• Tidak ada hasil yang ditemukan

Proposal PKM K pendederan udang galah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Proposal PKM K pendederan udang galah"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM

Usaha Pendederan Udang Galah

BIDANG KEGIATAN : PKM KEWIRAUSAHAAN

DIUSULKAN OLEH :

AGUS HERMANSYAH C1K 011 001 (2011) IKSAN C1K 011 018 (2011) ZAHRATUL C1K 012 088 (2012)

UNIVERSITAS MATARAM MATARAM

(2)
(3)

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN SAMPUL ... i

HALAMAN PENGESAHAN ... ii

DAFTAR ISI ... iii

RINGKASAN ... iv

BAB 1. PENDAHULUAN ... 1

1.1Latar Belakang ... 1

1.2Luaran ... 2

1.3Manfaat ... 2

BAB 2. GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA ... 3

2.1 Kondisi Umum Lingkungan ... 3

2.2 Analisis Ekonomi ... 4

BAB 3. METODE PELAKSANAAN ... 6

3.1 Desain Usaha ... 6

3.2 Desain Kolam ... 6

3.3 Persiapan Kolam ... 7

3.4 Pengadaan Benih ... 7

3.5 Pemeliharaan ... 7

3.6 Grading ... 8

3.7 Pemanenandan Pemasaran ... 8

BAB 4. RANCANGAN BIAYA ... 9

4.1Anggaran biaya ... 9

4.2Jadwal Kegiatan Program ... 9

(4)

RINGKASAN

Masyarakat di Nusa Tenggara Barat (NTB) belum melakukan usaha produksi udang galah yang disebabkan karena tidak tersedianya benih. Disisi lain petani sangat berminat melakukan usaha pembesaran udang galah. Saat ini, NTB belum memiliki unit pembenihan udang galah sehingga benih hanya bisa diperoleh dari BBUG Bali. Jauhnya jarak pengangkutan (10 jam menggunakan kapal ferri dan angkutan darat) menyebabkan kelansungan hidup yang rendah, dan biaya pengadaan benih menjadi sangat tinggi apabila jumlah benih yang dibeli hanya berkisar 3.000 sampai 5.000 ekor sesuai dengan kebutuhan rata-rata petani, selain itu waktu pemeliharaan hingga mencapai ukuran konsumsi yaitu 6 bulan. Hal ini menyebabkan petani enggan melakukan budidaya pembesaran udang galah.

Melalui usaha kegiatan pendederan udang galah diharapkan akan menghasilkan benih untuk petani yang memiliki tingkat kelansungan hidup yang tinggi dengan harga yang ekonomis serta masa pemeliharaan yang lebih pendek (4 bulan) untuk mencapai ukuran konsumsi. Tujuan utama kegiatan ini adalah menghasilkan benih udang galah minimal 105.000 ekor setiap 60 hari atau 630.000 ekor per tahun (6 siklus) dengan ukuran 4–5 cm per ekor. Kegiatan ini diharapkan untuk mendorong berkembangnya usaha pembesaran udang galah sebagai alternatif mata pencarian selain budidaya ikan.

Lokasi PKM-K dilakukan di dusun Gerimax Kecamatan Narmada kabupaten Lombok. Kabupaten Lombok Barat merupakan sentra produksi perikanan budidaya air tawar terbesar di NTB. Oleh karena itu lokasi PKM-K ini sangat strategis untuk mendukung kemudahan pemasaran benih udang galah yang diproduksi. Berdasarkan hasil analisis ekonomi disimpulkan bahwa usaha ini layak untuk dilakukan.

Usaha ini menerapkan sistem intensif dengan kepadatan 1.500 ekor/m3 yang dipelihara pada kolam tanah. Kolam dilengkapi dengan lubang panen yang disemen untuk memudahkan pemanenan dan grading, selain itu kolam diberi aerasi dan shelter. Persiapan kolam meliputi pengeringan tanah dasar, pengapuran, pengisian air, dan penumbuhan plankton.

