• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGERTIAN DAN KARAKTERISTIK PENELITIAN (1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PENGERTIAN DAN KARAKTERISTIK PENELITIAN (1)"

Copied!
52
0
0

Teks penuh

(1)

PENGERTIAN DAN KARAKTERISTIK PENELITIAN TINDAKAN KELAS

(PTK)

Oleh St. Zulfaidah Indriana di 23.51

Penelitian Tindakan Kelas berasal dari bahasa Inggris, yaitu Classrom

Action Research, diartikan penelitian dengan tindakan yang dilakukan

dikelas. Untuk lebih jelasnya, mari kita perhatikan beberapa pengertian PTK

berikut ini :

a. Menurut Lewin (Tahir 2012:77), PTK merupakan siasat guru dalam

mengaplikasikan pembelajaran dengan berkaca pada pengalamnya sendiri

atau dengan perbandingan dari guru lain.

b. Menurut Bahri (2012:8), Penelitian Tindakan Kelas merupakan sebuah

kegiatan yang dilaksanakan untuk mengamati kejadian-kejadian dalam kelas

untuk memperbaiki praktek dalam pembelajaran agar lebih berkualitas

dalam proses sehingga hasil belajarpun menjadi lebih baik.

c.Menurut Suyadi,2012:18, PTK secara lebih sistematis dibagi menjadi tiga kata

yaitu penelitian, tindakan, dan kelas. Penelitian yaitu kegiatan mengamati

suatu objek tertentu dengan menggunakan prosedur tertentu untuk

menemukan data dengan tujuan meningkatkan mutu. Kemudian tindakan

yaitu perlakuan yang dilakukan dengan sengaja dan terencana dengan

tujuan tertentu. Dan kelas adalah tempat di mana sekelompok peserta didik

menerima pelajaran dari guru yang sama.

(2)

kelas. Pertama, penelitian adalah suatu perlakuan yang menggunakan

metologi untuk memecahkan suatu masalah. Kedua, tindakan dapat

diartikan sebagai perlakuan yang dilakukan oleh guru untuk memperbaiki

mutu. Ketiga kelas menunjukkan pada tempat berlangsungnya tindakan.

e. Menurut John Elliot, PTK adalah peristiwa sosial dengan tujuan untuk

meningkatkan kualiatas tindakan di dalamnya. Di mana dalam proses

tersebut mencakup kegiatan yang menimbulkan hubungan antara evaluasi

diri dengan peningkatan profesional.

f. Menurut Kemmis dan Mc. Taggart (Sanjaya,2010:25), PTK adalah gerakan diri sepenuhnya yang dilakukan oleh peserta didik untuk meningkatkan

pemahaman.

g.Menurut Arikunto (Suyadi,2012:18), PTK adalah gabungan pengertian dari

kata “penelitian, tindakan dan kelas”. Penelitian adalah kegiatan mengamati

suatu objek, dengan menggunakan kaidah metodologi tertentu untuk

mendapatkan data yang bermanfaat bagi peneliti dan dan orang lain demi

kepentingan bersama. Selanjutnya tindakan adalah suatu perlakuan yang

sengaja diterapkan kepada objek dengan tujuan tertentu yang dalam

penerapannya dirangkai menjadi beberapa periode atau siklus. Dan kelas

adalah tempat di mana sekolompok siswa belajar bersama dari seorang guru

yang sama dalam periode yang sama.

Berdasarkan beberapa pemahaman mengenai PTK diatas dapat

disimpulkan bahwa penelitian tindakan kelas (PTK) adalah suatu

(3)

menggunakan aturan sesuai dengan metodologi penelitian yang dilakukan

dalam beberapa periode atau siklus. Berdasarkan jumlah dan sifat perilaku

para anggotanya, PTK dapat berbentuk individual dan kaloboratif, yang

dapat disebut PTK individual dan PTK kaloboratif. Dalam PTK individual

seorang guru melaksanakan PTK di kelasnya sendiri atau kelas orang lain,

sedang dalam PTK kaloboratif beberapa orang guru secara sinergis

melaksanakan PTK di kelas masing-masing dan diantara anggota melakukan

kunjungan antar kelas.

Berdasarkan pada pengertian di atas, PTK memiliki karakterlistik

tersendiri sebagai pembeda dengan penelitian-penelitian lainya. Adapun

beberapa karakter tersebut adalah:

1.PTK hanya dilakukan oleh guru yang memahami bahwa proses pembelajaran

perlu diperbaiki dan ia terpanggil jiwanya untuk memberikan

tindakan-tindakan tertentu untuk membenahi masalah dalam proses pembelajaran

dengan cara melakukan kolaborasi. Menurut Usman (dalam

Daryanto,2011:2) guru dengan kompetensi tinggi merupakan seorang yang

memiliki kemampuan dan keahlian serta keterampilan dalam bidangnya.

Sehingga Ia dapat melakukan fungsi dan tugasnya sebagai pengajar dan

pendidik dengan maksimal.

2.Refleksi diri, refleksi merupakan salah satu ciri khas PTK yang paling esensial.

Dan ini sekaligus sebagai pembeda PTK dengan penelitian lainnya yang

menggunakan responden dalam mengumpulkan data, sementara dalam PTK

(4)

3.Penelitian tindakan kelas dilaksanakan di dalam “kelas” sehingga interaksi

antara siswa dengan guru dapat terfokuskan secara maksimal. “Kelas” yang

dimaksud di sini bukan hanya ruang yang berupa gedung, melainkan

“tempat” berlangsungnya proses pembelajaran antara guru dan murid.

(Suyadi,2012:6)

4. PTK bertujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran secara terus

menerus. PTK dilaksakan secara berkesinambungan di mana setiap siklus

mencerminkan peningkatan atau perbaikan. Siklus sebelumnya merupakan

patokan untuk siklus selanjutnya. Sehingga diperoleh model pembelajaran

yang paling baik. (Daryanto,2011:6)

5.PTK merupakan salah satu indikator dalam peningkatan profesionalisme guru,

karena PTK memberi motivasi kepada guru untuk berfkir Kritis dan

sistematis, membiasakan guru untuk menulis, dan membuat catatan yang

dapat. Di mana semua itu dapat menunjang kemampuan guru dalam

pembelajaran. (Daryanto,2011:6)

6.PTK bersifat fleksibel sehingga mudah diadaptasikan dengan keadaan kelas.

Dengan demikian proses pembelajaran tidak monoton oleh satu model saja.

(Tahir,2012:81)

7.PTK menggunakaan metode kontekstuall. Artinya variable- variable yang akan

dipahami selalu berkaitan dengan kondisi kelas itu sendiri. Sehingga data

yang diperoleh hanya berlaku untuk kelas itu saja dan tidak dapat

(5)

8.PTK dalam pelaksanaannya terbikai dalam beberapa pembagian waktu atau

siklus. (Sukardi,2011:212)

9.PTK tidak diatur secara khusus untuk memenuhi kepentingan penelitian

semata. melainkan harus disesuaikan dengan program pembelajaran yang

sedang berjalan di kelas tersebut. (Sanjaya,2010:34)

10.Menurut Ibnu (dalam Aqib,2009:16) memaparkan bahwa PTK memiliki

karakteristik dasar yaitu:

a.Dalam pelaksanaan tindakan berdasarkan pada masalah yang dihadapi guru;

b.Adanya perpaduan dalam pelaksanaanya;

c.Peneliti sebagai media yang melakukan refleksi;

d.Bertujuan memperbaiki dan atau meningkatkan kualitas praktik instruksional;

e.Dalam pelaksanaannya terbagi beberapa siklus atau periode.

Menurut Richard Winter ada enan karakteristik penelitian tindakan kelas

(PTK), yaitu :

1. Kritik Refleksi

.

Salah satu langkah penelitian kualitatif pada umumya, dan khususnya

penelitian tindakan kelas ialah adanya upaya refleksi terhadap hasil

observasi mengenai latar dan kegiatan suatu aksi. Hanya saja, di dalam(PTK)

yang dimaksud dengan refleksi ialah suatu upaya evaluasi atau penelitian,

dan refleksi ini perlu adanya kritik sehingga dimungkinkan pada taraf

evaluasi terhadap perubahan-perubahan. Adapun menurut Schmuck (1997),

(6)

introspeksi diri, seperti guru mengingat kembali apa saja tindakan yang

telah dilakukan di dalam kelas, apa dampak dari tindakan tersebut, mengapa

dampaknya menjadi demikian dan sebagainya.

2. Kritik Dialektis

.

Dengan adanya kritik dialektif diharapkan penelitian bersedia melakukan

kritik terhadap fenomena yang ditelitinya. Selanjutnya peneliti akan bersedia

melakukan pemerisaan terhadap :

a. Kontek hubungan secara menyeluruh yang merupakan suatu unit walaupun

dapat dipisahkan secarta jelas.

b. Struktur kontradiksi internal, maksudnya dibalik unut yang kelas yang

memungkinkan adanya kecenderungan mengalami perubahan meskipun

sesuatu yang berada di balik unit tersebut bersifat stabil.

3. Kritik Kolaboratif

.

Dalam penelitian tindakan kelas (PTK) diperlukan hadirnya suatu

kerjasama dengan pihak-pihak lain seperti atasan, sejawat atau kolega,

mahasiswa, dan sebagainya.

4. Kritik Resiko

.

Dengan adanya ciri resiko diharapkan dan dituntut agr peneliti berani

mengambil resiko, terutama pada waktu proses penelitian berlangsung.

Resiko yang mungkin ada diantaranya: Adanya tuntutan untuk melakukan

suatu transformasi, dan Melesetnya hipotesis.

