Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Dengan Media
Video Terhadap Hasil Belajar Biologi Kelas XI IPA SMA Negeri 8
Samarinda Tahun Pembelajaran 2016/2017
Nur Halimah, Makrina Tindangen, HerlianiProgram Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Mulawarman Email: [email protected]
Abstrak
Hasil observasi dan wawancara menunjukkan bahwa metode pembelajaran umumnya ceramah dan penugasan. Siswa pasif dalam merespon guru saat pembelajaran berlangsung. Proses belajar demikian berakibat hasil belajar kognitif siswa sebagian besarmaasih berada di bawah KKM. Penerapan model pembelajaran kooperatif jigsaw merupakan salah satu alternatif solusi untuk mengatasi permasalahan pembelajaran tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dengan media video terhadap hasil belajar biologi kelas XI IPA SMA Negeri 8 Samarinda pada materi bahasan sistem gerak pada manusia. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 8 Samarinda dengan populasi kelas XI dan sampel kelas XI IPA 1 dan kelas XI IPA 2 untuk mengetahui hasil evaluasi belajar siswa diberikan soal pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara penggunaan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dengan media video dan pembelajaran langsung terhadap hasil belajar biologi SMAN 8 Samarinda pada materi bahasan sistem gerak pada manusia. Rata-rata yang diperoleh kelas XI IPA 1 yang menggunakan pembelajaran langsung sebesar 78,72 dan kelas XI IPA 2 yang menggunakan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dengan media video sebesar 86,40. Uji data statistik menunjukkan bahwa thitung (3,311) > t tabel (2,011) pada taraf signifikansi 5%, maka terdapat
pengaruh pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dengan media video terhadap hasil belajar biologi. Berdasarkan data yang diperoleh maka kelas yang menggunakan pembelajaran jigsaw dengan media video terbukti lebih baik daripada kelas yang menggunakan pembelajaran langsung. Saran yang dapat diberikan adalah sebagai berikut (1) pihak sekolah hendaknya mempertimbangan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dengan media video dapat diterapkan disekolah dan diharapkan ada pengembangan penerapan di dalam kelas; (2) diharapkan guru melaksanakan pembelajaran model jigsaw sesuai dengan langkah-langkah (sintaks) rancangan pelaksanaan pembelajaran agar tujuan pembelajaran tercapai.
Kata kunci: pembelajaran kooperatif Jigsaw, media video, pembelajaran langsung, biologi, hasil belajar
PENDAHULUAN
Pendidikan merupakan bagian dari kehidupan yang sangat mendasar bagi pembangunan suatu negara. Oleh karena itu, perubahan suatu perkembangan pendidikan adalah hal yang memang seharusnya terjadi sejalan dengan perubahan budaya kehidupan. Perubahan dalam arti perbaikan pendidikan pada semua tingkat perlu terus menerus dilakukan sebagai antisipasi kepentingan masa depan.
Upaya peningkatan mutu pendidikan harus difokuskan pada kualitas pembelajaran yang baik, menghendaki seluruh faktor dalam pembelajaran harus baik dan terintegrasi dalam suatu sistem. Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kegiatan proses sistem pembelajaran, diantaranya faktor guru, faktor siswa, sarana alat dan media yang tersedia, serta faktor lingkungan (Sajaya, 2006).
Belajar biologi merupakan suatu kegiatan yang mengungkap rahasia alam yang berkaitan dengan makhluk hidup. Pembelajaran biologi tidak harus selalu dengan membaca dan menghafal, tidak pula sekedar interaksi langsung antar siswa dengan objek belajar yang dipelajari yaitu lingkungan. Tetapi kenyataan di lapangan (sekolah) biologi sering dianggap oleh siswa sebagai mata pelajaran yang sulit untuk dipahami karena banyak terdapat bahasa ilmiah atau bahasa latin yang harus dihafal selain itu juga penyampaian guru dalam mengajar biasanya menggunakan metode
konvensional, yaitu guru menyampaikan materi di depan kelas dengan sarana papan tulis dan spidol untuk memberikan contoh atau gambaran kepada siswa. Dengan penyampaian materi pelajaran seperti disebutkan di atas, kualitas ilmu yang tersampaikan kepada siswa cenderung monoton, kreativitas siswa tidak berkembang dan suasana kelas jadi membosankan.
