• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS KEUANGAN DAN RENCANA PENINGKATAN PENDAPATAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "ANALISIS KEUANGAN DAN RENCANA PENINGKATAN PENDAPATAN"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

Rencana Program Investasi Jangka Menengah Kabupaten Cilacap Tahun 2009-2013

V-1

BAB 5

ANALISIS KEUANGAN

DAN RENCANA PENINGKATAN PENDAPATAN

A. Umum

Dengan diberlakukannya Peraturan Pemerintah nomor 38 tahun 2007 tentang Pembagian

Urusan Pemerintah Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah

Kabupaten/ Kota, maka Pemerintah Kabupaten mempunyai kewajiban untuk menyelenggarakan dan

melaksanakan urusan pemerintahan daerah yang menjadi kewenangannya. Urusan pemerintahan

daerah dimaksud meliputi: Urusan Wajib dan Urusan Pilihan dalam rangka pelayanan kepada

masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Birokrasi dalam melaksanakan urusan pemerintahan daerah tersebut secara umum

berperan menjalankan 3 (tiga) fungsi utama, yaitu: fungsi pelayanan, fungsi pembangunan dan

fungsi pemerintahan umum. Fungsi pelayanan berhubungan dengan unit organisasi pemerintahan

yang pada hakikatnya merupakan bagian atau berhubungan dengan masyarakat. Fungsi utamanya

adalah pelayanan publik (public service) langsung kepada masyarakat. Fungsi pembangunan

berhubungan dengan organisasi pemerintah yang menjalankan salah satu urusan pemerintahan

daerah guna mencapai tujuan pembangunan. Fungsi pokoknya adalah Development function atau

adaptive function. Fungsi ketiga adalah pemerintah umum yang berhubungan dengan rangkaian

organisasi pemerintahan yang menjalankan tugas-tugas pemerintahan umum termasuk memelihara

ketertiban dan keamanan. Fungsinya lebih kepada fungsi pengaturan (regulative function).

Guna melaksanakan ketiga fungsi utama tersebut secara optimal diperlukan dukungan

anggaran yang memadai yang tertuang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)

untuk melaksanakan semua urusan pemerintahan daerah yang menjadi kewenangan Pemerintah

Daerah Kabupaten Cilacap. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) merupakan rencana

keuangan tahunan Pemerintah Daerah yang menggambarkan semua hak dan kewajiban daerah

dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan Daerah dalam kurun waktu satu tahun. APBD selain

itu juga merupakan instrumen dalam rangka mewujudkan pelayanan dan peningkatan kesejahteraan

masyarakat. Berkaitan dengan hal tersebut maka pengalokasian anggaran belanja yang secara rutin

(2)

Rencana Program Investasi Jangka Menengah Kabupaten Cilacap Tahun 2009-2013

V-2 ukur bagi tercapainya kesinambungan serta konsistensi pembangunan daerah secara keseluruhan

menuju tercapainya sasaran yang telah disepakati bersama.

Bertitik tolak dari target kinerja pembangunan daerah yang akan dicapai dan dengan

memperhatikan keterbatasan sumber daya yang ada, maka dalam rangka pencapaian tujuan

pembangunan daerah perlu mengarahkan dan memanfaatkan sumber daya yang ada secara

berdaya guna dan berhasil guna dengan disertai pengawasan dan pengendalian yang ketat sesuai

ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Hal ini dimaksudkan agar target kinerja

pembangunan daerah yang telah ditetapkan dapat tercapai.

Mengacu pada Peraturan Pemerintah nomor 58 tahun 2005 tentang Pengelolaan

Keuangan Daerah, maka penyusunan APBD Kabupaten Cilacap didasarkan pada Kebijakan Umum

APBD (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran (PPA) yang telah disepakati bersama antara

Pemerintah Daerah dan DPRD. Kebijakan Umum APBD (KUA) dimaksudkan sebagai pijakan dan

dasar bagi Pemerintah Daerah dan DPRD dalam membahas dan menyepakati PPA yang

selanjutnya menjadi bahan utama penyusunan RAPBD, oleh karena itu KUA tersebut juga

memberikan landasan dan pedoman bagi setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam

menyusun program dan kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun datang dalam rangka

pelaksanaan urusan pemerintahan daerah yang menjadi kewenangannya. Rencana program dan

kegiatan beserta anggarannya dimaksud dituangkan dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran

Satuan Kerja Perangkat Daerah (RKA-SKPD) serta rencana pelaksanaannya sesuai tugas pokok

dan fungsinya masing-masing.