(7)

Pada umumnya penelitian kuantitatif atau tradisional berstruktur tunggal

karena ditentukan oleh suara tunggal, penelitiannya. Akan tetapi, PTK

memiliki struktur jamak karena jelas penelitian ini bersifat dialektis, reflektif,

partisipasitif dan kolaboratif.

6. Kritik Internalisasi Teori dan Praktek

.

Di dalam penelitian tindakan kelad (PTK), keberadaan antara teori dan

praktikbukan merupakan dua dunia yang berlainan. Akan tetapi keduanya

merupakan dua tahap yang berbeda, yang saling bergantung dan keduanya

(8)

Penelitian merupakan tindakan yang dilakukan untuk menyelesaikan atau memecahkan masalah dengan menggunakan metode ilmiah. Metode ilmiah adalah suatu prosedur yang sistematis dan obyektif untuk mendapatkan pengetahuan atau pemecahan masalah. Jadi penelitian itu diawali dari sebuah masalah yang akan diselesaikan.

Penelitian tindakan kelas merupakan hasil dari perkembangan dari peneltian tindakan (action research). Penelitian tindakan adalah penelitian yang diprakarsai untuk memecahkan masalah langsung atau pemecahan proses reflektif masalah progresif yang dipimpin oleh individu dengan bantuan orang lain dalam tim atau sebagai bagian dari suatu "komunitas praktek" untuk memperbaiki cara mereka mengatasi masalah dan memecahkan masalah. Ini kadang-kadang disebut riset aksi partisipatif. Penelitian tindakan melibatkan proses aktif berpartisipasi dalam situasi perubahan organisasi selama melakukan penelitian. Penelitian tindakan juga dapat dilakukan oleh organisasi yang lebih besar atau lembaga, dibantu atau dipandu oleh peneliti profesional, dengan tujuan untuk meningkatkan praktik strategi dan pengetahuan tentang lingkungan di mana mereka berlatih.

Penelitian tindakan kelas (PTK) merupakan penelitian yang diprakarsai untuk memecahkan masalah dalam proses belajar mengajar di kelas secara langsung. Dengan kata lain, PTK dibuat dengan tujuan untuk meningkatkan dan memperbaiki mutu proses belajar mengajar di kelas serta membantu memberdayakan guru dalam memecahkan masalah pembelajaran di sekolah. Dalam penyusunan PTK syarat yang harus dilakukan adalah:

1. Harus tertuju atau mengenai hal-hal yang terjadi di dalam pembelajaran dan diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran.

2. Menuntut dilakukannya pencermatan secara terus menerus, ohjektif, dan sistematis. Hasil pencermatan ini digunakan sebagai bahan untuk menentukan tindak lanjut yang harus diambil segera oleh peneliti.

3. Dilakukan sekurang-kurangnya dalam dua siklus tindakan yang berurutan.

4. Terjadi secara wajar, tidak mengubah aturan yang sudah ditentukan, dalam arti tidak mengubah jadwal yang berlaku.

5. Harus betul-betul disadari oleh pemberi maupun pelakunya, sehingga pihak-pihak yang bersangkutan dapat mengemukakan kembali apa yang dilakukan dibandingkan dengan rencana yang sudah dibuat sebelumnya.

6. Harus benar-benar menunjukkan adanya tindakan yang dilakukan oleh sasaran tindakan, yaitu siswa yang sedang belajar.

(9)

lingkungan, dan (7) pengelolaan, hal yang termasuk dalam kegiatan pengelolaan misalnya cara dan waktu mengelompokkan siswa ketika guru memberikan tugas, pengaturan jadwal, pengaturan tempat duduk siswa, penempatan papan tulis, penataan peralatan milik siswa, dan lain-lain.

Penyusunan PTK harus mengacu pada prinsip-prinsip PTK. Hopkins mengemukakan ada enam prinsip yang harus diperhatikan dalam PTK, yaitu:

1. Metode PTK yang diterapkan seyogyanya tidak mengganggu komitmen sebagai pengajar;

2. Metode pengumpulan data yang digunakan tidak menuntut waktu yang berlebihan karena dilakukan sesuai dengan jadwal pelajaran;

3. Metodologi yang digunakan harus reliable;

4. Masalah program yang diusahakan adalah masalah yang merisaukankan, dan didasarkan pada tanggung jawab professional;

5. Dalam menyelenggarakan PTK, guru harus selalu bersikap konsisten dan memiliki kepedulian tinggi terhadap proses dan prosedur yang berkaitan dengan pekerjaannya;

6. PTK tidak dilakukan sebatas dalam konteks kelas atau mata pelajaran tertentu melainkan dengan perspektif misi sekolah secara keseluruhan.

Agar PTK mencapai hasil yang optimal dan sesuai dengan harapan, maka penyusunan PTK harus melalui tahap-tahap penyusunan PTK. Tahap-tahap penyusunan PTK adalah sebagai berikut:

1. Menyusun rancangan tindakan (planning/perencanaan), dalam tahap ini peneliti menjelaskan tentang apa, mengapa, kapan, dimana, oleh siapa, dan bagaimana tindakan akan dilakukan. Penelitian tindakan yang ideal sebetulnya dilakukan secara berpasangan antara pihak yang melakukan tindakn dan pihak yang mengamati proses yang dijalankan.

2. Pelaksanaan Tindakan (acting), tahap ini merupakan implementasi atau penerapan isi rancangan, yaitu mengenakan tindakan di kelas.

3. Pengamatan (observing), yaitu kegiatan pengamatan yang dilakukan oleh pengamat. Dalam tahap ini, guru pelaksana mencatat sedikit demi sedikit apa yang terjadi agar memperoleh data yang akurat untuk perbaikan siklus berikutnya.

4. Refleksi (reflecting), merupakan kegiatan untuk mengemukakan kembali apa yang sudah dilakukan. Dalam tahap ini, guru berusaha untuk menemukan hal-hal yang sudah dirasakan memuaskan hati karena sudah sesuai dengan rancangan dan secar cermat mengenali hal-hal yang masih perlu diperbaiki.

(10)
(11)

TUJUAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)

Oleh St. Zulfaidah Indriana di 02.44

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan salah satu cara yang strategis bagi

guru untuk memperbaiki layanan pendidikan yang harus diselenggarakan dalam

konteks pembelajaran di kelas dan peningkatan kualitas program sekolah secara

keseluruhan. Hal itu dapat dilakukan dengan meningkatkan tujuan Penelitian

Tindakan Kelas. Tujuan ini dapat dicapai dengan cara melakukan berbagai tindakan

untuk memecahkan berbagai permasalahan pembelajaran di kelas, baik disadari

atau mungkin tidak disadari.

A.

Tujuan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Menurut Para Ahli

1.Kunandar (2008), dalam bukunya disebutkan bahwa tujuan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah sebagai berikut :

a.Untuk memecahkan permasalahan nyata yang terjadi di dalam kelas yang dialami

langsung dalam interaksi antara guru dan siswa yang sedang belajar, meningkatkan

profesionalisme guru, dan menumbuhkan budaya akademik dikalangan para guru.

b.Peningkatan kualitas praktik pembelajaran di kelas secara terus menerus mengingat

masyarakat berkembang secara cepat.

c.Peningkatan relevansi pendidikan, hal ini dicapai melalui peningkatan proses

pembelajaran.

d.Sebagai alat training in-service,yang memperlengkapi guru dengan skill dan metode

(12)

e.Sebagai alat untuk memasukkan pendekatan tambahan atau inovatif terhadap

system pembelajaran yang berkelanjutanyang biasanya menghambat inovasi dan

perubahan.

f.Peningkatan hasil mutu pendidikan melalui perbaikan praktik pembeljaran di kelas

dengan mengembangkan berbagai jenis ketrampilan dan menningktkan motivasi

belajar siswa.

g.Meningkatkan sikap profesional pendidik dan tenaga kependidikan.

h.Menumbuh kembangkan budaya akademik di lingkungan sekolah, sehingga tercipta

proaktif dalam melakukan perbaikan mutu pendidikan dan pembelajaran secara

berkelanjutan.

i.Peningkatan efsiensi pengelolaan pendidikan, peningkatan atau perbaikan proses

pembelajran di samping untuk meningkatkan relevansi dan mutu hasil pendidikan

juga situnjukkan untuk meningkatkan efsiensi peemanfaatan sumber-sumber daya

yang terintegrasi di dalamnya.

2.Muslich (2000). Tujuan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah untuk memperbaiki

dan meningkatkan kualitas pembelajaran serta membantu memberdayakan guru

dalam memecahkan masalah pembelajaran di sekolah.

3. Suyanto (1997). Tujuan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah meningkatkan dan/atau memperbaiki praktik pembelajaran di sekolah, meningkatkan relevansi

pendidikan, meningkatkan mutu pendidikan, dan efsiensi pengelolaan pendidikan.

Selain itu, Suyanto (1999) Tujuan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dapat

digolongkan atas dua jenis, yaitu :

(13)

dicapai dengan melakukan refleksi untuk mendiagnosis kondisi, kemudian mencoba

secara sistematis berbagai model pembelajaran alternatif yang diyakini secara

teoretis dan praktis dapat memecahkan masalah pembelajaran. Dengan kata lain,

guru melakukan perencanaan, melaksanakan tindakan, melakukan evaluasi, dan

refleksi.

b.Tujuan utama kedua, melakukan pengembangan keteranpilan Guru yang bertolak

dari kebutuhan untuk menanggulangi berbagai persoalan aktual yang dihadapinya

terkait dengan pembelajaran. Tujuan ini dilandasi oleh tiga hal penting, (1)

kebutuhan pelaksanaan tumbuh dari Guru sendiri, bukan karena ditugaskan oleh

kepala sekolah, (2) proses latihan terjadi secara hand-on dan mind-on, tidak dalam

situasi artifsial, (3) produknyas adalah sebuah nilai, karena keilmiahan segi

pelaksanaan akan didukung oleh lingkungan.

c.Tujuan sertaan, menumbuh kembangkan budaya meneliti di kalangan Guru.

