• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peningkatan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Materi Makanan Minuman Halal dan Haram dengan Metode Talking Stick pada Siswa Kelas VIII C SMP Negeri 3 Suruh Tahun Pelajaran 2017/2018 - Test Repository

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "Peningkatan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Materi Makanan Minuman Halal dan Haram dengan Metode Talking Stick pada Siswa Kelas VIII C SMP Negeri 3 Suruh Tahun Pelajaran 2017/2018 - Test Repository"

Copied!
149
0
0

Teks penuh

(1)

i

PENINGKATAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MATERI MAKANAN MINUMAN HALAL DAN HARAM DENGAN METODE TALKING STICK PADA SISWA KELAS VIII C

SMP NEGERI 3 SURUH TAHUN PELAJARAN 2017/2018

SKRIPSI

Diajukan Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S. Pd)

Oleh:

DITA AYU YUSTIA NIM 111-14-289

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN

(2)
(3)

iii

PERSETUJUAN PEMBIMBING Dra. Siti Asdiqoh, M.Si.

Dosen IAIN Salatiga

Yth. Dekan FTIK IAIN Salatiga Di Salatiga

Assalamu’alaikum. Wr. Wb.

Setelah meneliti dan mengadakan perbaikan seperlunya, maka bersama ini, kami kirimkan naskah skripsi saudara/saudari:

Nama : Dita Ayu Yustia NIM : 11114289

Jurusan : Tarbiyah dan Ilmu Keguruan / Pendidikan Agama Islam Judul : Peningkatan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam

Materi Makanan Minuman Halal dan Haram dengan Metode Talking Stick pada Siswa Kelas VIII C SMP Negeri 3 Suruh Tahun Pelajaran 2017/2018

dengan ini kami mohon skripsi saudara/saudari tersebut di atas supaya segera dimunaqosyahkan. Demikian agar menjadi perhatian

Wassalamu’alaikum. Wr. Wb.

Salatiga, 04 Juni 2018 Pembimbing

(4)
(5)

v

PERNYATAAN KEASLIAN DAN KESEDIAAN PUBLIKASI

Saya yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama : Dita Ayu Yustia

NIM : 111-14-289

Fakultas : Tarbiyah dan Ilmu Keguruan

Jurusan : Pendidikan Agama Islam

Judul : Peningkatan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam

Materi Makanan Minuman Halal dan Haram dengan Metode

Talking Stick pada Siswa Kelas VIII C SMP Negeri 3 Suruh

Tahun Pelajaran 2017/2018

Menyatakan bahwa skripsi yang saya tulis ini benar benar merupakan hasil karya

saya sendiri, bukan jiplakan dari karya tulis orang lain. Pendapat atau temuan

orang lain yang terdapat dalam skripsi ini dikutip atau dirujuk berdasarkan kode

etik ilmiah. Skripsi ini diperkenankan untuk di publikasikan pada e-repository

IAIN salatiga

Salatiga, 04 Juni 2018

Yang menyatakan

Dita Ayu Yustia

(6)

vi MOTTO

َلَعَ ف اَمهَُداَرَأ ْنَمَو ،ِمْلِعْلاِب ِهْيَلَعَ ف َةَرِخآ ْلْاَداَرَأ ْنَمَو ،ِمْلِعْل اِب ِهْيَلَعَ ف اَيْ نُّدلاَد اَرَأ ْنَم

ِمْلِعْلاِب ِهْي

Artinya : ”Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia maka wajib baginya

memiliki ilmu, dan barang siapa yang menghendaki kehidupan Akherat, maka

wajib baginya memiliki ilmu, dan barang siapa menghendaki keduanya maka

wajib baginya memiliki ilmu”. (Nabi Muhammad SAW)

اَهُّ يَأ اَي

ِناَطْيَّشلا ِتاَومطمخ اومعِبَّتَ ت َلَْو اابِّيَط الْ َلََح ِضْرَْلْا ِفِ اَِّمِ اوملمك مساَّنلا

ۚ

نيِبمم ٌّومدَع ْممكَل مهَّنِإ

Artinya: “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang

terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan;

(7)

vii

PERSEMBAHAN

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat serta

karunia-Nya, skripsi ini penulis persembahkan untuk:

1. Bapak dan ibu saya tersayang, Yusri dan Siti Rodliyah yang selalu

membimbingku, memberikan doa, nasihat, kasih sayang, dan motivasi dalam

kehidupanku, yang selalu mendengarkan keluh kesahku dalam penyusunan

skripsi ini, dan selalu mendukungku sehingga proses penempuhan gelar sarjana

ini bisa tercapai.

2. Adik saya tersayang, Fidia Mahfirohtul Ulya yang tak ada hentinya

memberikan motivasi kepadaku sehingga proses penempuhan gelar sarjana ini

bisa tercapai.

3. Sahabat dan teman dekat saya terkasih, yang mau berbagi ilmu dan

pengalaman, selalu memberikan motivasi dan dukungan kepada saya, bersedia

membantu menyelesaikan skripsi ini, serta bersedia mendengarkan keluh kesah

saya tentang betapa besar perjuangan ini demi mencapai gelar sarjana

khususnya Intan Suci, Fauziyah Fatmawati, Sri Wahyuni, Alfi Aidzan Fasikha

dan Mukrimatul Arafah.

4. Keluarga besar saya yang selalu memberikan dukungan dan doanya dalam

menyelesaikan skripsi ini.

5. Teruntuk seseorang yang spesial yaitu jodoh yang sudah disiapkan oleh Allah

untuk saya yang nantinya akan menjadi pendamping hidup saya kelak.

(8)

viii

7. Teman-teman PPL MA AL Bidayah Bandungan dan teman-teman KKN

Lemahireng, Kemusu.

(9)

ix

KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrohim. Puji syukur alhamdulillahi robbil’alamin,

penulis panjatkan kepada Allah SWT yang selalu memberikan nikmat, karunia,

taufik, serta hidayah-Nya kepada penulis sehinggap penulis dapat

menyelesaikan skripsi ini dengan judul Peningkatan Hasil Belajar Pendidikan

Agama Islam Materi Makanan Minuman yang Halal dan Haram dengan Metode

Talking Stick Pada Siswa Kelas VIII C SMP Negeri 3 Suruh Tahun Pelajaran

2017/2018. Tidak lupa shalawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan

kepada Nabi Muhammad SAW, kepada keluarga, sahabat, serta para pengikutnya

yang selalu setia dan menjadikannya suri tauladan yang mana beliaulah sang

revolusioner umat manusia yang telah membawa manusia dari zaman kegelapan

menuju zaman terang benderang yakni dengan ajarannya agama Islam.

Penulisan skripsi ini pun tidak akan terselesaikan tanpa bantuan dari

berbagai pihak yang telah berkenan membantu penulis menyelesaikan skripsi ini.

Oleh karena itu penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada:

1. Bapak Dr. H. Rahmat Hariyadi, M.Pd. selaku Rektor IAIN Salatiga.

2. Bapak Suwardi, M.Pd. selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan.

3. Ibu Hj. Siti Rukhayati, M.Ag. selaku Ketua Program Studi Pendidikan

Agama Islam.

4. Bapak Mufiq, S.Ag., M.Phil. selaku dosen pembimbing akademik yang telah

(10)

x

5. Ibu Hj. Siti Asdiqoh, M.Si. selaku dosen pembimbing skripsi yang telah

mencurahkan segala tenaga, pikiran dan bimbingannya dengan penuh

kesabaran sehingga skripsi ini dapat terselesaikan.

6. Bapak dan Ibu dosen IAIN Salatiga yang telah membekali berbagai ilmu

pengetahuan, sehingga penulis mampu menyelesaikan penulisan skripsi ini.

7. Kepala Bagian Akademik dan para stafnya yang senantiasa memberikan

pelayanan akademik yang membantu melancarkan proses pembuatan skripsi

dengan lancar.

8. Kepala Bagian Perpustakaan dan stafnya yang memberikan ruang untuk

membuat skripsi dengan bahan sumber buku dan rujukan yang lengkap.

9. Bapak Yusri dan Ibu Siti Rodliyah dan keluarga yang selalu memberikan

do’a, semangat, motivasi dan kasih sayang tiada henti.

10. Ibu Siti Nur Supiyah. S.Pd. M.Pd. selaku Kepala SMP Negeri 3 Suruh yang

telah memberikan izin dan melancarkan proses penelitian ini.

11. Bapak Budiyono S.Ag. selaku Guru pamong mata pelajaran PAI di SMP

Negeri 3 Suruh yang telah bersedia membantu dan bekerjasama untuk

menyelesaikan penelitian ini.

12. Tak lupa siswa-siswi Kelas VIII C yang telah memberikan sumber data yang

sebenarnya untuk keberhasilan penelitian ini dilakukan.