Mencapai tujuan pembelajaran diperlukan penggunaan metode pembelajaran yang optimal. Hal ini berarti bahwa untuk mencapai kualitas pembelajaran yang maksimal, setiap mata pelajaran khususnya biologi harus diorganisasikan dengan model pembelajaran yang tepat pula. Dengan demikian diperlukan model pembelajaran yang dapat meningkatkan pemahaman dan hasil belajar siswa terutama pelajaran biologi. Salah satu model pembelajaran yang digunakan guru adalah model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw.
Beberapa penelitian yang menyatakan bahwa model pembelajaran Jigsaw
berpengaruh terhadap hasil belajar biologi yaitu penelitian pertama dari Sulastri dan Rochintaniawati (2009) yang melakukan penelitian di SMPN 2 Cimalaka Sumedang, mereka menyatakan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw mampu meningkatkan penguasaan materi sehingga hasil belajar juga meningkat. Selanjutnya penelitian kedua dari Endaningsih, N., dkk (2009) tentang peningkatan hasil belajar Biologi dengan Pendekatan Kooperatif Tipe Jigsaw (PTK pada siswa Kelas XI IPA 1 SMAN 97 Jakarta) yang menyatakan bahwa penerapan model pembelajaran Jigsaw
mampu menigkatkan hasil belajar kognitif dan afektif siswa XI IPA 1 SMAN 97 serta mengalami peningkatan dan keberhasilan sebesar 87,50%. Penelitian Ketiga yaitu dari Sani, M., dkk (2015) dalam penelitiannya yang berjudul pengaruh pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw pada materi hakikat biologi terhadap hasil belajar biologi siswa kelas X SMA Negeri 1 Rambah Hilir Tahun Pembelajaran 2014/2015 yang menyatakan bahwa adanya pengaruh positif dari penerapan model pembelajaran kooperatif tipe
Jigsaw, dan hasil belajar siswa dengan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw ini lebih baik dibandingkan dengan prestasi belajar siswa dengan model konvensional.
Model pembelajaran Jigsaw bila diterapkan di SMA bisa digunakan sebagai strategi alternatif yang dirasa lebih menyenangkan dan bisa mengembangkan potensi siswa dan dalam proses belajar mengajar, guru harus membuat siswa tertarik dan senang terhadap materi yang disampaikan, sehingga yang nantinya tujuan pembelajaran dapat dicapai.
Dalam pelajaran biologi siswa dituntut untuk mampu menguasai dan memahami teori, konsep dan prinsip biologi serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, maka konsep-konsep yang menjadi dasar ilmu harus diberikan siswa secara benar dan penekanannya pada kegiatan pengamatan secara langsung maupun secara tidak langsung. Mentransfer konsep melalui informasi atau ceramah belum tentu menghasilkan pemahaman yang jelas secara keseluruhan bahkan mungkin akan menimbulkan salah pemahaman. Untuk mengatasi hal tersebut salah satunya perlu didukung media pembelajaran yang sesuai.
Selain penggunaan metode pembelajaran yang tepat dalam mencapai tujuan pembelajaran, juga harus didukung penggunaan media pengajaran yang tepat pula. Pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membuat proses pembelajaran menjadi menarik, menjadi lebih konkrit, mudah dipahami, hemat waktu dan tenaga dan hasil belajar lebih bermakna (Hamalik, 2003).
Penggunaan media pembelajaran akan sangat membantu proses pembelajaran sehingga dapat lebih membantu siswa dalam meningkatkan pemahaman karena menyajikan informasi secara menarik. Hal ini memungkinkan tercapainya tujuan pembelajaran, yang pada akhirnya dapat meningkatkan hasil belajar.
Beberapa penelitian yang menyatakan media pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar diantaranya penelitian dari Krisnawati, Titik (2014) tentang pengembangan multimedia pembelajaran untuk mata pelajaran biologi SMA yang menyatakan bahwa produk multimedia biologi yaitu video sangat efektif untuk pembelajaran dalam meningkatkan hasil belajar biologi, selanjutnya penelitian dari Aimmah, Tusfiyatul (2015) tentang pengaruh multimedia interaktif terhadap motivasi dan hasil belajar siswa kelas VII SMP Ali Maksum Krapyak menyatakan bahwa penggunaan media pembelajaran multimedia (video) interaktif berpengaruh meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa.
