Seminar dan Senam Rematik “ Kiat Mengenal & Penanggulangan Dini Rematik” Posted by admin on 2008-12-12 16:57:23
Kamis, 18 Desember 2008 08.30 – 16.00 WIB
Gedung Pertemuan IX Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, Depok
Keynote Oleh : - Ketua Pemari (Perkumpulan Masyarakat Peduli Rematik Indonesia) – Ibu Endang Basuki Purnomo
- Sambutan Penyelenggara : Ketua IWK UI – Ibu Nenden Gumilar. Tema Diskusi:
Selayang Pandang & Mitos Seputar Rematik oleh : Prof. Dr. dr. Hary Isbagio,SpPD-K-Kger
Bagaimana Mengobati Penyakit Rematik dengan Benar oleh : Dr. Bambang Setyohadi, SpPD-KR
Senam Rematik Sebagai Sarana Edukasi Masalah Rematik. Oleh : dr. Siti Annisa Nuhonni, SpRM Senam Rematik oleh seluruh peserta seminar
Senam rematik/M Aminudin
Malang - Rasa ngilu di persedian atau biasa disebut rematik bukan menjadi hal aneh lagi. Bila Anda mengalami nyeri di persendian bisa disembuhkan melalui terapi senam rematik. Senam rematik ini dikenal untuk meringankan pasien tanpa menggunakan obat atau farmakologi.
Menurut pencipta senam rematik FKUI, dr Siti Annisa Nuhonni SpRM bahwa senam ini mempunyai empat tahapan yang bisa dilakukan secara teratur oleh pasien. Yakni diawali dengan pemanasan, tahap kedua peregangan otot, atau mirip dengan aerobik ringan.
Untuk tahap kedua, senam dilakukan dengan memegang bola dengan kedua tangan serta menggerakkan anggota badan secara perlahan. Senam kemudian ditutup dengan pendinginan. Alasan menggunakan bola pada senam ini, lanjut spesialis rehabilitasi medik, karena saat kedua tanga memegang bola, semua sensorik otot tertumpu. Posisi itu dapat dimanfaatkan untuk otot persendian.
"Coba lakukan jika Anda memegang bola dengan kedua tangan, kemudian anda gerakan ke depan dan ke atas, akan terasa otot-otot pada tubuh tertarik," kata Annisa usai memandu senam rematik di Ballroom Hotel Kartika Malang di sela-sela acara bertema '10 Tahun Aksi Atasi Rematik', Minggu (1/8/2010).
Dia menambahkan, senam yang diciptakan dengan rekannya, dr Angel ini hanya dikhususkan bagi orang remaja hingga dewasa tua. Diharapkan melalui terapi non
farmakologi ini dapat menyembuhkan penyakit rematik pasien. "Senam bisa dilakukan 5 hari selama sepekan, jangan setiap hari," tegasnya.
Redakan Radang Sendi Dengan Senam Rematik
Konon, kegemaran mandi di malam hari bagi kaum muda, memicu timbulnya penyakit rematik di masa tua. Begitu pula dengan kebiasaan menyantap kangkung dan bayam. Padahal, penyakit rematik atau peradangan pada sendi ini, disebabkan oleh pelbagai faktor: kekurangan hormon estrogen, faktor genetik, osteoporosis, hingga tingginya kadar asam urat dalam darah.
Mandi di malam hari atau mandi dengan air dingin, tidak menyebabkan peradangan pada sendi. Tapi, bagi yang sudah menderita rematik, mandi air dingin bisa menyebabkan otot kaku dan menekan persendian hingga terasa menyakitkan. Juga, tidak ada hasil penelitian yang menyatakan ada hubungan antara mengkonsumsi sayur atau bayam dengan penyakit rematik.
Maraknya mitos seputar penyakit rematik, tampaknya seiring dengan sikap sebagian besar masyarakat Indonesia yang menganggap enteng penyakit ini. Ya, ada asumsi bahwa gejala rematik timbul akibat terlampau sering bekerja keras, sehingga cukup diatasi dengan mengkonsumsi obat yang dijual bebas.