4.Daryant (2011 : 13-14). Tujuan dari Penelitian Tindakan Kelas (PTK) harus sesuai

dan konsisten dengan permasalahan yang akan diteliti. Perumusan tujuannya

haruslah dilakukan dengan jelas, baik dan terencana. Harus jelas untuk apa dan

siapa penelitian ini ditujukan. Tujuan dari PTK disini berbeda dengan tujuan formal

yang artinya, tujuan dari PTK ini bukan dari apa yang tampak untuk diteliti

melainkan proses dan hasil yang ingin kita capai dalam penelitian tersebut,

Misalnya dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam akan diterapkan strategi

proses belajar mengajar yang baru salah satunya dengan meningkatkan

pemanfaatan lingkungan sebagai medianya. Dalam hal ini pengembangan PBM

tersebut bukanlah rumusan dari tujuan PTK tetapi hasil yang akan dicapai yaitu

meningkatnya hasil belajar peserta didik lah yang merupakan tujuan dari

(14)

5.Arikunto, dkk (2009 : 106-107). Tujuan utama Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

adalah untuk perbaikan dan peningkatan layanan profesional pendidik dalam

menangani proses belajar di dalam kelas. Tujuan itu dapat dicapai dengan

melaukakan tindakan alternatif dalam memecahkan masalah yang dihadapi. Fokus

penelitian ini terdapat pada tindakan yang direncanakan oleh guru, yang

selanjutnya akan diterapkan pada peserta didik, kemudian dievaluasi apakah

berhasil atau tidak.

6.Grundy dan Kemmis (1982) dalam (Sanjaya,2010:30-33). Tujuan Penelitian

Tindakan Kelas (PTK) mencakup :

a.Peningkatan Praktik. Pada umumnya, tujuan penelitian adalah untuk menemukan

atau untuk menggeneralisasikan sesuatu yang terlepas dari kebutuhan dan

tuntutan masyarakat pada umumnya. Oleh karenanya, hasil sebuah penelitian

kadang-kadang sulit untuk diterapkan oleh para praktisi di lapangan. Hal ini

mungkin disebabkan oleh dua hal, pertama, penelitian pada umumnya lebih

banyak berangkat dari konsep-konsep yang hanya di pahami oleh kalangan

tertentu sehiNgga tidak menyentuh kebutuhan lapangan secara real dan pasti.

Kedua, sulit memasyarakatkan atau menyebarkan hasil penelitian kepada para

praktisi dengan berbagai alasan, sehingga hasil penelitian hanya banyak menghiasi

perpustakaan perguruan tinggi yang sulit untuk dijangkau dan tidak bias

diterangkan.

b.Pengembangan Profesional. Salah satu sifat dari seorang profesional adalah

keinginannya untuk meningkatkan kualitas kinerja agar lebih baik untuk mencapai

hasil yang lebih optimal. Seorang professional tidak akan cepat puas dengan hasil

(15)

sumber, kemudian mencoba dan mencoba sesuatu yang baru hingga hasil yang

diperoleh akan semakin sempurna. Seorang professional akan selalu tanggap

terhadap setiap perubahan baik perubahan social maupun perubahan dan

perkembangan bidang ilmu yang di gelutinya, yang kesemuannya itu akan

mempengaruhi bagaimana seharusnya ia melaksanakan tugasnya.

c.Peningkatan Situasi Tempat Praktik. Guru yang professional dalam mengerjakan

tugas mengajarnya, akan selalu memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan

dan memanfaatkan berbagai rekayasa tekhnologi untuk untuk meningkatkan

kualitas mengajarnya dan kinerjanya.

7.Bahri (2012 : 10). Penelitian Tindakan Kelas (PTK) bertujuan untuk memperbaiki

praktek dalam pembelajaran agar menjadi lebih berkualitas dalam prosesnya agar

hasil belajar pun dapat meningkat, secara lebih luas PTK bertujuan untuk

meningkatkan pelayanan pendidikan disekolah dan masyarakat.

8.Sanjaya (2010 : 33). Tujuan utama Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah

peningkatan kualitas proses belajar dan kualitas hasil belajar, Dimana peningkatan

itu dilakukan secara praktis, yang artinya pelaksanaannya kadang tidak

memperhatikan kaidah-kaidah ilmiah tetapi lebih kepada situasi dan kondisi yang

secara nyata terjadi di lapangan.

9.Tahir (2011 : 85). Tujuan utama Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah perbaikan

dan peningkatan keprofesionalan guru dalam PBM. Sedang tujuan sertaan dari PTK

adalah mengembangkan keterampilan guru untuk menyelesaikan segala persoalan

aktual yang terkait pembelajaran.

(16)

a.Meningkatkan mutu isi, masukan, proses, serta hasil pendidikan dan pembelajaran

disekolah

b.Membantu guru dan tenaga kekependidikan lainnya mengatasai masalah

pembelajaran dan pendidikan di dalam kelas

c.Meningkatkan sikap professional pendidik dan tenaga kependidika

d.Menumbuh-kembangkan budaya akademik dilingkungan sekolah sehingga tercipta

sikap proaktif di dalam melakukan perbaikan mutu pendidikan dan pembelajaran

secara berkelanjuta (sustainable).

11.I Wayan Santyasa (2007). Tujuan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dapat

digolongkan atas dua jenis, tujuan utama dan tujuan sertaan. Tujuan-tujuan

tersebut adalah sebagai berikut :

a.Tujuan utama pertama, melakukan perbaikan dan peningkatan layanan professional

Guru dalam menangani proses pembelajaran. Tujuan tersebut dapat dicapai dengan

melakukan refleksi untuk mendiagnosis kondisi, kemudian mencoba secara

sistematis berbagai model pembelajaran alternatif yang diyakini secara teoretis dan

praktis dapat memecahkan masalah pembelajaran. Dengan kata lain, guru

melakukan perencanaan, melaksanakan tindakan, melakukan evaluasi, dan

refleksi.

b.Tujuan utama kedua, melakukan pengembangan keteranpilan Guru yang bertolak

dari kebutuhan untuk menanggulangi berbagai persoalan aktual yang dihadapinya

terkait dengan pembelajaran. Tujuan ini dilandasi oleh tiga hal penting, (1)

kebutuhan pelaksanaan tumbuh dari Guru sendiri, bukan karena ditugaskan oleh

(17)

situasi artifsial, (3) produknyas adalah sebuah nilai, karena keilmiahan segi

pelaksanaan akan didukung oleh lingkungan.

c.Tujuan sertaan, menumbuh kembangkan budaya meneliti di kalangan Guru.

12.Kasihani (1999). Tujuan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah :

a.Meningkatkan dan memperbaiki praktek pembelajaran yang seharusnya dilakukan

oleh guru, mengingat masyarakat kita berkembang begitu cepat. Hal ini akan

berakibat terhadap meningkatnya tuntutan layanan pendidikan yang harus

dilakukan oleh guru. PTK merupakan cara yang strategis bagi guru untuk

meningkatkan atau memperbaiki layanan tersebut.

b.Meningkatkan mutu pendidikan. Peningkatan atau perbaikan praktek pembelajaran

di kelas hanya tujuan antara, sedangkan tujuan akhir adalah peningkatan mutu

pendidikan. Misal, terjadi peningkatan motivasi siswa dalam belajar, meningkatnya

sikap positif siswa terhadap mata pelajaran, bertambahnya keterampilan yang

dikuasai, adalah merupakan beberapa contoh dari tujuan antara sebagai hasil

jangka pendek dari peningkatan praktek pembelajaran di kelas. Sasaran akhirnya

adalah meningkatnya mutu pendidikan.

c.Menumbuhkembangkan budaya akademik di lingkungan sekolah sehingga tercipta

sikap proaktif untuk memperbaiki pembelajaran, berdasar pada

persoalan-persoalan pembelajaran yang dihadapi guru di kelas.

13. Asikin (2009 : 41). Tujuan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) antara lain:

a.Untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.

b.Untuk memperbaiki dan meningkatkan layanan professional pendidik dalam

(18)

d.Pengembangan keterampilan proses pembelajaran yang dihadapi guru di kelasnya.

e.Sebagai proses latihan dalam jabatan dan layanan pembelajaran yang akurat.

14. McNif (1992). Dasar utama bagi dilaksanakannya Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah untuk perbaikan. Kata perbaikan di sini terkait dengan memiliki konteks

dengan proses pembelajaran. Tujuan itu dapat dicapai dengan melakukan berbagai

tindakan alternative dalam memecahkan berbagai persoalan pembelajaran.

15.Borg (1996). Tujuan utama penelifan tindakan adalah untuk pengembangan

keterampilan guru berdasarkan pada persoalan-persoalan pembelajaranyang

dihadapi guru di kelasnya sendiri, dan bukannya bertujuan untuk pencapaian

pengetahuan umum dalam bidang pendidikan.

B.

Tujuan Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

Berdasarkan pendapat para ahli, adapun Tujuan Penelitian Tindakan Kelas dapat

dirumuskan sebagai berikut:

1.Memperbaiki dan meningkatkan mutu praktik pembelajaran yang dilaksanakan guru

demi tercapainya tujuan pembelajaran.

2.Memperbaiki dan meningkatkan kinerja-kinerja pembelajaran yang dilaksanakan

oleh guru.

3.Mengidentifkasi, menemukan solusi, dan mengatasi masalah pembelajaran di kelas

(19)

4.Meningkatkan dan memperkuat kemampuan guru dalam memecahkan

masalah-masalah pembelajaran dan membuat keputusan yang tepat bagi siswa dan kelas

yang diajarnya.