13. Tak lupa kepada seluruh yang terlibat dalam proses pembuatan penilitian ini

(11)

xi

Demikian ucapan terimakasih penulis sampaikan. Penulis hanya bisa

berdoa kepada Allah SWT semoga jasa dan amal kebaikan yang tercurahkan

diridhoi oleh Allah SWT dengan mendapatkan balasan yang berlipat ganda.

Akhir kata, penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat

khususnya bagi penulis dan umumnya bagi para pembaca. Dengan keterbatasan

dan kemampuan, skripsi ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik

dan saran yang membangun terbuka luas dan selalu penulis harapkan untuk

kesempurnaan skripsi ini.

Salatiga, 04 Juni 2018

Dita Ayu Yustia

NIM. 111-14-289

(12)

xii ABSTRAK

Yustia, Dita Ayu. 2018. Peningkatan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Materi Makanan Minuman Halal dan Haram dengan Metode Talking Stick pada Siswa Kelas VIII C SMP Negeri 3 Suruh Tahun Pelajaran 2017/2018. Skripsi. Program Studi Pendidikan Agama Islam. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga. Pembimbing: Dra. Siti Asdiqoh, M.Si.

Kata Kunci: Hasil Belajar, Pendidikan Agama Islam, dan Metode Talking Stick. Penelitian ini dilatarbelakangi dalam proses pembelajaran PAI di kelas VIII C SMP N 3 Suruh, yaitu keaktifan belajar siswa masih rendah, dan metode pembelajaran yang digunakan guru monoton yang membuat siswa cepat bosan dan tidak memerhatikan. Sehingga pembelajaran PAI belum mencapai KKM, yang artinya hasil belajar atau prestasi belajar PAI di kelas VIII C masih rendah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, seharusnya guru dapat menggunakan metode pembelajaran yang tepat agar dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam kelas sehingga dapat meningkatkan hasil belajarnya. salah satunya dapat dilaksanakan dengan penerapan metode pembelajaran talking stick. Talking stick merupakan sebuah metode pembelajaran yang berorientasi pada penciptaan kondisi dan suasana belajar aktif dari siswa karena adanya unsur permainan dalam proses pembelajaran. Tujuan penelitian yang ingin dicapai dari skripsi ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar belajar Pendidikan Agama Islam materi makanan minuman halal dan haram dengan metode talking stick pada siswa kelas VIII C SMP Negeri 3 Suruh tahun pelajaran 2017/2018.

Penelitian ini merupakan Classroom Action Research/Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan dua siklus. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tes, observasi, dan dokumentasi. Metode tes digunakan untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa dalam penerapan metode talking stick dalam mata pelajaran PAI materi makanan minuman halal dan haram. Metode observasi digunakan untuk mengetahui dan menilai aktivitas siswa dan guru dalam KBM berlangsung. Sedangkan dokumentasi digunakan sebagai bukti bahwa penelitian ini memiliki data dari hasil penelitian yang telah dilakukan.

(13)

xiii DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN BERLOGO ... ii

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ... iii

HALAMAN PENGESAHAN ... iv

PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN ... v

MOTTO ... vi

PERSEMBAHAN ... vii

KATA PENGANTAR ... ix

ABSTRAK ... xii

DAFTAR ISI ... xiii

DAFTAR TABEL ... xvi

DAFTAR GAMBAR ... xvii

DAFTAR LAMPIRAN ... xviii

BAB I PENDAHULUAN A.Latar Belakang Masalah ... 1

B.Rumusan Masalah ... 6

C.Tujuan Penelitian ... 6

D.Hipotesis Tindakan dan Indikator Keberhasilan ... 6

E. Manfaat Penelitian ... 7

F. Definisi Operasional ... 8

G.Metode Penelitian ... 9

(14)

xiv

2. Subjek Penelitian ... 11

3. Langkah-Langkah Penelitian ... 11

4. Teknik Pengumpulan Data ... 12

5. Instrumen Penelitian ... 13

6. Analisis Data ... 14

H.Sistematika Penulisan ... 15

BAB II LANDASAN TEORI A.Kajian Teori ... 16

1. Pengertian Hasil Belajar ... 16

2. Pendidikan Agama Islam ... 25

3. Kajian Materi Penelitian ... 31

a. Materi Makanan Minuman Halal dan Haram ... 31

b. Metode Talking Stick ... 36

B.Kajian Pustaka ... 41

BAB III PELAKSANAAN PENELITIAN A.Gambaran Umum Sekolah ... 44

B.Pra Siklus ... 52

C.Pelaksanaan Penelitian Siklus I ... 55

D.Pelaksanaan Penelitian Siklus II ... 59

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A.Deskripsi Per Siklus ... 63

1. Siklus I ... 63

(15)

xv

B.Pembahasan ... 79

BAB V PENUTUP

A.Kesimpulan ... 81

B.Saran ... 81

(16)

xvi

DAFTAR TABEL

1. Tabel 3.1 Data Guru SMP Negeri 3 Suruh ... 48

2. Tabel 3.2 Data Siswa SMP Negeri 3 Suruh Tahun Pelajaran 2017/2018 .... 49

3. Tabel 3.3 Nama Siswa Kelas VIII C SMP Negeri 3 Suruh Tahun Pelajaran 2017/2018 ... 50

4. Tabel 3.4 Hasil Tes Siswa pada Pra Siklus ... 52

5. Tabel 4.1 Hasil Tes Siswa pada Siklus I ... 63

6. Tabel 4.2 Hasil Pengamatan Guru pada Siklus I ... 66

7. Tabel 4.3 Hasil Pengamatan Siswa pada Siklus I ... 69

8. Tabel 4.4 Hasil Tes Siswa pada Siklus II ... 71

9. Tabel 4.5 Hasil Pengamatan Guru pada Siklus II ... 74

10. Tabel 4.6 Hasil Pengamatan Siswa pada Siklus II ... 77

(17)

xvii

DAFTAR GAMBAR

(18)

xviii

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Surat Tugas Pembimbing

Lampiran 2 Surat Permohonan Izin Melakukan Penelitian

Lampiran 3 Surat Keterangan Melakukan Penelitian

Lampiran 4 Lembar Konsultasi

Lampiran 5 RPP Siklus I dan II

Lampiran 6 Lembar Pengamatan Siswa dan Guru Siklus I dan Siklus II

Lampiran 7 Sampel Hasil Tes

Lampiran 8 Dokumentasi

Lampiran 9 SKK

Lampiran 10 Daftar Riwayat Hidup Penulis

(19)

1 BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan menempati kedudukan yang paling penting dalam

kehidupan. Pendidikan merupakan proses mencari ilmu sebagai bekal hidup

di dunia maupun di akhirat, dan mencari ilmu merupakan kewajiban bagi

setiap manusia. Hal tersebut berkaitan erat dengan generasi muda yang masa

depannya harus dipersiapkan dengan baik, dan semuanya dapat tercapai

melalui pendidikan. Proses pendidikan terarah kepada peningkatan

penguasaan, kemampuan, keterampilan, pengembangan sikap dan nilai-nilai

dalam rangka pembentukan dan pengembangan dirinya yaitu pengembangan

semua potensi, kecakapan serta karakteristik pribadinya ke arah yang positif,

baik bagi dirinya maupun lingkungannya (Sukmadinata, 2003: 4).

Sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Mujadilah ayat 11 menyebutkan

bahwa Allah akan meningkatkan dan meninggikan derajat orang-orang yang

melakukan pendidikan.

Artinya: “Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu:

(20)

2

Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Mujadilah/58: 11)

Dalam UU. No. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan

Nasional bab I pasal I menyebutkan bahwa:

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.

Belajar adalah suatu proses orang memperoleh berbagai

kecakapan, keterampilan, dan sikap. Dalam lingkup pendidikan, belajar

diidentikan dengan proses kegiatan sehari-hari siswa di sekolah atau

madrasah. Proses belajar terjadi ketika siswa dapat menghubungkan apa yang

telah mereka ketahui dengan apa yang mereka temukan dalam pengalaman

belajar yang terjadi melalui interaksi yang bermakna antara siswa dengan

siswa, guru, bahan pelajaran, dan lingkungan belajarnya (Majid, 2012: 107).

Siswa belajar didorong oleh keingintahuan atau kebutuhannya. Siswa yang

belajar berarti siswa yang melakukan aktivitas, baik aktivitas fisik maupun

aktivitas psikis.

Sekolah merupakan wadah yang diberikan pemerintah untuk

melaksanakan proses pendidikan. Salah satu tujuan dari pendidikan yaitu agar

dapat mengembangkan sumber daya manusia dan membangun karakter yang

baik bagi peserta didik. Pendidikan Agama Islam sebagai mata pelajaran

wajib di sekolah juga mempunyai peran untuk mempercepat proses

pencapaian tujuan pendidikan dan dapat memberikan pengaruh positif bagi

(21)

3

menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati hingga

mengamalkan ajaran agama Islam dari sumber utamanya kitab suci Al-Quran

dan Hadits, melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, latihan serta

penggunaan pengalaman.

