• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kupdf.com contoh proposal usaha benih pa

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Kupdf.com contoh proposal usaha benih pa"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

I. PENDAHULUAN.

Bagian terbesar dari penduduk Indonesia menggantungkan kebutuhan kalori pada karbohidrat asal beras. Bahan sumber karbohidrat lain belum secara umum digunakan. Tiap orang rata-rata memerlukan 125 kg beras setahun. Itu berarti, 210 juta rakyat Indonesia memerlukan 26.250 juta ton beras pertahun.

Ketergantungan akan beras sebagai sumber kalori masih tetap akan menjadi gejala umum. Menukar atau bahkan meniadakan hal tersebut bukanlah perkara gampang. Dan jika laju petumbuhan penduduk tetap secepat saat ini, maka kedepannya akan terjadi peningkatan kebutuhan akan beras yang terus meningkat dari tahun ke tahunnya.

Yang paling masuk akal adalah mengusahakan bagaimana kebutuhan akan beras yang jumlahnya tidak sedikit tersebut dapat dipenuhi oleh hasil produksi dalam negeri.

Dan secara logika, produk pertanian yang baik akan dihasilkan dari benih yang baik, yang disertai dengan proses pengelolaan serta dukungan kondisi alam yang optimal. Sedangkan sampai saat ini khususnya untuk produk beras/padi, di daerah ini para petani masih mengandalkan hasil panen yang mereka peroleh untuk dijadikan bibit pada musim tanam berikutnya.

(2)

Oleh karenanya, masih diperlukan pihak-pihak yang mampu mengadakan benih padi siap tanam yang memadai. Dan didalam pertanian padi jenis unggul dikenal ada empat macam jenis benih padi unggul antara lain :

>>> Benih Pejenis, yaitu bibit yang dihasilkan oleh Badan Pemulia Tanaman atau badan dibawah pengawasannya. Benih Pejenis dihasilkan dalam jumlah kecil dan dimaksudkan untuk digunakan sebagai penghasil benih dasar. Dikemas dengan label warna Putih.

>>> Benih dasar, adalah benih keturunan pertama dari benih pejenis. Benih dasar akan disalurkan ke Balai Benih untuk dibiakkan guna menghasilkan benih pokok.

>>> Benih Pokok, keturunan dari benih dasar dan merupakan dasar dari benih sebar atau untuk diperbanyak dalam skala besar. Dikemas dalam label Ungu.

>>> Benih Sebar, yaitu benih keturunan benih pokok. Benih Sebar adalah hasil dari penangkar benih dan berjenis unggul yang bersertefikat guna disalurkan kepada para petani untuk ditanam. Dikemas dalam label warna biru.

Dan perusahaan benih sebar yang dikenal di Indonesia adalah Perum Sang Hyang Seri milik pemerintah, yang didirikan guna memenuhi kebutuhan benih petani Indonesia.

Namun kebutuhan benih tersebut terlalu besar untuk dapat dilayani hanya oleh sebuah perusahaan saja dengan kapasitas produksi yang terbatas. Oleh karenanya dengan adanya kebijakan pemerintah yang mengijinkan pihak swasta sebagai penangkar benih atau penyedia benih sebar maka diharapkan kebutuhan benih padi nasional akan tercukupi.

(3)

menguntungkan, baik untuk perusahaan ataupun menambah ketersediaan lapangan kerja. Oleh karenanya, saya H Hizbul Jaddi SE memberabikan diri untuk terjun dalam usaha penangkaran benih padi dan mungkin kedepannya benih-benih tanaman yang lain dengan menanamkan uang sebagai modal awal dari hasil tabungan selama menjadi Manajer Keuangan di PT Lombok Post, perusahaan penerbit harian Lombok Post. Berbekal pengalaman memanage system keuangan di perusahaan tersebut selama lebih kurang 15 tahun, meyakinkan saya untuk mampu menjalankan usaha pembenihan ini. Dan perusahaan pembenihan tersebut saya namakan PB Bejari yang dalam bahasa sasaknya berarti berkembang dan berbiak..