Pembelajaran biologi dengan menggunakan media video akan memudahkan guru untuk mempersiapkan dan menyajikan bahan pelajaran sehingga proses belajar mengajar akan lebih efektif. Penggunaan media video akan mempermudah guru menjelaskan konsep dan dapat membuat konsep yang abstrak menjadi lebih kongkrit, dapat menampilkan gerak yang dipercepat atau diperlambat sehingga lebih mudah diamati, dapat menampilkan detail suatu benda atau proses, serta membuat penyajian pembelajaran lebih menarik, sehingga proses pembelajaran menjadi menyenangkan. Penggunaan media video akan memberikan siswa pengertian konsep yang sebenarnya melalui pengamatan secara tidak langsung karena media ini berisikan animasi dan interaktif yang sangat menarik yang akan membangkitkan semangat siswa dalam belajar sehingga siswa mudah untuk menerima, mengerti dan memahami pelajaran yang dipelajari dan pada akhirnya dapat memudahkan pencapaian hasil belajar siswa. Sehingga, penulis ingin mengetahui sejauh mana pencapaian hasil belajar siswa dalam pembelajaran biologi dengan menggunakan media video.
Berdasarkan latar belakang di atas, alasan penulis mengambil penelitian di SMA Negeri 8 Samarinda adalah hasil belajar siswa kelas XI IPA masih tergolong cukup dan ketidak aktifan siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar khususnya biologi. Siswa sekedar mengikuti pelajaran biologi yang diajarkan guru di dalam kelas, yaitu dengan hanya mendengarkan ceramah dan mengerjakan soal yang diberikan guru tanpa adanya respon, kritik, dan pertanyaan siswa kepada guru sebagai umpan balik dalan kegiatan belajar mengajar. Selama ini guru pengajar mata pelajaran biologi biasanya menggunakan metode mengajar ceramah dan pernah sesekali menggunakan model pembelajaran jigsaw hanya saja siswa cenderung masih pasif dalam mengikuti pembelajaran dan belum pernah menggunakan media video dalam pembelajaran biologi, berdasarkan wawancara dengan salah satu guru mata pelajaran biologi dan salah satu siswa kelas XI di SMA Negeri 8 Samarinda. Di sekolah tersebut alat yang mendukung dalam proses pembelajaran menggunakan media seperti video sudah memadai seperti LCD, proyektor dan speaker, hanya saja guru belum menggunakannya secara maksimal. Penulis juga berhasil memperoleh keterangan mengenai standar ketuntasan minimal (SKM) untuk mata pelajaran biologi. Nilai ketuntasan minimal yang telah ditetapkan sekolah untuk mata pelajaran biologi yaitu 75 yang merupakan angka cukup tinggi dan masih banyak siswa yang tidak tuntas dalam pembelajaran tersebut sehingga guru harus melakukan remedial kepada siswa yang nilainya dibawah standar ketuntasan.
Berdasarkan penjelasan di atas, maka penulis ingin melakukan penelitian dengan judul ”Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dengan Media Video Terhadap Hasil Belajar Biologi Kelas XI IPA SMA Negeri 8 Samarinda Tahun Pembelajaran 2016/2017”
Berdasarkan latar belakang masalah diatas maka rumusan masalah penelitian ini adalah ''Apakah ada pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dengan media video terhadap hasil belajar biologi kelas XI IPA SMA Negeri 8 Samarinda Tahun Pembelajaran 2016/2017''
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dengan media video terhadap hasil belajar biologi kelas XI IPA SMA Negeri 8 Samarinda Tahun Pembelajaran 2016/2017.