(5)

BAB 1. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memiliki potensi pengembangan usaha tani perikanan sangat besar. Sebagian besar lahan petani memperoleh pengairan yang mencukupi sepanjang tahun dengan luas 28.628,41 hektar dan potensial untuk budidaya ikan air tawar. Produksi perikanan air tawar di Kabupaten Lombok Barat mengalami peningkatan. Pada tahun 2006 produksi ikan air tawar mencapai 79.547 ton dan meningkat menjadi 214.971 ton pada tahun 2010 (Kementrian dan Kelautan, 2012), sedangkan produksi udang air tawar yaitu udang galah belum terdata karena jumlahnya masih sangat rendah akibat tidak adanya usaha pembesaran udang galah. Belum berkembangnya usaha pembesaran udang galah disebabkan karena sulitnya memperoleh benih.

Saat ini di NTB belum memiliki unit pembenihan udang galah sehingga bibit udang galah hanya bisa diperoleh dari Balai Benih Udang Galah (BBUG) di Klungkung-Bali yang jaraknya cukup jauh. Benih yang diperoleh dari tempat tersebut memiliki survival rate yang rendah akibat pengangkutan yang cukup lama yaitu kurang lebih 10 jam karena menggunakan kapal penyeberangan ferry. Ukuran benih yang dibeli masih berumur 30 hari sehingga membutuhkan waktu 6 bulan untuk mencapai ukuran konsumsi. Lamanya waktu pengangkutan dan jarak tempuh yang cukup jauh serta adanya tindakan karantina menyebabkan biaya penyediaan benih per ekor sangat tinggi. Usaha yang dapat dilakukan oleh petani untuk menekan biaya pengadaan benih yaitu membeli benih dalam jumlah banyak minimal 150.000 ekor, sedangkan kebutuhan petani rata-rata hanya berkisar 3.000-5.000 ekor. Jika membeli 3.000 ekor maka biaya pengadaan benih adalah Rp 240 per ekor, sedangkan jika jumlahnya 150.000 ekor maka biayanya hanya Rp 44 per ekor. Harga benih di Bali berkisar Rp 30-40 per ekor. Tingginya biaya pengadaan benih, kelansungan hidup yang rendah selama pengangkutan, dan waktu pemeliharaan yang lama menyebabkan petani menjadi enggan melakukan budidaya udang galah meskipun mereka sangat berminat untuk memeliharanya. Hal ini terbukti pada kolam-kolam pembudidaya ikan banyak ditemukan udang galah yang hidup liar dan dibiarkan begitu saja, dan ketika panen udang tersebut mampu memberikan penghasilan tambahan.

(6)

Tidak adanya usaha budidaya pendederan udang galah di NTB justru membuka peluang usaha karena belum adanya pesaing dari kegiatan sejenis. Melalui Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) ini akan dilakukan usaha pendederan udang galah untuk memenuhi kebutuhan petani ikan khususnya di kecamatan Narmada kabupataten Lombok Barat yang merupakan daerah pengahasil perikanan budidaya air tawar terbesar di NTB.

Sebagian besar lahan petani ikan di kabupaten Lombok Barat memperoleh pengairan yang mencukupi sepanjang tahun dengan luas 23.286 ha yang potensial untuk budidaya ikan dan udang air tawar (BPS NTB, 2013). Melalui kegiatan ini diharapkan dapat mendorong berkembangnya usaha budidaya udang galah di NTB khususnya di kecamatan Narmada kabupaten Lombok Barat.

1.2. Luaran

Kegiatan PKM-K usaha pendederan udang galah akan menghasilkan benih udang galah yang dapat memproduksi benih udang minimal 105.000 ekor setiap 60 hari atau 630.000 ekor per tahun (6 siklus) dengan ukuran 4–5 cm per ekor.

1.3. Manfaat

Manfaat program PKM-K untuk Tim Pengusul yaitu dapat meningkatkan semangat untuk berwirausaha khususnya dalam bidang yang sesuai dengan keilmuan tim pengusul, serta tersedianya lapangan usaha bagi Tim pengusul sehingga dapat hidup mandiri secara finansial sejak dilakukannya kegiatan PKM-K ini. Manfaat bagi masyarakat yaitu mendorong berkembangnya usaha pembesaran udang galah sebagai alternatif mata pencarian selain budidaya ikan.