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pada hakikatnya merupakan

perwujudan amanat rakyat kepada eksekutif dan legislatif untuk meningkatkan kesejahteraan dan

pelayanan umum kepada masyarakat dalam batas otonomi daerah yang dimiliki. Bertitik tolak pada

hal tersebut, maka setiap penyusunan APBD Kabupaten Cilacap disusun dengan memperhatikan

prinsip-prinsip:

1. Partisipasi Masyarakat

Hal ini mengandung makna bahwa pengambilan keputusan dalam proses penyusunan dan

penetapan APBD sedapat mungkin melibatkan partisipasi masyarakat sehingga

(3)

Rencana Program Investasi Jangka Menengah Kabupaten Cilacap Tahun 2009-2013

V-3 2. Transparansi

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang disusun harus dapat menyajikan

informasi secara terbuka dan mudah diakses oleh masyarakat yang meliputi: tujuan,

sasaran, sumber pendanaan pada setiap jenis/ obyek belanja serta korelasi antara

besaran anggaran dengan manfaat dan hasil yang dicapai dari suatu kegiatan yang

dianggarkan. Oleh karena itu, setiap pengguna anggaran harus bertanggung jawab

terhadap penggunaan sumber daya yang dikelola untuk mencapai hasil yang ditetapkan.

Transparansi dan akuntabilitas anggaran, baik dalam perencanaan, pengorganisasian,

pelaksanaan, pengendalian dan pengawasan, maupun akuntansinya merupakan wujud

pertanggungjawaban Pemerintah Daerah dan DPRD kepada rakyat.

3. Disiplin Anggaran

Anggaran daerah disusun berdasarkan kebutuhan riil dan prioritas masyarakat di daerah

sesuai dengan target dan sasaran pembangunan daerah. Dengan demikian, dapat

dihindari adanya kebiasaan alokasi anggaran pembangunan ke seluruh sektor yang

kurang efisien dan efektif.

Anggaran yang tersedia pada setiap pos/ rekening merupakan batas tertinggi belanja/

pengeluaran. Oleh karena itu, tidak dibenarkan melaksanakan kegiatan melampaui batas

kredit anggaran yang ditetapkan.

4. Keadilan Anggaran

Pajak daerah, retribusi daerah dan pungutan daerah lainnya yang dibebankan kepada

masyarakat harus mempertimbangkan kemampuan untuk membayar, masyarakat yang

memiliki kemampuan pendapatan rendah secara proporsional diberi beban yang sama,

sedangkan masyarakat yang mempunyai kemampuan untuk membayar tinggi diberikan

beban yang tinggi pula. Untuk menyeimbangkan kedua kebijakan tersebut pemerintah

daerah dapat melakukan diskriminasi tarif secara rasional guna menghilangkan rasa

ketidakadilan. Selain daripada itu dalam mengalokasikan belanja daerah, harus

mempertimbangkan keadilan dan pemerataan agar dapat dinikmati oleh seluruh lapisan

masyarakat tanpa diskriminasi pemberian pelayanan.

Pemerintah Daerah di dalam menetapkan besaran pajak dan retribusi harus mampu

(4)

Rencana Program Investasi Jangka Menengah Kabupaten Cilacap Tahun 2009-2013

V-4 tingkat pelayanan yang diterima oleh masyarakat di daerah. Mengingat, adanya beban

pembiayaan yang dipikul langsung maupun tidak langsung oleh kelompok masyarakat

melalui mekanisme pajak/ retribusi, serta adanya keharusan untuk merasionalkan

anggaran yang lebih menguntungkan bagi kepentingan masyarakat dan mampu

merangsang pertumbuhan ekonomi daerah sesuai mekanisme pasar.

5. Efisiensi dan Efektivitas Anggaran

Dana yang tersedia harus dimanfaatkan dengan sebaik mungkin untuk dapat

menghasilkan peningkatan pelayanan dan kesejahteraan yang maksimal guna

kepentingan masyarakat. Oleh karena itu, untuk dapat mengendalikan tingkat efisiensi dan

efektivitas anggaran, maka dalam perencanaan anggaran perlu diperhatikan:

a. Penetapan secara jelas tujuan dan sasaran, hasil dan manfaat, serta indikator kinerja

yang ingin dicapai;

b. Penetapan prioritas kegiatan dan penghitungan beban kerja serta penetapan harga

satuan yang rasional.

6. Taat Azas

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebagai kebijakan daerah yang

ditetapkan dengan Peraturan Daerah di dalam penyusunannya tidak boleh bertentangan

dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi, kepentingan umum dan

peraturan daerah lainnya.

