2008, adalah sebagai berikut:

Tahun 2005

1. Pembuatan kompos jerami menggunakan Trichoderma harzianum dan fermentasi jerami menggunakan stardec untuk pakan ternak, 2. Sekolah lapang konservasi lahan dengan komoditi kopi di bawah

markisa,

3. Budidaya dan pascapanen tomat, 4. Budidaya dan pascapanen kentang, 5. Budidaya dan pascapanen kubis, 6. Budidaya ternak sapi,

7. Pengenalan benih hibrida tanaman sayuran

8. Magang tentang produksi cabe merah dan kentang bagi 2 anggota keltan Bina Usaha di Balitsa Lembang.

Tahun 2006

1. Pengenalan benih sayuran hibrida, 2. Benih kentang,

3. Manajemen kelembagaan petani, 4. Tehnis konservasi lahan,

5. Pemeliharaan ternak besar, 6. Budidaya dan pasca panen kopi, 7. Pembuatan dadieh,

8. Pengolahan sirup dan jus markisa.

Tahun 2007, pelatihan petani dilakukan bekerjasama dengan Balitsa Lembang, Dinas Pertanian dan Perikanan serta Dinas Hutbun Kabupaten Solok. Materi pelatihan mencakup:

1. Potensi dan peluang penumbuhan penangkaran bibit kentang di kawasan Prima Tani,

2. Teknis perbanyakan benih berkualitas tanaman kentang, 3. Pengenalan OPT sayuran,

(10)

6. Kebijakan pengembangan produksi kentang di Kabupaten Solok, 7. Pengendalian lalat buah markisa dengan pestisida nabati

8. Tehnik pembibitan kopi arabika, 9. Teknik budidaya kopi arabika,

10. Prospek pengembangan komoditas kopi, 11. Pemasaran kopi,

12. Pasacapanen kopi.

Tahun 2008, pelatihan petani dilakukan bersama dengan narasumber dari Dinas Hutbun

1. Usahatani kopi dan prospek pengembangan di Kabupaten Solok, 2. Pemanfaatan tanaman pelindung kopi (gamal) untuk pakan ternak, 3. Budidaya tanaman kopi,

4. Usahatani dan konservasi lahan, 5. Kelembagaan petani,

6. Dinamika kelompok.

B.3. Klinik Agribisnis

Klinik Agribisnis ”Ngalau Prima”, sebelumnya menempati salah satu ruangan di Kantor Wali Nagari Air Dingin. Sejak tahun 2006, pindah ke bangunan rumah penduduk dengan sistem sewa dan bergabung dengan Posko petugas Detasir. Bangunan klinik ditata sebagai tempat pertemuan, konsultasi, dan diskusi antara peneliti/penyuluh dengan petani serta pelaku agribisnis lainnya. Ruang klinik dilengkapi dengan sumber informasi inovasi teknologi seperti buku, majalah, jurnal, booklet, leatlet, juknis, VCD dan banner baik yang dihasilkan Badan Litbang Pertanian ataupun unit kerja lainnya yang relevan. Secara khusus Tim Prima Tani juga mempersiapkan juknis yang selain digunakan untuk mengisi materi Klinik, juga dibagikan kepada petani, terutama pada saat pelatihan petani. Juknis tersebut, adalah:

1. Petunjuk Teknis Budidaya Markisa Manis, 2006

2. Petunjuk Teknis Budidaya Kentang untuk Konsumsi dan Bibit, 2006 3. Petunjuk Teknis Budidaya Kopi Arabika, 2006

4. Petunjuk Teknis Teknologi Budidaya Kubis, 2007 5. Petunjuk Teknis Teknologi Budidaya Tomat, 2007

6. Banner (integrasi markisa, kopi dan sayuran: PHT sayuran, Pengolahan jus dan sirup markisa mix terung belanda) 7. Leaflet (budidaya tomat, pengolahan sirup dan jus markisa) 8. Poster (markisa unggul)

B.3.2. Master Plan Nagai air Dingin

Untuk lebih lancarnya aktivitas Pengelolaan Laboratorium Agribisnis di Nagari Air Dingin, Pemerintah Daerah kabupaten Solok, pada tahun 2006 dalam program Bappeda Kabupaten Solok menyediakan dana Rp

(11)

20.000.000,- (dua puluh juta rupiah dengan out put peta kesesuaian lahan dan master plan pengembangan pertanian nagari Air Dingin.

Hasil analisis, dari luas lahan Nagari Air Dingin 12.860 ha, diperuntukkan kepada hutan konservasi 9.187 ha, 3.004 ha lahan budidaya pertanian dan 1.669 ha untuk budidaya dengan menerapkan teknologi konservasi. Khusus kawasan lereng di Lubuk Batu Gajah seluas 124 ha harus menjadi kawasan hutan sebagai penyangga Sungai Batang Hari.

Gambar

Gambar B1.  Temu lapang di lokasi Show Window Gapoktan Prima Usaha,  dengan  inovasi teknologi perbanyakan benih kentang  Granola
Gambar B2. Penampakan usaha tani sayuran petani di lahan sawah dan  tampilan usahatani tomat dengan teknologi MPHP
Gambar B3. Usahatani sayuran di bawah markisa dan kopi arabika th  2006 (kiri atas), tampilan buah markisa Super Solinda dan  kopi arabika Andung sari 1, di lahan integrasi kopi,markisa  dan sayuran
Tabel B1. Jumlah penumbuhan dan revitalisasi Keltan Binaan Prima Tani  Kabupaten  Solok, 2005-2007
+2

Referensi

Dokumen terkait

Tabel 6 menunjukkan bobot kering tajuk bibit jeruk nipis pada umur 14 MST terberat diperoleh pada perlakuan bahan tanam setek batang dengan daun (B 2 ) yang

mengidentifikasi keterkaitan antara ketersediaan air irigasi dan pola tanam, intensitas tanam dan tingkat produksi pertanian di di daerah hulu, tengah dan hilir;

Tahap terakhir dari penelitian ini adalah pengolahan produk yang dihasilkan dari penelitian tahap ke dua (2) yaitu pembuatan Rendang Suir dari daging Burung Puyuh Jantan

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui karakteristik petani kopi Arabika dengan berbagai pola tanam terpadu di desa Sukorejo, (2) Mengetahui keuntungan dari berbagai pola

kemunculan koperasi juga menarik minat petani bawang dan penambang pasir dalam membudidayakan tanaman kopi serta bergabung sebagai anggota binaan koperasi.Koperasi Solok Radjo dengan

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,