BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - HUBUNGAN KONDISI LINGKUNGAN RUMAH TERHADAP KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS I WANGON KABUPATEN BANYUMAS - repository perpustakaan
Teks penuh
Dokumen terkait
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara status merokok, kepadatan hunian di dalam rumah, ventilasi kamar balita, dan keberadaan
ANTARA KONDISI FISIK RUMAH DAN MEMASAK MENGGUNAKAN KAYU BAKAR DI DALAM RUMAH DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI KECAMATAN SIANJUR MULA-MULA KABUPATEN SAMOSIR
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan karakteristik rumah (kepadatan hunian, ventilasi, lantai, langit-langit, dinding, pencahayaan, suhu, dan
Pada penelitian ini didapatkan ada hubungan yang bermakna antara kondisi ventilasi rumah, kepadatan hunian kamar dan status imunisasi dengan penyakit ISPA pada
Hubungan Status Imunisasi dengan Kejadian ISPA pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas I Wangon ………… Hubungan Keberadaan Asap Dapur dengan Kejadian ISPA pada Balita di
3 Kondisi fisik rumah Kondisi fisik rumah yang diteliti di wilayah kerja Puskesmas Cempaka Banjarmasin meliputi ventilasi, kelembaban, dan dinding rumah yang dapat dilihat pada tabel
Variabel terikat dalam penelitian ini adalah kejadian ISPA pada balita sedangkan variabel bebas adalah kondisi fisik rumah ventilasi, kelembaban, jenis lantai, pencahayaan, kepadatan
Dalam penelitian ini, kepadatan hunian kamar berhubungan signifikan dengan kejadian ISPA pada balita pvalue =0.001 karena banyaknya responden yang memiliki kepadatan hunian kamar tidak