B. Profil Keuangan Kabupaten Cilacap

1. Komponen Penerimaan Pendapatan

Pendapatan daerah merupakan penerimaan uang melalui kas rekening kas umum

daerah yang menambah ekuitas dana lancar sebagai hak pemerintah daerah dalam satu tahun

anggaran yang tidak perlu dibayar kembali oleh daerah. Pendapatan daerah Kabupaten Cilacap

terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Perimbangan dan lain-lain PAD. Kondisi

umum masing-masing sumber pendapatan daerah Kabupaten Cilacap adalah sebagai berikut:

a. Pendapatan Asli Daerah (PAD)

(5)

Rencana Program Investasi Jangka Menengah Kabupaten Cilacap Tahun 2009-2013

V-5 1) Pajak Daerah;

2) Retribusi Daerah;

3) Hasil Pengelolaan PERUSDA dan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan; 4) Lain-lain PAD.

Perkembangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Cilacap selama lima tahun

terakhir adalah sebagai berikut:

Tabel 5.1. Perkembangan Pajak Daerah Kabupaten Cilacap Tahun 2003 – 2007

NO TAHUN

PAJAK DAERAH (Rp.) (%) KENAIKAN REALISASI

TINGKAT CAPAIAN

(%) TARGET REALISASI

1 2 3 4 5 6

1 2003 20.985 23.749,26 - 115,65

2 2004 22.505 27.356,83 15 121,56

3 2005 26.472,5 29.334,93 7,2 110,81

4 2006 27.733,5 31.333,74 6,8 117,34

5 2007 29.364,44 32.841,91 4,8 111,91

Sumber: Nota Keuangan APBD Kabupaten Cilacap TA 2008

Data tabel di atas menunjukkan bahwa penerimaan pajak daerah selama 5 (lima)

tahun terakhir mengalami kenaikan rata-rata 6,76. Kenaikan terbesar terjadi pada

tahun 2004 yaitu sebesar 15 % dan mengalami penurunan penerimaan pada tahun

2005 apabila dibandingkan dengan penerimaan pada tahun 2004. Apabila dilihat dari

tingkat capaian pada setiap tahunnya, terlihat bahwa realisasinya berkisar antara

110,81 % sampai dengan 121,56 % dibandingkan target yang ditetapkan pada tahun

(6)

Rencana Program Investasi Jangka Menengah Kabupaten Cilacap Tahun 2009-2013

V-6

Tabel 5.2. Perkembangan Retribusi Daerah Kabupaten Cilacap Tahun 2003 – 2007

NO TAHUN

RETRIBUSI DAERAH (Rp. Juta) (%)

TARGET REALISASI KENAIKAN REALISASI

Sumber: Nota Keuangan APBD Kabupaten Cilacap TA 2008

Dari tabel di atas menunjukkan bahwa penerimaan retribusi daerah selama 5 (lima)

tahun terakhir mengalami kenaikan , kenaikan terbesar terjadi pada tahun 2004 yaitu

sebesar 2.200 %. Apabila dilihat dari tingkat capaian pada setiap tahunnya, terlihat

bahwa realisasinya tumbuh rata-rata sebesar 19,6 %.

Tabel 5.3. Perkembangan Hasil Pengelolaan PERUSDA dan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan Kabupaten Cilacap Tahun 2003 - 2007

NO TAHUN

Hasil Pengelolaan PERUSDA dan Kekayaan

Daerah yang Dipisahkan (Rp Juta.) (%) TINGKAT CAPAIAN

(%) TARGET REALISASI KENAIKAN

REALISASI

Sumber: Nota Keuangan APBD Kabupaten Cilacap TA 2008

Dari tabel di atas menunjukkan bahwa penerimaan dari hasil pengelolaan PERUSDA

dan kekayaan daerah yang dipisahkan selama 5 (lima) tahun terakhir mengalami

(7)

Rencana Program Investasi Jangka Menengah Kabupaten Cilacap Tahun 2009-2013

V-7 Kenaikan terbesar terjadi pada tahun 2005 sebesar 3.889 % yaitu ditunjang dari

peningkatan penerimaan yang cukup signifikan dari bagi hasil keuntungan/ dividen

BPR/BKK. Namun demikian apabila dilihat dari tingkat capaian pada setiap tahunnya

dapat dilihat bahwa realisasinya berkisar antara 74,83 % sampai dengan 104,18 %

dibandingkan target yang ditetapkan pada tahun yang bersangkutan.

