III. METODE PENELITIAN. Pada penelitian ini, peneliti telah mengumpulkan data dalam bentuk

Download (0)

Teks penuh

(1)

III. METODE PENELITIAN

A. Tipe Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif-kualitatif. Pada penelitian ini, peneliti telah mengumpulkan data dalam bentuk hasil wawancara dengan beberapa informan, meliputi aparat desa dan beberapa pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pesawaran. Dokumentasi yang penulis peroleh adalah foto-foto lokasi reaktor biogas, dan foto bahan pakan fermentasi ternak sapi, serta foto beberapa ekor ternak sapi dalam kandang dengan reaktor biogas.

Beberapa alasan memilih metode ini yaitu: pertama, menyesuaikan metode ini lebih mudah apabila berhadapan dengan kenyataan jamak (kompleks/heterogen). Kedua, metode ini menyajikan secara langsung hakikat hubungan antara peneliti dan informan. Dan yang ketiga, metode ini lebih peka dan lebih dapat menyesuaikan diri dengan banyak penajaman pengaruh bersama terhadap pola-pola nilai yang dihadapi. (Moleong, 2004:10). Beberapa alasan tersebut sangat sesuai dengan yang peneliti hadapi di lapangan. Data yang beragam dan membutuhkan klarifikasi antar sumber membuat peneliti harus berusaha keras melakukan analisis dengan sebaik-baiknya, bahkan peneliti harus melakukan penggantian judul karena dari awal pengajuan proposal hingga pelaksanaan ujian komprehensif terdapat data yang masih harus dikaji dengan seksama.

(2)

Metode yang peneliti pergunakan ini juga menggambarkan bahwa terdapat relasi yang tidak berbanding lurus antara yang telah dilakukan oleh pihak eksternal Desa Pesawaran Indah, melalui program biogas, dengan pemahaman Pemda Pesawaran terkait program tersebut. Secara obyektif hal ini peneliti amati merupakan persoalan mendasar bahwa Pemda seringkali lambat dalam merespon aktifitas pemberdayaan oleh pihak non-pemerintah. Pada pembahasan yang peneliti sampaikan, hal ini menjadi salah satu faktor yang berakibat pada tidak lancarnya upaya untuk meneruskembangkan program biogas di Desa Pesawaran Indah.

B.Fokus Penelitian

Masalah dalam penelitian ini peneliti batasi pada bagaimana pelaksanaan program biogas di Desa Pesawaran Indah. Batasan ini mencakup fokus yang peneliti uraikan pada bab pembahasan, meliputi antara lain:

1. Awal mula program biogas dilaksanakan di Desa Pesawaran Indah; 2. Pihak-pihak yang terlibat;

3. Obyektifikasi pelaksanaan biogas; dan

4. Bagaimana pemberdayaan masyarakat melalui program biogas ini dilihat dari perspektif Development of Community.

Fokus penelitian yang peneliti tetapkan menjadi pokok untuk menganalisis tentang bagaimana pelaksanaan program biogas di Desa Pesawaran Indah Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran. Apakah pemberdayaan yang dilakukan melalui program tersebut pelaksanaannya relevan dengan unsur-unsur yang disyaratkan dalam pendekatan Development of Community.

(3)

C.Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian ini adalah Desa Pesawaran Indah Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung.

D.Penentuan Informan

Informan yang peneliti wawancarai dalam rangka penelitian ini terdiri dari elemen:

1. Pemda Pesawaran; 2. Unila;

3. Aparat Desa Pesawaran Indah; dan

4. Pengelola ternak sapi sekaligus penerima bantuan program biogas.

Secara singkat, uraian mengenai para informan tersebut adalah: 1. Pemda Pesawaran:

a. Bapak Drs. Nur Asikin, MIP.

Informan ini sekarang adalah Sekretaris BPMPD Kabupaten Pesawaran. Saat wawancara dilakukan, Beliau masih menjabat sebagai Kabid UPPM BPMPD Kabupaten Pesawaran. Pada mulanya peneliti beberapa kali melakukan komunikasi dengan informan untuk membuat janji kapan wawancara dapat dilakukan, namun karena kesibukannya sebagai pejabat di lingkungan Pemda Pesawaran, peneliti tidak dapat melakukan wawancara di kantornya, melainkan di kediamannya yang beralamat di Kelurahan Gunung Agung Kecamatan Langkapura Kota Bandar Lampung. Wawancara peneliti lakukan kepada Drs. Nur Asikin, MIP., pada malam hari selepas jam kerja informan berakhir.

