Informasi Dokumen
- Penulis:
- Reyzha Wahyu Permadi
- Pengajar:
- Kharisul Wathoni, M.Pd.I
- Sekolah: Institut Agama Islam Negeri Ponorogo
- Mata Pelajaran: Pendidikan Agama Islam
- Topik: Upaya Pendidik Dalam Membimbing Akhlak Santri Melalui Kitab Al-Matlab
- Tipe: skripsi
- Tahun: 2018
- Kota: Ponorogo
Ringkasan Dokumen
I. Pendahuluan
Bagian pendahuluan menjelaskan tentang pentingnya pendidikan dalam kehidupan manusia, khususnya pendidikan agama Islam. Pendidikan dianggap sebagai usaha sadar dan terencana untuk mengembangkan potensi spiritual, akhlak, dan keterampilan peserta didik. Penelitian ini berfokus pada upaya pendidik dalam membimbing akhlak santri di Pondok Pesantren Subulun Najah melalui kitab al-Maţlab, yang dianggap relevan untuk membekali santri dengan akhlak yang baik.
II. Kajian Teori
Kajian teori membahas definisi pendidik dalam konteks pendidikan Islam, yang mencakup tanggung jawab pendidik terhadap perkembangan anak didik. Pendidik bukan hanya mentransfer ilmu tetapi juga menanamkan nilai-nilai akhlak. Selain itu, dibahas juga berbagai metode yang dapat digunakan dalam pendidikan akhlak, seperti metode hafalan, keteladanan, dan tajribi. Hal ini menunjukkan pentingnya pendekatan yang tepat dalam mendidik santri.
2.1. Pendidik
Pendidik dalam Islam memiliki peran penting sebagai murabbi dan mu'allim. Mereka bertanggung jawab dalam mendidik dan membimbing santri untuk mencapai akhlak yang baik, serta menginternalisasikan nilai-nilai religius. Pendidik harus mampu memberikan contoh yang baik dan mengarahkan santri untuk memahami dan mengamalkan ilmu yang diperoleh.
2.2. Metode Pendidik
Metode yang digunakan dalam pendidikan akhlak di Pondok Pesantren Subulun Najah mencakup metode hafalan, keteladanan, dan tajribi. Metode hafalan membantu santri dalam mengingat ajaran-ajaran akhlak, sedangkan keteladanan memberikan contoh nyata dari pendidik. Metode tajribi menekankan pada praktik langsung dalam kehidupan sehari-hari, sehingga santri dapat menghayati akhlak yang diajarkan.
III. Metodologi Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk memahami upaya pendidik dalam membimbing akhlak santri melalui kitab al-Maţlab. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Proses analisis data dilakukan secara interaktif dengan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, sehingga memberikan gambaran yang jelas mengenai fenomena yang diteliti.
IV. Deskripsi Data
Deskripsi data mencakup informasi umum mengenai Pondok Pesantren Subulun Najah, termasuk sejarah berdirinya, visi, misi, dan profil pondok. Sejarah pondok menunjukkan komitmen untuk pendidikan agama di masyarakat, sedangkan visi dan misi pondok mencerminkan tujuan untuk membentuk santri yang berakhlak mulia dan bermanfaat bagi masyarakat. Ini menjadi dasar bagi upaya bimbingan akhlak yang dilakukan.
4.1. Sejarah Pondok
Pondok Pesantren Subulun Najah didirikan pada tahun 1926 oleh Kyai Hasyim dan Mbah Syukur untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan pendidikan agama. Sejak awal, pondok ini berkomitmen untuk mendidik santri dalam ilmu agama dan akhlak, yang terus berlanjut hingga saat ini.
4.2. Visi dan Misi
Visi Pondok Pesantren Subulun Najah adalah membentuk manusia yang beriman, beramal sholeh, dan berakhlak mulia. Misi pondok mencakup pencetakan santri yang bertakwa, menghidupkan semangat berislam, dan memberikan kesempatan belajar bagi santri yang kurang mampu, yang semua ini mendukung tujuan pendidikan akhlak.
V. Analisis Data
Analisis data menunjukkan bahwa upaya pendidik dalam membimbing akhlak santri melalui kitab al-Maţlab berhasil mengimplementasikan hampir semua materi yang ada dalam kitab tersebut. Santri menunjukkan perubahan akhlak yang positif, seperti menghormati pendidik, memuliakan ilmu, dan bersikap sopan terhadap orang tua. Ini menunjukkan relevansi pendidikan akhlak dalam membentuk karakter santri.
VI. Penutup
Bagian penutup menyimpulkan hasil penelitian dan memberikan rekomendasi untuk pengembangan pendidikan akhlak di pondok pesantren. Ditekankan bahwa pendidikan akhlak sangat penting dalam membentuk karakter santri dan harus terus ditingkatkan melalui metode yang efektif. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan pendidikan agama Islam di Indonesia.
Referensi Dokumen
- Akhlak Tassawuf ( Rosihon Anwar )
- Ilmu Pendidikan Islam ( Novan Ardy Wiyani )
- Model Penelitian Kualitatif ( Zainal Arifin )
- Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik ( Suharsimi Arikunto )
- Metodologi Penelitian: Memberikan Bekal Teoritis pada Mahasiswa tentang Metodologi Penelitian serta Diharapkan dapat Melaksanakan Penelitian dengan Langkah-Langkah yang Benar ( Cholid Narbuko dan Abu Achmadi )