Tabel 5.4. Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Cilacap Tahun 2003 – 2007

NO TAHUN

Lain-lain PAD (Rp.Juta) (%) TINGKAT CAPAIAN

(%) TARGET REALISASI KENAIKAN

REALISASI

1 2 3 4 5 6

1 2003 5.040 5.953,53 - 141,24

2 2004 4.227 7.073,59 18,81 167,32

3 2005 5.051 8.852,24 25,1 175,29

4 2006 5.381 11.379,92 28,5 255,99

5 2007 9.485 12.731,63 11,88 134,20

Sumber: Nota Keuangan APBD Kabupaten Cilacap TA 2008

Dari tabel di atas menunjukkan bahwa penerimaan dari lain-lain PAD selama 5 (lima)

tahun terakhir mengalami kenaikan dengan pertumbuhan rata-rata kenaikannya

sebesar 21 %. Kenaikan terbesar terjadi pada tahun 2006 sebesar 28,5 %. Realisasi

tingkat capaian pada setiap tahunnya berkisar antara 134,2 % sampai dengan 255,9

% dibandingkan target yang ditetapkan pada tahun yang bersangkutan.

Berdasarkan data tersebut di atas, maka perkembangan Pendapatan Daerah

Kabupaten Cilacap dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) dapat disajikan pada gambar

(8)

Rencana Program Investasi Jangka Menengah Kabupaten Cilacap Tahun 2009-2013

V-8

Gambar 5.1. Perkembangan Pendapatan Daerah dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Cilacap Tahun 2002 – 2006

-Sumber: Nota Keuangan APBD Kabupaten Cilacap TA 2008 dan Hasil Analisis

b. Dana Perimbangan

Dana Perimbangan Kabupaten Cilacap terdiri dari:

1) Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak; 2) Dana Alokasi Umum (DAU); 3) Dana Alokasi Khusus (DAK);

Perkembangan Dana Perimbangan yang diterima Kabupaten Cilacap selama lima tahun terakhir adalah sebagai berikut:

Tabel 5.5. Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak Kabupaten Cilacap Tahun 2003 – 2007 TARGET REALISASI KENAIKAN

REALISASI

(9)

Rencana Program Investasi Jangka Menengah Kabupaten Cilacap Tahun 2009-2013

V-9 Dari tabel di atas menunjukkan bahwa penerimaan dari bagi hasil pajak dan bukan

pajak selama 5 (lima) tahun terakhir mengalami kenaikan dengan rata-rata

kenaikannya sebesar 23,62 %. Kenaikan terbesar terjadi tahun 2006 sebesar 36,3%.

Hal ini dikarenakan sumber ini merupakan penerimaan dari Pemerintah Pusat

sehingga sangat tergantung dengan proporsi capaian pajak-pajak pusat. Sedangkan

berdasarkan capaian rata-rata dari target pertahunnya mengalami kenaikan sebesar

178,78%.

Tabel 5.6. Dana Alokasi Umum (DAU) Kabupaten Cilacap Tahun 2003 – 2007

NO TAHUN DAU (Rp juta) KENAIKAN

TARGET REALISASI NILAI (Rp.Juta) (%)

1 2 3 4 5 6

1 2003 368.270 368.270,00 -

2 2004 378.021 378.021,00 9.751 2,64

3 2005 392.866 392.866,00 14.845 3,92

4 2006 661.263 661.263,00 268.397 68,3

5 2007 743.064 743.064,00 81.771 12,63

Sumber: Nota Keuangan APBD Kabupaten Cilacap TA 2008

Dari tabel di atas menunjukkan bahwa penerimaan Dana Alokasi Umum (DAU)

selama 5 (lima) tahun terakhir selalu mengalami kenaikan dan terbesar pada tahun

2006 sebesar 68,3 % dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu rata-rata

kenaikan DAU Kabupaten adalah sebesar 21,87%.

Tabel 5.7. Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Cilacap Tahun 2003 – 2007

NO TAHUN DAK (Rp.Juta) KENAIKAN

TARGET REALISASI NILAI (Rp.Juta) (%)

1 2 3 4 5 6

1 2003 1.400 1.400,00 -

2 2004 5.000 5.000,00 3.600 257

3 2005 4.000 4.000,00 (1000) (20)

4 2006 33.430 33.430,00 29.430 735,75

5 2007 61.168 61.168,00 27.738 83,1

(10)

Rencana Program Investasi Jangka Menengah Kabupaten Cilacap Tahun 2009-2013

V-10 Tabel di atas menunjukkan bahwa penerimaan Dana Alokasi Khusus (DAK) selama 5

(lima) tahun terakhir berfluktuasi. Pada tahun 2005 bahkan mengalami penurunan

sebesar 20% . Sedangkan kenaikan terbesar terjadipada tahun 2006 sebsar 735,75

% bila dibandingkan tahun sebelumnya.

Berdasarkan data tersebut di atas, maka perkembangan Pendapatan Daerah

Kabupaten Cilacap dari Dana Perimbangan dapat disajikan pada gambar berikut ini.