5.Mengeksplorasi dan membuahkan kreasi-kreasi dan inovasi-inovasi pembelajaran

(misalnya, pendekatan, metode, strategi dan media) yang dapat dilakukan oleh

guru demi peningkatan mutu proses dan hasil pembelajaran.

6.Mencobakan gagasan, pikiran, kiat, cara, dan strategi baru dalam pembelajaran

untuk meningkatkan mutu pembelajaran selain kemampuan inovatif guru.

7.Mengeksplorasi pembelajaran yang selalu berwawasan atau berbasis penelitian agar

pembelajaran dapat bertumpu pada realitas empiris kelas, bukan semata-mata

bertumpu pada kesan umum atau asumsi.

8.Memecahkan masalah-masalah melalui penerapan langsung di kelas atau tempat

kerja (Isaac, 1994:27).

9.Menemukan pemecahan masalah yang dihadapi sesorang dalam tugasnya

sehari-hari dimana pun tempatnya, di kelas, di kantor, di rumah sakit, dan seterusnya.

Berdasarkan uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa tujuan umum dari

penelitian tindakan kelas adalah untuk memecahkan permasalahan yang terjadi

dalam proses pembelajaran di kelas sehinggah tercipta perbaikan dan peningkatan

mutu dan kualitas pembelajaran.

Dengan terlaksananya tujuan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) tersebut, maka

dapat diharapkan dapat menghasilkan perbaikan dan peningkatan mutu proses dan

(20)

1.Perbaikan dan peningkatan mutu isi, proses, hasil pembelajaran.

2.Perbaikan dan peningkatan terhadap prestasi belajar peserta didik di kelas atau

ruang kuliah.

3.Perbaikan dan peningkatan terhadap materi, metode, dan penggunaan media

pembelajara di kelas.

Mengacu pada tujuan Penelitian Tindakan Kelas diatas maka Output atau hasil

yang diharapkan melalui PTK adalah peningkatan atau perbaikan kualitas proses

dan hasil pembelajaran yang meliputi hal-hal sebagai berikut :

1.Peningkatan atau perbaikan kinerja siswa di sekolah.

2.Peningkatan atau perbaikan mutu proses pembelajaran di kelas.

3.Peningkatan atau perbaikan kualitas penggunaan media, alat bantu belajar, dan

sumber belajar lainya.

4.Peningkatan atau perbaikan kualitas prosedur dan alat evaluasi yang digunakan

untuk mengukur proses dan hasil belajar siswa.

5.Peningkatan atau perbaikan masalah-masalah pendidikan anak di sekolah.

(21)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Akhir-akhir ini para guru diresahkan oleh tuntutan dari berbagai pihak untuk dapat melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas. Tuntutan tersebut terkait dengan kebutuhan akreditasi sekolah, kenaikan pangkat, program BOS (Bantuan Operasional Sekolah) dan sertifikasi sebagai pendidik. Tuntutan tersebut pada satu sisi mendorong para guru untuk berusaha melaksanakan penelitian di sekolahnya demi memenuhi tuntutan, namun tak sedikit guru-guru yang putus asa karena tidak dapat melaksanakan kegiatan tersebut. Pada hal kebutuhan tersebut menjadi salah satu syarat penentu untuk dapat tidaknya seorang guru yang sudah berpangkat Pembina (IVA) naik ke jenjang yang lebih tinggi.

Terkait dengan kebutuhan tersebut, tulisan ini akan membahas mengenai penelitian tindakan kelas (PTK) terutama tujuannya sebagai sumbangan gagasan alternatif yang dapat diterapkan oleh para guru dalam pengembangan profesinya.

B. Rumusan Masalah

1. Apa penelitian tindakan kelas (PTK) itu ?

2. Apa tujuan dari pelaksanaan penelitian tindakan kelas (PTK) ?

3. Manfaat apa yang dapat diperoleh dari pelaksanaan penelitian tindakan kelas (PTK) baik bagi guru, siswa dan dampak dalam proses pembelajaran ?

C. Tujuan Pembahasan

1. Hakikat serta pengertian penelitian tindakan kelas (PTK).

2. Tujuan penelitian tindakan kelas (PTK) menurut beberapa para ahli dan di tinjau dari tujuan utama PTK dan tujuan sertaan.

3. Manfaat penelitian tindakan kelas (PTK) baik bagi guru, siswa dan dampak dalam proses pembelajaran.

(22)

PEMBAHASAN

A. Pengertian Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

Penelitian Tindakan Kelas atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan Classroom Action Research sejak lama berkembang di negara-negara maju seperti Inggris. Australia dan Amerika. Ahli-ahli pendidikan di negara tersebut menaruh perhatian yang cukup besar terhadap PTK. Karena jenis penelitian ini mampu menawarkan cara dan prosedur baru untuk memperbaiki dan meningkatkan profesionalisme dalam proses belajar mengajar di kelas dengan melihat indikator keberhasilan proses pembelajaran. Dalam hal ini McNift (1992:1) seperti dikutip Suyanto (1997:2) memandang PTK sebagai bentuk penelitian reflektif yang dilakukan oleh guru sendiri dan hasilnya dapat dimanfaatkan sebagai alat untuk mengembangkan kurikulum, sekolah, dan pengembangan dalam proses belajar mengajar dll.

Penelitian Tindakan Kelas juga dapat menjebatani kesenjangan antara teori dan praktek pendidikan. Dengan demikian guru dapat membuktikan apakah suatu teori pembelajaran dapat diterapkan dengan baik di kelas yang dimilikinya. Jika sekiranya ada teori yang tidak cocok dengan kondisi kelasnya, melalui PTK guru dapat mengadaptasi teori yang ada untuk kepentingan proses atau produk pembelajaran yang lebih efektif.

Dari uraian di atas dapat didefinisikan pengertian PTK secara lebih tegas. Secara singkat PTK didefinisikan sebagai suatu bentuk penelitian yang bersifat reflektif dengan melakukan tindakan-tindakan tertentu agar dapat memperbaiki dan meningkatkan praktek-praktek pembelajaran di kelas secara lebih profesional. Sebagai contoh jika guru merasa bahwa minat siswa terhadap mata pelajaran sejarah rendah, keadaan ini sangat menghambat pencapaian tujuan pembelajaran, maka guru dapat melakukan penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan minat belajar sejarah siswa.

B. Tujuan Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

(23)

Penelitian tindakan ini digunakan oleh para guru sebagai praktisi lapangan di- dunia pendidikan. Penelitian ini sering digunakan guru untuk memecahkan masalah-masalah sehari-hari yang timbul dalam proses belajar mengajar, masalah-masalah nyata yang terjadi dikelas akan menjadi cara untuk meningkatkan proses pembelajaran serta meningkatkan hasil belajar para peserta didik. (Setyosari, 2012 : 47-48)

Menurut (Daryant, 2011 : 13-14) tujuan dari penelitian tindakan kelas harus sesuai dan konsisten dengan permasalahan yang akan diteliti. Perumusan tujuannya haruslah dilakukan dengan jelas, baik dan terencana. Harus jelas untuk apa dan siapa penelitian ini ditujukan. Tujuan dari PTK disini berbeda dengan tujuan formal yang artinya, tujuan dari PTK ini bukan dari apa yang tampak untuk diteliti melainkan proses dan hasil yang ingin kita capai dalam penelitian tersebut, Misalnya dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam akan diterapkan strategi proses belajar mengajar yang baru salah satunya dengan meningkatkan pemanfaatan lingkungan sebagai medianya. Dalam hal ini pengembangan PBM tersebut bukanlah rumusan dari tujuan PTK tetapi hasil yang akan dicapai yaitu meningkatnya hasil belajar peserta didik lah yang merupakan tujuan dari penelitian tindakan kelas itu sendiri.

Dewasa ini perkembangan masyarakat berlangsung dengan cepat, tuntutan akan pendidikan yang berkualitas pun semakin meningkat oleh karena itu kita sebagai guru yang dengan kata lain merupakan praktisi lapangan di dunia pendidikan dituntut dapat lebih cepat untuk memenuhi tuntutan-tuntutan tersebut dengan kemampuan dan keahlian yang dimiliki. Oleh karena itu guru sebagai praktisi lapangan dituntut untuk terus- menerus mencari dan mencoba hal-hal baru yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan. Melalui penelitian tindakan kelas, pendidik dapat meningkatkan dan memperbaiki layananan pendidikan yang dalam hal ini adalah segala yang terjadi dalam proses belajar mengajar di kelas. Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa tujuan utama PTK adalah untuk perbaikan dan peningkatan layanan profesional pendidik dalam menangani proses belajar di dalam kelas. Tujuan itu dapat dicapai dengan melaukakan tindakan alternatif dalam memecahkan masalah yang dihadapi. Fokus penelitian ini terdapat pada tindakan yang direncanakan oleh guru, yang selanjutnya akan diterapkan pada peserta didik, kemudian dievaluasi apakah berhasil atau tidak (Arikunto, dkk.2009 : 106-107).

(24)

atau kegiatan, keprofesionalan dan situasi atau proses kegiatan. Atau dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. PTK bertujuan untuk meningkatkan kualitas praktik di lapangan. Praktek disini adalah kegiatan yang dilaksanakan selama proses belajar mengajar.

2. Untuk meningkatkan kemampuan pendidik agar dapat selalu tanggap terhadap perubahan sosial dan bidang ilmu yang didalaminya serta peningkatan kemampuan dalam proses pembelajaran agar lebih professional.