Adapun manfaat dari penelitian ini adalah (1) Sebagai bahan pertimbangan dalam pembelajaran kepada pihak sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan. (2) Sebagai bahan informasi dan pertimbangan guru untuk menerapkan dan mengembangkan pembelajaran Biologi menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dengan media video untuk meningkatkan hasil belajar biologi. (3) Dapat meningkatkan minat siswa terhadap materi yang bersifat teori dan melatih kesiapan siswa dalam mengikuti pelajaran. (4) Membantu penulis mengetahui dan memahami lebih jauh mengenai media pembelajaran berupa video yang baik dan cocok untuk siswa. (5) Sebagai bahan acuan untuk peneliti selanjutnya.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini termasuk jenis penelitian quasi eksperimen. Penelitian ini menggunakan desain Posttest Control Design. Dalam rancangan ini, sekelompok subjek yang diambil dari populasi tertentu dikelompokkan menjadi dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen diberi perlakuan tertentu dalam jangka waktu tertentu, lalu kedua kelompok tersebut dikenai pengukuran yang sama. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Juni sampai September 2016 di SMA Negeri 8 Samarinda, Jalan Untung Suropati Sei. Kunjang Samarinda.
Penelitian ini terdapat dua variabel, yaitu satu variabel bebas (Independen) yaitu model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dengan video dan satu variabel terikat (Dependen) yaitu hasil belajar biologi.
Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA SMA Negeri 8 Samarinda. Teknik pengambilan sampel dengan cara random sampling, yaitu proses pemilihan sampel oleh peneliti yang memberikan hak kepada setiap subjek untuk memperoleh kesempatan dipilih menjadi sampel. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas XI IPA SMA Negeri 8 Samarinda sebanyak 2 kelas yaitu kelas XI IPA 2 dan kelas XI IPA 1 dengan jumlah siswa 50 orang.
Peneliti memperoleh data dari tes belajar pada aspek kognitif yang berupa tes objektif dalam bentuk soal uraian sebanyak 20 soal uraian. Soal-soal yang diberikan dalam penelitian ini diambil dari beberapa sumber dan diadaptasikan untuk penelitian ini. Penulis memilih bentuk tes objektif ini dimaksud untuk memudahkan dalam perhitungan statistik.
Instrumen yang akan digunakan dalam penelitian ini sebelumnya diuji cobakan terlebih dahulu kepada siswa kelas yang tidak diikutkan dalam sampel. Uji coba instrumen ini dimaksud untuk mengetahui syarat-syarat suatu tes yang baik seperti reliabilitas.
Reliabilitas adalah alat penilaian ketepatan alat tersebut dalam menilai apa yang dinilainya. Sebuah tes hasil belajar dapat dikatakan reliabel apabila hasil-hasil pengukuran yang dilakukan dengan menggunakan tes tersebut berulang kali terhadap subjek yang sama senantiasa menunjukkan hasil yang tetap sama atau sifatnya stabil. Dalam hal ini peneliti menguji reliabilitas dengan metode single test single trial method, maksudnya pengetesan hanya menggunakan sebuah tes dan diuji cobakan satu kali.
Rumus yang digunakan adalah rumus Alpha
2 2 111
1
t iS
S
n
n
r
Keterangan: 11r = Reliabilitas tes secara keseluruhan
n = Banyaknya item
1 = Bilangan konstan
2i
S
= Jumlah varian skors dari tiap-tiap butir item
2 t
S
= Varians total Klasifikasi koefesien realibilitas:
70
,
0
11
r
= reabilitas tinggi70
,
0
11
r
= reabilitas rendah (belum memiliki reabilitas tinggi)Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji-t yakni tes statistik yang dipergunakan untuk menguji kebenaran atau kepalsuan hipotesis nihil yang menyatakan bahwa diantara dua buah mean sampel yang diambil secara random sampling dari populasi yang sama, tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Sebelum dilakukan uji-t perlu diketahui homogenitas variansinya. Untuk mengetahui homogenitas variansi digunakan uji F.
Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui kesamaan antar dua keadaan atau populasi. Pengujian homogenitas dilakukan dengan uji homogenitas dua varian, rumus uji homogenitas yang digunakan adalah uji Fisher, yaitu:
2 2 2 1
S
S
F
hit
Keterangan: F = Homogenitas 2 1S
= Varians terbesar atau data pertama 22
S
= Varians terkecil atau data kedua
tabel hitung
F
F
= Sampel homogen tabel hitungF
F
= Sampel tidak homogeny
Setelah diketahui hasil uji homogenitas, maka dapat dilakukan pengujian hipotesis dengan menggunakan uji-t dengan rumus Separated Varians sebagai berikut:
2 2 2 1 2 1 2 1 n S n S X X thit
Ket :
1
X = Nilai rata-rata kelas XI IPA 2
2
X = Nilai rata-rata kelas XI IPA 1
1
n
= Banyaknya sampel kelas XI IPA 22
n
= Banyaknya sampel kelas XI IPA 11
s
= Simpangan baku kelas XI IPA 22
s
= Simpangan baku kelas XI IPA 1t = Hasil hitung distribusi
Uji hipotesis dilakukan dengan mengkonsultasikan hasil t hitung dengan daftar nilai t tabel pada tingkat kepercayaan 95% untuk taraf signifikan 5% dengan derajat kebebasan (dk) N1 + N2 – 2. Dari perbandingan harga t hitung dan t tabel tersebut ditarik kesimpulan sebagai berikut :
a. Jika t hitung > t tabel maka Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti ada pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dengan media video terhadap hasil belajar Biologi Kelas XI IPA SMA Negeri 8 Samarinda.
b. Jika t hitung < t tabel maka Ho diterima dan Ha ditolak, yang berarti tidak ada pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dengan media video terhadap hasil belajar Biologi Kelas XI IPA SMA Negeri 8 Samarinda.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Peneliti melakukan pemilihan sampel dengan cara Random Sampling. Kemudian peneliti melakukan uji reabilitas soal uraian sebanyak 20 soal pada kelas XII IPA sebelum soal digunakan pada kelas eksperimen maupun pada kelas kontrol, sehingga diperoleh hasil koefesien reabilitas r11 yang diperoleh sebesar 0,81 itu pada akhirnya dapat dinyatakan bahwa hasil tes belajar bentuk uraian dengan menyajikan 20 butir item soal dan di ikuti oleh 24 siswa tersebut sudah memiliki reabilitas yang tinggi (r11 jauh lebih besar dari 0,70), sehingga dapat dinyatakan pula bahwa tes hasil belajar sudah memiliki kualitas yang baik. Sebelum menerapkan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dengan media video dan pembelajaran langsung, kedua kelas sampel masing-masing diberikan pretest untuk mengukur kemampuan awal siswa setelah itu dilakukan posttest yang bertujuan untuk mengukur sejauh mana peningkatan hasil belajar siswa.
Dalam penelitian ini, nilai homogenitas didapat dengan menggunakan uji F (Fisher). Kriteria pengujian yang digunakan yaitu: kedua kelas sampel dikatakan homogen apabila F hitung < F tabel. Diukur pada taraf signifikansi dan tingkat kepercayaan tertentu.
Hasil uji homogenitas pretest kedua kelompok sampel penelitian dapat dilihat pada tabel 1.
Tabel 1. Hasil Uji Homogenitas Pretest Kelas XI IPA 2 dan XI IPA 1
No. Data Nilai Varians Nilai F hitung Nilai F tabel
(5 %) Keputusan
1. Nilai Pretest XI IPA 2 25,51
1,28 1,98 Kedua data
homogen 2. Nilai Pretest XI IPA 1 19,92
Pengujian dilakukan pada taraf kepercayaan 95% (0,05) dengan derajat kebebasan (24;24) sehingga F tabel sebesar 1,28. Tabel 5. Dapat disimpulkan bahwa kedua kelompok berasal dari sampel yang homogen, karena memenuhi kriteria F hitung (1,28) < F tabel (1,98).
Uji hipotesis statistik menggunakan uji t (''t'' test), untuk menguji hipotesis nihil (Ho) yang menyatakan bahwa tidak ada pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe
Jigsaw dengan media video terhadap hasil belajar Biologi Kelas XI IPA SMA Negeri 8 Samarinda.
Menguji hipotesis digunakan uji ''t'' pada taraf signifikansi α (0,05) dan derajat kebebasan (dk) = 48, adapun kriterianya adalah jika t hitung > t tabel maka Ho ditolak dan Ha diterima, jika t hitung < t tabel maka Ho diterima dan Ha ditolak.
Hasil perhitungan untuk posttest diperoleh t hitung 3,311, dari tabel distribusi ''t'' untuk taraf signifikansi α = (0,05) dan derajat kebebasan (dk) = 48, diperoleh t tabel = 2,011.