(7)

BAB 2. GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA

2.1. Kondisi Umum Lingkungan

NTB khususnya pulau Lombok merupakan daerah tujuan wisata yang memiliki banyak restoran, rumah makan, dan hotel yang menyajikan berbagai jenis kuliner termasuk udang galah. Selain itu, udang galah juga merupakan komoditas ekspor di luar negeri yang pasarnya sudah terbentuk di Jepang, negara-negara Eropa dan Timur Tengah, bahkan terakhir ini ada permintaan dari Australi. Harga jual udang galah yaitu Rp 60.000 sampai Rp 70.000 per kg tergantung ukuran. Harga jual yang tinggi, membuat minat petani sangat tinggi untuk membudidayakannya. Namun petani mengalami kendala dalam hal penyediaan benih akibat tidak adanya kegiatan pembenihan dan pendederan di NTB.

Produksi udang galah dihasilkan dari hasil tangkapan di sungai dan jika ada yang berasal dari kolam budidaya biasanya hanya merupakan hasil sampingan dari budidaya ikan. Benih udang galah masuk dengan sendirinya ke dalam kolam dan dibiarkan tumbuh bersama ikan.

Lokasi PKM-K pendederan udang galah akan dilakukan di dusun Gerimax Kecamatan Narmada kabupaten Lombok Barat. Lokasi ini merupakan milik pribadi ketua Tim pengusul PKM-K pendederan udang galah. Lokasi tersebut berada di daerah yang strategis untuk kegiatan pendederan udang galah karena mempunyai pasokan air yang tersedia sepanjang tahun, dan di sekitar lokasi PKM-K terdapat banyak kolam ikan milik warga. Potensi lahan kolam ikan di kecamatan Narmada adalah 4.240 ha (BPS NTB, 2013). Jika 0,1 % dari total potensi tersebut yaitu 4,24 ha melakukan budidaya udang galah maka benih yang dibutuhkan adalah minimal sekian 424.000 ekor, sedangkan luaran PKM-K hanya menargetkan untuk memproduksi udang sebesar 105.000, sehingga peluang pemasarannya sangat tinggi. Belum adanya kegiatan pendederan udang galah di NTB disebabkan karena petani sudah terbiasa dengan kegiatan pembenihan ikan yang dilakukan secara tradisional, sedangkan pendederan udang galah intensif memerlukan teknologi yang lebih modern sehingga masih sulit untuk dilakukan oleh petani. Selain itu, kegiatan pendederan udang galah intensif membutuhkan pasokan listrik yang biasanya tidak tersedia di kolam-kolam pendederan ikan tradisional.

(8)

2.2. Analisis Ekonomi

Rincian biaya kegiatan pendederan udang galah disajikan pada tabel 1 sebagai berikut :

Tabel 1. Rincian Biaya

No Jenis Barang Jumlah Harga Satuan

(Rp)

B.Biaya Variabel per siklus (2 bulan)

(9)

10. Biaya telepon 1 Paket 150,000 150,000

11. Gas oksigen 1 Kali 50,000 50,000

Jumlah 8,679,750

C. Biaya Variabel per 6 siklus (1 tahun) 52,078,500

D. Biaya Penyusutan (lihat Lampiran 5) 1,487,450

E.Hasil penjualan benih udang SR 70 %) per siklus

105.000 Ekor 150 15,750,000

F.Penerimaan/Pendapatan per tahun (6 siklus) 94,500,000

Hasil analisis kelayakan usaha pendederan udang galah dapat dilihat pada pada tabel 2. sebagai berikut :

Tabel 2. Rekapitulasi analisis financial untuk satu tahun produksi

No Uraian Hasil Perhitungan

1. BEP Unit (A/(harga jual per ekor-harga beli per ekor)

56.122 ekor

2. BEP Rupiah (BEP unit x harga jual per ekor)

Rp 8.418.300

3. Lama pengembalian modal (A+B):(F-(C+D)+A)

0,3 tahun atau 3,6 bulan

4. B/C ratio (F:(C+D) 1.76

5. Laba dalam 1 tahun (F-(C+D) Rp 40.934.050

(10)

BAB 3. METODE PELAKSANAAN

Kegiatan ini dilaksanakan di dusun Gerimax kecamatan Narmada kabupaten Nusa Tenggara Barat. Lokasi tersebut berjarak berjarak kurang lebih 15 km dari kampus Universitas Mataram. Letak lokasi dari jalan raya kabupaten (Jl. Raya Narmada- Sandubaya) adalah 500 m dengan kondisi jalan di hotmix dan dapat dilalui oleh mobil dan tersedia sarana listrik hingga ke lokasi kegiatan PKM-K. Lahan yang digunakan merupakan lahan milik pribadi ketua Tim Pengusul.