Karenanya, proses pembelajaran PAI bukan hanya bertujuan

mengenalkan dan mengajarkan ajaran agama kepada siswa, akan tetapi yang

terpenting adalah bagaimana menginternalisasikan nilai-nilai agama dalam

diri siswa sehingga nilai-nilai tersebut dapat menjadi bagian dari kepribadian

mereka. Dengan hal itu diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan potensi

sumber daya manusia, dan juga dapat meningkatkan prestasi dalam bidang

pendidikan.

Tercapainya tujuan pendidikan dapat dilihat dari prestasi belajar

beberapa faktor baik dari dalam diri peserta didik maupun faktor lain dari luar

peserta didik, antara lain kegiatan pembelajaran di kelas sangat berpengaruh

dalam tercapainya prestasi belajar yang tinggi. Agar kegiatan pembelajaran di

kelas berjalan lancar, guru dituntut mampu mengelola proses belajar

mengajar yang memberikan rangsangan kepada siswa sehingga mau belajar

karena memang siswalah subyek utama dalam proses belajar.

Siswa merupakan subyek didik yang memiliki peran aktif untuk

mengkonstruksi pengetahuan yang didapatkan, tidak hanya pasif

mendengarkan ceramah dari guru atau hanya sekedar memindah tulisan guru

di papan tulis ke buku masing-masing. Siswa harus didorong untuk aktif

(22)

4

berpendapat, dan berinisiatif jika ada hal yang kurang cocok dengan diri

siswa. Dari hasil observasi penulis, diketahui pembelajaran PAI di SMP N 3

Suruh terutama di kelas VIII C yang terjadi selama ini belum mencapai hasil

yang menggembirakan, nilai pelajaran PAI tidak mencapai KKM yang

ditetapkan yaitu 78, yang artinya hasil belajar atau prestasi belajar PAI di

kelas VIII C masih rendah. Dari 32 siswa dalam kelas hanya 13 siswa yang

mendapat nilai mencapai KKM, dan sisanya yaitu 19 siswa belum berhasil

mendapatkan nilai mencapai KKM.

Dari permasalahan tersebut dapat diidentifikasi beberapa penyebab

rendahnya aktivitas dan hasil belajar siswa tersebut, yaitu sebagian besar

siswa kurang memerhatikan pelajaran yang disampaikan guru selama proses

pembelajaran berlangsung, siswa kurang aktif dalam kelas, masih rendahnya

minat siswa dalam belajar. Berdasarkan identifikasi masalah tersebut, dapat

dianalisis problematikanya dalam proses pembelajaran PAI di kelas VIII C

SMP N 3 Suruh, yaitu keaktifan belajar siswa masih rendah, dan metode

pembelajaran yang digunakan guru monoton yang membuat siswa cepat

bosan dan tidak memerhatikan.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka seharusnya guru

menggunakan banyak pendekatan dalam proses pembelajaran. Oleh sebab itu

dituntut seorang guru yang kreatif dan inovatif dalam mewujudkan

lingkungan belajar yang menyenangkan. Dari hal tersebut diperlukan

tindakan penelitian dengan menggunakan metode pembelajaran yang tepat

(23)

5

meningkatkan hasil belajarnya. Agar pembelajaran PAI pada materi makanan

minuman yang halal dan haram menjadi pembelajaran yang aktif dan

menyenangkan, salah satunya dapat dilaksanakan dengan penerapan metode

pembelajaran talking stick. Talking stick merupakan sebuah metode

pembelajaran yang berorientasi pada penciptaan kondisi dan suasana belajar

aktif dari siswa karena adanya unsur permainan dalam proses pembelajaran.

Berdasarkan penjelasan diatas, alasan dipilihnya metode talking stick

dengan materi makanan minuman yang halal dan haram adalah karena selama

proses pembelajaran berlangsung, sesudah guru menyajikan materi pelajaran

siswa diberikan waktu beberapa saat untuk mempelajari materi pelajaran yang

telah diberikan, agar dapat menjawab pertanyaan yang diajukan guru pada

saat penerapan metode talking stick berlangsung, selain itu saat siswa bisa

menjawab pertanyaan dari guru tentunya siswa tersebut paham tentang materi

makanan minuman yang halal dan haram dan diharapkan dapat menerapkan

apa yang ia pelajari dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat membedakan

mana makanan atau minuman yang halal dan boleh dikonsumsi atau makanan

minuman haram yang tentunya tidak boleh untuk dikonsumsi. Berdasarkan

alasan tersebut memberikan inspirasi sekaligus motivasi bagi peneliti untuk

melakukan penelitian tentang “PENINGKATAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MATERI MAKANAN MINUMAN HALAL DAN HARAM DENGAN METODE TALKING STICK PADA SISWA KELAS VIII C SMP NEGERI 3 SURUH TAHUN PELAJARAN

(24)

6 B. Rumusan Masalah

Berdasarkan dari uraian latar belakang masalah tersebut, maka

rumusan permasalahan dalam penelitian ini adalah “Apakah metode talking

stick dapat meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam materi

makanan minuman halal dan haram pada siswa kelas VIII C SMP Negeri 3

Suruh tahun pelajaran 2017/2018?”. C. Tujuan Penelitian

Sesuai dengan rumusan masalah penelitian yang ada, maka tujuan

penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar Pendidikan

Agama Islam materi makanan minuman halal dan haram dengan metode

talking stick pada siswa kelas VIII C SMP Negeri 3 Suruh tahun pelajaran

2017/2018.

D. Hipotesis Tindakan dan Indikator Keberhasilan

Hipotesis tindakan merupakan jawaban sementara atas masalah yang

diteliti dan bersifat teoritis. Hipotesis didasarkan atas kerangka berpikir, yang

berisikan pernyataan sebagai jawaban masalah penelitian yang diatasi dengan

tindakan penelitian. Karena hipotesis dapat menghubungkan teori yang

relevan dengan kenyataan yang ada atau fakta, atau dari kenyataan dengan

teori yang relevan (Sukardi, 2011: 41). Jadi, suatu hipotesis akan diterima jika

disertai dengan fakta-fakta yang membenarkan.

Berdasarkan uraian diatas, maka hipotesis tindakan dalam penelitian

ini adalah “jika metode talking stick diterapkan dalam pembelajaran

(25)

7

hasil belajar siswa kelas VIII C di SMP Negeri 3 Suruh tahun pelajaran

2017/2018 dapat ditingkatkan”.

Indikator keberhasilan penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Persentase hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus

sebelumnya ke siklus berikutnya dengan Kriteria Ketuntasan Minimal

(KKM) 78.

2. Keberhasilan siswa berdasarkan tes siklus dikatakan meningkat apabila

tuntas dengan kriteria 85% dari total siswa dalam kelas.

E. Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi semua

pihak, antara lain:

1. Manfaat Teoritis

Hasil dari penelitian tindakan kelas ini dapat menambah khazanah

ilmiah mengenai bidang pembelajaran Pendidikan Agama Islam,

khususnya penerapan metode Talking Stick dalam meningkatkan hasil

belajar sehingga dapat digunakan sebagai bahan acuan bagi

peneliti-peneliti berikutnya.

2. Manfaat Praktis

Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan keaktifan siswa

dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar dan memberikan pengalaman

baru sehingga dapat meningkatkan hasil belajar PAI. Selain itu sebagai

motivasi untuk meningkatkan kreatifitas guru dalam memilih metode dan

(26)

8

sistem pembelajaran. Serta dapat dijadikan pengalaman langsung dalam

menerapkan metode Talking Stick dan mendapatkan bekal tambahan

sebagai mahasiswa dan calon guru sehingga siap saat melakukan tugas di

lapangan.

F. Definisi Operasional 1. Hasil Belajar

Hasil belajar merupakan perubahan perilaku yang diperoleh

peserta didik setelah mengalami kegiatan belajar. Hasil belajar adalah

kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima

pengalaman belajarnya (Sudjana, 2014: 22). Jadi, hasil belajar harus

menunjukkan suatu perubahan tingkah laku atau perolehan perilaku yang

baru dari siswa secara menyeluruh yang mencakup aspek kognitif, afektif,

dan psikomotorik.

2. Pendidikan Agama Islam

Menurut Zakiyah Daradjat, pendidikan agama Islam adalah

pendidikan dengan melalui ajaran-ajaran agama Islam, yaitu berupa

bimbingan dan asuhan terhadap anak didik agar nantinya setelah selesai

dari pendidikan ia dapat memahami, menghayati dan mengamalkan

ajaran-ajaran agama Islam yang telah diyakininya secara menyeluruh serta

menjadikan ajaran agama itu sebagai sutau pandangan hidupnya demi

keselamatan dan kesejahteraan hidup di dunia maupun di akhirat kelak

(Daradjat, 2000: 86). Jadi, Pendidikan Agama Islam merupakan usaha

(27)

9

meyakini, memahami, dan mengamalkan ajaran Islam melalui kegiatan

bimbingan, pengajaran, pelatihan untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

3. Metode Talking Stick

Metode talking stick adalah metode pembelajaran dengan

bantuan tongkat, siapa yang memegang tongkat wajib menjawab

pertanyaan dari guru setelah mereka mempelajari materi pokoknya (Huda,

2013: 224). Metode talking stick ini dilakukan dengan lantunan lagu-lagu

yang asyik, guru memberikan tongkat pada salah satu peserta didik lalu

tongkat tersebut digulirkan atau dikelilingkan dan pada saat lagu berhenti,

peserta didik yang memegang tongkat tersebut wajib menjawab pertanyaan

yang diberikan guru.