Tabel 2. Hasil Uji ''t'' Posttest Kelas XI IPA 2 dan XI IPA 1
No Uji t Nilai Varians t hitung t tabel Kesimpulan
1 Nilai Posttest XI IPA 2 43,50
3,311 2,011 Ho ditolak dan Ha diterima 2 Nilai Posttest XI IPA 1 91,04
Berdasarkan tabel diatas, diperoleh hasil t hitung (3,311) > t tabel (2,011) dengan kata lain Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti ada pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dengan media video terhadap hasil belajar Biologi Kelas XI IPA SMA Negeri 8 Samarinda.
Secara lebih jelas peningkatan hasil belajar yang diperoleh antara kelas eksperimen (XI IPA 2) dan kelas kontrol (XI IPA 1) dari hasil pretest dan posttest
digambarkan dalam diagram batang di bawah ini:
Gambar 1. Diagram Hasil Penelitian
Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dengan media video terhadap hasil belajar biologi kelas XI IPA SMA Negeri 8 Samarinda tahun pembelajaran 2016/2017. Materi yang diajarkan adalah sistem gerak pada manusia semester 1 (Ganjil). Peneliti memperoleh data dari
kemampuan siswa menjawab tes hasil belajar pada aspek kognitif dengan tingkat kesukaran soal C1 (ingatan), C2 (pemahaman), dan C3 (aplikasi).
Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 8 Samarinda dengan mengambil sampel sebanyak dua kelas yang memiliki kemampuan yang sama. Sampel yang memiliki kemampuan yang sama (homogen) diketahui dengan perhitungan uji homogenitas atau uji F, data yang digunakan peneliti untuk uji homogenitas adalah dengan menggunakan soal pretest. Berdasarkan data pretest yang diperoleh diketahui nilai rata-rata kelas XI IPA 2 adalah 20,52 dan kelas XI IPA 1 adalah 16,80. Hasil perhitungan uji homogenitas maka F hitung adalah 1,28 sedangkan F tabel adalah 1,98. Karena F hitung lebih kecil dari F tabel, maka sampel dapat dikatakan homogen atau memiliki kemampuan yang sama.
Kelas eksperimen (XI IPA 2) dalam menerapkan pembelajaran kooperatif tipe
jigsaw dengan media video di kelas pada pokok bahasan sistem gerak pada manusia terlebih dahulu guru harus menyampaikan tujuan pembelajaran, tahapan kedua guru menjelaskan materi yang akan dibahas secara singkat dengan video, tahap ketiga guru membagi siswa menjadi beberapa tim asal, tahap keempat guru membagi tugas kepada masing-masing siswa dalam tim asal untuk menjadi ahli dalam satu materi pelajaran, kemudian masing-masing siswa yang mendapatkan materi sama membentuk tim ahli, tahap kelima tim ahli mengerjakan tugas (LKS) dan memahami video yang ditampilkan kemudian saling berdiskusi, tahap keenam anggota tim ahli kembali ke tim asal masing-masing kemudian menjelaskan kembali kepada anggota tim asal tentang materi yang didapat dari hasil diskusi dengan tim ahli, tahap ketujuh mempresentasikan hasil diskusi yang telah diperoleh, tahap kedelapan mengecek kemampuan siswa dan memberikan umpan balik serta memberikan penghargaan bagi kelompok terbaik dari kelompok lainnya, tahap kesembilan menyimpulkan materi yang telah dibahas dan memberikan tes akhir sebagai evaluasi siswa.
Kelas kontrol (XI IPA 1), dalam menerapkan pembelajaran langsung di kelas pada pokok bahasan sistem gerak pada manusia terlebih dahulu guru harus menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa, tahap kedua guru menjelaskan materi yang akan dibahas, tahap ketiga guru mengecek kemampuan siswa dan memberikan umpan balik dan tahap keempat menyimpulkan materi yang telah dibahas dan memberikan tes akhir sebagai evaluasi siswa.
Hasil penelitian yang telah dilakukan peneliti, terlihat dari hasil uji t dengan cara
sperated variance method tujuannya untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dengan media video terhadap hasil belajar biologi kelas XI IPA SMA Negeri 8 Samarinda. Berdasarkan data posttest (tes akhir) yang diperoleh diketahui nilai rata-rata untuk kelas kontrol 78,70 dan varians 91,04 dengan standar deviasi 9,54 serta nilai rata-rata kelas eksperimen 86,40 dan varians 43,50 dengan standar deviasi 6,60 maka didapatkan t hitung sebesar 3,311 dan t tabel dengan taraf signifikan 5 % adalah 2,011. Jadi dari perhitungan uji t diperoleh t hitung lebih besar dari t tabel. Jika t hitung lebih besar dari t tabel maka Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti ada pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw
dengan media video terhadap hasil belajar Biologi Kelas XI IPA SMA Negeri 8 Samarinda Tahun Pembelajaran 2016/2017.