Padahal, pemakaian obat rematik, hanya meredakan gejala tapi bukan menyembuhkan. Penderita rematik, selain wajib mengistirahatkan persendiannya, jika diperlukan harus mengikuti program proteksi sendi, fisioterapi, pembedahan dan psikoterapi. Tidak disarankan mengkonsumsi obat rematik yang dijual bebas secara terus-menerus, karena dapat menimbulkan komplikasi pada lambung, gangguan ginjal, hati, dan jantung.
Kini ada alternatif baru untuk meredakan rasa sakit akibat peradangan sendi ini, yakni senam rematik, Senam ini diciptakan oleh Pfizer, produsen obat asal Amerika Serikat, bersama dua pakar rehabilitasi medik dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Dr Angela BM Tulaar SpRM, dan Dr Siti Annisa Nuhonni.
Menurut Annisa, senam rematik hanyalah salah satu upaya untuk mencegah dan meringankan gejala-gejala rematik, serta berfungsi sebagai terapi tambahan untuk pasien rematik, bukan
pengganti obat atau tindakan terapi yang dilakukan dokter. “Pada penderita rematik, latihan senam ini harus di bawah pengawasan dokter, terapis, dan instruktur,” jelas Annisa.
Prinsip dari senam rematik yakni untuk meningkatkan kemampuan gerak, fungsi, kekuatan dan daya tahan otot, kapasitas aerobik, keseimbangan biomekanik sendi dan rasa posisi sendi. Dengan berkonsentrasi pada gerakan sendi sembari meregangkan dan menguatkan otot, karena otot membantu sendi untuk menopang tubuh.
Senam Rematik, Meringankan Keluhan Nyeri
Diposkan oleh Pembelajaran Farmasi(Industri) on 18.01
Kompas.com - Nyeri ketika melakukan aktivitas sehari-hari, pembengkakan pada sendi, kaku, kelelahan, bahkan kelainan bentuk tubuh sering dialami orang yang menderita rematik. Karena itu fokus penanganan penderita rematik adalah mengontrol rasa nyeri, mengurangi kerusakan sendi, serta mempertahankan fungsi kualitas gerak. Untuk tujuan terakhir, latihan fisik seperti senam rematik sangat dianjurkan.
"Rematik adalah penyakit yang sifatnya menahun dan menghambat aktivitas penderitanya. Karena itu lingkup gerak sendi harus dipertahankan sehingga gerakan kita akan terpelihara. Dengan senam rematik, hal itu bisa dicapai," kata dr.Siti Anisa Nuhonni, SpRM, yang menciptakan senam rematik. Ia menambahkan, pada orang yang normal, karena kita bergerak aktif, maka gerakan kita akan terpelihara. "Pada penderita rematik, mereka sulit menggerakkan tubuhnya karena nyeri. Bila tidak digerakkan, lama-lama sendi akan lengket dan benar-benar tidak bisa digerakkan. Ini yang kita cegah dengan melakukan olah fisik," kata dokter dari Divisi Rehabilitis Medik RSCM Jakarta. Senam rematik ditujukan untuk orang yang sehat maupun pasien rematik yang dalam fase remisi atau penyakitnya tidak kambuh. Senam rematik terdiri dari delapan komponen gerak, yaitu menjaga postur tubuh, peregangan otot, latihan lingkup gerak sendi, latihan penguatan otot, penguatan kerja jantung dan paru, latihan keseimbangan, koordinasi, serta ketahanan otot. "Inti dari senam rematik adalah mempertahankan lingkup gerak sendi secara maksimal. Misalnya tangan mampu membuka, mengepal, kaki menekuk atau leher bisa menoleh. Pada pasien rematik hal ini sulit dilakukan," katanya.
Bekerjasama dengan Pfizer, perusahaan farmasi, ia menggelar kampanye peduli rematik dan menciptakan metode senam yang mampu mengurangi risiko timbulnya rematik sekaligus terapi tambahan bagi pasien yang rematiknya dalam fase tenang (remisi).