3. Meningkatkan proses selama PBM agar lebih berkualitas, sehingga peserta didik pun dapat meningkat kemampuannya sebab tidak hanya bertumpu pada hasil yang akan diperoleh. Hal ini tentu hanya dapat terjadi dengan meningkatnya keterampilan guru untuk menyelesaikan setiap masalah.

Menurut Bahri (2012 : 10) penelitian tindakan kelas bertujuan untuk memperbaiki praktek dalam pembelajaran agar menjadi lebih berkualitas dalam prosesnya agar hasil belajar pun dapat meningkat, secara lebih luas PTK bertujuan untuk meningkatkan pelayanan pendidikan disekolah dan masyarakat.

Menurut Sanjaya (2010 : 33). Tujuan utama PTK adalah peningkatan kualitas proses belajar dan kualitas hasil belajar, Dimana peningkatan itu dilakukan secara praktis, yang artinya pelaksanaannya kadang tidak memperhatikan kaidah-kaidah ilmiah tetapi lebih kepada situasi dan kondisi yang secara nyata terjadi di lapangan.

Menurut Tahir (2011 : 85) tujuan utama PTK adalah perbaikan dan peningkatan keprofesionalan guru dalam PBM. Sedang tujuan sertaan dari PTK adalah mengembangkan keterampilan guru untuk menyelesaikan segala persoalan aktual yang terkait pembelajaran.

(25)

Mengenai pernyataan di atas tujuan penelitian tindakan kelas dapat di jelaskan sebagai pengembangan keterampilan proses pembelajaran yang dihadapi oleh guru dalam kegiatan belajar mengajar di kelas,bukan bertujuan untuk mencapai pengetehuan umun dalam suatu bidang pendidikan. (Borg, 1996 dalam Arikonto, 2009 : 107)

Tujuan yang akan diperoleh dari penelitian tindakan kelas adalah sebagai berikut:

a. Secara kesekuruhan PTK bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan, perbaikan atau peningkatan praktik pembelajaran dikelas merupakan tujuan antara, sedangkan tujuan akhirnya adalah peningkatan mutu hasil pendidikan

b. Pengembangan keterampilan guru yang bertolak dari kebutuhan untuk mengurangi berbagai permasalahan pembelajaran actual yang dihadapi di kelasnya atau di sekolahnya sendiri dengan atau tanpa masukan khusus berupa berbagai program pelatihan yang eksplinsit

c. Tujuan pertama PTK adalah untuk perbaikan atau peningkatan layanan professional guru dalam menangani proses belajar mengajar, maka tujuan ini dapat dicapai dengan melakukan berbagai tindakan alternatif dalam memecahkan berbagai persoalan pembelajaran di kelas

d. Untuk meningkatkan atau perbaikan praktik pembelajaran yang seharusnya dilakukan oleh guru.

C. Tujuan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Menurut Para Ahli

Apabila kita mengacu pada pembahasan sebelumnya mengenai pengertian dan karakteristik PTK maka tujuan paling inti dari penelitian tindakan kelas adalah untuk peningkatan dan perbaikan praktik pembelajaran.

Menurut Mohammad Asrori (2007:13) tujuan PTK ini dapat dicapai dengan cara melakukan berbagai tindakan untuk memecahkan berbagai permasalahan pembelajaran yang selama ini dihadapi, baik yang disadari maupun yang tidak disadari. Oleh karena itu fokus utama penelitian tindakan kelas adalah terletak kepada tindakan-tindakan alternatif yang dirancang oleh guru kemudian di cobakan, dan dievaluasi untuk mengetahui efektivitas tindakan-tindakan alternatif itu dalam memecahkan masalah pembelajaran yang dihadapi oleh guru.

(26)

juga tercapai sekaligus dalam kegiatan penelitian itu. Tujuan penyerta yang dapat dicapai adalah terjadinya proses latihan dalam jabatan oleh guru selama proses penelitian tindakan kelas dilakukan.

Dalam konteks pengalaman latihan guru ini Borg (1996) menegaskan bahwa tujuan utama penelitian tindakan adalah pengembangan keterampilan guru berdasarkan persoalan-persoalan pembelajaran yang dihadapi guru di kelasnya sendiri, dan bukannya bertujuan untuk pencapaian pengetahuan umum dalam bidang pendidikan.

Dalam konteks tujuan penelitian tindakan kelas ini ada beberapa pendapat yang penulis kutip dari bebagai sumber yaitu sebagai berikut ini:

1) Suhadjono (2007:61) mengatakan bahwa tujuan penelitian tindakan kelas itu adalah :

a. Meningkatkan mutu isi, masukan, proses, serta hasil pendidikan dan pembelajaran disekolah b. Membantu guru dan tenaga kekependidikan lainnya mengatasai masalah pembelajaran dan

pendidikan di dalam kelas

c. Meningkatkan sikap professional pendidik dan tenaga kependidika

d. Menumbuh-kembangkan budaya akademik dilingkungan sekolah sehingga tercipta sikap proaktif di dalam melakukan perbaikan mutu pendidikan dan pembelajaran secara berkelanjuta (sustainable).

2) Menurut I Wayan Santyasa (2007) tujuan PTK dapat digolongkan atas dua jenis, tujuan utama dan tujuan sertaan. Tujuan-tujuan tersebut adalah sebagai berikut.

a. Tujuan utama pertama, melakukan perbaikan dan peningkatan layanan professional Guru dalam menangani proses pembelajaran. Tujuan tersebut dapat dicapai dengan melakukan refleksi untuk mendiagnosis kondisi, kemudian mencoba secara sistematis berbagai model pembelajaran alternatif yang diyakini secara teoretis dan praktis dapat memecahkan masalah pembelajaran. Dengan kata lain, guru melakukan perencanaan, melaksanakan tindakan, melakukan evaluasi, dan refleksi.

(27)

mind-on, tidak dalam situasi artifisial, (3) produknyas adalah sebuah nilai, karena keilmiahan segi pelaksanaan akan didukung oleh lingkungan.

c. Tujuan sertaan, menumbuh kembangkan budaya meneliti di kalangan Guru.

3) Menurut Kasihani, (1999) tujuan Penelitian tindakan kelas adalah :

a. Meningkatkan dan memperbaiki praktek pembelajaran yang seharusnya dilakukan oleh guru, mengingat masyarakat kita berkembang begitu cepat. Hal ini akan berakibat terhadap meningkatnya tuntutan layanan pendidikan yang harus dilakukan oleh guru. PTK merupakan cara yang strategis bagi guru untuk meningkatkan atau memperbaiki layanan tersebut.

b. Meningkatkan mutu pendidikan. Peningkatan atau perbaikan praktek pembelajaran di kelas hanya tujuan antara, sedangkan tujuan akhir adalah peningkatan mutu pendidikan. Misal, terjadi peningkatan motivasi siswa dalam belajar, meningkatnya sikap positif siswa terhadap mata pelajaran, bertambahnya keterampilan yang dikuasai, adalah merupakan beberapa contoh dari tujuan antara sebagai hasil jangka pendek dari peningkatan praktek pembelajaran di kelas. Sasaran akhirnya adalah meningkatnya mutu pendidikan.

c. Menumbuhkembangkan budaya akademik di lingkungan sekolah sehingga tercipta sikap proaktif untuk memperbaiki pembelajaran, berdasar pada persoalan-persoalan pembelajaran yang dihadapi guru di kelas.

4) Menurut Ditjen PMPTK (2010:7) Tujuan utama PTK adalah untuk memecahkan permasalahan nyata yang terjadi di dalam kelas sekaligus mencari jawaban ilmiah mengapa hal tersebut dapat dipecahkan melalui tindakan yang akan dilakukan. PTK juga bertujuan untuk meningkatkan kegiatan nyata guru dalam pengembangan profesinya. Tujuan khusus PTK adalah untuk mengatasi berbagai persoalan nyata guna memperbaiki atau meningkatkan kualitas proses pembelajaran di kelas. Secara lebih rinci tujuan PTK antara lain:

a. Meningkatkan mutu isi, masukan, proses, dan hasil pendidikan dan pembelajaran di sekolah b. Membantu guru dan tenaga kependidikan lainnya dalam mengatasi masalah pembelajaran dan

pendidikan di dalam dan luar kelas.

c. Meningkatkan sikap profesional pendidik dan tenaga kependidikan.

(28)

5) Menurut Asikin (2009 : 41), tujuan PTK antara lain:

a. Untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. b. Untuk memperbaiki dan meningkatkan layanan professional pendidik dalam c. menangani proses belajar mengajar di kelas.

d. Pengembangan keterampilan proses pembelajaran yang dihadapi guru di e. kelasnya.

f. Sebagai proses latihan dalam jabatan dan layanan pembelajaran yang akurat.

Mengacu pada tujuan penelitian tindakan kelas diatas maka Output atau hasil yang diharapkan melalui PTK adalah peningkatan atau perbaikan kualitas proses dan hasil pembelajaran yang meliputi hal-hal sebagai berikut.

1. Peningkatan atau perbaikan kinerja siswa di sekolah.

2. Peningkatan atau perbaikan mutu proses pembelajaran di kelas.

3. Peningkatan atau perbaikan kualitas penggunaan media, alat bantu belajar, dan sumber belajar lainya.

4. Peningkatan atau perbaikan kualitas prosedur dan alat evaluasi yang digunakan untuk mengukur proses dan hasil belajar siswa.

5. Peningkatan atau perbaikan masalah-masalah pendidikan anak di sekolah.

6. Peningkatan dan perbaikan kualitas dalam penerapan kurikulum dan pengembangan kompetensi siswa (Mohammad Asrori, 2007:14)

Beberapa alasan mengapa guru dipandang tepat untuk melakukan penelitian tindakan kelas adalah :

1. Guru adalah orang yang paling dekat dan paling akrab dengan kelas. Paling karab karena gurulah yang setiap hari melaksanakan proses pembelajaran di kelas.