(4)

Dari informasi yang diberikan, peneliti peroleh data bahwa Pemda Pesawaran sebenarnya pernah melakukan komunikasi dengan LPM Unila terkait pengembangan TTG yang berkenaan dengan pemberdayaan masyarakat melalui program biogas. Namun hal tersebut tidak berjalan dengan baik karena ketiadaan inisiatif Bidang TTG di BPMPD Kabupaten Pesawaran. (Transkrip wawancara terlampir).

b. Bapak Agung Setiawan.

Informan berikutnya adalah dari Distamben Kabupaten Pesawaran. Selaku Kasi Perminyakan, informan juga memiliki wawasan serta pengetahuan yang mendalam tentang biogas. Dari informan ini peneliti mengetahui istilah slurry untuk menyebut residu proses biogas yang amat baik bagi pertumbuhan tanaman. Sebagai pupuk yang bahkan dapat lebih dikemas untuk tujuan komersil. Data yang peneliti peroleh dari informan ini menyangkut upaya Pemda Pesawaran dalam mengembangkan energi terbarukan. Biogas merupakan salah satu proyek yang digagas oleh Distamben Kabupaten Pesawaran. Namun ketika peneliti menyebut Desa Pesawaran Indah Kecamatan Padang Cermin yang telah memiliki beberapa reaktor biogas sebagai formulasi pemberdayaan masyarakat, Bapak Agung menyatakan bahwa Pemda belum pernah melakukan komunukasi dengan LPM Unila. Bapak Agung bahkan menyatakan bahwa Desa Pesawaran Indah tidak menjadi target binaan pemberdayaan melalui biogas yang diupayakan oleh Pemda Pesawaran. (Transkrip wawancara terlampir).

(5)

c. Bapak Drs. Achmadi

Informan selanjutnya ini adalah Sekretaris Dinsosnakertrans Kabupaten Pesawaran. Data yang peneliti peroleh banyak yang merupakan ranah pemberdayaan. Data paling relevan untuk penelitian ini adalah tentang KUBE. Peneliti menyampaikan kajian bahwa optimalisasi KUBE sebenarnya dapat untuk lebih memberdayakan para peternak sapi yang mengelola biogas, agar biogas yang dihasilkan dapat dimanfaatkan guna aktifitas ekonomi yang lebih terorganisir, selain usaha pokok penggemukan sapi. (Transkrip wawancara terlampir).

2. LPM Unila.

Satu-satunya informan dari LPM Unila adalah Bapak Fauzan Murdapa, ST., MT. Beliau merupakan Sekretaris Pengelola KKN unila. Data yang peneliti peroleh dari informan LPM Unila ini amat banyak. Meliputi awal mula program biogas dilakukan di Desa Pesawaran Indah, hingga perkembangan pelaksanaannya sebagai program pemberdayaan LPM Unila untuk implementasi pengabdian kepada masyarakat. Peneliti melakukan wawancara dengan topik yang meliputi bagaimana LPM Unila melakukan pemberdayaan di Desa Pesawaran Indah, komitmen seperti apa yang LPM Unila tekankan dalam program biogas di Desa Pesawaran Indah, serta hal-hal yang terkait dengan pembinaan pemberdayaan yang dilakukan LPM Unila

(6)

sampai program ini tuntas dilakukan pendampingannya pada akhir tahun 2013. (Transkrip wawancara terlampir).

3. Aparat Desa Pesawaran Indah.

Aparat Desa Pesawaran Indah yang peneliti wawancarai adalah Bapak Ruwadi. Beliau merupakan Sekdes yang telah diangkat sebagai PNS. Informan dari pihak aparat desa ini merupakan pemberi data bagi peneliti pada masa pra-riset. Informasi yang diberikan Pak Ruwadi sangat membantu peneliti untuk mulai mengkaji pembahasan pokok permasalahan apa yang menarik untuk dikaji. Pak Ruwadi tak jarang harus menyempatkan waktu luangnya kepada peneliti untuk melakukan wawancara, di tengah kesibukan beliau sebagai Sekdes Pesawaran Indah, yang juga memiliki aktifitas beternak ayam dan kelinci dirumahnya. Peneliti bahkan beberapa kali berkunjung ke kediaman Pak Ruwadi saat malam hari.