PB Bejari adalah perusahaan penangkar benih yang kami dirikan memfokuskan diri untuk menangkarkan benih benih padi yang ditujukan untuk memenuhi permintaan petani di wilayah NTB.

Sebagai perusahaan yang baru beroperasi selama dua tahun dan dengan kemampuan permodalan yang kecil membuat ruang gerak pengembangan usaha kami menjadi terbatas.

PB Bejari saat ini tengah merencanakan perluasan usaha dan peningkatan kapasitas produksi merujuk kepada jumlah permintaan benih yang kami terima pada tahun 2008. Dimana kedua hal tersebut diatas tentunya membutuhkan penambahan biaya yang tidak sedikit.

(4)

Dan harapan kami, apa yang kami sajikan secara ringkas di dalam proposal ajuan pinjaman dana ini, akan mampu memberikan sedikit gambaran bagi anda akan usaha yang kami jalankan dan kedepannya kita dapat bekerjasama dalam usaha budidaya komoditi ini, dan akan memberikan keuntungan yang memuaskan serta sebagai wujud kepedulian dalam ketahanan pangan nasional kita.

DESKRIPSI PRODUK

II. BENIH PADI TANGKARAN (ORYZA SATIVA)

Aspek biologi dan anatomi Padi

Padi termasuk bangsa rumput-rumputan, dengan anatomi terdiri dari akar, batang, daun dan bulir buah. Merupakan tanaman daerah berawa dan tumbuh subur di lahan yang berlumpur dan tergenang air. Dengan membutuhkan masa pertumbuhan sekitar 3 – 4 bulan. Menghasilkan bulir buah yang menggantung bertundun dengan jumlah 2-3 tundun yang menghasilkan sampai 100 bulir pertundunnya dalam tiap pohon padi.

BENIH PADI TANGKARAN

Seperti yang telah diuraikan dalam pendahuluan diatas, benih tangkaran atau dikenal juga dengan benih sebar adalah :

“Benih padi keturunan keempat dari benih hasil pemuliaan (benih pejenis) yang dimaksudkan untuk digunakan/disebar oleh petani sebagai benih bercocok tanam langsung dilahan sawah yang mereka garap dan ditandai oleh label berwarna biru”

(5)

biologi dan masih dalam skala usaha yang ekonomis. Atau lebih tepatnya dikatakan bahwa untuk menciptakan benih yang berkualitas dan mampu dibeli oleh para petani.

III. PELUANG PASAR.

Menurut laporan Dinas Pertanian NTB bahwa kebutuhan benih padi di NTB, pada tahun 2009 diperkirakan sebanyak 2.252.550 kg pertahun dengan luas lahan yang tersedia sebanyak 91.062 hektar. Atau dengan asumsi kebutuhan benih padi non hibrida adalah 25/kg per hektar luas lahan dan benih padi hibrida adalah 15 kg/ha luas lahan.

Sedangkan ketersediaan benih padi yang berkualitas untuk memenuhi kebutuhan pasar berdasarkan data tahun 2008 adalah 1.025.000 kg benih non hibrida

Sedangkan menurut ASBENINDO (Asosiasi Pembenihan Indonesia) daerah NTB, jumlah penangkar benih yang berizin resmi di NTB masih kurang. Dengan jumlah produksi masing-masing yang terbatas, maka jumlah kebutuhan benih masih mengandalkan import dari luar daerah, yang tentu saja menyebabkan kenaikan harga benih tersebut., menyebabkan para petani enggan membelinya karena dianggap terlalu mahal.

V. KEUNGGULAN BENIH PADI HASIL PENANGKARAN PB BEJARI

(6)

IR 64 dan beberapa lainnya, disamping juga karena varietas-varietas tersebut sudah dikenal masyarakat petani di daerah NTB, lebih familiar sehingga lebih mudah diterima oleh para petani.

Dalam demplot (pilot project lahan) setelah dilakukan penanaman diperoleh hasil dari penanaman benih pokok sebanyak 100 kg per ha secara rata-rata dapat dipanen benih padi siap sebar (label biru) sebanyak 10 ton, , yang siap dipasarkan.

