BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Jenis Penelitian ini yaitu observasional analitik kuantitatif dengan
menggunakan pendekatan crossectional yaitu penelitian non-eksperimental dengan
tujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan tingkat kehilangan cairan pada batita dengan diare dengan cara menganalisi faktor penyebab diare dengan tingkat kehilangan cairan pada batita di RSUD dr. R Goetheng Purbalingga.
Pengumpulan data digunakan instrumen yang berbentuk kuesioner.
Kuesioner yaitu daftar pertanyaan yang sudah tersusun dengan baik, sudah matang, dimana responden dan interviewer tinggal memberikan jawaban atau dengan memberikan tanda-tanda tertentu (Notoatmodjo, 2002).
B. Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-Juni tahun 2011 di RSUD dr R Goetheng Purbalingga.
C. Populasi dan Sampel Penelitian
1. Populasi
Populasi adalah keseluruhan unit analisis yang karakteristiknya akan diduga (Sabri & Hastono, 2006). Populasi dalam penelitian ini adalah pasien di ruang
cempaka RSUD dr R Goenteng Tarunadibrata Purbalingga, baik laki-laki maupun perempuan yang berusia 0-3 tahun dari bulan Mei-Juni 2011.
2. Sampel
Sampel adalah sebagian yang diambil dari keseluruhan objek yang diteliti dan dianggap mewakili seluruh populasi. Dalam pengambilan tersebut sedapat mungkin dapat mewakili populasinya. (Notoatmodjo 2005).
Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah consekutif sampling.
Consekutif sampling adalah pengambilan sampel didasarkan pada setiap responden yang memenuhi kriteria penelitian dimasukan dalam penelitian sampai kurun waktu tertentu, sehingga jumlah pasien yang diperlukan terpenuhi. (Asmoro & Ismail ,1995).
Populasi penelitian ini dari kurun waktu dua bulan terakhir sebanyak 70 pasien yang memenuhi kriteria jadi pengambilan sampel dalam kurun waktu satu bulan
adalah 35 responden.
Sampel dalam penelitian ini adalah batita yang mengalami diare di RSUD dr. R Goenteng Purbalingga . Jadi jumlah sampel keseluruhan dalam penelitian ini adala 35 batita.
Kriteria inklusi adalah karakteristik umum subyek penelitian pada populasi target dan
populasi terjangkau. Kriteria sampel diambil berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yaitu :
a. Kriteria Inklusi
1) Responden yang mengalami diare khususnya pasien rawat inap ruang
cempaka RSUD. Dr R Goetheng Purbalingga.
2) Responden berusia batita yaitu 0-3 tahun.
3) Bersedia menjadi Responden.
1) Pasien yang tidak mengalami diare dan dirawat inap di RSUD.dr. R Goetheng Purbalingga
2) Responden yang berusia > 3 tahun.
3) Orang yang tidak bersedia menjadi responden.
D. Teknik Pengumpulan Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Data primer adalah data yang didapat dari sumber pertama yaitu dari individu atau perseorangan seperti hasil pengisian kuesioner yang dilakukan oleh peneliti tanpa melalui pihak lain. Pengumpulan data ini dilakukan di RSUD.dr. R Goetheng Purbalingga.
E. Variabel penelitian
Variabel adalah sesuatu yang digunakan sebagai ciri, sifat atau keturunan yang dimiliki atau didapatkan oleh satuan penelitian tentang sesuatu konsep pengertian tertentu.
Variabel dalam penelitian ini adalah:
