• Tidak ada hasil yang ditemukan

JPGMI, Vol.1 No Hal [68-77] Issn :

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "JPGMI, Vol.1 No Hal [68-77] Issn :"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

PENGEMBANGAN APLIKASI GAME LOGIC

MENGGUNAKAN ADOBE FLASH SEBAGAI MEDIA

PEMBELAJARAN FAUNA DI MADRASAH IBTIDAIYAH

(STUDI : MIN 3 GUMUKMAS KABUPATEN PRINGSEWU)

Dian Puspita, Leni Anggraeni, Agung Pramudi 1,2,3

Prodi Sistem Informasi, STMIK Pringsewu Lampung

Jl. Wismarini No. 09 Pringsewu - Lampung

Email : [email protected]

ABSTRAK

Game yang merupakan salah satu industri besar di dunia saat ini, menawarkan banyak peluang dalam industrinya, yang salah satunya adalah perancangan Game Logic. Saat ini tercatat ada sekitar 80 pengembang game aktif yang tersebar di penjuru Indonesia, di antaranya di Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Salatiga dan Bali. Pada tahun 2015, Game Tebak Gambar yang merupakan salah satu Game Logic buatan anak bangsa, telah berhasil menduduki peringkat satu dalam google playstore. Yang menjadi sumber penelitian yaitu bagaimana suatu permainan dapat bermanfaat tidak hanya sebagai media hiburan, melainkan juga sebagai media belajar. Salah satu masalah yang dapat diambil adalah ketergantungan seseorang terhadap permainan, terutama permainan berbasis komputer. Maka dari itu dibuatlah penelitian ini yang diharapkan dapat mempermudah para pecinta Game Logic dalam mengasah kemampuan berfikir secara logika untuk menyelesaikan suatu masalah secara cerdas guna menjadi pribadi yang lebih baik lagi dalam berfikir. Diawal game ini dijalankan akan langsung memunculkan puzle menyusun gambar yang dapat langsung dimainkan sehingga otak akan langsung merespon untuk segera berfikir cepat. game ini sangat amat sederhana, ringan, dan juga mudah diimplementasikan khususnya pada perangkat komputer berbasis windows. Dan meskipun terlihat sederhana, namun game ini dapat membantu mengasah pola fikir dasar seseorang, yaitu logika.

Kata Kunci :Pengembangan game logic, Adobe Flash, Game Logic, Permainan Menyusun Gambar

(2)

1. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

Seiring perkembangan teknologi informasi, pengembangan game menggunakan prospek yang luar biasa. Game yang merupakan salah satu industri besar di dunia saat ini, menawarkan banyak peluang dalam industrinya, yang salah satunya adalah perancangan Game Logic. Saat ini tercatat ada sekitar 80 pengembang game aktif yang tersebar di penjuru Indonesia, di antaranya di Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Salatiga dan Bali[1]. Pada tahun 2015, Game Tebak Gambar yang merupakan salah satu Game Logic buatan anak bangsa, telah berhasil menduduki peringkat satu dalam google playstore[2]. Oleh karena itu penulis tertarik untuk mengembangkan game berbasis logika menggunakan Adobe Flash.

Perkembangan teknologi dalam bidang hiburan, khususnya Game Logic, mengambil peran penting untuk mengasah kemampuan logika para konsumen. Selain itu, internet juga dapat memberikan kesempatan kepada para pecinta Game Logic untuk dapat lebih mengembangkannya. Game Puzzle (yang mengacu pada logika) dapat menjadi salah satu sarana refreshing yang cukup menyenangkan dan juga dapat memberikan motivasi belajar yang efektif[3]. Dengan adanya game edukasi (yang mengacu pada logika) dapat meningkatkan kemampuan berfikir anak dalam proses pembelajaran, karena game edukasi sangat berguna di bidang pendidikan[4].