2. Guru memiliki otonomi untuk menilai kinerjanya sendiri.

3. Interaksi guru dan siswa berlangsung secara unik. Dikatakan unik karena ketika siswa berinteraksi dengan guru tidak akan sama dengan ketika siswa berinteraksi dengan personal sekolah lainnya.

(29)

teoritik atau terlalu rumit sehingga guru harus belajar terlebih dahulu atau dilatih terlebih dahulu untuk bisa menerapkan dalam proses pembelajaran di kelas.

5. Keterlibatan guru dalam berbagai kegiatan inovatif yang bersifat pengembangan mempersyaratkan guru untuk mampu melakukan penelitian tindakan kelas.

D. Tujuan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) digolongkan atas utama dan tujuan sertaan.

Tujuan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dapat digolongkan atas dua jenis, tujuan utama dan tujuan sertaan. Tujuan-tujuan tersebut adalah sebagai berikut:

1. Tujuan utama pertama, melakukan perbaikan dan peningkatan layanan profesional Guru dalam menangani proses pembelajaran. Tujuan tersebut dapat dicapai dengan melakukan refleksi untuk mendiagnosis kondisi, kemudian mencoba secara sistematis berbagai model pembelajaran alternatif yang diyakini secara teoretis dan praktis dapat memecahkan masalah pembelajaran. Dengan kata lain, guru melakukan perencanaan, melaksanakan tindakan, melakukan evaluasi, dan refleksi.

2. Tujuan utama kedua, melakukan pengembangan keteranpilan Guru yang bertolak dari kebutuhan untuk menanggulangi berbagai persoalan aktual yang dihadapinya terkait dengan pembelajaran. Tujuan ini dilandasi oleh tiga hal penting, (1) kebutuhan pelaksanaan tumbuh dari Guru sendiri, bukan karena ditugaskan oleh kepala sekolah, (2) proses latihan terjadi secara hand-on dan mind-on, tidak dalam situasi artifisial, (3) produknyas adalah sebuah nilai, karena keilmiahan segi pelaksanaan akan didukung oleh lingkungan.

3. Tujuan sertaan, menumbuh kembangkan budaya meneliti di kalangan Guru.

E. Tujuan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ditinjau ari Manfaat Penelitian bagi siswa, bagi

guru pelaksana, bagi rekan guru lainnya serta bagi dosen LPTK sebagai pendidik guru.

(30)

Di samping tujuan penelitian tindakan kelas (PTK) di atas, juga perlu diuraikan kemungkinan kemanfaatan penelitian. Dalam hubungan ini, perlu dipaparkan secara spesifik keuntungan-keuntungan yang dapat diperoleh, khususnya bagi siswa, di samping bagi guru pelaksana penelitian tindakan kelas PTK, bagi rekan-rekan guru lainnya serta bagi dosen LPTK sebagai pendidik guru. Pengembangan ilmu, bukanlah prioritas dalam menetapkan tujuan penelitian tindakan kelas PTK.

Tujuan utama PTK adalah perbaikan dan peningkatan layanan profesional guru dalam menangani proses pembelajaran. Adapun tujuan penyerta yang sekaligus dapat dicapai adalah terjadinya proses latihan dalam jabatan selama proses penelitian tindakan kelas berlangsung sehingga guru akan lebih banyak mendapatkan pengalaman tentang keterampilan praktek pembelajaran secara reflektif.

Tujuan PTK Penelitian tindakan kelas Dalam pelaksanaannya, PTK diawali dengan kesadaran akan adanya permasalahan yang dirasakan mengganggu, yang dianggap menghalangi pencapaian tujuan pendidikan sehingga ditengarai telah berdampak kurang baik terhadap proses dan atau hasil belajar pserta didik, dan atau implementasi sesuatu program sekolah. Bertolak dari kesadaran mengenai adanya permasalahan tersebut, yang besar kemungkian masih tergambarkan secara kabur, guru kemudian menetapkan fokus permasalahan secara lebih tajam kalau perlu dengan mengumpulkan tambahan data lapangan secara lebih sistematis dan atau melakukan kajian pustaka yang relevan.

Tujuan PTK sebagai berikut :

1) Memperbaiki dan meningkatkan mutu praktik pembelajaran yang dilaksanakan guru demi tercapainya tujuan pembelajaran.

2) Memperbaiki dan meningkatkan kinerja-kinerja pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru. 3) Mengidentifikasi, menemukan solusi, dan mengatasi masalah pembelajaran di kelas agar

pembelajaran bermutu.

4) Meningkatkan dan memperkuat kemampuan guru dalam memecahkan masalah-masalah pembelajaran dan membuat keputusan yang tepat bagi siswa dan kelas yang diajarnya.

(31)

6) Mencobakan gagasan, pikiran, kiat, cara, dan strategi baru dalam pembelajaran untuk meningkatkan mutu pembelajaran selain kemampuan inovatif guru.

7) Mengeksplorasi pembelajaran yang selalu berwawasan atau berbasis penelitian agar pembelajaran dapat bertumpu pada realitas empiris kelas, bukan semata-mata bertumpu pada kesan umum atau asumsi.

8) Memecahkan masalah-masalah melalui penerapan langsung di kelas atau tempat kerja (Isaac, 1994:27).

9) Menemukan pemecahan masalah yang dihadapi sesorang dalam tugasnya sehari-hari dimana pun tempatnya, di kelas, di kantor, di rumah sakit, dan seterusnya.

Tujuan Penelitian Tindakan Kelas

Tujuan penelitian tindakan kelas terkait erat dengan keinginan seseorang untuk meningkatkan dan atau memperbaiki praktek pembelajaran di kelas. Penelitian ini seharusnya dilakukan oleh para guru, karena para guru adalah orang yang secara langsung berhadapan dengan permasalahan-permasalahan yang ada di kelasnya.

Penelitian tindakan kelas merupakan cara strategis bagi guru untuk memperbaiki proses pembelajaran di kelas. Hal ini didukung oleh pernyataan Mc.Niff (1992) dalam Suyanto (1997: 5) yang menegaskan bahwa dasar utama bagi dilaksanakannya penelitian tindakan kelas adalah perbaikan. Perbaikan di sini terkait dan memiliki konteks dengan proses pembelajaran.

Terkait dengan penelitian tindakan kelas sebagai sarana strategis layanan pendidikan bagi dalam konteks pembelajaran guru muncul pertanyaan bagaimana tujuan penelitian dapat dicapai? Tujuan penelitian tindakan kelas dapat dicapai dengan melakukan berbagai tindakan alternatif dalam memecahkan berbagai persoalan pembelajaran di kelas. Oleh karena itu fokus penelitian tindakan kelas adalah terletak

pada tindakana-tindakan alternatif yang direncanakan oleh guru, kemudian dicobakan, dievaluasi apakah tindakan-tindakan alternatif yang dilakukan dapat digunakan untuk memecahkan persoalan pembelajaran yang sedang dihadapi guru.

(32)

berlangsung. Hal ini terjadi karena tujuan utama penelitian tindakan kelas adalah perbaikan dan peningkatan layanan dalam proses pembelajaran.

Dengan strategi ini guru akan lebih banyak berlatih mengaplikasikan berbagai tindakan alternatif sebagai upaya untuk meningkatkan layanan pembelajaran Dari perolehan pengetahuan umum dalam bidang pendidikan yang dapat digenaralisasikan (Suyanto,1997:8)

(33)

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi; Suhardjono; dan Supardi. 2007. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.

Isaac, Stephen and William B. Michael. Handbook in Reasearch and Evaluation: For Education and the Behavioral Sciences. Third edition. San Diego, CA: EdiTS, 1994.

Suyanto. 2005. Profesionalisasi dan Sertifikasi Guru. Makalah dalam seminar PGRI di Universitar Muhamadih Purwokerto, Desember 2005.

http://007indien.blogspot.com/2012/04/tujuan-penelitian-tindakan-kelas.html

(34)

Tujuan PTK Penelitian tindakan kelas cms-formulasi Dalam pelaksanaannya, PTK diawali dengan kesadaran akan adanya permasalahan yang dirasakan mengganggu, yang dianggap menghalangi pencapaian tujuan pendidikan sehingga ditengarai telah berdampak kurang baik terhadap proses dan atau hasil belajar pserta didik, dan atau implementasi sesuatu program sekolah. Bertolak dari kesadaran mengenai adanya permasalahan tersebut, yang besar

kemungkian masih tergambarkan secara kabur, guru kemudian menetapkan fokus permasalahan secara lebih tajam kalau perlu dengan mengumpulkan tambahan data lapangan secara lebih sistematis dan atau melakukan kajian pustaka yang relevan. image%25255B2%25255D Tujuan PTK sebagai berikut : Memperbaiki dan meningkatkan mutu praktik pembelajaran yang

dilaksanakan guru demi tercapainya tujuan pembelajaran. Memperbaiki dan meningkatkan kinerja-kinerja pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru. Mengidentifikasi, menemukan solusi, dan mengatasi masalah pembelajaran di kelas agar pembelajaran bermutu. Meningkatkan dan memperkuat kemampuan guru dalam memecahkan masalah-masalah pembelajaran dan membuat keputusan yang tepat bagi siswa dan kelas yang diajarnya. Mengeksplorasi dan membuahkan kreasi-kreasi dan inovasi-inovasi pembelajaran (misalnya, pendekatan, metode, strategi, dan media) yang dapat dilakukan oleh guru demi peningkatan mutu proses dan hasil pembelajaran. Mencobakan gagasan, pikiran, kiat, cara, dan strategi baru dalam pembelajaran untuk

meningkatkan mutu pembelajaran selain kemampuan inovatif guru. Mengeksplorasi pembelajaran yang selalu berwawasan atau berbasis penelitian agar pembelajaran dapat bertumpu pada realitas empiris kelas, bukan semata-mata bertumpu pada kesan umum atau asumsi. Memecahkan masalah-masalah melalui penerapan langsung di kelas atau tempat kerja (Isaac, 1994:27). Menemukan pemecahan masalah yang dihadapi sesorang dalam tugasnya sehari-hari dimana pun tempatnya, di kelas, di kantor, di rumah sakit, dan seterusnya... Baca Selengkapnya di : http://www.m-edukasi.web.id/2012/05/tujuan-ptk-penelitian-tindakan-kelas.html

(35)

KARAKTERISTIK, TUJUAN, DAN MANFAAT PTK

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sertifkasi guru menjadi suatu titik perhatian yang sangat menarik dan menyedot konsentrasi serta energy banyak orang dilingkungan pendidikan. Guru dituntut untuk memiliki dan menampilkan kinerja secara berkualitas sesuai dengan bidang tugasnya. Standar Nasional Pendidikan (2005) telah menegaskan bahwa guru harus memiliki kompetensi kepribadian, pedagogis. Professional dan sosial.