Selama tahun 2010 ini, Pfizer sudah berkeliling ke tujuh kota besar di Indonesia, yakni Jakarta, Bandung, Malang, Semarang, Denpasar, Medan, dan Menado. Kampanye senam rematik itu ditutup di Balai Kartini, Jakarta tanggal 7 November 2010. Rencananya, 200 pasien rematik akan melakukan senam rematik bersama.
artikel penyakit rematik
ARTIKEL TENTANG PENYAKIT REMATIK
Sejalan dengan semakin meningkatnya usia seseorang, maka akan terjadi perubahan-perubahan pada tubuh manusia. Perubahan-perubahan-perubahan tersebut terjadi sejak awal kehidupan hingga usia lanjut pada semua organ dan jaringan tubuh. Keadaan demikian itu tampak pula pada semua sistem muskuloskeletal dan jaringan lain yang ada kaitannya dengan kemungkinan
timbulnya beberapa golongan rematik.
Rematik adalah penyakit yang menyerang sendi dan tulang atau jaringan penunjang sekitar sendi, golongan penyakit ini merupakan penyakit Autoimun yang banyak di derita oleh kaum lanjut usia (usia 50 tahun ke atas). Penyakit ini lebih sering terjadi pada perempuan dan biasanya
menyerang orang yang berusia lebih dari 40 tahun (Arif Muttaqin, 2008). Rematik terutama menyerang Sendi-sendi, tulang, ligamentum, tendon dan persendian pada laki-laki maupun perempuan dengan segala usia.
Dampak dari keadaan ini dapat mengancam jiwa penderitanya atau hanya menimbulkan gangguan kenyamanan, dan masalah yang disebabkan oleh penyakit rematik tidak hanya berupa keterbatasan yang tampak jelas pada mobilitas hingga terjadi hal yang paling ditakuti yaitu menimbulkan kecacatan seperti kelumpuhan dan gangguanaktivitas hidup sehari-hari tetapi juga efek sistemik yang tidak jelas tetapi dapat menimbulkan kegagalan organ dan kematian atau mengakibatkan masalah seperti rasa nyeri, keadaan mudah lelah, perubahan citra diri serta Resiko tinggi terjadi cidera.
Angka kejadian rematik pada tahun 2008 yang dilaporkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia WHO adalah mencapai 20% dari penduduk dunia yang telah terserang rematik, dimana 5-10% adalah mereka yang berusia 5-20 tahun dan 20% adalah mereka yang berusia 55 tahun (Wiyono, 2010). Berdasarkan hasil penelitian terakhir dari Zeng QY et al 2008, prevalensi nyeri rematik di Indonesia mencapai 23,6% hingga 31,3%, angka ini menunjukkan bahwa nyeri akibat rematik sudah sangat mengganggu aktivitas masyarakat Indonesia.
Menurut American College of Rheumatology, perawatan untuk rematik dapat meliputi terapi farmakologis, terapi non-farmakologis, dan tindakan bedah. Pada tahun 2008 lalu, dua pakar Rehabilitasi Medik dari RSCM FKUI, Prof.DR. dr. Angela B.M Tulaar SpRM dan dr. Siti Annisa Nuhonni SpRM menciptakan senam rematik yang berfungsi sebagai modal yang akan melengkapi terapi penyakit rematik.
Secara umum, gerakan-gerakan senam rematik dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan gerak, fungsi, kekuatan, dan daya tahan otot, kapasitas aerobik, keseimbangan, biomekanik sendi, dan rasa posisi sendi. “Untuk mencapai hasil yang maksimal, senam rematik baiknya dilakukan tiga hingga lima kali dalam seminggu, namun harus dipastikan bahwa dalam melakukan senam rematik ini, penderita harus berada dalam pengawasan dokter agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan,” jelas dr. Siti Annisa Nuhoni SpRM.
aktivitasnya sehari-hari yang pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas hidup mereka. Lebih dari itu, dengan pengetahuan dan kesadaran yang mendalam mengenai penyakit rematik, diharapkan masyarakat dapat lebih cepat dalam bertindak mengatasi penyakit ini sehingga prevalensi penyakit rematik di Indonesia dapat berkurang.