Saat ini sudah banyak game yang dibuat dengan format Flash. Kelebihan game berformat flash adalah game ini relatif ringan saat dijalankan, tidak membutuhkan spesifikasi perangkat keras maupun perangkat lunak yang besar. Berbeda dengan beberapa sumber jurnal yang telah peneliti ketahui sebelumnya, bahwa game dengan format flash lebih banyak dibuat menggunakan Macromedia Flash. Penulis sendiri lebih tertarik membuat game menggunakan Adobe Flash, karena lebih mudah dipahami. Game ini dikombinasikan berdasarkan kemampuan animasi Adobe Flash dengan kemampuan logika ActionScipt dan Artificial Intelegence (kecerdasan buatan), yang merupakan cara alternatif agar perancang game dapat membuat sebuah game yang diinginkan.

Media game sebagai media pembelajaran di Indonesia belum memiliki tradisi yang panjang. Citra game di mata masyarakat lebih sebagai media yang menghibur dibandingkan media pembelajaran. Hal ini mengakibatkan makin berkurangnya waktu dan kesempatan untuk

(3)

dilakukan, terutama saat bermain. Bermain memberikan kesempatan pada anak untuk langsung berperan dalam proses belajarnya dan sekaligus merasa kompeten tentang kemampuan mereka untuk belajar.

1.2. Rumusan Masalah

Berdasarkan masalah di atas, maka rumusan masalah yang didapat yaitu:

a. Bagaimana suatu permainan dapat bermanfaat tidak hanya sebagai media hiburan? b. Bagaimana suatu permainan dapat bermanfaat sebagai media belajar?

c. Bagaimana suatu permainan dapat bermanfaat untuk ketergantungan seseorang terhadap permaianan, terutama permainan berbasis komputer. ?

1.3. Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan dalam merancang perangkat lunak pada perangkat komputer berbasis windows. Penelitian ini juga diharapkan dapat mempermudah para pecinta Game Logic dalam mengasah kemampuan berfikir secara logika untuk menyelesaikan suatu masalah secara cerdas guna menjadi pribadi yang lebih baik lagi dalam berfikir.

1.4. Manfaat Penelitian

Game Logic yang dibuat ini memungkinkan pengguna untuk dapat mengisi waktu luang secara efektif dan efisien. Game ini juga dapat memberikan nalar, sehingga sambil bermain kita bisa belajar bagaimana cara menyelesaikan suatu masalah dengan pemikiran yang positif, terutama bagi anak-anak. Dengan bermain sambil belajar, anak-anak dapat merangsang dan mendorong kepribadiannya baik yang mencakup aspek ketrampilan/psikomotor, kecerdasan, logika, emosi, maupun sosialnya.

II. LANDASAN TEORI 2.1 Game Edukasi

Game adalah kata berbahasa Inggris yang berarti permainan atau pertandingan, atau bisa diartikan sebagai aktifitas terstruktur yang biasanya dilakukan untuk bersenang- senang. Menurut Anggra (2010), game atau permainan adalah sesuatu yang dapat dimainkan dengan aturan tertentu sehingga ada yang menang dan ada yang kalah, biasanya dalam konteks tidak serius dengan tujuan refreshing.

(4)

Game edukasi (logika) adalah permaian yang dirancang atau dibuat untuk merangsang daya pikir termasuk meningkatkan konsentrasi dan memecahkan masalah (Handriyantini, 2009). Game Edukasi adalah salah satu jenis media yang digunakan untuk memberikan pengajaran, menambah pengetahuan penggunanya melalui suatu media unik dan menarik. Jenis ini biasanya ditujukan untuk anak-anak, maka permainan logika sangat diperlukan disini bukan tingkat kesulitan yang dipentingkan.

Berdasarkan uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa game edukasi adalah salah satu bentuk game yang dapat berguna untuk menunjang proses belajar-mengajar secara lebih menyenangkan dan lebih kreatif, dan digunakan untuk memberikan pengajaran atau menambah pengetahuan dan pendalaman logika penggunanya melalui suatu media yang menarik.