Jadi yang dimaksud dengan judul skripsi ini adalah suatu proses

usaha untuk meningkatkan hasil belajar yang diukur dengan nilai

menggunakan penerapan metode talking stick pada pembelajaran PAI,

dimana dalam metode tersebut memanfaatkan tongkat sebagai medianya

supaya siswa dapat belajar aktif dalam kelas dan tentunya paham akan materi

yang disampaikan oleh guru.

G. Metode Penelitian 1. Rancangan Penelitian

Dalam penelitian ini pendekatan yang diterapkan oleh peneliti

berupa penelitian tindakan kelas (PTK) yang istilah dalam bahasa

Inggrisnya adalah Classroom Action Research (CAR) dan di Indonesia

(28)

10

(action reasearch) yang dilakukan dengan tujuan memperbaiki mutu

praktek pembelajaran di kelasnya (Arikunto, 2006: 58). Dalam penelitian

tindakan kelas tertuju dan berfokus pada kelas atau pada proses belajar

mengajar yang terjadi di dalam kelas.

Penelitian tindakan kelas bertujuan untuk memperbaiki proses

pembelajaran secara terus menerus. Penelitian tindakan kelas dilaksanakan

secara berkesinambungan dimana setiap siklus mencerminkan peningkatan

atau perbaikan. Penelitian ini direncanakan dalam dua siklus, tiap siklus

memuat empat tahap, yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan

refleksi. Adapun bagan siklus dalam penelitian tindakan kelas adalah

seperti berikut:

Siklus I

Siklus II

(29)

11 2. Subjek Penelitian

Subjek yang dikenai penelitian yaitu peserta didik kelas VIII C

SMP Negeri 3 Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang tahun pelajaran

2017/2018 yang berjumlah 32 siswa yang terdiri dari 19 putra dan 13 putri.

3. Langkah-Langkah Penelitian

Penelitian tindakan kelas ini akan dilaksanakan sebanyak dua

siklus. Siklus I direncanakan 1 kali pertemuan, begitu juga dengan siklus II.

Setelah sampai pada siklus II baru peneliti mengambil kesimpulan terkait

dengan temuan dari penelitian yang telaha dilakukan.

Dalam penelitian tindakan kelas, langkah-langkah

pelaksanaannya terdiri atas empat tahap, yaitu:

a. Perencanaan (Planning)

Kegiatan utama dalam tahap ini adalah menyusun rancangan

tindakan kelas yang akan dilakukan dalam proses pembelajaran.

Termasuk didalamnya menyiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran

(RPP), menyusun lembar observasi, menyusun alat evaluasi, dan

menyiapkan media yang diperlukan untuk pembelajaran.

b. Pelaksanaan Tindakan (Action)

Pelaksanaan tindakan merupakan penerapan atau implementasi

dari rancangan tindakan kelas. Pada tahap ini dilaksanakan sesuai

(30)

12 c. Pengamatan (Observation)

Pengamatan terhadap proses pembelajaran yang sedang

berlangsung untuk mengetahui aktivitas belajar peserta didik dengan

metode talking stick, serta mengetahui kendala yang dihadapi dalam

menerapkan pembelajaran yang sedang berlangsung.

d. Refleksi (Reflection)

Refleksi merupakan kegiatan untuk mengungkapkan kembali

apa yang sudah dilakukan. Dari pelaksanaan tindakan dan observasi

tersebut, diperoleh informasi tentang penerapan metode talking stick.

Kemudian hasil tersebut dianalisis untuk mengetahui seberapa jauh

keberhasilan tindakan yang sudah dilaksanakan.

4. Teknik Pengumpulan Data

a. Tes

Tes merupakan himpunan pertanyaan yang harus dijawab, harus

ditanggapi, atau tugas yang harus dilaksanakan oleh orang yang dites.

Tes pada umumnya dimaksudkan untuk mengukur aspek-aspek

perilaku manusia, seperti aspek pengetahuan (kognitif), aspek sikap

(afektif), maupun aspek keterampilan (psikomotor).

Hal yang hendak diukur adalah tingkat penguasaan peserta didik

terhadap bahan pelajaran yang telah diajarkan (Sudaryono, 2012:

101-102). Tes digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa pada setiap

(31)

13 b. Metode Observasi

Observasi atau pengamatan merupakan suatu teknik atau cara

mengumpulkan data dengan jalan mengadakan pengamatan terhadap

kegiatan yang sedang berlangsung (Sukmadinata, 2007: 220). Dalam

penelitian ini, peneliti langsung terjun ke lapangan untuk mengadakan

pengamatan terhadap kegiatan yang sedang berlangsung.

Teknik ini digunakan untuk mendapatkan data kegiatan guru

dan murid dalam proses pembelajaran yang berlangsung pada setiap

siklusnya.

c. Metode Dokumentasi

Metode dokumentasi adalah pendektan untuk mencari data

mengenai hal-hal yang berupa catatan, surat kabar, majalah,

buku-buku, transkrip, notulen rapat, agenda dan sebagainya (Arikunto, 2010:

274).

Peneliti menggunakan metode dokumentasi untuk mengetahui

data terkait dengan SMP Negeri 3 Suruh, struktur organisasi sekolah,

jumlah guru, jumlah siswa, dan data lain yang terkait dengan

penelitian.

5. Instrumen Penelitian

Intstrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal tes dan

lembar observasi. Soal tes pada setiap siklus digunakan untuk mengukur

ketuntasan belajar siswa. Lembar observasi atau pengamatan yang berupa

(32)

14

dan siswa selama proses pembelajaran di kelas yang berlangsung agar

dapat diketahui kendala yang terjadi pada setiap siklusnya.

6. Analisis Data

Peneliti menganalisa data dengan menyusun dan mengolah data yang

terkumpul melalui hasil tes dan catatan observasi. Analisis data sangat

diperlukan guna mengetahui hasil dan atau untuk menarik kesimpulan

yang logis berdasarkan data-data yang dikumpulkan setiap siklusnya.

Analisis data dilakukan dengan mencari skor nilai tiap siklus dengan

KKM yang telah ditentukan oleh sekolah yaitu 78. Oleh karena itu setiap

siswa dikatakan tuntas belajarnya atau mencapai KKM jika nilai

perolehan siswa ≥ 78. Sebaliknya siswa dikatakan belum tuntas belajarnya

atau belum mencapai KKM jika nilai perolehan siswa <78. Nilai

maksimal yang dapat diperoleh oleh siswa adalah 100.

Selanjutnya, untuk menentukan akhir perbaikan melalui siklus-siklus

digunakan tolok ukur kriteria ketuntasan klasikal. Adapun kriteria

ketuntasan klasikal yang dipilih sebesar 85%. Untuk mengetahui

persentase ketuntasan klasikal digunakan rumus sebagai berikut (Djamarah,

2000: 226):

P = x 100 %

Keterangan:

P : Persentase

F: Jumlah siswa yang tuntas belajar

(33)

15 H. Sistematika Penulisan

Skripsi ini dibagi menjadi tiga bagian yaitu bagian awal, bagian inti,

dan bagian akhir. Pada bagian awal terdiri dari: halaman sampul, lembar

berlogo, judul skripsi, persetujuan pembimbing, pernyataan keaslian tulisan,

pengesahan kelulusan, motto dan persembahan, kata pengantar, abstrak,

daftar isi, daftar tabel, daftar gambar, dan daftar lampiran.

Pada bagian inti terdiri dari lima bab yaitu pendahuluan, landasan teori,

pelaksanaan penelitian, hasil penelitian dan pembahasan, penutup.

BAB I Pendahuluan, pada bab ini terdiri dari latar belakang masalah,

rumusan masalah, tujuan penelitian, hipotesis tindakan dan indikator

keberhasilan, manfaat penelitian, definisi operasional, metode penelitian, dan

sistematika penulisan.

BAB II Landasan Teori, pada bab ini terdiri dari kajian teori dan kajian

pustaka.

BAB III Pelaksanaan Penelitian, yang memuat gambaran umum SMP

Negeri 3 Suruh, deskripsi pelaksanaan siklus I, dan deskripsi pelaksanaan

siklus II.

BAB IV Hasil Penelitian dan Pembahasan, pada bab ini membahas

tentang deskripsi per siklus dan pembahasan.