Salah satu dari 4 komponen tersebut yang berkaitan langsung dengan proses inovasi gaya pembeljaran adalah kompetensi professional yaitu kemampuan guru melakukan penelitian sederhana. Salah satu bentuk penelitian yang sederhana yang dapat dilakukan guru didalam proses pembelajaran yakni “Penenlitian Tindakan Kelas”. Yang didalamnya terdapat karakteristik, tujuan dan manfaat dari Penelitian Tindakan Kelas.

1.2 Rumusan Masalah

1. Bagaimana Karakteristik dari Penelitian Tindakan Kelas? 2. Bagaimana Tujuan dari PTK?

3. Apa Manfaat dari PTK?

1.3 Tujuan

1. Untuk mengetahui Karakteristik dari Penelitian Tindakan Kelas 2. Untuk mengetahui Tujuan dari PTK

(36)

BAB II PEMBAHASAN 2.1 Karakteristik Penelitan Tindakan Kelas

Mencermati definisi Penelitian Tindakan Kelas yang telah dipaparkan di atas, muncul suatu pertanyaan: “Kalau Penelitian Tindakan Kelas didefinisikan seperti itu, maka apa saja karakteristik penelitian tindakan kelas itu? Semua penelitian memang pada dasamya dilakukan dalam upaya untuk memcahkan masalah.Jika dilihat dari masalah yang harus dipecahkan, Penelitian Tindakan Kelas memiliki karakteristik penting yaitu masalah diteliti untuk dipecahkan harus selalu berangkat dari psrsoalan praktik pembelajaran yang dilakukan oleh guru sehari-hari di kelas.

Jadi, Penelitian Tindakan Kelas akandapat dilaksanakan jika guru sejak awal memang menyadari adanya masalah yang terkait dengan proses dan hasil pembelaj aran yang dihadapi di kelas dan harus dipecahkan. .

Persoalannya adalah tidak semua guru mampu melihat sendiri apa yang sudah dilakukan selama mengajar di kelas. Dapat terjadi guru berbuat kekeliruan selama bertahun-tahun dalam melaksanakan proses pembelajaran, tetapi tidak tahu kalau yang dilakukan itu salah. Bahkan, sangat bolehjadijustru merasa yang dilakukannya selama ini diyakini sebagai seseuatu yang benar.

Oleh sebab itu, guru dapat meminta bantuan orang lain untuk melihat apa yang selama ini dilakukan dalam proses belajar mengajar di kelasnya. Di sinilah pentingnya proses kolaborasi atau kerj asama antara guru dengan peneliti.

Dalam konteks seperti itu, guru dapat bekerjasama dengan peneliti dari perguruan tinggi untuk berdiskusi guna mencari dan merumuskan pennasalahan pembelajaran yang selama ini dilakukan di kelas. Dengan kata lain, guru dapat melakukan penelitian tindakan kelas secara kolaboratifdengan peneliti dari perguruan tinggi.

(37)

banyak manfaat yang akan diperolehnya baik secara profesional maupun secara fungsional untuk meningkatkan karirnya.

Karya tulis ilmiah semakin diperlukan oleh guru di masa depan. Penelitian tindakan kelas secara kolaboratif akan mampu menawarkan peluang yang luas terhadap terciptanya karya tulis bagi guru sambil mengajar di kelas sesuai dengan rancangan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakannya.

PTK berbeda dengan penelitian formal, pada umumnya PTK memilki karateristik sebagi berikut:1[1]

1. Fokus peneliti Tindakan yang Praktis

Tujuan dari penelitian tindakan kelas adalah untuk menangani suatu problematika actual pada setting pendidikan. Dengan demikian,para peneliti penelitian tindakan mengkaji isu-isu praktis yang akan menghasilkan keuntungan bagi pendidikan. Isu-isu ini dapat merupakan masalah dari seorang guru di dalam kelas atau sebuah problematika yang melibatkan banyak pendidik dalam gedung lembaga pendidikan. Ini bias merupakan suatu kebutuhan bagi suatu isu antara sekolah dan masyarakat, sebuah isu dengan suatu kebijakan sekolah atau stuktur yang menghambat kebebasan individu dan tindakan, atau suatu urusan individu di kota kecil dan kota-kota besar. Para peneltian tindakan tidak melakasanakan benuk penelitian ini untuk memajukan pengetahuan untuk kepentingan ilmu pengetahuan akan tetapi untuk memecahkan suatu problem tersebut sifatnya terapan. 2. Pendidik- Peneliti memiliki kegiatan Praktis

Dalam hal ini para peneliti tindakan terjun ke dalam penelitian partisipatori atau penelitian self reflektif di mana mereka mengalihkan pendangan pengamatan mereka pada ruang kelas, sekolah , atau praktik-praktik pendidikan mereka sendiri. Karena mereka mengkaji situasi mereka sendiri, mereka merefleksikan tentang apa yang telah mereka pelajari suatu bentuk pengembangan diri serta apa yang dapat mereka lakukan untuk memperbaiki praktik-praktik pendidikan mereka. Dalam refleksi ini para peneliti tindakan menimbang solusi yang berbeda-beda pada problema

(38)

mereka dan belajar dari menguji ide. Penelitian tindakan yang demikian telah disebut “suatu self refleksi spiral”

3. Kolaborasi

PTK dilaksanakan secara kolaboratif dan bermitra deng pihak lain, seperti teman sejawat. Jadi dalam PTK perlu ada partisipasi dari pihak lain yang berperan sebagai pengamat. Hal ini diperlukan untuk mendukung objektivitas dari hasil PTK. Kolabborasi dalam pelaksanaanny, seperti antara guru dengan rekan sejawat, guru dengan kepala sekolah,guru dengan dosen ataupun guru dengn pengawas.2[2]

4. Suatu proses yang dinamis

Para peneliti PTK yang terjun ke dalam suatu proses yang dinamis meliputi pengulangan kegiatan, seperti suatu ”spiral” dari beberapa kegiatan. Ide penting ialah bahwa peneliti “spiral” kembali maju mundur diantara refleksi atau merenungkan suatu problema, pengumpulan data, dan tindakan suatu team school-based, misalnya bias mencoba beberapa tindakan setelah merefleksikan atau merenungkan waktu yang paling baik bagi sekolah menengah atas untuk memulai. Merefleksikan,mengumpulkan data,mencoba suatu solusi,dan spiral kembali pada refleksi adalah merupakan bentuk kehiatan dari semua bagian dalam proses PTK. Proses tersebut tidak mengikuti suatu pola linier atau suatu urutan kausal dari problematika ke tindakan.

5. Suatu rencana Tindakan

Langkah selanjutnya adalah mengidentifkasi suatu rencana tindakan. Pada bebrapa poin di dalam proses kegiatan penelitian tersebut,peneliti PTK merumuskan suatu rencana tindakan untuk merespon terhadap problema. Perencanaan ini mungkin penting karena penyajian data terhadap penyandang dana,membangun suatu program sebagai pilot proyek atau

(39)

sebagai perintis, menyediakan beberapa program yang sifatnya berkompetensi, atau mengimplementasikan suatu agenda penelitian yang sedang berjalan untuk menyelidiki praktik kegiatan yang baru. Ini bias merupakan suatu perencanaan tertulis, formal atau diskusi-diskusi informal tentang bagaimana menjalankan, dan ini mungkin melibatkan beberapa orang individu atau melibatkan seluruh komunitas.

6. Penelitian Bersama

Tidak seperti penelitian tradisional bahwa para investigator melaporkan dan diplubikasikan dalam juranl dan buku-buku para peneliti PTK melaporakn hasil kegiatan penelitian mereka kepada para pendidi, yang selanjutnya segera dapat menggunakan hasilnya.

Karakteristik PTK berbeda secara konseptual dan fundamental di mana PTK tak lain adalah sebagai berikut:

a. An inquiri of practice from within, berarti kegiatan PTK didasarkan pada masalah keseharian yang dirasakan, dan dihayatai dalam melaksanakan pembelajaran yang selalu muncul, sekalipun siswa/mahasiswa yang dihadapi berlainan pada setiap semesternya.

b. A collaborative efort and participative, mengisyaratkan bahwa tindakan dan upaya perbaikan itu dilakukan bersama-sama siswa/mahasiswa secara kolaboratif dan partisipatif.

c. A reflektif practice made public, yang menghendaki agar keseluruhan proses implementasi tindakan guru-dosen maupun tindakan siswa-mahasiswa dipantau dengan mempergunakan metode dan alat yang dapat dipetanggungjawabkan secara ilmiah. Dengan demikian laporan PTK akan dapat memenuhi kaidah metodologi ilmiah dan kesimpulan atau temuan yang berupa model atau prosedur upaya perbaikan,peningkatan dan perubahan kearah yang lebih baik dan dapat disebarluaskan.