Banyak sekali orang yang beranggapan kalau mandi malam dapat menyebabkan rematik. Benarkah begitu? Pemikiran yang salah ini terus tumbuh dan berkembang di masyarakat yang tidak memahami. Sebenarnya seringnya mandi di malam hari tidak ada hubungannya dengan penyakit rematik. Namun, jika kamu memang sudah mengidap penyakit rematik, memang di anjurkan untuk tidak mandi di malam hari. Karena suhunya yang dingin dapat membuat rematik kambuh.
Sebenarnya rematik lebih pantas di kaitkan dengan adanya proses penuaan pada sendi sendi dan tidak seimbangnya berat badan. Berikut cara alami mengatasi penyakit rematik.
1. Kulit manggis
Bagi yang selepas makan manggis, dari pada kulitnya di buang. Mending di jadikan obat tradisional. Kulit manggis yang bewarna keungu unguan di iris kecil kecil dan tipis. Kemudian jemur di bawah terik sinar matahari. Kemudian, campurkan kulit manggis tersebut ke dalam segelas air. Tunggu hingga warna air berubah, dan minumlah airnya. Pastikan kulit manggisnya sudah benar benar bersih kalau kamu mau menelannya.
2. Suhu air saat mandi
Bagi yang sudah terkena rematik, suhu air saat mandi memang mempengaruhi. Mandi di malam hari tentu suhunya lebih dingin. Jika kamu terpaksa mandi di malam hari, pastikan air mandinya kamu panaskan terlebih dahulu. Air yang dingin juga dapat menyebabkan rematik kamu kambuh. 3. Campuran Jahe dan Cengkeh
Campuran jahe dan cengkeh yang telah di tumbuk halus dapat digunakan untuk obat luar. Cukup oleskan ke area persendian yang terasa nyeri secara rutin setiap hari. Tentu akan mengurangi sedikit demi sedikit rasa sakit anda.
4. Terapi Penguapan
Rendamkan kaki beberapa saat pada bak atau ember yang berisi air hangat. Jika badan sudah mulai terasa hangat. Letakkan kompres dingin di kepala. Setelah beberapa menit, minumlah air hangat, dan segeralah berbaring sekitar 30 menit.
Di masyarakat, masih saja berkembang mitos dan anggapan yang salah mengenai penyakit ini. Padahal mitos-mitos ini menyesatkan apabila dikaji dari sisi medis dan bukan tidak mungkin akan merugikan penderita.
Ahli penyakit dalam dan rheumatolog dari Divisi Rheumatologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Dr. Bambang Setyohadi, menjelaskan beberapa mitos dan fakta seputar penyakit rematik. Berikut adalah mitos dan penjelasannya :
1. Sering mandi malam di usia muda memicu rematik di usia tua.
rematik. "Pada penderita rematik, mandi air dingin memang bisa membuat otot kaku atau spasme. Kondisi tersebut biasanya membuat sendi tertekan sehingga menimbulkan rasa sakit," ujar Dr. Bambang.
2. Makan kangkung atau bayam sebabkan rematik.
Tidak ada hasil penelitian yang menghubungkan antara bayam atau kangkung dengan riisko rematik. "Kalaupun yang harus dihindari, bila Anda ditakdirkan menderita rematik adalah makanan yang dapat memicu purin atau bahan yang akan diubah menjadi asam urat seperti jeroan, seafood atau minuman beralkohol," tegas Bambang.
3. Semua penyakit rematik disebabkan asam urat.
"Faktanya, hanya sekitar 10 persen saja pengidap rematik yang asam uratnya tinggi. Banyak pasien yang asam urat tinggi justru tidak mengalami rematik," kata Bambang. Menurutnya, asam urat dalam darah yang tinggi belum tentu akan menyebabkan rematik. "Penyakit rematik akan terjadi bila asam urat terkumpul dalam sendi dan membentuk endapan kristal monosodium urat. penyakit ini," terangnya.
4. Penyakit rematik adalah penyakit tulang.
Faktanya rematik adalah penyakit yang menyerang persendian tulang dan terdiri dari berbagai jenis di antaranya adalah osteoartritis dan reumatoid artritis. Osteoartritis paling sering menyerang sendi-sendi besar yang mendukung berat badan seperti sendi lulut, panggul, tulang belakang, punggung dan leher meski tidak tertutup kemungkinan menyerang daerah lain. Sementara
reumatoid artiritis dikarenakan sistem imun yang menyerang lapisan atau membran sinovial sendi dan melibatkan seluruh organ-organ tubuh, dapat menyebabkan kecacatan.