BAB V Penutup, yang berisi kesimpulan, dan saran.

(34)

16 BAB II

LANDASAN TEORI

A.Kajian Teori

1. Pengertian Hasil Belajar a. Pengertian Belajar

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, belajar berarti

berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu. Rasulullah SAW

menganjurkan kepada umatnya untuk menuntut ilmu agar dapat meraih

kebahagiaan dunia dan akhirat.

Rasulullah SAW bersabda

َيْ نُّدلاَد اَرَأ ْنَم

ِمْلِعْلاِب ِهْيَلَعَ ف اَمهَُداَرَأ ْنَمَو ،ِمْلِعْلاِب ِهْيَلَعَ ف َةَرِخآ ْلْاَداَرَأ ْنَمَو ،ِمْلِعْل اِب ِهْيَلَعَ ف ا

Artinya : ”Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia maka wajib

baginya memiliki ilmu, dan barang siapa yang menghendaki kehidupan Akherat, maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barang siapa menghendaki keduanya maka wajib baginya memiliki ilmu”. (HR. Turmudzi)

Menurut Slameto belajar adalah suatu proses usaha yang

dilakukan sesorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku

yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam

interaksi dengan lingkungannya (Slameto, 1991: 2). Belajar juga

membutuhkan tahapan untuk bisa merubah perilaku diri, sebagaimana

yang diungkapkan oleh Kastolani, bahwa belajar adalah tahapan

(35)

17

pengalamannya berinteraksi dengan lingkungan disekitarnya dan latihan

yang diperkuatnya (Kastolani, 2014: 56).

Belajar adalah serangkaian kegiatan jiwa dan raga untuk

memperoleh perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman

individu dalam interaksi dengan lingkungannya yang menyangkut

kognitif, afektif, dan psikomotorik (Djamarah, 2011: 141). Proses belajar

terjadi ketika siswa dapat menghubungkan apa yang telah mereka ketahui

dengan apa yang mereka dapatkan dari pengalaman dengan lingkungan

belajarnya. Menurut Winkel, belajar adalah suatu aktivitas mental atau

psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungannya,

yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam

pengetahuan-pemahaman, keterampilan, dan nilai sikap (Winkel: 1996: 53). Siswa

yang mau belajar berarti siswa tersebut telah mendapat dorongan oleh

rasa keingintahuannya atau kebutuhannya.

Berdasarkan uraian di atas, perubahan yang terjadi dalam

individu banyak sekali, baik sifat maupun jenisnya karena itu sudah tentu

tidak setiap perubahan dalam arti belajar. Kalau kaki seorang anak

berubah menjadi bengkok karena kecelakaan, perubahan semacam itu

tidak dapat digolongkan ke dalam perubahan dalam arti belajar.

Demikian pula perubahan tingkah laku seseorang yang berada dalam

keadaan mabuk, perubahan yang terjadi dalam aspek-aspek kematangan,

pertumbuhaan dan perkembangan tidak termasuk perubahan dalam arti

(36)

18

Jadi, dapat disimpulkan bahwa belajar adalah serangkaian

kegiatan dan tindakan untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku

atau penampilan sebagai hasil dari pengalaman individu dalam

interaksinya dengan lingkungan yang menyangkut aspek kognitif, afektif

dan psikomotorik. Dengan demikian, seseorang dikatakan belajar apabila

terjadi perubahan pada dirinya akibat adanya latihan dan pengalaman

melalui interaksi dengan lingkungan. Perubahan tersebut berupa hasil

yang telah dicapai dari proses belajar.

b. Pengertian Hasil Belajar

Hasil belajar dalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa

setelah ia menerima pengalaman belajarnya (Sudjana, 2014: 22). Setelah

siswa melakukan kegiatan belajar dan terdapat perubahan sikap maupun

tingkah laku maka itu merupakan hasil belajar. Kegiatan belajar tersebut

dapat dilakukan secara individu maupun kelompok. Menurut Syaiful

Bahri Djamarah, hasil belajar merupakan hasil dari suatu kegiatan yang

telah dikerjakan atau diciptakan secara individu maupun secara

kelompok (Djamarah, 1994: 19).

Menurut AM. Sadirman dalam buku Interaksi dan Motivasi

Belajar Mengajar, suatu hasil belajar itu meliputi keilmuan dan

pengetahuan, konsep dan fakta (kognitif); personal, kepribadian atau

sikap (afektif); kelakuan, keterampilan atau penampilan (psikomotorik)

(37)

19

dilihat dari perilakunya, baik perilaku dalam bentuk penguasaan

pengetahuan, keterampilan berpikir, maupun keterampilan motorik.

Hasil belajar seringkali digunakan untuk ukuran dalam

mengetahui seberapa jauh seseorang menguasai bahan yang sudah

diajarkan. Hasil belajar merupakan pencapaian tujuan pendidikan pada

siswa yang mengikuti proses belajar mengajar. Hasil belajar adalah

perubahan yang mengakibatkan manusia berubah dalam sikap dan

tingkah lakunya.

Setiap individu atau siswa memanglah tidak ada yang sama,

perbedaan individual itulah yang menyebabkan perbedaan hasil belajar.

Sedangkan dalam lingkup pendidikan atau sekolah, hasil belajar itu

sendiri adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang telah

dikembangkan oleh mata pelajaran, yang umumnya ditunjukkan dengan

nilai tes atau angka nilai yang diberikan oleh pengajar. Dengan demikian,

hasil belajar diperoleh setelah siswa mengalami proses atau aktivitas

belajar.

c. Ciri-Ciri Belajar

Jika hakikat belajar adalah perubahan tingkah laku, maka ada

beberapa perubahan tertentu yang dimasukkan ke dalam ciri -ciri

belajar. Adapun ciri-ciri belajar tersebut adalah sebagai berikut:

1) Perubahan perilaku relative permanent, perubahan tingkah laku yang

(38)

20

berubah-ubah. Tetapi perubahan tingkah laku tersebut tidak akan

terpancang seumur hidup.

2) Perubahan tingkah laku merupakan hasil latihan atau pengalaman.

3) Perubahan yang terjadi secara sadar, individu yang belajar akan

menyadari terjadinya perubahan itu atau individu merasakan telah

terjadi suatu perubahan dalam dirinya.

4) Perubahan dalam belajar bersifat fungsional, individu mengalami

perubahan yang berlangsung terus menerus dan tidak statis.

5) Perubahan dalam belajar bersifat positif dan aktif, individu mengalami

perubahan-perubahan yang selalu bertambah dan tertuju untuk

memperoleh suatu yang lebih baik dari sebelumnya.

6) Perubahan dalam belajar bertujuan atau terarah, perubahan tingkah

laku terjadi karena ada tujuan yang akan dicapai.

7) Perubahan mencakup seluruh aspek tingkah laku (Djamarah, 2011:

15-17).

Belajar akan menghasilkan suatu pengalaman dan latihan.

Pengalaman atau latihan itu dapat memperkuat dan memberikan

semangat atau dorongan untuk mengubah tingkah laku (Baharuddin &

Wahyuni, 2008: 15). Jadi, dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri belajar

adalah bahwa dalam belajar terjadi karena suatu tindakan dan latihan

maupun pengalaman yang dialami oleh individu dan menghasilkan suatu

(39)

21

d. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Belajar

Belajar sebagai sebuah proses pada dasarnya melibatkan banyak

hal dan komponen yang disadari atau tidak akan berdampak terhadap

proses dan hasil belajar itu sendiri. Terdapat dua faktor yang

mempengaruhi siswa dalam proses belajar, yaitu faktor internal dan

faktor eksternal. Masing-masing faktor tersebut dapat diuraikan sebagai

berikut :

1) Faktor Internal

Faktor internal adalah faktor-faktor yang mempengaruhi

proses belajar siswa yang bersumber dari dalam diri siswa tersebut.

Faktor internal terdiri dari dua faktor, yaitu:

a) Faktor Fisiologis

Faktor Fisiologis adalah kondisi fisik yang terdapat dalam

diri siswa. Faktor fisiologis merupakan kondisi jasmani yang terdiri

dari anggota badan dan anggota tubuh yang dapat mempengaruhi

proses belajar siswa. Keadaan jasmani atau fisik seseorang

misalnya kondisi anggota tubuh, tingkat kesehatan dan kebugaran

fisik siswa.

Keadaan cacat tubuh juga mempengaruhi belajar. Siswa

yang mengalami cacat tubuh dapat menimbulkan proses belajarnya

terganggu. Jika hal ini terjadi, hendaknya ia belajar pada lembaga

(40)

22

menghindari atau mengurangi pengaruh kecacatannya itu (Slameto,

1991: 57).