1. Variabel bebas : Faktor Penyebab Diare.
F. Definisi Operasional
Tabel 3.1 Definisi Operasional
Variabel Definisi Alat
ukur Cara Menguku r Parameter Skala Sanitasi air bersih Sarana jamban keluarga Suatu keadaan air yang baik , bersih ,dan memenuhi syarat kesehatan. Suatu keadaan jamban sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan. kuisione r kuisione r wawanca ra wawanca ra
1. sanitasi air baik dan bersih jika responden menjawab ya ≥ 7 2 sumber air buruk dan tidak bersih jika responden menjawab tidak <7 1. sarana jamban sehat jikaresponden menjawab ya ≥4 2. sarana jamban sehat jikaresponden menjawab ya ≤ 4 Nominal Nominal
Mencuci tangan sanitasi makanan Faktor malabsorbsi Membasuh tangan dengan air dan sabun sampai bersih. Segala upaya yang dilakukan untuk menjaga kondisi makanan yang memenuhi persyaratan kesehatan Gangguan proses penyerapan zat‐ zat makanan di dalam usus. kuisione r kuisoner kuisione r wawanca ra wawanca ra wawanca ra 1 kebiasaan mencuci tangan yang baik dan bersih jika responden menjawab ya ≥ 4 2 kebiasaan mencuci tangan yang buruk dan tidak bersih jika responden menjawab tidak < 4 1.Termasuk sanitasi makanan yang baik jika responden menjawab ya ≥ 4 2.Termasuk makanan yang tidak baik jika responden menjawab tidak < 4
1 Terjadi diare karena gangguan faktor malabsorbsi jika responden menjawab ya
2 Tidak terjadi diare karena gangguan factor malabsorbsi jika responden menjawab tidak Nominal Nominal Nominal Variabel Dependen Tingkat Kehilangan Kehilangan garam (natrium) dan air secara cepat, yang
Obsevas i
Observasi Dehidrasi ringan (kehilangan cairan 5% BB)
Dehidrasi berat
Cairan sangat penting untuk hidup. Jika air dan garam tidak digantikan cepat, tubuh akan mengalami dehidrasi. (kehilangan cairan > 5% BB) G. Etika Penelitian
Masalah etika penelitian keperawatan merupakan masalah yang sangat penting, karena berhubungan dengan manusia secara langsung. Etika yang perlu dan harus diterapkan adalah:
1. Lembar persetujuan (Informed Consent)
Setelah menemukan responden, peneliti menerankan tujuan dan maksud penelitian dan menanyakan secara lisan kesediaannya untuk menjadi responden penelitian. Setelah responden bersedia, peneliti memberikan lembar persetujuan yang harus ditandatangani oleh responden tersebut.
2. Tanpa nama (Anonimity)
Merupakan masalah etika dalam penelitian keperawatan dengan cara tidak memberikan nama responden pada lembar alat ukur dan hanya menandakan kode pada lembar pengumpulan data.
2. Kerahasiaan (Confidientiality)
Menjaga kerahasiaan dari hasil penelitian baik informasi maupun masalah-masalah lainnya. Semua informasi yang telah dikumpulkan dijamin kerahasiaannya oleh peneliti.
H. Instrumen Penelitian
Instrumen adalah alat-alat yang akan digunakan untuk pengumpulan data (Notoatmodjo, 2005). Instrumen yang digunakan adalah :
1. Timbangan Berat Badan
Timbangan Berat badan digunakan untuk mengukur berat badan dari responden yang akan diteliti. Berat badan responden ditimbang terlebih dahulu untuk mengetahui berapa jumlah berat badan responden karena akan dilakukan perhitungan kebutuhan cairan tubuh.
2. Termometer Suhu Badan
Termometer Suhu Badan digunakan untuk mengukur suhu badan dari responden yang akan diteliti, karena setiap penigkatan suhu badan pada kasus diare bias menyebabkan kehilangan cairan.
3. Kuisioner
Kuisioner ini berisi tentang pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan kejadian diare dengan faktor penyebabnya pada batita di RSUD dr R Goenteng Purbalingga. Kuisioner ini digunakan untuk mengumpulkan data pasien untuk mengkategorikan faktor penyebab diare. Kuisoner ini berjumlah 43 butir
pertanyaan/pernyataan dengan sebaran favourable,anfavourable dan check list secara
acak dengan rincian sbb:
a. Untuk mengkaji faktor penyebab dire karena faktor infeksi terdapat 30
Pertanyaan/pernyataan yang bersifat mendukung (favourable) berjumlah 11 jawabannya adalah iya akan diberi nilai 1,dan pertanyaan/pernyataan yang tidak
mendukung (unfavourable) berjumlah 11 jawabannya adalah tidak akan diberi nilai
1.
