• Tidak ada hasil yang ditemukan

PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN BUDIDAYA SAYURAN ORGANIK DI PEKARANGAN TRAINING AND MENTORING OF VEGETABLE CULTIVATION ORGANIC IN THE YARD

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN BUDIDAYA SAYURAN ORGANIK DI PEKARANGAN TRAINING AND MENTORING OF VEGETABLE CULTIVATION ORGANIC IN THE YARD"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN BUDIDAYA SAYURAN ORGANIK DI PEKARANGAN

TRAINING AND MENTORING OF VEGETABLE CULTIVATION ORGANIC IN THE YARD

Oleh :

Efrain Patola1) dan Saiful Bahri2)

1). Fakultas Pertanian Universitas Slamet Riyadi Surakata. [email protected]

ABSTRAK

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk (1) meningkatkan pemahaman tentang pekarangan, sayuran organik dan teknik budidayanya; serta (2) meningkatkan keterampilan teknik membudidayakan sayuran secara organik. Sedangkan target khusus yang ingin dicapai adalah PKK Rt 05/RW 08 dapat memproduksi sendiri berbagai sayuran organik sehingga mnereka dapat merasakan manfaat dari nutrisi sayur yang belum memudar, rasanya yang masih segar, serta menghemat pengeluaran rumah tangga. Kegiatan ini telah dilaksanakan di kelurahan Banyuanyar kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah, yang diikuti 30 orang peserta dari PKK Rt 05/RW 08. Metode kegiatan yang digunakan adalah “pemberian pengetahuan dan pembentukan sikap melalui ceramah, diskusi, dan praktek budidaya sayuran organik. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa Ibu-Ibu PKK Rt 05 RW 08 sudah dapat memahami dan membudidayakan sayuran organik secara benar.

Kata Kunci : Pekarangan, sayuran organik, teknik budidaya

ABSTRACT

This community devotion activities aim to (1) improve understanding of yard, organic vegetables and cultivation techniques; and (2) improving the technical skills of organic vegetables cultivation. While the specific target to be achieved is PKK Rt 05 / RW 08 can produce their own various organic vegetables so that they can feel the benefits of vegetable nutrients that have not faded, the taste is still fresh, and save household expenditure.This activity has been conducted in Kelurahan Banyuanyar, Banjarsari subdistrict, Surakarta City, Central of Java, followed 30 participants from PKK Rt 05 / RW 08. The activity method used is "the giving of knowledge and attitude formation through lecture, discussions, and organic vegetable farming practices. The results of this devotion show that mothers PKK Rt 05 RW 08 is can already to understand and cultivation organic vegetables properly.

Keywords: yard, organic vegetables, cultivation technique

PENDAHULUAN

Pekarangan adalah areal tanah yang biasanya berdekatan dengan sebuah bangunan. Jika bangunan tersebut adalah rumah, maka disebut pekarangan rumah. Pekarangan dapat berada di depan, belakang atau samping sebuah bangunan, tergantung

seberapa luas sisa tanah yang tersedia setelah dipakai untuk bangunan utamanya (Badan Litbang Pertanian, 2012).

(2)

seiring berjalannya waktu kebiasaan tersebut semakin ditinggalkan, dan banyak pekarangan di pedesaan justru tidak dimanfaatkan, dibiarkan telantar dan gersang.

Bertolak belakang dengan kecenderungan di atas, jumlah penduduk akhir-akhir ini terus mengalami peningkatan sehingga kebutuhan bahan panganpun semakin bertambah. Pemenuhan kebutuhan pangan tersebut banyak menemui permasalahan, di antaranya adalah fenomena perubahan iklim global yang berpengaruh pada tingkat produksi dan distribusi bahan pangan, penyempitan lahan pertanian akibat penggunaan di bidang non pertanian, dan tingginya tingkat degradasi lahan sehingga menyebabkan berkurangnya hasil panen.