Gambar 5.2. Perkembangan Dana Perimbangan Kabupaten Cilacap Tahun 2002 – 2007

Sumber: Nota Keuangan APBD Kabupaten Cilacap TA 2008 dan Hasil Analisis

c. Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah

Dana Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah terdiri dari:

1) Pendapatan Hibah;

2) Dana Darurat;

3) Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintah Daerah Lainnya;

4) Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus;

(11)

Rencana Program Investasi Jangka Menengah Kabupaten Cilacap Tahun 2009-2013

V-11 Untuk Dana Darurat Kabupaten Cilacap dalam 5 tahun terakhir menerima sekali yaitu

tahu 2006 sebesar Rp.37.000.000.000,- . Sedangkan Pendapatan Hibah belum

pernah mendapatkan alokasi dana tersebut.

Perkembangan Dana Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah Kabupaten Cilacap

selama lima tahun terakhir adalah sebagai berikut:

1) Bantuan Keuangan dari Provinsi atau Pemerintah Daerah Lainnya

Perkembangan penerimaan dari Bantuan Keuangan dari Provinsi atau

Pemerintah Daerah Lainnya selama 5 (lima) tahun terakhir adalah sebagai

berikut:

Tabel 5.8. Bantuan Keuangan dari Provinsi/ Pemerintah Daerah Lainnya Tahun 2003 – 2007

Sumber: Nota Keuangan APBD Kabupaten Cilacap TA 2008

Dari tabel tersebut di atas menunjukkan bahwa penerimaan dari bantuan keuangan

dari Provinsi selama 5 (lima) tahun terakhir berfluktuasi. Kenaikan terbesar terjadi

pada tahun 2005 sebesar 193,3 % dibanding tahun sebelumnya. Sedangkan

penurunan terbesar dalam kurun 2003-2007 terjadi pada tahun 2004 sebesar 1,74%.

Sehingga rata-rata kenaikan pertahunnya adalah sebesar 87.79 %.

2. Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintah Daerah Lainnya;

Perkembangan penerimaan dari Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan

Pemerintah Daerah Lainnya selama 5 (lima) tahun terakhir adalah sebagai

(12)

Rencana Program Investasi Jangka Menengah Kabupaten Cilacap Tahun 2009-2013

V-12 Tabel 5.9. Bagi Hasil Pajak dari Provinsi/ Pemerintah Daerah Lainnya

Tahun 2003 – 2007

NO TAHUN

BAGI HASIL PAJAK DARI PROVINSI/ PEMERINTAH DAERAH LAINNYA

Sumber: Nota Keuangan APBD Kabupaten Cilacap TA 2008

Dari tabel tersebut di atas menunjukkan bahwa penerimaan pajak dari Provinsi

selama 5 (lima) tahun terakhirmengalami kenaikan . Kenaikan terbesar terjadi pada

tahun 2006 sebesar 39,6 % dibanding tahun sebelumnya dan kenaikan terkecil tejadi

tahun 2007 sebesar 4,9 %. Sedangkan kenaikan rata-rata pertahunnya adalah

sebesar 23,47 %.

3. Dana Penyeimbang/Penyesuaian;

Perkembangan penerimaan dana penyeimbang dari pemerintah

Pemerintah Daerah Lainnya selama 5 (lima) tahun terakhir adalah sebagai

berikut:

Tabel 5.10. Dana Penyeimbang/Penyesuaian Tahun 2003 – 2007

NO TAHUN Dana Penyeimbang (Rp.Juta)

(%) TINGKAT

(13)

Rencana Program Investasi Jangka Menengah Kabupaten Cilacap Tahun 2009-2013

V-13 Dari tabel tersebut di atas menunjukkan bahwa penerimaan dana penyeimbangn

cenderung menunjukan penurunan bahkan untuk tahun 2006 tidak menerima sama

sekali.

Berdasarkan data tersebut di atas, maka perkembangan Pendapatan Daerah

Kabupaten Cilacap dari Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah dapat disajikan pada

gambar berikut ini.

Sumber: Nota Keuangan APBD Kabupaten Cilacap TA 2008 dan Hasil Analisis

Berdasarkan data tersebut di atas, maka perkembangan Pendapatan Daerah Kabupaten Cilacap sejak tahun 2003 dapat disajikan pada tabel dan gambar berikut ini.