Selain itu, apabila badan siswa dalam keadaan bugar dan

sehat maka akan mendukung hasil belajar. Sebaliknya, proses

belajar seseorang akan terganggu jika badan siswa dalam keadaan

kurang bugar dan kurang sehat, selain itu juga ia akan cepat lelah,

kurang bersemangat, mudah pusing, ngantuk jika badannya lemah,

kurang darah ataupun ada gangguan/kelainan fungsi alat inderanya,

maka hal tersebut akan menghambat hasil belajar. Agar seseorang

dapat belajar dengan baikharuslah mengusahakan kesehatan

badannya tetap terjamin dengan cara selalu mengindahkan

ketentuan-ketentuan tentang bekerja, tidur, makan, olahraga dan

rekreasi.

b) Faktor Psikologis

Faktor psikologis adalah faktor psikis yang ada dalam diri

siswa. Faktor-faktor psikis tersebut antara lain tingkat kecerdasan,

motivasi, minat, bakat, sikap, kepribadian, kematangan, dan lain

sebagainya (Sriyanti, dkk, 2009: 24-25). Dalam proses belajar

haruslah diperhatikan apa yang dapat mendorong siswa agar dapat

belajar dengan baik atau dapat membangkitkan motivasi untuk

berpikir dan memusatkan perhatian, merencanakan dan

melaksanakan kegiatan yang berhubungan atau menunjang belajar.

(41)

23

siswa, karena dari dalam diri siswa tersebutlah yang dapat

memunculkan gairah atau kemauan dan semangat untuk terus

belajar. Pengaruh positif dari dalam diri siswa akan menimbulkan

motivasi untuk melakukan hal positif pula sehingga dapat

mendukung hasil belajar.

2) Faktor Eksternal

Faktor eksternal adalah faktor-faktor yang mempengaruhi

proses belajar siswa yang bersumber dari segala sesuatu dan kondisi di

luar individu yang belajar. Faktor-faktor eksternal tersebut meliputi:

a) Faktor Nonsosial

Faktor nonsosial adalah segala sesuatu dan kondisi fisik di

sekitar siswa yang mempengaruhi cepat atau lambatnya siswa

dalam belajar dan pencapaian hasil belajar siswa. Umpamanya

cuaca, suhu, udara, waktu belajar, alat belajar, penerangan,

kebersihan rumah, serta keadaan lingkungan fisik yang lain. Untuk

dapat belajar yang efektif diperlukan lingkungan fisik yang baik

dan teratur, misalnya:

(1) Ruang belajar harus bersih, tak ada bau-bauan yang

mengganggu konsentrasi pikiran,

(2) Ruangan cukup terag, tidak gelap yang dapat mengganggu

mata,

(3) Cukup sarana yang diperlukan untuk belajar, misalnya alat

(42)

24 b) Faktor Sosial

Faktor sosial adalah faktor-faktor di luar siswa yang

berupa manusia. Faktor eksternal yang bersifat sosial, bisa dipilah

menjadi faktor yang berasal dari keluarga, lingkungan sekolah, dan

lingkungan masyarakat (termasuk teman pergaulan). Misalnya,

kehadiran orang dalam belajar, kedekatan hubungan antara anak

dengan orang lain, keharmonisan atau pertengkaran dalam keluarga,

hubungan antar personil sekolah dan sebagainya (Sriyanti, dkk,

2009: 24). Apabila kondisi sosial atau lingkungan di sekitar siswa

dalam keadaan baik, maka akan memberikan pengaruh positif dan

tidak mengganggu semangat belajar siswa, begitu juga sebaliknya

apabila kondisi sosial di sekitar siswa dalam keadaan buruk maka

akan dapat mengganggu semangat belajar siswa.

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa terdapat

dua faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan belajar yaitu faktor

internal dan eksternal. Kedua faktor tersebut dapat memberikan pengaruh

yang bersifat positif yaitu dapat mendukung dalam pencapaian hasil

belajar sehingga didapat hasil yang maksimal dan memuaskan, namun

bisa juga bersifat negatif, yaitu menghambat sehingga pencapaian hasil

belajarnya kurang maksimal. Oleh karena itu, masing-masing faktor

perlu diperhatikan agar proses belajar dapat berhasil sesuai dengan tujuan

(43)

25 2. Pendidikan Agama Islam

a. Pengertian Pendidikan Agama Islam

Pendidikan agama Islam adalah upaya sadar dan terencana

dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami,

menghayati, hingga mengimani, bertakwa, dan berakhlak mulia dalam

mengamalkan ajaran agama Islam dari sumber utamanya kitab suci

Al-Qur’an dan Al-Hadits, melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, latihan,

serta penggunaan pengalaman (Majid, 2012: 11). Menurut Sahilun A.

Nasir, Pendidikan Agama Islam adalah suatu usaha yang sistematis dan

pragmatis dalam membimbing anak didik yang beragama Islam dengan

cara yang sedemikian rupa, sehingga ajaran-ajaran Islam itu benar-benar

dapat menjiwai, menjadi bagian yang integral dalam dirinya yakni

ajaran-ajaran Islam itu benar-benar dipahami, diyakini kebenarannya,

diamalkan menjadi pedoman hidupnya, menjadi pengontrol terhadap

perbuatan, pemikiran dan sikap mental (Syafaat, dkk, 2008: 15).

Menurut Zakiyah Daradjat, pendidikan agama Islam adalah

pendidikan dengan melalui ajaran-ajaran agama Islam, yaitu berupa

bimbingan dan asuhan terhadap anak didik agar nantinya setelah selesai

dari pendidikan ia dapat memahami, menghayati dan mengamalkan

ajaran-ajaran agama Islam yang telah diyakininya secara menyeluruh

serta menjadikan ajaran agama itu sebagai sutau pandangan hidupnya

demi keselamatan dan kesejahteraan hidup di dunia maupun di akhirat

(44)

26

Mata pelajaran Pendidikan Agama Islam secara keseluruhannya

dalam lingkup Al-Qur’an dan Al-Hadits, fiqh, aqidah akhlak, dan sejarah kebudayaan Islam. Ruang lingkup Pendidikan Agama Islam juga

mencakup perwujudan keserasian, keselarasan dan keseimbangan

hubungan manusia dengan Allah SWT, diri sendiri, sesama manusia,

makhluk lainnya maupun lingkungan. Jadi, Pendidikan Agama Islam

merupakan usaha sadar yang dilakukan pendidik dalam mempersiapkan

peserta didik untuk meyakini, memahami, dan mengamalkan ajaran

Islam melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, pelatihan menuju

terbentuknya kepribadian muslim yang utuh.

b. Fungsi Pendidikan Agama Islam

Menurut Abdul Majid, Pendidikan Agama Islam untuk

sekolah/maadrasah berfungsi sebagai berikut (Majid, 2012: 15-16):

1) Pengembangan, yaitu meningkatkan keimanan dan ketakwaan peserta

didik kepada Allah SWT yang telahh ditanamkan dalam lingkungan

keluarga. Pada dasarnya dan pertama-tama kewajiban menanamkan

keimanan dan ketakwaan dilakukan oleh setiap orang tua dalam

keluarga. Sekolah berfungsi untuk menumbuhkembangkan lebih

lanjut dalam diri anak melalui bimbingan, pengajaran, dan pelatihan

agar keimanan dan ketakwaan tersebut dapat berkembang secara

optimal sesuai dengan tingkat perkembangannya.

2) Penanaman nilai, sebagai pedoman hidup untuk mencari kebahagiaan

(45)

27

3) Penyesuaian mental, yaitu untuk menyesuaikan diri dengan

lingkungannya baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial dan

dapat mengubah lingkungannya sesuai dengan ajaran agama Islam.

4) Perbaikan, yaitu untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan,

kekurangan-kekurangan, dan kelemahan-kelemahan peserta didik

dalam keyakinan, pemahaman, dan pengalaman ajaran dalam

kehidupan sehari-hari.

5) Pencegahan, yaitu untuk menangkal hal-hal negatif dari

lingkungannya atau dari budaya lain yang dapat membahayakan

dirinya dan menghambat perkembangannya menuju manusia

Indonesia seutuhnya.

6) Pengajaran, tentang ilmu pengetahuan keagamaan secara umum (alam

nyata dan nirnyata), sistem dan fungsionalnya.

7) Penyaluran, yaitu untuk menyalurkan anak-anak yang memiliki bakat

khusus di bidang Agama Islam agar bakat tersebut dapat berkembang

secara optimal sehingga dapat dimanfaatkan untuk dirinya sendiri dan

bagi orang lain.