Oleh sebab itu, strategi dalam pemenuhan bahan pangan, di antaranya melalui pemanfaatan lahan pekarangan, perlu dikembangkan. Data statistik menunjukkan luas lahan pekarangan di Indonesia saat ini mencapai 10,3 juta hektar. Apabila dimanfaatkan secara optimal maka permasalahan pemenuhan kebutuhan pangan, sebagaimana disebutkan di atas, kemungkinan besar dapat dikurangi.

Berbeda dengan lahan pertanian secara umum, pekarangan rumah memiliki luasan yang relatif sempit, bersentuhan langsung dengan penghuni rumah, serta memiliki peran yang sangat kompleks. Oleh sebab itu, pemanfaatannya dalam budidaya sayuran harus direncanakan sedemikian rupa sehingga dapat berfungsi optimal, baik dalam

hal tingkat produksi maupun dalam pemanfaatan lainnya di rumah tangga.

Beberapa prasyarat yang harus dipenuhi dalam berbudidaya sayuran di pekarangan di antaranya adalah harus memiliki nilai estetika atau keindahan sehingga selain dapat dimakan juga dapat mempercantik halaman rumah. Strategi yang dapat dilakukan, di antaranya melalui pengaturan jenis, bentuk, dan warna tanaman. Selain itu, model yang digunakan sebaiknya bersifat mobil atau mudah untuk dipindahkan. Hal ini diperlukan guna mengantisipasi pemanfaatan dan penataan pekarangan. Model budidaya yang dapat memenuhi kriteria demikian adalah model budidaya secara vertikal atau vertikultur dan budidaya dalam pot.

(3)

Harapannya adalah terciptanya lingkungan hijau yang bersih, sehat, rapi, dan indah, serta dapat menghemat pengeluaran rumah tangga karena nantinya akan tersedia beraneka tanaman sayuran organik.

Untuk dapat memenuhi keinginan PKK R t 05/RW 08 tersebut di atas, perlu dilakukan pengenalan dan praktik budidaya berbagai sayuran organik di pekarangan.

METODE PELAKSANAAN a. Solusi yang Ditawarkan

Solusi yang ditawarkan untuk mengatasi masalah yang dihadapi mitra tersebut adalah, melakukan kegiatan pengenalan tentang pekarangan, tanaman sayuran, dan praktik budidaya sayuran secara organik 1) Pengenalan tentang Budidaya Tanaman Sayuran di Pekarangan

Metode pendekatan yang ditawarkan untuk mendukung kegiatan pengenalan ini adalahpemberian pengetahuan dan pembentukan sikap, melalui ceramah dan diskusi”.

2) Praktik Budidaya Tanaman Sayuran secara Organik

Metode pendekatan yang digunakan adalah pemberian pengetahuan, pembentukan sikap, dan ketrampilan teknik melalui praktek langsung

b. Prosedur Kerja

Prosedur kerja PPM ini mencakup 3 tahap kegiatan yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi, sebagai berikut :

1. Tahap Persiapan

Pada tahap persiapan, dilakukan survai penentuan lokasi dan sasaran, analisis kebutuhan kegiatan, dan penyusunan materi kegiatan

2. Tahap Pelaksanaan

Pada tahap pelaksanaan kegiatan, diberikan pengetahuan tentang pekarangan, sayuran organik, dan praktek budidaya tanaman sayuran di pekarangan dan kebun

3. Tahap evaluasi

Pada akhir kegiatan dilakukan evaluasi, untuk mengungkap keberhasilan pelaksanaan kegiatan, baik dari aspek teori, praktek maupun kemanfaatan yang dirasakan oleh peserta.

c. Rencana Kegiatan

Rencana kegiatan pengabdian kepada masyarakat di kelurahan Banyuanyar ini adalah :

1. Pengenalan tentang pekarangan, sayuran organik, dan teknik budidaya Kegiatan ini direncanakan akan

dilaksanakan pada tanggal 15 Maret 2017 di rumah anggota PKK Rt 05/RW 08. Peserta kegiatan berjumlah 30 orang. Pada kegiatan ini akan diberikan penjelasan dan pemahaman tentang pekarangan, sayuran organik, dan teknik budidayanya. Setelah itu akan dilanjutkan dengan diskusi.