(40)

dalam situasi yang terus berjalan, yaitu tujuan akhirnya adalah untuk peningkatan perbaikan dalam praktik nyatanya.

Adapun dalam buku karangan prof. Dr. hamzah B. Uno, M.pd. nina

lamatenggo, S.E., M.pd. Dra. Satria M.A. koni, M.pd. berjudul menjadi peneliti PTK yang profesional karakteristik PTK ada yang membedakannya dengan jenis penelitian lain dapat dilihat pada ciri-ciri sebagai berikut:

1. Masalah dalam PTK dipicu oleh munculnya kesadaran pada diri guru bahwa praktik yang dilakukannya selama ini di kelas mempunyai masalah yang perlu diselesaikan. Dengan kata lain, guru merasa bahwa ada sesuatu yang perlu diperbaiki dalam praktik pembelajaran yang dilakukan selama ini, dan perbaikan tersebut diprakarsai dari dalam diri guru sendiri (an incuiri of practice from within), bukan oleh orang dari luar. Tegasnya kepedulian guru terhadap kualitaas pembelajaran yang dikelolanya merupakan awal dari munculnya masalah yang perlu dicari jawabannya. Hal ini berbeda dengan penelitian biasa, yang secara umum adanya masalah ditandai oleh penelitian yang biasanya berasal dari luar lingkungan yang mempunyai masalah

tersebut.

2. Self-reflective inquiry atau penelitian melalui refleksi diri, merupakan ciri PTK yang paling esensial. Berbeda dengan penelitian biasa yang

(41)

digunakan agak longgar, namun dapat disimpulkan secara sistematik , sesuai dengan kaidah-kaidah penelitian dan rencana yang dibuat. 3. Peneliti tindakan kelas dapat dilakukan didalam kelas sehingga fokus

penelitian itu adalah kegiatan pembelajaran berupa perilaku guru dan siswa dalam melakukan interaksi belajar mengajar.

4. Penelitian tindakan kelas dilakukan untuk memperbaiki pembelajaran. Perbaikan dilakukan secara bertahap dan terus menerus, selama kegiatan penelitian dilakukan. Oleh karena itu dalam penelitian PTK dikenal adanya siklus penelitian berupa pola: perencanaan- pelaksanaan- observasi- revisi (perencanaan ulang). Hal ini tentu berbeda dengan penelitian biasa yang biasanya tidak diserta dengan perlakuan berupa siklus. Kunci utama PTK adalah adanya tindakan yang dilakukan berulang-ulang dalam rangka mencapai perbaikan yang diinginkan.

Secara sederhana dapat dikemukakan beberapa karakteristik inti dan penelitian tindakan kelas, yaitu:

1. Masalah berasal dari guru

2. Tujuannya memperbaiki pembelajaran

3. Metode utama adalah refleksi diri dengan tetap mengikuti kaidah-kaidah penelitian; 4. Fokus penelitian berupa kegiatan pembelajaran;

5. Guru bertindak sebagai pengajar dan peneliti.

(42)

tindakan yang dikehendaki oleh penelitian tindakan kelas. Suhasimi.(2007) menegaskan bahwa prinsip dasar tindakan dalam penelitian tindakan kelas adalah “tindakan yang diberikan oleh guru kepada siswa dengan maksud rneningkatkan prestasi belajar siswa rnelalui peningkatan kegiatan siswa.”

Untuk memperjelas kriteria “tindakan” dalam penelitian tindakan kelas, berikut ini disajikan ilutrasi kasus.

“seorang guru IPA di suatu SMP mengamati bahwa siswa pada umumnya merasa senang ketika ditugaskan melakukan praktikum di laboratorium. Begitu diberi tahukan untuk melakukan praktikum dan guru memberikan lembar petunjuk pelaksanaan praktikum, mereka segera menuju laboratorium, mengambil peralatan praktikum, mengambil bahan, dan melaksanakan praktikum. Guru tidak sempat menunggu secara utuh ketika siswa melakukan praktikum. Setelah selesai, siswa menyusun laporan dan langsung menyerahkan kepada guru.Ketika gum mernbaca laporan praktikum yang disusun oleh siswa, guru merasa kecewa karena pada umumnya laporannya kurang sistematis dan isinya jauh dan teon' praktikum yang seharusnya.Oleh sebab itu, guru tersebut berniat untuk membimbing agar siswa mampu melaksanakan praktikum dan membuat laporan dengan benar.Kalau hanya diberitahu saja, dan dipesan agar Waktu memasuki laboratorium harus hati-hati, mengarnbil alat-alat praktikum dengan cennat, sangat boleh jadi pesan guru tersebut tidak terlalu diperhatikan.”

oleh sebab itu, sebagai guru yang bijaksana, dia berusaha menganalisis dan mengenali apa sajakelemahan-kclemahan yangterjadi ketika siswa melakukan praktikum.Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, gum tersebut memperoleh beberapa aspek dari keseluruhan kegiatan praktikum yang harus dibenahi, yaim;

1. Ketika guru membagikan lembar petunjuk praktikum, siswa tidak diberikankesempatan untuk menelaah dan menanyakan hal-hal yang belum dipahami.Barangkali masih ada yang tidak dipahami oleh siswa dalam petunjuk praktikum tersebut, tetapi siswa langsung melakukan praktikum. Tentu saja pada bagian yang belum dipahami itu menyebabkan siswa melakukan praktikum dengan tidak benar. Bagian ini akan dicari cara untuk memperbaikinya.

(43)

3. Ketika siswa melaksanakanpraktikum, guru tidak selalu menunggui dan mengamati dengan sungguh-sungguh cara siswa bekerja sejak awal sampai akhir. Bagian ini juga menjadi perhatian guru untuk diperbaiki.

4. Ketika siswa menyusun laporan tidak dibimbing, langsung disuruh menyusunnya, dan kemudian langsung diserahkan kepada guru. Hasil praktikum belum tentu dikuasai oleh siswa karena tidak ada kesempatan untuk menelaah bersama-sama guru. Bagian ini juga menjadi perhatian guru untuk diperbaiki.

Setelah guru menganalisis kelemahan-kelemahan tersebut, selanjutnya merumuskan tindakan-tindakan perbaikan proses pembelaj aran praktikum tersebut, yaitu:

1. Setelah petunjuk praktikum diperbanyak dan dibagikan kepada siswa, seluruh siswa diberikan kesempatan untuk membaca dan memahami secara cermat dan diberikan kesempatan untuk menanyakan hal-hal yang belum dipahami. Setelah guru yakin bahwa semua siswa memahami petunjuk praktikum, maka siswa disuruh mulaimelaksanakan praktikum.

2. Gurumemberikan petunjuk agar siswa dalam mengarnbil alat-alat dan bahan praktikum harus bergiliran dan berurutan. Ini dilakukan karena guru yakin bahwa jika siswa diberi panduan untuk lnengambil alat-alat dan bahan praktikum secara bergiliran dan dengan urutan yang benar, maka siswa akan tertib, tidak berebut, dan melakukannya secara hati-hati.

3. Selain membuat petunjuk praktikum, gum j uga membuat lembar pengamatan yang digunakan untuk mengamati kegiatan siswa ketika sedang melakukan praktikum. Dengan cara demikian, siswa dapat melaksanakan praktikum dengan lancar, tidak mengalami kebingungan, dan tidak akan bekerja secara seenaknya karena selama melaksanakan praktikurn senantiasa diamati oleh guru.

4. Untuk menj aga agar laporan yang disusun oleh siswa memenuhi syarat, maka guru membuat pedoman penyusunan laporan dan dibagikan kepada siswa.

5. Agar siswa memahami isi hasil praktikum yang dituangkan dalam laporan, maka guru mengajak siswa untuk membahasnya secara keseluruhan.

Berikut ini disaj ikan beberapa conth kegiatan guru yang tidak mencerminkan adanya “tindakan” sebagaimana yang dikehendaki oleh penelitian tindakan kelas:

Referensi

Dokumen terkait

relevansi nilai relief Sudamala dan Garudeya dengan pengembangan nilai-nilai karakter dalam pembelajaran IPS sejarah dapat diketahui bahwa terdapat beberapa SK dan

Penelitian yang dilakukan oleh Simuh mempunyai fokus pembahasan yang berbeda dengan penelitian naskah Islam Kejawen akan tetapi informasi tentang spiritualitas

Pemilik atau pengelola UMKM pada sentral usaha pengolahan ikan di Kampung Patin Desa Koto Mesjid, Kampar, Riau harus meningkatkan kinerja pemasaran, perolehan

Esensi Allah bukan merupakan gabungan dari substansi-substansi yang berbeda melainkan suatu keutuhan yang menyatu yang hanya terdiri dari satu substansi...

Selanjutnya setelah khalayak sasaran ditentukan, barulah dilakukan pengkajian tujuan pesan komunikasi. Adapun tujuan program pengembangan industry kuliner eCafe Sapulidi

Berdasarkan landasan teori dan penelitian terdahulu, sehingga dapat ditentukan penelitian ini menggunakan variabel independen good corporate governance yang

untuk periode yang berakhir 31 Desember 2008. Bursa Efek Indonesia juga menerbitkan keputusan direksi PT. Bagi perusahaan yang tidak patuh terhadap peraturan

Pemilihan dosis yang digunakan diperoleh dari dosis maksimum yang diberikan secara teknis pada hewan uji mencit (16 g/kgBB) dengan mengacu pada tabel klasifikasi