Dengan melalui proses belajar mengajar pendidikan agama

diharapakan terjadinya perubahan dalam diri anak baik aspek kognitif,

afektif maupun psikomotor. Dan adanya perubahan dalam tiga aspek

tersebut diharapkan akan berpengaruh terhadap cara berfikir dan tingkah

laku anak didik yang berdasarkan pendidikan agama. Dapat juga

(46)

28

yang dijadikan sandaran ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, jadi

pendidikan agama Islam adalah ikhtiar manusia dengan jalan bimbingan

untuk membantu mengarahkan fitrah agama peserta didik menuju

terbentuknya kepribadian utama sesuai dengan ajaran agama.

c. Tujuan Pendidikan Agama Islam

Pendidikan Agama Islam (PAI) menjadi mata pelajaran yang

tidak hanya mengantarkan peserta didik dapat menguasai berbagai kajian

ke-Islaman, tetapi PAI lebih menekankan bagaimana peserta didik

mampu menguasai kajian ke-Islaman tersebut sekaligus dapat

mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat

(Zubaedi, 2011: 275). Pendidikan Agama Islam di sekolah atau madrasah

bertujuan untuk menumbuhkan dan meningkatkan keimanan melalui

pemberian dan pemupukan pengetahuan, penghayatan, pengalaman, serta

pengalaman peserta didik tentang agama Islam sehingga menjadi

manusia muslim yang terus berkembang dalam hal keimanan,

ketaqwaannya, berbangsa dan bernegara, serta untuk dapat melanjutkan

pada jenjang yang lebih tinggi (Majid dan Andayani, 2011: 135).

Mata pelajaran Pendidikan Agama Islam bertujuan untuk

membentuk peserta didik yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT

berbudi pekerti luhur atau berakhlak mulia, dan memiliki pengetahuan

yang cukup tentang Islam terutama sumber ajaran dan sendi-sendi Islam

lainnya, sehingga dapat dijadikan bekal untuk mempelajari berbagai

(47)

pengaruh-29

pengaruh negatif yang mungkin ditimbulkan oleh ilmu dan mata

pelajaran tersebut.

d. Ruang Lingkup Pendidikan Agama Islam

Ruang lingkup Pendidikan Agama Islam mencakup perwujudan

dan keserasian, keselarasan, dan keseimbangan hubungan manusia

dengan Allah SWT, diri sendiri, sesama manusia, makhluk lainnya

maupun lingkungannya (hablun minallah wa hablun minnanas) (Majid,

2012: 13). Ruang lingkup Pendidikan Agama Islam juga identik dengan

aspek-aspek pengajaran agama Islam karena materi yang terkandung

didalamnya merupakan perpaduan yang saling melengkapi satu dengan

yang lainnya.

Apabila dilihat dari segi pembahasannya maka ruang lingkup

Pendidikan Agama Islam yang umum dilaksanakan di sekolah adalah:

1) Pengajaran Keimanan

Pengajaran keimanan berarti proses belajar mengajar tentang

aspek kepercayaan atau tauhid, dalam hal ini tentunya kepercayaan

menurut ajaran Islam, yang inti dari pengajaran ini adalah tentang

rukun Islam dan rukun iman.

2) Pengajaran Akhlak

Pengajaran akhlak adalah bentuk pengajaran yang mengarah

pada pembentukan jiwa, cara bersikap individu pada kehidupannya,

pengajaran ini berarti proses belajar mengajar dalam mencapai tujuan

(48)

30 3) Pengajaran Ibadah

Pengajaran ibadah adalah pengajaran tentang segala bentuk

ibadah dan tata cara pelaksanaannya, tujuan dari pengajaran ini agar

siswa mampu melaksanakan ibadah dengan baik dan benar. Selain itu

dapat mengerti segala bentuk ibadah dan memahami arti dan tujuan

pelaksanaan ibadah.

4) Pengajaran Fiqih

Pengajaran fiqih adalah pengajaran yang isinya

menyampaikan materi tentang segala bentu-bentuk hukum Islam yang

bersumber pada Al-Qur’an, sunnah, dan dalil-dalil syar’i yang lain. Tujuan pengajaran ini adalah agar siswa mengetahui dan mengerti

tentang hukum-hukum Islam dan melaksanakannya dalam kehidupan

sehari-hari.

5) Pengajaran Al-Qur’an

Pengajaran Al-Qur’an adalah pengajaran yang bertujuan agar siswa dapat membaca Al-Qur’an dan mengerti arti kandungan yang terdapat disetiap ayat-ayat Al-Qur’an. Karena Al-Qur’an merupakan firman Allah sebagi sumber hukum utama yang dijadikan pedoman

bagi seluruh umat Islam.

ِل نناَيَ ب اَذ َه

َيِقَّتممْلِل نةَظِعْوَمَو ىادمهَو ِساَّنل

(49)

31 6) Pengajaran Sejarah Islam

Tujuan pengajaran sejarah Islam ini adalah agar siswa dapat

mengetahui tentang pertumbuhan dan perkembangan agama Islam

dari awalnya sampai zaman sekarang sehingga siswa dapat mengenal

dan mencintai agama Islam.

Pembelajaran PAI di Indonesia saat ini juga perlu menanamkan

nilai pluralitas. Hal ini disebabkan karena masyarakat Indonesia sangat

plural. Sebagaimana dinyatakan oleh Suwardi bahwa Indonesia memiliki

masyarakat yang plural baik suku, etnis maupun agama. Kondisi ini

dapat menimbulkan terjadinya konflik antar masyarakat di Indonesia

(Suwardi dkk, 2017: 1).

Jadi, ruang lingkup PAI secara keseluruhan mendidik dan

membangun karakter siswa serta akhlak siswa yang berpengetahuan

Islami terutama sumber ajaran dan sendi-sendi Islam lainnya sehingga

dapat dijadikan bekal untuk mempelajari berbagai bidang ilmu menjadi

serta menjadikan insan kamil yang mampu mengamalkan ajaran agama

dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat.

3. Kajian Materi Penelitian

a. Materi Makanan Minuman yang Halal dan Haram 1) Makanan Halal

Makanan halal adalah makanan yang boleh dimakan menurut

ketentuan syariat Islam. Bagi seorang muslim, makanan yang dimakan

(50)

32

a) Halal, artinya dibolehkan berdasarkan ketentuan syariat Islam.

b) Tayyib, artinya baik, mengandung nutrisi, bergizi, dan

menyehatkan.

Makanan dan minuman yang dikonsumsi tidaklah asal yang

mengenyangkan saja, tetapi harus halalan tayyiban. Adapun halalnya

makanan dan minuman meliputi tiga kriteria berikut ini:

a) Halal dari segi wujudnya/zatnya makanan itu sendiri, yaitu tidak

termasuk makanan yang diharamkan oleh Allah SWT.

b) Halal dari segi cara mendapatkannya.

c) Halal dalam proses pengolahannya.

Adapun jenis-jenis makanan halal menurut wujudnya adalah

sebagai berikut:

a) Makanan yang disebut halal oleh Allah dan Rasul-Nya.

b) Makanan yang tidak kotor dan menjijikkan.

c) Makanan yang tidak mendatangkan mudarat, tidak membahayakan

kesehatan tubuh, tidak merusak akal, serta tidak merusak moral dan

aqidah.

2) Makanan Haram

Makanan haram adalah makanan yang dinyatakan haram dan

tidak boleh dimakan menurut ketentuan hukum syariat Islam. Adapun

jenis dari makanan haram yaitu:

(51)

33

Artinya: “diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, dan (daging) hewan yang disembelih bukan atas (nama) Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu sembelih. Dan (diharamkan pula)yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan pula) mengundi nasib dengan azlam (anak panah) karena itu perbuatan fasik...” (QS. Al-Maidah/5: 3)

Dari ayat tersebut, makanan yang diharamkan adalah

bangkai, darah, daging babi, daging hewan yang disembelih atas

nama selain Allah, hewan yang mati karena tercekik, dipukuli,

terjatuh, ditanduk hewan lain, diterkam binatang buas, dan hewan

yang disembelih untuk berhala.

b) Semua jenis makanan yang mendatangkan mudharat/bahaya

terhadap kesehatan badan, jiwa, akal, moral, dan akidah.

c) Semua jenis makanan yang kotor dan menjijikkan.

d) Makanan yang didapatkan dengan cara yang batil (salah), misalnya

makanan hasil curian, rampasan, dan lain-lain.

3) Minuman Halal

Minuman halal adalah minuman yang boleh diminum

menurut ketentuan hukum syariat Islam. Semua jenis minuman yang

(52)

34

dalil Al-Qur’an dan hadits yang mneyatakan keharamannya. Adapun jenis minuman yang halal adalah sebagai berikut:

a) Tidak memabukkan.

b) Tidak mendatangkan mudharat bagi manusia, baik dari segi

kesehatan badan, akal, jiwa, maupun akidah.

c) Tidak najis.

d) Didapatkan dengan cara yang halal.

4) Minuman Haram

Minuman haram adalah minuman yang tidak boleh diminum

menurut ketentuan hukum syariat Islam. Adapun minuman yang

haram, yaitu sebagai berikut:

a) Minuman yang memabukkan (khamr)

Pengertian khamr itu mencakup segala sesuatu yang

memabukkan, baik berupa zat cair, maupun zat padat, baik dengan

cara diminum, dimakan, dihisap, atau disuntikkan ke dalam tubuh.