2. Praktik Budidaya sayuran

(4)

tanaman sayuran, dan teknik budidaya). Dalam kegiatan ini akan dilakukan praktik persiiapan media tanam, teknik pembibitan, dan teknik penanaman dalam polybag

3. Pendampingan

Pendampingan ini terutama terhadap kegiatan pemeliharaan tanaman yaitu pemupukan, penyiraman, pengendalian hama dan penyakit, serta kegiatan panen. Pendampingan akan dilaksanakan selama 1 bulan setelah kegiatan penanaman.

HASIL DAN PEMBAHASAN

a. Pengenalan tentang pekarangan, sayuran organik, dan teknik budidaya Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 15

Maret 2017 di rumah salah satu anggota PKK Rt 05 / RW 08 yaitu Ibu Ida. Peserta kegiatan berjumlah 30 orang. Pada kegiatan ini diberikan penjelasan dan pemahaman tentang pekarangan, sayuran organik dan teknik budidayanya. Setelah itu dilanjutkan dengan diskusi.

Kegiatan pengenalan ini dapat menghasilkan beberapa hal positif sebagai berikut :

1) Dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat khususnya kelompok PKK Rt 05 / RW 08 Kelurahan Banyuanyar bahwa pekarangan rumah dapat dimanfaatkan untuk budidaya sayuran organik yang sehat sehingga dapat memenuhi

kebutuhan pangan (sayuran) keluarga dan mengurangi pengeluaran harian rumah tangga.

2) Dapat meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya kelompok PKK Rt 05 / RW 08 Kelurahan Banyuanyar bahwa budidaya sayuran dapat mempercantik halaman rumah, melalui pengaturan jenis, bentuk, dan warna tanaman sehingga akan meningkatkan nilai estetika atau keindahan halaman rumah.

3) Dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya kelompok PKK Rt 05 / RW 08 Kelurahan Banyuanyar bahwa semakin banyak masyarakat yang menanam sayuran melalui budi daya

organik, maka kelestarian lingkungan

pun semakin terjaga karena dapat

menekan polusi tanah, polusi air, dan

polusi udara.

4) Dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya kelompok PKK Rt 05 / RW 08 Kelurahan Banyuanyar bahwa sayuran organik (misalnya, tomat, kubis, bawang dan selada

organik) mengandung lebih banyak

nutrisi seperti vitamin, magnesium,

fosfor, zinc dan bes, serta sayuran

organik memiliki kandungan gizi yang

lebih tinggi seperti kandungan mineral

dibandingkan sayuran non organik,

sehingga sangat menyehatkan bagi

(5)

2. Praktik Budidaya sayuran

Kegiatan ini merupakan lanjutan dari kegiatan nomor 1 tersebut di atas (pengenalan tentang pekarangan, tanaman sayuran, dan teknik budidaya). Dalam kegiatan ini dilakukan praktik persiiapan media tanam, teknik pembibitan, dan teknik penanaman dalam polybag

Media tanam yang disiapkan hanya

terdiri dari pasir ladu kali (pasir yang masih bercampur dengan lumpur) dan pupuk kandang kotoran sapi, tanpa menggunakan tambahan pupuk kimia, pestisida, herbisida, dan obat-obatan lainnya, sehingga benar-benar bersifat organik

Cara mempersiapkan media tanam untuk budidaya sayuran organik ini adalah sebagai berikut : semua pasir ladu dan pupuk kandang tersebut dicampur merata sambil dibersihkan dari benda-benda yang mengganggu, misalnya plastik, batu atau benda lainnya. Kemudian media pengisi dimasukkan ke dalam polybag yang telah disiapkan. Pengisian polybag cukup ½ bagian saja, karena selama pertumbuhan tanaman nanti, akan dilakukan penambahan pupuk organik.

Praktik penyiapan media tanam dalam polybag ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, karena : dengan melakukan praktik secara langsung maka peserta akan menjadi terampil sehingga kelak mereka dapat memanfaatkannya untuk membudidayakan sayuran organik sendiri,

sehingga dapat mengatasi keterbatasan lahan yang dimilikinya, lebih mudah dalam merawat tanaman.