5. Penyakit rematik hanya mengincar orang berusia lanjut.
Faktanya, rematik menyerang semua orang, tua maupun muda baik pria maupun wanita tergantung pada jenis penyakit rematiknya. Pada rematik jenis osteoartritis umumnya menyerang orang-orang berusia diatas 45 tahun sementara jenis Lupus Eritematosus menyerang wanita muda usia
produktif tetapi juga dapat mengenai setiap orang. Para pria lebih mudah terserang Gout. 6. Rematik adalah penyakit keturunan.
Faktanya, rematik tidak selalu diturunkan secara langsung dari orang tua ke anak. "Namun begitu, ada kecenderungan faktor keluarga menjadi faktor risiko terjadinya rematik seperti pada
Reumatoid Artritis, Lupus Eritematosus Sistemik dan Gout," ujar Dr Bambang. 7. Sakit pada tulang di malam hari adalah tanda gejala rematik.
Faktanya, gejala-gejala yang umumnya terjadi pada penderita rematik adalah pegal-pegal dan peradangan pada sendi (merah, bengkak, nyeri, terasa panas dan umumnya sulit digerakkan). Gejala ini tidak terbatas pada malam hari. Bisa saja menyerang setiap saat.
Pencegahan yang dapat dilakukan agar tidak terserang penyakit remati diantara adalah olahraga secara teratur, kurangi makanan yang mengandung lemak dan periksa kesehatan secara teratur.
http://penyakit-dan-caraperawatan.blogspot.com/2010/12/perawatan-dan-pencegahan-rematik.html
http://health.kompas.com/read/2012/12/11/16473158/Mitos.dan.Fakta.Penyakit.Remati k
http://www.unikgaul.com/2012/03/megenal-penyakit-rematik-dan-cara-alami.html
http://yudhamaura.blogspot.com/2011/09/hubungan-pengetahuan-tentang-penyakit.html
http://eblogmakalah.blogspot.com/2012/06/pengetahuan-lansia-tentang-penyakit.html
http://www.waspada.co.id/index.php?
option=com_content&view=article&id=132735:kenali-rematik-cegah-sejak-dini&catid=28:kesehatan&Itemid=48
6 Prinsip Senam Rematik / Sakit Sendi
Mungkin belum banyak penderita rematik yang mengenal senam rematik atau sakit sendi. Padahal senam ini sangat berguna untuk mengatasi rasa nyeri, meningkatkan kesehatan dan daya tahan tubuh secara menyeluruh. Pada dasarnya, ada 6 prinsip dasar di dalam melakukan senam rematik yang akan dijelaskan di bawah ini. Namun, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk mengetahui gerakan yang sesuai dengan kondisi rematik Anda sebelum melakukan senam ini.
Prinsip Pertama: Latihan Pernapasan
Duduklah dengan nyaman dan tegakkan punggung Anda. Tarik napas melalui hidung hingga tulang rusuk terasa terangkat dan hembuskan napas melalui mulut seperti meniup lilin (untuk
mengeceknya: letakkan tangan Anda pada bagian dada). Latihan ini sangat berguna untuk
mengurangi rasa nyeri saat rematik datang. Lakukan secara kontinu, minimal 4 set dengan istirahat antar set 1-2 menit.
Prinsip Kedua: Pemanasan
Sebelum berlatih, Anda dianjurkan untuk melakukan pemanasan selama 5-10 menit. Pemanasan ini dapat dilakukan dengan berjalan atau bersepeda santai, atau dengan peregangan ringan.
Prinsip Ketiga: Latihan Persendian
Beberapa contoh latihan berikut sangat cocok untuk melatih beberapa titik persendian Anda. Sendi Leher
Tegakkan kepala Anda. Putar kepala ke kanan perlahan lahan hingga kembali ke posisi awal. Lanjutkan dengan memutar kepala ke kiri secara perlahan-lahan hingga kembali ke posisi awal. Lakukan secara berulang.