Benih tersebut di tangkarkan dengan perlakuan dan pengawasan yang ketat dan telah mendapatkan sertifikasi dari Dinas Pertanian NTB (terlampir)

VI. ANALISA KENDALA USAHA

Sebagai sebuah analisa yang di tujukan sebagai rujukan dalam sebuah keputusan bisnis, maka kami juga mengajukan beberapa kendala yang pernah dan kemungkinan di hadapi dalam budidaya komoditi ini di NTB, dan Pulau Lombok khususnya serta juga beberapa alternatip pemecahan yang pernah kami lakukan.

1. Kendala Agroclimate

Pertanian adalah salah satu usaha yang sangat berkaitan dan bergantung pada kondisi alam. Musim hujan yang terlambat atau volumenya kurang, aspek pasokan air irigasi (terutama untuk musim tanam yang kedua), aspek pengendalian hama, ketersediaan pupuk dan obat-obatan pertanian sangat berpengaruh. Dan hal tersebut tidak saja mempengaruhi kami sebagai penangkat benih, akan tetapi juga untuk para petani yang akan menjadi konsumen utama benih yang dihasilkan. Dan tentunya permintaan akan benih akan sangat dipengaruhi oleh kebutuhan petani untuk bercocok tanam.

(7)

Masyarakat petani masih tidak begitu memperdulikan varietas apakah yang akan mereka tanam. Hal tersebut terkendala karena tingkat pengetahuan sebagian besar petani akan aspek biologi dari varietas benih yang mereka tanam.

3. Daya Beli Petani

Daya beli petani sebagai konsumen utama benih padi yang masih rendah sering menyebabkan keuputusan untuk membeli benih padi yang baik menjadi tidak terlakasana. Untuk itu perlu diproduksi jenis benih tangkaran yang harganya terjangkau. Berdasarkan survey terbatas yang pernah kami lakukan, mereka tidak akan mampu membeli benih dengan harga diatas Rp. 7000 per kg, dengan jumlah responden 100 orang petani, dimana yang menyatakan membeli benih unggul kemasan adalah sekitar 44, 3 prosennya.

4. Permodalan

Untuk rencana pengembangan usaha yang kami susun, kami membutuhkan suntikan dana setidaknya 2.500.000.000. Kendala usaha di daerah dan jauh dari pusat ekonomi seperti Jakarta dan lainnya adalah sulitnya mencari lembaga pemodal atau pemberi pinjaman yang mampu memberikan pinjaman dalam nominal yang besar. Jumlah dana yang mampu diberikan biasanya terbatas dalam kisaran ratusan juta rupiah saja.

VII. ASUMSI USAHA

Perhitungan analisis usaha tambak dilakukan 1 (satu) tahun sekali dengan asumsi sbb :

a. Skala Penangkaran

(8)

b. Benih

Benih yang digunakan adalah benih pokok dari beberapa lembaga penyalur benih pokok seperti Balai Benih .

c. Jumlah Kebutuhan Benih

Jumlah benih yang dibutuhkan untuk skala penanamam seluas 10 ha sawah adalah 1.000 kg per 1 kali musim tanam (MT) atau 2.000 kg dalam 1 tahun ( 2 kali musim tanam ).

Tabel 1 . Rincian Pengelompokan Kebutuhan Benih dan Masa Panen

Varietas Benih Volume Masa Panen Harga Beli Rata-rata Cibogo 200 kg 2 x musim tanam 25.000/kg

Cilosari 200 kg 2 x musim tanam 25.000/kg Ciherang 200 kg 2 x musim tanam 25.000/kg Cigeulis 200 kg 2 x musim tanam 25.000/kg IR 64 200 kg 2 x musim tanam 25.000/kg

Jumlah 1 ton

Sumber : Data Primer di olah.

d. Pemupukan

Pemupukan dilakukan menggunakan pupuk : sebanyak 300 kg per ha/musim tanam. Harga pupuk rata-rata adalah 1.500/kg: maka dalam satu musim tanam harga pupuk adalah 300 kg/ha x 10 ha x Rp. 1.500 = Rp. 4.500.000 dan untuk dua kali musim tanam dalam satu tahun sama dengan Rp. 9.000.000.

e. Jumlah Tenaga Kerja.