Berdasarkan hasil analisa di atas, ternyata dapat dilihat pengajaran biologi pokok bahasan materi sistem gerak pada manusia kelas XI IPA semester I SMA Negeri 8 Samarinda yang pengajarannya menggunakan model pembelajaran
kooperatif tipe jigsaw dengan media video hasilnya lebih baik dari pada pengajaran yang diberikan dengan menggunakan pembelajaran langsung. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian Sani (2015) menyatakan model pembelajaran jigsaw
dapat meningkatkan hasil belajar biologi siswa dan Chusnul M.A (2015) menyatakan bahwa kemampuan video melukiskan gambar hidup dan suara memberikan daya tarik tersendiri bagi siswa. Selain itu Sulastri, Yati (2009) juga menyatakan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar siswa yang signifikan dari hasil pretest ke posttest. Hal ini dikarenakan apabila dalam kegiatan belajar-mengajar menggunakan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dengan media video sikap dan perilaku siswa akan berbeda sekali dengan apabila pengajar menggunakan pembelajaran langsung.
Model pembelajaran jigsaw menggunakan video sebagai media ajar yang mampu membangkitkan minat belajar siswa di kelas yang terkadang terkesan membosankan. Sikap dan prilaku siswa ketika pengajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw biasanya siswa lebih antusias dalam belajar memiliki rasa kerja sama yang tinggi dalam timnya, siswa dapat secara aktif bekerjasama dengan sesama siswa dalam suasana saling membantu dalam upaya menggali informasi dan meningkatkan kemampuan berkomunikasi, untuk meningkatkan pemahaman materi pelajaran yang sedang dipelajari apalagi ditambah dengan penggunaan media video yang membuat siswa lebih tertarik lagi mengikuti pelajaran karena video dapat menggambarkan suatu objek yang bergerak bersamaan dengan suara alamiah atau suara yang sesuai, serta tim yang banyak menjawab dan menguasi materi dengan baik akan mendapatkan reward berupa nilai tambahan dari guru sehingga siswa menjadi lebih bersemangat lagi dalam mengikuti pelajaran. Dengan demikian model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dengan media video yang dikembangkan pada penelitian ini cukup efektif dalam meningkatkan penguasaan materi pada mata pelajaran biologi khususnya pada pokok bahasan sistem gerak pada manusia.
Keterbatasan dalam penelitian ini antara lain tingkat perlakuan peneliti antara kedua sampel masih terlalu jauh, karena kelas eksperimen menggunakan model tipe
jigsaw dan media video sedangkan kelas kontrol masih menggunakan model model direct learning. Selanjutnya pada tingkat kesukaran soal untuk tes hasil belajar pada aspek kognitif juga masih rendah yaitu masih pada tingkat ingatan (C1), pemahaman (C2) dan penerapan (C3).
PENUTUP
Kesimpulan dan Saran
Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dengan media video terhadap hasil belajar biologi kelas XI IPA SMA Negeri 8 Samarinda Tahun Pembelajaran 2016/2017.
Peneliti memberikan beberapa saran berdasarkan penelitian sebagai berikut (1) Pihak sekolah hendaknya mempertimbangan model pembelajaran kooperatif tipe
jigsaw dengan media video dapat diterapkan disekolah dan diharapkan ada pengembangan penerapan di dalam kelas. (2) Diharapkan guru melaksanakan pembelajaran model jigsaw sesuai dengan langkah-langkah (sintaks) rancangan pelaksanaan pembelajaran agar tujuan pembelajaran tercapai. (3) Diharapkan siswa
dapat menyesuaikan diri dengan penerapan model pembelajaran jigsaw dengan media video agar lebih baik lagi. (4) Peneliti selanjutnya, diharapkan untuk melakukan penelitian dengan mengkaji variabel berbeda, seperti sikap, minat dan bakat.