Sendi Bahu
Berbaringlah dengan nyaman dengan posisi lengan rileks di samping tubuh Anda. Angkat lengan kanan secara perlahan ke arah samping menjauhi tubuh Anda, kemudian kembalikan pada posisi semula. Ulangi gerakan yang sama untuk lengan kiri Anda. Lakukan secara bergantian antara lengan kiri dan kanan.
Sendi Pinggul
Berbaringlah dengan nyaman dengan posisi ujung tumit menempel. Jauhkan kaki kanan Anda secara perlahan dari tubuh, lalu kembalikkan ke posisi awal. Lakukan secara bergantian antara kaki kanan dan kiri.
Pergelangan Kaki
Putar pergelangan kaki kanan searah jarum jam secara perlahan kemudian lakukan arah sebaliknya (berlawanan jarum jam). Lakukan secara bergantian antara pergelangan kaki kanan dan kiri.
Pergelangan Tangan
Tekuk jari–jari tangan Anda, putar pergelangan tangan Anda searah jarum jam dan kemudian berlawanan dengan jarum jam.
Ruas Jari
Prinsip Keempat: Latihan Kekuatan
Latihan ini bertujuan untuk melatih otot. Dilakukan sebanyak 3-5 set, dengan istirahat antar set selama 1-2 menit.
Seated cross legged press
Duduklah pada kursi yang diganjal bantal. Silangkan pergelangan kaki kanan di atas pergelangan kaki kiri. Tekan kaki kanan ke kaki kiri, dan di saat bersamaan, tekan kaki kiri maju melawan kaki kanan Anda. Tahan posisi ini selama 3-6 detik, lalu lepaskan. Ulangi dengan posisi pergelangan kaki kiri di atas pergelangan kaki kanan.
Pelvic tilt
Berbaringlah dengan lutut ditekuk dan telapak kaki menyentuh lantai. Angkat panggul dari lantai dengan punggung atas dan tengah serta tangan tetap menyentuh lantai. Rasakan adanya kontraksi pada pantat dan perut Anda. Tahan posisi ini beberapa detik, sambil mengambil napas dalam-dalam dan perlahan.
Rubber band
Prinsip Kelima:
Latihan Kardio Latihan ini dilakukan untuk kesehatan jantung dan meningkatkan stamina. Latihan ini dapat berupa jalan cepat, berlari, berenang, aerobik, dan bersepeda. Lakukan latihan selama 30-45 menit dengan pemanasan selama 5-10 menit.
Prinsip Keenam:
Metode Tepat Melakukan Senam Rematik
POSTED BY DEPHI CHUTE POSTED ON 4:02 AM WITH NO COMMENTS
Advertisement
Belum banyak penderita rematik dan mungkin termasuk anda, mengenal senam rematik atau sakit sendi. Padahal apabila dilakukan dengan rutin, senam ini berguna untuk mengatasi rasa nyeri, meningkatkan daya tahan tubuh dan kesehatan tubuh. Prinsip dasar di dalam melakukan Senam Rematik akan kami jelaskan dijelaskan pada materi di bawah ini. Namun, sebaiknya anda berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu, untuk mengetahui gerakan yang sesuai dengan Jenis Penyakit Rematik yang anda alami.
Prinsip Latihan Pernapasan
Duduk dengan nyaman dan tegakkan punggung Anda. Tarik napas melalui hidung hingga tulang rusuk terasa terangkat dan hembuskan napas melalui mulut seperti meniup lilin. Latihan ini sangat berguna untuk mengurangi rasa nyeri saat Gejala Rematik anda rasakan. Lakukan secara bertahap, minimal 4 set dengan jeda waktu 1-2 menit.
Prinsip Pemanasan
Sebelum Melakukan Senam Rematik, sebaiknya anda melakukan pemanasan selama 5-10 menit. Pemanasan bisa dilakukan dengan peregangan ringan, bersepeda santai, atau berjalan.