Misalnya ganja, narkotika, morfin, heroin, bir, arak, dan berbagai

minuman beralkohol lainnya.

b) Minuman yang berasal dari benda najis atau benda yang terkena

najis. Misalnya minuman yang berasal dari air kencing kucing, dan

lain-lain.

c) Minuman yang didapatkan dengan cara batil (tidak halal).

Misalnya minuman yang didapatkan dengan cara merampok,

(53)

35

5) Manfaat Mengkonsumsi Makanan dan Minuman Halal

Seseorang yang membiasakan diri mengonsumsi makanan

dan minuman yang halal akan memperoleh manfaat sebagai berikut:

a) Mendapat ridha Allah kerena telah menaati perintah-Nya dalam

memilih jenis makanan dan minuman yang halal.

b) Memiliki akhlakul karimah karena setiap makanan dan minuman

yang dikonsumsi akan berubah menjadi tenaga yang dijasikan

untuk beraktivitas dan beribadah.

c) Terjaga kesehatannya karena setiap makanan dan minuman yang

dikonsumsi bergizi dan baik bagi kesehatan badan.

6) Akibat Buruk Mengkonsumsi Makanan dan Minuman Haram

Mengkonsumsi makanan dan minuman yang haram akan

menimbulkan akibat buruk bagi diri sendiri, orang lain, masyarakat,

dan lingkungan sekitarnya. Diantara akibat buruk tersebut adalah:

a) Amal ibadahnya tidak akan diterima dan doanya tidak akan

dikabulkan oleh Allah SWT.

b) Makanan dan minuman haram bisa merusak jiwa terutama

minuman keras (khamr). menyebabkan berbagai macam penyakit

psikologis (gangguan jiwa), misalnya gangguan daya ingat,

gangguan mental, kegagalan daya pikir, menimbulkan beban

mental, emosional, dan sosial yang sangat berat, dan menimbulkan

(54)

36

c) Makan dan minuman yang haram dapat mengganggu kesehatan

tubuh. Misalnya khamr dapat menyebabkan berbagai macam

penyakit fisik, diantaranya tekanan darah tinggi, kanker, jantung,

liver, sistem kekebalan tubuh menurun, serta merusak jaringan

saraf otak.

d) Menghalangi seseorang mengingat Allah SWT.

b. Pengertian Metode Talking Stick

Metode adalah cara yang digunakan untuk

mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata

agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal (Majid, 2013: 193).

Dalam kegiatan belajar mengajar, metode diperlukan oleh guru untuk

menciptakan lingkungan belajar yang tidak monoton. Dalam mengajar

metode disusun berdasarkan prinsip dan sistem tertentu, untuk itu sebagai

seorang guru harus banyak menguasai berbagai metode pembelajaran dan

dapat menerapkan metode tersebut dalam pembelajaran dengan tepat

sesuai dengan keadaan dan kondisi siswa.

(55)

37

Carol Locust mengatakan bahwa pada mulanya, Talking Stick

(Tongkat berbicara) adalah metode yang digunakan oleh penduduk asli

Amerika untuk mengajak semua orang berbicara atau menyampaikan

pendapat dalam suatu forum (Huda, 2013: 224). Sekarang metode itu

sudah digunakan sebagai metode pembelajaran dalam kelas. Metode

Talking Stick merupakan suatu cara yang digunakan guru dalam

menjelaskan materi pelajaran kepada siswa dengan memanfaatkan

tongkat sebagai pemicu siswa untuk dapat berbicara.

c. Langkah-Langkah Metode Talking Stick

Adapun langkah-langkah metode talking stick adalah sebagai

berikut (Huda, 2013: 225):

1) Guru menyiapkan sebuah tongkat yang panjangnya ± 20 cm.

2) Guru menyampaikan materi pokok yang akan dipelajari, kemudian

memberikan kesempatan para kelompok untuk membaca dan

mempelajari materi pelajaran.

3) Siswa berdiskusi membahas masalah yang terdapat di dalam wacana.

4) Setelah siswa selesai membaca materi pelajaran dan mempelajari

isinya, guru mempersilakan siswa untuk menutup isi bacaan.

5) Guru mengambil tongkat dan memberikannya kepada salah satu siswa,

setelah itu guru memberi pertanyaan dan siswa yang memegang

tongkat tersebut harus menjawabnya. Demikian seterusnya sampai

sebagian besar siswa mendapat bagian untuk menjawab setiap

(56)

38 6) Guru memberi kesimpulan.

7) Guru melakukan evaluasi/penilaian.

8) Guru menutup pembelajaran.

Menurut Suprijono langkah-langkah pembelajaran dengan

metode talking stick adalah sebagai berikut:

1) Diawali oleh penjelasan guru mengenai materi pokok yang akan

dipelajari.

2) Peserta didik diberi kesempatan membaca dan mempelajari materi

tersebut.

3) Berikan waktu yang cukup untuk aktivitas ini.

4) Guru selanjutnya meminta kepada peserta didik menutup bukunya.

5) Guru mengambil tongkat yang telah dipersiapkan sebelumnya.

6) Tongkat tersebut diberikan kepada salah satu peserta didik.

7) Peserta didik yang menerima tongkat tersebut diwajibkan menjawab

pertanyaan dari guru demikian seterusnya.

8) Ketika tongkat (stick) bergulir dari peserta didik ke peserta didik

lainnya, seyogyanya diiringi musik.

9) Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik melakukan

refleksi terhadap materi yang telah dipelajarinya.

10) Guru memberi ulasan terhadap seluruh jawaban yang diberikan

peserta didik, selanjutnya bersama-sama peserta didik merumuskan

(57)

39

Dari penjelasan langkah-langkah tersebut bahwa dalam

pelaksanaan metode talking stick pada pembelajaran seorang guru harus

menjelaskan kepada siswa terkait materinya, setelah itu siswa harus

diberi waktu untuk membaca kembali materi yang telah disampaikan

guru, dan baru dapat dilakukan metode talking stick. Dalam pelaksanaan

metode talking stick bisa dilakukan variasi agar siswa semakin semangat

melakukan pembelajaran, yaitu saat metode talking stick berlangsung

atau saat tongkat digulirkan bisa menggunakan nyanyian yang semangat

dan saat nyanyian tersebut selesai siswa yang mendapat giliran

memegang tongkat harus menjawab pertanyaan.

d. Kelebihan dan Kekurangan Metode Talking Stick

Dalam metode talking stick terdapat beberapa kelebihan,

diantaranya adalah sebagai berikut (Huda, 2013: 225):

1) Mampu menguji kesiapan siswa.

2) Melatih keterampilan siswa dalam membaca dan memahami materi

pelajaran dengan cepat.

3) Membuat siswa ceria, senang dan melatih mental siswa untuk siap

dalam kondisi dan situasi apapun.

4) Melatih siswa berbicara di depan teman-temanya.

5) Menciptakan suasana menyenangkan dan membuat siswa aktif.

6) Menumbuhkan jiwa berkompetisi pada diri siswa.

Adapun kekurangan metode talking stick adalah bagi siswa

Gambar

Gambar 1.1 Langkah-Langkah Penelitian (Arikunto, 2006: 74).
Tabel 3.1 Data Guru SMP Negeri 3 Suruh
Tabel 3.2 Data Siswa SMP Negeri 3 Suruh
Tabel 3.3 Nama Siswa Kelas VIII C SMP Negeri 3 Suruh
+7

Referensi

Dokumen terkait

Penulis skripsi yang bejudul Evaluasi Sistem Akuntansi Penjualan Kredit Pada PT PUCANG ADI JAYA dimaksudkan untuk memenuhi sebagai persyaratan memperoleh gelar sarjana

Keputusan Menteri Pertanian Nomor. Nama Organisasi saat itu Sub Balai Perlindungan dan Pelestarian Alam Riau, yang merupakan unit pelaksana teknis Bidang Perlindungan

Adapun alasan penulis memilih judul analsis efektifitas sistem pengendalian internal terhadap peningkatan kinerja keuangan perusahaan dalam perspektif ekonomi isLam (studi

Teknik adaptive digital image watermarking memiliki kelebihan seperti tidak dapat dideteksi oleh mata manusia, tahan terhadap operasi pengolahan citra lossy dan tidak perlu

EBLUP merupakan salah satu pendekatan yang digunakan untuk pendugaan area kecil, yang berawal dari ketidakmampuan BLUP (Best Linier Unbiased Predictor) dalam menduga

rasio keuangan yang digunakan yaitu Current Ratio, Debt to Equity Ratio, Return. on Asset, dimana Pengaruh Signifikan antara DER

This thesis, entitled “The Effects of Financial Crisis on Corporate Social Responsibility (CSR), Findings from Banking Industry in Indonesia” is the final project of the author

(9) Apabila pelunasan utang dilakukan dengan cara angsuran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (2), hapusnya hak tanggungan pada bagian obyek hak tanggungan yang