Tabel 5.11. Perkembangan Pendapatan Daerah Kabupaten Cilacap

NO TAHUN PENDAPATAN DAERAH (Rp. Juta)

(14)

Rencana Program Investasi Jangka Menengah Kabupaten Cilacap Tahun 2009-2013

V-14

Gambar 5.4. Perkembangan Pendapatan Daerah Kabupaten Cilacap Tahun 2002 – 2006

0 200000 400000 600000 800000 1000000 1200000

Juta Rupiah

2003 2004 2005 2006 2007

Tahun

Target Realisasi

Sumber: Nota Keuangan APBD Kabupaten Cilacap TA 2008 dan Hasil Analisis

4. Komponen Pengeluaran Belanja

Belanja Daerah meliputi semua pengeluaran dari Rekening Kas Umum Daerah yang

mengurangi ekuitas dana lancar, yang merupakan kewajiban daerah dalam satu tahun

anggaran yang tidak akan diperoleh pembayarannya kembali oleh Daerah. Belanja Daerah

dipergunakan dalam rangka pelaksanaan urusan pemerintahan daerah yang menjadi

kewenangan kabupaten yang terdiri dari urusan wajib dan urusan pilihan. Belanja dalam rangka

pelaksanaan urusan wajib digunakan untuk melindungi dan meningkatkan kualitas kehidupan

masyarakat yang diwujudkan dalam bentuk peningkatan pelayanan dasar, pendidikan,

kesehatan, fasilitas sosial dan fasilitas umum yang layak serta mengembangkan sistem jaminan

sosial.

Sedangkan pelaksanaan urusan yang bersifat pilihan meliputi urusan pemerintahan

yang secara nyata ada dan berpotensi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sesuai

dengan kondisi, kekhasan dan potensi keunggulan daerah, seperti: perikanan, pertanian,

perkebunan, kehutanan dan pariwisata.

Belanja menurut kelompok belanja terdiri dari Belanja Langsung dan Belanja Tidak

Langsung. Belanja Tidak Langsung merupakan belanja yang dianggarkan tidak terkait secara

(15)

Rencana Program Investasi Jangka Menengah Kabupaten Cilacap Tahun 2009-2013

V-15 a. Belanja Pegawai;

b. Bunga;

c. Subsidi;

d. Hibah;

e. Bantuan Sosial;

f. Belanja Bagi Hasil;

g. Bantuan Keuangan;

h. Bantuan Tidak Terduga.

Sedangkan Belanja Langsung merupakan belanja yang dianggarkan terkait secara

langsung dengan pelaksanaan program dan kegiatan, seperti:

a. Belanja Pegawai;

b. Belanja Barang dan Jasa;

c. Belanja Modal.

Perkembangan Belanja Daerah Kabupaten Cilacap selama 3 (tiga) tahun terakhir

dapat dilihat dalam tabel berikut ini.

Tabel 5.12. Perkembangan Belanja Daerah Kabupaten Cilacap

Tahun 2005-2007

NO TAHUN BELANJA DAERAH (Rp.Juta) KENAIKAN (%)

1 2005 552.924 -

2 2006 825.875 49,37

3 2007 1.067.071 29,20

Sumber: Nota Keuangan APBD Kabupaten Cilacap TA 2008

5. Komponen Pembiayaan

Pembiayaan adalah semua transaksi keuangan untuk menutup defisit atau untuk

memanfaatkan surplus. Anggaran defisit manakala anggaran belanja lebih besar daripada

anggaran pendapatan dan sebaliknya akan terjadi anggaran surplus manakala anggaran

(16)

Rencana Program Investasi Jangka Menengah Kabupaten Cilacap Tahun 2009-2013

V-16 Sedangkan pengeluaran pembiayaan digunakan untuk penyertaan modal ke

perusahaan daerah dan atau menambah penyertaan modal ke perusahaan daerah dalam

rangka meningkatkan peran Pemerintah Daerah dalam memberikan fasilitas permodalan bagi

IKM, UKM, koperasi serta upaya pengembangan peternakan.

Perkembangan alokasi anggaran belanja daerah untuk Urusan Cipta Karya di

Kabupaten Cilacap dapat dilihat dalam tabel dan gambar di bawah ini.

Tabel 5.13. Perkembangan Belanja Daerah Kabupaten Cilacap dan Dinas Cipta Karya dan Tata

Ruang Daerah Kabupaten Cilacap Tahun 2005-2007

NO TAHUN KAB. CILACAP (Rp.Juta) DINAS CIPTA KARYA

DAN TRD (Rp.Juta) %

1 2007 1.067.071 4.181,851 0,4

2 2008 1.234.642 19.470,621 1,5

Sumber: Nota Keuangan APBD Kab. Cilacap TA 2008 dan Dinas Pekerjaan Umum Kab.