(9)

C. Analisis Biaya Penangkaran Benih Padi Untuk lahan 1 ha dlm 1 tahun I Biaya Produksi

a. Biaya Investasi

1 Konstruksi Gudang Penyimpanan

a. Gudang Simpan Calon Bibit Kering Sawah (CBKS) 200.000.000 b. Gudang Simpan Benih Siap Jual 300.000.000

c. Mesin Pengering 800.000.000

d. Mesin Pengemas 100.000.000

e. Hand Tractor 2 unit x Rp. 20.000.000. 40.000.000

2Lantai Penjemuran 200.000.000

a. Gudang Simpan Calon Bibit Kering Sawah (CBKS) 350.000 b. Gudang Simpan Benih Siap Jual 350.000

c. Mesin Pengering 500.000 1 Sewa lahan dalam 1 tahun Rp. 3.000.000 per ha

10 ha x Rp 3.000.000 30.000.000

2 Benih pokok per kg Rp. 2.500

Benih dibutuhkan sejumlah 2.000 kg x Rp 25.000 50.000.000 3 Karung Rp. 3.000

Jumlah karung di butuhkan 2.250 kg x Rp 3.000 6.750.000 4 Biaya Angkut Rp. 50.000 per ton

Rp. 50.000 x 100 ton 5.000.000

5 Upah Tenaga Kerja per bulan Rp. 2.000.000

Rp. 2.000.000 x 10 bln atau Rp. 20.000.000 20.000.000 6 Pemupukan Rp. 9.000.000/tahun 9.000.000

(10)

Kebutuhan Biaya Variabel dalam 10 tahun operasional adalah = jumlah VC x 10 tahun (Rp. 111.750.000 x 10 thn)

1.207.500.000

D Jumlah Total Biaya (Total Cost/TC) = ( A+B+C) 3.031.000.000 PENERIMAAN

1 Penjualan

Harga rata – rata jual per kg Rp. 6000

Rp. 6000.000 x 100 ton 600.000.000

Estimasi Penjualan dalam 10 tahun operasional sama dengan nilai penjualan pertahun dikalikan 10 tahun

= Rp. 600.000.000 x 10 tahun

6.000.000.000

e Perhitungan Keuntungan

Penerimaan Total (TR) - Biaya Total (TC)

Penerimaan Total (TR) 6.000.000.000

Biaya Total (TC) 3.031.000.000

Jumlah Penerimaan Bersih (NR) 2.969.000.000

Jadi jumlah keuntungan per tahun adalah Rp. 296.900.000

Analisa Pengembalian Modal

f Revenue Cost Ratio ( R/C)

Penerimaan Total (TR) / Biaya Total (TC)

Penerimaan Total (TR) 6.000.000.000

Biaya Total (TC) 3.031.000.000

Revenue Cost Ratio 1,979,5

R/C ini menunjukkan bahwa setiap Rp 1 yang di keluarkan penangkar benih akan mendapat penerimaan sebesar Rp 1,979,5

(11)

Biaya Total 3.031.000.000

Harga Jual Per Kg 6000

BEP 461.250

Ini berarti, titik impas akan diperoleh jika produksi kepiting dihasilkan dalam 1 tahun minimum 461.250 kg atau 230.625 kg per musim tanam

h Break Event Point Harga Produksi

BEP = Biaya Total : Prod. Total dalam 10 tahun

Biaya Total 2.767.500.000

Prod. Total Per 10 tahun ( dlm kg) 1.000.000

BEP 2.767,5

Artinya titik impas usaha diperoleh jika kepiting di jual dengan harga terendah Rp. 2.767,5 per kg

KESIMPULAN

Referensi

Dokumen terkait

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,