3.1. Desain Usaha

Manajemen yang diterapkan adalah manajemen yang sederhana untuk mengurangi biaya produksi. Manager diangkat dari ketua Tim Pengusul. Manager merangkap sebagai teknisi, selain itu membantu anggota pertama untuk melaksanakan pemeliharaan setiap hari. Anggota pertama bertanggung jawab terhadap pelaksanaan kegiatan pendederan seperti pemberian makan setiap hari, mengontrol ketinggian air, mengontrol pergantian air dan melaporkaannya kepada manager. Anggota kedua bertanggung jawab menjalin kerjasama dengan konsumen atau untuk menjamin pemasaran produk. Meskipun masing-masing mempunyai tanggung jawab yang jelas namun dalam pelaksanaannya dilakukan dengan saling membantu.

3.2. Desain Kolam

Kegiatan budidaya pendederan udang galah yang akan diterapkan yaitu budidaya pendederan udang galah sistem intensif pada kolam tanah. Kegiatan ini dilakukan dengan pembuatan 4 unit kolam tanah dengan ukuran masing-masing 4 x 6 m2 dengan ketinggian pematang 1,2 m, sehingga total luas ketiga unit kolam adalah 96 m2. Kolam dilengkapi dengan saluran pemasukan dan pengeluaran yang memungkinkan terjadinya sirkulasi air. Air dialirkan dari saluran irigasi melewati pipa yang lansung masuk ke dalam kolam. Salah satu kelebihan lokasi kegiatan PKM-K ini adalah saluran irigasi berada 2 meter di atas permukaan kolam, sehingga memungkinkan air dapat dengan mudah dialirkan ke dalam kolam.

(11)

molusca. Shelter dari pelepah daun kelapa diambangkan dalam kolam, yang diikatkan pada patok bambu/kayu dengan kedalaman 40 cm dari dasar kolam.

Kolam dilengkapi dengan tempat pemanenan yang berupa lubang yang disemen. Lubang panen tersebut dibuat di dekat pintu pembuangan air. Agar udang mudah digiring ke dalam lubang panen, maka lubang panen tersebut dihubungkan dengan caren yang memanjang di tengah kolam. Ukuran lubang panen adalah panjang 100 cm, lebar 40 cm dan tinggi 30 cm, sedangkan lebar caren adalah 20 cm dengan kedalaman 10 cm. ukuran lubang panen disesuaikan dengan ukuran serok agar udang mudah digiring ke dalam serok pada saat panen.

3.3. Persiapan kolam

Persiapan ini diarahkan agar tersedia air media budiaya yang kaya dengan pakan alami dan dengan kualitas air yang sesuai untuk benih udang galah. Persiapan kolam dimulai dengan penjemuran hingga tanah menjadi kering dan retak-retak (turun 2 cm jika diinjak) agar dasar kolam bebas dari organisme penyakit serta untuk menghilangkan gas-gas beracun yang terakumulasi di tanah dan membantu proses mineralisasi bahan organik. Pengapuran dilakukan untuk meningkatkan pH tanah dengan kapur dolomit dosis 10-25 g/m2. Setelah itu dilakukan pemupukan, pupuk yang digunakan pupuk kimia yaitu urea dan TSP dengan dosis masing-masing 2,5 g/m2 dan 1,25 g/ m2. Penebaran benih dilakukan setelah 5-7 hari pengisian air kolam.

3.4. Pengadaan Benih dan Penebaran

Pemesanan dilakukan satu bulan sebelum ditebar. Jenis udang galah yang akan digunakan adalah Gimacro (Genetic Improvement of Macrobranchium rosenbergii) Pemesanan dilakukan di 2 unit pembenihan yaitu dari Balai Budidaya Udang Galah di Klungkung-Bali dan Yoga Hatchery agar benih dapat diambil sekaligus (satu kali pengambilan) untuk efisiensi biaya pengadaan benih. Benih yang yang digunakan dalam budidaya pendederan udang galah ini yaitu benih yang berumur 35-45 hari. Benih diangkut dengan menggunakan kapal cepat untuk mempersingkat lama pengangkutan benih, sehingga kelansungan hidup benih menjadi lebih tinggi. Benih dibeli sebanyak 150.000 ekor.