b. Untuk mengkaji faktor penyebab diare karena faktor makanan terdapat 8
pertanyaan/pernyataan
Pertanyaan/pernyataan yang bersifat mendukung (favourable) berjumlah 4
jawabannya adalah iya akan diberi nilai 1. Dan pertanyaan/pernyataan yang tidak
mendukung (unfavourable) berjumlah 4 jawabannya adalah tidak akan diberi nilai 1.
c. Untuk mengkaji faktor penyebab diare karena faktor psikologis terdapat 2
pertanyaan
Tidak ada pertanyaan/pernyataan yang bersifat mendukung (favourable). Dan
pertanyaan yang tidak mendukung (unfavourable) berjumlah 2 jawabannya adalah
tidak akan diberi nilai 1.
d. Untuk mengkaji faktor penyebab diare karena faktor malabsorbsi terdapat 5
pertanyaan/pernyataan terbuka/tertutup.
Terdapat 4 pertanyaan/pernyataan terbuka. Dan terdapat 1 pertanyaan unfavourable jawabannya adalah tidak dan akan diberi nilai 1.
Table 3.1 detail no favourable,unfavourable, dan check list
ngkajian
Pernyataan/Pernyataan
ourable favourable rtanyaan
mber air bersih
rana jamban keluarga
,4,5,8,10,12 ,7,9,11,,13,14
4. L e m
bar Observasi
Lembar observasional ini ditujukan untuk mencatat hasil pengamatan tingkat kehilangan cairan (balance cairan) yang terjadi berdasarkan faktor penyebab diare oleh peneliti setiap harinya selama beberapa waktu.
I. Validitas dan Reabilitas
Sifat valid memberikan pengertian bahwa alat ukur yang digunakan mampu memberikan nilai yang sesungguhnya dari nilai yang kita inginkan. Uji validitas
instrumen menggunakan uji korelasi product moment person. Uji reabilitas dengan
Teknik Belah Dua (split half), (Notoatmodjo, 2005).
Rumus korelasi product moment adalah sebagai berikut:
(
) (
)
(
)
(
∑
−∑
∑
)
−∑ ∑
(
∑
−(
∑
)
)
− = 2 2 2 2 Y Y N X X N Y X XY N r Keterangan :r : Korelasi Product Moment N : jumlah sampel
X : skor variabel X Y : skor variabel Y
XY : skor variabel X dikalikan skor variabel Y
Uji validitas akan dilakukan pada 30 ibu yang anaknya mengalami diare di Puskesmas Ketawis. mencuci tangan nitasi makanan ktor malabsorbsi ,7,8 ,7,8 ,4,6 ,5,7
Perhitungan dilakukan dengan komputerisasi menggunakan program komputer.
Dengan melihat antara p-value antara item dengan total item. Jika nila p-value < α
maka item pertanyaan tersebut valid sedangkan nilai p-value >α tidak valid α sebesar
0,05.
Adapun uji reliabilitas yang dipakai oleh peneliti dengan menggunakan
Teknik Belah Dua (split half), (Notoatmodjo, 2005). Dengan menggunakan teknik ini
berarti alat pengukur (kuesioner) yang telah di susun dibelah atau dibagi menjadi dua. Dalam hal ini peneliti membagi dua berdasarkan belahan atas dan belahan bawah berdasarkan median atau titik tengah, dari total pertanyaan langkah-langkah yang diperlukan antara lain:
1) Mengajukan kuesioner tersebut kepada 30 responden, kemudian dihitung validitas
masing-masing pertanyaannya. Pertanyaan-pertanyaan yang valid dihitung sedangkan yang tidak valid di buang.
2) Membagi pertanyaan-pertanyaan yang valid tersebut menjadi dua kelompok.
Separo masuk ke dalam belahan pertama (belahan atas), separonya lagi masuk kedalam belahan kedua (belahan bawah).
3) Skor untuk masing-masing item pada tiap belahan di jumlahkan sehingga akan
menghasilkan 2 kelompok skor total, yakni untuk belahan pertama dan belahan kedua.
4) Melakukan uji korelasi dengan rumus korelasi product moment tersebut, antara
belahan pertama dengan belahan kedua.