Prinsip Latihan Persendian
Beberapa contoh Gerakan untuk melatih senam persendian adalah sebagai berikut:
Sendi Leher
Sendi Bahu
Mulai dengan posisi Berbaring yang nyaman dengan posisi lengan rileks di samping tubuh Anda. Angkat lengan kanan secara perlahan ke arah samping menjauhi tubuh Anda, kemudian kembalikan pada posisi semula. Ulangi gerakan tersebut untuk lengan kiri Anda. Lakukan secara bergantian antara lengan kiri dan kanan.
Mulailah dengan posisi siku ditekuk ke arah samping dan posisi telapak tangan menyentuh bahu. Gerakkan kedua siku Anda ke arah depan, hingga kedua siku saling menyentuh. Lanjutkan dengan menggerakkan siku hingga kembali ke posisi awal. Rasakan dada Anda tertarik ketika menarik siku kembali ke posisi awal.
Sendi Pinggul
Berbaringlah dengan nyaman dengan posisi ujung tumit menempel. Jauhkan kaki kanan Anda secara perlahan dari tubuh, lalu kembalikan ke posisi awal. Lakukan secara bergantian antara kaki kanan dan kiri.
Pergelangan Kaki
Putar pergelangan kaki kanan searah jarum jam secara perlahan kemudian lakukan arah sebaliknya (berlawanan jarum jam). Lakukan secara bergantian antara pergelangan kaki kanan dan kiri.
Pergelangan Tangan
Tekuk jari–jari tangan Anda, putar pergelangan tangan Anda searah jarum jam dan kemudian berlawanan dengan jarum jam.
Ruas Jari
Sentuh masing-masing jari tangan Anda dengan ibu jari. Ulangi hingga 5 kali.
Prinsip Latihan Kekuatan
Gerakan Senam Rematik ini bertujuan untuk melatih otot, dan dapat dilakukan sebanyak 3–5 set, dengan tenggang waktu istirahat 1-2 menit.
Seated cross legged press
Duduklah pada kursi yang diganjal bantal. Silangkan pergelangan kaki kanan di atas pergelangan kaki kiri. Tekan kaki kanan ke kaki kiri, dan di saat bersamaan, tekan kaki kiri maju melawan kaki kanan Anda. Tahan posisi ini selama 3-6 detik, lalu lepaskan. Ulangi dengan posisi pergelangan kaki kiri di atas pergelangan kaki kanan.
Berbaringlah dengan lutut ditekuk dan telapak kaki menyentuh lantai. Angkat panggul dari lantai dengan punggung atas dan tengah serta tangan tetap menyentuh lantai. Rasakan adanya kontraksi pada pantat dan perut Anda. Tahan posisi ini beberapa detik, sambil mengambil napas dalam-dalam dan secara perlahan.
Rubber band
Taruh karet gelang di kelima jari tangan Anda. Rentangkan jari-jari Anda selebar yang Anda bisa. Setelah itu, lepaskan tekanan dari karet gelang tersebut dan kembali ke posisi awal secara perlahan.
Prinsip Latihan Kardio
Latihan ini dilakukan untuk kesehatan jantung dan meningkatkan stamina. Latihan ini dapat berupa jalan cepat, berlari, berenang, aerobik, dan bersepeda. Lakukan latihan selama 30-45 menit dengan pemanasan selama 5-10 menit.
Prinsip Peregangan
Gerakan Senam Rematik ini dilakukan untuk meningkatkan fleksibilitas sendi dan otot. Agar lebih rileks, anda bisa menggunakan iringan music yang lembut.
Dengan melakukan Senam Rematik tersebut secara rutin, diharapkan rasa sakit akibat penyakit Rematik yang anda derita akan berkurang. Selain itu, kesehatan tubuh anda tentu akan lebih meningkat. Hal tersebut tentu harus disertai dengan pengobatan yang lain dan menghindari Makanan Berbahaya untuk Penderita Rematik. Dengan usaha, pengobatan, dan perawatan yang tepat hidup anda sebagai penderita Rematik akan lebih bermakna.
Kesimpulan:
Senam Rematik berfungsi untuk mengurangi rasa sakit pada penderita Gejala Rematik, Gerakan Senam Rematik begitu sederhana dan mudah dilakukan bahkan untuk Orang Tua, Agar hasil maksimal, gerakan senam yang tepat harus disesuaikan dengan jenis Penyakit