Cilacap

C. Permasalahan dan Analisis Keuangan

1. Kondisi Keuangan Pemerintah Kabupaten Cilacap

Permasalahan utama pada kondisi keuangan Pemerintah Kabupaten Cilacap

adalah pada upaya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), permasalahan yang masih

dijumpai adalah:

a. Kecilnya potensi PAD, yang menyebabkan ketergantungan Pemerintah Daerah

kepada Dana Perimbangan;

b. Secara teknis penentuan target PAD oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD)

belum didasarkan pada potensi pendapatan yang ada;

c. Keterlambatan informasi dan penyaluran Dana Perimbangan dan Bagi Hasil sehingga

(17)

Rencana Program Investasi Jangka Menengah Kabupaten Cilacap Tahun 2009-2013

V-17 d. Beberapa target PAD utamanya pada lain-lain PAD tidak dapat terealisasi karena

terkait dengan permasalahan yang melingkupinya dan memerlukan langkah-langkah

pemecahan masalah secara komprehensif;

e. Beberapa perusahaan daerah masih memerlukan peningkatan manajemen

pengelolaan sehingga dapat memberikan kontribusi kepada PAD;

f. Perlu upaya intensifikasi dan ekstensifikasi pajak dan retribusi daerah dengan

memperhatikan keseimbangan dengan potensi yang ada;

g. Perlu adanya upaya penggalian sumber-sumber pendapatan daerah yang baru

dengan tetap memperhatikan kemampuan masyarakat dan potensi yang ada serta

tidak memberatkan dunia usaha dan masyarakat;

h. Dalam hal pelayanan perlu ditempuh melalui penyederhanaan sistem dan prosedur

administrasi pajak dan retribusi daerah serta meningkatkan ketaatan wajib pajak dan

pembayar retribusi daerah.

Permasalahan lain adalah di dalam perencanaan maupun pelaksanaan Belanja

Daerah. Pada tahap perencanaan masih dijumpai beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah

(SKPD) dalam menyusun Rencana Kerja dan Anggaran SKPD belum sesuai dengan tugas

pokok dan fungsi SKPD dan perencanaan strategis daerah serta masih ditemukan adanya

ketidaksesuaian antara target kinerja yang akan dicapai dengan perincian kegiatan dan

anggaran yang akan dilaksanakan. Demikian juga dalam hal penetapan target kinerja keluaran

(output) dan hasil (output) tidak jelas indikator capaian kinerjanya. Sedangkan pada tahap

pelaksanaan, umumnya terkendala pada ketersediaan waktu pelaksanaan khususnya pada

pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang ditetapkan pada APBD Perubahan.

D. Analisis Tingkat Ketersediaan Dana

1. Analisis Kemampuan Keuangan Daerah

Kemampuan keuangan daerah Kabupaten Cilacap untuk mendukung pembangunan

didasarkan pada skala prioritas pembangunan yang mendesak untuk meningkatkan

kesejahteraan dan pelayanan kepada masyarakat. Dukungan dana melalui berbagai sumber

pendanaan, seperti: DAU dan DAK masih sangat dibutuhkan Kabupaten Cilacap. Selain itu

(18)

Rencana Program Investasi Jangka Menengah Kabupaten Cilacap Tahun 2009-2013

V-18 pengawasan, seperti: retribusi parkir, kebersihan dll serta peningkatan pelayanan kepada

masyarakat.

Untuk mendukung kemampuan keuangan daerah, setiap kegiatan pembangunan

dapat melibatkan partisipasi dan swadaya masyarakat, swasta. Para investor yang akan masuk

ke Kabupaten Cilacap perlu didukung dengan memberikan insentif seperti kemudahan

perizinan yang tetap sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang ada.

Penggunaan tabungan masyarakat (public saving) juga dapat digunakan untuk

mendukung peningkatan kemampuan keuangan daerah Kabupaten Cilacap atau bahkan

melalui pinjaman bila mendesak perlu dilakukan.

E. Rencana Pembiayaan Program

1. Rencana Pembiayaan

Sumber-sumber pembiayaan pembangunan di Kabupaten Cilacap didukung oleh

banyak sumber baik dari Pemerintah Pusat, Provinsi Jawa Jengah dan Pemerintah Kabupaten

Cilacap melalui APBD, selain itu swadaya masyarakat dan swasta turut mendukung

peningkatan perekonomian dan pembangunan. Dukungan Pemerintah Pusat dan Provinsi

masih sangat dibutuhkan terutama program/ kegiatan strategis pada peningkatan

kesejahteraan masyarakat miskin dan bantuan teknis (Bantek) serta bimbingan teknis (Bintek).

Diharapkan dengan dukungan ini, pembangunan di Kabupaten Cilacap menjadi terpacu dan

mampu meningkatkan masyarakatnya menjadi lebih baik dan lebih sejahtera.

