WANITA DALAM PEMBANGUNAN
Man is a single person, but woman is nation. Sebuah pepatah yang cukup sering kita dengar. Namun tidak banyak yang memahami esensi aplikatif di dalamnya. Bila dikatakan pria adalah seorang manusia tunggal yang memiliki tanggung jawab terhadap dirinya sendiri, maka wanita adalah manusia yang bertanggung jawab terhadap bangsanya. Mengapa demikian? Bagaimana wanita sebagai makhluk yang tidak terlepas dari stigma “dapur, sumur, kasur” ini menjelma sebagai pemegang kendali sebuah bangsa? Apa yang membuat gagasan ini muncul?
Indonesia sebagai sebuah negara republik yang telah berrdiri selama hampir 68 tahun, masih menyisakan segudang pekerjaan rumah tangga dalam pembangunan bangsa. Baik dalam bidang ekonomi, politik, sosial, pendidikan, kesehatan, maupun budaya.
Dalam karya tulis ini, kita akan mengetahui apa saja yang menjadi faktor penentu kehidupan sebuah bangsa, dan bagaimana wanita memiliki peran yang besar di dalamnya. Semuanya terhubung dengan sebuah paradigma: pembangunan. Pembangunan
Istilah pembangunan sering disamakan dengan perrtumbuhan ekonomi. Diawal perkembangannya, istilah pembangunan dihubungkan dengan penggunaan statistik-statistik sempit yang dibuat para ekonom instansi Bank Dunia. Sehingga dapat dikatakan pendekatan awal bahwa asal ada pertumbuhan ekonomi boleh dikatakan ada pembangunan. Istilah ini mulai berkembang setelah Perang Dunia II (Soedjono Hoemardani, 1981).
Istilah pembangunan merupakan istilah yang masih relatif muda bagi bangsa Indonesia. Bukan berarti kata ini tidak digunakan sejak dulu, tetapi
penggunaannya baru dimulai sejak tahun enam puluhan. Dimana masa itu Bung Karno berpendapat bahwa yang harus dilakukan bangsa Indonesia adalah
“revolusi” sedangkan Bung Hatta berpendapat revolusi harus segera dihentikan. Ia berpendapat, suatu pemerintahan yang kuat dan stabil sudah waktunya segera dapat dibentuk agar dapat sepenuhnya memikirkan soal ekonomi dan
pembangunan. Dari sanalah muncul kata pembangunan, walalupun pada waktu itu belum tentu pengertian yang terknadung di dalamnya sama dengan yang
dimaksud masa kini (Dawam Rahardjo dalam Hadiawan, 2006:7).
Secara sederhana pembangunan adalah perubahan yang berguna menuju suatu sistem sosial dan ekonomi yang diputuskan sebagai kehendak suatu bangsa (Rogers dalam Harun, 2012:2).
1. Wanita
2. Faktor-faktor pendukung 3. Solusi
4. Hasil