5) Selanjutnya dengan daftar seperti uji korelasi sebelumnya, dapat diketahui
reliabilitas kuesioner tersebut dengan rumus Spearman Brown dalam Durianto, Sugiarto, & Sitianjak (2004) :
2 1
= reliabilitas instrumen
= korelasi antara dua belahan instrumen
6) Penentuan kesimpulan reliabilitas adalah jika korelasi Spearmen Brown ≥ r
tabel dengan df = n – 1 (Df = 30 – 1 = 29) maka kuisioner tersebut memiliki
reliabilitas.
J. Tekhnik Pengambilan Data
1. Pengamatan (Observasi)
Dalam penelitian ini pengamatan adalah suatu prosedur yang berencana, yang antara lain meliputi melihat dan mencatat jumlah dan taraf aktifitas tertentu yang ada hubungannya dengan masalah yang diteliti (Notoatmodjo, 2002).
2. Wawancara
Wawancara adalah suatu metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dimana peneliti mendapatkan keterangan atau pendirian secara lisan dari responden, atau bercakap-cakap berhadapan muka dengan responden tersebut (Notoatmodjo, 2002). Wawancara dilakukan dengan cara tanya jawab kepada responden dengan menggunakan kuesioner
3. Pengeukuran Kehilangan Cairan ( Balance Cairan)
Pengukuran kehilangan cairan atau balance cairan dilakukan peneliti pada saat penelitian untuk mendapatkan data dengan cara mengobservasi intake (asupan cairan yg masuk) dan Out put ( cairan yang keluar) dengan lembar observasi balance cairan pada responden.
K. Tekhnik Pengolahan dan Analisis data
Adapun tahap-tahap dalam menganalisis data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
a. Editing
Langkah ini untuk meneliti kelengkapan data, kelengkapan tulisan, kesinambungan data, kejelasan data dan kesesuaian jawaban.
b. Coding
Pemberian kode dengan tujuan untuk mempermudah analisa data dengan komputer.
b. Scoring
Yaitu pemberian skor atau nilai pada setiap jawaban yang diberikan oleh responden.
c. Tabulating
Tabulasi dimaksudkan untuk memasukan data ke dalam tabel-tabel dan mengatur angka-angka sehingga dapat dihitung jumlah kasus dalam berbagai kategori.
d. Entri Data
Memasukan data yang telah diperoleh ke dalam perangkat komputer.
2. Analisa Data
a. Analisa univariat
Analisa univariat dilakukan terhadap tiap variabel dari hasil penelitian. Pada umumnya analisa ini hanya menghasilkan distribusi dan prosentase dari setiap variabel yang akan diteliti.
Analisa bivariat dilakukan terhadap 2 (dua) variabel yang diduga berhubungan atau berkorelasi antara variabel bebas dengan variabel terikat yaitu untuk menganalisi factor penyebab diare dengan tingkat kehilangan cairan pada balita.
Adapun rumus perhitungan chi-square menurut Riwidikho H (2006)
adalah sebagai berikut:
∑
²
Keterangan: O = Observasi E= Ekspetasi/ Harapan X2 = chi kuadrat c. Analisis multivariatAnalisa multivariat adalah analisa untuk menguji hubungan antara variabel dependen dan variabel independen secara bersama-sama
menggunakan analisa Regresi Logistik (logistic Regression), dengan tingkat
kemaknaan p<0,05. untuk mengetahui variabel atau faktor yang dominan
mempengaruhi variabel terikat dilihat dari nilai koefisien regresi (β),
sedangkan nilai cox dan Snell R Square dilihat untuk mengetahui besarnya pengaruh semua variabel bebas secara bersama-sama terhadap variabel terikat. Menurut Sarbi &Hastono (2006), analisa Regresi Logistic berganda dihitung dengan rumus:
Bila nilai Z di masukan pada fungsi Z maka rumus fungsi Z adalah : ) .... 2 2 1 1 (
1
1
)
(
x x i xie
Z
F
− + + + + ++
=
α β β β Keterangan :F(Z) : Probabilitas kejadian suatu penyakit berdasarkan faktor resiko
Z : Nilai indeks variabel independen. Nilai Z bervariasi antara – 00
sampai +00 α : Konstanta
x
1 : Jumlah variabel independen ke 1x
2 : Jumlah variabel independen ke 2x
i : Jumlah variabel independen ke Iβ : Koefisien