2. Pelaksanaan Pembiayaan RPIJM

Pelaksanaan pembiayaan RPIJM Bidang Cipta Karya Kabupaten Cilacap Tahun

2009 – 2013 direncanakan didukung oleh banyak sumber, baik dari Pemerintah Pusat, Provinsi,

Pemerintah Kabupaten Cilacap, perusahaan daerah serta partisipasi masyarakat/ pihak swasta

dan investor.

Pola pemberdayaan masyarakat juga diterapkan dalam pembangunan di Kabupaten

Cilacap sehingga kepedulian dan rasa memiliki setiap kegiatan pembangunan dirasakan karena

masyarakat sebagai pelaku pembangunan.

Diharapkan dengan adanya kesepakatan pelaksanaan program (project

(19)

Rencana Program Investasi Jangka Menengah Kabupaten Cilacap Tahun 2009-2013

V-19 program/ kegiatan yang direncanakan dapat dilaksanakan dan mendapat dukungan dari semua

pihak. Dukungan ini selain dukungan pembiayaan, juga dalam pelaksanaan dan pengawasan di

lapangan sehingga setiap program/ kegiatan tetap sesuai dengan perencanaan awal.

F. Peningkatan Kemampuan Pendanaan

Peningkatan kemampuan pendanaan RPIJM Bidang Cipta Karya Kabupaten Cilacap

Tahun 2009 – 2013 dengan mengoptimalkan pendapatan APBD Kabupaten Cilacap yang telah ada

dan didukung oleh semua komponen masyarakat.

Partisipasi masyarakat/ swasta, transparansi dalam perencanaan dan akuntabilitas

anggaran serta disiplin anggaran sangat dibutuhkan sehingga pembangunan menjadi lebih efisien

dan efektif. Diharapkan dengan keterlibatan semua komponen masyarakat dan dukungan dalam

pembiayaan akan meningkatkan kemampuan pendanaan pelaksanaan RPIJM Bidang Cipta Karya di

lapangan.

G. Peningkatan Kapasitas Pembiayaan

Peningkatan kapasitas pembiayaan RPIJM Bidang Cipta Karya Kabupaten Cilacap selama

ini telah dilakukan, seperti melakukan pinjaman ke pihak ketiga atau menerapkan anggaran defisit (3

tahun terakhir)

Untuk meningkatkan kapasitas pembiayaan ini, Pemerintah Kabupaten Cilacap mencari

alternatif sumber-sumber pembiayaan yang dapat digunakan untuk menutup anggaran defisit.

Alternatif sumber pembiayaan antara lain dari Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Lalu (SiLPA)

tahun sebelumnya, penerimaan dana cadangan, penerimaan pinjaman dan obligasi, hasil penjualan

Gambar

Tabel 5.3. Perkembangan Hasil Pengelolaan PERUSDA dan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan Kabupaten Cilacap Tahun 2003 - 2007
Gambar 5.1. Perkembangan Pendapatan Daerah dari Pendapatan Asli Daerah (PAD)  Kabupaten Cilacap Tahun 2002 – 2006
Tabel 5.6. Dana Alokasi Umum (DAU) Kabupaten Cilacap
Gambar 5.2. Perkembangan Dana Perimbangan Kabupaten Cilacap
+7

Referensi

Dokumen terkait

When learners move beyond class interaction, learners need to have the opportunities to learn English independently - at their own paces at, for instance,

Palette color menampilkan warna foreground dan background yang digunakan dan komposisi nilai warna RGB dari foreground dan background. Anda dapat menggunakan slider

Selama engkau telah bertaubat dari hal itu dan menyesali perbuatanmu baginya, dan engkau berketatapan hati bahwa ucapan buruk itu tidak akan keluar lagi dari mulutmu

Tujuan: mengetahui (1) pengaruh sifat fisik dan kimia tanah pada produksi bawang daun, (2) pengaruh pemupukan dan ketinggian, dan (3) nilai ekonomi lahan pada ketinggian 800 hingga

Pada kondisi dimana radiasi panas di tempat kerja tinggi maka akan menyerap panas lebih banyak karena pembuluh darah mereka yang terdapat pada atau dekat dengan kulit

Triwulan I-2015 dipengaruhi oleh penurunan kinerja lapangan usaha Pertambangan dan Penggalian yang mengalami koreksi sebesar negatif 2,03 persen, diikuti penurunan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat pengetahuan pengunjung mengenai event “Fresh 5k” melalui publisitas di Bandar Djakarta Surabaya. Alasan

Walaupun banyak faktor-faktor lain yang akan mempengaruhi kecerdasan emosional, tetapi dalam penelitian ini yang akan diteliti hanyalah faktor verbal abuse