Pembibitan dilakukan untuk 4 jenis sayuran, yaitu cabai rawit, lombok, terong, dan toma ; sedangkan untuk kacang panjang tidak dilakukan pembibitan melainkan benih langsung ditanam. Polybag yang digunakan untuk pembibitan berukuran 8 x 9 cm. Cara pembibitannya adalah : masukkan benih ke lubang tanam dalam polybag sedalam ± 1 cm, kemudian ditutp tipis dengan pupuk kandang. Selanjutnya polybag diatur dalam bak pembibitan.

Penanaman dilaksanakan pada tanggal

22 Maret 2017 di pekarangan salah satu

anggota PKK yaitu Ibu Maryoso.

Penanaman dalam pot / pindah tanam

dilakukan setelah bibit memiliki daun sempurna 3-5 helai. Langkah-langkah penanamannya adalah :

a. Pilih bibit yang sehat, tidak cacar, dan seragam.

b. Buat lubang tanam seukuran wadah bibit. Pada sistem pot maupun tanam langsung , jumlah tanaman yang ditanam sebanyak 1 tanaman per pot atau per lubang tanam.

(6)

d. Masukkan bibit ke dalam lubang tanam, selanjutnya tutup lubang tanam menggunakan media tanam yang sebelumnya dikeluarkan pada saat membuat lubang tanam.

e. Lakukan penyiraman hingga media tanam menjadi basah secara merata. 3. Pendampingan

Pendampingan ini terutama terhadap kegiatan pemeliharaan tanaman yaitu : pemupukan, penyiraman, serta panen., sebagai berikut :

a) Pemupukan

Jenis pupuk yang digunakan adalah pupuk kandang kotoran sapi. Pemberian pupuk dilakukan pada saat pembuatan media tanam dengan menambah volume pupuk kandang lebih banyak dalam media tanam. Pupuk susulan adalah pupuk organik cair. Intensitas pemberian pupuk organik cair dilakukan 7 hari sekali dengan cara melarutkan 10 ml pupuk dalam 1 liter air dan disiramkan secara merata pada media tanam. Pada sayuran buah, selain pemberian pupuk organik cair juga dilakukan pemberian pupuk susulan berupa pupuk kandang setiap 30 hari sekali sebanyak 2-3 genggam pupuk per tanaman

b) Penyiraman

Penyiraman dilakukan secara hati-hati dengan menggunakan alat siram berupa gembor. Intensitas penyiraman

tergantung pada hari hujan dan kelembaban tanah.

c) Panen

Panen dilakukan secara bertahap sesuai

kebutuhan dan tingkat kematangan

sayuran buah maupun sayuran daun.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil kegiatan dan pembahasan dapat disusun kesimpulan sebagai berikut : 1) Terjadi peningkatan pengetahuan dan

pemahaman masyarakat khususnya Ibu-Ibu PKK Rt 05 / RW 08 Kelurahan Banyuanyar, Surakarta tentang pemanfaatan pekarangan rumah dengan berbagai macam tanaman sayuran seperti tomat, cabai rawit, terong, kacang panjang, dan seledri.

2) Terjadi peningkatan ketrampilan masyarakat khususnya Ibu-Ibu PKK Rt 05 / RW 08 Kelurahan Banyuanyar, Surakarta sehingga mereka telah dapat mempraktikkan budidaya sayuran organik secara benar di Kebun PKK dan pekarangan rumahnya sendiri.

DAFTAR PUSTAKA

Badan Litbang Pertanian, 2012. Inovasi Terkini Budidaya Sayuran di Pekarangan. Sinartani. Edisi 31 Oktober - 6 Nopember 2012 No.3480 Tahun XLIII

Kaniasari, K., 2016. Cara Menanam Cabe Rawit Agar Tumbuh Subur di Pekarangan

Rumah.

(7)

Referensi

Dokumen terkait

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,