3.5. Pemeliharaan

(12)

Pergantian air dilakukan sebanyak minimal 200 % setiap hari dimulai pada hari ke-10 pemeliharaan. Pergantian air dilakukan dengan cara sistem air mengalir secara terus-menerus. Aliran air yang masuk diatur agar tidak menimbulkan arus yang keras. Pemasukan air dihentikan jika kualitas air disaluran irigasi tidak optimal misalnya airnya keruh. Pengontrolan dilakukan setiap hari meliputi pengamatan terhadap tingkah laku udang, ketinggian air, dan kecepatan pergantian air yang dilakukan secara visual. Ketinggian air dipertahankan antara 90 cm–100 cm. Setelah dipelihara selama 45 hari, benih siap untuk dipanen.

3.6. Grading

Grading dilakukan bila ukuran sudah sangat bervariasi yaitu tingkat keseragamannya lebih kecil dari 60% terhadap sampel yang diamati. Grading dilakukan dengan membuka pintu air sehingga semua benih udang berkumpul di lubang panen. Benih selanjutnya diserok dengan serokan grading. Udang yang berukuran lebih kecil akan melewati saringan sedangkan yang besar akan tertahan pada saringan. Udang yang berukuran besar selanjutnya dipindahkan ke kolam yang lain atau dimasukkan dalam waring yang telah disiapkan sebelumnya.

3.7. Pemanenan dan Pemasaran

(13)

BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN

4.1 Anggaran Biaya

Rekapitulasi anggaran PKM-K dapat dilihat pada Tabel 3 berikut ini :

Tabel 3. Rekapitulasi Rencana Anggaran PKM-K

No. Jenis Pengeluaran Biaya (Rp)

1 Peralatan penunjang 3.749.000

2 Bahan habis pakai 6.927.150

3 Perjalan 1.200.000

4 Lain-lain 220.000

Jumlah 12.096.150

4.2 Jadwal Kegiatan

Jadwal kegiatan program PKM-K ini digambarkan dalam bar chart berikut ini :

No Kegiatan Bulan 1 Bulan 2 Bulan 3 Bulan 4 Bulan 5

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

1

Pemantapan Program

2 Persiapan alat dan bahan

3 Persiapan lahan

4 Pengadaan benih

5 Pemeliharaan

6 Promosi

pruduk

7 Panen /penjualan

8 Pelaporan

Keterangan :

(14)
(15)

Lampiran 1. Biodata Ketua, Anggota, Dosen Pembimbing

A. Identitas Diri Ketua

1 Nama Lengkap (dengan gelar) Agus Hermansyah

2 Jenis Kelamin Laki-laki

3 Program Studi Budidaya Perairan

4 NIM/NIDN C1K 011 001

5 Tempat dan Tanggal Lahir Aipaya, 03-Agustus-1992

6 E-mail [email protected]

7 Nomor Telepon/HP 081907339291

B. Riwayat Pendidikan

1998-2004 2004-2007 2007-2010

C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)

No. Nama Pertemuan Ilmiah/

Seminar

D. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau institusi lainnya)

No. Jenis Penghargaan Institusi Pemberi

Penghargaan

Tahun

1 Juara 2 Sepak Bola Kecamatan Tarano 2010

2

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidak-sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.

Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan hibah PKM-K “Usaha Pendederan Udang Galah”

Mataram, 15-25-2014

(16)

Lampiran 1. Lanjutan….

A. Identitas Diri Anggota 1

1 Nama Lengkap (dengan gelar) Iksan

2 Jenis Kelamin Laki-laki

3 Program Studi Budidaya Perairan

4 NIM/NIDN C1K 011 020

5 Tempat dan Tanggal Lahir Dompu, 05-12-1993

6 E-mail -

7 Nomor Telepon/HP 087866964796

B. Riwayat Pendidikan

1999-2005 2005-2008 2008-2011

C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation) No. Nama Pertemuan Ilmiah/ Seminar Judul Artikel

Ilmiah

Waktu dan Tempat

1 2 3

D. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau institusi lainnya)

No. Jenis Penghargaan Institusi Pemberi

Penghargaan dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidak-sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.

Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan hibah PKM-K “Usaha Pendederan Udang Galah”

Mataram, 15-25-2014

Pengusul,

(17)

Lampiran 1. Lanjutan….

A. Identitas Diri Anggota 2

1 Nama Lengkap (dengan gelar) Zahratul

2 Jenis Kelamin Perempuan

3 Program Studi Budidaya Perairan

4 NIM/NIDN C1K012088

5 Tempat dan Tanggal Lahir Gunungsari, 23-09-1993

6 E-mail [email protected]

7 Nomor Telepon/HP 081805786721

B. Riwayat Pendidikan

C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation) No. Nama Pertemuan Ilmiah/ Seminar Judul Artikel

Ilmiah

Waktu dan Tempat

1 2 3

D. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau institusi lainnya)

No. Jenis Penghargaan Institusi Pemberi

Penghargaan

Tahun

1 Juara 2 lomba cerdas cermat antar kelas dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidak-sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.

Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan hibah PKM-K “Usaha Pendederan Udang Galah””

Mataram, 15-25-2014

Pengusul,

(18)

Lampiran 1. Lanjutan….

A. Identitas Diri Dosen Pembimbing

1 Nama Lengkap (dengan gelar) Zaenal Abidin, S.Pi.,M.Si.

2 Jenis Kelamin Laki-laki

3 Program Studi Budidaya Perairan

4 NIM/NIDN 0007068005

5 Tempat dan Tanggal Lahir Ujung Pandang, 07 Juni 1980

6 E-mail [email protected]

7 Nomor Telepon/HP 0815 532 09638

B. Riwayat Pendidikan Perguruan Tinggi

Diploma Strata 1 (S1) S2

Jurusan Budidaya Perairan Budidaya

Perairan

Ilmu Perairan

Tahun Lulus 2001 2004 2006

C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation) No. Nama Pertemuan Ilmiah/

Seminar

Judul Artikel Ilmiah Waktu dan Tempat

1 Masyarakat Akuakultuur

Biomassa Spirulina sp. Yang Dikultur dengan Kepadatan Awal yang Berbeda

Banjarmasin, 2013

3 Konferensi Nasional VIII Pengelolaan Sumberdaya

(19)

5 Konferensi Nasional VIII Pengelolaan Sumberdaya Pesisir, Laut dan Pulau-Pulau Kecil

Derajat Penetasan Dan Kelansungan Hidup Larva Kerapu Bebek pada Salinitas yang Berbeda

Mataram, 2012

6 Konferensi Nasional VIII Pengelolaan Sumberdaya Pesisir, Laut dan Pulau-Pulau Kecil

Pertumbuhan Ikan Kerapu Bebek Menggunakan Jenis Pakan dan Frekuensi Pemberian Pakan yang Berbeda

Mataram, 2012

D. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau institusi lainnya)

No. Jenis Penghargaan Institusi Pemberi

Penghargaan

Tahun

1 2 3

Semua data yang saya isiskan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidak-sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.

Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan hibah PKM-K “Usaha Pendederan Udang Galah”

Mataram, 25-09-2014

Pembimbing,

(20)

Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan

1. Peralatan penunjang

Material Justifikasi Pemakaian Kuantitas Harga

Satuan (Rp)

Jumlah (Rp)

Seser 1 mm Menangkap benih,

mengambil kotoran

4 buah 12.000 48.000

Serok grading Seleksi benih udang yang

berbeda ukuran

4 buah 10.000 40.000

Ember volume 20 L Digunakan sebagai wadah

untuk menyimpan benih yang sudah panen

2 buah 15.000 30.000

Waring halus Sebagai pemisah benih

ukuran besar deng yang berukuran kecil

50 meter 6.000 300.000

Aerator merek Resun AC-9908 16W

Suplai oksigen 4 unit 400000 1.600.000

Batu aerasi Sarana penyuplai oksigen 60 buah 1.500 90.000

Selang aerasi (100 m) Sarana penyuplai oksigen 1 roll 200.000 200.000

Pipa paralon 4 inc Saluran inlet dan outlet 10 batang 47.500 475.000

Timbangan digital (0,001 kg)

menimbang pakan 1 unit 176.000 176.000

Tabung gas oksigen Sarana sebagai penyedia

oksigen saat pengemasan udang ke kantong lastik

1 buah 790.000 790.000

SUB TOTAL (Rp) 3.749.000

2. Bahan Habis Pakai

Material Justifikasi Pemakaian Kuantitas Harga

Satuan (Rp)