2.2 Adobe Flash

Adobe Flash adalah salah satu produk/software dari Adobe (dahulu bernama Macromedia sebelum dibeli oleh perusahaan Adobe) yang digunakan untuk proses membuat dan mengolah animasi atau gambar yang menggunakan vektor untuk skala ukuran kecil. Dahulu Software ini penggunaanya ditujukan untuk membuat animasi atau aplikasi yang bersifat online (menggunakan koneksi internet) ,namun seiring dengan perkembanganya Adobe Flash digunakan untuk membuat animasi atau aplikasi yang bersifat offline(tidak menggunakan koneksi internet).File yang dihasilkan dari Software ini menggunakan ekstensi .swf serta dapat di play atau diputar melalui Browser /Web dengan syarat sudah terinstall plugin Adobe Flash [5].

Bahasa pemrogramman yang digunakan di Adobe Flash menggunakan bahasa Action Script. Umumnya banyak yang menggunakan Action Script 2.0(ditujukan untuk penggunaan platform desktop) dan Action Script 3.0 (ditujukan untuk penggunaan platform mobile).

III. METODE PENELITIAN 3.1 Metode Pengumpulan Data a. Observasi

Observasi yang dilakukan pada tahapan ini yaitu memberikan lembaran kuisioner kepada beberapa pengguna aktif komputer terutama gamers, yaitu tentang bagaimana

(5)

manfaatnya jika dimainkan oleh anak-anak. Dan para audien juga dipersilahkan agar memberikan kritik dan sarannya yang bersifat membangun.

b. Wawancara

Dalam wawancara yang dilakukan yaitu terhadap beberapa pengguna komputer aktif yang penulis wawancarai mengenai bagaimana pendapat dengan adanya suatu pengembangan game-game logic, dan juga bagaimana pendapat tentang game logic yang penulis buat, serta menjelaskan tentang kekurangan apa saja yang ada dalam game yang penulis buat.

c. Studi Pustaka

Penulis mengutip pendapat dan landasan dari beberapa sumber diantaranya jurnal, “membangun aplikasi game edukatif sebagai media belajar anak-anak” oleh Nanan Rohman, “implementasi role playing game berbasis flash” oleh Bernard Renaldy Suteja, “rancang bangun aplikasi game “puzzle kata” istilah teknik informatika menggunakan macromedia flash 8” oleh Katharina Candra Puspita [6][7]

3.2 Metode Pengembangan Sistem

Pembuatan game merupakan suatu kegiatan awal dalam mendesain sebuah game. Pembuatan game ini dapat dilakukan dengan model yang berbeda-beda untuk setiap game yang akan dibuat. Untuk membuat suatu game edukatif ini ada beberapa langkah yang akan dikerjakan, langkah-langkah ini

(6)

Game ini dibuat untuk diimplementasikan pada PC dengan sistem operasi Windows. Permainan ini bersifat single player. Berikut rincian game yang akan dibuat :

1. Game Edukatif.

2. Sistem permainan singleplayer.

3. Game terdiri dari 1 game.(Game Menyusun Gambar)

4. Peralatan yang di gunakan untuk memainkan game ini adalah mouse atau touchpad.

Konsep cara bermain dalam permainan ini adalah permainan ini menyediakan 1 permainan dimana dalam permainan menyusun gambar angka, pemain harus menyusun gambar yang dibuat acak tanpa batasan waktu.

IV. PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI 4.1 Perancangan

(7)

sistem pada dasarnya adalah untuk mencapai suatu tujuan yang sama sebelum dilakukan pengkodean dan implementasi. Adapun bentuk struktur program permainan menyusun gambar angka sebagai berikut :

1. File game berformat flash 2. Sistem permainan Single Player 3. Ketika dibuka dapat langsung bermain 4.2 Implementasi

Proses Pembuatan Game

Gambar 1. Proses Pembuatan

Gambar 1 merupakan proses perancangan dan coding mulai dari objek dan latar.

Gambar 2. Layer Objek

Objek pada Gambar 2 yang akan disusun secara acak untuk kemudian disusun kembali pada latar yang tersedia beserta nama-nama dari gambar objek di atas.

(8)

Gambar 3. Latar

Pada gambar latar di atas telah tertulis beberapa nama objek sebelumnya, yang nantinya gambar objek akan disusun pada gambar latar tersebut.