Peneliti tidak mewawancarai Kades Pesawaran Indah dikarenakan yang bersangkutan berstatus sebagai Caleg DPRD Kabupaten Pesawaran Dapil Kecamatan Padang Cermin, sehingga Pak Ruwadi-lah yang merangkap menjabat sebagai Pejabat Sementara Kades Pesawaran Indah.

Bahkan informan dengan segala kebaikannya, menemani peneliti untuk mengunjungi informan lain yang ada di Desa Pesawaran Indah. Wawancara yang peneliti lakukan dengan Pak Ruwadi berkisar pada sejarah singkat Desa Pesawaran Indah, potensi SDA di Desa Pesawaran

(7)

Indah, informasi seputar pemberdayaan di Desa Pesawaran Indah, dan pelaksanaan program biogas. (Transkrip wawancara terlampir).

4. Pengelola ternak sapi sekaligus penerima bantuan program biogas.

Informan berikutnya adalah Pak Suhandayono. Beliau merupakan ketua kelompok peternak penggemukan sapi yang memperoleh bantuan reaktor biogas. Informasi dari Pak Suhandayono merupakan data amat penting yang peneliti pergunakan sebagai bahan analisis terkait pemberdayaan melalui biogas di Desa Pesawaran Indah. Informan ini menyampaikan fakta bahwa sebenarnya peternak ingin lebih melokalisir para peternak lain kedalam lahan khusus yang dapat mengintegrasikan reaktor biogas yang lebih besar agar kebermanfaatannya dapat dinikmati secara lebih luas. (Transkrip wawancara terlampir).

E.Teknik Pengumpulan Data

Data yang dikumpulkan pada penelitian ini didasarkan pada data primer dan data sekunder. Data primer peneliti peroleh dari wawancara dengan para informan yang pada bagian sebelumnya telah diuraikan secara singkat, dan observasi terhadap salah satu reaktor biogas milik pak Suhandayono (Foto terlampir).

1. Wawancara

Wawancara peneliti lakukan sejak awal rencana penelitian, yakni pra-riset. Wawancara peneliti lakukan di lokasi tempat para informan berkecimpung, baik kantor, kediaman, atau seperti Pak Suhandayono yang peneliti wawancarai di kandang ternak sapinya yang digemukkan. (Data wawancara terlampir).

(8)

2. Dokumentasi

Dokumentasi yang berhasil peneliti peroleh, sepenuhnya terlampir.

3. Observasi

Observasi atau pengamatan peneliti lakukan pada lingkup Desa Pesawaran Indah secara kewilayahan, dan pada kandang sapi tempat salah satu reaktor biogas dibangun.

F. Teknik Analisis Data

Analisis data yang peneliti lakukan adalah setelah melakukan wawancara dan memperoleh dokumentasi sebagaimana terlampir, adalah memilih data dari hasil wawancara dan dokumentasi tersebut, menurut klasifikasi sumbernya. Data dari hasil wawancara peneliti tulis ulang sebagai transkrip wawancara, dimana wawancara peneliti lakukan dengan menggunakan alat perekam.

Transkrip yang telah dibuat, peneliti pergunakan sebagai acuan untuk pembahasan menurut runutan pembahasan yang peneliti susun terlebih dahulu. Data wawancara tersebut tidak seluruhnya peneliti pergunakan, karena dipilah untuk kepentingan penelitian berdasarkan fokus yang peneliti tentukan. Dari beberapa informan, data yang peneliti dapatkan dikelompokkan ke dalam tampilan pembahasan sesuai dengan subbab yang tersusun.

(9)

Pengumpulan Data Penyajian Data Reduksi Data Kesimpulan-kesimpulan: Penarikan/Verifikasi Bagan 2. Teknik Analisis Data

Figur

Memperbarui...

Referensi

Pindai kode QR dengan aplikasi 1PDF
untuk diunduh sekarang

Instal aplikasi 1PDF di