Jumlah (Rp)

Benih udang galah Udang yang akan

dipelihara

150.000 ekor 44 6.600.000

Pupuk urea Pemupukan kolam 1 kg 4.000 4.000

Pupuk TSP Pemupukan kolam 1 kg 5.000 5.000

Kapur dolomit Pengapuran kolam 1 kg 650 650

Kantong plastik PE 70 x 30 cm

Pengemasan benih udang galah

(21)

Pakan udang P1 tipe crumble diameter <1,5 mm

Pakan udang 5 kg 9.500 47.500

Pakan udang P2 tipe crumble diameter 1,5 mm

Pakan udang 5 kg 10.000 50.000

Biaya listrik Suplai listrik 1 siklus 100.000 100.000

Gas oksigen Suplai oksigen di

kantong pengemasan

1 siklus 50.000 50.000

SUB TOTAL (Rp) 6.927.150

3. Perjalanan

Material Justifikasi Pemakaian Kuantitas Harga

Satuan (Rp) Jumlah (Rp) Perjalanan ke Dusun

Gerimax

Pengontrolan udang yang dipelihara

60 hari 5.000 300.000

Perjalanan ke Bali Membeli benih 2 orang 450.000 900.000

SUB TOTAL (Rp) 1.200.000

4. Lain-lain

Material Justifikasi Pemakaian Kuantitas Harga

Satuan (Rp) Jumlah (Rp)

Pelaporan Bukti kegiatan 4 paket 30.000 120.000

Alat tulis kerja Pembukuan usaha 1 set 50.000 50.000

Dokumentasi Bukti kegiatan 1 paket 50.000 50.000

SUB TOTAL (Rp) 220.000

(22)

Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Kegiatan dan Pembagian Tugas

(23)

Gambar

Tabel 1. Rincian Biaya
Tabel 2. Rekapitulasi analisis financial untuk satu tahun produksi
Tabel 3. Rekapitulasi  Rencana Anggaran PKM-K

Referensi

Dokumen terkait

KELANGSUNGAN HIDUP DAN PERTUMBUHAN JUVENIL UDANG GALAH (Macrobrachiurn rosenbergii de Man) PADA.. BERBAGAI TINGKAT

KELANGSUNGAN HIDUP DAN PERTUMBUHAN JUVENIL UDANG GALAH (Macrobrachiurn rosenbergii de Man) PADA. BERBAGAI TINGKAT

Perilaku Kesukaan Udang Galah terhadap Shelter Uji perilaku kesukaan terhadap shelter dilakukan pada udang galah dewasa yang merupakan hasil pembesaran benih tokolan ( juveniles

a) Menggunakan teknologi di bidang perikanan untuk pengadaan benih udang galah sendiri. b) Mengadakan penyuluhan kepada petani pembudidaya tentang cara pengelolaan

Pengaruh inokulasi bakteri Vibrio harveyi 10 5 cfu/ml pada media pemeliharaan terhadap tingkat kelangsungan hidup larva udang galah dari sumber populasi yang berbeda dapat

Perkembangan teknologi budidaya perikanan dan riset pemuliaan diharapkan dapat menghasilkan varietas udang galah yang tidak saja unggul dari segi pertumbuhan, tetapi juga unggul

dalam media menghasilkan nilai kelangsungan hidup benih udang vaname relatif sama, sedangkan pada media tanpa penambahan kalium memperlihatkan tingkat kelangsungan hidup benih

Sampel pada penelitian ini adalah 25 petani tambak udang dari jumlah populasi satu desa tersebut dan 1 lembaga pemasaran yang ikut terlibat dalam kegiatan pemasaran Udang Galah di Desa