4.3 Hasil Implementasi

Diawal game ini dijalankan akan langsung memunculkan puzle menyusun gambar yang dapat langsung dimainkan. Tidak terdapat menu-menu layaknya game flash pada umumnya. Game ini diawali dengan objek gambar dan latar yang telah dibuat acak. Berikut hasil implementasinya :

(9)

Pada Gambar 4 terlihat bahwa posisi objek masih tersusun secara acak, dan player diharuskan menyusun objek tersebut pada latar yang berada pada bagian tengah permainan.

Gambar 5. Finish

Apabila pemain menyusun objek sesuai pada tempatnya, maka Gambar 5 merupakan penyelesaian akhir dari permainan ini.

V. PENUTUP 5.1. Kesimpulan

Dari hasil pembahasan mengenai game logic Menyusun Gambar Angka yang penulis buat ini dapat disimpulkan bahwa game ini sangat amat sederhana, ringan, dan juga mudah diimplementasikan khususnya pada perangkat komputer berbasis windows. Dan meskipun terlihat sederhana, namun game ini dapat membantu mengasah pola fikir dasar seseorang, yaitu logika. Sehingga seseorang dapat lebih berfikir positif dalam menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari- hari.

5.2. Saran

Penulis menyadari bahwa game ini masih sangat amat jauh untuk menjadi game logic pada umumnya yang disukai banyak kalangan. Kekurangan dari game ini diantaranya tidak terdapat menu utama, player name, level game, top score, dan lain sebagainya. Meski demikian penulis tidak akan berhenti sampai disini, karena game ini merupakan game pertama yang penulis buat. Penulis akan berusaha lebih baik lagi agar dapat sukses membuat game logic yang sebenarnya dimasa mendatang.

(10)

DAFTAR PUSTAKA

[1] Candra Puspita Katharina (2010) rancang bangun aplikasi game “puzzle kata”

istilah teknik informatika menggunakan macromedia flash 8

[2] https://www.goethe.de/ins/id/id/kul/mag/20843397.html [3] https://www.goethe.de/ins/id/id/kul/mag/20843397.html

[4] http://www.okedroid.com/2015/08/belajar-mengenal-adobe-flash-cs6-dan- tools-penggunaanya-part-1.html

[5] Rohman Nanan, Jurnal Sistem Informasi MEMBANGUN APLIKASI GAME EDUKATIF SEBAGAI MEDIA BELAJAR ANAK-ANAK, STMIK Mardira Indonesia, Bandung

[6] Setiawan Freddie, Jurnal Sistem Informasi IMPLEMENTASI ROLE PLAYING GAME BERBASIS FLASH (Studi Kasus Petualangan Fredo Bangkitnya Hantu Tanpa kepala).

Gambar

Gambar 1 merupakan proses perancangan dan coding mulai dari objek dan latar.
Gambar 3. Latar
Gambar 5. Finish

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil pengamatan proses belajar mengajar serta ujian mahasiswa semester sebelumnya dapat disimpulkan permasalahan utama dalam pembelajaran mata

Media pembelajaran ini salah satu komponen proses belajar mengajar yang memiliki peranan sangat penting dalam menunjang keberhasilan proses belajar mengajar hal

Game edukasi merupakan salah satu contoh yang dapat menjadi media peraga digital untuk membantu kegiatan sekolah minggu dalam proses belajar dan mengajar.. Game

factor) yaitu motivasi belajar. Motivasi belajar merupakan salah satu faktor internal yang cukup penting dalam proses belajar mengajar. Motivasi diperlukan untuk

Media pembelajaran dirancang dengan menggunakan game edukasi berbasis multimedia interaktif, di mana minat siswa untuk belajar tidak hanya dari kursus multimedia,

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) Kemampuan awal siswa sebelum mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe

Salah satu cara yang dapat digunakan untuk menentukan peringkat brand berdasarkan jejaring sosial percakapan pada media sosial twitter yaitu dengan menghitung dan

Salah satu bentuk media yang bisa digunakan adalah game edukasi Widiastuti 2012, Oleh karena itu, peneliti membangun game edukasi berjudul "Game Edukasi Sejarah Kerajaan Majapahit