DAFTAR RUJUKAN
Aimmah, Tusfiyatul. 2015. Pengaruh Multimedia Interaktif Terhadap Motivasi Dan Hasil Belajar Siswa Kelas VII SMP ALI Maksum Krapyak. Skripsi. Yogyakarta : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga.
Aunurrahman. 2010. Belajar dan Pembelajaran. Bandung : Alfabeta.
Arikunto, Suharsimi. 2008. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan (Edisi Revisi). Jakarta : Bumi aksara
Arsyad, Azhar. 2006. Media Pembelajaran. Jakarta : Raja Grafindo Persada.
Chusnul M. A. (2015). Pengaruh Penggunaan Media Video Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Kelas IV SD Negeri Ngoto Bantul Yogyakarta. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Edisi 16 Tahun ke IV. Universitas Negeri Yogyakarta.
Djamarah, dkk. 2010. Strategi Belajar Mengajar (Edisi Revisi). Jakarta : Rineka Cipta. Endaningsih, N., dkk. 2009. Peningkatan Hasil Belajar Biologi Dengan Pendekatan
Kooperatif Tipe Jigsaw (PTK pada Siswa Kelas XI IPA 1 SMAN 97 Jakarta).
Jurnal Formatif. Universitas Indraprasta PGRI Jakarta. Vol 2 No 1.
Fatonah, S. dan Prasetyo Z.K. 2014. Pembelajaran Sains. Yogyakarta: Penerbit Ombak.
Hamalik, Oemar. 2007. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta : Bumi Aksara.
Hamalik, Oemar. 2003. Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem. Jakarta : Bumi Aksara.
Isjono. 2010. Pembelajaran Kooperatif: Meningkatkan Kecerdasan Komunikasi Antar Peserta Didik. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Kurniasih, I. dan Sani, B. 2015. Ragam Pengembangan: Model Pembelajaran Untuk Peningkatan Profesionalitas Guru. Jakarta : Kata Pena.
Krisnawati, Titik. 2014. Pengembangan Multimedia Pembelajaran Untuk Pelajaran Biologi Di SMA. Jurnal Ilmiah Guru ''COPE'' No 2.
Margono, S. 2000. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta : Rineka Cipta.
Munadi, Yudhi. 2013. Media Pembelajaran (Sebuah Pendekatan Baru). Jakarta : Referensi (GP Press Group).
Riyanto, Yatim. 2009. Paradigma Baru Pembelajaran. Surabaya : Kencana.
Rusman. 2012. Model-model Pembelajaran: Mengembangkan Profesionalisme Guru. Jakarta: Rajawali Pers.
Sagala, Syaeful. 2006. Konsep dan makna pembelajaran. Bandung : Alfabeta.
Sani, M., dkk. 2015. Pengaruh Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Pada Materi Hakikat Biologi Terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Rambah Hilir Tahun Pembelajaran 2014/2015. Jurnal Ilmiah Mahasiswa. FKIP Prodi Biologi. Universitas Pasir Pengaraian Rambah Hilir. Vol 1 No 1.
Sanjaya, Wina. 2009. Srategi Pembelajaran Berorientasi standar Proses Pendidikan.
Jakarta : Kencana.
Sudjana, Nana. 2009. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung : Remaja Rosdakarya.
Sulastri, Yeti dan Rochintaniawati, D. 2009. Pengaruh Penggunaan Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Dalam Pembelajaran Biologi Di SMPN 2 Cimalaka. Jurnal Pengajaran MIPA. Pendidikan Biologi FPMIPA UPI Sumedang. Vol 13 No 1. Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung : Alfabeta. Sugiyono. 2012. Statistika untuk Penelitian. Bandung : Alfabeta
Suprijono, Agus. 2009. Cooperatif Learning Teori dan aplikasi Paikem. Surabaya : Pustaka Pelajar.
Suprihatiningrum, J. 2013. Strategi Pembelajaran: Teori & Aplikasi. Yogyakarta: Ar-Ruza Media.
Trianto. 2009. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta : Kencana. Usman, M. U. 2005. Menjadi Guru Profesional. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya. Wena, M. 2012. Strategi Pembelajaran Inovatif Kontenporer: Suatu Tinjaun Konseptual